Kunyit (Curcuma domestica)

Sumber : http://www.jamitra.com/kunyit.htm

Kunyit (Curcuma domestica.) adalah tanaman obat-obatan yang berumur tahunan. Kunyit merupakan tanaman asli India yang sudah menyebar ke berbagai negara terutama negara-negara tropis. Kunyit tumbuh pada ketinggian 0-2000 m dari permukaan laut. Tanah yang porus atau banyak berpasir, subur dengan kandungan bahan organik yang tinggi sangat baik bagi pertumbuhannya.

Budidaya
Perbanyakan kunyit dilakukan dengan memisahkan rumpun atau dengan menanam rimpangnya. Rimpang yang akan ditanam sebaiknya rimpang yang sudah cukup tua dengan lebih dari 2 mata tunas.

Penanaman kunyit sebaiknya dilakukan dengan jarak tanam 60 cm x60 cm pada awal musim hujan. Tanah yang akan ditanami perlu dicangkuli dengan kedalaman 20-30 cm. Pemupukan dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah dan menunjang kondisi biologi tanah. Kebutuhan pupuk per/ha adalah : – pupuk kandang sebanyak 7.5-10 ton/ha- urea sebanyak 150 kg/ha- TSP sebanyak 150 kg/ha- KCL
sebanyak 120-150 kg/haPemeliharaan tanaman dilakukan agar tanaman mampu berproduksi dengan baik. Penyiangan dilakukan setiap 3-6 minggu.

Hama dan Penyakit Tanaman

Ulat yang merupakan hama tanaman kunyit adalah ulat (kerana diocles) dan (udas pesfolus) yang menyerang daun tanaman

Lalat (mimegralla coeruleifrons macquart). Serangan lalat mengakibatkan tanaman layu dan kering sedang rimpangnya akan membusuk. Pemberantasan kedua jenis hama tersebut dilakukan dengan pemakaian nogos 50 EC

Produksi kunyit Panen kunyit dilakukan pada saat tanaman berumur 1 tahun. Panen sebaiknya dilakukan pada musim kemarau pada saat seluruh daun kering Pada kondisi tanah yang subur dan pemeliharaan yang benar dari 500 kg bibit kunyit akan menghasilkan kunyit segar sebanyak 7,5-25 ton.

Manfaat kunyit

– Bumbu dapur.
– Mengobati haid yang tidak teratur
– Mengobati disentri
– Menyembuhkan bengkak karena gigitan serangga atau ulat bulu
– Mengobati borok
– Mengatasi amandel
– Mengobati hepatitis

Serba Kunyit Si Antikanker
Kunyit merupakan golongan keluarga jahe yang banyak dimanfaatkan untuk membuat masakan seperti nasi kuning maupun kari. Kunyit banyak digunakan terutama di negara Asia. Sebagai pewarna alami, ia lebih aman dan sehat.

Saat ini industri makanan lebih banyak menggunakan pewarna kuning sintesis ketimbang alami. Padahal, sesungguhnya justru banyak manfaat yang bisa diperoleh dari pewarna kuning alami. Salah satu contohnya adalah kunyit.

Kunyit yang bisa dijumpai dalam bentuk bubuk maupun segar ternyata dapat membantu pencernaan makanan. Penelitian yang dilakukan terhadap binatang menunjukkan bahwa kunyit yang mengandung phytokimia curmin (sejenis asam hydroxy cinnamic) dapat merangsang pencernaan. Selain itu juga dapat mendorong enzim pencernaan untuk mencegah karbohidrat dan lemak.

Tidak hanya itu, kunyit yang bernama Latin Curcuma longa Linn ini juga mempunyai efek antikanker dan antiradang. Ahli kanker dari Inggris telah melakukan penelitian terhadap kapsul kunyit pada penderita kanker kolon. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa penderita kanker kolon di Asia jumlahnya lebih rendah dibandingkan dengan negara lain. Rupanya karena kerapnya pemakaian kunyit pada masakan.

Keunggulan lain yang didapat dari kunyit adalah kemampuannya sebagai antiradang dan penggumpal darah. Ini karena pengaruh dari pembentukan ecosanoids, sejenis zat kimia yang dapat mengatur penggumpalan darah, tekanan darah dan kekebalan tubuh.
Itu sebabnya, ramuan jamu tradisional yang banyak menggunakan kunyit sangat baik untuk menjaga kesehatan. Kalau Anda masih mengonsumsi jamu yang terbuat dari kunyit, ada baiknya tetap dipertahankan. Tentunya selain memasukkan kunyit dalam masakan sehari-hari.

Kunyit (Curcuma domestica) Zat dalam rimpang kunyit berkhasiat untuk menghambat atau membunuh mikroba. Kurkumin yang memberi warna kuning pada rimpang dikenal bersifat antibakteria dan anti-inflamasi. Kurkumin berkhasiat mengatasi masalah peradangan jaringan, merangsang sel hati sehingga mencegah gangguan hati dan menyembuhkan penyakit kuning. Karena itu kunyit sering ditambahkan dalam makanan sebagai pengawet, pembunuh bakteri pembusukan, dan penghilang bau amis pada ikan. Peneliti dari Universitas Gadjah Mada membuktikan kunyit mampu menyembuhkan gangguan maag tanpa efek samping. Uap rebusan kunyit dapat menyembuhkan radang selaput hidung atau flu. Jepang malah telah mematenkan kunyit karena menurut hasil penelitian terbukti sebagai antibiotik alamiah.

Kunyit untuk sakit gigi

Lebih baik sakit hati daripada sakit gigi. Demikianlah lagu dangdut yang dipopulerkan Meggy Z. Dan, yang pernah sakit gigi, pasti agak mengakui kebenaran perkataan itu. Sakit gigi memang tak tertahankan, bahkan membuat semua anggota tubuh jadi terasa mengerikan, mengigil dan demam.

