<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Keluarga Sehat Keluarga Bahagia</title>
	<atom:link href="http://keluargasehat.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://keluargasehat.wordpress.com</link>
	<description>Saya Bukan Dokter, ini hanya kumpulan artikel yang saya temukan sepanjang perjalanan saya belajar kesehatan dan tumbuh kembang anak.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 03:05:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='keluargasehat.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/80c88301ed984bdae78e5216ff0ba949?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Keluarga Sehat Keluarga Bahagia</title>
		<link>http://keluargasehat.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://keluargasehat.wordpress.com/osd.xml" title="Keluarga Sehat Keluarga Bahagia" />
	<atom:link rel='hub' href='http://keluargasehat.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Diet BRATY, mitos atau bukan?</title>
		<link>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/12/03/diet-braty-mitos-atau-bukan/</link>
		<comments>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/12/03/diet-braty-mitos-atau-bukan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 07:25:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>guegue</dc:creator>
				<category><![CDATA[BRATY]]></category>
		<category><![CDATA[DIARE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluargasehat.wordpress.com/?p=3919</guid>
		<description><![CDATA[sumber : http://milissehat.web.id/?p=1862 Diet BRAT dikenal sebagai bagian dari tatalaksana diare. Anak-anak dengan diare tidak dianjurkan makanan lain selain BRAT (Banana = pisang, Rice= nasi, Applesauce = saus apel, Toast = Roti). Apakah diet BRAT ini masih digunakan hingga sekarang? Pisang mengandung tinggi kalium dan serat yang tahan terhadap enzim amilase. Pada saat diare, tubuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargasehat.wordpress.com&amp;blog=3434992&amp;post=3919&amp;subd=keluargasehat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sumber : http://milissehat.web.id/?p=1862</p>
<p>Diet BRAT dikenal sebagai bagian dari tatalaksana diare. Anak-anak dengan diare tidak dianjurkan makanan lain selain BRAT (Banana = pisang, Rice= nasi, Applesauce = saus apel, Toast = Roti). Apakah diet BRAT ini masih digunakan hingga sekarang?<br />
Pisang mengandung tinggi kalium dan serat yang tahan terhadap enzim amilase. Pada saat diare, tubuh banyak mengeluarkan cairan dan elektrolit terutama kalium. Kekurangan kalium sering menjadi komplikasi pada diare. Nasi (kadang diberikan dalam bentuk air tajin) dan roti mengandung karbohidrat kompleks dengan daya tarik air yang rendah sehingga tidak menyebabkan tinja menjadi encer. Nasi dianggap memiliki zat anti sekretorik (mencegah pengeluaran air dari usus besar). Apel lebih terkenal di Negara empat musim, mengandung pectin yang dapat mengeraskan tinja.<br />
Saat ini istilah BRAT diet sering ditambahkan dengan Yoghurt, menjadi BRATY  diet. Yoghurt dianggap mengandung probiotik yaitu bakteri yang dapat menguntungkan saluran cerna. Bakteri ini akan berkompetisi dengan mikroorganisme pathogen (penyebab penyakit) dan mempercepat kesembuhan diare. Rasionalisasi penggunaan probiotik dapat dibaca pada artikel terpisah.<br />
Diet BRAT terbukti menurunkan frekuensi diare dan mengentalkan tinja, parameter ini dipakai untuk menilai kesembuhan diare tanpa memperhitungkan status dehidrasi.  Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, tatalaksana diare saat ini tidak lagi bertujuan untuk mengurangi frekuensi diare ataupun mengentalkan tinja, tetapi untuk mencegah dehidrasi.<br />
Sejak ditelitinya mekanisme penyerapan elektrolit dan air dalam saluran cerna pada anak diare , cairan rehidrasi oral dikembangkan (sekitar tahun 1940an), dan menjadi terapi utama pada diare.  Saat ini, tatalaksana nutrisi yang dianjurkan AAP dan WHO pada anak diare adalah “early feeding” yaitu tidak memuasakan anak, memberikan makan seperti biasa. Pembatasan makanan saat diare dan hanya memberikan  BRAT saja dinilai tidak efektif karena diet BRAT memiliki kalori yang rendah.<br />
Berikut adalah panduan pemberian nutrisi pada anak diare:<br />
- Jangan puasakan anak<br />
- Jika anak masih menyusu, lanjutkan ASI.<br />
- Jika muntah, tunggu 10 menit lalu berikan makan/minum sedikit-sedikit tapi lebih sering (setiap 2-3 jam)<br />
- Tidak perlu mengganti susu dengan susu rendah/bebas laktosa, susu dapat dicampur dengan sereal atau makanan lain.<br />
- Lanjutkan makan seperti biasa sesuai dengan usia (feeding of age-appropriate diet), makan dapat diinterupsi untuk pemberian oralit. Utamakan pemberian oralit pada anak diare.<br />
- Pada anak dengan diare hebat disertai dehidrasi berat, modifikasi diet perlu dilakukan dibawah pengawasan tenaga medis.<br />
- Hindari rehidrasi dengan cairan tinggi gula dan soda.<br />
Sebagai kesimpulan, anak dengan diare sangat rentan terhadap dehidrasi dan kekurangan zat gizi. Pemberian makan dan minum sangat penting untuk mencegah dehidrasi, malnutrisi dan mempercepat pemulihan. Pisang, apel, nasi, roti adalah bagian dalam makanan sehari-hari, semuanya dapat diberikan kepada anak, namun jangan membatasi makan anak. Tidak ada anjuran khusus diet pada anak diare, berikan makan seperti biasa sesuai usia. (win)<br />
Sumber :<br />
-  BRAT diet, Emergency Medicine News.<br />
-  Managing acute gastroenteritis among children, CDC<br />
-  The BRAT diet for acute diarrhea in children: should it be used? Pediatric Gastroenterology.<br />
-  Hospital care in children, WHO</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keluargasehat.wordpress.com/3919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keluargasehat.wordpress.com/3919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keluargasehat.wordpress.com/3919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keluargasehat.wordpress.com/3919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/keluargasehat.wordpress.com/3919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/keluargasehat.wordpress.com/3919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/keluargasehat.wordpress.com/3919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/keluargasehat.wordpress.com/3919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keluargasehat.wordpress.com/3919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keluargasehat.wordpress.com/3919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keluargasehat.wordpress.com/3919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keluargasehat.wordpress.com/3919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keluargasehat.wordpress.com/3919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keluargasehat.wordpress.com/3919/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargasehat.wordpress.com&amp;blog=3434992&amp;post=3919&amp;subd=keluargasehat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/12/03/diet-braty-mitos-atau-bukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ea4a171978363cc398263d18c3871d1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luchan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diphtheria</title>
		<link>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/12/03/diphtheria/</link>
		<comments>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/12/03/diphtheria/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 06:44:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>guegue</dc:creator>
				<category><![CDATA[DIPTHERIA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluargasehat.wordpress.com/?p=3914</guid>
		<description><![CDATA[sumber : http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&#38;hkategori=pdt&#38;direktori=pdt&#38;filepdf=0&#38;pdf=&#38;html=07110-vwmu278.htm Parwati S. Basuki, Soegeng Soegijanto BATASAN DIPHTHERIA Adalah suatu penyakit infeksi toksik akut yang sangat menular, disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae dengan ditandai pembentukan pseudomembran pada kulit dan/atau mukosa. PATOGENESIS DAN PATOFISIOLOGI Kuman masuk melalui mukosa/kulit, melekat serta berbiak pada permukaan mukosa saluran nafas bagian atas dan mulai memproduksi toksin yang merembes ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargasehat.wordpress.com&amp;blog=3434992&amp;post=3914&amp;subd=keluargasehat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sumber : http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&amp;hkategori=pdt&amp;direktori=pdt&amp;filepdf=0&amp;pdf=&amp;html=07110-vwmu278.htm</p>
<p>Parwati S.  Basuki, Soegeng Soegijanto</p>
<p>BATASAN DIPHTHERIA<br />
Adalah suatu penyakit infeksi toksik akut yang sangat menular, disebabkan oleh  Corynebacterium  diphtheriae  dengan   ditandai pembentukan pseudomembran pada kulit dan/atau mukosa.</p>
<p>PATOGENESIS DAN PATOFISIOLOGI</p>
<p>Kuman masuk melalui mukosa/kulit, melekat serta berbiak  pada permukaan mukosa saluran nafas bagian atas dan mulai  memproduksi  toksin yang merembes ke sekeliling  serta  selanjutnya menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh limfe dan  darah. Toksin ini  merupakan suatu protein dengan berat molekul 62.000 dalton, tidak tahan panas/cahaya, mempunyai 2 fragmen yaitu fragmen A  (aminoterminal) dan fragmen B (carboxyterminal) yang disatukan  dengan ikatan  disulfida.  Fragmen  B  diperlukan  untuk  melekatkan molekul toksin yang teraktifasi pada reseptor sel pejamu yang sensitif. Perlekatan ini mutlak agar fragmen A dapat melakukan  penetrasi ke dalam sel. Kedua fragmen ini  penting  dalam menimbulkan efek toksik pada sel.</p>
<p>Reseptor-reseptor toksin diphtheria pada membran sel terkumpul dalam suatu coated pit dan toksin mengadakan penetrasi dengan cara endositosis.  Proses  ini  memungkinkan  toksin mencapai bagian dalam sel. Selanjutnya endosom yang  mengalami asidifikasi secara alamiah ini dan mengandung toksin memudahkan toksin untuk melalui membran endosom ke cytosol. Efek  toksik  pada  jaringan tubuh  manusia  adalah  hambatan pembentukan protein dalam sel.</p>
