Cough and cold medicines aren’t recommended for young children

Source : http://www.mayoclinic.com/health/cold-medicines/CC00083/NSECTIONGROUP=2

A Mayo Clinic specialist explains why — and offers tips for treating your child’s cold.

By Mayo Clinic staff

Jay Hoecker, M.D.
The common cold is a nuisance, but over-the-counter cough and cold medicines can help your child feel better — right? Think again. Cough and cold medicines aren’t recommended for young children, and the jury is still out on whether cough and cold medicines are appropriate for older kids. So what’s the best way to treat a child’s cold? Here’s practical advice from Jay Hoecker, M.D., a pediatrics specialist at Mayo Clinic, Rochester, Minn.
What’s the concern about cough and cold medicines for kids?
Over-the-counter cough and cold medicines won’t cure a common cold or make it go away any sooner. In fact, cough and cold medicines haven’t been proved effective for children. And there are serious risks to consider. For example, the sedating effects of antihistamines can be dangerous for kids already having trouble breathing. For young children, an accidental overdose of cough or cold medicine could be fatal.
The Food and Drug Administration (FDA) strongly encourages parents to avoid cough and cold medicines for children younger than age 2. And in October 2008, the Consumer Healthcare Products Association — with the support of the FDA — went a step further. They volunteered to relabel products to indicate they shouldn’t be used in children younger than age 4.
What if cough and cold medicines seemed to work for my child in the past?
Chances are, your child’s signs and symptoms simply improved on their own — or the sedating effects of the medication made you think that your child was feeling better. Low-grade fevers don’t need treatment and may actually help the body fight cold viruses. Research shows that cough and cold medicines for kids are no more effective than a placebo.
Are cough and cold medicines a problem for children older than age 4?
Older children aren’t as likely as younger children to experience side effects from cough and cold medicines, but side effects are still possible. Some cough and cold medicines may make kids sleepy, while others may have the opposite effect. Even then, remember that cough and cold medicines can’t make a cold go away any sooner.
Experts from the FDA are studying the safety and effectiveness of cough and cold medicines for older children. In the meantime, if you choose to give cough or cold medicines to an older child, carefully follow the label directions.
What about antibiotics?
Colds are caused by viruses, so antibiotics won’t help. And the more your child uses antibiotics, the more likely he or she is to get sick with an antibiotic-resistant infection in the future.
Can any medications help treat the common cold?
An over-the-counter pain reliever — such as acetaminophen (Tylenol, others) or ibuprofen (Motrin, others) — can reduce a fever and ease the pain of a sore throat or headache. Remember, however, low-grade fevers don’t need treatment. If you give your child a pain reliever, follow the dosing guidelines carefully.
Don’t give ibuprofen to a child younger than age 6 months, and don’t give aspirin to anyone age 18 or younger. Aspirin has been associated with Reye’s syndrome, a rare but potentially fatal illness.
Also treat herbal or alternative remedies for the common cold with a dose of caution. Few studies have been done on the effect these products may have on children. If you want to give your child an herbal or alternative remedy, consult your child’s doctor first.
How can I help my child feel better?
There’s no cure for the common cold, but you can help your child feel better while he or she is toughing it out.
• Offer plenty of fluids. Liquids can help loosen the congestion, and coughing can help clear the mucus from your child’s airway. Offer water or juice. Serve chicken soup for dinner.
• Encourage rest. Consider keeping your child home from school and other activities if he or she has a fever or bad cough.
• Moisten the air. Run a humidifier in your child’s room to help soothe irritated nasal passages. Aim the mist away from your child’s bed to keep the bedding from becoming damp. To prevent mold growth, change the water daily and follow the manufacturer’s instructions for cleaning the unit. Steam from a hot shower may help, too.
• Try saline drops. Saline nose drops can loosen thick nasal mucus and make it easier for your child to breathe. Look for these over-the-counter drops in any pharmacy.
• Soothe a sore throat. For older children, gargling salt water or sucking on hard candy or cough drops may soothe a sore throat.
When should I call the doctor?
Most colds simply need to run their course. It’s important to take your child’s signs and symptoms seriously, however. If you have a baby who’s younger than age 3 months, call the doctor at the first sign of illness. For newborns, a common cold can quickly develop into croup, pneumonia or another serious illness.

Batuk dan Pilek, Penyakit atau Gejala?

sumber : Harian Jurnal Bogor, PESAT II Bogor

Batuk disertai pilek sudah menjadi tamu rutin bagi anak-anak saat
cuaca sedang tak menentu. Pada umumnya, batuk dan pilek bukanlah suatu
hal yang membahayakan, namun seringkali membuat orangtua menjadi
panik. Guna meningkatkan pemahaman orangtua terhadap batuk dan pilek
pada anak, Yayasan Orang Tua Peduli (YOP) didukung oleh WHO (World
Health Organization) Indonesia dan Jurnal Bogor mengadakan PESAT
(Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua) yang turut membahas
batuk dan pilek. Lantas bagaimana bahasannya? Berikut petikan
wawancara Nasia Freemeta Iskandar dari Jurnal Bogor dengan narasumber
YOP, dr. Farian Sakinah.

1. Banyak orangtua yang beranggapan bahwa batuk-pilek merupakan
penyakit, namun ada juga yang bilang kalau itu sebuah gejala. Jadi,
mana yang benar?

Batuk dan pilek sebetulnya bukanlah penyakit, melainkan gejala
sekaligus mekanisme pertahanan tubuh untuk membersihkan saluran napas.
Jadi orangtua tak perlu panik saat melihat anaknya batuk-pilek karena
itu menandakan saluran napasnya sedang dibersihkan dari benda asing,
termasuk kuman penyakit.

2. Lalu, darimana orangtua bisa membedakan batuk berbahaya dan tidak?

Berbahaya atau tidaknya bisa diperhatikan dari perjalanan batuk serta
kondisi-kondisi lain yang menyertainya. Hal ini jugalah yang
menentukan apakah anak membutuhkan penanganan serius atau cukup
perawatan di rumah saja. Walaupun kadang suara batuk terdengar
mengkhawatirkan, tetapi umumnya batuk bukan merupakan suatu tanda yang
berbahaya.

3. Namun orangtua mana yang tak khawatir bila melihat keadaan anaknya
lemas dan lesu?

Anak tampak lebih lesu ketika sedang sakit adalah hal yang wajar. Bila
anak masih terlihat beraktifitas itu menunjukkan bahwa kondisi anak
baik dan tidak membutuhkan penanganan yang serius. Kondisi yang perlu
dikhawatirkan adalah bila anak lemas sampai tidak bisa bangun sama
sekali, tidur yang sulit sekali dibangunkan, mengerang, dan tidak bisa
mengisap ASI (pada bayi kecil), atau tidak berespon dengan rangsangan
yang diberikan.