Biasanya, ketika gigi sakit, obat sakit gigi pasti jadi andalan. Ini karena ketika sakit, dokter pun memang tak akan berfungsi, mengobati, mencabut, atau menambal lubangnya, ketika gigi sudah tak sakit lagi. Padahal, menunggu sakit tadi reda, duh, tentu memakan tenaga dan keringat, menahan sakit yang kian menyengat.

Karena itu, mempelajari kiat praktis menangani sakit gigi akan sangat baik. obat alternatif dari tumbuhan alami akan sangat baik dan membantu, seperti beberapa kiat di bawah ini, dengan memanfaatkan zat pengurang rasa sakit pada kunyit. Nah, jika Anda sakit gigi, praktekkankah ramuan gampang ini.

Ramuan 1
Siapkan kunyit satu rimpang dan minyak kayu putih secukupnya. Setelah kunyit dicuci bersih, lalu kupas. Rendam sebentar dalam minyak kayu putih, kemudian tempelkan dalam gigi yang berlubang. Lakukan hingga sakit mereda.

Ramuan 2
Siapkan kunyit 10 gram, daun dan akar serai masing-masing 50 dan 25 gr, garam dapur secukupnya. Setelah semua bahan dicuci bersih dan kunyit dipotong-potong, rebus dengan setengah liter air. Biarkan hingga air menjadi satu gelas. Minum untuk tiga kali sehari.

Ramuan 3
Siapkan kunyit 10 gram, daun meniran 50 gram, buah pinang setengah biji, garam dapur secukupnya. Setelah semua bahan kecuali garam dicuci, tumbuk hingga halus. Jangan lupa garam. Seduh dengan air panas sebanyak satu gelas, lalu saring. Bila sudah hangat, gunakan untuk kumur. Lakukan tiga kali sehari.

Sumber : dari berbagai sumber

Iklan

Tanaman Obat

sumber : e-medik (situs kesehatan dan alat kesehatan di indonesia) . semoga bermanfaat.

Berikut adalah nama – nama tumbuhan herbal disertai kandungan senyawa , bagian yang digunakan serta khasiat nya bila dikonsumsi. Mohon maaf untuk saat ini tidak disertai dengan gambar detailnya.

Lempuyang Emprit = Zingiber Amaricans

Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri = Sekuiterpenketon (u/ turunkan panas)
umumnya yg digunakan adalah : rimpangnya (warnanya putih kekuningan, rasanya pahit)

Kunyit = Curcuma Longa

Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri, Curcumin, turmeron & Zingiberen yg berfungsi sebagai anti-bakteri, anti-oksidan & anti-inflamasi (anti-radang).
Selain sebagai penurun panas, campuran ini juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
Umumnya yang digunakan adalah : rimpangnya, (warnanya pranye)

Sambiloto = Andrographis Paniculata

Seluruh bagian tanamannya dapat digunakan (daun & batang)
Kandungan senyawa :
Andrografolid Lactones (zat pahit), diterpene, glucosides & flavonoid yang dapat menurunkan panas, mineral (K, Ca, Na)
Andrografolid : untuk menurunkan gula darah

Penelitian di Thailand bahwa : 6 gr sambiloto sama efektifnya dengan parasetamol.

Khasiat :
Atasi kencing-manis, meningkatkan kekebalan tubuh, atasi hepatitis, disentri, flu, demam, radang amandel, radang ginjal, paru, bronchitis, atasi kanker, TBC, hypertensi, kusta, keracunan, kencing nanah, kencing manis.

Pegagan = Centella Asiatica L. = Daun Kaki Kuda

Tumbuh liar di padang rumput, tepi selokan, sawah atau ditanam sebagai penutup tanah, sebagai tanaman sayur, merayap menutupi tanah, daun warna hijau berbentuk seperti kipas ginjal.
Hidup di tanah yang agak lembab, cukup sinar matahari atau agak terlindung.
Dapat ditemukan di dataran rendah sampai daerah dengan ketinggian 2.5 m dpl.

Kandungan senyawa :
Triterpenoid, saponin, Hydrocotyline & Vellarine.

Kandungan Kimia :
Asam Asiatat, B-Karioneta, B-Kariofilen, B-Elemena, B-Farnesen, B-Sitosterol, Brahminosida, Asam Brahmat, Brahmosida, Asam Sentelat, Asam Sentolat, Asam Elaiodat, Iso-Tankunisida.

Manfaat : untuk penurun panas, re-vitalisasi tubuh & pembuluh darah, memperkuat struktur jaringan tubuh, radang hati disertai kuning.
Pegagan bersifat menyejukkan/mendinginkan, menambah tenaga & menimbulkan selera makan.
Digunakan untuk memperlancar aliran darah ke otak (makanan otak), sehingga tajam berfikir & meningkatkan saraf memory otak.

Daun :
Re-Vitalisasi sel & pembuluh darah, anti-infeksi, anti-bakteri, menurunkan panas & demam, diuretic, pembengkakan hati, meningkatkan kesuburan wanita, mengurangi gejala asma, mengobati hipotensi.

Herba :
Radang hati disertai kuning, campak, demam, sakit tenggorokan, asma, bronchitis, radang pleura, radang mata merah, keputihan, infeksi, batu saluran kencing, tekanan darah tinggi/hipertensi, rheumatism, pendarahan (muntah darah, batuk darah, mimisan, kencing darah), wasir, sakit perut, disentri, cacingan, tidak nafsu makan, lepra, TBC, keracunan makanan (jengkol, udang, kepiting), keracunan bhn kimia/obat2an.

Temulawak = Curcuma Xanthorhiza Roxb

Tumguh liar dihutan jati & padang alang2, biasa terdapat ditempat terbuka yang terkena sinar matahari & tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi.
Hasil maximal baiknya ditanam pada ketinggian 200-600 m dpl.

