Mencegah & Mengatasi Radang Lambung/Maag dengan Herbal

SUMBER : cyberjob.cbn.net

Hembing Fri, 29 Dec 2006 15:45:00 WIB

Lambung adalah salah satu bagian dari alat pencernaan, merupakan organ berotot yang berongga dan mempunyai dua lubang, yatu satu lubang berupa pintu masuk dari esofagus dan satu lagi merupakan pintu keluar menuju usus kecil. Fungsi lambung antara lain yaitu untuk menyimpan makanan untuk sementara, mencampur dan membantu mencerna makanan dengan bantuan sekresi-sekresi lambung dan asam hidroklorida, dan mengkontraksi makanan ke dalam usus kecil.

Radang lambung, atau gastritis, atau lebih dikenal juga dengan penyakit maag merupakan suatu gangguan pencernaan yang umum terjadi. Pada penyakit ini terjadi suatu iritasi atau peradangan pada dinding mukosa lambung sehingga menjadi merah, bengkak, berdarah dan luka. Radang lambung dapat berupa serangan akut atau gangguan kronis. Serangan akut terjadi mendadak misalnya setelah minum alkohol, kopi, makanan berbumbu banyak atau yang susah dicerna.

Pada umumnya radang lambung dapat disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini :

* Terlalu banyak makanan yang mengiritasi lambung, seperti yang pedas, asam, minuman beralkohol,
* obat-obatan seperti aspirin (dosis tinggi), kortison, kafein, kortikosteroid.
* adanya stress dan tekanan emosional yang berlebihan pada seseorang.
* Adanya asam lambung yang berlebihan.
* Waktu makan yang tidak teratur, sering terlambat makan, atau makan berlebihan
* Tertelannya substansi/zat yang korosif, seperti alkali, asam kuat, cairan pembersih kimiawi, dan lain-lain.
* Infeksi bakteri

Gejala dari penyakit radang lambung umumnya, yaitu :

* Mual dan sering muntah agak asam. Pada kondisi berat lambung mungkin dapat mengelupas sehingga mengakibatkan muntah darah
* perut terasa nyeri, pedih, kembung dan sesak (sebah) pada bagian atas perut.
* Napsu makan menurun drastis, wajah pucat, keringat dingin, pusing.
* Sering sendawa terutama bila dalam keadaan lapar
* Sulit tidur karena gangguan rasa sakit pada daerah perut sebelah atas (ulu hati).

Pada radang lambung kronis gejala yang ditunjukan lebih ringan, seringkali gejala menjadi samar, seperti tidak toleran terhadap makanan pedas atau berlemak atau nyeri ringan yang akan hilang setelah makan.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah radang lambung, antara lain :

* konsumsi makanan yang lunak/lembut.
* Hindari makanan yang mengiritasi lambung, seperti pedas, asam, alkohol, kafein, rokok, dan aspirin.
* jangan terlambat makan atau makan berlebihan,
* makan sedikit-sedikit tapi sering
* Usahakan buang air besar secara teratur

Mengatasi Gangguan Lambung dengan Herbal/Tanaman Obat
Obat-obat gangguan lambung yang dijual bebas di warung biasanya bersifat antacid yaitu menurunkan keasaman cairan di lambung dengan cara menaikan pH, sehingga untuk sementara gejala sakit akan hilang. Namun kesembuhan tersebut bersifat sementara karena lambung masih lemah akibat erosi, serta belum seimbangnya produksi kelenjar-kelenjar lambung.

Tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan lambung ditujukan untuk mengurangi peradangan dan infeksi, memperkuat dinding mukosa lambung dan mengurangi kepekaan dinding lambung, memperbaiki fungsi kelenjar-kelenjar lambung dan pencernaan secara umum.

Tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk pengobatan gangguan lambung, diantaranya yaitu :
1.TEMU LAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)
Khasiat: antiradang, antibakteri, memperbaiki pencernaan, melancarkan produksi empedu sehingga melancarkan pencernaan makanan di lambung & mengurangi gas perut.
Dosis : 30 gram rimpang direbus, airnya diminum.
2.KUNYIT (Curcuma domestica Val.)
Khasiat /efek ; antiradang, antibakteri, memperlancar pengeluaran empedu sehingga mengurangi perut kembung, mual, dan rasa begah di perut.
Dosis : 10-25 gram rimpang kunyit, direbus, airnya diminum.
3.KENCUR (Kaempferia galanga L.)
Khasiat : antiradang, mengurangi perut kembung, mual, muntah, nyeri, dan sebagai penghangat badan.
Dosis : 10-25 gram rimpang kencur, direbus, airnya diminum.
4. KAPULAGA (Amomum cardamomum)
Khasiat : untuk radang lambung, mual, muntah-muntah, perut sebah dan kembung.
Dosis : 3-5 buah direbus, airnya diminum.
5. DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L.)
Khasiat : antiradang, menguatkan lambung.
Dosis : 10-15 gram kering atau 90-100 gram segar daun yang telah dikupas kulitnya, direbus, diminum.
6. SAMBILOTO (Andrographis paniculata)
Khasiat/efek : antiradang, menghilangkan sakit, menghilangkan bengkak
Dosis : 9 -15 gram sambiloto kering, direbus, airnya diminum.
7. KULIT JERUK MANDARIN (Citrus nobilis)
Khasiat : untuk radang lambung, melancarkan pencernaan, kembung, mual, muntah.
Dosis : 3-10 gram kering, direbus, airnya diminum.
8. SEREH (Andropogon citratus)
Khasiat : untuk nyeri lambung, perut kebung, mual, dmn muntah.
Dosis : 5-15 gram direbus, airnya diminum.
9. ADAS (Foeniculum vulgare)
Khasiat : untuk sakit lambung, muntah karena lambung dingin, mual, kembung.
Dosis : 1-5 gram kering, direbus, airnya diminum.

Berikut contoh resep/ramuan herbal untuk mengatasi radang lambung :
– 30 gram temu lawak + 25 gram kencur + 20 gram kunyit + 7 gram kulit jeruk mandari kering + 80 gram daun lidah buaya (dikupas kulitnya) + 1 sendok teh adas + 5 butir kapulaga, semua bahan dicuci, temu lawak, kencur dan kunyit dipotong-potong, lalu semuanya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring, tambahkan madu, airnya diminum. Ampasnya dapat direbus untuk 1 kali perebusan kembali pada sore harinya. Lakukan secara teratur.

catatan : untuk perebusan gunakan periuk tanah atau panci enamel atau panci kaca/pyrex

Sumber: hembing

Iklan

Mencegah & Mengatasi Gangguan Pada Gusi

SUMBER : http://cyberjob.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/pda/detail.aspx?x=Hembing&y=cybertech|0|0|8|99

Hembing Tue, 14 Aug 2007 10:32:00 WIB

Penyakit gusi yang sering terjadi adalah peradangan pada gusi yang bahasa kedokterannya disebut gingivitis. Penyakit tersebut awalnya dari dental plak yang merupakan campuran lengket terdiri dari partikel makanan, lendir dan bakteri. Plak terbentuk karena kurang membersihkan gigi sehingga menumpuk di leher gigi dan memasuki ruangan-ruangan sempit antara perbatasan gigi dan gusi. Plak tersebut lama kelamaan akan menjadi endapan keras yang disebut kalkulus (tartar) yang terbentuk pada gigi.

Pada kejadian gingivitis, dental plak atau kalkulus yang terbentuk tersebut lama kelamaan dapat mengiritasi gusi hingga terinfeksi. Gusi yang terinfeksi akan menjadi radang dan menyebabkan tepi jaringan gusi yang berbatasan dengan gigi menjadi merah dan bengkak, serta tampak mengkilat atau licin. Pada waktu gusi membengkak akan terbentuk kantong atau celah antara gigi dan gusi yang merupakan tempat yang nyaman bagi plak. Radang gusi atau gingivitis juga menyebabkan gusi cenderung mudah berdarah, terutama ketika menyikat gigi atau membersihkan gigi dengan benang, atau ketika makan makanan yang keras. Pendarahan gusi seringkali membuat penderitanya malas untuk menyikat giginya karena menimbulkan sakit, hal tersebut menyebabkan plak dan sisa makanan semakin menumpuk sehingga lebih memperburuk kondisi radang gusi. Tanda lain yang ditimbulkan peradangan gusi adalan nafas yang berbau tidak sedap.

Radang gusi lebih sering terjadi karena kurangnya merawat kebesihan gigi dan gusi sehingga terjadi penumpukan plak yang kemudian dapat mengiritasi gusi. Peradangan pada gusi juga dapat terjadi karena defisiensi/ kekurangan vitamin, terutama vitamin C. Selain itu, juga berhubungan dengan diabetes, reaksi allergi, gangguan darah serta penggunaan kontrasepsi dalam mulut (oral). Gusi yang sering berdarah juga harus diwaspadai sebagai gejala dari leukemia. Penyakit radang gusi cenderung akan semakin berat apabila penderita sedang hamil, telah menopause atau ketika menggunakan pil KB.

