Si Hitam Paling Menyeramkan


source : http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/07/06/Gaya_Hidup/krn.20090706.170108.id.html

Proses migrasi bahan kimia dipercepat oleh panas dan minyak.

Hitam kerap menjadi simbol sesuatu yang tidak benar, jahat, dan hal
negatif lain. Putih sebaliknya. Dalam dunia plastik, walaupun tak 100
persen telak seperti itu, warna menjadi sebuah pertanda. Yadi Haryadi,
ahli pangan dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian
Bogor, menyebutkan, plastik hitam yang ditemukan dalam bentuk tas
kantong keresek sehari-hari merupakan jenis plastik yang rendah
tingkatannya. “Bahannya saja dari campuran berbagai jenis plastik
sehingga warnanya hitam begitu,” ujarnya. Kandungan berbahayanya lebih
banyak dibanding jenis plastik lain.

Padahal tas keresek hitam adalah jenis plastik yang mudah ditemukan di
mana pun. Tak jarang pula fungsinya bukan sebagai tas, melainkan sebagai
wadah makanan. Tengoklah ketika kita membeli jajanan gorengan. Si
penjual tanpa bertanya langsung mencemplungkan makanan yang masih panas
dan berminyak itu ke dalam wadah hitam kelam tersebut. Yadi pun
menyebutkan, plastik membahayakan kesehatan karena bahan kimia dari
plastik berpindah ke makanan. Proses ini disebut migrasi dan dipercepat
oleh tiga hal: panas, minyak, serta waktu.

“Makin tinggi panasnya, makin cepat migrasinya dan makin banyak
(racunnya),” ia mengungkapkan dalam sebuah diskusi beberapa waktu yang
lalu. Minyak termasuk bahan yang cepat melarutkan komponen-komponen
plastik. Bila hal ini berlangsung terus-menerus, semakin banyak bahan
kimia yang bermigrasi. Peluang migrasi juga semakin tinggi bila plastik
bersentuhan dengan makanan berlemak, asam, asin, dan berbentuk makanan
semipadat, seperti kue basah. Yadi menjelaskan, bila bahan kimia itu
masuk ke makanan, bahan itu dapat masuk ke dalam tubuh ketika kita
mengkonsumsinya. Jika hal itu berlangsung terus-menerus, akan
menyebabkan gangguan kesehatan. Bahkan sejumlah studi menyebutkan, bahan
kimia itu bisa memicu kanker jika dikonsumsi terus-menerus.

Memang tak semua jenis plastik memiliki bahaya yang sama. Plastik
beragam jenisnya. Dilihat dari proses daur ulangnya, ada plastik tanpa
tanda khusus, yang dikenal dengan tiga anak panah yang berbentuk
segitiga dan di bagian tengahnya tertera angka. Tanda ini, menurut Ir
Wawas Swathatafrijiah, Kepala Sentra Teknologi Polimer Badan Pengkajian
dan Penerapan Teknologi, sebenarnya tidak menunjukkan segi keamanannya,
seperti yang diyakini orang kebanyakan.

Ada beberapa kelompok dari kategori ini yang tergolong aman untuk wadah
makanan dan minuman, yaitu 1, 2, 4, dan 5. Atau polyethylene
terephthalate (PET), yang biasa digunakan untuk botol minuman,
high-density polyethylene untuk botol susu dan botol cairan pembersih,
low density polyethylene untuk kantong belanja, serta polypropylene,
yang bisa ditemukan untuk wadah margarin dan makanan yang aman dalam
microwave.

Wawas menyebutkan, sebenarnya penggunaan plastik di Indonesia masih
rendah, bahkan dibanding negara tetangga. Berdasarkan data 2007,
konsumsi Indonesia hanya mencapai 9,5 kilogram per kapita per tahun,
sedangkan Malaysia 64 kilogram per kapita per tahun. Konsumsi tertinggi
di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Ia menyatakan negara-negara Eropa
mampu berdamai dengan tingkat konsumsi plastik yang begitu tinggi karena
proses daur ulang plastik telah dilakukan secara intensif. Sampah
plastik pun bukan masalah.