Penampilan mirip temu putih, hanya warna bunga & rimpangnya berbeda.
Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, sedangkan temu-putih berwarna putih dengan tepi merah.
Rimpang temulawak berwarna jingga kecoklatan, sedangkan rimpang bagian dalam temu-putih berwarna kuning muda.

Temulawak memiliki zat aktif : Germacrene, Xanthor-rhizol, Alpha-Betha-Curcumena, dll.

Manfaat :
Sebagai anti-inflamasi (anti-radang), anti-biotik, meningkatkan produksi & sekresi empedu, segarkan badan.
Sejak dulu digunakan sebagai : obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung & pegal2.

Kegunaan :
Menurunkan kolesterol, panas badan, sakit kuning, radang ginjal, radang kronis, kandung empedu, mencegah peny. Hati, menghilangkan rasa nyeri, menyegarkan badan, perut kembung, sembelit, diare, mengurangi rasa nyeri sendi, pegal linu, rematik, menambah ASI, memulihkan kesehatan stl melahirkan, haid tidak lancar, wasir, tonikum & anti-bakteri.

Temu Putih = Curcuma Zedoaria

Tumbuh di tanah yang gembur, subur, mengandung bhn organic yang tinggi, drainase yang baik.
Temu putih dapat tumbuh pada ketinggian 250-1000 m dpl.

Kandungan Kimia :
Ribosome Inacting Protein (RIP), Zat Anti-oksidan.

Kegunaan :
Nyeri waktu haid, tidak datang haid, pembersih darah setelah melahirkan, memulihkan gangguan pencernaan makanan, sakit perut, rasa penuh & sakit didada, limpa, anti-kanker, atasi kista, masalah pada perut.

Bawang Merah = Allium Cepa L.

Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri, Sikloaliin, Metilaliin, Kaemferol, Kuersetin & Floroglusin.

Daun Kembang Sepatu = Hibiscus Rosa Sinensis

Selain daun kembang sepatu, dapat juga digunakan daun sirih atau daun kapuk.

Kembang sepatu mengandung : Flavonoida, Saponin & Polifenol.
Daun Sirih mengandung : Flavonoida, Saponin, Polifenol & Minyak Atsiri.
Daun Kapuk mengandung : Flavonoida, Saponin & Tanin.

Bawang Putih = Garlic = Allium Sativum

Terbuat dari suing bawang-putih pilihan menjadi serbuk kering bawang-putih.

Khasiat :
Menurunkan kadar lemak darah sehingga mengurangi resiko penyakit jantung, menurunkan hypertensi, meningkatkan daya tahan tubuh, menormalkan sirkulasi & kolesterol darah, menormalkan penglihatan rabun dekat, memperbaiki sistem pencernaan, mengurangi gejala rematik, atasi kesemutan, de-toxifikasi racun & efektif sebagai anti-biotik, anti-bakteri, anti-jamur & keputihan.

Kontra :
Tidak dianjurkan untuk darah rendah & pasien alergi terhadap bawang putih & tukak lambung.

Side efek : gangguan lambung

Kolesterol : Salah satu jenis lemak yang dibuat di hati & ditemukan pada makanan hewani.
Kolesterol diperlukan oleh fungsi tubuh yg penting untuk : Membangun dinding sel, lindungi jaringan saraf, membuat hormone.
Bila kelebihan kolesterol akan berdampak negative.

Type kolesterol :
k. Baik = HDL = High Density Lipo-protein : HDL dalam jumlah tinggi diperlukan untuk angkut LDL dari darah -> back ke hati untuk dihancurkan
k. Jahat/Buruk = LDL = Low Density Lipo-protein :Kadar LDL yang tinggi sebabkan : hypertensi, jantung, stroke, gagal ginjal.

Kolesterol sebabkan terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah sehingga pembuluh darah menjadi sempit, sehingga supply Oksigen untuk jaringan tubuh macet.
Bila pembuluh darah yg macet pd : jantung -> serangan jantung, pada otak -> Stroke, pada ginjal -> gagal ginjal.

Dr. Yu-Yan Yeh : �Garlic include senyawa = Allir-Sulfur untuk hambat bio-sintesis kolesterol didalam hati.

Kandungan kimia :
Minyak atsiri, senyawa fosfor, tuberkulodis, dsb.

Meniran = Phyllanthus Ninuri L.

Tinggi tanaman hingga 1 m, tumbuh liar, daun berbentuk bulat tergolong daun majemuk bersirip genap.
Seluruh bagian tanaman ini dapat digunakan.

Kandungan senyawa :
Lignan, Flavonoid, Alkaloid, Triterpenoid, Tanin, Vitamin-C, dll.

Manfaat :
Menurunkan panas & meningkatkan daya tahan tubuh.

Lidah-Buaya = Aloe-Vera L.

Tumbuh liar ditempat berudara panas tapi sering ditanam di pot & pekarangan rumah sebagai tanaman hias.

Kandungan kimia :
Aloin, Barbaloin, Aloe-Emolin, Aleonin, Aloesin

Kegunaan :
Anti-biotik, penghilang rasa sakit, merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit, cacingan, susah buang air kecil, sembelit, batuk, diabetes, radang tenggorokan, menurunkan kolesterol.

Bee-Pollen

Bee-pollen adalah : Serbuk sari bunga jantan yang diambil oleh lebah & digunakan sebagai makanan pokok dari seluruh koloni lebah madu. (tepung sari bunga)

Kandungan kimia :
Protein (asam amino bebas), Vitamin (B-Complex & Asam Folat, Vit A-C-D-E), Beta-carotene, selenium, Lesitin, karbohidrat, mineral.
Asam Glutamat : zat aktif untuk sel jar. Otak, nafsu-makan pada anak, atasi epilepsy.

