Waspadai Rubela Kongenital


sumber : http://versipdf.jawapos.co.id/index.php?detail=mt_det&file_det=003600241260

Muncul Lagi setelah 10 Tahun Menghilang

SURABAYA – Sindrom rubela kongenital, penyakit yang sudah lebih dari sepuluh tahun terakhir jarang ditemui, belakangan muncul kembali. Penyebabnya,ditengarai banyak ibu yang tidak mau memberi anaknya vaksin infeksi campak dan gondongan atau MMR (mumps, measles, rubella).

Dokter Connie Untario SpA dari Rumah Sakit Mitra Keluarga, misalnya,
menemukan tiga kasus penderita sindrom rubela dalam tiga tahun terakhir.
Padahal, dia terakhir menemui sindrom penyakit yang biasa menyerang
anak-anak itu pada 1990-an saat masih kuliah di FK Unair. ”Saya heran, kok sekarang muncul lagi ya. Ada apa?” ujarnya.

Dia menjelaskan, sebetulnya infeksi rubela pada anak-anak merupakan penyakit ringan. Gejala yang tampak dari luar adalah munculnya bercak-bercak merah yang tidak permanen dan tidak tahan lama. Tapi, penyakit itu menjadi bermasalah jika menyerang ibu hamil. Terutama saat awal kehamilan. Bila tak segera ditangani, bayi bisa meninggal atau mengalami kecacatan saat lahir.

Efek lain, otak si anak bisa sangat kecil (mikrosevali). Lalu, timbul
katarak kongenital (lahir sudah katarak) dan jantung bocor. Menurut Connie, penyebab utama munculnya lagi sindrom itu adalah orang tua takut memberikan vaksin MMR kepada anak-anaknya. Padahal, vaksin tersebut terbukti ampuh membendung virus rubela.

Ketakutan tersebut, kata Connie, merupakan ekses sebuah kasus yang
menyiarkan bahwa MMR mengandung zat berbahaya (merkuri) yang bisa
menyebabkan anak menjadi autis. ”Padahal, kasus itu hanya menimpa satu orang, tapi gembar-gembornya sangat keras,” katanya tanpa menyebut rinci kapan kasus itu muncul.

Menurut dia, MMR sangat penting diberikan kepada anak-anak. Sebab, sejatinya vaksin tersebut merupakan kombinasi pencegahan terhadap virus rubela,campak, serta gondongan sekaligus. Jika pemberian pada ibu hamil tepat, potensi penularan sindrom rubela terhadap janin tidak akan terjadi. Jika diberikan kepada balita, penyakit campak juga akan terbendung.

Bahaya campak, kata Connie, bisa menyebabkan anak terkena infeksi pada telinga, peradangan paru-paru, hingga mengalami kematian. Anak juga bisa terkena gondong. Penyakit jenis itu akan membuat kelenjar patoris pada anak membesar. Yang paling gampang dilihat, anak akan mengalami demam dan sakit kepala hebat.

Menurut dia, vaksin MMR bisa diberikan kepada anak yang sistem kekebalan tubuhnya sudah berkembang. ”Ya antara usia 12-18 bulan lah,” katanya.
(nur/ari)

Iklan

One thought on “Waspadai Rubela Kongenital

  1. “Tapi, penyakit itu menjadi bermasalah jika menyerang ibu hamil. Terutama saat awal kehamilan. Bila tak segera ditangani, bayi bisa meninggal atau mengalami kecacatan saat lahir.”

    kalau memang seorang ibu tengah hamil, bukannya berbahaya kalau dia divaksinasi?

    “Jika pemberian pada ibu hamil tepat, potensi penularan sindrom rubela terhadap janin tidak akan terjadi.”

    dari mana kita tahu kalau pemberian yg Anda maksud itu tepat atau tidak, berhubung:

    1.’pemberian’ apa yg Anda maksud?
    2.dr yg menangani saya tak berani memvaksinasi karena didalam imunisasi yg akan diberikan adalah virus itu sendiri dan disarankan bahwa saya tetap menjalani kehamilan ini apa adanya dan menghindari kontak dengan anak2 tetangga atau sekitar
    3.kalau kasusnya seperti saya, belum pernah diimunisasi rubela tapi sudah hamil duluan, apakah masih ada jalan keluarnya? terus terang isu ini membuat saya benar2 khawatir soal perkembangan si janin, apalagi begitu tahu kalau gejala virus ini jarang diketahui sehingga mungkin saja ditularkan dari satu orang ke orang lain tanpa sepengetahuan orangnya sendiri…

    sekali lagi, saya benar2 merasa khawatir akan isu ini. saya akan sangat menghargai jawaban dari anda secepatnya.

    salam hangat
    yuri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s