Antasida


Source : Source : darsono-sigit.um.ac.id

Kita sering mengenal asam klorida (HCl) sebagai suatu larutan asam yang digunakan dalam beberapa praktikum di dalam laboratorium. Asam klorida tersebut dihasilkan dari reaksi antara dihidrogen dan diklorin. Secara alami lambung kita juga memproduksi asam klorida, yang biasa kita sebut sebagai asam lambung. Menurut Unggul Sudarmo (2004:141), kelenjar pada lambung setiap hari memproduksi sekitar dua sampai tiga liter cairan lambung yang bersifat asam. Cairan lambung ini mengan dung asam klorida dengan konsentrasi sekitar 0,003 Molar. Asam klorida inilah yang menyebabkan lambung bersifat asam dengan pH sekitar 1,5.
Asam lambung sangat berperan dalam proses pencernaan. Namun apabila produksinya terlalu berlebihan, maka akan menyebabkan rasa sakit pada tukak lambung, yang pada umunya disebut dengan maag. Asam klorida tersebut dapat mengikis dinding lambung, sehingga menyebabkan rasa perih dan sakit. Asam lambung yang berlebihan tersebut dapat dinetralisir dengan suatu antasida (obat maag). Antasida mengandung kombinasi antara aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida. Reaksi antara suatu asam dari asam lambung dan suatu basa dari antasida menghasilkan suasana netral.
Magnesium hidroksida yang terkandung adalam antasida merupakan senyawa anorganik dari golongan alkali tanah. Nama magnesium ini berasal dari bahasa Yunani yang diambil dari nama sebuah daerah di Thessaly yang bernama Magnesia. Joseph Black dari Inggris menyebut magnesium sebagai sejenis unsur pada tahun 1755. Sir Humphry Davy bisa menghasilkan logam magnesium secara elektrolisis pada tahun 1808 daripada campuran magnesia dan HgO (Wapedia, 2008).

Nama magnesium ini berasal dari bahasa Yunani yang diambil dari nama sebuah daerah di Thessaly yang bernama Magnesia. Joseph Black dari Inggris menyebut magnesium sebagai sejenis unsur pada tahun 1755. Sir Humphry Davy bisa menghasilkan logam magnesium secara elektrolisis pada tahun 1808 daripada campuran magnesia dan HgO.
Magnesium ialah unsur kimia di dalam tabel periodik yang mempunyai simbol Mg dan nomor atom 12 dan berat atom 24,31. Kelimpahan magnesium di kulit bumi menempati urutan kedelapan dengan presentase sebesar 2%. Logam alkali tanah ini digunakan sebagai bahan untuk membuat campuran aluminium-magnesium, yang biasanya dinamakan magnalium.
Magnesium murni tidak terdapat di alam sebagai unsur, namun dalam bentuk sebagai senyawa dalam mineral. Sebagai contoh magnesium dalam bentuk senyawa karbonat terdapat dalam mineral magnesit dan dolomit (MgCO3.CaCO3). Air laut mengandung 0,13% magnesium, dan merupakan sumber magnesium yang tidak terbatas.

Magnesium adalah logam yang kuat, putih keperakan, ringan (satu pertiga lebih ringan daripada aluminium) dan akan menjadi kusam jika dibiarkan pada udara. Dalam bentuk serbuk, logam ini sangat reaktif dan bisa terbakar dengan nyala putih apabila udaranya lembab. Apabila pita logam magnesium dibakar lalu direndam dalam air, maka akan tetap terbakar hingga pita magnesiumnya habis. Magnesium, ketika dibakar dalam udara, menghasilkan cahaya putih yang terang. Ini digunakan pada zaman awal fotografi sebagai sumber pencahayaan (serbuk kilat). Rapat massa magnesium adalah 1,738 gram/cm3. Massa atom relatimya adalah 24, dan nomor atomnya 12. Magnesium meleleh pada suhu 111°C.
Magnesium, terutama magnesium oksida digunakan sebagai bahan refraktori untuk menghasilkan besi, kaca, dan semen. Dalam bentuk logam, kegunaan utama unsur ini adalah sebagai bahan tambah logam dalam aluminium. Logam aluminium-magnesium ini biasanya digunakan dalam pembuatan kaleng minuman, digunakan dalam beberapa komponen otomotif dan truk , serta dapat melindungi struktur besi seperti pipa-pipa dan tangki air yang terpendam di dalam tanah terhadap korosi.
Magnesium memegang peranan amat penting dalam proses kehidupan hewan dan tumbuhan. Magnesium terdapat dalam klorofil, yaitu yang digunakan oleh tumbuhan untuk fotosintesis. Magnesium juga mengambil peranan dalam replikasi DNA dan RNA yang mempunyai peranan amat penting dalam proses keturunan semua organisme. Di samping itu magnesium mengaktifkan berbagai enzim yang mempercepat reaksi kimia dalam tubuh manusia dan dijadikan sebagai obat penetralisir asam lambung.
Walaupun magnesium ditemukan di alam lebih daripada enam puluh jenis mineral, namun hanya dolomit, magnesit, brucite, carnallite, talkum, dan olivine mempunyai kepentingan komersil. Logam ini diperoleh melalui elektrolisis magnesium klorida lebur daripada air garam, air telaga dan air laut. Pada sayuran, magnesium terkandung dalam sayuran hijau seperti bayam (1/2 mangkok bayam
= 80 mg). Kacang-kacangan, biji-bijian dan biji-bijian setengah matang adalah sumber magnesium yang baik (Wapedia, 2008).
Dalam keadaan normal, isi lambung mempunyai sifat yang sangat asam. Sifat ini mempunyai potensi untuk merusak dinding lambung. Untungnya, dinding lambung dilindungi oleh lapisan yang mencegah asam lambung berkontak langsung dengannya. Pada beberapa keadaan, lapisan pelindung tersebut dapat mengalami kerusakan. Beberapa diantaranya adalah penggunaan pereda nyeri NSAID (non steroid anti inflammatory drugs seperti ibuprofen, asam mefenamat, piroksikam) dalam jangka waktu lama, infeksi bakteri Helicobacter pylori, dan ditambah pola makan yang tidak sehat dan tidak teratur (Wartamedika, 2009).
Antasida, yang merupakan kombinasi aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida, bekerja menetralkan asam lambung dan menginaktifkan pepsin, sehingga rasa nyeri ulu hati akibat iritasi oleh asam lambung dan pepsin berkurang. Di samping itu, efek laksatif dari magnesium hidroksida akan mengurangi gelembung-gelembung gas, yakni efek konstipasi dari aluminium hidroksida, dalam saluran cerna yang menyebabkan rasa kembung berkurang (Cari obat, 2009) .
Saat diminum, obat akan segera bereaksi dengan asam yang ada di lambung, sehingga terbentuk senyawa yang relatif netral.