Kegunaan :
Meningkatkan daya tahan/kekebalan tubuh, memperlambat proses penuaan & menghaluskan muka, menurunkan kolesterol, memperlancar fungsi pencernaan, mengobati asma, meningkatkan kesuburan bagi pria & wanita, lancarkan peredaran darah merah & meningkatkan kadar Oksigen hingga 25% lebih banyak untuk konsentrasi & daya piker tajam dari anak2 s/d dewasa, tingkatkan stamina & vitalitas tubuh, turunkan kolesterol, atasi asma.

Bangle = Zingiber Purpureum Roxb. Purple-Ginger.

Tumbuh pada daerah yang cukup kena sinar matahari
Khasiat :
Mengurangi lemak tubuh -> mengurangi berat badan, pelangsing.
Sembuhkan cacingan, demam, masuk-angin, gangguan mata, pusing karena demam, nyeri sendi, perut mulas, sakit kuning, peluruh kentut/Karminatif, peluruh dahak/Expectorant, pembersih darah.

Dalam rimpang bangle terdapat zat aktif untuk tingkatkan aktifitasenzim Lipase untuk hidrolisis lemak tubuh

Bangle tidak disarankan untuk ibu hamil.

Khasiat bangle dengan herbal lain = ok

Kandungan kimia :
Minyak atsiri (sineol, tinen), dammar, pati, flavonoid & tanin

Celery = daun Seledri = Apium Graviolen L.

Yang digunakan : daun & batangnya.
Daun & batang seledri paling banyak simpan kandungan aktif yang berkhasiat.
Akar seledri dihindari karma terdapat racun.

Khasiat :
Ringankan gejala hypertensi ringan, normalkan kadar asam urat dalam darah, mengurangi rasa sakit pada sendi akibat asam-urat, lancarkan sirkulasi darah, turunkan tekanan darah, normalkan gula darah, jaga kesehatan jantung, tulang, sendi & atasi infeksi saluran kencing & menetralisir efek degeneratif & radikal bebas.

Kandungan Kimia :
glikosida, Apiin, Isoquersetin, Umbilliferon, Mannite, Inosite, Asparagin, Glutamin, Cholin, Linamaros, Pro-vitamin A, Vit-B, Vit-C.
pada daun : Minyak Atsiri, protein, Kalsium, garam fosfat.

Tidak disarankan : Penderita darah rendah

Kumis-Kucing = Orthosiphon Aristatus O.

Khasiat daun :
Meluruhkan batu urin/batu-ginjal, menurunkan kadar gula darah, rematik, anti-radang & melancarkan air seni

Kandungan Kimia :
Senyawa Kalium, glukosida, minyak atsiri, sapotonin, ortosifonida & flavon (sinansetin, cupatorin, scutellarein, tetra-metil eter, salvigenin, rhamnazin)

Kandungan Saponin & Tannin pada daun bisa juga mengobati keputihan.

Kandungan ortosifonin & garam Kalium (terutama pd daunnya) adalah: komponen utama yg membantu larutnya asam urat, fosfat & oksalat dalam tubuh manusia (terutama dalam kandung kemih, empedu maupun ginjal) sehingga dapat mencegah endapan batu ginjal

Mahkota Dewa = Phaleria Macrocarpa

Khasiat buah :
Anti-kanker, anti-tumor, anti-disentri, anti-insekta, hepato-toxic, atasi diabetes, hypertensi, hepatitis, rematik & asam urat

Buahnya mengandung : :
Saponin, Alkaloid, Polifenol, Plavonoid, Lignan, Minyak Atsiri, Sterol (yg berkhasiat sembuhkan berbagai penyakit kronis spt kanker, diabetes mellitus dsb)

Kasiat daun :
Atasi TBC, radang mata & tenggorokan.

Wanita hamil & bayi dilarang konsumsi mahkota-dewa karena kandungan kimianya sangat aktif.
Kelebihan dosis : pusing & mual

Paria = Momordica Charantia L.

Khasiat :
Atasi batuk, radang tenggorokan, demam, malaria, nafsu-makan, sariawan. Diabetes, cacingan, disentri.

Sambung-Nyawa = Gynura Procumbens L.

Khasiat :
Anti-bakteri, obati jantung, radang tenggorokan, batuk, sinusitis, polip, amandel.

Daun Sendok = Plantago Mayor

Khasiat :
Atasi gangguan pada saluran kencing, batu-empedu & prostate (Sembuhkan radang saluran kencing, radang prostate)

Mengkudu = Noni

Khasiat buah :
Meningkatkan vitalitas tubuh, menurunkan gula darah & tekanan darah, anti-septic, anti-radang, penyembuhan liver, stroke.

Keladi Tikus = Rodent-Tuber = Typhonium Flagelliforme

Khasiat :
Hentikan & mengatasi kanker serta penyakit berat lain seperti hepatitis.
Tidak dianjurkan untuk direbus, hanya akan mengurangi khasiatnya saja.

Daun Henna Obat Alternatif Radang Gusi

sumber : http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/07/obat-alternatif-radang-gusi.html

Peneliti dari Fakultas Kedokteran gigi, Universitas Indonesia (FKG-UI), Lies Zubardiah M. Qosim, menemukan obat alternatif baru yang berasal dari daun “Lawsonia inermis Linnaeus” atau dikenal sebagai daun inai atau henna sebagai obat alternatif untuk radang gusi.

Lies Zubardiah, dalam keterangan persnya mengatakan, penelitian ini membuktikan peranan daun Lawsonia inermis Linnaeus atau dikenal sebagai daun inai atau henna yang oleh masyarakat pedesaan tertentu di Indonesia sering digunakan sebagai obat penyembuh luka kulit di badan.

