Kejang Demam (Febris Konvulsi)


sumber : http://kedokteran.ums.ac.id/

Saat duduk di depan lobi sebuah rumah sakit negeri di Denpasar, saya melihat
seorang bapak dengan tergopoh gopoh menggendong anaknya menuju ke ruang UGD.
Penasaran, saya beranikan diri menanyakan ke bapak itu apa yang terjadi
dengan anaknya, dengan suara yang masih terengah engah bapak itu
menceritakan bahwa anaknya terkena *step*.

*Step* atau Kejang Demam masih sangat umum terjadi pada anak anak. Menurut
IDAI, kejadian kejang demam pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun hampir 2 –
5%. Kejang merupakan hal yang menakutkan tetapi biasanya tidak membahayakan.
Orang tua akan panik begitu mendapatkan anaknya menderita kejang demam.

Apa yang dimaksud dengan Kejang Demam?, Kejang demam merupakan kejang yang
terjadi pada saat seorang bayi atau anak mengalami demam tanpa infeksi
sistem saraf pusat. Kejang demam biasanya terjadi pada awal demam. Anak akan
terlihat aneh untuk beberapa saat, kemudian kaku, kelojotan dan memutar
matanya. Anak tidak responsif untuk beberapa waktu, napas akan terganggu,
dan kulit akan tampak lebih gelap dari biasanya. Setelah kejang, anak akan

segera normal kembali. Kejang biasanya berakhir kurang dari 1 menit, tetapi
walaupun jarang dapat terjadi selama lebih dari 15 menit.

Secara umum, Kejang Demam dapat dibagi dalam dua jenis yaitu :
– *Simple febrile seizures* (Kejang Demam Sederhana) : kejang menyeluruh
yang berlangsung 15 menit, dan atau berulang dalam waktu singkat (selama demam
berlangsung).

Lalu apa yang membedakan kejang demam ini dengan epilepsi? Walaupun
gejalanya sama yaitu kejang dan berulang, namun pada anak yang menderita
epilepsi, episode kejang tidak disertai dengan demam.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kejang demam berulang
antara lain:
– Usia 15 menit) sangat berbahaya dan
dapat menimbulkan kerusakan permanen dari otak.

Melihat paparan kejadian dalam tubuh diatas, saya tarik benang merah gejala
yang bisa anda lihat saat anak mengalami Kejang Demam antara lain : anak
mengalami demam (terutama demam tinggi atau kenaikan suhu tubuh yang terjadi
secara tiba-tiba), kejang tonik-klonik atau grand mal, pingsan yang
berlangsung selama 30 detik-5 menit (hampir selalu terjadi pada anak-anak
yang mengalami kejang demam).

Postur tonik (kontraksi dan kekakuan otot menyeluruh yang biasanya
berlangsung selama 10-20 detik), gerakan klonik (kontraksi dan relaksasi
otot yang kuat dan berirama, biasanya berlangsung selama 1-2 menit), lidah
atau pipinya tergigit, gigi atau rahangnya terkatup rapat, inkontinensia
(mengeluarkan air kemih atau tinja diluar kesadarannya), gangguan
pernafasan, apneu (henti nafas), dan kulitnya kebiruan.

Saat anak mengalami Kejang Demam, hal hal penting yang harus kita lakukan
antara lain :

– Jika anak anda mengalami kejang demam, cepat bertindak untuk mencegah
luka.
– Letakkan anak anda di lantai atau tempat tidur dan jauhkan dari benda yang
keras atau tajam
– Palingkan kepala ke salah satu sisi sehingga saliva (ludah) atau muntah
dapat mengalir keluar dari mulut
– Jangan menaruh apapun di mulut pasien. Anak anda tidak akan menelan
lidahnya sendiri.
– Hubungi dokter anak anda

Akhirnya timbul pertanyaan bagaimana cara mencegah agar anak tidak mengalami
Kejang Demam, seperti yang saya tulis diatas kejang bisa terjadi jika suhu
tubuh naik atau turun dengan cepat. Pada sebagian besar kasus, kejang
terjadi tanpa terduga atau tidak dapat dicegah. Dulu digunakan obat anti
kejang sebagai tindakan pencegahan pada anak-anak yang sering mengalami
kejang demam, tetapi hal ini sekarang sudah jarang dilakukan.

Pada anak-anak yang cenderung mengalami kejang demam, pada saat mereka
menderita demam bisa diberikan diazepam (baik yang melalui mulut maupun
melalui rektal).

Dengan penanggulangan yang tepat dan cepat, perjalanan penyakitnya baik dan
tidak menimbulkan kematian.

Iklan

One thought on “Kejang Demam (Febris Konvulsi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s