Si Kecil Terlambat Bicara


sumber : http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/06/03/17455052/Si.Kecil.Terlambat.Bicara

*KOMPAS.com* – Seorang ibu mengeluhkan buah hatinya yang berumur 20
bulan. Sejak bayi perkembangan Si Kecil normal. Orangtua, keluarga,
termasuk pengasuhnya, banyak mengajaknya berbicara. Si Kecil mengerti
semua intruksi yang diberikan, namun kemampuan bicaranya sebatas
mengucapkan beberapa patah kata saja. Apakah ini berarti ia terlambat
berbicara?

Berdasarkan penelitian di negara Barat, ada norma yang berlaku umum,
yaitu antara usia 16–24 bulan anak-anak menguasai sekitar 50 kata dan
terus meningkat sampai sekitar 400 kata; pada usia sekitar 2 tahun
anak-anak lebih banyak menggunakan kalimat dua kata. Di sisi lain, dari
pengalaman di lapangan, ada anak yang sudah mulai mengucapkan kata-kata
tunggal pada usia 7 bulan, mampu menyebutkan kalimat yang terdiri atas
dua kata pada usia sekitar 12 bulan; namun ada juga yang sampai usia 2
tahun baru bisa menyebutkan beberapa kata saja. Barulah beberapa bulan
setelah usia 2 tahun anak tersebut tiba-tiba bisa berbicara lancar
dengan menggunakan kalimat-kalimat.

Berarti, sekalipun ada norma umum perkembangan bahasa/bicara untuk anak,
pada kenyataannya tidak semua anak berkembang mengikuti norma tersebut.
Ada yang lebih cepat perkembangannya, ada yang sedikit lebih lambat, dan
ada yang mengalami keterlambatan perkembangan bahasa/bicara. Beberapa
faktor ikut menentukan perkembangan seorang anak, seperti faktor
genetik, tempo perkembangan, perangsangan lingkungan, dan lain-lain.

Bila buah hati Anda pada usia 20 bulan belum mampu berbicara, besar
kemungkinan tidak lama lagi dia akan berbicara lebih banyak kata dan
lambat-laun mampu bertutur dalam kalimat yang terdiri atas dua kata.
Mengapa demikian? Karena saat ini anak bisa diajak berinteraksi,
mengerti percakapan/perintah-perintah sederhana, mampu mengucapkan
beberapa kata tunggal. Sekalipun perkembangannya tidak terlalu cepat,
namun tidak berarti mengalami keterlambatan perkembangan bicara. Keadaan
yang perlu diwaspadai adalah kalau terjadi kemunduran perkembangan
bahasa, misalnya saat terjadi interaksi dengan seseorang, anak sulit
atau tidak mau memerhatikan lawan bicaranya, jumlah kata yang dia
ucapkan makin sedikit, lebih suka menyendiri di antara teman-teman yang
sedang asyik beraktivitas, padahal sebelumnya tidak menampakkan gejala
tersebut.

Yang harus Anda lakukan adalah tetap mengajaknya bercakap-cakap.
Sesekali gunakan gambar-gambar untuk memperkenalkan benda dan kegiatan
yang berlangsung di sekitarnya, atau bercerita dari buku cerita
bergambar dengan sedikit tulisan di bawahnya. Berbicaralah dalam kalimat
yang pendek, dan perlambat tempo percakapan. Berikan kesempatan pada
anak untuk mengemukakan apa yang dia inginkan, tidak memburu-buru dia
untuk cepat-cepat mengucapkan kata-kata.

Terlambatnya perkembangan bicara bisa terpengaruh akibat kehadiran adik,
tetapi bisa juga tidak, bergantung pada seberapa besar lingkungan
memperlakukan dia. Kalau dia tidak merasa terkucil akibat kehadiran
adik, tetap mendapat perhatian dari orangtua dan keluarga besar maka
tidak ada dampak yang berperan pada anak.

Narasumber: Dra. Mayke S. Tedjasaputra, MSI, /Play Therapist/ dan
Psikolog Lembaga Psikologi Terapan UI.

Iklan

3 thoughts on “Si Kecil Terlambat Bicara

  1. Dear Ichuan,

    Salam,
    Saya seorang Ibu dari anak perempuan 2th 10bln.
    Saya Ibu bekerja. Selama saya bekerja anak saya diasuh oleh pembantu.
    Saya sangat kwatir dg perkembangan bicara dan berbahasa anak saya.
    Diumur yg sekian, anak saya baru bs mengucapkan 1 kalimat dg 3kata itu pun hanya hafalan saja tdk diucapkan spontan.
    Seperti: mama Jo mau …
    Memang kosakata yg dia punya sebagian besar dlm bhs Inggris walaupun kami bukan expat.
    Ini mungkin kesalahan kami orangtuanya yg menyediakan buku2 dan tv dlm bahasa inggris walopun sehari-hari kami bicara dlm bhs indo. Hanya saja saya memang sesekali berbahasa Inggris pdnya.
    ketika saya berbicara dlm bhs Indo dia mengerti begitu juga ketika dlm bhs Inggris.
    Jumlah kosakatanya (terdiri dr 2bhs) hanya kurang lebih 50 sd 100 saja yg biasa dia ucapkan. Namun kalau ditanya dan hanya disuruh menunjuk dia bisa sampai -/+ 150 kata.
    Ketika dia disuruh melakukan sesuatu spt ambil tisu, buang sampah, taruh gelas didapur, ambil gelas atau benda lain dia bisa.
    Jadi tdk ada masalah pendengaran sepertinya.
    Mohon petunjuk mengenai hal ini. Saya juga ingin menanyakan dimana speech terapist yg bs saya kunjungi dan pd dokter siapa saya bisa konsultasi.
    Makasih

  2. mba, kenapa ga dicoba terus menerus diajak ngobrol apa aja. binatang2 disekeliling, bunga ditaman, warna keramik, lampu, semua komentari aja. pertamanya emang ga diikuti tapi lama2 akan diikuti. terus kalo saya ga ngerti beneran omongan anak cadel. jd anak saya stress saya jg stress. tp hikmahnya dia jd belajar ngomong dgn benar ga cadel krn maminya ga ngerti kalo ngomong cadel. apalagi kalo nunjuk2 doang saya pura-pura ga ngerti sampai dia sebutkan bendanya

  3. saya punya anak usia 2 tahun 5 bulan tapi sampai skarang perkembangan bahasanya sangat lambat, dia sudah mengerti apa yang diajak dan di suruh, sudah bisa pangil papa, mama, dan ibu, tapi keika menunjjukan sesuatu hanya bilang i , i, dan kadang kat a- kata yang tidak dimengerti,saya jadi berfikir apakah ini adalah apakah anak saya oerlu terapi bicara,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s