Yoghurt


sumber : http://web.ipb.ac.id/~tpg/de/pubde_ntrtnhlth_yoghurt.php

Minum Yoghurt, Balita Lebih Sehat

Citarasanya asam segar. Penampilannya kaya variasi. Tak heran bila produk fermentasi susu ini disukai banyak orang, termasuk anak-anak.
Yoghurt adalah produk fermentasi susu yang bersifat semi-padat. Begitu populernya, sehingga penggemar produk ini tersebar di berbagai belahan dunia.

Pakai starter khusus

Yoghurt adalah produk yang masih “hidup”. Kekhasan yoghurt sebagai produk fermentasi memang berasal dari starter khusus yang dipakai, yaitu kultur bakteri asam laktat. Tanpa bakteri ini, yoghurt kurang bermanfaat bagi kesehatan.

Dalam aksinya, bakteri ini akan mengubah laktosa (gula susu) jadi asam laktat. Begitu mencapai jumlah asam laktat tertentu, susu pun menggumpal. Saat ini, penggumpalan susu banyak dilakukan dengan kombinasi 2 bakteri asam laktat, yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Bisa juga, ditambahkan dengan bakteri lainnya. Memang, kalau mau menghasilkan flavor yang unik, ya pandai-pandailah memadukannya.

Yoghurt seperti ini benar-benar tanpa tambahan perasa atau pewarna. Makanya, disebut yoghurt dasar (plain yoghurt).

Tergantung jenis susu

Memang, komposisi zat gizi yoghurt ditentukan oleh bahan baku utamanya, yaitu susu. Umumnya, yoghurt mengandung tidak kurang dari 0,8% asam laktat, 9,5% padatan susu nonlemak, dan 3,0% protein.

Selain susu utuh (whole milk), yoghurt bisa juga dibuat dari susu bubuk, susu skim, atau campuran antara suhu utuh dan susu skim. Dengan begitu, bisa didapat kadar lemak yang diinginkan. Yoghurt bebas lemak tidak boleh mengandung lemak lebih dari 0.5 g/100 g.

Nah, karena terbuat dari susu, mau tidak mau yoghurt (yang tidak ditambah gula) punya komposisi mirip dengan komposisi susu. Itu sebabnya, yoghurt juga sumber protein dan kalsium yang sangat oke. Bahkan, konsumsi yoghurt sebanyak 100 g per hari mampu memberikan sumbangan sekitar 15% dari kebutuhan kalsium dan protein per hari. Makanya, makan yoghurt secara teratur bisa membantu mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis). Juga, karena sebagian besar laktosa (gula susu) telah difermentasi, yoghurt bisa jadi alternatif makanan bagi penderita yang tidak bisa mencerna laktosa (laktosa intoleransi).

Perlu dicatat, standar internasional menentukan yoghurt yang bermutu baik harus mengandung maksimum 10 koliform per gram dan 100 kapang atau khamir per gram. Selain itu, yoghurt tidak boleh mengandung lebih dari 2,0% senyawa pembentuk tekstur (penstabil, pembentuk gel, pengental atau pengemulsi), asam sitrat, pewarna makanan dan pengawet yang diizinkan (khususnya yoghurt dengan tambahan buah, jus buah, ekstrak buah, atau selai).

Diduga bisa memperpanjang usia

Manfaat yoghurt pertama kali diungkap oleh Elie Metchnikoff , ilmuwan Rusia penerima nobel biologi/fisiologi kedokteran tahun 1908. Menurut Metchnikoff, tingginya usia hidup rata-rata warga suku-suku pegunungan di Bulgaria , yakni 87 tahun, ada hubungannya dengan kebiasaan mereka mengonsumsi yoghurt. Bakteri akan masuk dan tinggal di usus, lalu memberi pengaruh positif terhadap keseimbangan mikroflora usus. Caranya? Menurunkan efek racun dari bakteri yang merugikan di usus.

