SKRINING KANKER SERVIKS


source :

Angka kejadian di Indonesia tinggi dan sebagian besar ditemukan pada
stadium lanjut.

Di dunia : urutan ke 5. Di Indonesia : urutan pertama.

Di negara berkembang, sampai 471.000 kasus baru ditemukan per tahun,
lebih dari 50% ditemukan dalam stadium lanjut.

Mulai meningkat pada usia 20 tahun dan menetap sesudah umur 50 tahun.

Karsinoma in situ meningkat dengan puncak pada usia 30-34 tahun.

Displasia meningkat dengan puncak pada usia 20-29 tahun.

*Pemeriksaan penunjang pada kanker serviks *

· Tes Papanicolaou (PAP) smear : sitologi eksfoliasi serviks.

· Kolposkopi : teropong vagina / vulva / serviks

· Gineskopi : teropong monocular, ringan, pembesaran 2.5 x (lebih
sederhana dari kolposkopi)

· Inspeksi serviks : visual dengan neck eyes pada serviks (+ larutan
asam asetat 3-5%)

· Servikografi

· Konisasi : biopsy bentuk kerucut, dapat dengan pisau, kauter atau
LLETS (Large Loop Excision of the Transformation Zone).

· PAPNET : Pap Smear yang diolah untuk screening dengan komputerisasi.

· Tes HPV-DNA (Probing) : pemeriksaan tipe HPV dengan hibridasi DNA.

· Paling Ideal : Pap Smear, jika abnormal : dilanjutkan kolposkopi, biopsy.

*Program pemeriksaan / skrining yang dianjurkan untuk kanker serviks
(WHO) : *

· Skrining pada setiap wanita minimal satu kali pada usia 35-40 tahun.

· Kalau fasilitas tersedia, lakukan tiap 10 tahun pada wanita usia 35-55
tahun.

· Kalau fasilitas tersedia lebih, lakukan tiap 5 tahun pada wanita usia
35-55 tahun.

· Ideal dan optimal, lakukan tiap 3 tahun pada wanita usia 25-60 tahun.

*American College of Obstetrician and Gynecologist (ACOG), anjuran : *

· Pemeriksaan pada wanita yang “sexually active”.

· Pemeriksaan pada wanita di atas 18 tahun.

*Di negara berkembang seperti **Indonesia** (dana terbatas) : *

· Pemeriksaan pada wanita 35-50 tahun.

· Pap smear minimal 1 kali

· Pada Pap abnormal, alternatif langsung terapi saja karena biopsy /
kolposkopi maha

Tes PAP: Prakanker HPV, displasia ringan / LCIL : ulang 3-6 bulan

Displasia sedang dan Displasia berat / HCIL: Terapi

* *Kanker : staging (tentukan derajat), terapi

Pemeriksaan pada kecurigaan diulang setelah 3-6 bulan, karena ada
kemungkinan untuk regresi spontan menjadi normal.

*Down-staging : alternatif lain deteksi dini kanker serviks *

Upaya untuk menemukan kanker serviks pada stadium lesi prakanker /
stadium invasive dini.

Tujuan upaya down staging :

· Mendapatkan kanker serviks pada stadium lebih awal.

· Pengobatan diharapkan berhasil lebih baik.

· Teknik : inspeksi serviks inspeculo dan pulasan asam asetat 3-5%, jika
ada daerah lesi akan berwarna bercak putih. Ada kecurigaan sedikit saja,
langsung dirujuk.

· Pelaksanaan harus terorganisasi dan integrasi.

Pemeriksaan inspeksi serviks dengan asam asetat 3-5% : IVA (inspeksi
visual asam asetat) atau IVA B (inspeksi visual asam asetat dengan
pembesaran gineskopi). Dikembangkan dari para ahli di Johns Hopkins
Universityn Baltimore, USA : Guidelines of Unaided Cervical visual
inspection.

Alat sederhana, biasa disediakan di klinik dimana-mana : speculum, swab
lidi kapas, sarung tangan, asam asetat/asam cuka 3-5%, kamera foto biasa
jika perlu, untuk mengambil gambar kalau mencurigakan. Teknik mudah,
dapat dilakukan oleh bidan, dokter umum, perawat, bahkan KO-AS !!

Pap Smear

Diperkenalkan tahun 1928 oleh Dr. George Papnicolou dan Dr. Aurel Babel
dan mulai populer tahun 1943. pemakaian spatula diperkenalkan pada tahun
1947 oleh Dr. J. Ernest Ayre.

*Prinsip Dasar Pap Smear *

· Epitel permukaan selalu akan mengelupas (eksfoliasi) dan diganti
lapisan epitel di bawahnya.

· Epitel permukaan merupakan gambaran keadaan epitel jaringan dibawahnya
juga.

Sel-sel yang berasal dari eksfoliasi serviks diambil dan diwarnai secara
khusus, sel-sel yang abnormal dapat terlihat di bawah mikroskop. Seorang
ahli sitologi dapat membedakan tingkat displasia sampai kanker dengan
pemeriksaan ini

Iklan

One thought on “SKRINING KANKER SERVIKS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s