Ia menjelaskan penelitian obat mulut alternatif ini menggunakan berbagai macam pengujian, seperti uji fitokimia, uji antibakteri terhadap “Streptococcus sanguinis”, uji toksisitas akut, uji sitotoksisitas, uji penyembuhan gingivitis pada hewan coba dan manusia, serta uji penyerapan warna pada gigi.

Hasil penelitian itu ditemukan bahwa daun hena yang mengandung golongan senyawa antibakteri, seperti flavonoid, minyak atsiri, saponin, steroid, triterpen, dan tanin, yang terbukti ampuh melawan bakteri S. sanguinis, dapat menurunkan konsentrasi plak, tidak bersifat toksit pada manusia, dan menyembuhkan gingivitis.

Hasil penelitian yang sedang dalam proses Hak atas Kekayaaan atas Intelektual (HAKI) ini, merupakan salah satu bentuk obat alternatif yang lebih aman untuk pengobatan radang gusi pada anak- anak dan dewasa.

Seperti diketahui, salah satu jenis gangguan kesehatan pada gigi dan mulut adalah gingivitis (radang gusi). Gingivitis adalah jenis penyakit periodontal yang paling sering ditemukan pada 80 persen anak usia 11-13 tahun di negara-negara berkembang dan bersifat kronis.

Jika dibiarkan berlanjut, gingivitis dapat menjadi periodontitis (peradangan jaringan penyangga gigi), sehingga gigi menjadi goyang dan mudah lepas. Faktor etiologi utama gingivitis adalah plak bakteri, yang mampu merusak jaringan penyangga gigi dimulai dengan kerusakan pada gingiva (gusi).

“Streptococcus sanguinis” merupakan salah satu bakteri yang paling banyak dijumpai di dalam plak. Plak melekat erat pada gigi dan hanya dapat dihilangkan melalui pembersihan dengan sikat gigi dan alat pembersih interdental. Senyawa yang bersifat antibakteri dibutuhkan untuk membantu menghilangkan peradangan.

Sumber : http://www.tribun-timur.com/read/artikel/38885

Bayi Suka Memanipulasi!

Sumber : cyberjob.cbn.net.id
sumber : Mother And Baby

Bayi juga bisa memanipulasi, lho. Menurut pakar, sebenarnya hal ini normal dan juga sehat. Nah, apa saja manipulasi yang biasa dilakukan bayi, dan trik menghadapinya?

Duh, capeknya bila si kecil begitu manja dan rewel. Anehnya, ia bersikap manja hanya pada kita saja. Kalau dipegang sama pengasuhnya, dia bisa bersikap begitu manis dan anteng.

Bu, Pak, umumnya bayi usia 7 bulan ke atas sudah belajar bagaimana caranya memanipulasi. Ia manja setengah mati, rewel, cengeng untuk suatu tujuan tertentu, yakni menarik perhatian Anda, terutama bila Anda bekerja. Dan seperti semua ibu yang baik, Anda langsung masuk ke dalam perangkapnya. Maksud bapak ibu mungkin baik, tapi kadangkala kita kesulitan juga menanganinya.

Kata ahli, sejumlah manipulasi ini normal dan juga sehat, karena memberi kesempatan pada buah hati untuk mencoba kekuasaannya dalam mengendalikan lingkungan di sekitarnya. Bahkan pada tahap yang peka dan mendasar ini, bayi sudah cukup cerdik untuk melihat bahwa berperan sebagai korban yang ditinggalkan dan terlantar, adalah cara terbaik untuk mendapatkan cinta dan perhatian saat Anda pulang ke rumah. Sebagai orangtua yang bekerja mungkin Anda merasa bersalah harus meninggalkan si kecil seharian bersama pengasuhnya. Naah, si kecil mampu mempermainkan rasa tidak aman dan rasa bersalah dalam diri Anda, serta mendapatkan apa yang ia inginkan dengan cara berulah: manja berlebihan, rewel, cengeng, temper tantrum…

Mencari Perhatian

Pada kenyataannya -baik bayi maupun balita- cenderung bertingkah pada orangtua daripada pengasuhnya, karena mereka merasa lebih nyaman dengan orangtuanya. Mereka tahu dapat mengeluarkan emosi tanpa ada risiko kehilangan cinta. Tetapi sikap ini tidak terjadi karena kebetulan saja, sebab biasanya bayi selalu punya tujuan untuk melakukan itu. Antara lain, untuk mendapatkan perhatian orangtua atau mencoba sebatas mana ‘kesabaran’ orangtuanya. Misalnya, ia menangis minta minum di tengah malam, berkali-kali memoleskan makanannya di kursi -meski telah berulang kali dijelaskan, hingga bermain di tempat-tempat yang sudah kita larang sebelumnya.

Sepanjang kita bisa mengatasinya, gaya manipulasi bayi ini bisa dianggap normal saja. Tapi, jika sikapnya sudah berlebihan dan di luar kendali, tentunya akan merusak perkembangan emosionalnya juga. Jadi, saran ahli, turuti saja ulahnya bila itu masih masuk akal. Mungkin, saat itu dia sedang mencoba mengatakan kalau dia membutuhkan perhatian lebih dari Anda.

Tapi, Ada Batasnya
Lantas, bagaimana Anda harus menyikapinya? Apakah ulahnya ini masih dalam taraf wajar atau sudah di luar kewajaran? Oleh karena itu, Anda perlu menetapkan batasan-batasan terlebih dahulu. Seperti, apakah sudah termasuk di luar batas bila si kecil mulai melanggar keselamatan dan kesehatannya sendiri? Ini memang membutuhkan pemikiran, jangan sampai nanti malahan Anda yang terkecoh dengan kepintarannya memanipulasi. Dan, bila Anda telah mendapatkan batasan itu, cobalah untuk tetap menepatinya.