Jadi, yoghurt “hidup” (belum dipanaskan) yang mengandung ‘bakteri baik’ akan berperang dan membunuh ‘bakteri jahat’ yang suka “tebar-tebar” racun di usus. Yang termasuk ‘bakteri baik’ adalah Bifidobacterium, Eubacterium dan Lactobacillus. Sebagai gambaran, diperkirakan ada 100-400 jenis bakteri dalam usus manusia dan membentuk flora usus.

Selain itu, konsumsi yoghurt akan meningkatkan jumlah bakteri baik di usus. Diduga, inilah yang membuat kesehatan prima, plus panjang umur. Cuma itu? Tentu saja tidak. Aktivitas bakteri asam laktat selama fermentasi susu jadi yoghurt ternyata bisa meningkatkan kandungan gizi yoghurt. Khususnya, B1, B2, B3, B6, asam folat, asam pantotenat, dan biotin. Vitamin tersebut berperan penting dalam kesehatan reproduksi dan kekebalan tubuh.

Juga, yoghurt mudah dan cepat dicerna tubuh. Bayangkan saja, lebih dari 90% yoghurt bisa dicerna tubuh dalam waktu 1 jam setelah konsumsi. Bagaimana dengan susu? Dalam waktu yang sama, baru tercerna 30% saja.

*)Penulis adalah Dosen Departemen Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor .

Oke Banget untuk si Kecil

Umumnya, tekstur unik yoghurt disukai anak-anak. Belum lagi, komposisi protein, lemak, karbohidrat, dan mineralnya cukup seimbang. Sayangnya, yoghurt berasa asam. Makanya, siasati dengan membiasakan si kecil mengonsumsi yoghurt sejak kecil. Atau, tambahkan saja yoghurtnya dengan madu, gula, sirup, buah-buahan, jus atau ekstrak buah, selai, jelly buah, dan serealia.

Yang pasti, kebiasaan mengonsumsi yoghurt sejak kecil akan membuat keseimbangan flora usus balita Anda jadi oke, kesehatan usus terjaga, proses metabolisme lancar, serta kekebalan tubuhnya meningkat.

Jangan Dipanaskan

Idealnya, pada suhu rendah (4-6 o C), yoghurt bisa disimpan selama 35-40 hari. Bisa juga, yoghurt disimpan dalam suhu beku ( freezer ), karena pembekuan tidak secara nyata mempengaruhi kultur bakteri yoghurt. Cuma saja, lelehkan dulu yoghurt beku sebelum dikonsumsi. Caranya? Diletakkan dulu di ruang refrigerasi agar meleleh secara perlahan-lahan. Bakteri yoghurt sangat sensitif terhadap panas. Agar tetap “hidup”, sebaiknya yoghurt tidak dipanaskan.

Pilih Mana?

Yoghurt padat. Bentuknya padat seperti gel. Bisa diberi citarasa atau potongan buah. Potongan buah ditaruh di dasar wadah sebelum fermentasi berlangsung.
Yoghurt aduk. B entuknya halus dan homogen, karena dilakukan pengadukan atau pencampuran. Setelah fermentasi berlangsung, akan ditambahkan aneka potongan buah atau selai, dicampurkan, lalu didinginkan.
Minuman yoghurt. Bentuknya cair , sehingga bisa diminum. Biar kaya rasa, minuman ini bisa ditambah gula, pewarna dan perasa (cokelat dan sebagainya).
Yoghurt “sehat”. Ini yoghurt dengan starter khusus, berupa bakteri probiotik. Bakteri ini bisa bertahan hidup dalam sistem usus manusia dan membuat flora usus seimbang. Makanya, bakteri probiotik baik untuk kesehatan. Catatan penting: beberapa produk yoghurt “sehat” yang dipasarkan telah melalui pemanasan (misalnya pasteurisasi atau sterilisasi) untuk memperpanjang masa simpan. Sayangnya, pemanasan ini membuat bakteri tersebut mati. Akibatnya, yoghurt hanya berperan sebagai minuman berbahan baku susu saja. Makanya, pilih yoghurt “sehat” yang tidak melalui pemanasan.

