Level Prolactin Pada Ibu Menyusui


penulis : Sylvia – mum to Jovan, Rena & Aleta
sumber : milist ASI for Baby

source : http://www.kellymom.com/bf/normal/prolactin-levels.html

*Normal Prolactin Levels in breastfeeding mothers
*

*Level Serum Prolaktin dalam tubuh wanita:**
(dalam bentuk tabel)**
*

– Tidak hamil, tidak menyusui: < 25ng/mL
– Hamil, bersalin: 200ng/mL
– Menyusui, di awal2 pasca persalinan: 100 ng/mL
– Menyusui, 3 bulan pertama pasca persalinan: 100 ng/mL
– Menyusui, tidak mengalami haid dalam jangka waktu 6 bulan pasca
persalinan: 110 ng/mL
– Menyusui, mengalami haid sebelum waktu 6 bulan pasca persalinan: 70
ng/mL
– Menyusui, 6 bulan pertama pasca persalinan: 50ng/mL

Catatan:

– Level plasma prolaktin mencapai puncaknya sesaat setelah
persalinan,
kemudian berfluktuasi tergantung dari frekuensi, intensitas dan
lamanya
stimulasi puting

– Konsentrasi prolaktin dalam darah mencapai 2 kali lipat
sebagai
respons dari hisapan bayi dan memuncak kurang lebih 45 menit setiap
kali
dimulainya aktivitas menyusui.

– Selama minggu pertama setelah persalinan, level prolaktin pada wanita menyusui turun hingga 50%. Jika tidak menyusui, level prolaktin umumnya mencapai kondisi seperti wanita yang tidak hamil sejak hari ke tujuh pasca persalinan

– Level prolaktin mengikuti ‘ritme circadian (tipe ritme
biologis): level pada saat malam hari (waktu tidur) lebih tinggi dibandingkan siang hari.

– Level prolaktin akan menurun secara lambat setelah aktivitas
menyusui, tetapi akan tetap dapat ditingkatkan sepanjang ibu menyusui, bahkan saat ia menyusui bertahun2 lamanya.

– Level prolaktin ‘meningkat melalui hisapan’, semakin sering
memberi ASI, makin tinggi level serum prolaktin. Lebih dari 8x aktivitas menyusui dalam periode 24 jam mencegah turunnya konsentrasi prolaktin sebelum aktivitas menyusui selanjutnya.

Kalau lihat data di atas:

Kelihatannya level normal hormon prolaktin tertinggi yaitu pada masa kehamilan/persalinan juga saat menyusui di mana ibu belum kembali dapat haid selama 6 bulan pertama. Malahan dibilang kalau level hormon ini mencapai puncaknya saat baru saja bersalin.
Asumsi saya, ini mungkin bisa ‘mematahkan’ anggapan bahwa justru setelah bersalin, ASI tidak bisa keluar. Seharusnya, dengan level hormon setinggi itu, ditambah stimulasi (massage) yang tepat dan psikis yang OK, produksi ASI sedang bagus banget di masa2 itu. Ini juga yang mendukung pentingnya IMD alias menyusui baby di 1 jam pertama hidupnya mengingat level hormon ini yang tinggi pada ibu yang baru saja bersalin.

Minggu pertama pasca bersalin, level prolaktin mencapai titik cukup rendah (50 ng/mL) dan kalau ibu tidak termotivasi untuk berupaya menyusui – level hormon ini terus menurun hingga sama dengan ibu yang tidak hamil dan tidak menyusui. Mungkin ini juga yang harus jadi catatan buat ibu menyusui untuk
tetap ‘fight it out’ dalam 1 minggu pertama belajar menyusui –
produksi ASI mungkin ‘kelihatan menurun’ tapi jangan sampai menyerah dan menggantinya dengan sufor.

Berdasarkan pengalaman menyusui ke-3 anak saya, ternyata saya selalu kembali dapat haid waktu mereka usia 3 – 3.5 bulan (walaupun saya menyusui eksklusif). Dari info di atas, itu berarti level prolaktin dalam tubuh saya tidak terlalu tinggi (sekitar 70 ng/mL – hampir setengah lebih dari level prolaktin ibu menyusui yang belum juga dapat haid sampai babynya umur
6 bulanan). Belum lagi ngalamin kondisi: tiap hari 1-2 haid, produksi ASI agak menurun.

Untuk ‘kejar stok ASI’ , saya coba antisipasi dengan 2 pendekatan: untuk dapatkan level prolaktin yang tinggi – saya sempatkan waktu untuk perah ASI di waktu malam (yang menurut info, level prolaktinnya lebih tinggi). Di kesempatan lain, selalu usahakan anak2 menyusui hingga ‘kosong’ payudara
(yang biasanya juga terjadi di malam hari – sehabis saya pulang
kerja).