Biarpun waktu dan perhatian kita adalah hak bayi, tapi batasan waktu tetap harus ada. Ada dua alasan. Pertama, kita perlu waktu untuk diri sendiri dan hal-hal tak terduga. Lagipula, urusan kita sehari bukan cuma bayi, kan? Masih ada pekerjaan rumah tangga, menjawab telepon, belanja, dan lain-lain.

Kedua, bayi perlu mulai belajar memiliki kepercayaan diri. Dan ia akan melakukannya jika kita tidak selalu ada di sisinya setiap kali ia menangis. Misal, bayi memanggil-manggil kita karena bosan. Kalau dilihatnya Anda tidak ada di sana, bayi mungkin akan belajar melihat sekeliling dan mencari sesuatu yang dapat menyenangkan dirinya. Bisa saja, si kecil naik ke atas bantal sambil membayangkan naik mobil? Walau hanya beberapa menit, proses menumbuhkan kemandirian telah dimulai.

Begitu juga bayi yang suka merengek atau menangis setelah bangun tidur. Ada baiknya dibiarkan sendiri beberapa menit. Tahan diri sejenak untuk tidak buru-buru menenangkannya. Si kecil bakal belajar me-manage diri sendiri dalam situasi semacam itu di lain waktu.

Usahakan Jaga Keseimbangan
Bayi mulai merengek? Jangan buru-buru menghambur ke kamarnya, ah. Nanti ia pikir merengek is the best way untuk mencuri perhatian kita setiap saat. Tapi, kelewat tak peduli dengan tangisan bayi juga nggak baik, lho. Sebab bisa tumbuh perasaan tidak aman. Ia pikir, kita tidak peduli sama sekali padanya.

Tapi, menciptakan keseimbangan itu juga penting. Standarnya? Ya aktivitas kita sehari-hari. Bayi perlu diberitahu kalau Anda sedang memasak di dapur, kita harus mematikan kompor dulu sebelum merespons dirinya. Kalau sedang di kamar kecil, bisa memakan waktu beberapa menit sebelum bisa bermain dengannya lagi. Dengan begitu, bayi bisa belajar mengantisipasi situasi yang sama setiap hari. Intinya, penuhi kebutuhan fisik dan psikologis dasar bayi. Tapi pada saat yang sama, bantu bayi membangun kepercayaan diri dan kemandiriannya. b Rahmi/YP

Jangan Sentuh !

Sumber : cyberjob.cbn.net.id
sumber : Mother And Baby

Kekerasan terhadap anak-anak semakin meningkat. Tak ada salahnya balita dibekali keterampilan untuk mengamankan dirinya sendiri.

“Kevin takut, Bu. Kevin takut!” teriak si kecil Kevin. Wajahnya pucat dan matanya merah. Buyung berambut ikal ini menangis sesenggukan di pangkuan ibunya. Melihat keadaan putranya, Lidya terkejut. Ia terus menanyai putranya berkali-kali. Tapi Kevin tak bisa menjawab selain kata ‘takut’.

Esok harinya Kevin tak mau pergi ke sekolah. Ia juga jadi sangat pendiam. Kevin kerap mengeluh sakit tapi tak mau menunjukkan di bagian tubuh mana rasa sakit yang dideritanya. Keadaan ini membuat Lidya cemas. Ia segera membawa si kecilnya ke dokter. Dari situlah kondisi Kevin yang sebenarnya terungkap.

Rupanya, bocah lima tahun itu mendapat perlakukan buruk dari seseorang yang sebenarnya sudah dikenalnya di sekolah. Kevin mengaku pernah dipaksa untuk melakukan hubungan intim melalui anus. Akibatnya ia mengalami trauma fisik maupun psikis. Balita itu pun harus menjalani terapi yang cukup lama untuk memulihkan keadaannya.

Kekerasan di Mana-Mana

Kisah Kevin bisa terjadi di mana-mana. Bukan tak mungkin hal ini pun terjadi pada anak-anak kita. “Balita adalah sasaran yang cukup rentan untuk mengalami abuse atau kekerasan dari lingkungan sekitarnya,” kata pakar pendidikan Dra. Henny Supolo Sitepu. “Itu sebabnya, balita perlu mendapatkan ketrampilan mengamankan diri sendiri sejak dini.”

Menurut Henny, balita mempunyai keterbatasan untuk bisa menangkap atau mendeteksi bahaya yang mengintainya. Akibatnya, mereka menjadi sasaran yang cukup mudah. Keterbatasan ini seringkali dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungangan. Sebaliknya, sebagai korban, balita akan mengalami trauma berkepanjangan akibat kekerasan yang ia terima.

Untuk itu, orangtua dan guru perlu mengasah sensitivitas balita mengenai keadaan yang dapat mengancam dirinya, tanpa harus membuat balita merasa ketakutan atau tidak nyaman. “Cara yang paling efektif, dengan mengajari melalui dongeng,” ungkap Henny.

Para orangtua atau guru dapat menceritakan bagaimana dan apa yang harus dilakukan anak bila menghadapi keadaan yang membahayakan dirinya. “Dalam cerita inilah kita mengajarkan pada anak ketrampilan menghadapi bahaya atau kekerasan yang mengancam anak-anak. Melalui cerita, apa yang kita sampaikan akan mengalir lebih ringan,” jelas Henny.

Inti dari cerita itu adalah menyampaikan pada anak lingkungan atau hal-hal apa saja yang kira-kira berbahaya bagi dirinya. Dengan begitu, si kecil dilatih untuk lebih waspada dan ikut berperan dalam mengamankan dirinya. “Sebagai korban, si kecil juga harus punya keberanian untuk melakukan sesuatu,” jelas penulis buku-buku pendidikan ini.

