Q&A Obesitas Anak


sumber : http://www.sehatgroup.web.id

Obesitas

08/03/2005
Q : Anak perempuan saya yang berumur 3 tahun beratnya 22 kg. Dia tidak suka makanan selain susu dan mie, sekarang susunya saya kasih encer dengan mengurangi takaran susu meskipun airnya sama karena dia selalu nangis kalau tdk dikasih,saya kasih buah sayar tidak mau tolong dok gimana cara ngatasi obesitas pada anak saya ini. Makasih dok.
Setyowati

A : Dear SetyowatiThanks atas emailnyaWah kamu benar. anakmu menderita obesitas …Sulit menanganinya apalagi dia di usia batita dimana memang usia batita merupakan usia penuh gejolak… sering membangkang karena ingin menunjukkan independensinya.Tetapi … jangan cepat menyerah.Kedua .. semua anggota keluarga harus bekerja sama. Konsep pertama. Obesitas sama bahayanya dengan underweight alias kurang gisi… alias… sama-sama suatu keadaan yang tidak sehat.Obesitas terkait erat dengan kejadian stroke di usia lebih dini… juga kejadian tekanan darah tinggi, diabetes dan serangan jantung pada usia yang juga lebih awal. Obesitas juga menyebabkan perlemakan hati sehingga suatu saat bisa menjadi sirosis. Konsep kedua. Menangani anak obesitas, tujuannya bukan menurunkan BB melainkan menjaga agar BB tidak bertambah dalam waktu minimal 6 bulan mendatang. Konsep ketiga. Mengatasi obeesitas pada anak bukan dengan obat-obatan melainkan dengan mengubah gaya hidup. Coba pelan-pelan diatur cara makannya. Sembunyikan susunya. Setiap hari sediakan makanan sehat (tanpa santan, tanpa mentega, tanpa minyak)… sediakan makanan dari sayur dan buah-buahan.
Seluruh keluarga menyantap makanan ini sehingga ia tidak merasa hanya dia yang harus menderita . Orang tua sering cemas kalau anaknya nanti kelaparan karena tidak mau makan. Padahal, anak yang tidak cacat mentalm, pusat pengatur laparnya berfungsi dengan baik sehingga ketika ia lapar otomatris akan menyantap makanannya …
Sediakan juga cemilan sehat seperti yogurt yang low fat, buah dengan yogurt, sayuran kukus, keju slices, bubur kacang hijau tanpa santan dst dst.
Bersamaan dengan itu, berikan susu UHT saja yang low fat ya … anak normal saja di atas usia 2 tahun harus minum susu low fat Nah kabari lagi ya selanjutnya
wati

Surplus gizi

Question : Dear Dokter Wati,Saya memiliki beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan bayi laki-lakisaya.Lahir dengan BB/TB 3,4kg/51cm.Saat ini usianya 7bl 2hr.Terakhir ke dokter pada saat umur 6bl BB/TB 9,4kg/64cm.Secara grafik termasuk kelompok kelebihan gizi tingkat 1.Anaknya sangat aktif dan ekspresif.Pemberian ASI sampai saat ini masih dilakukan,walaupun saya sudah bekerja.3 bulan pertama full ASI dengan pertambahan BB @ blnnya 1,3kg.Setelah saya bekerja setiap hari ditambah susu S26 120cc sampai umur 4 bulan.Masuk bulan ke 5 saya berikan hanya jus buah.Bulan ke 6 saya mulai berikan nasi tim blender+biskuit+bubur susu instan.Pertambahan BB dalm 3 bulan terakhir @700gr-900gr.Pertanyaannya:
1. Apakah masih dianggap wajar dengan kelompok gizi lebih tingkat 1?
2.Saya memberikan susu Nutrilon selama 1 bulan ini karena takut kegemukan.Apakah sudah benar langkah yang saya ambil?
3.Mengingat saya bekerja,selain ASI pada siang hari juga ditambah susu Nutrilon 90cc, saya berikan air putih setiap habis makan.Apakah sudah benar?
4.Sepanjang 6 bulan kemarin bayi saya selalu masuk dalam kelompok kelebihan gizi.Apakah bisa berdampak pada kemungkinan obesitas?
5.Apakah bayi saya perlu ‘diet’?
Terimakasih sebelumnya atas konsultasinya.Saya agak khawatir karena kemarin baru saja bayi saya dibawa ke dokter kulit karena adanya jamur di leher (cukup luas,sepanjang leher depan dan di sela paha)yang menurut dokter kulit adalah hal yang biasa terjadi pada bayi yang memiliki lipatan-lipatan yang banyak.Ditunggu jawabannya.
-EF-

Answer 1 : Dear Efiterimakasih atas email dan pertanyaanmu
Pertanyaanmu bagus sekali … menunjukkan kekritisanmu ketika tidaksedikit orang tua yang beremangat menginginkan agar anaknya gemuk. Memang kegemukan merupakan semacam “wabah” dan seluruh dunia sangat prihatin karena obesitas terkait dengan berbagai bentuk penyakit di usia produktif tiga puluhlima an lah … misalnya, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner dan tentunya peningkatan risiko stroke
Efi .. Subhanallah .. penelitian menunjukkan bahwa bayi ASI umumnyaterlindung dari risiko obesitas. Nah … sebenarnya meski bekerja kamu bisa kok ASI eksklusif 6 bulan … Mudah-mudahan anak berikutnya nanti ya hehehe saya bantu doa …Nah kembali ke masalah anakmu
Bayi dan anak sampai usia 2 tahun tidak boleh diet. Mereka dalam fasetumbuh kembang yang pesat jadi berikan makan sesuai usia mereka. Bacalah email2 saya terdahulu soal pemberian makan pada bayi … coba browse piramida makanan (food pyramide) di AAP, Mayoclinic … nah kamu bisa lihat bahwa makan tak harus nasi tim. Kentang pure dengan susu dan tumis sayuran serta daging cincang, dst dst .. intinya … buat makanan rumah saja deh lebih fresh dan murah dan sehat. … tak usah berikan instan. Misalnya… sarapan labu kukus yang kemudian dihaluskan dan campur dengan sedikit susu. Cemilan yogurt bayi… makan siang alpukat susu atau tumis brokoli dengan keju dan wortel. … makan malam nasi atau kentang dengan ayam cincang … oh ya … jangan disaring atau blender semua jadi satu ya .. tak enak dilihat tak enak dirasa … coba saja mama papanya makan soto campur gado2 dan mie goreng campur aduk .. pasti mblenger.Terakhir, variasikan makanan anakmu setiap hari danb berikan banyak buah dan sayur ya
nah kalau susu sih semua sama … apapun mereknya. Perbanyak ASInya saja… di kantor coba peras 3 kali untuk dikonsumsi anakmu keesokan harinya Nah kalau kulitnys … sering basuh dan lap agar kering… bisa biang keringat, bisa juga semacam reaksi alergi atau iristasi kulit karena sering lembab. Bila susu formulanya berkurang dan asi nya ditingkatkan .. kulitnya juga berangsur akan membaik
Ok peluk cium untuk anakmu ya
wati

Iklan

One thought on “Q&A Obesitas Anak

  1. Anak saya kembar,usia 8 thn berat tubuhnya 56kg dan 54 kg. bagaimana cara mengatasi nafsu makannya yang tinggi dan mengurangi bbnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s