4. Lantas apa yang paling sering menyebabkan batuk-pilek pada anak?

Penyakit tersering yang menyebabkan batuk pilek disertai demam umumnya
common cold (selesma) atau influenza. Batuk dengan atau tanpa pilek
umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Oleh karena itu, tidak
membutuhkan antibiotik. Batuk karena infeksi virus bisa berlangsung
hingga dua minggu. Batuk yang membutuhkan antibiotik hanya batuk yang
disebabkan oleh bakteri yaitu pertusis, atau batuk yang menyertai
pneumonia bakteri (setelah ada pemeriksaan kuman penyebab).

5. Apakah obat-obatan batuk dan pilek dapat membantu proses penyembuhan?

Obat tersebut mungkin dapat menghentikan batuk, tetapi tidak
menyembuhkan. Justru menghalangi proses pengeluaran benda asing,
termasuk kuman penyebab batuk. Efek samping antitusif (penekan batuk)
dapat menekan pernapasan, sehingga anak menjadi sulit bernapas.
Mukolitik (pengencer dahak) tidak terbukti efektif pada anak, justru
efek sampingnya berupa gangguan pada saluran cerna. Dekongestan mampu
mengurangi produksi sekret hidung (ingus) tapi memiliki efek samping
yang cukup hebat pada kerja jantung dan pembuluh darah. Antihistamin
seperti CTM, klorfenirmain, atau difenhidramin dapat membuat anak
mengantuk, sehingga sulit diobservasi. Selain itu, mengentalkan sekret
(dahak, atau ingus) akan mempersulit anak mengeluarkannya. Memang
batuk bisa membuat anak tidak tidur, tetapi tidak perlu sampai
memberikan obat batuk dan pilek.

6. Apa yang perlu dilakukan orangtua bila anaknya terkena gejala batuk-pilek?

Bila anak tidak dalam kondisi yang serius dan butuh penanganan lebih
lanjut, orangtua dapat memberikan perawatan di rumah saat anak
batuk-pilek berupa:

1. Pemberian cairan yang membantu meredakan batuk misalkan air
hangat dicampur dengan madu (ingat tidak untuk anak di bawah 1 tahun),
juga boleh dengan minuman hangat atau dingin lainnya yang disukai oleh
anak.

2. Lembabkan udara bisa dengan mengatur kelembaban pada AC di
rumah atau dengan menggunakan air mendidih yang ditampung dalam ember
dan diletakkan di dekat tempat tidur anak.

3. Jangan buat ruangan menjadi panas, karena dapat mengeringkan
udara dan meningkatkan batuk.

4. Untuk membantu serangan batuk, pangku anak, bungkukan sedikit,
dan tepuk tepuk atau usap usap punggung untuk melancarkan aliran
dahak.

FDA: No Cold, Cough Medicines for Babies

source : http://www.webmd.com/cold-and- flu/news/20080117/fda-no-
cough-cold-drugs-for-tots

FDA Rules That Over-the-Counter Cough and Cold Medicines Shouldn’t Be
Given to Kids Younger Than 2
By Miranda Hitti
WebMD Health News
Reviewed by Louise Chang, MD
Jan. 17, 2008 — The FDA today urged parents and caregivers not to
give over-the-counter (OTC) cough and cold medicines to children
younger than 2 because of dangerous side effects.

“We strongly recommend that over-the-counter cough and cold products
should not be used in infants and young children under 2 years of age
because serious and potentially life-threatening side effects can
occur from use of these products,” Charles Ganley, MD, director of the
FDA’s Office of Nonprescription Products, said at a news conference.

OTC cough and cold products include decongestants, expectorants,
antihistamines, and antitussives (cough suppressants) for the
treatment of colds.
Baca lebih lanjut

Amerika Batasi Penggunaan Obat Anak

sumber : Tempo Interaktif

http://tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2008/10/08/brk,20081008-139196,id.html

TEMPO Interaktif:– Tekanan yang berkesinambungan dari dokter anak di
Amerika Serikat berhasil menekan industri obat untuk mengumumkan bahwa
obat-obat batuk dan flu anak-anak tidak dianjurkan bagi anak di bawah
umur 4 tahun. Awal pekan ini beberapa produsen obat di AS mengumumkan
telah mengubah saran penggunaan pada kemasan obat produksi mereka.

Hal iu dilakukan karena AS mencatat sekitar 7.000 anak-anak di bawah
usia sekolah dirawat di ruang gawat darurat karena masalah pada kulit,
lesu dan mengatuk, serta ketidakseimbangan dalam berjalan.

Seorang dokter dari komisi kesehatan kota Baltimore di negara bagian
Maryland Dr. Joshua Sharfstein menyatakan tindakan itu merupakan
langkah besar, walaupun sebenarnya para dokter anak di AS mengusulkan
larangan obat batuk dan flu harus berlaku untuk anak hingga usia 6
tahun. Para dokter juga menyimpulkan bahwa zat anti alergi jenis
antihistamin tidak baik diberikan pada anak-anak sehingga instruksi
pemakaian baru yang lebih ketat mulai dicantumkan pada kemasan obat.

Obat batuk dan flu telah diberikan selama beberapa dekade pada
anak-anak di AS namun belum ada penelitian yang membuktikan tingkat
efektifitas obat-obatan itu pada anak-anak.

No Cold, Cough Medicines for Babies

FDA: No Cold, Cough Medicines for Babies

FDA Rules That Over-the-Counter Cough and Cold Medicines Shouldn’t Be Given to Kids Younger Than 2

By Miranda Hitti, WebMD Health News, Reviewed by Louise Chang, MD
Jan. 17, 2008 — The FDA today urged parents and caregivers not to give
over-the-counter (OTC) cough and cold medicines to children younger than 2
because of dangerous side effects.

“We strongly recommend that over-the-counter cough and cold products should not
be used in infants and young children under 2 years of age because serious and
potentially life-threatening side effects can occur from use of these products,”
Charles Ganley, MD, director of the FDA’s Office of Nonprescription Products,
said at a news conference.

OTC cough and cold products include decongestants, expectorants, antihistamines,
and antitussives (cough suppressants) for the treatment of colds.

An FDA news release states that rare, serious adverse events — including
convulsions, rapid heart rates, decreased levels of consciousness, and death –
have been reported with use of cough and cold products.

The FDA is still reviewing the use of cough and cold medicines in children aged

2-11.
FDA Timeline
Today’s FDA recommendation is in line with the findings of an FDA advisory
panel that weighed in on the topic last October, shortly after makers of OTC
cough and cold drugs for infants voluntarily took those products off the market.

A key concern has been the potential for accidental overdoses if the dosing
instructions for those drugs aren’t followed exactly as instructed.

“I will point out that the FDA has never endorsed the use of these products in
children less than 2 years of age,” Ganley says. “We’ve always acknowledged that
there was no safety and efficacy data. It was really left to the discretion of
health providers to determine whether use of one of these products was
appropriate in these age groups.”

