Kebiasaan Buruk Anak 1


Sumber : http://ibudananak.com/index.php?Itemid=9&id=337&option=com_content&task=view

Jika Si kecil punya kebiasaan buruk …( bagian 1)

Si kecil punya kebiasaan buruk? Jangan dibiarkan loh, karena kebiasaan ini akan berlanjut sampai ia dewasa kelak, tentu saja sebagai orang tua, kita tidak ingin memiliki anak dengan kepribadian yang buruk bukan? Tidak usah khawatir jika anak memiliki kebiasaan buruk, jika segera diatasi dengan cepat kebiasaan itu akan cepat hilang tanpa mengganggu penyesuaian diri anak dengan lingkungannya.

Apa saja sih yang termasuk kebiasaan buruk itu?
Gangguan kebiasaan itu biasanya berupa menghisap jari, menggigit kuku, mengompol, gagap, temper tantrum, lamban, malas, ketergantungan yang tinggi, curang dan pamer.

Kebiasaan mengompol

Usia Raka sudah memasuki 5 tahun, tapi sampai saat ini dia masih suka mengompol saat tidur, sedangkan teman teman lainnya tampaknya sudah tidak mengalaminya.
Tentu saja kebiasaan buruk Raka membuat Cyntia sebagai mama kerepotan luar biasa karena harus membersihkan bekas ompol Raka belum lagi ejekan dari teman teman Raka yang tahu kalau ia masih suka ngompol.

Kenapa sih bisa terjadi?
Mengompol dalam istilah medis disebut Enuresis. Dan ngompol itu dibagi 2 bagian yaitu :

  1. Nokturna (ngompol dimalam hari)
  2. Diurnal (ngompol yang terjadi disiang hari).

Dan kebiasaan mengompol ini lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan perempuan.

Penyebab anak-anak masih ngompol biasanya :

  1. Toilet training yang terlalu dini. Ternyata melatih si kecil toilet training teratur terlalu dini membuat anak memiliki kebiasaan mengompol di kemudian hari.
  2. Mengabaikan toilet training. Jika anak tidak dilatih untuk buang air kecil karena kurangnya perhatian orang tua akan membuat si kecil untuk pipis sembarangan alias mengompol. Dengan mengompol si anak akan mendapat perhatian orang tua walau sebentar. Perhatian yang berupa amarah atau mengurusnya sering kali dinikmati sang anak karena biasanya ia tidak diperhatikan. Coba dekati anak anda dengan berbicara baik-baik dan tidak memaksa, tapi mengingatkan si kecil untuk buang air kecil. Ingat, orang tua yang memaksa dan mengingatkan sangat berbeda dan efeknya juga akan berbeda pada psikologis anak. Bersabarlah.
  3. Gangguan emosional. Biasanya anak-anak yang mengalami gangguan emosional yang muncul di rumah atau di lingkungannya akan memicu anak untuk mengompol. Biasanya anak-anak yang mengalami ketegangan, ketakutan dan stress mengalami hal ini. Jika anak anda mengalaminya, segera cari tahu masalahnya dan tenangkan dirinya. Hindari anak untuk merasa stress.
  4. Faktor organik dalam tubuh. Factor ini berkaitan dengan organ tubuh si anak, terutama saluran kencingnya, ada anak yang saluran kemihnya gampang sekali terangsang sehingga sebentar sebentar ia bisa buang air kecil dalam jarak

waktu yang berdekatan. Kurang cepatnya si anak untuk pergi ke toilet dapat menyebabkan ia gampang sekali mengompol.

Beberapa tips supaya anak tidak sering ngompol :

    • Tidak mengabaikan toilet training.
    • Jangan menghukum atau memarahi si anak karena akan membuat si kecil merasa bersalah dan tegang, hindari keinginan untuk menghukum si kecil sejauh mungkin.
    • Mengajaknya bicara, katakan mengompol bukanlah suatu penyakit, tapi sebuah kebiasaan, jadi ia bisa terbebas dari masalah mengompol jika si kecil mau lebih berusaha.Komunikasikan hal ini dengan penuh kasih saying, sehingga anak memiliki hasrat yang kuat untuk keluar dari kebiasaan yang satu itu.
    • Mengurangi minum pada malam hari sebelum tidur. Biasakan 2 jam sebelum tidur, si kecil sudah tidak minum apa apa lagi dan biasakan untuk mengingatkan si kecil untuk buang air kecil sebelum tidur.
    • Mencari sumber stress anak. Ini sangat penting untuk membantu proses mengatasi masalah.
    • Memberikan kasih sayang dan perhatian terhadap anak sebelum tidur.
    • Latihlah anak anda jika ia termasuk anak yang sering sekali buang air kecil. Misalnya dalam 5 menit sekali ia ingin buat air kecil, coba untuk menahannya selama 2 menit dan meningkatkan jarak waktunya dengan terus memberikannya latihan. Tentusaja hal ini hanya bisa dilakukan disiang hari dan sebelum tidur.
    • Jika kebiasaan ngompol ini sulit dilakukan, konsultasikan pada dokter urology.

