Celebral Palsy


Memahami Cerebral Palsy

Perasaan Lanneke Alexander campur aduk antara sedih, frustasi, dan putus asa saat tahu putra pertamanya, Anthony, terkena cerebral palsy. Sampai usia enam bulan, dokter masih menyatakan Anthony normal. Gejala kelainan mulai terlihat saat Anthony sering demam dan kejang-kejang. Tak seperti bayi seusianya, Anthony hanya mampu tidur terlentang dan lumpuh total, ia seperti tak punya tulang belakang.

Anthony tidak sendirian. Menurut Dr.Dwi P.Widodo, Sp.A (K), MMed, dari divisi neurologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI-RSCM, jumlah anak Indonesia yang menderita cerebral palsy mencapai seribu anak per satu juta kelahiran.

Cerebral palsy (CP) adalah gangguan kontrol terhadap fungsi motorik karena kerusakan yang terjadi pada otak yang sedang berkembang. “Bisa terjadi saat masih dalam kandungan (75 persen), saat proses kelahiran (5 persen) atau setelah dilahirkan (15 persen),” kata Dwi.

Penyebab CP sampai saat ini belum diketahui, diduga terjadi karena bayi lahir prematur sehingga bagian otak belum berkembang sempurna, bayi yang lahir tidak langsung menangis sehingga otak kekurangan oksigen, atau karena adanya cacat tulang belakang dan pendarahan di otak. “CP merupakan penyakit yang didapat, artinya pada awalnya otak normal, lalu terjadi gangguan, entah itu virus atau bakteri yang menyebabkan radang otak atau penyakit lain, ketika gangguan itu berlalu, otaknya ada yang rusak, nah terjadilah CP,” paparnya.

Empat Tipe

Secara umum CP dikelompokkan dalam empat tipe, yaitu spastic, athetoid, hypotonic, dan tipe kombinasi. Pada tipe spastic atau kaku-kaku, penderita bisa terlalu lemah atau terlalu kaku. Tipe spastic adalah tipe yang paling sering muncul, sekitar 65 persen penderita CP masuk dalam tipe ini.

Athetoid untuk tipe penderita yang tidak bisa mengontrol gerak ototnya, biasanya mereka punya gerakan atau posisi tubuh yang aneh. Kombinasi adalah campuran spastic dan athetoid.

Sedangkan hypotonic untuk anak-anak dengan otot-otot yang sangat lemah sehingga seluruh tubuh selalu terkulai. Biasanya berkembang jadi spastic atau athetoid. CP juga bisa berkombinasi dengan gangguan epilepsi, mental, belajar, penglihatan, pendengaran, maupun bicara.

Ciri-ciri

Gejala CP sudah bisa diketahui saat bayi berusia 3-6 bulan, yakni saat bayi mengalami keterlambatan perkembangan. Menurut Dwi, ciri umum dari anak CP adalah perkembangan motorik yang terlambat, refleks yang seharusnya menghilang tapi masih ada (refleks menggenggam hilang saat bayi berusia 3 bulan), bayi yang berjalan jinjit atau merangkak dengan satu kaki diseret.

“Begitu ada petunjuk keterlambatan, misalnya bayi belum bisa tengkurap atau berguling, segeralah bawa ke dokter untuk pemeriksaan,” ujarnya. Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter mendeteksi CP pada umumnya melakukan CT-Scan dan MRI untuk mengukur lingkar otak, serta melakukan tes lab untuk menelusuri apakah si ibu memiliki riwayat infeksi seperti toksoplasma atau rubella.

Terapi

Sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan CP. Namun tetap ada harapan untuk mengoptimalkan kemampuan anak CP dan membuatnya mandiri. “Berbeda dengan cedera otak yang lain, ciri khas dari CP adalah kelainannya bersifat permanen non progresif, artinya akan berubah ke arah perbaikan, meski perkembangannya lambat,” katanya.

Terapi yang diberikan pada penderita CP akan disesuaikan dengan usia anak, berat ringan penyakit, serta tergantung pada area otak mana yang rusak. “Meski ada bagian otak yang rusak, namun sel-sel yang bagus akan meng-cover sel-sel yang rusak. Untuk mengoptimalkan bagian otak yang sehat tersebut, perlu diberikan stimulasi agar otak anak berkembang baik,” katanya.

Stimulasi otak secara intensif bisa dilakukan melalui panca indera untuk merangsang perimbangan penyebaran dendrit, yang dikenal dengan istilah compensatory dendrite sprouting. Beberapa orangtua yang memiliki anak penderita CP mengaku berhasil mengoptimalkan kemampuan anaknya lewat metode glenn doman.

Metode glenn doman untuk anak dengan cedera otak berupa patterning (pola) untuk melatih gerakan kaki dan tangan, merayap, merangkak, hingga masking (menghirup oksigen), untuk melatih paru-paru agar membesar. Sejak tahun 1998, lebih dari 1700 anak cedera otak mengalami perbaikan cukup berarti setelah melakukan terapi ini.