Kandungan Gizi Yoghurt*)

Komponen

Kandungan (per 100 g yoghurt)

Energi (Kkal)**)

42 – 62

Nilai pH

4.2 – 4.4.

Protein (g)

4.5 – 5.0

Karbohidrat (g)**)

6 – 7

Lemak (g)**)

Kalsium (mg)

130-176

Magnesium (mg)

17

Potassium (mg)

226

*) Canadian Dairy Commission (2002)

**) Nilai ini adalah untuk yoghurt yang tidak diberi tambahan gula

Manfaat Yoghurt

Yoghurt tidak diragukan, sebagai minuman menyehatkan karena berasal dari susu yang merupakan salah satu unsur dalam, empat sehat lima sempurna. Metchinikoff tahun 1910 melaporkan bahwa yoghurt dapat memperpanjang usia hingga 100 tahun bila dikonsumsi setiap hari.

Yoghurt sangat baik dikonsumsi oleh orang yang tidak tahan terhadap gula susu (laktosa) dikenal sebagai penderita lactose intolerance. Prevalensi penderita ini tinggi pada bangsa-bangsa kulit berwarna. Dalam proses fermentasi kadar laktosa susu diturunkan hingga mencapai jumlah yang aman bagi penderita.

Yoghurt mengandung L. bulgaricus yang tahan terhadap pH rendah, bakteri patogen /bakteri pembusukan (putrefactive bacteria) yang menyukai pH netral dapat ditekan pertumbuhan oleh kondisi asam karena adanya asam laktat.

Yoghurt bila dikonsumsi secara teratur akan menyebabkan bakteri L. bulgaricus menetap di dalam usus, selanjutnya akan mendominansi mikroflora usus dan tidak memberi kesempatan bakteri lawan untuk berkembang biak sehingga vitalitas pengkonsumsi yoghurt selalu terjaga.

Yoghurt mudah dicerna oleh tubuh dan langsung diabsorbsi oleh usus. Dalam proses fermentasi laktosa diubah menjadi D-glukosa dan -D-galaktosa. Protein dipecah menjadi asam-amino, lemak menjadi asam lemak sederhana (v-valerolakton, -caprolakton, -caprilakton) hasil fermentasi tersebut dapat langsung diserap oleh usus halus. Vitamin-vitamin yang dihasilkan meningkatkan metabolisme tubuh, bertindak sebagai precussor.

Yoghurt yang asam menetralkan komponen empedu sehingga merubah pH gradient didalam usus halus.

Yoghurt mengandung antioksidan sehingga dapat menghambat pertumbuhan kanker tertentu. Dalam usus besar terdapat bakteri pembusuk penghasil senyawa fenol (skeltol dan indol), yang dapat merusak jaringan dan berperan dalam inisiasi kanker usus. Asam laktat yang terkandung dalam yoghurt mengendalikan aktivitas bakteri penghasil fenol.

Yoghurt juga pernah diteliti dan dilaporkan dapat menghambat terjadinya katarak, retroregresion kanker dan menurunkan kholesterol.

Awalnya terinspirasi dari my teachers colleague. They are from Turkey and very fond of yoghurt (later I found out that the Turks invented the yoghurt yang kemudian menyebar ke negara2 balkan dan seterusnya). Most of their traditional cuisine are made of yoghurt. Mengkonsumsi yoghurt secara teratur dipercaya membuat tubuh sehat dan panjang umur. Dan ternyata gampang loh bikinnya

Di Mandalay nan kecil ini, di salah satu sudut jalan yang dekil, ternyata ada penjual yoghurt yang terkenal disini. Saking lakersnya (laku keras) mereka jualan setiap hari hanya dari jam 10-11 pagi. Kadang suka masih ada sih sampe jam 11.30. Lewat dari jam itu si mbak jualan cantik yang keturunan India udah senyam senyum sambil muter-muter tangan kasih aba2 sold out. Tempat jualannya cuma gerobag dorong gitu. Tapi peralatannya sih keliatan bersih. Orang2 antri beli dan duduk disamping gerobag. Yoghurtnya putih rada padat, lalu dicampur cream, gula pasir dan kelapa kerok, diaduk dan diminum pake es batu. Keliatannya sih yummy in this hottie Mandalay city.