2HCl(aq) + Mg(OH)2(s) → MgCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g)
Asam + basa → netral sendawa
Magnesuim oksida lebih efektif mengikat asam karena tidak diserap sehingga tidak menyebabkan alkalosis. Magnesium trisilikat adalah antasida non-sistemik, yang bekerja lebih lambat dan di dalam lambung akan melepaskan silisium oksida yang akan melapisi selaput lendir lambung dengan lapisan pelindung. Dengan demikian, iritasi lambung akan segera berhenti dan keluhan nyeri juga akan hilang. Gas karbondioksida yang dihasilkan dari reaksi tersebut dapat menyebabkan tekanan gas di dalam lambung meningkat, sehingga dikeluarkan dengan bersendawa. Umumnya obat antasida yang sering dipilih adalah jenis yang sukar larut, sehingga reaksinya lambat dan dapat bertahan lama, misalnya aluminium hidroksi (BPPOM, 2008).
Dosis
Dewasa : 1 – 2 tablet, 3 – 4 kali sehari
Anak 6 – 12 tahun : ½ – 1 tablet, 3 – 4 kali sehari
Diminum 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan dan menjelang tidur, sebaiknya tablet dikunyah dulu.
Antasida biasanya terdiri dari kombinasi antara aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida yang bekerja menetralkan asamlambung dan menginaktifkan pepsin, sehingga rasa nyeri ulu hati akibat iritasi oleh asam lambung dan pepsin berkurang. Efek samping dari antasida jarang dan hampir tidak pernah ditemui karena dampak negatif dari kedua senyawa tersebut saling menghilangkan. Namun pada beberapa orang akan terjadi efek samping berupa mual, muntah, diare, dan konstipasi.
Rasa mual dan muntah disebabkan karena adanya penolakan dari dalam tubuh seseorang terhadap suatu kandungan dari antasida sehingga orang yang meminum antasida akan merasa tidak enak. Sedangkan konstipasi merupakan efek samping yang ditimbulkan oleh aluminium hidroksida. Konstipasi adalah kondisi di mana feses memiliki konsistensi keras dan sulit dikeluarkan. Biasanya buang air besar disertai dengan rasa sakit dan menjadi lebih jarang. Kasus ini sering terjadi pada anak-anak, tetapi orang dewasa juga bisa mengalaminya. Menurut Dokter Nurul Itqiyah (2007), apabila keadaan ini terjadi secara terus menerus, maka bisa menimbulkan gejala berikut:
• Sakit perut
• Turun atau hilangnya nafsu makan
• Mual atau muntah
• Turunnya berat badan
• Jika anak mengalami konstipasi yang cukup berat, dapat mengalami kehilangan kemampuan merasakan kebutuhan ke toilet untuk buang air besar sehingga menyebabkan anak buang air besar di celananya. Hal ini disebut encopresis atau fecal incontinence.
• Mengedan untuk mengeluarkan feses yang keras dapat menyebabkan robekan kecil pada lapisan mukosa anus (anal fissure) dan perdarahan
• Konstipasi meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.
Meskipun aluminium hidroksida mempunyai efek konstipasi, namun efek ini bisa dikurangi dengan adanya efek laksatif dari magnesium hidroksida. Laksatif merupakan kebalikan dari konstipasi, yaitu suatu keadaan dimana feses terlalu banyak mengandung air sehingga feses memiliki konsentrasi cair dan sangat mudah dikeluarkan. Keadaan seperti ini basa disebut dengan diare. Apabila terjadi secara terus-menerus, maka seseoarang akan mengalami kehilangan cairan yang banyak. Namun komposisi yang setimbang dalam suatu antasida, akan mengurangi bahkan menghilangkan efek samping dari antasida tersebut. Yang perlu diperhatikan adalah antasida yang mengandung magnesium hidroksida ini harus diberikan dalam dosis kecil pada penderita gangguan ginjal. Bahkan penderita tersebut tidak boleh mengkonsumsinya apabila kerusakan ginjalnya sudah parah. Hal ini disebabkan magnesium hidroksida dapat mengakibatkan hipermagnesia, yaitu kelebihan magnesium dalam darah, karena magnesium hidroksida dapat diserap sebagian kecil ke dalam darah. Bagi penderita gangguan ginjal yang mengalami sakit maag sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sehingga dokter akan memberi obat maag dari golongan lain seperti Proton Pump Inhibitor (PPI) (Indonesia, 2008).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s