Berani Teriak & Menolak

Selain mengetahui lingkungan yang kira-kira berbahaya bagi diri anak, si kecil pun perlu mengetahui bentuk-bentuk kekerasan yang biasa terjadi pada anak-anak. Yang paling sering adalah kekerasan seksual, penculikan, penjambretan, dan pemberian sesuatu yang tidak semestinya, misalnya narkoba. Umumnya kekerasan seperti ini terjadi di luar rumah.

Untuk itu, menurut Henny, sangat penting bagi anak untuk tahu bagian-bagian tubuh pribadi mereka. Bagian tubuh ini sangat rentan sebagai obyek kekerasan. “Tekankan pada anak, bagian tubuh yang sangat pribadi ini tidak boleh disentuh oleh siapapun, kecuali ibu atau pengasuh mereka. Itu pun untuk membantu mereka membersihkannya,” jelas Henny.

Bila si kecil sudah memahaminya, tanamkan keberanian padanya untuk berteriak bila ada orang lain yang berani menyentuhnya. Keberanian berteriak ini harus diajarkan. Seringkali anak-anak merasa takut, apalagi bila mereka sudah diancam. Ajarkan ketrampilan ini dalam bentuk permainan sehingga si kecil tidak merasa ketakutan atau merasa terancam.

Keberanian berteriak ini pun akan sangat bermanfaat bila si kecil menghadapi situasi penculikan. Saat ini kasus penculikan terhadapt anak-anak menurut data Yayasan Anak Idonesia terus meningkat. Meskipun anggkanya tidak signifikan tapi penculikan terhadap balita sering terjadi. Bila si kecil mempunyai sedikit keberanian, setidaknya kasus penculikan akan lebih mudah diketahui.

Selain itu, anak-anak perlu diajarkan untuk berani menolak makanan atau benda pemberian dari orang yang tak dikenalnya. Keberanian ini perlu terus ditanamkan karena bagi anak-anak, makanan, terutama yang bentuknya lucu dan beraneka warna, sangat menarik mereka. Anak-anak dengan pemikirannya yang masih polos, tentu juga tak punya pikiran negatif. Apalagi menganggap makanan yang diberikan orang lain padanya sebagai makanan yang buruk.

Keterampilan lain yang tak boleh dilupakan orangtua adalah meminta si kecil untuk selalu pamit bila mereka ingin pergi ke luar rumah. “Termasuk saat mereka bermain ke rumah temannnya yang tak jauh dari tempat tinggal anak.” Kebiasaan ini penting orangtua terapkan agar mempermudah mencari anak bila waktu pulang sudah tiba. Mila Meiliasari

Sumber: Tabloid Ibu Anak

Batita Kembar, Jangan Selalu Sama

Sumber : cyberjob.cbn.net.id
sumber : Mother And Baby

Anak kembar, apalagi identik, biasanya selalu disamakan. Tetapi saat usianya batita, sebaiknya Si Kembar mulai “dibedakan”.

Senangnya punya bayi kembar! Ke mana-mana selalu jadi pusat perhatian. Apalagi kalau mereka didandani semirip-miripnya, setelan bermotif sama, kapucong sama, sepatu sama, topi dan sarung tangan sama, kereta dorong pun sama. Bukan cuma dalam hal penampilan, dari segi sifat, selera makan, dan rutinitas harian pun, ayah-ibu cenderung memperlakukan Si Kembar sama. Jika yang satu makan, saudaranya juga ikut makan. Sama-sama dibelikan mobil-mobilan jeep, sama-sama ditidursiangkan pukul satu, sama-sama diajak jalan-jalan pukul 5 sore, atau rutinitas tidur malam sama-sama pukul 7. Jenis buah, snack dan susunya pun sama.

Tak heran bila akhirnya Si Kembar memiliki kedekatan emosional sangat kuat. Ini karena setelah selama 9 bulan berada pada rahim yang sama, begitu lahir dan tumbuh pun mereka selalu “disamakan”.

ASAH KEPRIBADIAN INDIVIDU

Sebenarnya banyak ahli perkembangan anak berpendapat, anak kembar sebaiknya jangan selalu diperlakukan sebagai satu kesatuan. Sebab hal ini sebenarnya dapat menghambat perkembangan fisik, emosi, perkembangan bahasa hingga perkembangan potensi intelektual mereka. Bahkan disinyalir, sikap “menyamakan” ini juga akan menghambat hampir setengah dari ketrampilan yang mereka butuhkan dalam hidup.

Menurut Psikolog Perkembangan Dra. Henny Eunike Wirawan, sebetulnya anak kembar tidak berbeda dengan anak lain. ”Kebetulan saja mereka mempunyai jarak lahir yang hanya berbeda beberapa detik atau menit,” jelas Pudek I Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara, Jakarta ini. Karena itulah, anak kembar sebenarnya bisa berkembang menjadi karakter yang berbeda. Misal, bisa jadi si kakak lebih emosional dan adik lebih rasional, atau sebaliknya.

Meski demikian, Henny maphum, mungkin ada orangtua yang lebih suka mengembarkan anaknya, karena terlihat lucu dan unik. ”Tapi untuk orangtua yang lebih bijaksana, pasti akan membiarkan mereka tumbuh sesuai pilihan serta karakternya masing-masing. Sebab semua gaya, sifat, ketertarikan, dan semua yang nempel pada anak itu pasti berbeda.”

Nah, untuk mengasah kepribadian perorangan pada anak kembar – tanpa mengganggu hubungan khusus mereka, saran Henny, berikut ini tips yang bisa dilakukan:
• Hindarkan diri Anda memanggil mereka “Si Kembar”. Panggilah mereka dengan nama mereka masing-masing. Mintalah seluruh anggota keluarga – termasuk pembantu – melakukan hal sama.

