Pria sebagai Penyebab Sulit Punya Anak


Sumber : http://www.balita-anda.indoglobal.com

INFERTILITAS adalah suatu keadaan pasangan yang sudah menikah lebih dari satu setengah tahun tanpa kontrasepsi, tidak punya anak. Angka satu setengah tahun ditetapkan, karena biasanya 85 persen pasangan dalam satu setengah tahun sudah memiliki keturunan. Ini berarti, 15 persen pasangan usia subur punya masalah ini.
Kenyataan menunjukkan, 40 persen masalah yang membuat sulit punya anak terdapat pada wanita, 40 persen pada pria, dan 30 persen pada keduanya. Jadi, tidak benar anggapan bahwa kaum wanita lebih bertanggung jawab terhadap kesulitan mendapatkan anak.
Walaupun masalah infertilitas tidak berpengaruh terhadap aktivitas fisik sehari-hari dan tidak mengancam jiwa, bagi banyak pasangan hal ini berdampak besar terhadap kehidupan berkeluarga. Sudah tentu faktor psikokultural mempengaruhi sikap pasangan terhadap masalah ini, termasuk upaya-upaya irasional untuk punya anak. Memang apa yang dilakukan penderita tidak dapat disalahkan sepenuhnya, karena ilmu kedokteran yang mutakhir sekalipun belum dapat menjawab seluruh masalah infertilitas secara memuaskan.
Pemeriksaan dokter terhadap pria penderita infertilitas dilakukan seperti layaknya pada penderita pada penyakit lain, namun disertai dengan pemeriksaan sperma. Pemerik-saan ini untuk melihat potensi pria untuk membuahi. Bila ada masalah, barulah dilakukan pemeriksaan lain yang lebih mendalam.
Penyebab
Seperti halnya penanggulangan penyakit pada umumnya, usaha pertama yang