Gingivitis atau radang gusi bila kurang mendapat perawatan akan menjadi parah dan menyebar ke gigi sehingga mengakibatkan gigi lepas/tanggal. Keadaan tersebut disebut dengan periodontitis, yang merupakan tahap lebih lanjut dari gingivitis, dengan peradangan gusi yang lebih parah. Periodontitis merupakan penyakit gusi yang hebat yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Higiene/kesehatan mulut yang buruk memberi tempat bagi bakteri untuk berkembang biak. Bakteri tersebut memasuki kantong-kantong yang ditimbulkan gingivitis, selanjutnya akan merusak gusi, tulang dan jaringan pengikat, lama kelamaan gigi bisa menjadi lepas. Pada pengobatan periodontitis diperlukan operasi untuk mencegah kambuh kembali, disertai juga dengan peningkatan kebersihan mulut dan memeriksakan giig secara teratur.

Berikut ini beberapa tips untuk mencegah peradangan gusi, antara lain ;

Merawat dan menjaga kebersihan gigi dan gusi
Menyikat gigi dengan sikat gigi lembut secara teratur setiap sehabis makan dan sebelum tidur untuk membersihkan sisa-sisa makanan agar tidak terjadi penumpukan plak dan mencegah infeksi kuman. Bersihkan juga sela-sela gigi dengan menggunakan benang gigi minimal 3 kali seminggu, karena di sela-sela gigi sisa makanan masih sering tertinggal.

Membersihkan dental plak secara teratur ke dokter
Kunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk membersihkan plak dan karang gigi (kalkulus). walaupun telah menyikat gigi secara teratur, namun plak masih dapat terbentuk terutama di bawah garis batas gusi.

Mengkonsumsi vitamin C
Vitamin C berkhasiat sebagai antioksidan dan meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah infeksi termasuk infeksi kuman penyebab radang gusi, mempercepat penyembuhan luka. Sumber vitamin C alami banyak terdapat pada buah-buahan segar seperti kiwi, jambu bjin jeruk, tomat, sirsak, dan mangga. Sayuran yang banyak mengandung vitamin C antara lain brokoli.

Menghindari merokok
Merokok dapat meningkatkan risiko terkena radang gusi. Rokok dapat menekan sistem kekebalan sehingga tubuh sulit melawan infeksi.

Herbal atau tumbuhan obat yang digunakan untuk membantu mengatasi radang gusi antara lain daun sirih (Piper betle L.), sambiloto (Andrographis paniculata Nees.), kunyit (Curcuma longa L.), temu lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), krokot (Portulaca oleracea ).

Berikut ini contoh beberapa resep herbal untuk radang gusi :

Resep 1. (pemakaian luar)
10 lembar daun sirih + 1 sendok makan garam direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, hangat-hangat airnya digunakan untuk berkumur-kumur hingga mengenai seluruh gusi. Lakukan secara teratur hingga 5 kali sehari.

Resep 2. (untuk radang gusi yang disebabkan karena defisiensi vitamin C)
2 buah tomat + 1 buah kiwi + 1 buah air perasan jeruk lemon + madu, diblender, lalu diminum. lakukan 2 kali sehari

Resep 3.
25 gram empu kunyit (dikupas dan dipotong-potong) + 5 lembar daun sirih + 30 gram asam jawa + gula aren secukupnya, direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring, airnya diminum. lakukan 2 kali sehari.

Resep 4.
10 gram sambiloto kering + 30 gram krokot hijau segar, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, tambahkan 1-2 sendokmakan madu, diaduk, diminum 2 kali sehari.

Catatan : pilih salah satu resep yang sesuai, dan lakukan secara teratur. untuk perebusan gunakan panci enamel, panci kaca atau periuk tanah. Untuk radang gusi yang parah disarankan tetap konsultasi ke dokter.

Sumber: hembing
Other articles

Mencegah dan Mengatasi Pilek secara Alami

SUMBER : http://cyberjob.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/pda/detail.aspx?x=Hembing&y=cybertech|0|0|8|106

Hembing Fri, 05 Oct 2007 15:45:00 WIB

Oleh : Prof. Hembing Wijayakusuma

Pilek atau selesma merupakan penyakit yang paling umum dan sering ditemui, dapat menyerang anak-anak maupun lanjut usia. Sebagian orang awam sering menyamakan penyakit ini dengan influenza, padahal sebenarnya pilek dan influenza adalah dua penyakit yang berbeda, hanya gejalanya ada kemiripan, biasanya influenza lebih hebat penderitaannya dibandingkan pilek. Pilek tidak disertai dengan demam tinggi atau menggigil seperti pada influenza.