Ganley says the FDA decided to issue today’s advisory after learning of recent
surveys that show that some parents aren’t aware of the warnings issued last
fall about the use of OTC cough and cold drugs in kids younger than 2.

“This announcement will bring this issue back into the public consciousness,
particularly since it’s cold season now,” Ganley says.

Industry Responds
The Consumer Healthcare Products Association (CHPA), a trade group representing
makers of over-the-counter (OTC) medicines, issued a statement supporting
today’s FDA’s decision.

“Safety has always been and continues to be our top priority,” says CHPA
President Linda Suydam, DPA.

“Today’s decision by the FDA reaffirms the correct course of action taken by the
leading makers of these medicines last fall,” says Suydam, referring to the
voluntary withdrawal of over-the-counter cough and cold drugs for infants.

The CHPA is working with retailers, doctors, and the FDA “to ensure that parents
have the tools they need to safely and appropriately administer OTC oral cough
and cold medicines to children over the age of two,” Suydam says.

Tips for Parents of Older Kids
Speaking at today’s FDA news conference, Lisa Mathis, MD, associate director of
the FDA’s Pediatric and Maternal Health Staff in the Office of New Drugs,
reminded parents that the FDA hasn’t finished reviewing cough and cold drugs for
older children.

Tips for Parents of Older Kids continued…
Mathis provided the following tips for parents who choose to give
over-the-counter cough and cold medicines to children aged 2-11:

a.. Always remember that these medications do not cure the cold. They don’t
shorten the time that your child has a cold, and they’re only meant to help a
child’s symptoms.
b.. Look at the active ingredients in the Drug Facts label. This will help you
understand what active ingredients are in the medication and what symptoms each
active ingredient is intended to treat. Cough and cold medications often have
more than one active ingredient.
c.. Be very careful in giving more than one over-the-counter cough and cold
medication to your child. Remember that many over-the-counter cough and cold
products have multiple medications in them. If you use two medications that have
similar active ingredients, a child could get too much of the ingredient, which
could be harmful.
d.. Make sure to carefully follow the directions in the Drug Facts part of the
label. These directions tell you how much medicine to give and how often to give
it.
e.. Only use the measuring device — spoon, dropper, or cup — that comes with
the medication. Common household spoons come in different sizes and are not
meant for measuring medicines. If you use these, you may not be giving the right
dose.
f.. If you have the opportunity to choose cough and cold medications with a
childproof safety cap, you should do so, and store these medications out of the
reach of children.
“Most importantly,” Mathis says, “call your physician, pharmacist, or other
health care professional if you have any questions about using these medications
in children 2 years of age and older.”

http://www.webmd.com/cold-and-flu/news/20080117/fda-no-cough-cold-drugs-for-tots

Q&A Batuk Pilek 8

Ventolin inhaler

Question : Dr. Wati yth & smart parents,
Td malem anak sy umur 4th tdk bisa tidur krn batuk2 dan napasnya pendek2, dan dada/perutnya kembang kempis. Sy coba mendemonstrasikan napasnya itu, ternyata memang menyiksa sekali. Tidur sebentar, nangis krn kesel (dan capek katanya), tidur lagi, bangun lagi, begitu terus sampai pagi. Memang bbrp bulan terakhir ini, kok gampang sekali kena batuk/pilek. Baru sembuh bbrp minggu, ntar kena lagi. Memang sblm kena virus, ada batuk alergi yg tdk sembuh2, ditambah kena virus. Memang dia didiagnosa asma. Td malem sdh saya kasih Bricasma tp tdk efektif. Pertanyaan saya, apakah jika keadaan ini berulang lagi nanti malam, bolehkah saya kasih Ventolin inhaler utk melapangkan pernapasannya ? apakah vent inhaler lbh efektif dibanding obat minum ?
Terima kasih sebelumnya bagi yg sudah sumbang saran.
Rgds/Lyna

Answer 1 : Mbak Lyna,
batuk anak mbak apakah termasuk ada mengi nya? (mengi = suarangiiikkkkkkkkkkkk) saat anak batuk dan ambil nafas. Kalau untuk sayayang juga kebetulan penderita asthma, saat asthma kambuh nafas ngikngik…ventolin inhaler paling efektif dan aman sih mbak karenasteroidnya lebih ringan dibandingkan obat minum.
Belakangan ini memang cuaca sedang tidak bersahabat jadi wajar aja anakmbak bolak balik terpapar virus flu apalagi anak seumuran mbak udahaktif sekolah dan bermain dengan teman sebaya yach, jadi kemungkinanbesar terpapar virus dari temen sekolah dan bermain sangat besar.
Salam,Dewi

Answer 2 : Mba Dewi….
tanya juga dong ….Alif juga batuk, bahkan semalam sampai muntah2 hebat, walaupun stl saya cek ternyata yg dia muntahkan adl lendir. Awalnya, akhir Februari lalu dia batuk (dulu saya sempet curhat juga ke milis) stl itu sembuh, hanya dahaknya masih ada sedikit, treatmentnya saya tetap berikan air putih hangat. Tetapi satu minggu kemudian Alif batuk lagi. Sekarang, batuknya udah mendingan (cuma sesekali aja terdengar), tapi dahaknya itu masih ada. Bahaya gak ya (dahak yg gak bisa dia keluarkan)….treatment apa yg harus saya lakukan…apa sudah waktunya saya bawa ke dokter, mengingat skrg sudah pas dua minggu dia batuk dan ada dahaknya yg gak bisa dia keluarkan….FYI, utk behaviornya Alif gak ada yg aneh, tetap gak bisa diam dan makan masih mau. Please, aku minta informasi apa yg harus saya lakukan, krn suami saya sudah bikin jadwal utk ke dokter besok….Thanks in advance….
Rgds,Ervita

Answer 3 : Mba Dewi,
Trims responnya.
Memang iya…kadang mengi kadang ngegrok. Sedih sekali ngeliatnya krn sy ga bisa apa2. Sy merasakan kalau sy sesak seperti itu juga ga tahan, apalagi anak kecil (aduh jd sedih kalo inget situasi tadi malem). Yg lbh menyedihkan, walopun dia sakit, dia tetap minta ke sekolah, katanya nanti pe-ernya ga diliat deh sama bu guru.
Iya yah..kalo anak udah sekolah, pasti deh bolak/lik sakit. Uda kita cekokin pake makanan2 bergizi, tp tetep aja kok virusnya lbh ganas…iya ga sih ? dan yg sy perhatikan lagi, kalo abis ke mall, pasti sakit deh. Makanya Prof. Iwan sdh wanti2, jangan jadikan mall sbg tempat rekreasi utk anak !! Tapi kesian gak sih kalo anak ga pernah jalan2 ke mall ? Pdhl kan virus memang ada dimana2 yah…tp memang kalo di mall itu pualing buanyak.
Ohya, vent inhaler itu dikasih pas sesak aja yah ?
Rgds/Lyna

