Manfaat IMD


sumber : http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/19/10042024/luar.biasa.manfaat.inisiasi.menyusu.dini

Luar Biasa, Manfaat Inisiasi Menyusu Dini!

MESKI tertinggal belasan tahun dari negara maju, beberapa tahun terakhir
ini Indonesia gencar mempromosikan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Menurut
Dr Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC, pakar ASI sekaligus Kepala Bagian
Sentra Laktasi RS Carolus Jakarta, IMD berarti meletakkan atau
membiarkan bayi di dada ibunya segera setelah lahir, minimal satu jam,
agar bayi mencari puting ibunya dan menyusu.

Bayi yang baru lahir memang bisa menyusu sendiri, tidak perlu disusui
ibunya. Ia punya naluri kuat untuk mencari puting susu ibunya, asal
kesempatan menyusu itu diberikan segera setelah lahir. Artinya,
kesempatan ini diberikan sebelum bayi dibersihkan, ditimbang, dan
sebagainya. IMD, imbuh Utami, bisa dilakukan pada bayi yang lahir normal
maupun lewat operasi caesar asalkan kondisi tubuhnya stabil. Artinya,
bayi tidak berindikasi harus dirawat di ICU.

“Bayi dengan berat 1.600 gram pun tidak apa-apa melakukan IMD asal
kondisinya stabil,” ujar Utami dalam obrolan santai Dukungan untuk Ibu
Menyusui, yang diadakan World Vision di Mal Senayan City, Jakarta,
beberapa waktu lalu.

Setelah lahir, lanjutnya, segera keringkan tubuh bayi (kecuali kedua
tangannya), tapi jangan dibersihkan, lalu letakkan di dada ibunya untuk
melakukan IMD.

Awalnya, ketika diletakkan di dada ibunya, bayi akan diam saja.
“Waktunya bisa sampai 30 menit. Ini masa di mana bayi menenangkan diri,
memulihkan diri setelah mengalami perbedaan lingkungan. Sebelumnya ia
berada di dalam rahim, sekarang ia di dunia luar,” ujar Utami.

Setelah itu, bayi akan mencium tangannya yang masih menyisakan bau
makanannya saat ia masih di dalam rahim. Berdasarkan penciuman inilah,
bayi akan bergerak mencari puting ibunya. Setelah mengeluarkan air liur,
bayi akan merangkak naik dengan cara menekankan kakinya tepat di atas
rahim ibunya.

“Cara ini berguna untuk menghentikan perdarahan di rahim ibu,” kata
Utami. Lalu, bayi akan mulai menjilati kulit ibunya. Ketika itulah,
bakteri baik yang ada di kulit ibu akan tertelan oleh bayi dan bakteri
ini yang akan menjaga kekebalan tubuhnya. Seberapa banyak bayi menjilat
tergantung dari kebutuhan tubuh bayi akan bakteri tersebut.

Setelah lima langkah ini, umumnya bayi akan menemukan sendiri puting
ibunya. Utami menambahkan, meski bayi sudah bisa menyusu sebelum genap
satu jam di atas dada ibunya, biarkan saja ia di sana sampai waktu itu
terlampaui. Ia mengatakan, tak perlu khawatir bayi akan kedinginan
selama itu.

“Sebab, dada ibu yang baru melahirkan suhunya 2 derajat Celcius lebih
tinggi dibanding dada ibu yang tidak melahirkan. Jadi, bayi tetap
hangat. Kalau bayi merasa kepanasan, suhu dada ibu akan otomatis turun 1
derajat Celcius. Itulah keajaiban Tuhan,” imbuh Utami.

Suami bisa membantu
Bagaimana bila setelah satu jam bayi masih tetap kesulitan menemukan
puting ibunya? “Ayahnya bisa membantu mengarahkan bayi ke puting ibunya.
Tapi bukan langsung menyodorkan puting ibunya ke bayi, lho. Cukup
dipandu saja. Keberadaan ayah di situ juga bisa mengawasi bayi agar
tidak jatuh dari dada ibunya. Karena itu, keterlibatan ayah dalam IMD
juga penting.”

Bagaimana IMD bisa dilakukan pada bayi yang lahir secara caesar? Menurut
Utami, langkahnya tetap sama, yaitu langsung dikeringkan setelah lahir
dan diletakkan di dada ibunya. Sedangkan proses menjahit luka bekas
operasi tetap dilakukan seperti biasa. Kalaupun ibu perlu dipindahkan ke
ruang lain sebelum IMD selesai, biarkan bayi tetap pada posisinya, yaitu
menempel di dada ibunya.

Uniknya, IMD bisa dilakukan sambil sang ibu berbaring Sehingga tidak
perlu menunggu untuk bisa duduk atau miring lebih dulu. Bagi sang ibu
sendiri, IMD juga memiliki manfaat besar. Selain sentuhan antara kulit
bayi dan ibunya yang menimbulkan kedekatan serta perasaan hangat bagi
keduanya, ibu melahirkan yang melakukan IMD lebih jarang menemui
kesukaran dalam menyusui. Perasaan sang ibu juga lebih tenang, rileks,
dan lebih mencintai bayinya.

Sayangnya, belum semua pihak medis menyediakan layanan IMD atau bersedia
mengabulkan permintaan ibu hamil untuk melakukan hal ini. Oleh karena
itu, Utami menyarankan agar jauh hari sebelum melahirkan, bahkan sebelum
hamil, para ibu mulai hunting dokter, rumah sakit, atau bidan yang mau
melakukan IMD.

“Kalau mereka bersedia, pegang janjinya untuk tidak memisahkan Anda dan
bayi segera setelah ia lahir. Sebab, tidak dipisahkan dari bayi adalah
hak Anda. Kalau mereka tidak mau, lebih baik cari dokter atau tempat
bersalin lain yang bersedia,” saran Utami.

Ia memang giat mempromosikan IMD lantaran, menurutnya, langkah ini
memiliki manfaat besar bagi bayi sekaligus ibu melahirkan. Besarnya
manfaat bagi sang ibu dan bayi yang dilahirkan membuat IMD amat
disarankan Utami. “Ini sebetulnya kodrat bayi ketika lahir, tapi sering
kita lupakan. Padahal, ini merupakan cara refleks bayi untuk minum ASI.
Bayi hewan memang bisa mati bila kesulitan menemukan puting ibunya, tapi
bayi manusia tidak,” Utami menjelaskan.

Apalagi, IMD termasuk satu dari tiga standar emas pemberian makan pada
anak. Dua standar emas yang lain adalah pemberian ASI eksklusif sampai
usia bayi mencapai enam bulan, dan pemberian makanan tambahan yang
mendukung ASI sejak bayi berusia enam bulan sampai dua tahun, sambil
sang ibu terus memberikan ASI.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s