Oke, sekarang mari kita mulai bikin yoghurt sendiri. Pertama-tama, kita butuh culture atau bibitnya. Plain yoghurt bisa dijadikan starter culture untuk membuat yoghurt lagi. Yoghurt rasa buah yang dijual di supermarket biasanya sudah dicampur gula, lemak, essence buah dan pengawet. Tapi ga jelas juga apa ini bsia dijadikan starter culture.

Nah, kebetulan si mbak India ini menjual plain yoghurt dan bener2 jenis yoghurt yang baik karena bentuknya kental rada padat. Yoghurt yang bertekstur kental padat ini nilai gizinya lebih tinggi 4 kali lipat dibanding yoghurt cair.

Bahan
1 liter susu sapi murni (lebih baik yang diperah pagi-pagi buta)

1 sdm plain yoghurt

Cara membuat

Rebus susu tapi jangan sampai mendidih, kira2 sampai 85ºC deh
Tuang kedalam container yang bisa ditutup (tupperware maybe), dinginkan sampai 45ºC (kalau kita celupkan ujung jari tidak terlalu panas sekali)

Campurkan plain yoghurt dan aduk rata.

Tutup wadah dan tempatkan ditempat hangat, diamkan selama 6-8 jam atau bila wadah digoyangkan susu tidak berbentuk cair lagi.
jadi dehhh.
Rasanya asam, boleh ditambah gula atau madu seandainya terlalu asam. Apabila ada lapisan air diatas yoghurt, bukan berarti ga jadi, buang saja airnya.

Selanjutnya yoghurt harus disimpan dengan keadaan tertutup di lemari es.

Yang perlu diingat, yoghurt ini produk fementasi yang sensitive akan tanggal kadaluwarsa dan temperature. Kalo salah treatment or lewat tanggal kadaluwarsa, bakteri jahat jadi lebih banyak dari bakteri baiknya.

Facts and manfaat yoghurt

* Yoghurt lebih baik disantap pagi hari, saat perut dalam keadaan prima untuk menyerap makanan.

* Membantu penyerapan ion-ion calsium lebih baik

* Yoghurt aman untuk penderita lactose intolerant (alergi susu) dan juga penderita maag, karena asam yoghurt adalah asam laktat, lebih lemah dari asam jeruk

* Untuk kecantikan: bisa dipakai untuk lulur, berendam atau masker

* Untuk yang mau diet, yoghurt juga boleh dijadikan salah satu pilihan pengganti makanan tinggi kalori

Yoghurt untuk Memperkokoh Kekebalan Tubuh

Sejumlah makanan sangat berperan dalam memperkuat sistem pertahanan tubuh. Makanan ini mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh sel kekebalan tubuh untuk dijadikan ‘amunisi’ untuk memerangi bibit penyakit.

Salah satu dari makanan yang terbaik adalah yoghurt. Sejumlah penelitian ilmiah membuktikan bahwa mengkonsumsi 200 ml yoghurt per hari mampu mencegah flu dan membantu menurunkan demam lebih cepat.

Yoghurt harus mengandung Lactobacillus bulgaris atau bifidobacteria. Efeknya akan mulai terasa setelah mengkonsumsi selama 4 sampai 5 bulan.

Jadi, jika Anda atau sanak famili Anda rentan terhadap perubahan cuaca, cobalah untuk mengkonsumsi yoghurt mulai sekarang. Konsumsi yoghurt secara teratur selama musim hujan akan membuat Anda kebal akan alergi debu di musim kemarau.

Ingin tubuh Anda lebih kebal terhadap pilek dan flu akibat udara dingin musim hujan? Minumlah secara teratur yoghurt dingin dari lemari es setiap hari selama musim kemarau. Segar kan…?

Satu lagi manfaat, yang bisa Anda anggap sebagai bonus, yoghurt juga terbukti mampu mencegah kanker.