Answer 4 : Mbak Ervita,
untuk batuknya Alif yang sudah 2 minggu kebetulan ada kasus yang samayang pernah ditanyakan oleh Pak Samsul dan dijawab oleh Dr Wati di BR43. Aku re-post jawaban Dr Wati yach. Saya pribadi setuju dengan jawabanDr Wati, tetap liat ke behaviour anak dan kalau batuknya karena alergiobatnya avoidance. Treatment lain, minum banyak :-)
Semoga membantu yach,Dewi
2. HANIF BATUK – SAMSUL JOKO – 090305Maaf ya baru sekarang bisa menanggapi tetapi sudah diulas oleh SP ya…Pertanyaanmu bagus: “tapi saya baca artikel dari CDC, jika lebih dari 10~ 14 hari, perlu dipertimbangkan untuk terapi lebih lanjut untuk menghindari kemungkinan pnumonia ato pertusis, benarkah?”Pertussis … kan Hanif sudah dapat DPT (P nya kan pertusis alias batukrejan alias batuk 100 hari … browse dan baca deh gejalanya … sifatbatuknya beda) Pneumonia … anakmu pasti demam dan sesak, biru bibir dan kukunya
Pertanyaanmu berikutnya: “Sebenarnya peningkatan produksi lendir saatbatuk itu karena apa ya ? untuk menguranginya bagaimana?”Karena iritasi pada saluran nafas khususnya lketika alergi kitaterangsang Cara mengurangi produksi lendir? Avoidance! dan minum banyak. Namun demikian, bagaimanapun, cek dengan DSAmu ya
Wati

Daun saga untuk batuk

Question : Dear Dr. Wati SpA dan Mods..Kemarin Waktu Melva-ku batuk….Eyangnya kasih saran untuk memberikan obat tradisional rebusan air daun Saga….setelah agak ragu, tapi akhirnya aku coba satu kali,memang sepertinya ada perubahan…batuknya jadi sering sehingga lendirnya banyak keluar, baik melalui muntah maupun batuk biasa….rasanya juga agak kemanis-manisan gitu dan kelihatannya Melva-ku doyan……diberikan waktu masih hangat,tapi sebenarnya boleh nggak sih…memangnya kandungan daun saga itu apa ya….????? dan efek samping yang akan ditimbulkannya apakah berbahaya…….?????? Mohon pencerahannya mbak…soalnya rencananya obat tradisional ini akan terus diberikan…..(maklum eyangnya Melva orang dulu yang sama sekali nggak kenal obat, komentnya waktu aku protes malah ditimpali “Dulu juga kalo kamu sakit Ibu kasih ini…sampai sekarang sehat-sehat aja khannnnn?????…nah lho……) aduhhh…..mau ngelarang gimana….nggak ngelarang gimana juga……please….bantuin ya….
Wassalam
- Bunda Melva -

Answer 1 : Dear Bunda Melva,
Dilema banget ya mau nerapin ilmu yang kita punya terkadang terbentur ama prinsip orangtua yang udah lebih sepuh. Perlu waktu, kesabaran dan keyakinan untuk menerapkan yang terbaik dan mengubah paradigma.
Menurut saya, mungkin kebetulan aza setelah diminumkan air rebusan daun saga batuk melva sembuh, mungkin aza pada saat diminumkan air daun saga itu memang batuk Melva udah mau sembuh.
Maaf saya ga bisa bantu jawab tentang kegunaan dan efek sampingan daun saga ini, mungkin sp lain bisa membantu.
Saran saya selama Melva batuk terapkan treatment yang biasa sp dimilis ini terapkan, perbanyak minum air putih hangat dan untuk mengeluarkan lendir memang perlu muntah tapi ga perlu khawatir, jaga saja agar tidak dehidrasi.
Semoga membantuEfi_Andra’s mom

Answer 2 : Dear Sp’s,
Untuk daun saga, itu sepertinya memang obat tradisional dari zaman nenek2 kita ya, karena mungkin dulu mereka belum mengenal obat2an. Katanya sih daun saga ini memang bisa untuk tengggorokan, sariawan ..terakhir Arum batuk2, mertua juga buatin, daun saga diseduh dengan air panas, rasanya sih dingin2 begitu.Karena menghargai dan juga tenggorokan yang sakiiiit banget, Arum minum juga segelas, hitung2 toh air dan daun ini. Rasanya sih cuma jadi adem aja di tenggorokan. Dan saudara2 dari pihak suami, untuk bayi (kalau sariawan) juga selalu diusapin pakai daun saga ini. Katanya sih memang “obat”nya.
Maaf kalau tidak berkenan.
Arum

Answer 3 : Pak Taufiq, daun mayana itu berbeda sama daun saga, kalo ga salah daun saga itu ga berwarna ungu. Kebetulan di Maluku tempat ayah saya namanya juga daun mayana dan betul suka dipakai untuk batuk berlendir, kalo ga salah di jakarta namanya daun biayana biasa juga dipakai kalau kita terbentur sesuatu atau jatuh yang menimbulkan lebam suka digerus dicampur sama kapur sirih lalu dioleskan di area lebam.
Maaf jika tidak berkenan
Efi_Andra’s mom

Answer 4 : Kalo memang benar itu daun mayana, kayaknya sih ada benarnya juga krn waktu itu sepupu suami saya malah terkena TBC akut, ibu mertua saya mencoba menolong memberikan ramuan daun mayana, biang kunyit, madu dan telor ayam kampung dan teryata berhasil, malah sekarang orang tsb jadi gemuk dan segar padahal dulunya kurus kering krn penyakit tersebut. Tapi kalo untuk anak kecil/balita saya belum tahu juga apa bisa, takutnya terlalu keras. paling kalo untuk ramuan2 traditional saya cuman berani kasih madu+perasan jeruk nipis (tapi kalo sdh berumur diatas 2 thn ya) krn saya sudah jarang kasih dia obat batuk lagi. Ini juga dibantu dengan treatment minum air putih hangat, trus kalo tidur badannya aku balurin balsam. Selama ini sih dengan treatment tersebut cukup ampuh untuk menyembuhkan batuknya. semoga membantu, maaf ya kalo ada yg salah.
mama claudia

Answer 5 : Pak Taufik,
Daun saga itu kecil2 merambat, jadi daunnya kecil2 sperti daunnya petai cina, tapi menjulur dan merambat, kalau daun miyana beda lagi, katanya kegunaannya utk di tempel (maaf ) di kemaluan bayi. Ini sih saya nggak mau ikutin, ngeri, takut alergi di kulit.Tapi, nggak tau juga ya kalau di tiap daerah kan suka beda2 namanya walau mungkin sama jenis tanamannya.
Semoga membantu, maaf kalau tidak berkenan.
Arum