<p>Pembentukan protein dalam  sel dimulai  dari penggabungan 2 asam amino yang telah  diikat  2 transfer  RNA  yang  menempati kedudukan P dan  A  dari  pada ribosome. Bila rangkaian asam amino ini akan ditambah dengan asam amino lain untuk membentuk polipeptida  sesuai  dengan cetakan biru RNA, diperlukan proses translokasi. Translokasi ini merupakan  pindahnya gabungan transfer RNA  +  dipeptida dari  kedudukan  A  ke kedudukan P.  Proses  translokasi  ini memerlukan  enzim  translokase  (Elongation  faktor-2)   yang aktif.</p>
<p>Toksin diphtheria mula mula menempel pada membran sel dengan bantuan  fragmen B dan selanjutnya fragmen A akan  masuk  dan mengakibatkan inaktivasi enzim translokase melalui proses :</p>
<p>NAD+  + EF2 (aktif) &#8212;toksin&#8212;&gt; ADP-ribosil-EF2 (inaktif) +  H2  + Nicotinamide  ADP-ribosil-EF2  yang inaktif .                     </p>
<p>Hal ini  menyebabkan proses  translokasi tidak berjalan sehingga  tidak  terbentuk rangkaian polipeptida yang diperlukan, dengan akibat sel akan mati. Nekrosis tampak jelas di daerah kolonisasi kuman. Sebagai respons terjadi  inflamasi lokal  yang  bersama-sama  dengan jaringan  nekrotik  membentuk bercak eksudat  yang  mula-mula mudah dilepas. Produksi toksin semakin banyak, daerah infeksi semakin lebar dan terbentuklah eksudat fibrin.  Terbentuklah suatu  membran yang melekat erat berwarna  kelabu  kehitaman, tergantung dari jumlah darah yang terkandung. selain  fibrin, membran juga terdiri dari sel-sel radang, eritrosit dan  sel-sel epitel. Bila dipaksa melepas membran akan terjadi perdarahan. Selanjutnya membran akan terlepas sendiri dalam  periode penyembuhan.</p>
<p>Kadang-kadang terjadi infeksi sekunder dengan bakteri (misalnya Streptococcus pyogenes). Membran dan jaringan edematous dapat menyumbat jalan nafas. gangguan  pernafasan/suffokasi bisa terjadi dengan  perluasan penyakit ke dalam laring atau cabang-cabang  tracheobronchial. Toksin yang diedarkan dalam tubuh bisa mengakibatkan kerusakan pada setiap organ, terutama jantung, saraf dan ginjal.</p>
<p>Antitoksin  diphtheria  hanya berpengaruh  pada  toksin  yang bebas atau yang terabsorbsi pada sel, tetapi tidak bila telah terjadi  penetrasi  ke dalam sel.  Setelah  toksin  terfiksasi dalam  sel,  terdapat periode laten yang  bervariasi  sebelum timbulnya manifestasi klinik. Miokardiopati  toksik biasanya  terjadi dalam  10-14  hari, manifestasi saraf  pada  umumnya  terjadi setelah  3-7 minggu. Kelainan patologi yang menonjol  adalah nekrosis  toksis  dan degenerasi hialin  pada  bermacam-macam organ  dan  jaringan. Pada jantung  tampak  edema, kongesti, infiltrasi sel mononuklear pada serat otot dan sistem konduksi.  Bila penderita tetap hidup terjadi regenerasi  otot  dan fibrosis  interstisial.  pada saraf  tampak  neuritis  toksik dengan  degenerasi lemak pada selaput mielin.  Nekrosis  hati bisa  disertai  gejala  hipoglikemia,  kadang-kadang tampak perdarahan adrenal dan nekrosis tubuler akut pada ginjal.</p>
<p>MANIFESTASI KLINIK<br />
Tergantung  pada berbagai faktor, maka  manifestasi  penyakit ini   bisa   bervariasi  dari  tanpa  gejala   sampai   suatu keadaan/penyakit yang hipertoksik serta fatal. Sebagai faktor primer adalah imunitas penderita terhadap toksin  diphtheria, virulensi serta toksinogenesitas (kemampuan membentuk toksin) C. diphtheriae, dan lokasi penyakit secara anatomis.  Faktor-faktor  lain  termasuk umur, penyakit sistemik  penyerta  dan penyakit-penyakit  pada  daerah  nasifaring  yang  sudah  ada sebelumnya.  Masa  tunas  2-6 hari.  Penderita  pada  umumnya datang untuk berobat setelah beberapa hari menderita keluhan sistemik. Demam  jarang melebihi 38,9o C dan keluhan serta gejala  lain tergantung pada lokalisasi penyakit diphtheria.</p>
<p>Diphtheria Hidung<br />
Pada permulaan mirip common cold, yaitu pilek ringan  tanpa atau disertai gejala sistemik ringan. Sekret hidung berangsur menjadi serosanguinous dan kemudian mukopurulen  mengadakan lecet  pada  nares dan bibir atas.  Pada  pemeriksaan  tampak membran putih pada daerah septum nasi. Absorpsi toksin sangat lambat  dan gejala sistemik yang timbul tidak nyata  sehingga diagnosis lambat dibuat.</p>
<p>Diphtheria Tonsil-Faring</p>
<p>Gejala anoroksia, malaise, demam ringan, nyeri menelan. dalam 1-2  hari timbul membran yang melekat, berwarna  putih-kelabu dapat  menutup tonsil dan dinding faring, meluas ke uvula  dan palatum molle atau ke distal ke laring dan trachea.</p>
<p>Usaha melepas membran akan mengakibatkan perdarahan. Dapat terjadi  lymphadenitis  servikalis dan  submandibularis  bila bersamaan dengan edema jaringan lunak leher yang luas  timbul bullneck.  Selanjutnya tergantung derajat elaborasi  toksin dan  luas  embran. Bila kasus berat, bisa  terjadi  kegagalan pernafasan  atau  sirkulasi. Dapat terjadi  paralisis  palatum molle  baik uni maupun bilateral, disertai kesukaran  menelan dan regurgitasi. Stupor, koma, kematian bisa terjadi dalam satu minggu sampai 10 hari. Pada kasus sedang, penyembuhan terjadi secara berangsur-angsur dan bisa disertai penyulit  miokarditis atau neuritis. Pada kasus ringan membran  terlepas dalam 7-10 hari; biasanya terjadi penyembuhan sempurna.</p>
<p>Diphtheria Laring</p>
<p>Biasanya merupakan perluasan diphtheria faring, pada diphtheria laring primer gejala toksik kurang nyata, tetapi lebih berupa gejala obstruksi saluran nafas atas.  Gejala  sukar dibedakan  dari  tipe infectious croup  yang   lain  seperti nafas berbunyi, stridor progresif, suara parau, batuk  kering dan  pada obstruksi laring yang berat terdapat  retraksi  suprasternal,  subcostal  dan  supraclavicular.  Bila   terjadi pelepasan  membran  yang  menutup jalan  nafas  bisa  terjadi kematian mendadak. pada kasus berat, membran meluas ke percabangan tracheobronchial. Dalam hal diphtheria laring  sebagai perluasan daripada diphtheria faring, gejala merupakan campuran gejala obstruksi dan toksemia.</p>
<p>Diphtheria Kulit, Vulvovaginal, Konjungtiva, Telinga<br />
Diphtheria kulit berupa tukak di kulit, tepi jelas dan terdapat membran pada dasarnya. Kelainan cenderung menahun. Diphtheria pada mata dengan lesi pada konjungtiva berupa kemerahan,  edema   dan  membran pada  konjungtiva  palpebra.  Pada telinga  berupa  otitis eksterna dengan  sekret  purulen  dan berbau.</p>
<p>DIAGNOSIS<br />
Harus dibuat atas dasar pemeriksaan klinis oleh karena penundaan pengobatan akan membahayakan jiwa penderita. Penentuan kuman diphtheria dengan sediaan langsung kurang dapat dipercaya.  Cara  yang  lebih akurat  adalah  dengan  identifikasi secara fluorescent antibody technique, namun untuk ini diperlukan seorang ahli. Diagnosis pasti dengan isolasi C, diphtheriae dengan pembiakan pada media Loeffler dilanjutkan dengan tes  toksinogenesitas secara vivo (marmut) dan vitro (tes Elek). Cara Polymerase Chain Reaction (PCR) dapat membantu menegakkan diagnosis difteri dengan cepat, namun pemeriksaan ini mahal dan masih memerlukan penjajagan lebih lanjut untuk penggunaan secara luas.</p>
<p>DIAGNOSIS BANDING</p>
<p>Diphtheria Hidung :<br />
1. Rhinorrhea (common cold, sinusitis, adenoiditis)<br />
2. Benda asing dalam hidung<br />
3. Snuffles (lues congenita).</p>
<p>Diphtheria Faring :</p>
<p>1. Tonsilitis membranosa akuta oleh karena streptokokus (tonsillitis akuta/septic sore  throat)<br />
2. Mononucleosis infectiosa<br />
3. Tonsilitis membranosa non bakterial<br />
4. Tonsillitis herpetika primer<br />
5. Moniliasis<br />
6. Blood dyscrasia<br />
7. Pasca tonsilektomi</p>
<p>Diphtheria Laring :<br />
1. Infectious croup yang lain<br />
2. Spasmodic croup<br />
3. Angioneurotic edema pada laring<br />
4. Benda asing dalam laring</p>
<p>Diphtheria Kulit :<br />
1. Impetigo<br />
2. Infeksi o.k. streptokokus/stafilokokus</p>
<p>PENYULIT</p>
<p>1.   Obstruksi jalan nafas :<br />
      Disebabkan oleh karena tertutup jalan nafas oleh membran diphtheria atau oleh karena edema pada tonsil, faring, daerah sub mandibular dan cervical.</p>
<p>2.   Efek toksin.<br />
      Penyulit pada jantung berupa miokardioopati toksik bisa terjadi pada minggu ke dua, tetapi bisa lebih dini (minggu pertama) atau  lebih  lambat (minggu ke enam).  Manifestasinya  bisa berupa  takhikardi, suara jantung redup, bising jantung,  atau aritmia. Bisa pula terjadi  gagal  jantung. Penyulit  pada  saraf (neuropati) biasanya  terjadi  lambat,  bersifat bilateral,  terutama  mengenai saraf  motorik  dan  sembuh sempurna. Kelumpuhan pada palatum molle pada minggu ke-3, suara menjadi sengau, terjadi  regurgitasi nasal, kesukaran menelan. Paralisis otot mata biasanya pada minggu ke-5, meskipun dapat terjadi antara minggu ke-5  dan  ke-7. Paralisa ekstremitas bersifat bilateral  dan simetris  disertai hilangnya deep tendon reflexes,  peningkatan  kadar  protein dalam liquor  cerebrospinalis.  Bila terjadi  kelumpuhan  pada pusat  vasomotor  dapat  terjadi hipotensi dan gagal jantung.</p>
<p>3. Infeksi sekunder dengan bakteri lain :<br />
      Setelah  penggunaan antibiotika secara luas, penyulit  ini sudah sangat jarang.</p>
<p>TATALAKSANA<br />
1. Isolasi dan Karantina :</p>
<p>Penderita diisolasi sampai biakan negatif 3 kali berturut-turut setelah masa akut terlampaui. Kontak penderita diisolasi sampai tindakan-tindakan  berikut terlaksana :</p>
<p>a. biakan hidung dan tenggorok<br />
b. seyogyanya dilakukan tes  Schick (tes kerentanan terhadap diphtheria)<br />
c. diikuti  gejala  klinis  setiap hari sampai masa tunas terlewati.</p>
<p>Anak yang telah mendapat imunisasi dasar diberikan booster dengan toksoid diphtheria.<br />
Bila kultur (-)/Schick test (-) : bebas isolasi<br />
Bila kultur (+)/Schick test (-) :pengobatan carrier<br />
Bila  kultur (+)/Schick test (+)/gejala (-) : anti  toksin diphtheria + penisilin<br />
Bila kultur (-)/Shick test (+) : toksoid (imunisasi aktif)</p>
<p>2. Pengobatan :</p>
<p>Tujuan mengobati penderita diphtheria adalah menginaktivasi toksin yang belum terikat secepatnya, mencegah dan mengusahakan agar penyulit yang terjadi minimal, mengeliminasi C. diphtheriae untuk mencegah penularan serta mengobati  infeksi penyerta dan penyulit diphtheria.</p>
<p>2.1. U m u m :</p>
<p>Istirahat  mutlak  selama kurang lebih  2  minggu,  pemberian cairan serta diit yang adekwat. Khusus pada diphtheria laring dijaga  agar nafas tetap bebas serta dijaga kelembaban  udara dengan menggunakan nebulizer.</p>
<p>Bila tampak kegelisahan, iritabilitas serta gangguan pernafasan yang progresif hal-hal tersebut merupakan indikasi tindakan trakeostomi.</p>
<p>2.2. K h u s u s :</p>
