Aku Stress Bunda


Sumber : http://cyberjob.cbn.net.id

Mother And Baby
Siapa bilang anak kecil tidak bisa stress. Beban pelajaran yang berat, persaingan antar teman bahkan perceraian orang tua bisa memicunya. Mengenali gejala stress pada anak gampang-gampang susah. Apalagi buat orang tua sibuk yang jarang dirumah. Untuk itu, diperlukan strategi khusus menghadapinya.

Belakangan ini Ny. Renny sering melihat si sulung Vito (7 tahun) termenung sendiri rumah. Dia juga jadi sulit diajak bicara. Yang mengherankan lagi, setiap kali mengerjakan PR Vito seringkali bolak balik ke kamar mandi. Dalam hati Renny membatin, apakah buah hatinya mengalami stress? Masa sih, kecil-kecil sudah stress?

Menurut Henny Eunike Wirawan M.Psi, dosen psikologi di Universitas Tarumanagara, stress bukan cuma milik orang dewasa. Anak kecil juga bisa mengalaminya. Stress adalah respon terhadap tuntutan fisik atau psikologis. Respon ini sangat tergantung pada persepsi seseorang. Seberapa jauh ia merasa tertuntut dengan faktor tersebut. Misalnya persepsi terhadap beban belajar. Ada anak yang sudah merasakan stress dengan beban belajar tertentu, tapi anak lain belum tentu merasakannya.

Banyak faktor yang menyebabkan anak mengalami stress. Misalnya saja kejadian dalam keluarga. Pindah rumah, perubahan kerja, PHK pada orang tua, perceraian orang tua, atau kematian salah satu anggota keluarga adalah penyebab yang umum terjadi. Selain itu, PR yang bertumpuk, ulangan setiap hari, jam belajar terlalu panjang, reaksi guru dan teman sekolah, bahkan fasilitas sekolah yang terbatas, bisa membuat stress.

Anak usia sekolah dasar, sedang giatnya bergaul. Nah, pergaulan juga bisa buat stres lho. Misalnya tidak punya teman, keharusan mengikuti aturan kelompok sebaya, dan diskriminasi dalam pergaulan. Lingkungan fisik bisa jadi pemicu juga. Cuaca panas atau terlalu dingin, pencahayaan terlalu terang, bunyi terlalu bising, asap rokok ataupun polusi udara.

Namun, menurut Hanny, tidak hanya pengalaman yang bersifat negatif saja menjadi sumber stress. Pengalaman positif, misalnya: liburan , kenaikan kelas, kelahiran adik, atau kedatangan sanak keluarga misalnya. Beberapa anak, mungkin terlalu antusias menghadapinya sehingga respon fisik dan mentalnya tidak siap. Ada lho anak yang mendadak sakit perut hebat karena ayah bundanya memberi kejutan liburan keliling Eropa.

Daya Tahan Tubuh Menurun

“Tanda anak mengalami stress adalah kerentanannya terhadap penyakit dan beragam reaksi psikologis,” jelas Henny.Secara fisik anak stress tubuhnya tidak memiliki daya tahan yang cukup sehingga mudah terasa pegal dan pusing, sakit perut, lemas bahkan pilek. Secara psikologis ia terlihat mudah marah, gampang menangis, pencemas, gugup,dan gelisah. Adakalanya ia mengalami kesulitan untuk tidur dan terjadi perubahan pola makan. Prestasi belajar pun biasanya menurun.

Anak biasanya sulit mengkomunikasikan pada orang tua tentang masalahnya. Bahkan sebagian dari mereka tidak tahu apakah dirinya sedang bermasalah. Terutama untuk anak yang baru duduk di bangku kelas satu atau kelas dua. Sepatutnya orang tua yang menjadi detektif, mencari tahu apa yang sedang terjadi. Seringkali karena kesibukannya, orang tua hanya mendengar laporan perilaku anak dari pengasuhnya.

Orang Tua Pemicu Stress

Stress pada anak bisa dipicu orang tua lho. Pengamatan anak terhadap tingkah laku orang tua dalam menghadapi tekanan hidup melatihnya untuk belajar menangapi situasi yang tengah dialaminya sendiri. ” Jika orang tua yang pencemas dan cepat bereaksi dengan panik membuat anak mudah melakukan hal serupa bila menghadapi persoalan,” papar Henny.

Stress juga dipengaruhi oleh ketangguhannya dalam menghadapi persoalan. Biasanya anak yang tangguh lebih mampu berhadapan dengan tekanan hidup dan tidak mudah patah semangat dalam menyelesaikan persoalan. Hal ini tergantung dari pola asuh. Sebab ketangguhan anak juga dipengaruhi oleh dukungan orangtuanya. Sebaiknya ia dilatih melihat hidup sebagaimana adanya. Ada saatnya susah, ada juga saatnya senang. Latihlah mereka mengenal emosinya.

Evaluasi Faktor Penyebabnya
Stres pada anak dapat diatasi dengan mengevaluasi faktor-faktor penyebabnya. Jika stress disebabkan oleh tugas sekolah, ada baiknya orang tua melakukan kontak dengan guru di sekolah untuk memperjelas persepsi mengenai beban yang dialami anak. Menurut Hennya orang tua juga bisa berbagi pengalaman mengenai proses pengerjaan tugas atau alokasi waktu yang menjadi beban anak.

Menjalin komunikasi dengan guru sangat membantu dalam memantau perkembangan anak di sekolah. Selain itu, pertemuan dengan orang tua murid lainnya bisa membuka wawasan. Apakah yang terbebani hanya anaknya saja atau semuanya mengalami masalah serupa. Jika itu yang terjadi, usulkan supaya sekolah mengurangi beban anak. Tapi bila yang terbebani hanya anak tertentu, Mungkin ia harus dipindahkan ke sekolah lain yang lebih ringan bebannya. Karena itu, sebelum memasukkan anak ke suatu sekolah ada baiknya orang tua mengetahui dengan jelas program yang ditawarkan berikut aktivitasnya.

Tanda-Tanda Anak Stres
1. Mengalami gangguan makan , tidak mau makan, malas makan, rewel, makan cuma sedikit
2. Mengalami gangguan tidur, sering terbangun saat malam, gelisah, ngompol
3. Mengalami gangguan fisik, sakit perut, pusing, sakit kepala, alergi
4. Muncul gejala agresivitas, keras kepala, sering marah-marah
5. Menutup diri, enggan bergaul, mogok sekolah, murung dan cengeng
6. Melakukan kebiasaan tak lazim misal mencabuti rambut, menggigit kuku, kembali menghisap jempol.besi.

Penyebab Stress

Di Rumah :
• Sering melihat orang tua bertengkar
• Sering dipotong saat bicara, disuruh diam
• Kurang perhatian orang tua
• Jika menangis langsung diomeli
• Punya adik baru
• Pindah rumah, masuk ke lingkungan baru
• Takut penjahat
• Takut monster atau hantu (biasanya sehabis menonton filmnya)

Di Sekolah atau Pergaulan
• PR terlalu banyak
• Ada guru yang ditakuti
• Terasing, tidak diajak bermain oleh kawan
• Diejek teman, dan sering dianggap lemah
• Dimusuhi kawan
• Mengalami peristiwa kecelakanan , hura-hura dan perampokan.b esi

Iklan

One thought on “Aku Stress Bunda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s