Answer 6 : Daun saga itu berwarna ungu gelap? Kalau di Manado sih namanya daun mayana.Kami sering memberikan perasan daun tersebut (biasanya tambah kunyit) jika anak kami batuk berdahak. biasanya setelah minum ramuan tersebut anak kami akan batuk dan mengeluarkan lendir yang banyak, tidak berapa lama setelah itu Alhamdulillah anak kami sembuh.
Menurut saya secara pribadi, pengobatan secara tradisional dan secarakedokteran kan sama, sama-sama ikhtiar. toh obat-obatan dari dokter juga berasal dari alam, tapi diolah dengan teknologi canggih sehingga lebih memudahkan dan lebih masuk akal teorinya.
maaf kalau salah…
Salam,

taufiq

Answer 7 :

Treatment batuk berdahak

Question : Dear SP’s dan dr Wati,
Ikraam (15bln) sudah seminggu ini batuk berdahak dan sampai saat initreatment yang dilakukan untuk mengeluarkan dahaknya adalah seperti yangdianjurkan di milis sehat yaitu minum air putih hangat. Tetapi sampaisekarang belum ada kemajuan, tetap saja berdahak batuknya. Anaknya tetaplincah, tidak demam. Dadanya-pun sering saya berikan transpulmin biarhangat.
Dikarenakan sudah seminggu tetap seerpti ini (batuk berdahak), ayahnyaagak khawatir dan ingin diperiksakan ke dokter.
Sedangkan saya sendiri agak keberatan bila ke dokter takutnya diberiobat batuk tuh atau obat pengencer dahak
Nah, sekarang ini kami harus lakukan apalagi yah?
Apakah didiamkan saja sampai sembuh sendiri atau memang sudah waktunyauntuk diberi obat?
Terimakasih sebelumnya.
Regards,
Dini Arimanda

Answer 1 : hello mbak…
Hanif ku ( 26 bln ) barusan sembuh dari batuk berdahak setelah 2 minggu.Batuknya grok -grok, ada pileknya juga, meler. Pas tidur beberapa kali terbangun dan muntah, bersama muntahnya ikut keluar dahaknya. Setelah dibersihkan dan diganti bajunya, diberi minum putih hangat, trus tidur pulas sampe pagi… Pas mudik kemaren juga masih sedikit batuk, tapi sekarang dah sembuh dan pecicilan lagi he..he…
Treatment yg saya pake sama persis seperti yg disarankan dimilis, suer efektif kog…Khan kalo penyebabnya virus khan cuma imunitas tubuh yg dapat melawan. Tenang aja, baca-baca lagi artikel batuk di web, dan diperbanyak asupan cairan, kalo bisa yg hangat.
thanks, samsul

Answer 2 : Dear Mama Ikram.. Iya.. betul tuh kata papahnya Hanif.. anaknya masih pecicilan n ga demam kan? baca2 aja lagi soal batuk..( saya juga baru tu baca2nya..:-)) kaya kata dr Wati n kata buku2 juga.. batuk kan anugrah..buat buang kotoran.. mungkin virus aja.. ato alergi..(kalo emang ada riwayat atopi/alergi)kalo alergi, ya kenali pencetusnya ama dihindarin de.. Setau aku, kalo batuk doang, yg perlu dieksplorasi lebih jauh itu yg namanya batuk kronik berulang (BKB). BKB definisinya batuk yang terus menerus selama 2 minggu atau ada 3 episode batuk dalam 3 bulan berturut-turut. Kalo memenuhi kriteria BKB baru perlu dieksplorasi penyebab batuknya.. yg paling sering si penyebabnya tetep alergi, kedua sinusitis (tapi biasanya ada gejala lain).. ok d.. bye2.. sisca

Answer 3 : Dear mbak Dini,
benar yg dikatakan pak Syamsul, anakku juga 2 minggu y.l batuk berdahak.sempet aku kasih mucopect tapi untungnya cuman sehari ( habis gak tega ngelihatbatuknya yg grok2 gitu ) hiks…telat nanya ke milis sehat efek sampingnya.dan rewelnya minta ampun …apalagi kalau malam susah tidurnya karena hidungnyamampet dan batuk2 terus.treatmentnya ya : minum air putih hangat sesering mungkin, perhatikan asupanmakanannya ( Gizinya ), balur dada,punggung dan leher dengan transpulminkalau napasnya sesak karena pilek tadi taruh aja sebaskom air panas dan teteskanminyak Telon/kayu putih tutup kamar selama 10-15 menit.kalau pakai AC, dimatikan aja dulu sampai batuk-pileknya agak reda.Pagi hari bawa anak keluar dan jemur sekitar 10-15 menit.
Salam,Rahma

sumber web sehat

Q&A Batuk Pilek 7

Batuk pilek

Question : Dear Dr Wati dan SPs,
Maaf kalo sudah sering dibahas, tapi saya masih penasaran.Nadhiefa (12,5bl) lagi batuk pilek. Selama ini belum pernah, baru pertama kali. Mulainya dari selasa seminggu yl (25/01) batuk dulu tapi masih jarang2 (1 hari 5x-an). Kamis hidungnya mampet dan meler keluar ingus. Sabtu batuk sering, ke dokter diresepkan racikan ventolin, kenakort, cefat, dan o.g.. (tdk jelas). Menurut beliau banyak lendir mungkin sudah infeksi bakteri (infeksi sekunder). obatnya saya minumkan juga sabtu sore (1x) karena suami maksa (padahal saya sudah ngotot tdk diberikan). Malam badannya jadi agak panas. Obat saya stop, Minggu masih batuk&pilek, badan anget 37,8 der. Senin pilek sudah berkurang (tidak mampet) tapi masih batuk, badan sudah dingin. Hari ini masih batuk. Yang mau ditanyakan: 1. Anak saya ini batuk pileknya karena virus atau bukan ya? 2. Kalo infeksi sekunder itu yg bgm, terus dokter dasarnya apa bilang kalo itu sudah infeksi sekunder? 3. kalo batuk pilek karena flu (virus) itu dimulai dari batuk dulu atau pilek dulu, atau bisa 2-2nya? Saya takut batuknya penyakit yang lain lagi (bukan virus).4. Seharusnya saya berikan atau tidak obat dari dokter tsb? Ini obatnya (ada antibiotiknya)sempat saya berikan 1x, (seharusnya 15x) bisa resistant atau tidak kumannya?
Thx a lot before,Diana

