Yang Perlu Diingat Asma dan Kehamilan


sumber : http://www.sehatgroup.web.id

Di masa kehamilan, calon ibu mungkin merasa tak nyaman untuk mengkonsumsi obat-obatan. Namun bagi wanita hamil pengidap asma tentu saja penting bahwa gejala asma yang dideritanya dikendalikan dengan baik untuk menjaga kesehatan ibu dan anak. Asma yang tak terkendali dapat mengancam kesehatan wanita hamil dan perkembangan serta ketahanan hidup sang janin. Tujuan pengendalian dan pengobatan asma selama masa kehamilan sama saja seperti pasien lainnya – mencegah opname, kejadian gawat darurat, kehilangan waktu kerja, dan cacat kronis.
Wanita hamil, seperti layaknya penderita asma lainnya, harus menghindari pencetus asma, termasuk alergen tertentu seperti tungau rumah dan serpihan kulit binatang, dan asap rokok. Segera setelah mengetahui status kehamilan Anda, hubungilah dokter ahli alergi/imunolgi untuk mengatur cara terbaik menangani asma yang Anda derita dan obat yang akan dikonsumsi. Dokter akan meresepkan pengobatan alergi dan asma yang efektif dan sesuai

digunakan pada masa kehamilan. Ia pun akan mendampingi Anda selama masa kehamilan untuk meyakinkan pengobatan yang Anda jalani efektif tanpa efek samping.
Jika Anda sedang hamil dan mengidap asma, mungkin ada beberapa pertanyaan menyangkut gejala asma Anda dan bayi Anda. Berikut adalah beberapa pertanyaan dan jawaban umum untuk membantu Anda.
Pertanyaan Umum

Dapatkah wanita pengidap asma menjalani masa kehamilan yang sepenuhnya aman?
Studi menunjukkan bahwa asma yang dikendalikan dengan baik selama masa kehamilan tidak meningkatkan resiko komplikasi bagi ibu hamil maupun janin. Dengan pengendalian asma yang sesuai, Anda dapat memiliki bayi yang sehat. Justru ada hubungannya antara bayi dengan berat lahir rendah dan asma yang tidak terkendali. Jadi lebih menguntungkan bagi Anda dan bayi Anda jika gejala asma Anda terkendali.
Mengapa asma yang tak terkendali dapat mempengaruni janin?

Asma yang tidak terkendali mengurangi jumlah oksigen dalam darah si ibu. Karena janin memperoleh oksigen dari darah ibunya, berkurangnya oksigen dalam darah si ibu dapat menyebabkan berkurangnya oksifen di darah janin. Akibatnya perkembangan dan daya tahan si janin dapat terancam karena janin membutuhkan persediaan oksigen yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan yang normal.
Bagaimana obat-obatan untuk asma mempengaruhi janin?

Studi dan observasi pada ratusan wanita hamil pengidap asma menunjukkan bahwa kebanyakan obat asma yang dihirup sesuai untuk digunakan pasien yang sedang hamil. Resiko akibat asma yang tak terkendali tampaknya lebih besar daripada resiko akibat obat-obatan asma yang sesuai, Namun obat-obatan oral (pil) harus dihindari kecuali jika memang dibutuhkan untuk mengendalikan gejala.
Bagaimana kehamilan dapat mempengaruhi asma?

Kehamilan dapat memberi dampak pada tingkat keparahan asma. Suatu studi menunjukkan bahwa gejala asma memburuk pada 35% wanita hamil, membaik pada 28% wanita hamil, dan tetap sama pada 33% wanita hamil. Perubahan tingkat keparahan ini adalah alasan lain untuk selalu berhubungan dengan dokter ahli alergi/imunologi sehingga mereka dapat memantau kondisi Anda dan menyesuakian pengobatan atau dosis Anda jika perlu.
Pada tahapan kehamilan yang mana asma akan berubah?