Gejala pilek atau selesma ditandai dengan tersumbatnya saluran pernapasan, tidak enak badan, kepala terasa pening dan berdenyut-denyut, bersin-bersin, ingus yang cair meleleh keluar dari hidung, temperatur tubuh naik atau demam ringan , mata merah dan terasa sakit, sakit tenggorokan sehingga sulit menelan, suara serak dan batuk-batuk. Penyakit ini sering diikuti dengan peradangan tonsil/amandel dan radang tenggorokan. Pilek sebenarnya bukan termasuk penyakit berat namun sangat menganggu penderitanya.
Pilek atau selesma terutama disebabkan oleh infeksi virus, ada lebih dari 200 virus yang telah diketahui menimbulkan selesma. Juga dapat disebabkan karena daya tahan tubuh yang menurun, atau adanya alergi di hidung dan kerongkongan. Pilek sangat mudah menular, orang dengan daya tahan tubuh yang lemah mudah tertular penyakit ini. Penularan penyakit ini bisa terjadi melalui percikan bersin atau ludah penderita yang mengandung virus dan masuk melalui saluran pernafasan. Pilek biasanya berlangsung selama 1-2 minggu. Gejalanya akan berangsur-angsur berkurang setelah 3-5 hari dilakukan perawatan sendiri. Namun jika gangguan tetap tidak berkurang setelah 3-5 hari melakukan perawatan sendiri, menandakan adanya tambahan infeksi bakteri.

Walaupun selesma/pilek bukan termasuk penyakit yang berat, namun penyakit ini susah diatasi sehingga sering kambuh. Pengobatan yang bisa dilakukan hanya untuk meredakan gejala atau simtomnya. Hal ini karena virus yang menyebabkan selesma sangat banyak jumlahnya dan dapat mengalami perubahan atau memiliki kesanggupan untuk mengalami mutasi genetik sehingga dapat timbul virus-virus baru. Hal tersebut menyebabkan virus selesma kebal terhadap vaksin tertentu atau antibodi tertentu dalam beberapa waktu sehingga sangat sulit untuk membuat vaksin selesma.

Penyakit selesma merupakan penyakit yang sering menyerang dan berulang-ulang. Karena ada lebih dari 200 virus yang dapat menyebabkan penyakit ini, maka dalam setahun bisa terserang pilek berkali-kali, amatlah mungkin terserang selesma lagi sebelum selesma yang pertama selesai. Oleh karena itu, untuk mencegah selesma yang paling utama adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh yaitu melalui pola hidup sehat, seperti olahraga yang teratur dan terukur serta tidak berlebihan, menghindari atau mengendalikan stres dengan baik, serta asupan makanan yang bergizi terutama yang mengandung vitamin A can C. Selain itu agar terhindar dari selesma, sering-seringlah mencuci tangan, karena virus selesma dapat bertahan pada meja, pegangan pintu, uang atau apapun selama beberapa jam. Hindari juga lingkungan atau orang yang selesma karena bisa tertular melalui percikan bersin penderita.

Untuk perawatan selesma tanpa disertai komplikasi adalah banyak istirahat, makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan kondisi tubuh, kompres hangat di dada dan kepala, mandi dengan air hangat, dan minum obat untuk mengatasi gejala selesma yang tidak nyaman.

Herbal atau tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk mengatasi pilek atau selesma mempunyai efek sebagai penurun panas (antipiretik), anti-infeksi, antitussif (meredakan batuk), dan membantu meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.

Berikut beberapa resep tumbuhan obat untuk mengatasi pilek :
Resep 1.
10 lembar daun sirih + 25 gram empu kunyit (dipotong-potong), setelah dicuci bersih direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, tambahkan madu atau gula batu, airnya diminum 2-3 kali, setiap kali minum 100-150 cc.

Resep 2.
Daun sambiloto kering dijadikan bubuk, ambil 1-2 gram bubuk tersebut lalu seduh dengan air panas, tambahkan madu, diaduk, lalu diminum setelah hangat. Lakukan 3 kali sehari.

Resep 3.
Sambung nyawa segar + 15 gram pegagan segar, dicuci bersih lalu diblender + 150 cc air matang, diblender, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.

Resep 4.
10 gram jahe segar + 1 siung bawang putih, dicuci bersih dan dihaluskan,lalu diseduh dengan 200 cc air panas, tambahkan air perasan dari ½ buah jeruk lemon dan madu, kemudian diminum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari.

Catatan : pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur. Untuk perebusan gunakan periuk tanah, panci kaca/pyrex atau panci enamel.

