Deteksi Dini Penyakit dan Kelainan Gigi pada Anak-anak


sumber : Majalah Anakku ed. 3 thn II

oleh : drg. Pradnya Paramita, MARS
Anak-anak yang datang berkunjung ke dokter gigi biasanya giginya sudah
mengalami kerusakan yang amat parah, sering bengkak, gigi lubang yang sangt
besar sekali bahkan anak yang sudah ada yang ompong giginya. Untuk
mengetahui lebih lanjut berikut akan diuraikan bagaimana terjadinya proses
kerusakan gigi dan juga apa saja kelainan gigi yang terdapat pada anak-anak
pada umumnya.

Penyakit dan kelainan gigi pada anak merupakan salah satu sumber gangguan
dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Orang bijak akan mengatakan
anak adalah suatu anugerah.

Sehingga apabila kita ingin memperhatikan kesehatannya tentunya mau tidak
mau sebagai orang tua kita harus memperhatikan sekali keadaan yang diderita
si anak. Banyak sekali terjadi salah pengertian bahwa penyakit sering
diabaikan oleh orang tua karena beranggapan bahwa nantinya akan digantikan
oleh gigi tetap.

Proses terjadinya lubang gigi

Proses terjadinya lubang gigi dipengaruhi oleh 4 faktor penyebab utama yang

terjadi dalam waktu bersamaan. Faktor tersebut adalah :

Kuman yang ada di dalam gigi. Kuman ini sebenarnya secara normal ada dan
diperlukan di rongga mulut, tetapi apabila terdapat sisa makanan yang
melekat terus di gigi dapat menjadi penyebab terjadinya lubang gigi.

Sisa makanan terutama karbohidrat seperti gula, roti atau makanan lemak
lainnya yang lengket pada gigi. Sisa makanan yang melekat terus pada gigi
dapat diubah oleh kuman menjadi asam yang melarutkan email gigi sehingga
terjadi lubang gigi.

Gigi dengan bentuk anatomi yang berlekuk kadang-kadang sulit untuk
dibersihkan secara sempurna dapat mempercepat proses lubang gigi.

Waktu, dari ketiga faktor diatas tentunya membutuhkan waktu dalam
berproses.

Derajat keparahan lubang gigi

Lubang pada email

Biasanya tidak menimbulkan rasa sakit tetapi bila terkena makanan atau
minuman yang dingin ras ngilu bisa terasa tetapi belum sangat nyeri. Bila
sudah mengalami rasa ngilu sebaiknya periksakan ke dokter gigi dengan
sekali
datang ke dokter gigi biasanya lubang dapat sekaligus ditambal.

Lubang sampai dentin

Biasanya lubang gigi sudah membesar dan bila ada sisa makanan tertinggal
rasa sakit akan bertambah. Bila sisa makanan diangkat akan berkurang rasa
sakitnya. Untuk lubang semacam ini bila berkunjung ke dokter gigi akan
dilakukan kurang lebih dua kali kunjungan ke dokter gigi.

Lubang sampai syaraf gigi

Biasanya gigi sakit terus menerus mengalami rasa sakit dengan secara
tiba-tiba atau dengan sendirinya pada waktu tidur dantidak hilang dengan
obat-obatan yang diminum. Biasanya dokter gigi aka melakukan tindakan
perawatan syaraf sehingga gigi dapat dirawat paling tidak 5 – 6 kali
kunjungan. Dan bila terjadi kerusakan pada mahkota gigi tentunya diperlukan
lagi 3 kali kunjungan dengan biaya yang lebih besar lagi untuk memperbaiki
mahkota giginya.

Lubang gigi akibat menyusu botol

Pemberian susu botol lebih dari usia 12 bulan akan menunjukkan keadaan
resiko terkena lubang gigi secara drastis. Mengapa demikian, karena bisa
terlihat adanya empat faktor penyebab lubang gigi tersebut yang akan
mempercepat proses tadi.

Pencegahannya adalah :

Anak tidak boleh dibiarkan tidur dengan botol yang berisi air selain air
putih.

