Air Kemasan Mengandung Bakteri Coliform


sumber : *http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/07/16/Metro/krn.20090716.171157.id.html#

*DEPOK* – Air kemasan yang diduga menyebabkan seorang bocah keracunan di
Depok beberapa waktu lalu terbukti mengandung bakteri /coliform/. Hasil
ini didapat setelah sampel air kemasan itu diteliti di Balai Besar
Pengawasan Obat dan Makanan Jawa Barat. Kepala Bidang Pengawasan Obat
dan Makanan Dinas Kesehatan Depok Herjubinartien mengatakan hasil
pengujian yang diterima mereka menunjukkan terdapat bakteri /coliform/
pada air kemasan tersebut.

“Kandungan bakteri /coliform/-nya 24 per mililiter,” ujar dia kepada
wartawan kemarin. Kandungan tersebut dianggap melebihi ambang batas,
yang hanya 2,0 per mililiter. Pengujian itu juga menemukan bahwa
kandungan bakteri /Escherichia coli/ hanya nol dan bakteri /salmonella/
negatif.

Pengujian dilakukan pada tiga indikator, yakni uji logam, tingkat pH
atau asam basa, dan uji bakteriologi. Menurut Herjubinartien, baik kadar
pH, asam basa, maupun logam masih normal. Kadar pH tercatat 7,45,
tingkat basa air mencapai 65,17, sedangkan kandungan logam seperti
nitrat, aluminium, besi, sulfat, arsen, sianida, timbal, dan tembaga
hasilnya negatif.

Meski demikian, Dinas Kesehatan belum bisa memastikan apakah air kemasan
tersebut palsu atau asli. Yang jelas, masyarakat diimbau agar teliti
sebelum membeli air kemasan. “Belinya sebaiknya di distributor resmi,
lihat dulu tanggal kedaluwarsa, segel, dan tanda hologramnya,” kata
Herjubinartien.

Pada kesempatan tersebut, Herjubinartien mengatakan belum bisa
memastikan jika anak yang dulu sempat mual setelah meminum air kemasan
memang keracunan. Pasalnya, jika kandungan /coliform/ pada air yang
tinggi, gejala yang muncul adalah diare, bukan muntah. “Ada kemungkinan
anak itu makan makanan lain, jadi belum tentu karena air kemasan,” ujarnya.

Sebelumnya, Fauzi Esther, 7 tahun, yang tinggal di Primakom Residence,
muntah setelah minum air kemasan yang ia beli di warung dekat rumahnya
pada 26 Mei lalu. Ibunya kemudian berinisiatif melaporkan kejadian ini
ke Kepolisian Sektor Sawangan sembari memberikan tiga buah air kemasan
tersebut sebagai sampel. Polsek Sawangan kemudian mengirimkan sampel itu
ke BPOM untuk diuji. *TIA HAPSARI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s