Haruskah Selalu Operasi Caesar?

Hanya sepertiga operasi caesar yang dinilai murni karena alasan medis.
Rahayu menggeleng-gelengkan kepalanya. Karyawan perusahaan asuransi di Jakarta Selatan ini mengaku heran karena sebagian besar rekan sekantornya juga sejumlah orang yang dikenalnya melahirkan lewat bedah caesar. ”Caesar udah kayak tren ya,” katanya, pekan lalu.
Apa yang dikatakan wanita berusia 28 tahun itu tak berlebihan. Saat ini tak sulit menjumpai wanita yang perut dan rahimnya berbekas goresan pisau bedah, khususnya di perkotaan. Ada yang terpaksa menjalaninya karena keharusan medis, tak sedikit yang melakoninya karena alasan nonmedis.
Sebagaimana caesar karena alasan medis, caesar karena alasan nonmedis pun beragam. Ada yang ingin menghindari rasa sakit melahirkan, ingin ‘jalan lahir’ tak terganggu, hingga alasan sepele seperti menginginkan anaknya lahir pada hari dan tanggal tertentu. Lewat caesar, tanggal lahir memang ‘bisa diatur’.
”Pada tanggal-tanggal tertentu seperti 17 Agustus, misalnya, bisa antre orang melahirkan di rumah sakit-rumah sakit. Ini adalah sectio on demand (caesar sesuai permintaan pasien, red),” kata Dr dr Fachmi Idris MKes, ketua umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), sambil tertawa.
Selain alasan nonmedis itu, statistik operasi caesar di Indonesia juga didongkrak oleh mitos. Yaitu anggapan bahwa wanita yang pernah melahirkan lewat caesar, harus dibedah lagi untuk melahirkan anak kedua dan seterusnya. Salah satu yang memercayainya adalah Yuni (30 tahun).
Rabu (24/1) malam, di Rumah Sakit Bersalin Bunda, Jakarta Pusat, petugas customer service, Umi Kasari, menanyakan pilihan Yuni melahirkan, normal ataukah caesar. Sambil mengelus perutnya yang hamil tua, Yuni menjawab lugas, ”Karena pertama dulu caesar, kali ini juga caesar.”
Guru Besar Fakultas Kedokteran UI, Prof Dr Gulardi Wiknyosastro SpOG, mengakui melahirkan secara normal setelah operasi caesar pertama berisiko membuat rahim sobek. Tapi kemungkinannya hanya satu persen. Sedangkan tingkat keberhasilannya, menurut American College of Obstetrician and Gynecologist, mencapai 82 persen.
Hal itu antara lain dibuktikan Nadine Hamdali (32 tahun), seorang penyiar radio swasta di Makassar, Sulawesi Selatan. Lima belas bulan sejak melahirkan anak pertamanya lewat caesar, dia kembali hamil. Karena ingin melahirkan secara normal, dia memeriksakan kehamilannya kepada dokter yang berbeda.
Kali ini dokter menyatakan Nadine boleh melahirkan secara normal. Dan sama sekali tak ada kendala untuk melahirkan anak keduanya, Putri Aqilah. Melahirkan secara normal diakui Nadine butuh perjuangan dan rasa sakit. Tapi proses itu hanya sebentar. ”Sakitnya tidak lama, tiga hari sudah bisa keluar RS. Beda dengan caesar yang nyerinya sampai dua pekan.”
Kendati wanita-wanita seperti Nadine sudah mulai bermunculan, mitos soal caesar belumlah roboh. Angka caesar tetaplah melambung. Di RS-RS swasta, angka caesar bahkan mencapai separuh dari total persalinan yang ditangani. Sementara di RS pemerintah sekitar 25 persen.
Lantas, seberapa besar sesungguhnya angka caesar yang murni karena keharusan medis? Prof Gulardi memperkirakan hanya sepertiga. Dua pertiga lainnya disebutnya dengan istilah ‘kabur’. ”Yang kabur-kabur itu termasuk permintaan pasien. Tapi, memangnya kalau 50 persen ada sanksi?” sindirnya. Memang, angka total operasi caesar di Indonesia masih di bawah patokan WHO, yaitu 5-15 persen. Menurut Gulardi, dibanding total persalinan di Indonesia, angka caesar hanya lima persen. Tapi, haruskan perempuan terus merelakan perutnya diiris untuk alasan yang tak penting? ina/juw/ren/run

Iklan

Martabak Mini

Category: Appetizers & Snacks
Style: Soulfood
Special Consideration: Kids
Servings: 10-20 bj

Description:
Sudah lama banget mo bikin martabak ini, tapi gak jadi-jadi terus
Susah emang kalo udah terserang penyakit malas..

Bahan-bahannya sih udah disiapin semua di kulkas, tinggal dijadiin
Akhirnya kemaren untuk makanan buka diniatin deh bikin… dan taraaaaaa
Martabak Mini Isi Daging & Spagheti

Ingredients:
10-20 kulit lumpia kualitas bagus beli jadi

100 gr daging giling yg udah ditumis dulu
100 gr keju cheddar parut
100 gr spagheti yg udah direbus dulu, cacah-cacah
3 btr telur utuh
5 batang daun bawang iris-iris
gula garam secukupnya
merica jika suka

1 btr putih telur untuk merekatkan
5 sdm minyak goreng

Directions:
1. Campur daging giling tumis, spagheti cacahan, keju cheddar parut, telur, irisan daun bawang, merica, gula-garam, aduk rata
2. Ambil selembar atau kulitnya tipis bisa ditumpuk jd 2 lembar kulit lumpia, letakkan di piring, isi pd bagian tengah dg isian (no 1 di atas)
3. lipat bagian atasnya ke dalam, lipat lagi kiri kanannya ke dalam, kemudian bagian bawah sebelah dalam olesi dg putih telur, kemudian lipat.
4. panaskan minyak goreng di wajan teflon datar, goreng martabak yg sudah dilipat tsb dg api kecil/sedang sampe berwarna kecoklatan
5. Hidangkan martabak mini dg cabe rawit ato sambel botol

Selamat Mencoba!!

Note:
* menggoreng martabak ini tdk boleh dg minyak banyak, minyaknya sedikit aja, asal bawahnya kena minyak, kalo minyaknya kebanyakan, bisa buyar/pecah kulit martabaknya
*cara menumis daging giling : tumis bawang merah & putih, masukkan daging giling, tambahkan merica bubuk, gula, & garam secukupnya.