<p>2.2.1. Antitoksin : serum anti diphtheria (ADS)</p>
<p>Antitoksin  harus  diberikan segera setelah  dibuat  diagnosis diphtheria.</p>
<p>Sebelumnya harus dilakukan tes kulit atau tes konjungtiva dahulu.  Oleh karena pada pemberian ADS terdapat  kemungkinan  terjadinya  reaksi anafilaktik, maka harus tersedia larutan Adrenalin 1 : 1000 dalam semprit.</p>
<p>Tes kulit dilakukan  dengan penyuntikan 0,1 ml ADS dalam larutan garam fisiologis  1 : 1000 secara intrakutan. Tes positif bila dalam 20 menit terjadi indurasi &gt; 10 mm.</p>
<p>Tes  konjungtiva dilakukan dengan meneteskan 1 tetes  larutan serum  1 : 10 dalam garam faali. Pada  mata  yang  lain diteteskan garam faali. Tes positif bila dalam 20  menit tampak gejala konjungtivitis dan lakrimasi.</p>
<p>Bila tes kulit/konjungtiva positif, ADS  diberikan  dengan cara desensitisasi (Besredka). Bila tes hipersensitivitas tersebut di atas negatif, ADS harus diberikan sekaligus secara tetesan intravena.</p>
<p>Dosis serum anti diphtheria ditentukan secara empiris  berdasarkan  berat  penyakit, tidak tergantung  pada  berat  badan penderita, dan berkisar antara 20.000-120.000 KI.</p>
<p>Dosis ADS di ruang Menular Anak RSUD Dr. Soetomo disesuaikan menurut derajat berat penyakit sebagai berikut :<br />
·  20.000 KI i.m. untuk diphtheria ringan (hidung, kulit,  konjungtiva).<br />
·  40.000 KI i.v. untuk diphtheria  sedang (pseudomembran terbatas pada tonsil, diphtheria laring).<br />
·  100.000 KI i.v. untuk diphtheria berat (pseudomembran  meluas ke luar tonsil, keadaan anak yang toksik; disertai &#8220;bullneck&#8221;, disertai penyulit akibat efek toksin).</p>
<p>Pemberian ADS secara intravena dilakukan secara tetesan dalam larutan 200 ml dalam waktu kira-kira 4-8 jam. Pengamatan terhadap  kemungkinan  efek samping  obat/reaksi  sakal  dilakukan selama  pemberian  antitoksin dan selama  2  jam  berikutnya. Demikian pula perlu dimonitor terjadinya reaksi hipersensitivitas lambat (serum sickness).</p>
<p>2.2.2. Antimikrobial</p>
<p>Bukan sebagai pengganti antitoksin, melainkan untuk  menghentikan  produksi  toksin. Penisilin prokain 50.000-100.000 KI/BB/hari  selama  7-10  hari, bila  alergi  bisa  diberikan eritromisin 40 mg/kg/hari.</p>
<p>2.2.3. Kortikosteroid</p>
<p>Belum terdapat persamaan pendapat mengenai kegunaan obat  ini pada  diphtheria.  Di  Ruang Menular Anak  RSUD Dr.  Soetomo kortikosteroid  diberikan  kepada  penderita  dengan   gejala obstruksi saluran nafas bagian atas dan bila terdapat  penyulit miokardiopati toksik.</p>
<p>2.2.4. Pengobatan penyulit</p>
<p>Pengobatan terutama ditujukan terhadap menjaga agar hemodinamika penderita tetap baik oleh karena penyulit yang  disebabkan oleh toksin pada umumnya reversibel.</p>
<p>2.2.5. Pengobatan Carrier</p>
<p>Carrier adalah mereka yang tidak menunjukkan keluhan, mempunyai reaksi Schick negatif tetapi mengandung basil  diphtheria dalam nasofaringnya.<br />
Pengobatan yang dapat diberikan adalah penisilin oral  atau suntikan, atau eritromisin selama satu minggu. Mungkin diperlukan tindakan tonsilektomi/adenoidektomi.</p>
<p>3. Pencegahan :</p>
<p>3.1. Umum<br />
Kebersihan dan pengetahuan tentang bahaya penyakit  ini  bagi anak-anak. Pada umumnya setelah menderita  penyakit  diphtheria  kekebalan penderita terhadap penyakit ini sangat  rendah sehingga perlu imunisasi.</p>
<p>3.2. Khusus<br />
 Terdiri dari imunisasi DPT dan pengobatan carrier.</p>
<p>IMUNITAS</p>
<p>Test kekebalan :</p>
<p>Schick  test  :  menentukan  kerentanan (suseptibilitas) terhadap diphtheria. Test dilakukan dengan menyuntikan toksin diphtheria (dilemahkan) secara intrakutan. Bila tidak terdapat  kekebalan  antitoksik akan terjadi nekrosis jaringan  sehingga test positif.</p>
<p>Moloney test  : menentukan sensitivitas  terhadap  produk kuman diphtheria. Tes  dilakukan  dengan memberikan  0,1 ml larutan fluid diphtheria toxoid  secara suntikan  intradermal. Reaksi positif bila dalam   24  jam   timbul  eritema &gt; 10 mm. Ini berarti bahwa :</p>
<p>-  pernah terpapar pada  basil diphtheria sebelumnya sehingga terjadi reaksi hipersensitivitas.<br />
-  pemberian toksoid  diphtheria bisa mengakibatkan timbulnya  reaksi yang berbahaya.</p>
<p>Kekebalan pasif : diperoleh  secara  transplasental dari  ibu  yang  kebal  terhadap diphtheria (sampai 6 bulan) dan suntikan  antitoksin (sampai 2-3 minggu).<br />
Kekebalan aktif : diperoleh dengan cara menderita  sakit atau inapparent infection dan imunisasi dengan toksoid  diphtheria.</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>1. Christie AB, ed.  Infectious Diseases : Epidemiology   and clinical  practice. Edinburgh London New York :  Churchill  Livingstone,  1987; 1183-209.<br />
2. Halsey  NA, Smith MHD. Diphtheria. In: Warren  KS, Mahmoud AAF,  eds.  Tropical and Geographical  Medicine.  International  Student  Edition. New York : Mc  Graw-Hill, 1990, 860-6.<br />
3. Hodes  HL. Diphtheria. Ped. Clin.North America 1979;  26 :  445.<br />
4. Wharton M. In : Gershon AA, Hotez PJ, Katz SL, eds.  Krugman’s Infectious Diseases of Children. 11th ed  St. Louis : The Mosby Co, 2004 : 85-96<br />
5. Long SL. Diphtheria (Corynebacterium diphtheriae) in : Behrman  RE,  Kliegman  RM, Jelson HB, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 16th ed Philadelphia London New York St. Louis Sydney Toronto : WB Saunders, 2000; 817-20<br />
6. McCloskey  RV. Corynebacterium  diphtheriae  (Diphtheria). In :  Mandel GL, Douglas RG, Bennett JE,  eds.  Principles   and  practice  of Infectious Diseases.  Churchill  Living stone : John Wiley &amp; Sons inc. 1985; 1171-4.<br />
7. Top FH,  Wehrle  PF, eds.  Diphtheria. Communicable and Infectious Disease. St. Louis. The CV Mosby Co. 1976 : 223 &#8211; 38. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keluargasehat.wordpress.com/3914/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keluargasehat.wordpress.com/3914/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keluargasehat.wordpress.com/3914/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keluargasehat.wordpress.com/3914/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/keluargasehat.wordpress.com/3914/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/keluargasehat.wordpress.com/3914/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/keluargasehat.wordpress.com/3914/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/keluargasehat.wordpress.com/3914/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keluargasehat.wordpress.com/3914/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keluargasehat.wordpress.com/3914/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keluargasehat.wordpress.com/3914/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keluargasehat.wordpress.com/3914/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keluargasehat.wordpress.com/3914/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keluargasehat.wordpress.com/3914/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargasehat.wordpress.com&amp;blog=3434992&amp;post=3914&amp;subd=keluargasehat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/12/03/diphtheria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ea4a171978363cc398263d18c3871d1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luchan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>8 Langkah Mengatur Keuangan Keluarga</title>
		<link>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/12/03/8-langkah-mengatur-keuangan-keluarga/</link>
		<comments>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/12/03/8-langkah-mengatur-keuangan-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 06:36:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>guegue</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEUANGAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluargasehat.wordpress.com/?p=3912</guid>
		<description><![CDATA[sumber : http://q-bonk.com/8-langkah-mengatur-keuangan-keluarga/ Uang bukanlah segalanya, tapi dapat membuat Anda kelimpungan jika Anda tidak mengelola uang Anda dengan baik. Uang bukan segalanya, tetapi miskin akan uang bisa menjadi awal dari sebuah kejahatan. Banyak orang tidak begitu pusing dengan menajemen keuangan dan percaya bahwa pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi akan menyelesaikan semua masalah keuangan mereka. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargasehat.wordpress.com&amp;blog=3434992&amp;post=3912&amp;subd=keluargasehat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sumber : http://q-bonk.com/8-langkah-mengatur-keuangan-keluarga/</p>
<p>Uang bukanlah segalanya, tapi dapat membuat Anda kelimpungan jika Anda tidak mengelola uang Anda dengan baik. Uang bukan segalanya, tetapi miskin akan uang bisa menjadi awal dari sebuah kejahatan.<br />
Banyak orang tidak begitu pusing dengan menajemen keuangan dan percaya bahwa pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi akan menyelesaikan semua masalah keuangan mereka. Kenyatannya tidak demikian. Lalu bagaimana sebaiknya?Jawablah dengan jujur pertanyaan ini;</p>
<p>   1. Apakah saat ini anda tidak mempunyai hutang?<br />
   2. Apakah Anda memiliki tabungan diatas Rp. 50.000.000,-?<br />
   3. Apakah tabungan cukup untuk 10 tahun hidup tanpa bekerja?<br />
   4. Apakah anda sudah mempunyai Anggaran Pendapatan dan Belanja Keluarga?</p>
<p>Jika semua pertanyaan diatas jabannya adalah ya, silahkan hentikan membaca artikel ini. Ketika Anda mengelola uang Anda dengan baik maka tagihan dibayar tepat waktu, utang lunas, dan jangka panjang tujuan keuangan terpenuhi. Sebelum Anda mempertimbangkan mencari pekerjaan dengan gaji lebih tinggi, mengontrol keuangan Anda adalah pekerjaan pertama yang wajib Anda selesaikan.<br />
Delapan Langkah Membuat Anggaran Keuangan<br />
Untuk lebih baik dalam mengelola keuangan Anda harus membuat anggaran pendapatan dan belanja keluarga. Perhatikan baik-baik apa yang Anda lakukan, apa yang Anda habiskan, dan apa yang Anda simpan.</p>
<p>   1. Identifikasi prinsip hidup Anda. Apa yang penting bagi Anda? Sebagai contoh, adalah mana yang lebih penting antara gaji yang tinggi dengan kerja lembur versus menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga Anda? Buat daftar tersebut dalam poin-poin sehingga mudah anda pelajari.<br />