Asma cenderung akan memburuk saat kehamilan di trimester kedua akhir dan ketiga awal. Namun wanita hamil dapat mengalami gejala yang lebih sedikit pada 4 minggu terakhir kehamilannya. Asma yang mengganggu pada saat melahirkan sangatlah jarang terjadi pada wanita yang asmanya cukup terkendali selama masa kehamilan.
Mengapa asma membaik pada beberapa wanita pada masa kehamilan?

Alasan yang pasti belum diketahui. Meningkatnya kadar kortison pada tubuh selama masa kehamilan bisa menjadi penyebab yang penting hal ini.
Mengapa asma justru memburuk bagi beberapa wanita selama kehamilan?

Alasan yang pasti juga belum diketahui. Karena daerah perut menjadi lebih rapat pada masa kehamilan, beberapa wanita mungkin akan mengalami refluks gastroesophageal, suatu kondisi yang menyebabkan dada panas dan gejala lainnya.Refluks ini dapat memperburuk gejala asma.Kondisi lainnya, seperti infeksi sinus, infeksi pernafasan viral, dan stres yang meningkat juga dapat memperburuk asma selama masa kehamilan.
Dapatkah saya tetap memperoleh suntikan alergi selama kehamilan?

Suntikan alergi tidak memiliki efek buruk pada kehamilan, jadi hal ini dapat dilanjutkan. Namun tetap saja dokter ahli alergi/imunologi Anda akan memantau dosis yang Anda konsumsi untuk mengurangi resiko reajsi alergi akibat suntikan ini. Reaksi ini sesungguhnya jarang, namun tetap dapat membahayakan janin. Dan pengobatan dengan suntikan alergi yang pertama kali sebaiknya tidak dimulai pada masa kehamilan.
Dapatkah wanita pengidap asma melakukan Lamaze?

Kebanyakan wanita pengidap asma dapat melakukan teknik pernafasan Lamaze tanpa kesulitan.
Dapatkah saya menyusui jika saya menderita asma?

Menyusui adalah cara yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak dan sangat dianjurkan. Transfer kebanyakan obat melalui ASI belum dievaluasi dengan pasti, namun sepertinya tidak ada bukti bahwa obat-obatan asma memberi dampak buruk pada anak yang disusui. (namun beberapa anak dapat terkena iritasi akibat teophilin yang ditransfer melalui ASI). Jika Anda juga mengalami gejala alergi saat menyusui, sebaiknya Anda juga mengendalikannya dengan baik. Sekali lagi pastikan menanyakan dokter ahli alergi/imunologi Anda mengenai pengobatan alergi dan asama yang terbaik saat menyusui.
Meskipun ini adalah pertanyaan yang umum selama kehamilan, pengobatan setiap pasien juga berbeda. Mengendalikan asma dan menghindari serangan asma selama masa kehamilan penting bagi kesehatan ibu dan janin. Sangat dianjurkan bagi wanita hamil untuk mengunjungi dokter ahli alergi/imunologi secara teratur selama masa kehamilan sehingga setiap serangan asma dapat diatasi dengan perubahan pada program pengendalian. Pastikan untuk mendiskusikan kekhawatiran Anda ke dokter untuk mendapatkan kehamilan yang tersehat – untuk kesehatan Anda dan bayi Anda.
Dokter ahli alergi/imunologi Anda dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai asma dan kehamilan.
Tips to Remember dibuat oleh Komisi Pengajaran Publik dari American Academy of Allergy, Asthma and Immunology. Brosur ini diperbaharui tahun 2003.
Isi dari brosur ini ditujukan sebagai informasi. Brosur ini bukan untuk menggantikan evaluasi dokter. Jika Anda memiliki pertanyaan atau keluhan penyakit, hubungi dokter ahli alergi/imunologi Anda.(LR)
American Academy of Allergy,
Asthma and Immunology
555 East Wells Street
Suite 1100

Iklan

One thought on “Yang Perlu Diingat Asma dan Kehamilan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s