Mengenal Yoghurt, sejarahnya dan khasiatnya

YOGHURT pada awal mula sebenarnya merupakan minuman tradisional dari daerah Balkan dan Timur Tengah, tetapi saat ini minuman yoghurt sudah dikenal oleh banyak bangsa dan berkembang ke seluruh dunia. Di Indonesia pun belakangan ini yoghurt menjadi semakin populer —apalagi dengan ditambahkannya campuran berbagai cita rasa—. Ditinjau dari segi sejarahnya yoghurt merupakan salah satu produk hasil fermentasi susu yang cukup tua dan cukup populer di seluruh dunia. Bentuknya mirip bubur atau es krim tetapi dengan rasa agak asam. Kata ”yoghurt” berasal dari bahasa Turki, yaitu ”jugurt” yang berarti susu asam. Itulah sebabnya sampai saat ini yoghurt sering juga disebut sebagai ”susu asam”. Sejak zaman dahulu yoghurt telah dikenal luas di seluruh dunia, terbukti dari adanya berbagai nama yang digunakan untuk menyebut produk ini. Beberapa di antara nama-nama tersebut adalah sostej (Hongaria), kiselaleka (Balkan), zabady (Mesir dan Sudan), mast (Iran), roba (Irak), mazun (Armenia), tiaourti (Yunani), cieddu (Italia), mezzoradu (Sisilia), tarho (Hongaria), fiili (Finlandia), oxygala (Rumania), dan labneh (Libanon). Di negara-negara tersebut yoghurt dibuat dari susu sapi, susu kambing, susu kerbau, dan susu kuda. Yoghurt sejak dulu digemari di Eropa dan Amerika. Masyarakat Belanda merupakan konsumen yoghurt tertinggi di dunia, kemudian disusul oleh Swiss, Prancis, Jepang dan negara-negara lainnya. Sebagian konsumen menyukai yoghurt dengan kandungan bakteri yang masih hidup, dan sebagian lagi menyukai yoghurt yang sudah dipasteurisasi (bakterinya telah dimatikan). Masyarakat Eropa, Timur Tengah, dan Jepang lebih menyukai yoghurt dengan kandungan mikroba hidup. Mereka percaya, mikroba pada yoghurt dapat membantu proses pencernaan di dalam tubuh. Selain dibuat dari susu segar, yoghurt juga dapat dibuat dari susu skim (susu tanpa lemak) yang dilarutkan dalam air dengan perbandingan tertentu bergantung pada kekentalan produk yang diinginkan. Selain dari susu hewani, belakangan ini yoghurt juga dapat dibuat dari campuran susu skim dengan susu nabati (susu kacang-kacangan). Sebagai contoh, yoghurt dapat dibuat dari kacang kedelai yang sangat populer dengan sebutan ”soyghurt”. Yoghurt juga dapat dibuat dari santan kelapa, yaitu yang disebut dengan ”miyoghurt”. Prinsip pembuatan yoghurt adalah fermentasi susu dengan menggunakan bakteri lactobacillus bulgaricus dan streptococcus thermophilus. Kedua macam bakteri tersebut akan menguraikan laktosa (gula susu) menjadi asam laktat dan berbagai komponen aroma dan citarasa. Lactobacillus bulgaricus lebih berperan pada pembentukan aroma, sedangkan streptococcus thermophilus lebih berperan pada pembentukan cita rasa yoghurt. Yoghurt yang baik mempunyai total asam laktat sekira 0,85-0,95%. Sementara itu, derajat keasaman (pH) yang sebaiknya dicapai oleh yoghurt adalah sekira 4,5.