Answer 1 : Dear sari… Duh gak kerasa dhiefa udah gede ya… sorry nih imel belum sempet main ke bogor. hehee…. :-)Eh maaf intermezzo dikit ya SP… beliau adalah temen kuliah saya… my very best friend!
Kalo dilihat dari gejalanya, kayaknya dhiefa kena infeksi virus deh (cmiiw ya dokter n SP). Kalo batuk pilek pake demam, bisa dipastikan penyebabnya adalah infeksi virus. Jadi jangan dikasih ABnya sar… cefat pula… ih syerem bener nih dokter. Kacaaaauuuuuu…..
Dari mayoclinic dikatakan gejala2 ‘cold’ yang disebabkan oleh virus ini adalah hidung berair, batuk, demam rendah (kurang dari 38.8 C), bersin (mirip banget ama gejala dhiefa ya…). Berhubung ada lebih dari 200 virus penyebab cold, maka gejala ‘cold’ pun bisa sangat beragam. Bisa pilek dulu… bisa batuk dulu… bisa terjadi semua gejala ataupun cuma salah satunya, gitu kayaknya… (cmiiw ya dokter….).
Biasanya semua gejala itu akan membaik dalam waktu 1-2 minggu (tergantung kondisi tubuh). Bener kan Alhamdulillah dhiefa udah membaik ya sar… Kalo untuk obat2an maaf imel belum bisa bantu karena gak bisa browsing. Mungkin SP lain bisa bantu. Tapi seperti yang dokter wati bilang, ekspektoran yang terbaik adalah air hangat. Jadi sering2 aja kasih dhiefa yang hangat2 sar… ABnya gak usah aja sar. Cold mah gak butuh AB. Cefat pula. Jangan ah sar… serem banget deh. Gile juga tuh dokter. Itu kan AB broad spectrum… gak kasihan nanti didalam tubuh dhiefa kuman baiknya mati semua… terus diisi sama kuman yang jahat2… terus jadi superbugs pula…. hiiiiiiiii…….. syeereeeem saarr…..
Oya kalo batuknya gak sembuh2, kemungkinan disebabkan karena alergi. Dhiefa alergi cuaca dingin mungkin? Soalnya akhir2 ini kan hujan terus ya apalagi bogor…. Kalau anak ada bakat alergi, pada saat kena flu, batuk atau pileknya bisa lebih berat dan lebih lama sembuh.
Maaf ya sar cuma bisa bantu segini. Mudah2an ada SP yang udah pinter2 yang mau kasih masukan lain…Salam untuk dhiefa ya… semoga lekas sembuh.
Best Regards,
Imelda Scorvia

Aswer 2 : Mbak Diana,Saya coba repost tulisan dokter wati ttg infeksi sekunder vs AB.Saran saja obatnya distop aja . Flu, batuk, pilek kan mostly karena virus. Banyak minum dan makan berkuah, hangat aja. Kalo hidungnya bumpet, bisa pakai Breathy.
salam, ani

Batuk keras dan berdahak

Question : Dear Dr. Wati & SP’s
Anakku Razan (6,5 bulan) sudah 2 minggu ini batuk, mula2 batuk sesekali aja, tp udah seminggu ini batuknya mulai sering, agak keras & sepertinya berdahak.Oya anakku masih ASI & selama ini aku cuma izinin banyak2in minum air putih hangat…
Nah, kemarin tepat 2 minggu batuknya, akhirnya aku pasrah juga agar Razan dibawa ke dokter oleh neneknya & kemudian dikasih resep campuran/puyer, ada Erythrocin, Bactrin, Mucopect, Matya & Antalgin blm aku tebus, krn pasti ada antibiotiknya.. (dah browsing di mayoclininc cuma dpt Erythrocin = AB, yg lain gak dapet)Sekarang ini aku lagi bingung karena neneknya ngotot harus kasih obat biar batuknya cepet sembuh, jadilah obatnya ditebus siang ini, tapi barusan neneknya bingung juga gimana cara kasih obatnya? DSA-nya bilang kalo puyernya dicampur air+madu, padahal gak boleh kan ya kasih madu ke anak umur < 3 th? Barusan neneknya tlp lagi, kira2 kalo obatnya dicampur dengan bubur susunya gimana ya?? atau kalo dicampur dengan jeruk?? soalnya anakku itu susah sekali masuk obatnya, dulu waktu demam aku kasih sanmol, langsung dimuntahin…
tolong sharingnya ya SP’s kalo ada yg punya pengalaman yg sama…
Thx a lot,-diah-

Answer 1 : Dear Mbak Diah,
Saya tau ini gak mudah utk mbak. apalagi ada pressure dari keluarga. Tapiyg diresepkan oleh dsanya Razan betul2 gak rasional mbak. Ada 2 antibiotikyg satu narrow spectrum (bactirm) dan yg satu lagi broad spectrum(eritroscin). Belum lagi oabt2an yg lain. Metamizole itu obat oenurunpanas yg gak direcomment utk balita. Jangan deh mbak. Bagus kalo razan gakmau atau menolak.
Saya tau ini gak mudah. tapi kalo Razan batuk hebat yg sampe gak bisatidur, bisa diberikan bronkodilator yg berfungsi utk membuka saluran nfas.Semantara itu treatment spt biasa. Ruangan buat jadi humid, ASI terusdiberikan, kebersihan kamar dijaga, dsb. Behaviornya razan gimana ? baek2kah ? kalo ya mahgak usah terlalu khawatir mbak. Satu sisi, memang saatini lagi musimnya kuman flu dsb.
semoga cepat sembuh,
Luluk

Answer 2 : Dear mbak Luluk,
makasih banyak ya sharingnya…
behaviournya Razan sih masih baik2 sekali, main & explore masih oke, ketawa ketiwi juga, dia lagi seneng2nya teriak2 melengking… nah abis itu dia jadi suka terbatuk2 deh… oya untungnya juga makannya tetep & gak berkurang…
ok deh, aku tetep gak kasih aja ya obatnya, paling2 kasih air hangat aja & aku kasih balsam transpulmin kalo malam..
cheers,-diah-

Batuk karena hawa dingin

Question : Dear smart parents…
Kembali lagi, saya mau sharing kalau batuk yang disebabkan oleh hawadingin di luar rumah akibat cuaca mendung, angin, atau jalan2 ke tempatsejuk (puncak), anak saya sering mengalami batuk kering tapiaktivitasnya tetap sama, bermain, lari2x, tidak drop.
Solusi : saya kasih air putih hangat dan dikerik punggungnya denganbawang merah dicampur minyak telon dan kayu putih,….kemudian keesokanharinya sudah hilang tanpa OBAT2xan.
Pertanyaan :Apakah ini yang dinamakan alergi ? Apakah dengan me”ngerik” punggungnyamemang sudah tepat ?
Dan alergi itu memang tidak ada obatnya ya.
Please advise…
ThanksEdi rahmat