Sumber: hembing

MENGATASI BATUK DENGAN RAMUAN HERBAL

sumber : http://cyberjob.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/pda/detail.aspx?x=Hembing&y=cybertech|0|0|8|115
sumber : Hembing

Batuk merupakan gangguan yang umum dan sering dialami oleh semua orang. Gangguan ini merupakan reaksi tubuh untuk mengeluarkan benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Reflek batuk dapat disebabkan rangsangan tertentu seperti debu, asap rokok, polusi udara, dan bau-bauan. Juga karena perubahan suhu yang mendadak, alergi, atau karena infeksi oleh virus dan bakteri. Benda-benda asing tersebut berubah menjadi lendir di saluran pernapasan, kemudian otot-otot tubuh berusaha mengeluarkan lendir tersebut hingga terjadilah batuk. Apabila substansi asing tersebut dapat dikeluarkan maka batuk akan berhenti. Dengan demikian batuk dapat berfungsi untuk membersihkan saluran pernafasan dari zat-zat perangsang dan partikel-partikel infeksi sehingga merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh. Namun batuk yang berlebihan atau terjadi terus menerus menunjukan adanya suatu gangguan dalam tubuh terutama di saluran pernafasan.

Batuk bukan merupakan gangguan tersendiri, keberadaaannya seringkali merupakan gejala adanya penyakit lain, yang paling sering adalah karena infeksi saluran pernafasan atas seperti flu dan pilek. Selain itu, juga dapat disebabkan adanya penyakit bronkhitis, sinusitis, asma, alergi, radang paru-paru, TBC paru, dan lain-lain. Gangguan batuk sering timbul pada saat pergantian musim (pancaroba) atau pada musim hujan dan cuaca dingin. Hal ini karena virus dan bakteri lebih tahan pada suhu yang dingin. Selain itu, pada saat musim pancaroba kekebalan tubuh kita juga cenderung menurun sehingga mudah terkena serangan virus dan bakteri penyebab batuk, flu dan pilek.

Batuk biasanya dibedakan menjadi dua jenis yaitu batuk yang produktif atau mengeluarkan dahak serta batuk yang tidak produktif atau batuk kering. Kedua jenis batuk tersebut dapat bersifat akut atau kronis. Batuk akut adalah batuk yang berlangsung kurang dari 3 minggu, dan terjadi dalam 1 episode. Batuk jenis ini biasanya timbul secara tiba-tiba dan seringkali disebabkan oleh flu, pilek, sinusitis atau alergi. Sedangkan batuk kronis adalah batuk yang terjadi lebih dari 3 minggu, biasanya disebabkan oleh penyakit bronkhitis, asma, TBC paru, atau batuk rejan .

Seringkali dalam pengobatan batuk banyak orang yang minum obat antibiotik tanpa resep dokter. Padahal apabila batuk tersebut disebabkan oleh virus seperti batuk influenza, pemberian antibiotik akan sia-sia karena antibiotik tidak dapat membunuh virus. Atibiotik berkhasiat membunuh kuman/bakteri jadi hanya digunakan apabila batuk disebabkan oleh infeksi bakteri. Pemberian antibiotik yang sembarangan tersebut dapat menyebabkan tubuh lama kelamaan akan kebal/resisten terhadap antibiotik dan sistem immun menjadi menurun.

Batuk sering dianggap kebanyakan orang sebagai gangguan yang ringan dan bisa berhenti sendiri, padahal bukan tidak mungkin merupakan gejala adanya penyakit yang lebih serius. Waspadailah apabila batuk berkepanjangan, disertai dengan suhu tubuh tinggi atau mengeluarkan dahak yang berwarna kuning kehijauan yang menandakan adanya infeksi sekunder, disertai keringat dingin pada malam hari (gejala TBC paru), dan batuk berdarah yang mengindikasikan adanya luka atau infeksi dalam tubuh. Melalui percikan batuk, mikrobia patogen penyebab infeksi dapat tersebar dan menularkan penyakitnya pada orang lain. Oleh karena itu, pada saat terserang batuk sebaiknya menggunakan masker untuk menghindari penularan pada orang lain.

Untuk menghindari datangnya batuk atau mencegah agar tidak semakin parah dan mempercepat penyembuhannya, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan :

* menghentikan kebiasaan merokok dan jauhi asap rokok dari orang lain.
* Jika mudah alergi, hindari hal-hal yang dapat memicunya seperti debu, bulu binatang, asap, dan jangan menggunakan kipas angin
* Hindari makanan yang digoreng/berminyak, manis, pedas, minuman dingin/es, kafein dan alkohol.
* Konsumsikan makanan yang bergizi dan seimbang untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
* Minum minuman panas seperti teh jahe atau jeruk panas untuk membantu melegakan tenggorokan. Hirup uap panas dari wadah yang berisi air panas/mendidih.
* Istirahat dan tidur yang cukup.

Herbal yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi batuk diantaranya bersifat menghangatkan dan mempunyai efek/khasiat meredakan batuk (antitussive), peluruh dahak (expectorant), penurun panas (antipiretik), anti-infeksi, antiradang (anti-inflamasi), dan merangsang imunitas/daya tahan tubuh (imunostimulator).

Berikut beberapa tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk mengatasi batuk .

