Batita Kembar, Jangan Selalu Sama


Sumber : cyberjob.cbn.net.id
sumber : Mother And Baby

Anak kembar, apalagi identik, biasanya selalu disamakan. Tetapi saat usianya batita, sebaiknya Si Kembar mulai “dibedakan”.

Senangnya punya bayi kembar! Ke mana-mana selalu jadi pusat perhatian. Apalagi kalau mereka didandani semirip-miripnya, setelan bermotif sama, kapucong sama, sepatu sama, topi dan sarung tangan sama, kereta dorong pun sama. Bukan cuma dalam hal penampilan, dari segi sifat, selera makan, dan rutinitas harian pun, ayah-ibu cenderung memperlakukan Si Kembar sama. Jika yang satu makan, saudaranya juga ikut makan. Sama-sama dibelikan mobil-mobilan jeep, sama-sama ditidursiangkan pukul satu, sama-sama diajak jalan-jalan pukul 5 sore, atau rutinitas tidur malam sama-sama pukul 7. Jenis buah, snack dan susunya pun sama.

Tak heran bila akhirnya Si Kembar memiliki kedekatan emosional sangat kuat. Ini karena setelah selama 9 bulan berada pada rahim yang sama, begitu lahir dan tumbuh pun mereka selalu “disamakan”.

ASAH KEPRIBADIAN INDIVIDU

Sebenarnya banyak ahli perkembangan anak berpendapat, anak kembar sebaiknya jangan selalu diperlakukan sebagai satu kesatuan. Sebab hal ini sebenarnya dapat menghambat perkembangan fisik, emosi, perkembangan bahasa hingga perkembangan potensi intelektual mereka. Bahkan disinyalir, sikap “menyamakan” ini juga akan menghambat hampir setengah dari ketrampilan yang mereka butuhkan dalam hidup.

Menurut Psikolog Perkembangan Dra. Henny Eunike Wirawan, sebetulnya anak kembar tidak berbeda dengan anak lain. ”Kebetulan saja mereka mempunyai jarak lahir yang hanya berbeda beberapa detik atau menit,” jelas Pudek I Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara, Jakarta ini. Karena itulah, anak kembar sebenarnya bisa berkembang menjadi karakter yang berbeda. Misal, bisa jadi si kakak lebih emosional dan adik lebih rasional, atau sebaliknya.

Meski demikian, Henny maphum, mungkin ada orangtua yang lebih suka mengembarkan anaknya, karena terlihat lucu dan unik. ”Tapi untuk orangtua yang lebih bijaksana, pasti akan membiarkan mereka tumbuh sesuai pilihan serta karakternya masing-masing. Sebab semua gaya, sifat, ketertarikan, dan semua yang nempel pada anak itu pasti berbeda.”

Nah, untuk mengasah kepribadian perorangan pada anak kembar – tanpa mengganggu hubungan khusus mereka, saran Henny, berikut ini tips yang bisa dilakukan:
• Hindarkan diri Anda memanggil mereka “Si Kembar”. Panggilah mereka dengan nama mereka masing-masing. Mintalah seluruh anggota keluarga – termasuk pembantu – melakukan hal sama.

• Pastikan keduanya mudah dikenali. Walau mereka kembar identik, upayakan sedikit perbedaan di antara keduanya, misal, potongan rambut yang berbeda atau perhiasan/perlengkapan yang berbeda, sehingga orang lain mudah mengenali dan tidak salah panggil.

• Biarka n mereka memilih sendiri gaya baju mereka. Tekan keinginan Anda untuk memilihkan model/warna yang sama. Sebaliknya, usulkan (dengan tidak memaksa) pada mereka untuk menggunakan model/warna yang berbeda.

• Sediakan mainan dan benda-benda yang berbeda untuk masing-masing anak. Anak batita kembar seringkali lebih mudah saling berbagi daripada batita lainnya. Kalau perlu, tandailah mainan itu dengan nama mereka masing-masing.

• Perlakukan mereka secara setara, tetapi tidak selalu sama. Hargailah perbedaan mereka seperti yang dilakukan pada kakak beradik. Pada kembar identik mungkin tidak akan mudah, karena perbedaan mereka tidak tampak secara jelas dibanding persamaan mereka. Karena itu carilah keunikan masing-masing, bisa dari hobi, atau ketrampilan yang satu dengan yang lain.

• Luangkanlah waktu untuk masing-masing anak. Memang anak kembar lebih suka sering bersama, namun Anda harus meluangkan waktu untuk mengajak bermain/jalan-jalan salah satu di antara mereka secara bergantian.

• Jangan memaksa mereka berpisah kelas, bila memang mereka belum siap. Meski kebanyakan para ahli menganjurkan ini, namun pemisahan anak kembar terlalu dini bisa menyebabkan trauma bagi keduanya. Karena banyak anak kembar – meski tidak semua – sulit untuk berfungsi bila tidak ada kembarannya. Dalam menghadapi situasi baru, mereka kerap memadukan kekuatan sebagai satu tim. Seiring perkembangan, biarkan masing-masing mempunyai kegiatan dan teman sendiri-sendiri (tanpa selalu mengajak kembarannya). Hal ini akan membantu mereka membangun rasa percaya diri bila harus menghadapi situasi baru.

• Waspada terhadap perbandingan, ada baiknya Anda tidak membandingkan salah satu dengan yang lain pada mereka (misal, yang satu baik dan yang lain buruk). Sebab ini berarti Anda tidak mengakui kepribadian mereka, merusak harga diri, dan membangkitkan persaingan tidak sehat.

• Bila si kembar mempunyai kakak/adik yang lain, waspadailah persaingan di antara mereka. Jangan biarkan “sindroma anak kembar” membuat anak-anak lain terasing, akibat perhatian yang terlalu besar pada anak kemabr sehingga anak-anak lai nmerasa terabaikan dan menjadikan sebuah persaingan/permusuhan. Ada baiknya Anda berusaha memberikan perhatian yang adil pada setiap anak.

• Carilah bantuan. Mengawasi dua batita sekaligus bukan hal mudah, tentu Anda akan jauh lebih sibuk dibanding orangtua lainnya. Jadi tak perlu merasa malu bila membutuhkan bantuan teman atau keluarga. Di lain pihak, menjaga batita kembar lebih menyenangkan daripada dua batita dengan beda usia, karena anak kembar biasanya cenderung lebih akrab satu sama lain, saling menghibur dan karena biasanya sekamar, mereka pun jarang punya masalah tidur.(Rahmi Hastari/Berbagai sumber)

Sumber: Tabloid Ibu Anak

Iklan

One thought on “Batita Kembar, Jangan Selalu Sama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s