Macam-macam yoghurt
Saat ini di pasaran dijumpai berbagai jenis yoghurt, antara lain, (1) Yoghurt pasteurisasi, yaitu yoghurt yang setelah masa inkubasi selesai dipasteurisasi untuk mematikan bakteri dan memperpanjang umur simpannya. (2) Yoghurt beku, yaitu yoghurt yang disimpan pada suhu beku. (3) Dietetic yoghurt, yaitu yoghurt rendah kalori, rendah laktosa, atau yang ditambah vitamin dan protein. (4) Yoghurt konsentrat, yaitu yoghurt dengan total padatan sekira 24%. Berdasarkan kadar lemaknya, yoghurt dapat dibedakan atas yoghurt berlemak penuh (kadar lemak lebih dari 3%), yoghurt setengah berlemak (kadar lemak 0,5-3,0%), dan yoghurt berlemak rendah (lemak kurang dari 0,5%). Perbedaan kadar lemak tersebut berdasarkan jenis susu dan campuran bahan yang digunakan dalam pembuatannya. Sejumlah ahli menganggap yoghurt sebagai ”pabrik” bakteri yang dapat memproduksi aneka vitamin yang sangat diperlukan tubuh, yaitu asam folat, asam nikotinat, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, dan vitamin B12. Kandungan mineral pada yoghurt, khususnya kalsium, fosfor, dan kalium, juga meningkat. Sebaliknya, kandungan lemak yoghurt menjadi lebih rendah dibandingkan susu segarnya sehingga cocok diminum oleh mereka yang sedang berdiet rendah kalori.

Khasiat yoghurt
Pada awal abad ke-20, Metchnikoff mengungkapkan, konsumsi yoghurt yang teratur dapat memperpanjang usia. Pernyataan tersebut mengakibatkan peningkatan produksi yoghurt secara komersial di beberapa negara. Menurut Iwasaki (1994) yoghurt dapat diketagorikan sebagai salah satu makanan multifungsional (multifunctional food), yaitu makanan yang berfungsi untuk mengatasi berbagai penyakit sehingga dapat mendongkrak kesehatan dan kebugaran tubuh. Beberapa peneliti telah menunjukkan, mengonsumsi yoghurt dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Yoghurt mengandung suatu faktor yang dapat menghambat sintesis kolesterol sehingga kolesterol menurun dan mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah aterosklerosis penyebab penyakit jantung koroner. Menurut Yaguchi, Goto, dan Okonogi (1992), manfaat minum yoghurt dan susu terfermentasi lainnya adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan pertumbuhan. Hasil penelitian dengan tikus percobaan menunjukkan bakteri yang hidup pada yoghurt terutama Streptococcus thermophilus, memiliki kemampuan untuk meningkatkan pertambahan berat badan tikus, yaitu dengan cara meningkatkan daya cerna dan absorpsi pada saluran pencernaannya.

2. Mengatur saluran pencernaan. Asam laktat dari yoghurt dapat merangsang gerakan peristaltik hampir pada semua bagian dalam saluran pencernaan. Rangsangan gerakan peristaltik tersebut dapat memelihara kesehatan tubuh melalui peningkatan proses pencernaan, penyerapan, pembuangan feses, dan pembuangan bakteri patogen dari saluran pencernaan.

3. Memperbaiki gerakan perut. Suatu penelitian yang dilakukan pada sejumlah lansia menunjukkan, pemberian kultur streptococcus thermophilus dapat meningkatkan gerakan perut dari 4,8 kali dalam 10 hari menjadi 5,7 kali. Gerakan perut ini diperlukan untuk memperlancar proses pengeluaran feses. Pada saat yoghurt melalui saluran pencernaan terjadi peningkatan jumlah bakteri bifidobacterium yang ikut berperan dalam menormalkan gerakan perut.

4. Antikanker. Penelitian pada tikus menunjukkan, penggandaan sel-sel kanker pada tikus yang diberi makan yoghurt lebih terhambat daripada tikus percobaan tanpa yoghurt. Bakteri-bakteri yang berperan dalam fermentasi susu dapat mengubah zat-zat prekarsinogenik yang ada dalam saluran pencernaan sehingga dapat menghambat terjadinya kanker.

5. Menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Asam laktat dapat mengurangi atau membunuh bakteri patogen (bakteri penyebab penyakit) dan menekan produksi senyawa-senyawa berbahaya, seperti amin, fenol, skatol, dan H2S yang diproduksi oleh bakteri patogen. Bakteri penghasil asam laktat juga memproduksi antibiotik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Oleh karena itu, yoghurt mempunyai nilai pengobatan terhadap lambung dan usus yang terluka.

6. Membantu penderita lactose intolerance. Minum susu terfermentasi seperti yoghurt sangat dianjurkan bagi orang mengalami defisiensi enzim. Bakteri asam laktat dapat memfermentasi laktosa yang ada di dalam susu menjadi glukosa dan galaktosa, serta merangsang sekresi enzim laktase di dalam saluran pencernaan.

7. Antidiare. Yoghurt dapat mencegah aktivitas dan pertumbuhan berbagai bakteri patogen penyebab gastrointeritis pemicu penyakit diare. Lactobacillus bulgaricus (salah satu bakteri yang berperan dalam pembentukan yoghurt) dapat memproduksi bulgarican, yaitu antimikroba yang efektif untuk menghambat organisme patogen. (disadur dari berbagai sumber artikel) ***

Istilah “yoghurt” berasal dari bahasa Turki, yang berarti susu asam. Yoghurt didefinisikan sebagai bahan makanan yang berasal dari susu dengan bentuk menyerupai bubur atau es krim, yang rasanya asam. Dari dulu hingga sekarang penggemar berat yoghurt adalah masyarakat masyarakat Eropa dan Amerika, terutama Belanda, Perancis dan Swiss.
Walaupun tidak sepopuler di negara Barat, di Indonesia saat ini yoghurt sudah mulai populer. Produk ini dengan mudah dapat dijumpai di berbagai pasar swalayan dalam berbagai kemasan, warna dan citarasa yang khas.
Yoghurt dibuat melalui proses fermentasi menggunakan campuran bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus. Bakteri-bakteri ini menguraikan gula susu (laktosa) menjadi asam laktat. Adanya asam laktat inilah yang menyebabkan yoghurt berasa asam. Proses fermentasi menyebabkan kadar laktosa dalam yoghurt berkurang, sehingga yoghurt aman dikonsumsi oleh yang telah lanjut usia atau yang alergi terhadap susu.
Yoghurt dapat menghasilkan zat-zat gizi yang diperlukan oleh hati sehingga berguna untuk mencegah penyakit kanker.

Selain itu juga yoghurt diyakini baik untuk memperpanjang umur.
Mikroba pada yoghurt bermanfaat untuk membantu proses pencernaan di dalam tubuh, sehingga yoghurt baik sekali di konsumsi bagi mereka yang memiliki masalah perut tidak ‘beres’.
Yoghurt memiliki gizi yang lebih tinggi dibanding susu segar. Kandungan lemaknya pun juga lebih rendah, sehingga cocok bagi mereka yang sedang menjalankan diet rendah kalori
Yoghurt juga dapat membantu proses penyembuhan lambung dan usus yang luka.
Meminum yoghurt secara teratur dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Iklan

9 thoughts on “Yoghurt

  1. Ping-balik: Baby Shaina Stories » Blog Archive » Can’t get enough of yoghurt!

  2. Mba, TFS yah. Kebetulan lagi perlu artikel ttg yogurt bayi buat di-share ke temen, pas baca artikel disini…ijin copas ya…anakku Lana demen banget yoghurt..jadi ga ragu buwat kasi yoghurt lagi

  3. kl yogurt utk bayi 9bulan baiknya yg seperti apa? sebut merek boleh ya? soalnya kemarin sempet bingung nyari2 yogurt buat bayi. thanx infonya

  4. anaku semua seneng bgt ama yoghurt tapi suatu hari aku pilih yoghurt yang kurang enak dari yang biasanya qt beli kecut dan rada apek gitu.. gimana ya menyiasati biar jadi bercitarasa sayang kalo dibuang

  5. aku print artikel ini buat temenku pak Sony yang baru beberapa hari lalu divonis dokter kemungkinan kanker di Usus….Tuhan semoga ini bermanfaat bagi dia.G B U pak sony!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s