   2. Tetapkan tujuan keuangan. Tujuan Anda harus mencerminkan nilai-nilai pribadi Anda. Sebagai contoh, jika keamanan finansial adalah prinsip pribadi nomor satu, maka ini akan membuat Anda untuk menyelamatkan tiga bulan biaya hidup daripada membeli sebuah televisi yang besar. Jika memiliki rumah Anda sendiri adalah sebuah nilai, menabung untuk uang muka rumah lebih penting daripada mimpi membeli lemari pakaian.<br />
   3. Menuliskan sumber-sumber pendapatan. Bagi kebanyakan orang, ini adalah bulanan atau gaji bulanan. Identifikasi jumlah bulanan. Mungkin ada tambahan lain? Tulis semuanya.<br />
   4. Tulis biaya yang anda keluarka. Apakah itu makanan, gas, permen, sewa, atau pembayaran mobil, setiap satu sen yang Anda belanjakan adalah biaya yang harus ditulis.<br />
   5. Tinjau kembali hutang Anda. Kumpulkan tagihan semua hutang Anda, hitung berapa total setiap bulannya. Ambil kalkulator, ambil napas dalam-dalam, dan hitung hutang Anda dengan seksama.<br />
   6. Buat rencana. Lihat pengeluaran Anda dan coba untuk menentukan cara untuk menghemat uang. Jika Anda memiliki hutang, atur rencana untuk membayar hutang Anda. Buat rencana anggaran yang terperinci berapa banyak uang yang akan Anda habiskan setiap bulan. Jangan lupa untuk menyisihkan uang sebanyak mungkin untuk tabungan.<br />
   7. Melacak pengeluaran. Sekarang saatnya untuk hidup di dalam rencana anggaran Anda. Menyimpan notebook, menyimpan kuitansi, atau menggunakan komputer genggam. Catat jumlah setiap kali Anda melakukan pembayaran, menulis cek, atau membeli sesuatu.<br />
   8. Evaluasi rencana Anda. Apakah Anda menghabiskan lebih banyak daripada yang Anda telah anggarkan? Jika demikian, bagaimana sikapmu terhadap pengeluaran itu? Jika demikian mengevaluasi kembali rencana Anda.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keluargasehat.wordpress.com/3912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keluargasehat.wordpress.com/3912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keluargasehat.wordpress.com/3912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keluargasehat.wordpress.com/3912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/keluargasehat.wordpress.com/3912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/keluargasehat.wordpress.com/3912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/keluargasehat.wordpress.com/3912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/keluargasehat.wordpress.com/3912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keluargasehat.wordpress.com/3912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keluargasehat.wordpress.com/3912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keluargasehat.wordpress.com/3912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keluargasehat.wordpress.com/3912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keluargasehat.wordpress.com/3912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keluargasehat.wordpress.com/3912/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargasehat.wordpress.com&amp;blog=3434992&amp;post=3912&amp;subd=keluargasehat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/12/03/8-langkah-mengatur-keuangan-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ea4a171978363cc398263d18c3871d1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luchan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibu Penuh Cinta, Anak Tumbuh Sehat</title>
		<link>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/10/01/ibu-penuh-cinta-anak-tumbuh-sehat/</link>
		<comments>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/10/01/ibu-penuh-cinta-anak-tumbuh-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2011 04:38:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>guegue</dc:creator>
				<category><![CDATA[KESEHATAN ANAK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluargasehat.wordpress.com/?p=3907</guid>
		<description><![CDATA[sumber : http://health.kompas.com/read/2011/09/28/08434695/Ibu.Penuh.Cinta.Anak.Tumbuh.Sehat Kompas.com &#8211; Bukan rahasia jika anak-anak yang berasal dari keluarga miskin lebih rentan menderita penyakit di usia dewasa. Tidak sedikit pula literatur yang menyatakan anak-anak dari keluarga dengan status ekonomi rendah lebih sering menderita penyakit flu dan jantung. Anak yang berasal dari orangtua yang berpendidikan rendah juga lebih beresiko menderita sindom metabolik, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargasehat.wordpress.com&amp;blog=3434992&amp;post=3907&amp;subd=keluargasehat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sumber : http://health.kompas.com/read/2011/09/28/08434695/Ibu.Penuh.Cinta.Anak.Tumbuh.Sehat</p>
<p>Kompas.com &#8211; Bukan rahasia jika anak-anak yang berasal dari keluarga<br />
miskin lebih rentan menderita penyakit di usia dewasa. Tidak sedikit<br />
pula literatur yang menyatakan anak-anak dari keluarga dengan status<br />
ekonomi rendah lebih sering menderita penyakit flu dan jantung.</p>
<p>Anak yang berasal dari orangtua yang berpendidikan rendah juga lebih<br />
beresiko menderita sindom metabolik, kumpulan gejala penyakit kronik,<br />
seperti hipertensi, gula darah tinggi, serta lemak perut.</p>
<p>Kendati begitu, dampak dari keterbatasan ekonomi bagi kesehatan itu bisa<br />
ditangkal jika anak-anak tersebut memiliki ibu yang mengasuh penuh<br />
perhatian.</p>
<p>Dalam studi yang dilakukan tim dari Universitas British Columbia,<br />
psikolog Gregory Miller menganalisa data 1.200 orang dewasa yang pada<br />
masa kecilnya berasal dari keluarga miskin. Para peneliti kemudian<br />
melakukan survei pada responden untuk mengetahui kadar perhatian ibu mereka.</p>
<p>Para peneliti menemukan, meski dari keluarga miskin namun anak-anak yang<br />
diasuh oleh ibu yang memberi perhatian penuh pada kebutuhan emosional<br />
anak dan memiliki ikatan yang kuat dengan anaknya, akan tumbuh menjadi<br />
anak yang sehat.</p>
<p>Dalam laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science,<br />
para peneliti menyebutkan stres yang dialami anak berpengaruh pada<br />
tumbuh kembangnya dan secara permanen mempengaruhi kemampuan tubuh anak<br />
melawan infeksi.</p>
<p>Karena itu ibu yang penuh perhatian dan mengasuh anaknya dengan baik<br />
akan meningkatkan kesehatan anak di masa depan. &#8220;Risiko penyakit yang<br />
dihadapi anak-anak dari keluarga miskin itu bisa dikurangi jika<br />
orangtuanya memberi perhatian pada tumbuh kembang anak,&#8221; kata Miller.</p>
<p>Miller menyarankan, untuk menumbuhkan anak yang sehat, orangtua dan guru<br />
di sekolah harus bisa mengajarkan cara pengendalian stres, memberikan<br />
contoh yang baik dalam mengelola emosi dan memberikan rasa aman pada anak.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keluargasehat.wordpress.com/3907/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keluargasehat.wordpress.com/3907/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keluargasehat.wordpress.com/3907/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keluargasehat.wordpress.com/3907/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/keluargasehat.wordpress.com/3907/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/keluargasehat.wordpress.com/3907/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/keluargasehat.wordpress.com/3907/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/keluargasehat.wordpress.com/3907/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keluargasehat.wordpress.com/3907/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keluargasehat.wordpress.com/3907/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keluargasehat.wordpress.com/3907/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keluargasehat.wordpress.com/3907/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keluargasehat.wordpress.com/3907/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keluargasehat.wordpress.com/3907/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargasehat.wordpress.com&amp;blog=3434992&amp;post=3907&amp;subd=keluargasehat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/10/01/ibu-penuh-cinta-anak-tumbuh-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ea4a171978363cc398263d18c3871d1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luchan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asupan Zinc Berlebih Memicu Epilepsi</title>
		<link>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/10/01/asupan-zinc-berlebih-memicu-epilepsi/</link>
		<comments>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/10/01/asupan-zinc-berlebih-memicu-epilepsi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2011 04:33:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>guegue</dc:creator>
				<category><![CDATA[ZAT BESI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluargasehat.wordpress.com/?p=3905</guid>
		<description><![CDATA[http://health.kompas.com/read/2011/09/24/11161241/Asupan.Zinc.Berlebih.Memicu.Epilepsi KOMPAS.com &#8211; Zinc (seng) adalah mineral penting yang terdapat pada hampir setiap sel. Riset terbaru menunjukkan seng memainkan peran kunci dalam meningkatakan memori seseorang. Tetapi harus diingat pula, asupan zinc yang berlebih justru dapat memicu serangan epilepsi. Temuan ini dipublikasikan dalam Journal Neuron. Peneliti berkesimpulan, seng berperan penting dalam membentuk komunikasi antara neuron-neuron di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargasehat.wordpress.com&amp;blog=3434992&amp;post=3905&amp;subd=keluargasehat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>http://health.kompas.com/read/2011/09/24/11161241/Asupan.Zinc.Berlebih.Memicu.Epilepsi</p>
<p>KOMPAS.com &#8211; Zinc (seng) adalah mineral penting yang terdapat pada<br />
hampir setiap sel. Riset terbaru menunjukkan seng memainkan peran kunci<br />
dalam meningkatakan memori seseorang. Tetapi harus diingat pula, asupan<br />
zinc yang berlebih justru dapat memicu serangan epilepsi.</p>
<p>Temuan ini dipublikasikan dalam Journal Neuron. Peneliti berkesimpulan,<br />
seng berperan penting dalam membentuk komunikasi antara neuron-neuron di<br />
bagian otak besar (hippocampus), yang merupakan pusat memori dan<br />
pembelajaran.</p>
<p>&#8220;Kami menemukan bahwa seng penting untuk mengontrol efisiensi antara dua<br />
populasi sel saraf di hippocampus, kata peneliti utama Dr James<br />