Hasilnya: jumlah ASI perah saya memang tidak berlimpah-ruah, tapi cukup signifikan meningkatnya dan selalu mencukupi kebutuhan baby saya. Kalau sudah mau ‘mentok’ dengan stok ASI perah, mulai deh ‘utak-atik’ formula/tabel di atas, buat analisa sendiri supaya bisa capai kondisi yang optimal untuk supply ASI perah saya. So far, cukup menyenangkan hasilnya πŸ™‚

Kebiasaan menyusui hingga payudara terasa ‘kosong’ buat payudara otomatis terisi kembali. Stimulasi karena hisapan baby juga buat produksi ASI lebih banyak karena level prolaktin mencapai 2 kali lipat dan terus meningkat di masa2 payudara hampir kosong.

ASI yang ‘dihisap habis’ baby dengan sukses dalam 1x kegiatan laktasi, berarti juga dia selain ‘kenyang’ dengan foremilk, juga sudah dapat hindmilk ASI yang kaya lemak (note: hindmilk ini baru ke luar di tahap akhir menyusui). Alhasil, baby selalu ‘kenyang’, BAB/BAK nya bagus, berpengaruh baik juga ke pola tidur dan habitnya sehari-hari.

Level normal hormon prolaktin bisa terus meningkat seiring dengan stimulasi puting payudara — ini mungkin menjelaskan kenapa ibu menyusui harus rajin massage payudaranya.
Stimulasi ini juga erat kaitannya dengan paham ‘supply and demand’.
Makin sering baby menyusui (dalam info di atas disebutkan dengan frekuensi 8x sehari), makin sering puting distimulasi, level prolaktin tinggi bisa dipertahankan – produksi ASI terus ada. Itu juga yang buat saya selalu ‘nempel’ dengan baby saya setiap kali weekend dan sebelum/setelah kegiatan kantor, saya selalu berusaha stand-by tiap kali baby saya mau ASI (sampai di rumah ada julukan ‘koala’ karena ‘nempel’ terus dalam gendongan mamanya :)).

Anyway, bersyukur sekali karena sudah diberi kesempatan untuk
memenuhi ‘hak prerogatif’ anak2 saya dengan ASI. Untuk Aleta, sekarang tinggal ‘ngubek2’ arsip lagi untuk masalah menu MPASI
– nya πŸ™‚

To all breastfeeding moms and part/full-time working breastfeeding moms, tetap semangat beri ASI eksklusif untuk babynya ya. Trust me … it’s really well-worthed! πŸ™‚

ASI is the best!
(read: if the best is possible, good is not enough :))
Sylvia – mum to Jovan, Rena & Aleta

Iklan

3 thoughts on “Level Prolactin Pada Ibu Menyusui

  1. Mengenai keluhan banyak new mommies bahwa asi tidak keluar setelah melahirkan, saya curiga penyebabnya karena saluran asi-nya belum lancar/masih tersumbat..

    Sekitar 2-3 minggu sebelum melahirkan, saya diberitahu instruktur senam hamil saya untuk rajin membersihkan daerah aerola dan puting payudara dengan cutton buds dan baby oil, dengan tujuan agar nanti asi dapat keluar dengan lancar.

    Dan hasilnya sebelum melahirkan pun kolostrum (cairan bening) bisa keluar dari puting (terutama pada saat dibersihkan).. Kemudian pada saat pertama kali menyusui, kolostrum keluar dengan lancar, sama sekali tidak ada hambatan, seperti bayi saya sudah kesekian kalinya saja menyusui, padahal baru perdana..

    Tapi saya tidak tau juga siy, secara statistik apa benar mommies yang puting payudaranya dibersihkan tidak akan mengalami kesulitan ketika menyusui perdana.. Kalau pengalaman saya sih begitu…

    -lia-
    odra’s mom, 11,5 month
    adralia@gmail.com

  2. kayaknya ada kemungkinan itu mba lia, soale aku jg ga pernah punya masalah menyusui karna rajin bersihin puting dari hamil. malah ga pake cutton but susah aku cuci tangan dan pake kuku aku bersihin baru abis itu aku bilang pake air hangat. emang banyak sumbatan2 di puting yang aku temui tertutup daki atau asi soale putih2 gitu. mertuaku yang cerewet selalu menyuruh bersihin putingnya,. ternyata ada manfaatnya. thanks to mommy mertua

  3. Mohon tanggapannya:
    Apakah ada kemungkinan ASI tdk mencukupi kebutuhan bayi?
    Karena klo saya lihat ada ibu yg dianugrahi ASI yg berlimpah dan ada jg yang biasa aja.

    Saya termasuk yg biasa aja, malah saya merasa ASI saya kurang.
    Anak saya mimi dan ngisap ASI sekitar 30mnt, tetapi blm sampai 2jam sudah nangis minta mimi (indikasinya klo saya kasih tgn ke dkt bibirnya dikejar)

    Mohon sekali sarannya apakah ini pertanda ASI saya sedikit?
    Saya ingin sekali bisa berhasil kasih ASIXm
    Terimakasih sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s