TUBERKULOSIS


sumber : situs IDAI

Diagnosis Tuberkulosis (TB)
Diagnosis Tuberkulosis Pada Orang Dewasa. Diagnosis TB paru pada orang dewasa dapat ditegakkan dengan ditemukannya BTA pada pemeriksaan dahak secara mikroskopis. Hasil pemeriksaan dinyatakan positif apabila sedikitnya dua dari tiga SPS BTA hasilnya positif. Bila hanya 1 spesimen yang positif perlu diadakan pemeriksaan lebih lanjut yaitu foto rontgen dada atau pemeriksaan spesimen SPS diulang. Kalau hasil rontgen mendukung TB, maka penderita diidagnosis sebagai penderita TB BTA positif. Kalau hasil rontgen tidak mendukung TB, maka pemeriksaan lain, misalnya biakan. Apabila fasilitas memungkinkan, maka dapat dilakukan pemeriksaan lain, misalnya biakan. Bila tiga spesimen dahak negatif, diberikan antibiotik spektrum luas (misalnya kotrimoksasol atau Amoksisilin) selama 1 ? 2 minggu. Bila tidak ada perubahan, namun gejala klinis tetap mencurigakan TB, ulangi pemeriksaan
dahak SPS : Kalau hasil SPS positif, didiagnosis sebagai penderita TB BTA positif. Kalau hasil SPS tetap negatif, lakukan pemriksaan foto rontgen dada, untuk
mendukung diagnosis TB.
– Bila hasil rontgen mendukung TB, diagnosis sebagai penderita TB BTA
negatif rontgen positif.
– Bila hasil ropntgen tidak mendukung TB, penderita tersebut bukan TB.
====================================================

Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkolosis.

(sumber : Pedoman Nasional TB Anak 2005, UKK Pulmonologi PP IDAI)

Pengobatan PEncegahan untuk Anak “semua anak yg tinggal serumah atau kontak erat dengan penderita TBC BTA positif beresiko lebih besar untuk terinfeksi. Infeksi pada anak ini dapat berlanjut menjadi penyakit tuberkulosis sebagian menjadi penyakit yang lebih serius yg dapat menimbulkan kematian.
Pada semua anak, terutama balita yg tinggal serumah atau kontak erat dengan penderita TBC BTA POsitif perlu dilakukan pemeriksaan :
1. Bila anak mempunyai gejala2 spt TBC harus dilakukan pemeriksaan lebih
lanjut sesuai dengan alur deteksi dini TBC anak.
2. Bila anak balita tidak mempunyai gejala seperti TBC, harus diberikan
pengobatan pencegahan dengan Isoniasid(INH) dengan dosis 5 mg per kg berat
badan per hari selama 6 bulan. Bila anak tersebut belum pernah mendapat
imunisasi BCG perlu diberi BCG setelah pengobatan pencegahan INH selesai.”

Diagnosa TB
pada anak yang paling logis, menurut kelompok kerja TBC anak (IDAI, DEPKES &
WHO 2004), adalah dengan sistem skoring. Orang tua bisa melakukan sendiri kok dalam
menghitung skornya, ada 8 parameter sebagai berikut :
1. Kontak dengan penderita TB (tidak jelas = 0 poin, hanya laporan keluarga atau kontak dengan penderita yg sudah berobat = 1 poin, kontak dengan penderita TB aktif = 3 poin)
2. Uji Tuberkolin/ Tes Mantoux (negatif = 0 poin, positif = 3)
3. Berat badan anak berdasarkan KMS (dibawah garis merah atau riwayat BB turun atau tidak naik 2bln berturut-turut = 1 poin, secara klinis gizi buruk = 2
poin)
4. Demam tanpa sebab jelas (tidak ada = 0 poin, lebih dari 2 minggu = 1 poin)
5. Batuk berkepanjangan ( 3 minggu = 1 poin)
6. Pembesaran kelenjar di sekitar leher (ukuran lebih dari 1 cm, jumlah lebih dari 1 buah, tidak nyeri saat di tekan = 1 poin)
7. Pembengkakan tulang/sendi panggul, lutut (bila ada pembengkakan = 1 poin)
8. Foto rontgen (normal = 0 poin, suspect/curiga = 1 poin)
Anak dikatakan positif TB bila skor dari ke-8 parameter di atas adalah MINIMAL 6 POIN.

Gejala Umum (non spesifik) TB Anak :
– demam lama/berulang > 2minggu tanpa sebab yang jelas (singkirkan dulu
kemungkinan ISK, tifoid, malaria,dll), bisa disertai keringat di malam hari.
Umumnya demamnya tidak terlalu tinggi.
– anoreksia/nafsu makan menurun disertai gagal tumbuh, penurunan BB, atau BB
tidak naik sama sekali 2 bulan berturut-turut
– batuk lama > 3 minggu dengan menyingkirkan kemungkinan penyebab lain (kalo
batuk berulang kemungkinan asma, batuk flu juga bisa lama tergantung daya
tahan
tubuh)
– diare kronik/tidak sembuh-sembuh
(sumber : Pedoman Nasional TB Anak 2005, UKK Pulmonologi PP IDAI)

Iklan

One thought on “TUBERKULOSIS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s