Anak dibiasakan minum susu di gelas pada saat ulang tahunnya yang pertama.

Jangan dibiarkan menggunakan botol susu lepaskan maksimal pada usia 14
bulan.

Jus buah-buahan hanya boleh diberikan didalam gelas.

Oral higiene harus diperhatikan pada saat gigi pertama tumbuh.

Pada saat gigi tumbuh usia 6 bulan saatnya yang terbaik dibawa berkunjung
ke
dokter gigi.

Penyakit Gusi

Penyakit gusi biasanya di sebabkan oleh infeksi bakteri. Pada awalnya
sering
disebutgingivitis dan pada keadaan ini masih dapat diperbaiki dengan baik.
Tetapi bila terjadi pendarahan yang terus menerus biasanya gigi akan
menonjol dan akhirnya dapat tanggal dengan sendirinya.

Tanda-tanda dari penyakit gusi :

Rasa yang tidak enak pada gigi disertai bau mulut.

Gusi yang memerah dan terlihat lunak sehingga mudah terjadi pendarahan.

Kehilangan gigi bahkan gigi akan menjadi nyeri dan sensitif dan terasa
sakit
pada waktu mengunyah.

Terjadinya penimbunan karang gigi yang berwarna coklat, dan mengeras pada
permukaan gigi.

Pencegahan

Dokter gigi akan menganjurkan untuk memeriksakan kesehatan gigi secara
teratur, melakukan pembersihan gigi secara baik sesuai dengan oral hygiene
setiap nutrisi yang seimbang hindari merokok dan mengunyah tembakau bagi
orang dewasa. Untuk anak-anak diusahakan untuk menggosok gigi dengan
teratur.

Teething (Pertumbuhan Gigi Anak)

Bagaimana mendeteksi pertumbuhan anak pada usia muda? Mudah sekali hanya
memijat bagian gusi dengan tangan kita, ke pertengahan gusi. Bila gigi itu
ternyata tumbuh, anda akan merasa jari anda meraba bagian yang tajam atau
tangan anda akan terkena ujung dari mahkota gigi tersebut.

Ada anak pertumbuhan giginya tanpa gejala, tetapi ada juga dengan gejala
iritasi kemudian keluarnya lendir di mulut, dan kadang-kadang terjadi
diare.

Pertumbuhan gigi akan tumbuh pada usia 4 atau 6 bulan, tetapi kadang-kadang
akan tertunda hingga usia 9 atau 10 bulan. Bila pada usia tersebut masih
belum tumbuh juga perlu dilakukan evaluasi dan pergi ke dokter gigi.

Biasanya gigi yang tumbuh pada gigi seri depan bawah, kemudian dilanjutkan
gigi seri depan atas, kemudian disusul dngan gigi-gigi sampingnya.

Biasanya bila gigi geraham timbul akan terjadi sedikit pembengkakan pada
gusi diatas gigi yang akan tumbuh. Kadang-kadang orang tua akan merasa
takut
karena terlihat bengkak dan berwarna merah sekali.

Bila terjadi kesakitan dan anak menjadi panas berikan obat penurun panas
yang ada dirumah atau kontak dengan dokter keluarga.

Abses

Abses adalah pembengkakan yang disertai dengan nanah. Ada 3 jenis abses
berdasarkan awal terjadinya pembengkakan.

Abses yang terjadi akibat kecelakaan atau infeksi dari permukaan gusi.

Bila infeksi terus sampai mencapai kedalaman dari sela gigi dan
mengakibatkan kantung gusi maka disini ada pengumpulan sisa-sisa makanan,
dan ini akan menyebabkan abses.

Abses dapat juga disebabkan karena kesalahan dalam menggunakan tusuk gigi
dan menggosok gigi yang terlampau keras. Bila trauma yang mengenai gusi dan
menyebabkan gusi berdarah ini akan dapat menimbulkan abses

Cara penanggulangan gusi berdarah

Bila abses seperti jerawat di ujung gusi, maka cuci gusi itu dengan air
garam hangat. Oleskan obat di daerah sekitar pembengkakan. Ini untuk
mengurangi rasa sakit. Jangan melewati batas dari pembengkakan itu sendiri
apalagi dengan menggunakan bahan steroid, ini akan menambah melebarnya
abses
tadi.