1.Daun sirih (Piper betle L.)
Khasiat : menghentikan batuk (anti-tussive), mengurangi peradangan, antiseptik, antijamur, menghilangkan gatal.

2.Jahe (Zingiber officinale Rosc.)
Khasiat : menghangatkan pernafasan, peluruh dahak, antiradang. Untuk batuk karena flu, pilek dan masuk angin.

3.Kencur (Kaempferia galanga L.)
Khasiat : peluruh dahak, meredakan batuk.

4.Kulit Jeruk Mandarin (Citrus nobilis Lour.)
Khasiat : peluruh dahak, antiasma

5.Sambiloto (Andrographis paniculata Nees.)
Khasiat : antiradang, anti-infeksi, menurunkan panas, analgetik, menetralkan material toksik/racun, merangsang imunitas tubuh. untuk batuk flu, bronkhitis, TBC paru, radang paru, batuk rejan

6.Pegagan (Centella asiatica Urb.)
Khasiat : anti-infeksi, antibakteri, menurunkan panas, menetralkan materal toksik. untuk batuk flu, bronkhitis, flek paru, radang paru, batuk rejan

7.Daun Saga (Abrus precatorius L.)
Khasiat : antiradang, menurunkan panas.

8.Umbi bunga lili/pahap (Lilium sp.)
Khasiat : meredakan batuk, antihistamin, meredakan asma, batuk darah.

9.Daun Mentha (Mentha sp)
Khasiat : meredakan batuk, peluruh dahak.

10.Jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle.)
Khasiat : meredakan batuk, peluruh dahak, antioksidan.

Berikut beberapa contoh ramuan herbal untuk membantu mengatasi batuk.

* 10 gram jahe + 10 gram kulit jeruk mandarin kering + 10 gram daun mentha + 20 gram kencur, dicuci bersih dan diiris-iris, direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, setelah hangat disaring, tambahkan air perasan jeruk nipis dan madu, diminum. (untuk batuk berdahak, batuk pilek, flu, masuk angin, melegakan tenggorokan)
* 30 gram pegagan segar + 15 gram daun saga segar, dicuci bersih, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, tambahkan gula batu secukupnya, diminum 2 kali sehari, masing-masing 150 cc. (untuk batuk kering, batuk darah, bronkhitis akut, demam, sakit tenggorokan)
* 7-10 lembar daun sirih dan 2 siung bawang putih, direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, tambahkan madu atau gula batu, diminum 2 kali sehari. (untuk batuk disertai gatal tenggorokan, bronkhitis akut)
* 10-15 gam sambiloto kering + 30 gram umbi bunga lili/pahap + 15 gram pegagan kering, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, tambahkan madu secukupnya, diminum 2-3 kali sehari. (untuk TBC paru disertai batuk dan batuk darah, bronkhitis, batuk rejan, radang paru)
* catatan : pilih salah satu resep yang sesuai. Disarankan tetap konsultasi ke dokter terutama bila batuk berkepanjangan atau serius.

****
Sumber: hembing

Beda Flu Babi dan Flu Burung

source : cybermed.cbn.net

Jakarta – Merebaknya berbagai macam flu membahayakan saat ini meresahkan masyarakat dunia. Bagaimana tidak, orang yang terkena dampaknya memiliki risiko kematian jika tidak segera ditanggulangi.

Saat ini penyakit flu yang paling menjadi momok flu burung dan flu babi. Apa dan bagaimana penyebab flu tersebut saat ini tengah menjadi perbincangan di kalangan ilmuwan dan juga ahli kesehatan.

Dikutip dari berbagai sumber, Rabu (29/4/2009), kedua penyakit tersebut sama-sama disebabkan oleh penyebaran virus influenza tipe A. Flu burung disebabkan oleh virus H5N1 sementara penyebab flu babi adalah virus H1N1.

Sesuai dengan namanya, H5N1 yang menjadi penyebab flu burung penularan pertama terjadi ketika seseorang kontak dengan hewan aves atau burung yang telah terkena virus tersebut. Sementara flu babi sebagian besar ditularkan oleh hewan babi.

Kedua virus influenza tipe A ini juga sama-sama bisa menyebar dari manusia ke manusia. Bedanya, H1N1 memiliki tingkat kecepatan penyebaran lebih tinggi. Bahkan menurut hasil penelitian terbaru, hanya dengan sekali bersin saja sekira 100.000 virus H1N1 bisa menempel di mana saja dan berpotensi menyebarkan penyakit kepada orang yang menyentuh benda-benda yang terkena bersin.

Namun begitu, virus H5N1 lebih ganas daripada H1N1. Hal itu dikarenakan tingkat persentase kematian yang disebabkan H5N1 lebih tinggi, sekira 80 persen. Sementara H1N1 menyebabkan kematian hanya sekira enam persen.