McNamara, dari Duke University Medical Center, North Carolina, AS.</p>
<p>Penelitian ini berdasarkan hasil uji coba pada tikus, dimana para<br />
ilmuwan menggunakan bahan kimia pengikat seng. Tanpa adanya mineral,<br />
komunikasi antara neuron pada otak tikus mengalami kerusakan. Meski<br />
begitu, McNamara mengakui masih sedikit temuan yang menunjukkan adanya<br />
hubungan antara konsumsi zinc dengan peningkatan memori.</p>
<p>Disamping itu, McNamara juga memperingatkan agar masyarakat tetap<br />
berhati-hati khususnya dalam mengonsumsi suplemen yang mengandung zinc.<br />
&#8220;Diperlukan kehati-hatian dalam mengonsumsi zinc karena selain penting<br />
untuk memori, asupan zinc yang berlebih juga dapat mengembangkan<br />
serangan epilepsi,&#8221;katanya.</p>
<p>Zinc dapat ditemukan di berbagai macam makanan seperti biji-bijian,<br />
kacang-kacangan, beberapa makanan laut tertentu, padi-padian dan gandum,<br />
sereal dan produk susu. Namun, kandungan zinc paling banyak dapat<br />
ditemukan pada tiram.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keluargasehat.wordpress.com/3905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keluargasehat.wordpress.com/3905/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keluargasehat.wordpress.com/3905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keluargasehat.wordpress.com/3905/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/keluargasehat.wordpress.com/3905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/keluargasehat.wordpress.com/3905/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/keluargasehat.wordpress.com/3905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/keluargasehat.wordpress.com/3905/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keluargasehat.wordpress.com/3905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keluargasehat.wordpress.com/3905/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keluargasehat.wordpress.com/3905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keluargasehat.wordpress.com/3905/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keluargasehat.wordpress.com/3905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keluargasehat.wordpress.com/3905/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargasehat.wordpress.com&amp;blog=3434992&amp;post=3905&amp;subd=keluargasehat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/10/01/asupan-zinc-berlebih-memicu-epilepsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ea4a171978363cc398263d18c3871d1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luchan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Salah Asuh</title>
		<link>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/09/28/10-salah-asuh/</link>
		<comments>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/09/28/10-salah-asuh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 08:52:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>guegue</dc:creator>
				<category><![CDATA[PARENTING]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluargasehat.wordpress.com/?p=3902</guid>
		<description><![CDATA[sumber : http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Terbaru/Terbaru/10.salah.asuh/001/007/1101/3 Bukan cuma anak yang bisa salah. Orang tua pun bisa salah. Coba cek, apakah Anda pernah melakukan kesalahan terhadap anak saat mengasuhnya. 1. Tidak peduli kebutuhan dasar anak. Mungkin Anda mengira apa yang sudah Anda berikan kepada anak adalah yang terbaik. Sekolah mahal, mainan banyak dan selalu baru, memberinya les musik, menari, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargasehat.wordpress.com&amp;blog=3434992&amp;post=3902&amp;subd=keluargasehat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sumber : http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Terbaru/Terbaru/10.salah.asuh/001/007/1101/3</p>
<p>Bukan cuma anak yang bisa  salah. Orang tua pun bisa salah. Coba cek, apakah Anda   pernah melakukan kesalahan terhadap anak saat mengasuhnya. </p>
<p>   1. Tidak peduli kebutuhan dasar anak. Mungkin Anda mengira apa yang sudah Anda berikan kepada anak  adalah yang terbaik. Sekolah  mahal, mainan banyak dan selalu baru, memberinya les musik, menari, melukis. Tapi, waktu Anda untuk bertemu anak dan memanfaatkan waktu bersamanya hanya dua kali dalam enam bulan. Betulkah itu kebutuhan anak? Berikan diri Anda sebagai kebutuhan dasar anak. Berikan waktu Anda, curahkan perhatian Anda, dengarkan kisah-kisahnya yang lugu, lucu dan ajaib.<br />
   2. Perlakukan anak seperti orang dewasa. Banyak tuntutan tak masuk akal terhadap anak. Makan  tak boleh berceceran, pakai baju harus match tanpa diajari, tidak boleh salah, harus cepat mengambil keputusan dan lain-lain. Anda menjadikan diri Anda sebagai standar. Tuntut anak sesuai dengan milestone atau tahap perkembangannya.  Pahami tahap perkembangannya, ikuti iramanya. Pahami jalan pikirannya. Logika anak-anak jauh dari sempurna. Otaknya masih tumbuh, demikian pun fisiknya.<br />
   3. Dilayani habis-habisan. Mengambil buku di kamar, mengambil sepatu di rak sepatu atau mengambil minum di dapur harus Anda atau pengasuhnya yang mengambilkan. Ia diperlakukan sebagai  bayi yang belum mampu melakukan apapun. Berikan kesempatan pada anak untuk melakukan sesuatu yang seharusnya sudah bisa ia lakukan. Bila perlu, sedikan tempat yang mudah ia gapai untuk mempermudah apapun yang ia butuhkan. Misalnya meja kecil untuk meletakkan gelasnya. Merasa diri mampu melakukan segala sesuatu sendiri, akan meningkatkan harga diri anak.<br />
   4. Tidak pernah berkata ‘tidak&#8217;. Kata “YA” selalu keluar dari mulut Anda. Bukan hanya pada sebuah pernyataan anak seperti “Gambar aku bagus, bunda?”  Tapi juga untuk semua permintaannya. Ketika Anda pelit mengatakan &#8216;TIDAK,&#8217; Anda tak peduli pada anak. Anda hanya peduli pada diri Anda, tak mau repot-repot konflik dengan anak. Anda tak mau berpikir, mengapa Anda mengatakan &#8216;tidak.&#8217; Gunakan kata ‘YA’ dan ‘TIDAK’ secara adil. Pikirkan sebelum mengatakan &#8216;YA&#8217; atau &#8216;TIDAK&#8217;  karena anak harus tahu mengapa dia mendapatkan jawaban itu. Terutama untuk bereksplorasi, dua kata ini sangat penting.<br />
   5. Bicara dengan bahasa yang kacau. Tidak ada standar bahasa yang jelas. Anda sesekali berkata  ‘utu’ untuk ‘lucu’, ‘acih’ untuk ‘terima kasih’ atau ‘pepe’ untuk sebutan vagina. Terdengar lucu saat mengucapkan  kata-kata itu, tapi  jelas-jelas membingungkan anak. Bicara sesuai dengan kaidah bahasa. Ucapkan kata-kata dengan benar, tak perlu mengikuti anak bicara dengan ucapan cadel.  Dia memang belum fasih bicara karena perkembangan bicaranya juga belum sempurna. Si kecil butuh role model untuk mengenal dan meniru. Jangan ragu untuk mengenalkan banyak kata kepada anak, bisa melalui lagu, buku atau film.<br />
   6. Tidak ada disiplin. Meletakkan tas sekolah di kolong meja, meletakkan sepatu di kursi tamu, ada sendok di  rak buku. Menyedihkan sekali kondisi rumah si kecil. Sama seperti di jalan raya yang punya aturan, di rumah pun harus ada aturan karena  aturan dibuah demi keamanan dan  kenyamanan bersama. Ajarkan disiplin pada anak sejak dini. Buat daftar apa saja yang harus dipatuhi oleh semua penghuni rumah, agar semua anggota keluarga bersikap konsisten menjalaninya. Khusus untuk anak, Anda bisa membantu mengingatkannya bahwa sepatu tempatnya bukan di sofa, tas sekolah bukan di kolong meja tempatnya.<br />
   7. Tidak dituntut untuk menghormati orang tua. Demi menjaga keakraban dengan anak atau dianggap sebagai teman yang menyenangkan, Anda berperilaku seperti teman sebayanya. Atau Anda malah membiarkan si kecil memanggil Anda  dengan sebutan nama atau dengan ucapkan “eh”. Tak ada batasan antara pemegang otoritas dan yang harus mematuhinya. Berlakukan konsep menghormati orang tua, apalagi Anda hidup dengan budaya  timur. Mengucapkan salam saat bertemu orang lain, membungkuk ketika berjalan di depan orang yang lebih tua, sudah menjadi tata karma yang harus diikuti oleh anak.<br />
   8. Memberi hadiah  berlebihan. Karena tak punya waktu untuk anak, Anda menggantikan kehadiran Anda dengan hadiah. Saat Anda sedang berjuang untuk mendorong anak melakukan yang terbaik, Anda juga memberikan hadiah yang berlebihan atau tidak seharusnya ia dapatkan. Misalnya Anda memberikan hadiah sepeda  karena anak berhasil membereskan tempat tidurnya. Berikan penghargaan atau hadiah sesuai dengan usaha yang anak lakukan. Hadiah tak harus berupa benda.  Ucapan atau pujian seperti “Kamu hebat” atau “Kamu pintar” dapat Anda gunakan. Fungsi hadiah sebenarnya adalah menghargai apa yang sudah dilakukan oleh anak.<br />
   9. Dibiarkan jauh dari Anda. Anda sudah ajarkan pada anak tentang siapa nama orang tuanya, tempat tinggalnya, nomor telepon Anda, atau harus menghubungi satpam bila kehilangan Anda. Tapi, bukan berarti Anda memberikan kepercayaan penuh pada anak untuk berada jauh dari jangkauan Anda. Usahakan anak selalu berada dalam pengawasan mata Anda saat berada di tempat umum. Selain Anda tidak mengetahui bahaya apa yang akan mengancam dari lingkungan, hati-hati juga dengan kemampuan logika atau berpikir anak. Kasus anak terjepit eskalator atau jatuh dari lantai atas tidak sedikit, bukan?<br />
