Kanker Usus Besar Mengarah ke Usia Muda


source : http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/22/03280761/kanker.usus.besar.mengarah.ke.usia.muda

Jakarta, Kompas – Dari sekian banyak kematian akibat kanker, kanker usus
besar merupakan penyebab kematian nomor dua. Angka kasus jenis kanker
ini diperkirakan akan terus meningkat dan mengarah pada usia makin muda.

Tingginya kasus di kalangan usia muda antara lain dipengaruhi pola makan
modern yang tak sehat, seperti makanan yang mengandung lemak tinggi.

”Karena itu, kepedulian terhadap penyakit ini perlu ditingkatkan,
terutama dengan menerapkan gaya hidup sehat dan melaksanakan deteksi
dini,” kata dr Aru Wicaksono Sudoyo dari Divisi Hematologi
Medik-Onkologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dalam
pertemuan para pasien kanker dan keluarga, Sabtu (20/6) di Jakarta.

Kanker merupakan pertumbuhan sel abnormal yang meluas ke jaringan asal.
Pertumbuhan sel kanker tak terkendali, sel tersebut tidak bisa mati pada
waktunya, mendesak sel-sel sehat. ”Sekitar 15 persen dari kasus baru
kanker adalah kanker usus besar,” kata dr Fajar Firsyada, konsultan
bedah digestif dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo/FKUI.

Aru menjelaskan, dari semua jenis kanker, kanker usus besar paling
dipengaruhi bahan-bahan karsinogenik dan gaya hidup mengingat organ
tubuh itu selalu dilalui bahan-bahan karsinogenik itu dalam makanan.

Sejumlah tanda dan gejala kanker usus besar adalah adanya darah dalam
kotoran, perubahan dalam pola pembuangan kotoran tubuh, serta nyeri
perut bagian bawah yang tidak hilang. Gejala lain adalah bentuk kotoran
yang panjang dan tipis seperti pensil, tes feses tidak normal, anemia
atau kurang darah, dan berat badan turun drastis.

*Makanan*

Sejauh ini penyebab kanker usus besar belum diketahui secara pasti.
Namun, makanan merupakan faktor penting dalam proses terjadinya kanker.
Makanan yang tinggi lemak, kurang bergerak, usia atau penuaan, riwayat
polip usus besar dalam keluarga, riwayat kanker dalam keluarga,
kegemukan, dan merokok merupakan faktor-faktor risiko kanker usus besar.

Untuk mencegah terjadinya kanker jenis itu, beberapa faktor risiko
penyakit itu perlu dihindari terutama kebiasaan mengonsumsi makanan yang
tinggi lemak, terutama hewani. ”Kanker usus besar bisa dicegah dengan
menjalani kehidupan yang bersifat antikanker berupa penghindaran dari
zat-zat karsinogenik,” kata Aru.

Skrining dan deteksi dini kanker usus besar juga perlu dilakukan
terutama pada mereka yang berisiko tinggi dan memiliki riwayat gangguan
pencernaan.

Bila dapat ditemukan sedini mungkin, terapi dapat dilakukan sebaik
mungkin dan harapan hidup lebih besar. Karena kanker jenis ini banyak
terjadi pada usia muda di bawah 40 tahun, sebaiknya pemeriksaan mulai
dilakukan ketika usia 30 tahun.

”Penanganan kanker usus besar dilakukan lewat pembedahan, kemoterapi,
dan radiasi,” ujar Fajar menambahkan.

Salah satu upaya pembedahan adalah dengan Ostomy, yaitu perlubangan
permanen atau sementara pada dinding abdomen pada saat prosedur
pembedahan untuk mengarahkan pembuangan air besar dan air seni. (EVY)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s