Einstein Never Used Flash Cards


sumber : http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com/msg04402.html

Metode Glen Doman ini di-klaim bisa membuat anak bayi bisa membaca.
Yaitu dengan menggunakan Flash Card. Caranya kurang lebih anak & kita
berhadapan, lalu kartu flash-nya diperlihatkan satu detik dihadapannya,
tidak boleh lebih. Begitu terus sampai 10 kartu. Nanti di-cek kemajuan
si anak, ibaratnya di-test lah, bisa apa enggak kalo kita tunjukin kartu
yg pernah kita flash di hadapannya, si anak bisa menyebutkan dengan
benar nggak?

Tapi, membaca itu bukan yang seperti itu kan? Membaca itu kan bukan
seperti itu. Kecuali kalau aktifitas ini memang dilakukan untuk bermain,
bersenang2, tanpa target apa2, ya silahkan saja. Tapi ingat, bermain &
having fun, bukan bertujuan agar anak bisa ingat atau bahkan bisa
‘membaca’.

Bisa saja anak belajar membaca karena motivasi internalnya. Banyak anak
yang usia tiga tahun sudah mulai mencoba mengingat berbagai tulisan2
seperti membaca logo2. Biasanya anak2 itu di usia tiga tahunan tengah
mengalami perkembangan visual, jadi cara membacanya begitu.
Sedang kalau di sekolah diajarkannya kan phonetic, yaitu mengeja.
Membaca dengan mengeja dibutuhkan kemampuan phonetic yang diatur oleh
informasi melalui telinga, artinya disini kemampuan auditory anak harus
sudah baik. Dari bahasan neurologi, biasanya kemampuan ini berkembang
membaik di usia 5-6 tahun. Sebelum usia itu anak-anak masih membaca
melalui matanya, tetapi kemampuan auditorinya masih belum sempurna.
Memang banyak anak umur 4 tahun sudah bisa membaca, tapi secara visual.

Aktifitas membaca ini meliputi 2 proses :
1. Proses membaca teknis.
Yaitu suatu proses pemahaman hubungan antara huruf dengan bunyi atau
suara dengan mengubah symbol -symbol tertulis berupa huruf atau kata
menjadi system bunyi. Proses ini disebut sebagai pengenalan kata.
Misalnya : anak mengucapkan baik dalam hati maupun bersuara seperti kata
: “adik minum ” yang tecetak merupakan proses membaca teknis.
2. Proses memahami bacaan.
Yaitu kemampuan anak untuk menangkap makna kata yang tercetak. Pada
waktu melihat tulisan ” adik minum ” anak tahu bahwa yang minum bukan
ayah atau adik dalam tulisan itu tidak sedang makan. Penguasaan kosakata
sangat penting dalam memahami kata-kata dalam bacaan.

Mengenai Flash Card saya jadi ingin mengutipkan tentang Buku “Einstein
Never Used Flash Cards” , di bawah ini.

Intinya, biarkanlah anak2 kita berkembang sesuai dengan masanya masing2.

Einstein Never Used Flash Cards
Sebelum Anda membaca buku pintar ini, terlebih dahulu saya ingin
bertanya, bagaimana cara Anda membuat anak menjadi pintar? Menyuruhnya
belajar sepulang sekolah dengan jadwal teratur atau justru membiarkan si
anak bermain dan tak memaksanya mengulang pelajaran di sekolah? Buku
yang ditulis oleh Kathy Hirsh-Pasek, PhD, Roberta M. Golinkoff, PhD dan
Diane Eyer, PhD ini meluluhkan berbagai mitos pendidikan dan menunjukkan
mengapa membiarkan anak-anak menikmati masa kecil adalah cara yang
paling baik bagi perkembangan pemikiran mereka kelak. “Bermain bagi
seorang anak bagaikan bensin bagi sebuah mobil,” ujar Kathy-Pasek dan
Roberta Michnick Golinkoff dalam karya yang dinobatkan sebagai Buku
Psikologi Terbaik 2003.
Jangan terkaget-kaget saat membaca buku ini, karena memang penulisnya
memiliki pendapat yang kontras dengan pandangan para orang tua yang
salah kaprah. Tidak sedikit orang tua yang membatasi anak-anak bermain.
Anak-anak itu dipaksa menghapal dan dibebani berbagai pelajaran sejak
usia dini, bahkan saat dia prasekolah.
Einstein Never Used Flash Cards menentang semua praktik yang keliru itu
dengan membeberkan hasil penelitian terbaru tentang cara sejati membantu
anak-anak tumbuh dan belajar. Ternyata, anak-anak perlu dibiarkan
mengembangkan rasa ingin tahunya sendiri, bukannya dibebani berbagai
pekerjaan sekolah yang kaku, dan terkadang membosankan. Anak prasekolah
yang dibebaskan untuk menikmati masa bermain akan lebih sukses ketimbang
anak yang dipaksa menghapal dan digenjot perkembangan intelektualnya.
Buku ini lumayan komplit dan bisa menjadi panduan para orang tua dalam
mendidik anak karena berisi proses pembelajaran dari sudut pandang anak,
kiat membantu anak berkembang dalam berbagai bidang (matematika,
membaca, komunikasi verbal, sains dan keterampilan sosial), cara
menuntun anak belajar melalui berbagai permainan yang sesuai usia
sekaligus membangun inisiatif, kreativitas, rasa ingin tahu, empati dan
kepercayaan diri.
Anda juga akan mengetahui bagaimana proses bermain akan meningkatkan
kemampuan anak untuk memecahkan masalah dan memusatkan perhatian, serta
tentu saja pentingnya kecerdasan emosional bagi kesuksesan pendidikan
dan kehidupan anak.
Buku ini masuk urutan ‘wajib baca’ untuk para orang tua yang ingin
menjadikan anaknya seperti Einstein tanpa perlu terburu-buru.

Iklan

One thought on “Einstein Never Used Flash Cards

  1. Hai mba salam kenal….

    senang saya bisa baca2 artikel yg bagus diblog ini

    jujur saya emang blon pernah baca buku tsb…sejujurnya sangat2 berminat…sayang kendala tempat aja jd ga bisa memiliki

    karna mba udah baca…boleh dunk di share…bikinin reviewnya lebih lengkap gitu 😉

    cm yg jd saya bertanya2….kalo memang ajaran menghapal sedari kecil ngga diperkenankan untuk anak2…

    bisa jadi kita ngga akan pernah menemui Ulama besar imam Syafi’i yg hapal al Qur’an diusia 6 th…kalo beliau bisa hapal diusia segitu paling ngga memulai hapalannya diusia sekitar 4-5 th. Dan tentunya kita tahu bahwa imam syafi’i adalah ulama besar yg melahirkan banyak sekali buku yg saat ini menjadi rujukan diseluruh negara2 yg mayoritas islam.

    jadi gmn ya mbak baiknya?? apakah melatih anak meghapal diusia dini apakah bener2 suatu kekeliruan dlm mendidik anak??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s