• Pastikan keduanya mudah dikenali. Walau mereka kembar identik, upayakan sedikit perbedaan di antara keduanya, misal, potongan rambut yang berbeda atau perhiasan/perlengkapan yang berbeda, sehingga orang lain mudah mengenali dan tidak salah panggil.

• Biarka n mereka memilih sendiri gaya baju mereka. Tekan keinginan Anda untuk memilihkan model/warna yang sama. Sebaliknya, usulkan (dengan tidak memaksa) pada mereka untuk menggunakan model/warna yang berbeda.

• Sediakan mainan dan benda-benda yang berbeda untuk masing-masing anak. Anak batita kembar seringkali lebih mudah saling berbagi daripada batita lainnya. Kalau perlu, tandailah mainan itu dengan nama mereka masing-masing.

• Perlakukan mereka secara setara, tetapi tidak selalu sama. Hargailah perbedaan mereka seperti yang dilakukan pada kakak beradik. Pada kembar identik mungkin tidak akan mudah, karena perbedaan mereka tidak tampak secara jelas dibanding persamaan mereka. Karena itu carilah keunikan masing-masing, bisa dari hobi, atau ketrampilan yang satu dengan yang lain.

• Luangkanlah waktu untuk masing-masing anak. Memang anak kembar lebih suka sering bersama, namun Anda harus meluangkan waktu untuk mengajak bermain/jalan-jalan salah satu di antara mereka secara bergantian.

• Jangan memaksa mereka berpisah kelas, bila memang mereka belum siap. Meski kebanyakan para ahli menganjurkan ini, namun pemisahan anak kembar terlalu dini bisa menyebabkan trauma bagi keduanya. Karena banyak anak kembar – meski tidak semua – sulit untuk berfungsi bila tidak ada kembarannya. Dalam menghadapi situasi baru, mereka kerap memadukan kekuatan sebagai satu tim. Seiring perkembangan, biarkan masing-masing mempunyai kegiatan dan teman sendiri-sendiri (tanpa selalu mengajak kembarannya). Hal ini akan membantu mereka membangun rasa percaya diri bila harus menghadapi situasi baru.

• Waspada terhadap perbandingan, ada baiknya Anda tidak membandingkan salah satu dengan yang lain pada mereka (misal, yang satu baik dan yang lain buruk). Sebab ini berarti Anda tidak mengakui kepribadian mereka, merusak harga diri, dan membangkitkan persaingan tidak sehat.

• Bila si kembar mempunyai kakak/adik yang lain, waspadailah persaingan di antara mereka. Jangan biarkan “sindroma anak kembar” membuat anak-anak lain terasing, akibat perhatian yang terlalu besar pada anak kemabr sehingga anak-anak lai nmerasa terabaikan dan menjadikan sebuah persaingan/permusuhan. Ada baiknya Anda berusaha memberikan perhatian yang adil pada setiap anak.

• Carilah bantuan. Mengawasi dua batita sekaligus bukan hal mudah, tentu Anda akan jauh lebih sibuk dibanding orangtua lainnya. Jadi tak perlu merasa malu bila membutuhkan bantuan teman atau keluarga. Di lain pihak, menjaga batita kembar lebih menyenangkan daripada dua batita dengan beda usia, karena anak kembar biasanya cenderung lebih akrab satu sama lain, saling menghibur dan karena biasanya sekamar, mereka pun jarang punya masalah tidur.(Rahmi Hastari/Berbagai sumber)

Sumber: Tabloid Ibu Anak

Rumah Lebih Baik bagi Anak

source :
http://lifestyle.okezone.com/read/2009/08/05/196/245272/196/rumah-lebih-baik-bagi-anak

*ORANGTUA* adalah “pengasuh” terbaik bagi anak. Buktinya, anak-anak yang
dititipkan di tempat penitipan anak dan diasuh orangtua asuh atau pembantu,
memiliki kemungkinan dua kali lebih besar mengalami masalah kesehatan mental
dibanding anak-anak yang diasuh sendiri oleh orangtuanya.

Kesimpulan tersebut setidaknya didasarkan hasil penelitian yang dilakukan di
Singapura. Dalam studi yang melibatkan 2.000 anak berusia 6?12 tahun
tersebut, menunjukkan adanya hubungan langsung antara ketidakhadiran
orangtua dengan emosional dan perilaku menyimpang pada anak seperti depresi,
kegelisahan, agresif, dan perilaku suka mengganggu.

Dr Bernardine Woo dan peneliti di Institut Kesehatan Mental Singapura dan
Universitas Nasional Singapura mengatakan, anak-anak yang tinggal dengan
orangtua tunggal (ibunya) karena bercerai, menjanda, atau ditinggal mati
suaminya, kemungkinan tiga kali lebih besar mengalami masalah kesehatan
mental dibanding anak lainnya. Mengenai alasannya,Woo dan timnya mengaku
tidak mempelajari alasan terbentuknya korelasi dari kedua hal tersebut.

“Sejumlah postulat mengemukakan alasannya terletak pada kurangnya dukungan
dari orangtua dan kualitas perhatian yang mungkin berbeda-beda antara anak
yang satu dengan yang lain,yang selanjutnya akan memengaruhi anak-anak
secara psikologis,” kata Woo.

Di Asia, adalah hal yang biasa bila orangtua yang sibuk bekerja meninggalkan
anak mereka dalam asuhan pembantu, teman, kerabat, atau pusat penitipan
anak.
Studi juga menemukan bahwa secara umum, kemungkinan anak laki-laki untuk
mengalami masalah perilaku dan emosional dua kali lebih tinggi dibandingkan
anak perempuan. Selain itu, anak laki-laki dengan IQ (*intelligence quotient
*) rendah berisiko tiga kali lebih tinggi mengalami masalah yang sama
dibanding mereka yang memiliki IQ lebih tinggi.*(Koran SI/Koran SI/nsa)*