  10. Tidak mengijinkan anak menjadi anak. Memaksakan selera atau mimpi   Anda kepada anak, dilakukan para orang tua dari generasi ke generasi. Segala hal harus sesuai dengan kehendak Anda, jika tidak mau maka teror pun Anda lakukan. Misalnya menurut Anda pakaian t-shirt dengan rok jeans yang warnanya senada itu pakaian yang paling bagus untuk anak. Sedangkan menurut anak rok kotak-kotak berwarna merah dengan t-shirt kuning garis-garis sudah sangat keren. Dengarkan  pendapat  anak. Ia memang masih kecil, tapi tidak berarti suaranya tidak didengar oleh Anda atau orang dewasa . Saat Anda mau mendengarkan pendapatnya, ini juga menjadi cara untuk ajarkan anak belajar mendengarkan  orang lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keluargasehat.wordpress.com/3902/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keluargasehat.wordpress.com/3902/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keluargasehat.wordpress.com/3902/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keluargasehat.wordpress.com/3902/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/keluargasehat.wordpress.com/3902/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/keluargasehat.wordpress.com/3902/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/keluargasehat.wordpress.com/3902/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/keluargasehat.wordpress.com/3902/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keluargasehat.wordpress.com/3902/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keluargasehat.wordpress.com/3902/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keluargasehat.wordpress.com/3902/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keluargasehat.wordpress.com/3902/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keluargasehat.wordpress.com/3902/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keluargasehat.wordpress.com/3902/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargasehat.wordpress.com&amp;blog=3434992&amp;post=3902&amp;subd=keluargasehat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/09/28/10-salah-asuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ea4a171978363cc398263d18c3871d1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luchan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Roseola</title>
		<link>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/09/21/roseola-3/</link>
		<comments>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/09/21/roseola-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 05:02:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>guegue</dc:creator>
				<category><![CDATA[ROSEOLA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluargasehat.wordpress.com/?p=3898</guid>
		<description><![CDATA[sumber : Mayo Clinic Tinjauan Roseola adalah penyakit yang disebabkan oleh virus jinak yg menjangkiti bayi dan anak2 kecil. Roseola ini menyebabkan suhu badan yg meningkat selama beberapa hari, yang kemudian akan timbul bintik2 merah di tubuh.Dua tipe virus herpes menyebabkan roseola yang biasanya menyerang anak-anak yg berumur antara 6 bulan hingga 3 tahun, walaupun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargasehat.wordpress.com&amp;blog=3434992&amp;post=3898&amp;subd=keluargasehat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sumber : Mayo Clinic</p>
<p>Tinjauan<br />
Roseola adalah penyakit yang disebabkan oleh virus jinak yg<br />
menjangkiti bayi dan anak2 kecil. Roseola ini menyebabkan suhu badan<br />
yg meningkat selama beberapa hari, yang kemudian akan timbul bintik2<br />
merah di tubuh.Dua tipe virus herpes menyebabkan roseola yang biasanya<br />
menyerang anak-anak yg berumur antara 6 bulan hingga 3 tahun, walaupun terkadang menyerang dewasa juga. Hal ini sangatlah wajar, dan pada kenyataannya sebagian besar anak-anak pasti pernah terinfeksi virus<br />
ini pada saat mereka memasuki usia sekolah.Ada sebagian anak yg<br />
mengalami roseola ringan (tanpa adanya gejala penyakit), sementara<br />
sebagian lainnya menunjukkan gejala dan tanda2 adanya roseola ini.<br />
Infeksi dapat terjadi pada saat kapanpun.Roseola bukanlah penyakit<br />
berat. Jarang sekali terjadi komplikasi jika tubuh mencapai suhu yang<br />
tinggi. Penanganannya cukup dengan intirahat,cairan, dan<br />
obat-obatanTanda- tanda dan Gejala<br />
Biasanya tanda dan gejala terinfeksi akan timbul 1 atau 2 minggu<br />
setelah anak Anda mengalami roseola dan terinfeksi virus &#8211; jika memang<br />
tanda dan gejala muncul (tidak selalu muncul).</p>
<p>Berikut gejala2 roseola:<br />
Demam. Roseola biasanya diawali dengan demam, sering hingga 103<br />
derajat farenheit/ 39 derajat Celcius. Selain itu,biasanya anak juga<br />
mengalami tenggorokan kering dan idung meler (pada saat atau sebelum<br />
mengalami demam). Selain itu amandel membengkak juga mungkindialami<br />
bersamaan saat demam. Demam berlangsung selama 3 &#8211; 7 hari. Bercak<br />
merah di tubuh (Rash). Setelah demam mereda, akan timbul bercak merah<br />
di tubuh (walaupun tidak selalu). Rash ini berbentuk bintik-bintik<br />
atau bercak merah muda yang rata (flat) atau timbul(raised) . Bercak<br />
tersebut kadang dikelilingi oleh garis putih. Bercak akan timbul<br />
pertama kali di pundak, punggung dan perut, lalu menyebar ke leher dan<br />
lengan. Bercak2 ini tidak harus sampai ke kaki dan muka. Bercak ini<br />
tidak menyebabkan gatal dan tidak mengganggu penderita, dan akan<br />
hilang dalam waktu beberapa jam hingga beberapa hari.<br />
Gejala-gejala roseola lainnya:Kelelahan, Rewel, Diare ringan, Nafsu<br />
makan menurun, Kelopak mata bengkak</p>
<p>Penyebab<br />
Penyebab roseola yang paling sering adalah virus herpes tipe 6<br />
(HHV6)atau HHV7. Virus-virus herpes tersebut berhubungan tetapi<br />
berbeda dengan virus herpes yang menyebabkan tenggorokan kering dan<br />
herpes genital. Seperti penyakit lainnya yg juga diakibatkan oleh<br />
virus, contohnya flu, roseola menular melalui air ludah. Contoh, seorang anak yg sehat dapattertular jika menggunakan gelas minum,yang sama dengan anak yg sedang mengalami Roseola, anak yg sehat tersebut dapat tertular.Roseola mudah menular walaupun pada tubuh penderita tidak timbul bercak. Ini artinya, seorang anak yg sedang demam namun belum kelihatan roseola tetap berpotensi untuk menularkan penyakit ini kepada anak lain.Untuk itu, berjaga-jagalah dari kemungkinan anak anda mengalami roseola jika dia berinteraksi dengan anak alinnya yg memiliki penyakit tersebut karena proses penularan penyakit ini kadang tidak jelas.Tidak seperti cacar air (chickenpox) atau penyakit virus lainnya yg cepat menyebar, penyakit roseola jarang menyebar sedemikian cepatnya.</p>
<p>Faktor-faktor Resiko Bayi yang sudah lebih besar (biasanya antara 6 â€“ 12 bulan) paling mudah untuk terkena roseola karena mereka belum<br />
memiliki antibody untuk melawan berbagai jenis virus. Pada saat masih<br />
di dalam kandungan, bayi-bayi mendapat antibody dari ibunya yg akan<br />
melindungi mereka dari paparan infeksi saat dilahirkan. Namun begitu,<br />
sejalan dengan waktu, kekebalan tersebut akan menghilang.Kapan perlu<br />
mengunjungi dokter.</p>
<p>Roseola menyebabkan demam hingga 39 derajat Celsius (103 F) atau lebih. Biasanya DSA memerlukan pengecekan fisik anak untuk menghindari kemungkinan adanya penyakit lain yg lebih serius dari roseola.</p>
<p>Anak anda dapat mengalami kejang demam (febrile seizure) jika dia mengalami demam yg terlalu tinggi, atau kenaikan suhu badan yang terlalu cepat (menyebabkan kita tidak sempat melakukan tindakan-tindakan tertentu untuk menghindari kejang). Jika anak anda mengalami kejang yg tidak diketahui penyebabnya, segera hubungi dokter. Jika anak anda<br />
terjangkit roseola dan demam lebih dari 7 hari, atau jika bercak tubuh<br />
tidak menghilang setelah 3 hari, hubungi dsa anak anda. Apabila<br />
stamina tubuh sedang melemah dan ternyata anda melakukan kontak dengan sesorang yg sedang mengidap roseola, hubungi dokter anda untuk<br />
berjaga-jaga dari kemungkinan anda tertular roseola tersebut, yang<br />
bisa jadi lebih parah dibanding jika seorang anak mengalaminya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keluargasehat.wordpress.com/3898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keluargasehat.wordpress.com/3898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keluargasehat.wordpress.com/3898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keluargasehat.wordpress.com/3898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/keluargasehat.wordpress.com/3898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/keluargasehat.wordpress.com/3898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/keluargasehat.wordpress.com/3898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/keluargasehat.wordpress.com/3898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keluargasehat.wordpress.com/3898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keluargasehat.wordpress.com/3898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keluargasehat.wordpress.com/3898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keluargasehat.wordpress.com/3898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keluargasehat.wordpress.com/3898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keluargasehat.wordpress.com/3898/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargasehat.wordpress.com&amp;blog=3434992&amp;post=3898&amp;subd=keluargasehat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/09/21/roseola-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ea4a171978363cc398263d18c3871d1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luchan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyakit Roseola</title>
		<link>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/09/21/penyakit-roseola/</link>
		<comments>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/09/21/penyakit-roseola/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 04:59:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>guegue</dc:creator>
				<category><![CDATA[ROSEOLA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluargasehat.wordpress.com/?p=3896</guid>
		<description><![CDATA[sumber :http://sehat-enak.blogspot.com/2010/12/penyakit-roseola.html DEFINISI Penyakit Roseola merupakan infeksi ringan yang umumnya menyerang anak-anak usia 2 tahun. Walaupun kadang-kadang menyerang orang dewasa. Sangat umum bahwa kebanyakan anak-anak terinfeksi roseola saat mereka masuk taman kanak-kanak. Dua strain virus herpes menyebabkan roseola. Hanya beberapa anak saja yang menunjukkan gejala ayng serius mengenai roseola, sisanya hanya menunjukkan beberapa gejala ringan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargasehat.wordpress.com&amp;blog=3434992&amp;post=3896&amp;subd=keluargasehat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sumber :http://sehat-enak.blogspot.com/2010/12/penyakit-roseola.html</p>
<p>DEFINISI<br />
Penyakit Roseola merupakan infeksi ringan yang umumnya menyerang anak-anak usia 2 tahun. Walaupun kadang-kadang menyerang orang dewasa.</p>
<p>Sangat umum bahwa kebanyakan anak-anak terinfeksi roseola saat mereka masuk taman kanak-kanak. Dua strain virus herpes menyebabkan roseola. Hanya beberapa anak saja yang menunjukkan gejala ayng serius mengenai roseola, sisanya hanya menunjukkan beberapa gejala ringan. Karena demam ini tidak tergolong serius, perawatan dirumah saja mampu menghilangkannya.</p>