selalu harus diusahakan adalah mencari penyebab infertilitas.
Evaluasi terhadap pria penderita infertilitas yang datang ke klinik infertilitas bagian Urologi RSUPN Cipto Mangunkusumo menunjukkan, 20-25 persen penderita tidak diketahui penyebabnya. Besar kemungkinan hal ini dipengaruhi oleh faktor genetik karena penelitian mutakhir mengarah pada adanya kelainan di kromosom.
Penyebab terbanyak infertilitas pria adalah pelebaran pembuluh darah balik/vena di sekitar buah zakar yang disebut varikokel. Pada pemeriksaan fisik, hal ini ditemukan dalam bentuk benjolan di bagian atas buah zakar yang akan bertambah besar dan nyata bila mengejan. Yang lebih sering kena adalah buah zakar kiri.
Sebagian besar varikokel tidak disertai rasa sakit walaupun ada juga yang mengeluh pegal-pegal di daerah tersebut. Varikokel ditemukan pada 40 persen penderita. Temuan ini tidak jauh berbeda dengan temuan salah satu pusat penanggulangan infertilitas terkenal di Baylor College of Medicine, Amerika Serikat, yaitu 42 persen.
Penyebab lain dari infertilitas pada pria adalah sumbatan/obstruksi pada saluran sperma. Jadi walaupun spermatozoa diproduksi dengan baik, tetap tidak dapat disalurkan. Biasanya hal ini diakibatkan oleh terjadinya infeksi maupun bawaan dari lahir karena tidak terbentuknya sebagian saluran sperma. Hal ini terjadi pada 15 persen penderita.
Pada 20 persen sisanya, infertilitas diakibatkan oleh berbagai faktor, misalnya gangguan hormon, kelainan bawaan, pengaruh obat, gangguan ereksi atau ejakulasi, radiasi, keracunan pestisida, gangguan imunologi, operasi di daerah panggul, dan lain-lain.
Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab itu, beberapa hal dapat dilakukan untuk mencegah maupun menanggulangi infertilitas.
Pencegahan infertilitas
Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:
1. Berbagai macam infeksi diketahui menyebabkan infertilitas terutama infeksi prostat, buah zakar, maupun saluran sperma. Karena itu, setiap infeksi di daerah ini haruslah ditangani secara serius.
2. Beberapa zat dapat meracuni pertumbuhan sperma. Banyak penelitian menunjukkan pengaruh buruk merokok terhadap jumlah dan kualitas sperma. Walaupun tiap penelitian berbeda dalam menentukan jumlah batang rokok yang berpengaruh, sudah cukup alasan bagi pria dengan jumlah dan kualitas sperma kurang untuk berhenti merokok.
3. Alkohol dalam jumlah banyak dihubungkan dengan rendahnya kadar hormon testosteron yang tentu akan mengganggu pertumbuhan sperma. Mariyuana juga dikenal sebagai salah satu penyebab gangguan pertumbuhan sperma, sehingga penghentian penggunaan mariyuana dan alkohol merupakan usaha preventif untuk infertilitas.
4. Cukup banyak obat-obatan yang mempengaruhi sperma. Oleh karena itu, beri tahukan selengkapnya obat yang pernah dan sedang dipakai kepada dokter yang menolong Anda.
Penanggulangan infertilitas
Penanggulangan terbaik adalah dengan menangani penyebabnya. Sayang, tidak semua penyebab diketahui dan sebaliknya cukup banyak penderita yang diketahui penyebabnya, namun tidak dapat tuntas ditanggulangi.
1. Varikokel. Tindakan yang saat ini dianggap paling tepat adalah dengan operasi berupa pengikatan pembuluh darah yang melebar (varikokel) tersebut. Sebagian besar penelitian menunjukkan manfaat tindakan ini walaupun metodologi penelitiannya belum sempurna karena tanpa pembanding. Suatu penelitian dengan pembanding menunjukkan keberhasilan tindakan pada 66 persen penderita berupa peningkatan jumlah sperma dan kehamilan, dibandingkan dengan hanya 10 persen pada kelompok yang tidak dioperasi.
2. Infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya merupakan masalah bermakna karena meliputi 20 persen penderita. Penanggulangannya berupa pemberian beberapa macam obat, yang dari pengalaman berhasil menaikkan jumlah dan kualitas sperma. Namun sebagian besar penelitian yang dilakukan dengan menggunakan pembanding, tidak menunjukkan perbaikan bermakna. Usaha menemukan penyebab di tingkat kromosom dan keberhasilan manipulasi genetik tampaknya menjadi titik harapan di masa datang.
3. Adanya penyumbatan di saluran sperma hanya dapat dipastikan dengan operasi. Bila sumbatan tidak begitu parah, dengan bantuan mikroskop dapat diusahakan koreksinya. Pada operasi yang sama, dapat juga dipastikan ada atau tidaknya produksi sperma di buah zakar.
4. Sesuai dengan kelainan yang ditemukan, maka penyebab lain bisa diatasi dengan koreksi hormonal dan penghentian obat-obatan yang diduga menyebabkan gangguan sperma.
5. Namun, usaha-usaha di atas ada kalanya belum berhasil untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma, sehingga diperlukan teknik reproduksi bantuan. Termasuk dalam hal ini adalah inseminasi bantuan dan inseminasi in-vitro (IVF/bayi tabung), yang sangat membantu mengatasi masalah infertilitas pria.
Misalnya, pria dengan jumlah sperma hanya 5-10 juta/cc (dari normal 20 juta) dapat mencoba inseminasi buatan. IVF hanya membutuhkan sperma 500.000 dengan angka kehamilan 30-35 persen.
Kemajuan yang paling menakjubkan dalam 7-8 tahun terakhir adalah IVF dengan teknik ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection) yang hanya membutuhkan beberapa spermatozoa untuk disuntikkan ke dalam sel telur ibu. Tingkat keberhasilannya hampir sama.
Penjelasan gamblang
Demikianlah gambaran sepintas masalah infertilitas pada pria. Usaha mempunyai keturunan yang sudah berlangsung berabad-abad memang akan berlangsung terus. Berbagai kemajuan telah dicapai walaupun ada satu hal yang tetap, yaitu harapan yang demikian besar dari penderita. Terkadang hal ini menyebabkan pilihan-pilihan dilakukan tanpa perhitungan matang.
Oleh karena itu, mintalah selalu kepada dokter Anda penjelasan yang gamblang tentang terapi yang ditawarkan, lengkap dengan kemungkinan keberhasilannya. Dengan cara ini Anda dapat lebih rasional melakukan segala pemeriksaan dan pengobatan, tanpa harapan yang berlebihan ataupun rasa putus asa.
Dr dr Akmal Taher SpBU, Sub-Bagian Urologi, Bagian Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s