Answer 1 : Bisa jadi anak bapak Alergi dingin dan benar sekali alergi itu tidak ada obatnya, yang dibutuhkan hanyalah menghindari dan memperkecil pencetus alerginya.
Saya kurang setuju dengan cara bapak mengerik/kerokan untuk anak bapak selain itu metode jamdul banget (jaman dulu) yang ga ada bukti ilmiah yang menyatakan kerokan/dikerik bisa menghilangkan alergi atau masuk angin, juga bisa menyebabkan pori2 melebar akibat kerikan/kerokan tersebut (cmiiw ya dok).
Saran saya hindari pencetus alerginya tapi kalo pas musim hujan atau udara lagi dingin bisa aza si kecil dipakaikan baju yang bisa bikin hangat, mengkonsumsi makanan dan minuman yang hangat kayak susu hangat, sup.
Semoga membantuEfi_Andra’s mom

Answer 2 : halo pak edi….saya ingin beri masukan sedikit ttg mengerik (kerokan) dan alergi ya…
Saya pernah baca kalau udara dingin memang akan menciutkan pembuluh darah dikulit. ciutnya pembuluh darah ini menyebabkan jaringan tubuh kurang dapatnutrisi yang baik, jadi rasanya memang tidak enak badan. Karena itu,biasanya orang kerokan dengan alasan untuk memperlebar pembuluh darah supayaaliran darah ke jaringan jadi lebih baik dan badan rasanya lebih enak.namun begitu, kerokan ini sebenarnya kurang baik, karena kerokan bikinpembuluh darah tepi jadi pecah….. jadi kalau mau menghindari “masukangin”, mendingan pakai baju hangat atau minum ramuan jahe aja….
ttg alergi, iya pak, tidak ada obatnya…. cara supaya alergi gak kumatadalah menghindari alergennya… kalau alergi dingin ya jangan ke tempatdingin, kalau alergi debu ya jangan sampai terkena debu…..
semoga membantu ya pak
intan

Pemakaian breathy saat flu

Question : Dear Sp’s,Sori nih lagi-lagi yg di bahas tentang flu…Hari ini adalah hari ke-2 Via (2 th)flu & terapi yg aku lakukan adalahseperti yg sudah pernah di sharing para sp semua. Kemaren aku minta tolong sama adikku utk di belikan breathy, ternyata ygdi beli adalah otrivin setelah di baca juga berfungsi utk melegakanhidung yg mampet. Kira2 aman nggak sih kalo’ aku kasih otrivin tsbt sbgpengganti breathy? Krn sampai dg tadi malam aku belum berani kasih keVia.Tolong dong sharing-nya…
Thx,Dyah

Answer 1 : dear mba dyah,.. maaf saya ga punya ilmu/pengalaman untuk bilan otrivin ituaman/ga.. yang jelas, kalo baca di penjelasan dibawah ini tentang otrivin &breathy (diambil dari http://www.medicastore.com).. kliatan jelas bahwa kandungankeduanya berbeda… trus.. kalo di “breathy” ga ada kontra indikasinyaapa.. sedangkan di otrivin jelas banget ada “kontra indikasi”-nya.. trus..ada “perhatian” dan ada “efek samping”-nya.. kalo saya disuruh milih,mendingan otrivin-nya ga dikasih tuh mba.. abis syerem juga bacanya,..
mudah2an sps lain/dr wati bisa punya jawaban yang lebih ok..smoga membantu ya mba…-yuli-mamabumi

Sesak nafas karena batuk pilek

Question : Dear SP & Mamahnya Rafi,
Putra saya (Theo, 9,5 mos, 10,1 kg) klu batuk juga pasti pake muntah…semua dimuntahin susu, ya makanan,….untungnya masih mau air hangat….jadi terus dikasih airputih hangat..tiba-tiba gak mau makan, gak mi susu….trus nafasnya ngrok2 dan cepat…kaya sesak gitu….stress banget..bb dah pasti turun, kali ini mungkin lebih dari 500 gr…..
untung dah ikutan milis, jadi gak begitu kuatir, cuma karena sesaknya baru pertama kali jadi rada kuatir sampai masuk ugd untuk dikasih O2 dan diinhalasi..pulangnya dikasih puyer untuk sesaknya (theophylin, lasal)..suami, mertua semua pada kuatir karena theo jadi kurus, setiap batuk berat badan turun (grafiknya naik turun gitu). Suami sy takut Theo kena penyakit yg berat(krn dah 5x batuk slm 9 bln), seperti asma, bronkhitis, tbc, pneumonia dsj…
Menurut dsanya ; Theo belum bisa dibilang asma krn masih bayi, sesak disebabkan lendirnya gak keluar, dan memang kebetulan klu lagi batuk disekitarnya pasti ada yg sedang sakit batuk pilek jg, makanya saya sebenarnya gak begitu kuatir…cuma krn frekuensinya cukup sering hampir 1 bulan sekali..itu yg membuat papanya kuatir…Sy coba browsing di mayoclinic perihal asma, pnemonia, tbc, bronchitis untuk nambah2 wawasan aja spy bisa diskusi dg dsanya….tapi belum bisa menenangkan pikiran suami juga..
mau tanya nich dok, menurut dokter, mbak luluk, sudah perlu gak sich sy bw theo untuk tes mantoux or x ray?
Theo sich prilakunya tetap ceria dan aktif, cuma memang terlihat lebih kurus dan yg tadinya badanya keras sekarang jadi lembek gitu kalo dipegang..
maaf ya klu kepanjangan dan malah jadi bertanya..
Ona

Answer 1 : mba…
soal TBC (SP and dr wati mohon koreksi aja ya kalau salah)di negara paling banyak kuman TBCnya seperti di indonesia ini anak bisa ‘jauh’ dari TB, kecuali ada kontak dengan pasien TB terutama orang dewasa. kecuali ada tanda-tanda pendukung lainnya (a.l.kontak dengan pasien TB atau berat badan yang tidak naik-naikmalahan menurun).tapi BB yang tidak naik juga tidak mutlak akibat TB.bisa aja tes mantoux setahun sekali tapi diatas umur 1 tahun, dan krn tes mantoux itu sakit jadi mending orang dewasa sekitar dulu yg di tes atau x ray. karena xray kan ada bahaya radiasi” Hasil test Mantoux dibaca setelah 48 – 72 jam.Hasil positif dilihat dari adanya benjolan dengan diameter > 15 mm (bukan kemerahannya).Kalau diameternya antara 10 – 15 mm, ini meragukan,Sedangkan diameter < 10 mm disebut negatif.
Soal BB kurus atau gemuk mesti dilihat di chart terus lihat juga keturunannya, aktiftasnya jd jgn gampang mencap TB
dibawah hasil browsing isi puyer anak mba ya…, kalau aku jadi mba sih, ga bakal aku kasih ke anak
salam
ade

Bayi batuk berdahak

Question : Dear Dr, Wati dan rekan lainnya,

Pingin dapat sharing info dari Dr. Wati dan rekan-rekan lain mengenai bayibatuk berdahak. Apa yang harus dilakukan… Apakah ada cara untukmengatasinya, selain dijemur di matahari.
Terima Kasih,
Budi Santoso A