Berbeda dengan H5N1 yang tumbuh subur di daerah tropis, tidak demikian halnya dengan H1N1. Namun negara manapun patut waspada mengahadapi penyebaran virus H1N1. Karena nyatanya virus tersebut kini tengah merebak di Meksico yang merupakan negara beriklim tropis. (srn)

Sumber: Okezone

Menkes: Flu Babi Lebih Tepat Disebut Flu Meksiko

sumber : cybermed.net.id

Yogyakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari mengatakan flu babi atau Swine Influenza lebih tepat disebut flu Meksiko. Alasannya, kalau disebut flu babi dikhawatirkan akan mengganggu perdagangan babi.

“Kurang tepat kalau disebut flu babi karena akan mengganggu perdagangan babi,” ujar Menkes saat dicegat wartawan ketika menghadiri diskusi publik yang di Asri Medical Center (AMC) Jl HOS Cokroaminoto, Yogyakarta, Kamis (30/4/2009).

Dia mengaku kalau virus H1N1 itu berasal dari hewan babi yang bisa menular ke manusia. Namun tingkat keganasannya lebih ganas H5N1 atau flu burung dibanding penyakit yang telah melanda Meksiko itu.

“Karena itu kita tak perlu khawatir berlebihan. Meski bisa menular ke manusia secara luas, tapi angka kematiannya tidak setinggi H5N1,” ungkap dia.

Menurut dia, angka kematian flu babi hanya 6 persen. Bila ada 100 orang menderita hanya 6 orang yang meninggal. Sebaliknya H5N1 bila ada 100 orang menderita di Indonesia maka 80 parsennya akan meninggal.

Dia meminta masyarakat tidak terlalu berlebihan sebab Indonesia sudah terlatih dalam menghadapi penyakit flu yang jauh lebih ganas, H5N1. Flu babi yang memang penyebarannya tapi tak seganas flu burung. “Kita jangan takut tapi harus waspada,” katanya.

Saat ini lanjut dia, Depkes telah memasang detektor temperatur di setiap pintu masuk bandara. Setiap turis yang masuk harus dideteksi panasnya. Kalau panasnya lebih dari 38 derajat celcius, perlu diperiksa lebih lanjut.

“Sebanyak 100 rumah sakit rujukan telah siapkan termasuk puskesmas-puskesmas dan poliklinik di bandara,” kata Fadilah.

Dia juga meminta agar masyarakat tidak melakukan ciuman. Yakni mencium anak, teman atau anggota keluarganya bila sedang terkena flu. Pola hidup sehat seperti melakukan cuci tangan pakai sabun juga harus dilakukan. “Kita hidupkan lagi sentinel-sentinel untuk mengirim sampel influenza ke Depkes,” katanya.

Ketika ditanyakan apakah adanya penyakit flu babi ini adalah permainan negara besar. Dia mengatakan dirinya tidak mengetahui hal itu. “Wah kita tak tahu. Yang penting kita fokus untuk menghadapi penyakit ini dan jangan sampai kena,” pungkas dia.
(bgs/djo)

Sumber: detikcom

Bijak Mengonsumsi Penghilang Nyeri

sumber : cybermed.net.id

Nyeri yang muncul tiba-tiba membuat orang dengan gampangnya meminum obat penghilang nyeri. Padahal, jika dikonsumsi terus menerus bisa mengakibatkan gagal ginjal hingga kelainan pada hati.

Banyak jenis obat bebas dijual di pasaran. Selain mudah didapat, yang membuat banyak orang mengonsumsinya karena harganya yang tergolong murah. Di negara-negara dengan penduduk yang padat, penggunaan obat bebas dianggap wajar. Namun, banyak efek sampingan bisa terjadi ketika obat ini dikonsumsi semudah mengonsumsi kacang goreng.

Obat penghilang nyeri adalah obat yang tergolong dalam analgesic- antipyretic. Memang biasanya obat ini mujarab meredakan nyeri, sekaligus pereda demam. Namun, jika diminum tanpa aturan yang jelas, ginjal, hati, dan darah bisa rusak. Biasanya obat analgesic-antipyretic dipilah sesuai dengan kekuatan antinyeri dan antidemamnya. Ada jenis yang lebih kuat menghilangkan nyeri, ada pula jenis yang lebih kuat meredakan demam. Jenis obat dipilih sesuai kebutuhan kasusnya.

Efek samping dari pemakaian obat seperti ini secara terus-menerus dan dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Pasien maag perlu berhati-hati mengonsumsi obat jenis ini. Selain berisiko menimbulkan perdarahan lambung dan usus, analgetic-antipyretic merusak ginjal, hati, dan darah.