Bila ke dokter gigi gunakan I aloe vera gel,Belladona atau obat kumur
disertai kombinasinya.

Menghisap Ibu Jari

Menghisap ibu jari memang suatu kebiasaan di mana anak ingin memperoleh
suatu kenyamanan dan rasa aman. Dokter gigi akan menganjurkan :

Memberhentikan anak untuk tidak menghisap ibu jari apalagi pada periode
anak
tumbuh gigi, yaitu usia 6-7 tahun.

Orang tua harus memberikan penghargaan kepada si anak bila anak itu
berhenti
menghisap jarinya.

Bila tidak dapat menghentikan dari kebiasaan itu sebaiknya usahakan pada
malam hari diberikan kayu putih atau band aid untuk memberikan
ketidaknyamanan bagi anak untuk menghisap ibu jari. Bila hal ini tidak
dapat
dihentikan perrgilah ke dokter gigi yang akan menganjurkan pengguanaan alat
bantu untuk menghentikan anak menghisap ibu jari.

Pemberian Air Susu melalui Botol Susu

Anak-anak apabila sudah berhenti dati menetek pada ibunya,biasanya susu
akan
diberikan melalui botol susu.

Pencegahannya :

Anak tidak boleh dibiarkan minum susu di botol sambil tidur.
Sebaiknya bila anak sampai tertidur berikan cairan yang bukan susu, yaitu
air putih saja.
Anak harus diberikan dorongan untuk meminum susunya di gelas sejak dia
berumur 1 tahun.
Anak harus diberikan cairan tambahan atau air jus pada gelas sejak dia
berusia 6 bulan.

Dilakukan pencegahan dengan melakukan pembersihan gigi atau kontrol ke
dokter gigi pada saat anak sudah mulai tumbuh giginya yaitu 6-7 bulan. Pada
saat tumbuhnya gigi pertama didalam rongga mulut.

Perawatannya :

Dengan melakukan fluoridasi pada gigi tersebut.
Bila terlampau parah dilakukan pembungkusan mahkota gigi.
Menggunakan alat space retainer.

Iklan

5 thoughts on “Deteksi Dini Penyakit dan Kelainan Gigi pada Anak-anak

  1. bagaimana klo dengan pengaruh obat yang diminun oleh sang ibu terhadap bayi tersebut? bagaimana pengaruhmya terhadap gusi, enail, dan pertumbuhan? terina kasih

  2. Bu saya wanita usia 29 thn, pny anak umur 2.4 tahun. Yang ingin saya tanyakan gusi saya pada akhir2 ini sering bengkak….dan pindah2…apa solusinya/….dan apa pengaruhnya jika saya biarkan….terimakasih ( cat: padahal saya rajin gosok gigi kalo mau tidur, dan selama ini ada karang gigi yang warna coklat di kulit gigi bagian dalam ) terimakasih…

  3. Dok.. saya punya anak usia mau 4thn. anak saya mengalami sakit gigi yg lumayan parah,dikarenakan giginya berlubang .yang ingin saya tnyakan..? Apakah benar ini ada faktor dikarenakan tidak menyusui ibu karena dari bayi tdk memakai ASI.Bagaiamana cra menanggulangi agar tidak merasa sakit2an terus.selain ke dokter apa ada cra lain untk mengobatinya baik cra trdisional ataupun dari therapi , pijat. Atau mgkin trik yg lain.TERIMA KASIH dan di tunggu jawabanya

  4. @aris, maap saya bukan dokter dan tidak pengalaman dgn gigi anak sebaiknya segera konsultasikan ke dr.gigi karena gigi itu kan menyangkut saraf2 juga sebaiknya cepat ditangani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s