Answer 1 : Dear Bp. Budi,
batuk berdahak pada bayi tidak bisa dikeluarkan langsung dengan sengajaoleh ortu, kecuali si bayinya muntah.. akan kluar sendirinya dgn dahak tsb.tetapi…, bisa diatasi dengan diberi banyak minum, & ASI…sehinggalendir/ dahaknya akan mencair…, kalau ada pileknya lebih baik terapi uap,itu saja… semoga membantu
=======================================
Anggun Zuma Riany (Renny)

Answer 2 : Pak Budi,
batuk berdahak pada bayi biasanya bisa dikeluarkan dengan jalan muntah (biasanya berbarengan dengan batuknya) atau melalui BABnya. Jika dahaknya berlebih dan si kecil ga kesulitan bernafas biasanya dapat dilonggarkan jalan nafasnya dengan nebulizer.
Semoga membantu
Efi_Andra’s mom

Answer 3 : terapi uap caranya sedia air panas di baskom, lalu teteskan minyak kayu putih atau sejenisnya, lalu si anak hirup uapnya…nah kadang2 si anak sulit u/ disuruh menghirup uapnya…kalau ortunya gak tega, baskomnya taro aja dipojok kamar mandi sambil si anak berendam air hangat…jadi dihirupnya secara tidak langsung…selain cara ini, kalau anaknya pilek, kasih NaCL/garam fisiologis aja, berguna u/ mencairkan ingusnya…atau merk dagangnya breathy yg gampang dicari…banyak di apotik atau guardian/century di pertokoan…
u/ minumnya sih kalau saya prefer air hangat…
Regards,
Gendi Jatikusumah (father of pasha & sasi)

Anak batuk

Question : Anak saya Valesca berumur 9 bulan, sejak umur kurang lebih 3 bulan sampai sekarang hampir setiap bulan sakit batuk dan pilek ( namun lebih sering batuknya ), hal ini memang kadang karena tertular kakaknya namun lebih sering bukan karena tertular. Setiap ke dokter selalu dikasih obat racikan sbb :
- Polaramine ( kalo tidak salah tulis )
- Mucopect
- Ventolin
- Kenacot
Kadang obat tersebut ditebus 2 kali karena belum sembuh, *dan kalaupuntelah sembuh tidak pernah sembuh total karena setiap selesai minum susu di malam hari ( sekitar jam 1 subuh ) pasti langsung batuk-batuk 2 – 3 kali dan bahkan terkadang muntah, padahal sepanjang hari ( pagi – siang – malam sebelum tidur ) tidak batuk.
Dokter menyarankan untuk tidak menggunakan susu gold / A+ ( saat ini minum susu Promil yang biasa ), bahkan pernah diberikan susu enfamil HA khusus untuk yang alergi namun tidak ada perubahan. Dan pada akhirnya disimpulkan bahwa anak saya tidak cocok dengan susu sapi sehingga disarankan untuk mengkonsumsi susu kedelai ( pernah diberikan Nutrilon soya tp tidak doyan).
Ada juga yang memberitahu bahwa mungkin karena alergi debu, hal ini punsudah dilakukan dengan cara membersihkan AC, mencuci gorden, debu disetiap sudut kamar dibersihkan, sprei sering diganti, dll namun tetap tidak pengaruh.
Yang menjadi pertanyaan saya :
1. Apakah dengan sering minum obat racikan di atas ada pengaruh terhadap kondisi perkembangan anak ? ( kalau tidak diberikan obat akan sangat kasihan karena batuknya parah apalagi di malam hari kadang sepanjang 1 – 2 jam batuk terus tidak berhenti )
2. Apa penyebab sering batuk / pilek yang dialami anak saya ? apakah bisa dari makanan ( seperti keju, ikan, dll ) atau pengaruh dari apa yang dikonsumsi pada saat kehamilan ?
3. Apakah dengan minum susu kedelai merupakan solusinya ? apakah susukedelai cukup cakupan gizinya ?
4. Mengapa setiap kesembuhan tidak pernah total ( spt pada point * ) ?
5. Bagaiman solusi untuk permasalahan ini ? Atas bantuannya diucapkan terima kasih.
Lany

Answer 1 : Menurut saya memang batuknya karena alergi dan yg dilakukan sudah benar yaitu membersihkan kamar. Dan belum ada obat yg terbukti efektif untuk alergi selain menghindari faktor pencetusnya.
Selama batuknya tidak begitu mengganggu, tidak perlu dikhawatirkan. Biasanya alergi akan membaik seiring dengan meningkatnya usia anak.
Obat obatnya tidak perlu, terutama Kenacort, efeknya horor loh Mbak.. dan lagi diberikan dalam bentuk puyer.
Ganti susu yg mahal ? non sense ah, simpan saja uangnya buat pendidikan anak.Anak yg alergi susu sapi biasanya juga alergi susu kedelai.
maksudnya sembuh total gimana ya ? kalo cuma batuk-batuk kecil khan oke-oke saja.

thanks, samsul

Answer 2 : Saya coba bantu jab ya mbak….please cmiiw ya dr. Wati dan Sps,
Sepertinya memang batuk alergi mbak, jadi jangan dikasi obat apapun,kecuali menghindari pencetusnya,pencetus alergi bukan hanya debusajakan+ Bisa jadi dari makanan, keadaan cuaca, serbuk sari bunga, dlsb.Coba makanannya di observe, untuk sementara hentikan pemberian ikanuntuk beberapa hari, lihat perkembangannya, kalau masih tetap batuk cobahentikan makanan yang lain, atau kondisi lingkungan lainnya. Pengalamansaya ternyata anak saya alergi serbuk sari bunga, beberapa waktu yll adatukang dekorasi yang ngontrak sebelah rumah. Sat itu anak saya bolakbalik batuk pilek, setelah pindah alhamdulillah batuk pilek anak sayasembuh dan alhamdulillah sekarang jarang banget berulang.
Puyer atau obat lainnya dari DSA hentikan aja ya mbak….kasihan anaknya di bom obat terus, mending kasi air Putih anget aja.
Yenni

Answer 3 : mbak Lenny,bukankah anak2 yg sering dikasih AB untuk pengobatan yg ngga tepat malah semakin sering sakit? dan AB sama sekali ngga mempan untuk virus ataupun alergi.. itulah mengapa Valesca ngga sembuh2 walaupun puyernya ditebus sampe 2 kali.
seperti kata P’Samsul, kalo alergi obatnya hanya menghindari pencetusnya..pencetus mungkin aja bukan hanya debu, tapi makanan tertentu, susu, dll.
obat2nya dihentikan saja… coba browse ke medicastore untuk lihat efeksampingnya..
salam,
-henny silviana-
bundanya alghifari & attar

sumber : web sehat