<p>PENYEBAB<br />
Roseola biasanya ditimbulkan oleh banyak macam virus herpes. Seperti flu, penyakit ini juga menular lewat kontak antar manusia. Biasanya anak yang terkena roseola akan menunjukkan bintik-bintik merah di tubuhnya, namun bukan berarti anak yang tidak menunjukkan bintik merah tidak terinfeksi, karena ada juga anak yang hanya menunjukkan gejala demam.</p>
<p>GEJALA<br />
Jika anak Anda melakukan kontak pada seseorang dengan roseola dan terinfeksi virus, biasanya akan memakan waktu satu atau dua minggu tanda-tanda dan gejala infeksi muncul. Gejalanya seperti:</p>
<p>   1. Demam<br />
   2. Timbul bintik-bintik atau memar-memar merah di kulit.</p>
<p>Dan gejala lain yang menunjukkan kurang sehat pada anak seperti mata bengkak, atau lemas.</p>
<p>PERAWATAN DAN PENCEGAHAN<br />
Kebanyakan anak sembuh dari roseola dalam waktu seminggu dari awal demam. Biasanya dokter akan memberikan obat-obat seperti acetaminophen (Tylenol, others) atau ibuprofen (Advil, Motrin,others).</p>
<p>Sedangkan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan mislanya janga bisarkan dulu anak Anda keluar rumah sampai sembuh. Itu akan meminimalkan penyebaran virus. Bila di rumah banyak orang dewasa yang mengadakan kontak dengannya biasakan cuci tangan sesudahnya karena itu sangat berpotensi menularkan virus. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keluargasehat.wordpress.com/3896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keluargasehat.wordpress.com/3896/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keluargasehat.wordpress.com/3896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keluargasehat.wordpress.com/3896/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/keluargasehat.wordpress.com/3896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/keluargasehat.wordpress.com/3896/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/keluargasehat.wordpress.com/3896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/keluargasehat.wordpress.com/3896/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keluargasehat.wordpress.com/3896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keluargasehat.wordpress.com/3896/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keluargasehat.wordpress.com/3896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keluargasehat.wordpress.com/3896/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keluargasehat.wordpress.com/3896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keluargasehat.wordpress.com/3896/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargasehat.wordpress.com&amp;blog=3434992&amp;post=3896&amp;subd=keluargasehat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/09/21/penyakit-roseola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ea4a171978363cc398263d18c3871d1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luchan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BILA ANAK TERKENA CAMPAK</title>
		<link>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/09/21/bila-anak-terkena-campak-2/</link>
		<comments>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/09/21/bila-anak-terkena-campak-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 04:54:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>guegue</dc:creator>
				<category><![CDATA[CAMPAK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluargasehat.wordpress.com/?p=3894</guid>
		<description><![CDATA[Hati-hati bila anak demam dibarengi munculnya bercak merah di sekitar tubuh. Jangan dianggap enteng, Bu. Hari itu, di rumah keluarga Ibu Niken terjadi kepanikan. Pasalnya, kulit Nandia (13 bulan) berbercak merah, bahkan seperti menghitam. &#8220;Memang, beberapa hari ini dia panas tinggi. Tapi, saya pikir dia demam biasa saja,&#8221; ujar Ibu Niken dengan rasa bersalah. Ternyata, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargasehat.wordpress.com&amp;blog=3434992&amp;post=3894&amp;subd=keluargasehat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hati-hati bila anak demam dibarengi munculnya bercak merah di<br />
sekitar tubuh. Jangan dianggap enteng, Bu.</p>
<p>Hari itu, di rumah keluarga Ibu Niken terjadi kepanikan. Pasalnya,<br />
kulit Nandia (13 bulan) berbercak merah, bahkan seperti<br />
menghitam. &#8220;Memang, beberapa hari ini dia panas tinggi. Tapi, saya<br />
pikir dia demam biasa saja,&#8221; ujar Ibu Niken dengan rasa bersalah.</p>
<p>Ternyata, dari pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa Nandia terkena<br />
campak. &#8220;Hal itu bisa saja terjadi. Memang adakalanya penyakit campak<br />
tak terlihat karena campaknya belum keluar,&#8221; ujar DR.Sri Rezeki H.<br />
Hadinegoro, Dr. Sp.A(K), dari RSUPN Cipto Mangunkusumo.</p>
<p>Apa yang dialami Ibu Niken kerap juga dialami ibu-ibu lain. Mari kita<br />
mengenal campak lebih jauh, agar tak langsung panik saat<br />
menghadapinya.</p>
<p>PNYEBABNYA ADALAH VIRUS</p>
<p>Penyakit campak/measles disebabkan oleh virus Morbili. Pada tahun 60-<br />
an, di Amerika campak merupakan penyakit yang mengakibatkan kematian<br />
400 balita setiap tahunnya. Gejala campak memang agak sulit dideteksi<br />
secara dini. Karena, gejala campak, seperti batuk, pilek, dan demam,<br />
menurut Sri, hampir sama dengan penyakit flu biasa. &#8220;Padahal, campak<br />
merupakan penyakit infeksi yang berbahaya.&#8221; Bahkan, gejala munculnya<br />
bercak merah di kulit pun hampir mirip dengan karena keracunan obat<br />
atau alergi karena dingin.</p>
<p>Gejala awal penyakit campak ini dimulai dengan adanya batuk-batuk.<br />
Lalu, 1-2 hari kemudian timbul demam yang tinggi dan turun naik<br />
berkisar antara 38-40 derajat, selama lima hari. Biasanya dibarengi<br />
dengan mata merah dan seperti berair.</p>
<p>Pada saat itu pula, biasanya muncul bintik putih seperti Koplik spot<br />
di sebelah dalam mulut. Dan ini biasanya akan bertahan 3-4 hari.<br />
Kadang-kadang juga disertai dengan munculnya diare. Memasuki hari<br />
kelima demamnya akan tinggi sekali. &#8220;Pada waktu itulah, bercak merah<br />
mulai keluar.&#8221;</p>
<p>Bercak merah campak berbeda dengan bercak biang keringat, misalnya.<br />
Karena, biang keringat tidak dibarengi dengan demam. Bercak-bercak<br />
merah ini muncul secara bertahap dan merambat. Lokasi &#8220;khusus&#8221; ini<br />
biasanya muncul pertama kali di belakang kuping, leher, dada ke<br />
bawah, tangan, kaki lalu ke muka.</p>
<p>Jadi, terang Sri, bercak-bercak merah ini tak sekaligus muncul ke<br />
seluruh tubuh. Perlu waktu, biasanya seminggu barulah memenuhi<br />
seluruh tubuh. Tetapi, jika daya tahan tubuh anak cukup bagus bercak<br />
merahnya tak terlalu menyebar atau tak terlalu penuh. Umumnya jika<br />
bercak merah ini sudah keluar, demamnya akan turun dengan sendirinya.<br />
Usai itu, kulit kemudian menjadi hitam bersisik, kira-kira selama 2<br />
minggu. Timbul warna kehitaman itu merupakan periode penyembuhan.<br />
Lama-lama tanda hitam itu akan rontok, hilang atau sembuh dengan<br />
sendirinya.</p>
<p>Yang jelas, bercak-bercak merah ini menimbulkan gatal luar biasa.<br />
Yang dikhawatirkan, kata Sri, timbul infeksi karena anak menggaruk<br />
dengan tangan yang tidak bersih. Infeksi ini muncul seperti bisul-<br />
bisul kecil bernanah. Ditambah lagi kebiasaan yang tidak benar dari<br />
para ibu ini, yang tidak memandikan anak yang sedang terkena<br />
campak. &#8220;Padahal anak yang campak, bila panasnya sudah turun tetap<br />
harus dimandikan,&#8221; tandas Sri. Minimal, dilap handuk basah untuk<br />
membersihkan keringatnya. Dan, usahakan untuk menggunakan sabun bayi<br />
yang tak terlalu merangsang kulit atau yang tak terlalu keras.<br />
Gosoklah seluruh bagian tubuhnya seperti biasa, asal tidak terlalu<br />
keras. Justru, bila anak tak dimandikan, anak akan berkeringat dan<br />
tentu rasanya lebih gatal lagi. &#8220;Dengan mandi anak akan merasa<br />
nyaman. Nah, untuk mengurangi rasa gatalnya, sehabis mandi bisa<br />
dibedaki dengan salycyl talc,&#8221; papar Sri.</p>
<p>KOMPLIKASI</p>
<p>&#8220;Yang terang, disebut campak apabila demam itu berlanjut dengan<br />
timbulnya bercak-bercak merah. Kita sering salah kaprah, bila anak<br />
demam tinggi dan tidak mengeluarkan bercak-bercak merah, menandakan<br />
bahwa campaknya tidak keluar. &#8220;Tanpa bercak merah, kendati demamnya<br />
tinggi, namanya bukan campak.&#8221;</p>
<p>Anak yang terkena campak ini tergolong sakit berat. Paling tidak<br />
menghabiskan waktu sakit selama tiga minggu. Dan campak ini juga<br />
dikategorikan atas ringan dan berat. Disebut ringan, kata Sri,<br />
apabila setelah keluar campak, demamnya akan turun. &#8220;Sedangkan campak<br />
yang berat bila sampai ada komplikasinya. Komplikasi itu bisa terjadi<br />
disepanjang berlangsung penyakitnya,&#8221; jelas Sri. Komplikasi terberat<br />
bisa sampai menimbulkan kematian. Radang paru (pneumonia) merupakan<br />
komplikasi yang paling sering mengakibatkan kematian pada anak.</p>
<p>Komplikasi ini bisa terjadi karena virus Morbilli bisa menyebar<br />
melalui aliran darah ke mana-mana. Selain ke kulit, ke selaput lendir<br />
hidung, mulut, pencernaan. Bahkan bila virus itu masuk ke daerah otak<br />
bisa menimbulkan kejang-kejang, kesadaran menurun/ensefalopati.</p>
<p>Bila ke daerah pencernaan bisa menimbulkan diare atau muntah-muntah<br />
sehingga anak kekurangan cairan atau dehidrasi. Selain itu karena ada<br />
sariawan juga membuatnya perih dan tak mau makan. &#8220;Umumnya campak<br />
yang berat ini terjadi pada anak yang gizinya buruk,&#8221; ujar Sri.</p>
<p>Perlu diketahui, campak ditularkan lewat udara yang terhisap melalui<br />
hidung atau mulut. Karena penularannya terjadi langsung, penyakit<br />
campak menular begitu cepat. Penularan sudah berlangsung 1-2 hari<br />
sebelum keluarnya bercak-bercak merah. Karena itu, anak yang campak<br />
harus diisolasi agar tidak menularkan pada anak yang lain. Ia pun<br />
perlu mendapat istirahat yang cukup. Kemudian, makan bergizi.</p>
<p>PENANGANAN CAMPAK</p>
<p>Anak yang diduga terkena campak harus dipastikan dulu apakah betul-<br />
betul campak atau bukan. Bila diagnosis sudah ditegakkan, dan tak ada<br />
komplikasi, anak cukup dirawat di rumah. &#8220;Tetapi, bila sampai terjadi<br />
