Pacarku Namanya.


Sumber : cyberjob.cbn.net.id
Sumber : Mother And Baby
Banyak balita sudah mengenal kata ‘pacar’. Tapi ini bukan berarti ia tumbuh dewasa lebih cepat, lho.

“Bu, Mas Ugo kan udah punya pacar. Namanya Desi, giginya gupis sama kaya Mas Ugo,” celetuk Lani, balita yang baru duduk di TK nol besar ini.
“Pacar!?” Wina setengah berteriak. “Memangnya pacar itu apa sih?” tanya ibu muda ini kepada buyungnya.
“Desi kan sama gupisnya kaya Mas Ugo. Jadi namanya pacar Mas Ugo,” jelas balita itu polos.

Mendengar penjelasan putrinya, sesaat Wina terpingkal-pingkal. Tapi ada sedikit kekhawatiran di benaknya. Ibu muda ini terkejut menghadapi perkembangan putri keduanya. Bagi Wina, anak kecil tak pantas bicara soal pacar. Tapi ia sendiri bingung bagaimana harus menjelaskannya.

Menurut psikolog perkembangan anak Dra. Iesye Widodo, untuk menjelaskan sesuatu pada anak memang tidak boleh sembarangan. Orangtua harus siap menjawab pertanyaan beruntun dari penjelasan yang diberikannya. Termasuk menjelaskan perihal pacaran pada balita. “Apalagi setiap balita memiliki pemahaman berbeda tentang pacaran. Ada yang berpikir pacaran itu hanya sebatas pertemanan, kesamaan minat, atau pacaran dalam arti kasih sayang,” ungkap Iesye.

Karena itu, sebaiknya orangtua merespon perkembangan pengetahuan balita itu. Berikan penjelasan yang memang perlu diketahui anak. Ada baiknya, sebelum menjelaskan pengertian pacaran, tanyakan dulu apa makna pacaran di mata balita. Ini memudahkan kita memberikan penjelasan yang perlu diketahui anak.

Tanggapilah pengetahuan baru balita ini dengan santai. Banyak orangtua khawatir bila anaknya mengatakan soal pacaran di usia sangat dini, ia akan tumbuh dewasa lebih cepat. “Bahkan ada orangtua yang malu bila anaknya mengenal kata pacaran. Padahal, ini sama sekali tidak perlu. Mengenal kata pacaran bagi balita adalah hal yang wajar. Adapun dampaknya justru tergantung dari pengarahan dan penjelasan orangtua,” papar Iesye.

Sekedar Sebutan

Saat ini, kata ‘pacaran’ sangat mudah ditemukan. Bahkan, anak usia 4 tahun pun bisa jadi sudah mengenalnya. TV sebagai media yang paling akrab dengan anak disebut Iesye menjadi penyebabnya. Tayangan yang melontarkan kata ‘pacaran’ pun kini sudah tak terbatas pada tontonan untuk orang dewasa saja. Pada film-film kartun anak pun, kata ‘pacaran’ seringkali muncul. Wajar bila balita saat ini sudah akrab dengan kata itu.

Sebenarnya, kata pacaran bisa saja tak berarti apa-apa bagi anak. Tidak akan berbahaya, dan tidak akan mendorong si kecil berperilaku negatif. Kecuali bila anak memahami kata pacaran seperti yang dipahami orang dewasa. Tapi sejauh ini, menurut Iesye, balita hanya memahami kata pacaran sebagai pertemanan antara laki-laki dan perempuan. Bahkan, hanya dipahami sebagai sebuah sebutan yang tidak berarti apa-apa atau mungkin cuma sekedar rasa sayang seorang anak pada anak lain.

Yang perlu dikhawatirkan adalah pergaulan antara si upik yang masih balita dengan anak-anak di atas usianya, yang punya pengertian pacaran lebih jauh daripada si balita. Yang perlu diwaspadai juga oleh orangtua adalah tayangan-tayangan yang mempertontonkan adegan yang tak sepatutnya dilihat anak. “Perkembangan kata ‘pacaran’ akan berakibat buruk bila anak sudah melihat tontotan seperti itu,” jelas Iesye.

Jangan Buat Anak Curiga

Ekspresi orangtua saat mendengar kata pacaran yang keluar dari mulut si kecil juga bisa berdampak pada pemahaman pacaran anak, lho. Bila orangtua menunjukkan sikap khawatir berlebihan, malu, atau takut, anak akan curiga dengan kata-kata baru yang ditemukannya. Kecurigaan ini akan membuat si anak merasa tidak nyaman. Bisa jadi ia bertanya pada orang yang tidak tepat. “Dan kita akan kesulitan mengetahui apa yang sudah ditemukan anak tentang pacaran,” kata psikolog dari RS Harapan Kita, Jakarta ini.

Bila orangtua tak suka si kecil mengenal kata pacaran atau mengucapkannya, sebaiknya lakukan pendekatan yang lebih halus. Mulailah dari lingkungan di luar anak. Caranya, jangan pernah mengucapkan kata pacaran di hadapan anak atau menanyakan hal-hal seperti ‘Eh, katanya kamu sudah punya pacar, ya?’, ‘Hmm, pacar siapa sih, anak ganteng ini?’ dan kalimat sejenis lainnya. Semakin jarang anak mendengar kata tersebut semakin mudah ia melupakannya.

Adapun cara menjelaskan arti pacaran, Iesye menyarankan orangtua menerangkannya dengan sederhana. Misalnya, katakanlah bahwa pacaran adalah pertemanan antara pria dan wanita yang sudah dewasa. Bila masih anak-anak seperti balita, bukan pacaran, tapi istilahnya ‘teman perempuan’ atau ‘teman laki-laki’. Penjelasan ini cukup jelas dan tidak terlalu berlebihan bagi anak. Mila Meiliasar
Sumber: Tabloid Ibu Anak

Iklan

One thought on “Pacarku Namanya.

  1. duh susah juga ya punya anak kecil. Apalagi skarang ini anak2 selalu ingin tahu. Tapi semuanya tergantung orang dewasanya yang harus membimbing dan memberi pengertian. Masalah tontonan, berikanlah tontonan yang segmennya untuk anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s