Memulai Menyusui

Memulai Menyusui
30 January 2007

Diterjemahkan dari: Practical Hints on Breastfeeding, Second edition revised, hal. 18-20, terbitan oleh Breastfeeding Mothers’ Support Group (Singapore) , 2001.

Sebelum Mulai Menyusui Pertamakali

Selama masa kehamilan, sebaiknya anda mendiskusikan keputusan untuk menyusui dengan dokter anda, yang berkewajiban untuk mendukung keputusan tersebut dengan membantu menciptakan kondisi yang kondusif untuk mulai menyusui. Pada saat melahirkan, dokter dan staf rumah sakit sebaiknya membantu anda dengan:

* Tidak menggunakan obat-obatan pada saat melahirkan, atau menggunakan obat-obatan hanya seminimal mungkin. Obat penghilang rasa sakit dapat mempengaruhi refleks hisap bayi.
Memberi kesempatan anda untuk menyusui sesegera mungkin setelah melahirkan, kalau perlu pada saat anda masih di ranjang melahirkan apabila melahirkan secara normal. Kenapa? Sebab refleks hisapan bayi yang paling kuat terjadi hingga setengah jam setelah melahirkan.
* Menyusui sesering dan selama yang bayi inginkan (demand feeding). Berada sekamar dengan bayi di rumah sakit (rooming-in) akan membantu mempermudah hal ini. Dengan demand feeding, ASI akan keluar lebih cepat, dan kemungkinan untuk mengalami payudara bengkak.
* Memberi bayi HANYA ASI. Bayi anda tidak perlu air tambahan atau susu formula, selama anda mengikuti prinsip demand feeding, dan selama bayi anda dalam kondisi sehat. Pemberian minuman tambahan (formula, air glukosa, dsb) hanya akan mengurangi nafsu minum si bayi, sehingga payudara anda tidak cukup terangsang untuk mengeluarkan ASI, dan bisa berakibat berkurangnya suplai ASI. Kecuali ada justifikasi medis dari dokter untuk pemberian minuman tambahan (contoh: Bayi yang beratnya kurang biasanya kadar gula darahnya rendah sehingga perlu glukosa. Atau bayi yang sangat kuning jaundice cenderung terlalu mengantuk untuk menghisap payudara sehingga perlu suplai cairan tambahan).
* Selain mengurangi nafsu minum si bayi, botol juga mengakibatkan bingung puting. Kenapa? Sebab aliran cairan di puting botol jauh lebih deras dibandingkan dengan aliran cairan di payudara, sehingga proses menghisap botol menjadi jauh lebih mudah untuk bayi dibanding menghisap payudara. Bayi yang sudah kena botol di usia yang terlalu dini bisa-bisa menolak payudara. (Catatan: Dari buku What To Expect the First Year, idealnya botol diberikan pada usia 3-5 minggu, saat bayi sudah terbiasa dengan payudara). Selain itu, pemberian empeng terlalu dini juga bisa mempengaruhi kemampuan hisap bayi. Sebaiknya patuhi tangisan bayi sebagai indikator pemberian ASI, agar suplai ASI anda tetap bertahan dengan baik.

Komunikasikanlah hal-hal di atas dengan dokter dan staf rumah sakit anda.

Step-By-Step Menyusui

Persiapan

1. Cuci tangan anda untuk menghilangkan kuman. Jika mau anda juga boleh mencuci puting anda dengan air.
2. Carilah posisi yang enak untuk duduk atau berbaring. Jika posisi duduk anda enak, anda akan menjadi rileks dan “turunnya” ASI (letdown reflex) lebih mudah terjadi. Berikut adalah posisi yang barangkali anda bisa coba:
* Duduk dengan sandaran yang enak untuk punggung, misalnya dengan banyak bantal, agar tidak sakit punggung. Dengan posisi ini, sebaiknya kaki anda berada dalam posisi yang agak tinggi, misalnya dengan menaruh dingklik sebagai alas kaki di kursi. Dengan ini, paha anda bertindak sebagai penyangga bayi dalam posisi yang tepat sehingga bayi tidak perlu menarik-narik puting anda.
* Duduk dengan banyak bantal di tempat tidur.
* Duduk di kursi goyang.
* Berbaring di sisi badan anda di tempat tidur (bukan posisi rebah), dengan tangan menyangga kepala anda, sementara bayi dalam posisi tidur menghadap anda. Posisi ini nyaman untuk menyusui di malam hari, atau untuk ibu-ibu yang menjalani operasi sesar.
3. Rilekslah. Kalau perlu lakukan pernafasan relaksasi, mendengarkan musik, membaca, dsb. Apabila anda terlalu tegang, refleks turunnya susu bisa terhalangi.

Step-by-Step Ambil Posisi Menyusui dan Perlekatan

* Kepala bayi anda diletakkan pada lekukan dalam siku tangan anda. Kemudian, seluruh badan bayi menghadap dada anda, bukan hanya kepalanya saja. (Waktu pertamakali barangkali anda akan perlu bantuan orang/suster untuk meletakkan bayi anda dalam posisi ini, tetapi lama kelamaan anda bisa melakukannya sendiri. Prinsipnya, kepala bayi harus tersokong dengan baik).
* Ambil payudara dengan tangan anda yang bebas, jempol anda memegang bagian atas payudara, dan jari lainnya memegang bagian bawah.
* Saat didekankan ke puting, bayi anda biasanya akan refleks membuka mulut dan menyambut puting anda. Tetapi apabila tidak, colek coleklah bibir bayi anda dengan puting hingga ia membuka mulutnya.
Pastikan kalau bayi anda membuka mulutnya selebar mungkin, dan letakkan bagian tengah puting anda pada bukaan mulut tersebut.
* Atau, apabila sulit masuknya puting ke mulut bayi, lakukan trik “Sandwich”, yaitu menekan puting anda dengan jempol dan telunjuk sehingga segepeng mungkin, paralel dengan alur bibir bayi, dan masukkan kedalam bukaan mulut bayi (Trik dari Ibu Doris Fok, konsultan laktasi singapura)
* Perlekatan (latch-on) yang baik adalah apabila sebagian besar aerola anda berada di dalam mulut bayi, dagu menempel ke payudara anda, dan kepalanya agak ke belakang sehingga hidungnya tidak ketutupan payudara. Sebenarnya tidak perlu menekan payudara untuk membuka jalan udara ke hidung bayi, selama posisi menyusui anda benar.
sumber : http://asi.blogsome.com/category/panduan-dasar-menyusui/

Iklan