Alergi Cegah Dengan ASI Exclusive

SUMBER : asiku.wordpress.com

JIKA tidak ditangani, alergi akan menghambat proses perkembangan anak.Sebab itu,atasi sejak dini penyakit alergi yang bisa dilakukan dengan pemberian ASI Eksklusif.
Ketua Divisi Alergi-Imunologi Bagian Ilmu Kesehatan anak FKUI-RSCM, Dr Zakiudin Munasir SpA (K) menuturkan, tidak sedikit orang yang menyepelekan alergi sehingga ketika periksa ke dokter, kondisinya menjadi lebih parah. ”Alergi akan memengaruhi kualitas hidup seseorang, baik pada orang dewasa maupun anakanak,” sebut Zakiudin.

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa susu menjadi golongan makanan yang memengaruhi timbulnya alergi. Susu sapi merupakan protein asing utama bagi bayi pada bulan-bulan awal kehidupan yang dapat menimbulkan reaksi alergi pertama. Karena fungsi ususnya belum sempurna,protein susu sapi tidak bisa dipecah dengan sempurna. ”Sekitar 4,1 % alergi terjadi karena konsumsi susu,” ujarnya.

Pencegahan bisa dilakukan dengan melakukan eliminasi makanan alergen, yaitu dengan mengganti dengan makanan yang senilai untuk mencegah malanutrisi. ”Umumnya, alergi makanan akan menghilang dalam jangka waktu tertentu, dan pencegahan sejak dini bisa dilakukan dengan pemberian ASI eksklusif,” ucap dokter kelahiran Mojokerto, 14 Agustus 1953.

Sedangkan untuk mencegah anak yang lahir dari orang tua yang mengidap alergi bisa dilakukan dengan probiotik. Probiotik adalah bakteri hidup yang memiliki efek menguntungkan untuk menguatkan dan meningkatkan kesehatan flora usus. Probiotik merupakan salah satu cara yang dapat membantu mengurangi risiko alergi.

“Konsumsi probiotik pada ibu hamil dapat meningkatkan daya tahan ibu yang juga akan berpengaruh baik pada janin,” ujar dokter lulusan Universitas Indonesia ini.Selain itu,ibu hamil juga harus menghindari pencetus alergi atau alergen saat mengandung. Ibu hamil sebaiknya sadar akan pencetus alergi dan menghindarinya.

Namun, kemungkinan anak mengidap alergi masih dapat terjadi ketika anak lahir. Untuk itu, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan atau lebih diperlukan agar anak memiliki daya tahan tubuh yang baik dan mengurangi terpaparnya risiko alergi dan infeksi. ASI mengandung zat gizi lengkap yang dibutuhkan bayi termasuk hypo allergenik,DHA,dan probiotik.

Nilai lebihnya ASI mengandung kolostrum yang dapat melindungi bayi dari alergi dan infeksi. Namun, ada kondisi ketika seorang ibu tidak dapat memberikan asupan ASI maksimal.Di antaranya karena pembengkakan dan peradangan payudara hingga produksi ASI berkurang.

Untuk meningkatkan jumlah probiotik dalam ASI, ibu yang sedang menyusui bisa mengonsumsi yoghurt, tempe, miso, atau buttermilk. Dikatakan oleh ahli alergi imunologi dari Divisi Alergi Imunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam dari RSCM,Dr Iris Rengganis SpPD, KAI bahwa alergi mempunyai banyak penyebab walaupun lebih besar terjadi karena faktor genetik.

Akan tetapi mengatasi dengan mengenal tanda-tanda alergi terlebih dahulu terhadap makanan juga perlu dilakukan orang tua. ”Orang tua harus mengenali anak yang alergi terhadap makanan dengan mengenal gejala dan segera tangani dengan membawanya ke dokter,”ujarnya. (inggrid namirazswara)
Sumber : SINDO

Posisi Tepat Perlancar ASI

SUMBER : http://asiku.wordpress.com/

BANYAKmanfaat yang diberikan dari adanya program inisiasi menyusu dini (IMD).Tak hanya untuk si kecil, IMD juga bermanfaat untuk ibu.
Karena itu, posisi yang tepat saat menyusui sangat memengaruhi lancarnya ASI. “Menyusui itu, mudah tetapi terkadang sulit dilakukan.Tetapi walaupun begitu, saya akan terus memberi ASI karena saya tahu persis efek dan kandungan dari ASI,” cerita artis yang baru saja melahirkan anak keduanya,Mona Ratuliu, saat menceritakan mengapa ia melakukan IMD.

Bagi ibu,inisiasi dini bermanfaat untuk meningkatkan hubungan khusus ibu dan bayi, merangsang kontraksi otot rahim sehingga mengurangi risiko perdarahan sesudah melahirkan,memperbesar peluang ibu untuk memantapkan dan melanjutkan kegiatan menyusui selama masa bayi serta mengurangi stres ibu setelah melahirkan.

“Selain itu, inisiasi juga dapat mengurangi risiko osteoporosis, menurunkan berat badan lebih cepat, mengatur jarak kehamilan berikut secara alami serta secara alami dan membentuk ikatan emosional antara ibu dan bayi,” ucap dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Puri Indah Jakarta, Dr Jeanne Roos Tikoalu SpA.

Kehadiran buah hati di dalam rumah tangga memang menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri untuk setiap pasangan,di mana dipercaya bahwa anak menjadi salah satu acuan sebuah rumah tangga bahagia atau tidaknya. Setelah 9 bulan lamanya sang ibu mengandung, tentunya bukan berarti segala sesuatu atau tugas dari seorang ibu sudah terselesaikan, justru sebaliknya.

Bagi beberapa pasangan yang baru menikah mungkin akan sedikit mengalami kesulitan dalam merawat bayi, tentang bagaimana langkah yang baik dalam memijat bayi, memandikan bayi, ataupun menyusui.“Pelekatan adalah kunci keberhasilan pada bayi yang menyusui. Sebab itu, posisi sangat memengaruhi kelancaran ASI,” kata Jeanne.

Ia menjelaskan, semakin sering menyusui,maka produksi ASI pun akan semakin banyak.Dan dengan posisi tepat pada saat bayi menyusu,maka ASI pun akan lebih lancar keluar.Bayi menyusu bukan pada puting,tetapi pada payudara. Jika ASI tidak dikeluarkan, maka akan menimbulkan payudara menjadi penuh (refelks balik inhibitor).

Oleh sebab itu,untuk mencegah terjadinya inhibitor, maka yang perlu dilakukan selain dengan melekatkan bayi yang tepat dan dengan sering menyusui juga dengan menyusui bayi sesering mungkin selama bayi mau dan membiarkan bayi selesai menyusu dengan sendirinya.

Posisi yang tepat itu adalah bayi dekat dengan ibu sehingga dagu bayi menempel pada payudara ibu dan dada bayi menempel pada dada ibu.Posisi telinga bayi berada pada satu garis lurus dengan tangannya “Sangga tubuh bayi dan arahkan wajah bayi menghadap ke payudara ibu dengan hidung bayi berada di depan puting payudara,” ucapnya. (inggrid namirazswara)
Sumber : SINDO