komplikasi harus dirawat di rumah sakit.&#8221;</p>
<p>Yang terang, bila campak tak diobati akan berbahaya karena dampaknya<br />
yang bisa bermacam-macam tadi. Anak pun akan rewel, sulit minum, tak<br />
bisa tidur, bisa kejang, kekurangan cairan, sesak nafas dan<br />
sebagainya. &#8220;Jadi jangan punya anggapan bahwa campak didiamkanpun tak<br />
apa-apa. Karena ini termasuk penyakit berat,&#8221; tandas Sri.</p>
<p>Dan, pengobatan campak dilakukan untuk mengobati gejalanya. Hal ini<br />
disebabkan karena penyebab campak adalah virus. &#8220;Jadi, bukan<br />
mematikan virusnya. Karena begitu gejala penyakitnya timbul virusnya<br />
sendiri sudah tak ada,&#8221; jelas Sri. Jadi, anak akan diberi obat<br />
penurun panas untuk demam, obat sariawan untuk sariawan (bila ada),<br />
dan obat diare untuk mengatasi diarenya. Dan obat batuk untuk<br />
mengobati batuknya. Lalu disiapkan pula obat anti kejang bila anak<br />
punya bakat kejang.</p>
<p>Sebaiknya anak berpantang makanan yang merangsang batuk, seperti<br />
goreng-gorengan, permen dan coklat. Selain itu, berilah anak makanan<br />
yang mudah dicerna.</p>
<p>Umumnya bila anak terkena campak akan rentan sehingga mudah sekali<br />
terkena penyakit lain. Misalnya bila di sekitarnya ada yang flu,<br />
radang tenggorokan atau bahkan TBC, maka diapun bisa terkena.<br />
Biasanya masa rentan ini berlangsung sebulan setelah sembuh.</p>
<p>IMUNISASI</p>
<p>Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya timbulnya campak<br />
pada anak?</p>
<p>Untuk diketahui, semua penyakit virus itu bersifat endemis. Artinya<br />
penyakit itu tidak mengenal musim, karena bisa muncul sepanjang<br />
tahun. Karena itu, pencegahan dilakukan hanya dengan imunisasi<br />
campak. &#8220;Imunisasi pertama dilakukan pada usia antara 6-9 bulan. Lalu<br />
diulang pada usia 5-6 tahun atau ketika sekolah TK atau SD kelas<br />
satu.&#8221;</p>
<p>Vaksin campak ini tergolong ringan sekali, tak ada efeknya. Cuma<br />
biasanya setelah satu minggu, badan agak hangat dan adakalanya<br />
diare. &#8220;Tapi, vaksin ini lebih ringan daripada vaksin DPT.&#8221;</p>
<p>Karena umumnya campak banyak menyerang anak usia balita, itulah<br />
mengapa imunisasi diberikan di bawah usia setahun. Karena itu bila<br />
dalam satu keluarga, misalnya kakaknya yang usia TK terkena campak,<br />
lalu ada adiknya yang masih bayi, orang tua harus ekstra hati-<br />
hati. &#8220;Jika adiknya belum diimunisasi akan berbahaya sekali.<br />
Sebaiknya kakak atau adiknya dipisahkan dari rumah, misalnya<br />
dititipkan atau tinggal sementara di rumah nenek atau saudara<br />
lainnya,&#8221; saran Sri.</p>
<p>Kemudian, lakukan pemantauan terhadap si adik selama kurang lebih<br />
tiga minggu, apakah tertular atau tidak. Bila adiknya tak terkena<br />
dalam waktu itu, segera berikan imunisasi. &#8220;Tapi, bila yang terjadi<br />
dalam waktu 3 minggu itu adiknya terkena campak, tak perlu<br />
diimunisasi tapi harus diobati.&#8221; Hal ini disebabkan, lanjut Sri,<br />
vaksin imunisasi merupakan virus yang hidup tapi dilemahkan. Jadi,<br />
kalau sudah tertular virus dalam badannya maka jangan diberikan lagi.</p>
<p>Anak yang sudah mendapatkan imunisasi diharapkan tak terkena campak.<br />
Karena sudah ada imunnya. Kalau toh terkena tak akan sampai berat.<br />
Perlu diingat, &#8220;Seorang anak akan terkena campak sekali seumur hidup.<br />
Kalau dikatakan sampai 2-3 kali terkena campak, itu salah, berarti<br />
diagnosisnya tak betul,&#8221; kata Sri.</p>
<p>Dan bila masa kecilnya tak terkena campak bisa saja terkena di usia<br />
setelah besar. Kecuali bila daya tahan tubuhnya kuat, ada kemungkinan<br />
tidak terkena.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keluargasehat.wordpress.com/3894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keluargasehat.wordpress.com/3894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keluargasehat.wordpress.com/3894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keluargasehat.wordpress.com/3894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/keluargasehat.wordpress.com/3894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/keluargasehat.wordpress.com/3894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/keluargasehat.wordpress.com/3894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/keluargasehat.wordpress.com/3894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keluargasehat.wordpress.com/3894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keluargasehat.wordpress.com/3894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keluargasehat.wordpress.com/3894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keluargasehat.wordpress.com/3894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keluargasehat.wordpress.com/3894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keluargasehat.wordpress.com/3894/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargasehat.wordpress.com&amp;blog=3434992&amp;post=3894&amp;subd=keluargasehat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/09/21/bila-anak-terkena-campak-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ea4a171978363cc398263d18c3871d1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luchan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meningkatkan Kemampuan Mengeja Kata</title>
		<link>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/09/17/meningkatkan-kemampuan-mengeja-kata/</link>
		<comments>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/09/17/meningkatkan-kemampuan-mengeja-kata/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2011 08:56:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>guegue</dc:creator>
				<category><![CDATA[MEMBACA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluargasehat.wordpress.com/?p=3890</guid>
		<description><![CDATA[Sumber : http://milissehat.web.id/?p=1792 Beberapa anak mengalami masalah yang cukup pelik dalam hal kemampuan mengeja. Ada beberapa cara yang dapat anda gunakan, dengan hanya menggunakan bahan yang berada di sekitar anda, yang dapat membantu kenikmatan dan ketertarikan anak anda terhadap membaca dan menulis. Anda dapat membantu anak anda dengan tips-tips di bawah ini: • Melalui magnet [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargasehat.wordpress.com&amp;blog=3434992&amp;post=3890&amp;subd=keluargasehat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber : http://milissehat.web.id/?p=1792</p>
<p>Beberapa anak mengalami masalah yang cukup pelik dalam hal kemampuan mengeja. Ada beberapa cara yang dapat anda gunakan, dengan hanya menggunakan bahan yang berada di sekitar anda, yang dapat membantu kenikmatan dan ketertarikan anak anda terhadap membaca dan menulis.<br />
Anda dapat membantu anak anda dengan tips-tips di bawah ini:<br />
• Melalui magnet dengan karakter huruf yang biasa di tempelkan pada lemari es, atau dengan karpet lantai dengan karakter huruf, dan lakukanlah permainan kata. Buatlah sebuah kata, dan ambil beberapa huruf dari kata tersebut. Dan mintalah anak anda untuk meletakan huruf tersebut pada tempat yang tepat.<br />
• Bermain dengan menggunakan sejumlah kata, dalam bentuk daftar. Mintalah anak anda untuk menyusun kata tersebut berdasarkan huruf pertama dari setiap kata (misalnya: Cat, Fat, Hat, Mat, dan Sat). Atau anda dapat meminta anak anda untuk menyusun, berdasarkan huruf kedua dari setiap kata (misalnya: bag, beg, big, bog, bug).<br />
• Selain itu, permainan menemukan kata, dapat di pertimbangkan. Berikan anak anda majalah atau Koran, mintalah mereka untuk ditandai atau lingkari setiap kata yang berakhiran –ed, atau kata yang diawali dengan huruf “p”. Berikan permainan yang lebih sulit lagi, tentu saja di dasarkan pada kemampuan anak anda.<br />
• Gambarlah atau gunting gambar dari koran atau majalah secara berpasangan, dimana perbedaan nama benda tersebut hanya 1 huruf (misalnya: pen dan pin). Hal ini bertujuan agar anak dapat membedakan bunyi vokal dari setiap kata yang di ucapkan (a, i, u, e, o).<br />
• Berikan cermin kepada anak anda, sehingga mereka dapat melihat gerakan mulut mereka ketika mereka mengucapkan setiap kata, sehingga ketika mereka menulis kata-kata tersebut mereka dapat membedakan berdasarkan cara mengucapkan, seperti huruf m dan w, p dan g.<br />
• Berikan permaninan yang bertujuan agar anak anda dapat melihat adanya perbedaan antara dua kata yang hampir sama, seperti tap dan tape, hop dan hope, kata yang huruf terakhir dari kata itu, berperan dalam cara mengucapkan seluruh kata tersebut.<br />
• Ajaklah anak anda untuk bermain menyusun huruf, membentuk kata yang lain (anagram), selain nama mereka, atau kata yang lain yang mereka tahu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keluargasehat.wordpress.com/3890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keluargasehat.wordpress.com/3890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keluargasehat.wordpress.com/3890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keluargasehat.wordpress.com/3890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/keluargasehat.wordpress.com/3890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/keluargasehat.wordpress.com/3890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/keluargasehat.wordpress.com/3890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/keluargasehat.wordpress.com/3890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keluargasehat.wordpress.com/3890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keluargasehat.wordpress.com/3890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keluargasehat.wordpress.com/3890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keluargasehat.wordpress.com/3890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keluargasehat.wordpress.com/3890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keluargasehat.wordpress.com/3890/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargasehat.wordpress.com&amp;blog=3434992&amp;post=3890&amp;subd=keluargasehat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluargasehat.wordpress.com/2011/09/17/meningkatkan-kemampuan-mengeja-kata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ea4a171978363cc398263d18c3871d1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luchan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