Menghisap Jari

Jika bayi menghisap jari sangat wajar, tapi jika terjadi usia anak diatas tiga tahun tentu sangat merisaukan orang tua.

Mengapa kebiasaan ini bisa terjadi?
Beberapa faktor penyebabnya antara lain sebagai berikut :

  1. Kurang terpenuhinya masa menghisap pada saat bayi. Biasanya anak anak yang terlalu cepat disapih membuat perkembangan masa oral yaitu menghisap pada baik kurang terpenuhi.
  2. Kurang terkontrolnya motorik anak, sehingga anak mengungkapkan perasaanya dengan cara menghisap jari dan membuatnya menjadi kebiasaan.
  3. Ketegangan emosional. Anak yang merasa takut dan tertekan sering menunjukan perilaku ini.

Akibat yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan menghisap jari ini adalah :

  1. Anak terganggu secara emosional, sehingga kurang merespon lingkunganya karena terlalu nyaman dengan menghisap jarinya sendiri.
  2. Anak cenderung melamun sambil menikmati kebiasaannya dan hal ini dapat membuat anak memiliki hambatan penyesuaian diri dengan lingkungannya.
  3. Menghisap jari akan mempengaruhi bentuk gigi dan wajah, bahkan dapat menyebabkan kesulitas saat mengunyah.

Gimana sih caranya untuk mengatasi ‘si penghisap jari’?

  1. Berikan kesempatan yang cukup untuk anak menghisap pada masa bayinya.
  2. Berikan permainan aktivitas tangan untuk anak anak diatas usia 2 tahun untuk mengalihkan perhatiannya dari menghisap jari. Misalnya seperti bermain puzzle, kreasi lazzy, playdoug, atau lego.
  3. Menciptakan perasaan aman dalam diri anak, yaitu dicintai dan dipahami sehingga ia merasa bahagia.
  4. Membantu anak mengatasi masalahnya, telusuri apa yang menyebabkan ia mengalami stress.

Ketergantungan tinggi

“Kok anakku manja sekali ya? “ pernah mengalami perasaan seperti ini, ketika si anak terlihat rapuh dan ringkih dan seolah tidak dapat mengerjakan apapun?

Kenapa sih bisa begitu?

Biasanya kebiasaan ini dikarenakan sikap kita sebagai orang tua,

  1. Memberikan bantuan yang berlebihan. Perasaan kasihan kita sebagai orang tua dapat menjerumuskan anak menjadi anak yang ketergantungan, contohnya? Seperti melayani semua kebutuhan anak tanpa boleh anak melakukannya sendiri.
  2. Sikap overprotektif orang tua,
  3. Perhatian yang berlebihan, sehingga membuat anak menjadi manja dan ketergantungan pada orang lain.
  4. Tidak pernah ada penolakan.

Bagaimana menanganinya?

  1. Sebagai orang tua harus bisa menolak permintaan anak dengan memberikan alas an yang logis sehingga anak akan belajar bahwa tidak semua keinginannya dapat terpenuhi.
  2. Memberikan kesempatan pada anak untuk melakukannya sendiri walau hasilnya tidak sesempurna jika dibantu oleh orang tua atau orang lain . berhasil melakukan sesuatu dengan usaha sendiri akan memunculkan rasa puas pada sianak.
  3. Memberikan dorongan positif pada si anak dengan apa yang dilakukannya. Berikan pujian tapi jangan berlebihan.
  4. Memberikan kesempatan pada sianak untuk menentukan pilihannya sendiri. Setelah memberikan gambaran dan saran pada anak, biarkan anak memutuskannya sendiri.

Kasih sayang secara mutlak memang harus diberikan pada anak, tapi jangan sampai membuatnya tergangtung dan membuatnya tidak memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi pribadi yang terbaik…

One thought on “Kebiasaan Buruk Anak 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s