Kebisaan Buruk Anak 2


Sumber : http://ibudananak.com/

Jika Si kecil punya kebiasaan buruk …( bagian 2)

Lamban

Anak anda begitu lamban dan tidak sigap saat melakukan aktivitas? Memang dibutuhkan kesabaran ekstra dalam menghadapi kebiasaan anak yang satu ini, tapi tahukah anda bahwa kebiasaan lamban adalah salah satu hal yang diturunkan. Jadi mungkin saja dahulu ayah atau ibunya juga melakukan hal yang sama. Namun tidak usah dicemaskan, dengan latihan kebiasaan ini dapat dikurangi. Mengatakan anak lamban dan marah-marah justru akan membuat si anak semakin lamban.

Beberapa hal yang dapat membantu anak untuk mengurangi kebiasaan lamban adalah sebagai berikut :

  1. memberikan penjelasan pada anak tentang apa yang harus ia jalani atau lakukan. Misalnya mengapa ia harus makan dengan cepat, mandi, dan sebagainya. Gunakanlah bahasa yang mudah ia pahami dan hindari bahasa yang penuh dengan kalimat perintah.
  2. Latihan yang teratur dan membuat jadwal yang disiplin untuk melatih si anak mengurangi kebiasaan lambannya. Memang dibutuhkan ekstra kesabaran dan lakukanlah dengan penuh kasih sayang.

Temper Tantrum

Temper tantrum adalah letupan perasaan anak yang biasanya menangis tanpa kendali, menjerit, melempar barang, membuat tubuh kaku dan sering kali berguling-giling di lantai dan tidak mau beranjak dari tempat tertentu. Tantrum biasanya terjadi pada anak yang aktif dengan energi berlimpah. Tantrum juga mudah terjadi pada anak yang dianggap ‘sulit’ dengan cirri-ciri sebagai berikut :
1. memiliki kebiasaan tidur, makan, dan buang air besar tidak teratur.
2. sulit menyukai situasi, makanan, dan orang baru.
3. lambat beradaptasi dengan perubahan.
4. moodnya (suasana hati) lebih sering negative.
5. mudah terprovokasi, gampang marah atau kesal.
6. sulit dialihkan perhatiannya.

Sikap yang biasa terjadi pada anak berusia 3-4 tahun :
· menangis
· mengigit
· memukul
· menendang
· menjerit
· memekik
· melengkungkan punggung
· melempar badan kelantai
· memukul-mukulkan badan
· memukul-mukulkan tangan
· menahan nafas
· membenturkan kepala
· melempar barang-barang
· merengek
· menghentakkan kaki
· meninju
· membanting pintu
· mengkritik
· meninju

Mengapa anak melakukan temper tantrum?

  1. Karena keingintahuan mereka yang besar dan ingin melakukan segala sesuatunya sendiri. Sayang keinginan itu biasanya lebih besar dan kemampuannya jadi membuat si anak frustasi dan mengeluarkan perasaan ini dalam bentuk amukan.
  2. Menemukan perasaan ‘keaku’an ketika keinginannya bertentangan dengan orang tuanya. Sehingga ia melakukan hal ini untuk memaksakan keinginannya agar keinginannya dituruti.
  3. perilaku yang tidak konsisten dari orang tua atau orang lain di sekitarnya, terutama dalam penanaman disiplin, akan membuat anak lebih mudah memiliki kebiasaan ini.
  4. Orang tua yang selalu memaksakan kehendak pada anak juga memicu perilaku tersebut.
  5. Anak yang memiliki keterbelakangan mental sering menunjukan gejala tersebut karena kesulitannya untuk mengutarakan keinginannya.

Apa yang harus dilakukan?

  1. Jika anak melakukan aksi temper tantrumnya, segera ajak ke tempat yang sepi, lalu peluklah dengan erat. Mungkin awalnya ia akan menolak, tapi lama kelamaan ia akan membalas pelukan itu seolah olah menyerah dan berterima kasih karena sudah diperhatikan. Ucapkan kata kata yang penih kasih sayang padanya untuk menenangkan hatinya.
  2. Tidak sekali-sekali menjanjikan sesuatu pada anak untuk mengatasi amukannya.
  3. Tidak membalas amukan anak dengan kemarahan dan pukulan. Karena hal itu akan membuat si anak merasa kalau orang tuanya tidak menyayanginya dan ia akan semakin frustasi.
  4. Hindari sewenang-wenang dalam mendidik anak.
  5. Selalu bersikap tenang dalam menghadapi anak.
  6. Memberikan penjelasan pada saat emosi marahnya telah reda.

Pamer

Si kecil suka sekali memamerkan semua barang terbaru yang ia miliki? Pamer, sebenarnya naluri setiap anak untuk menunjukan eksistensinya pada lingkungan. Tapi kalau berlebihan jelas memalukan. Pujian yang berlebihan dari orang tua juga akan menyebabkan anak memiliki prilaku yang satu ini.

Gimana mengatasinya?

  1. Arahkan naluri pamernya pada hal yang positif, misalnya jika anda membelikan si kecil pensil warna baru, katakan padanya “wah, asik..punya pensil warna baru, bisa latihan menggambar dan mewarnai”, hal ini akan membangkitkan semangat si anak untuk menjadi lebih baik dalam mengerjakan segala sesuatunya.
  2. Berikan motivasi terus menerus, selalu memberikan pengertian pada anak benda benda yang bisa dibanggakan atau tidak. Misalnya, biarkan ia memamerkan buku cerita baru yang memberikan teladan pada teman-temannya agar bisa dibaca bersama dibandingkan memamerkan mainannya.
  3. Berikan perhatian positif ketika anak melakukan kegiatan sehingga tidak menjadi anak yang haus pujian.
  4. Tumbuhkan kepedulian kepada orang lain.

Sumber :

  • Buku ‘jangan biarkan anak kita tumbuh kembang dengan kebiasaan buruk’ Rini Utami Aziz dan
  • Berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s