Demi kesehatan tubuh dan lingkungan, penting sekali pemilihan plastik
secara selektif. Jenis plastik bisa dilihat dari berbagai sisi. Dari
kategorinya, ada yang lentur–yang umumnya sekali pakai–dan kaku, yang
dapat digunakan berulang kali selama tidak berubah warna serta berbau.
Untuk yang lentur, Wawas menyarankan memilih yang tembus pandang atau
putih. Sebaliknya, tak memilih yang hitam. Kemudian yang kaku biasanya
dalam bentuk wadah. Lalu hindari wadah dari bahan berbahaya dan
kontaminasi terhadap produk yang dikemas. Ia menambahkan, dilihat dari
pembuatannya, pilih yang kedap oksigen maupun air. Terakhir, gunakan
sesuai aturan, apakah memang aman untuk microwave atau memang untuk
wadah makanan.

Wawas menyebutkan, wadah aman untuk makanan dan obat jika terbuat dari
bahan yang asli, bukan daur ulang. Kemudian tidak mengandung bahan
tambahan yang melebihi ambang batas yang ditentukan. Bahan berbahaya
yang belum lama ini mengguncang dunia adalah bisphenol A (BPA). Hingga
ada negara yang melarang penggunaan botol dengan kandungan BPA dan ada
pula yang membatasi kadarnya. Plastik phthalates pun pernah membuat
kepanikan. Survei di Amerika Serikat menunjukkan, dalam tubuh sejumlah
besar orang ditemukan phthalates yang diyakini berasal dari makanan yang
tercemar bahan kimia tersebut. Sejak 2005, penggunaan jenis plastik ini
dilarang di Eropa, juga di beberapa negara lain, seperti Jepang,
Meksiko, dan Argentina.

Seperti halnya BPA, phthalates pun disebut-sebut bisa memicu gangguan
hormon. “Phthalates diperkirakan menahan aksi testosteron dalam tubuh
sehingga menimbulkan efek signifikan terhadap saluran reproduksi pria
dan organ lain. Ini hasil uji coba pada hewan dengan dosis tinggi,” kata
Laura Vandenberg, PhD, dari Universitas Tufts, Boston, seperti dikutip
dari WebMD.

Sebagai pilihan untuk lingkungan dan kesehatan di masa depan, Wawas
menyatakan perlu penggunaan produk plastik biodegradable. Jenis plastik
ini ramah lingkungan karena dapat dikomposkan, atau terdegradasi dalam
waktu yang tidak lama. Masalahnya, harga produk berbahan plastik ini
masih tinggi. Walhasil, masyarakat pun–karena faktor harga–lebih
tergiur pada produk murah meski bahaya menyeramkan dapat mengancam. RITA
NARISWARI

Tanda Khusus

1. Microwave. Aman dimasukkan ke dalam mesin pemanas ini jika ada
logo microwave, tertera kalimat aman untuk microwave, dan ada yang
menjabarkan dalam aturan penggunaannya.
2. Untuk botol minuman air mineral maupun jus, kategori PET #1 yang
paling aman digunakan.
3. Untuk penyimpanan makanan dalam lemari es, cari wadah yang kedap
udara sehingga oksigen dan air tidak menerobos masuk. Ada pula wadah
yang memang khusus untuk di lemari es atau mesin pembeku. Perhatikan
tandanya!
4. Secara umum, plastik yang paling aman adalah kategori 1, 2, 4, dan 5.
5. Perhatikan juga simbol garpu dan sendok, yang menunjukkan aman
untuk makanan. Atau tanda lolos uji dari Badan Pengawas Obat-obatan dan
Makanan Amerika Serikat (FDA).

Hindarkan dari Makanan
1. Panas
2. Berminyak
3. Mengandung asam tinggi
4. Berlemak
5. Semipadat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s