Penulis: An

Iklan

12 thoughts on “Celebral Palsy

  1. saya mau bertanya tentang CP untuk bahan karya tulis saya untuk bulan depan. yang ingin saya tanyakan adalah .. apakah penderita CP, khususnya para pelajar, bisa meraih prestasi dibalik kemampuannya yang lemah tersebut..
    dan bagaimana terapi yang paling mudah , serta pencegahan untuk Cp tsb.. terima kasih..

  2. Anak sy skrg umur 4th, mulai terkena CP type spastic sejak umur 1th. Itu dkarenakan dia sakit panas dan dehidrasi. Skrg dia sdh ikut terapi wicara,terapi motorik dan pijat alternatif. Memang sdh banyak perkembangan yg terjadi pd anak sy.Tp kalo boleh tau apa yg dmksd dg metode Glenn Doman? dan bgmn cara yg tepat untuk mengajarkan pd anak penderita CP. Supaya kemampuan anak sy bs lbh bagus.
    Terima kacih.

  3. @mamaravi, metode glenn doman memang byk membantu anak2 CP. coba dibrowsing2 lagi tentang metode glenn doman ini. biasanya pake flash card diperlihatkan ke anak 1 detik sambil sebutkan nama gambar dan tulisannya. aku dah agak2 lupa… maap ya..

  4. bayiku umur 6 bulan, awal lahir ada masalh dengan reflek hisap sehingga dia hrs mendapat bantuan minum dari selang..umur 5,5 baru bisa tengkurep tp sampe skrg umur 6 bulan 3 hr blm bisa balik sendiri..terkadang msh suka menggengam jarinya dan melihatnya dengan serius seperti waktu usia 2-3 bulan..kadang mau kadang tidak bila diajak betatap muka dengan saya. juga klo dipanggil kadang seperti tidak mendengar..walaupun sudah teriak.tp saya pernah cek pasang alarm dan saya bunyikan dan dia kaget.artinya dia bisa mendengar..tp kadang suka cuek..kalo tengkurep suka membanting2 kepalanya kebawah..apa yang harus saya lakukan?apa saya lansung cek ST SCAN/MRI atau saya langsung ke dokter tumbuh kembang bayi? pls info ASAP

  5. anak saya dari lahir sampai umur 7bln normal.menginjak pada umur 7 bln mengalami kejang karna panas,trus mengalami gangguan fungsi motorik dan gangguan bicara,karna sampai umur 4 tahun masih menjalani terapi tapi belum menunjukkan perkembangan.saya minta tolong cara penanganan terapi wicara dan gangguan motorik yang efektif itu yang bagaimana.trims

  6. anak saya sekarang berumur 6 th.anak sy mengalami cp spastic.sejak umur 1 th sd sekarang masih terapi.alhamdulilah mulai kecil tdk pernah kejang.skrg kelas 1 SD.pelajaran dia bisa menerima ,dia pandai (dia normal dlm pelajaran),tapi tangannya dan kakinya spastic.kl menulis sgt sulit.sampai skrg belum bisa jalan.terapi apa yg cocok buat anak saya.saya pingin tahu pijat yg cocok buat anak sy.trims

  7. para orang tua yang buah hatinya mengalami CP, anda adalah orangtua yang hebat, lebih hebat daripada orang tua yang mempunyai anak yang ber IQ tinggi, Anda di Karunia oleh Allah kasih sayang yang lebih dibanding dengan orang tua yang biasa. Kasih sayang dan kesabaran anda dalam membesarkan buah hati anda adalah ladang pahala bagi anda menuju surga amiiin.

  8. katanya ibuk,,dlu saya lahir, g langsung nangis, smpai ahirnya d oven
    masuk kategori Cp g ?
    py slama nie, perkembangan saya normal2 aj
    terimaksih,,,
    mohoj segera d jawab

  9. putra saya usianya skrg 3th,cp-spastik..sdh fisioterapi+akupuntur..saya butuh info lebih jelasnya ttg gleen dolman.apakah ada tempat khusus yg bisa membantu saya untuk membimbing putra saya bisa menjadi lebih mandiri..terima kasih infonya.

  10. Anak saya sekarang umur 1,5 bln terkena CP spastik hemiplegia, kondisi sekarang udah bisa duduk sendiri, umur umur 6 bln sudah bisa tengkurap dan berbalik tangan kirinya sering dikepal dan lengannya sering kaku begitu juga dengan kaki kirinya sering kaku dan sering di pijat secara alami bukan terapi, perkembangan sekarang seperti yg saya sampaikan di awal tadi anakku sudah bisa duduk senderi sebelumnya tidak bisa duduk sendiri, tapi jika didudukan bisa, berdiri sendiri blm bisa namun jika diberdirikan kaki kirinya jinjit namun dia senag sekali jika ditatah dan langkahnya panjang-panjang, dlm bicara sampai usianya yg sekarang bisa mengucapkan mama, bilang bapak baba bilang makan mamam baru itu saja yg bisa diucapkannya, namun mengerti apa yg kita bilang. jika dibuat dalam baby walker dia udah bisa berdiri dan berjalan, nah itu lah pengalaman saya dengan anakku, bagi ibu-ibu yg senasib dengan saya minta saran terapi/pijat apa yg penting saya lakukan untuk kecerdasan motorik anak saya….?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s