Selain itu, obat ini bisa mengganggu kualitas pendengaran. Bahkan, pengguna obat ini bisa mengalami vertigo (rasa berputarputar dan pusing). Gangguan pendengaran akan menjadi parah seiring dengan kuping yang terasa berdenging (tinnitus). Selain itu, sel darah putih bisa berkurang, atau mudah terjadi perdarahan di organ mana saja akibat menurutnya zat pembeku darah.

“Akibat rutin minum obat penghilang rasa nyeri bisa pula menyebabkan demam tinggi tanpa sebab yang jelas. Bisa juga muncul depresi, kejang-kejang, atau perubahan perilaku. Jika kelebihan dosis, pernapasan akan tertekan, dan mungkin berakhir fatal,” kata Dr Erwin Tanuwidjaya dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).

Dr Erwin menuturkan, ada pula jenis obat sakit kepala yang merusak sel darah (hemoglobin). Selain itu, sel darah merah menjadi lebih mudah hancur sehingga orang yang sangat gemar meminum obat penghilang nyeri bisa kurang darah (anemia haemolytic). “Obat golongan ini ada juga yang merusak ginjal. Jika kebanyakan, lama kelamaan bisa berakhir gagal ginjal. Selain itu, ada pula jenis yang punya sifat pencetus kanker ginjal, dan kandung kemih,” kata dia.

Obat-obat analgesic-antipyretic, menurut dia, tergolong obat paling sering menimbulkan alergi. Bahkan, seseorang yang berbakat alergi tidak akan tahan terhadap beberapa jenis atau semua jenis obat golongan ini. Begitu minum atau disuntik, langsung muncul alergi kulit berupa biduran (kaligata). “Jika kondisinya berat, alergi bisa saja disertai sesak napas, mual-muntah, dan bisa jadi sampai serangan shock,” ucap dokter yang membuka praktik di kawasan Kelapa Gading tersebut.

Untuk menghindari gejala-gejala dan efek samping dari obat penghilang nyeri, Erwin mengatakan, ada baiknya mengonsumsi obat penghilang nyeri dengan sangat hati-hati. Atau minumlah obat hanya atas anjuran dokter yang bersangkutan. “Walaupun obatnya lebih murah, belum tentu kualitasnya bagus,” katanya.

Kehati-hatian dalam mengonsumsi obat penghilang rasa nyeri juga diungkapkan Dr Kurniawan. Menurut dia, kesehatan diawali dengan proses bagaimana seseorang mengatur pola dan gaya hidupnya. Mengonsumsi obat yang sesuai dan dengan resep dokter merupakan salah satu alasan seseorang bisa lebih sehat dibandingkan yang selalu mengonsumsi penghilang nyeri. “Apa pun jenis obat, pastilah mengandung zat kimia di dalamnya. Obat yang diberikan dengan resep dokter saja harus hati-hati diberikan apalagi yang dijual bebas di pasar,” katanya.

Obat analgetik tanpa resep umumnya sangat efektif untuk mengatasi nyeri ringan sampai sedang untuk jenis nyeri somatik pada kulit, otot, lutut, rematik, dan pada jaringan lunak lainnya, serta pada nyeri haid dan sakit kepala. Namun, obat ini tidak begitu efektif untuk nyeri viseral. “Obat analgetika tanpa resep biasanya digunakan untuk nyeri akut dan sering juga digunakan untuk terapi tambahan pada penyakit-penyakit kronik yang diikuti rasa nyeri. Namun, belum terbukti bahwa obat ini bisa menyembuhkan nyeri neuropatik,” tutur dia.

Berdasarkan lokasi asalnya, nyeri dapat dikategorikan menjadi beberapa kelas yaitu nyeri somatik, viseral, dan neuropatik. Nyeri somatik adalah nyeri yang berlokasi di sekitar otot atau kulit, umumnya berada di permukaan tubuh. Nyeri viseral adalah nyeri yang terjadi di dalam rongga dada atau rongga perut. Sementara nyeri neuropatik terjadi pada saluran saraf sensorik.

Kondisi yang menyebabkan nyeri viseral, antara lain adalah iskemia (kekurangan darah) pada organ atau jaringan tubuh (seperti pada penyakit angina ectoris/serangan jantung), kejang otot perut, regangan fisik suatu organ, regangan pada usus, dan sebagainya yang semuanya terjadi di dalam rongga perut atau dada. Tidak seperti nyeri somatik, nyeri viseral ini umumnya tidak dapat dirasakan secara tepat lokasinya, kadang terasa seperti di berbagai tempat pada kulit atau otot, tapi sebenarnya berada di dalam rongga badan.
(Koran SI/Koran SI/tty)

Sumber: Okezone