Anggapan Keliru Osteoporosis Bisa Disembuhkan dgn Susu

sumber : http://www.natural-cancer-cures.com/acidic-condition.html

Dokter dan ahli gizi pada umumnya menyarankan pasiennya yang
menderita osteoporosis untuk mengonsumsi lebih banyak susu dan
produk susu lainnya karena mengandung kalsium tinggi. Kedengarannya
cukup masuk diakal, tetapi tidak akan berhasil.

Orang Amerika dan Eropa Utara mengonsumsi 800 mg – 1200 mg kalsium
sehari, tapi tetap saja mereka lebih menderita osteoporosis daripada
orang Asia dan Afrika yang mengonsumsi 300 mg – 500 mg kalsium per
hari.

Penyebab utama osteopororis adalah terlalu banyak mengonsumsi acidic
yang berasal dari daging, gula dan bahan-bahan yang mengandung
kimia. Untuk menetralisir aciditas tersebut, tubuh mengambil
kalsium (alkalin) dari tulang.
Baca lebih lanjut

Susu China Gemparkan Dunia

Hong Kong(Espos)
Skandalsusu formula Chinatelah berembus ke sejumlah negara Asia, Selasa (23/9), yang mengakibatkan negara bersangkutan mengeluarkan larangan berbagai produk susu dari Negeri Tirai Bambu itu.
Laranganyang dikeluarkan bahkan juga termasuk untuk permen dan barang dagangan lainnya. Kondisi ini membuat para orangtua panik dan cemas sehingga mereka menyerbu sejumlah rumah sakit terdekat untuk memeriksakan kesehatan anak-anak mereka.
Dari Jepang menuju Thailandtercatat persebaran berbagai jenis kue, es krim dan roti daging yang kemungkinan besar telah terkontaminasi (dibuat melalui campuran bahan-red) dengan produk susu tercemar melamin yang mengakibatkan empat bayi di Chinameninggal dunia karena gagal ginjal.
Sementara 53.000 bayi lainnya jatuh sakit dan sebagian besar terkena penyakit batu ginjal. Ketakutan munculnya gangguan kesehatan tersebut juga meluas hingga ke sekolah-sekolah dan dampaknya toko-toko memutuskan menarik berbagai produk sebagai langkah antisipasi.
Sejumlah perusahaan makanan berskala internasional seperti Kraft Foods Inc., ikut terkena dampak oleh rumor yang belum jelas tentang penarikan sejumlah produk makanan kecil termasuk di dalamnya kue Oreo dan M&Ms.
”Saya masih mencemaskan kondisi anak saya,” kata Mary Yu, seorang ibu asal Hong Kongyang membawa anaknya berusia tiga tahun untuk menjalani tes kesehatan di salah satu rumah sakit, kemarin. Puluhan orangtua lainnya juga melakukan hal yang sama. ”Saya memeriksakan kondisi paru-paru untuk memastikannya aman.”
Tes medis
Sementara itu, beberapa negara lain termasuk Singapura, Taiwan, Brunei, Hong Kong, Vietnam dan Philipina, menyusul melakukan hal yang sama dan segera mengeluarkan larangan terhadap semua makanan berbahan susu asal China. Lebih khusus lagi larangan tersebut mulai dari susu fermentasi untuk bahan susu stroberi, biskuit dan permen.
Pemerintah Bangladesh bahkan telah memerintahkan petugas berwenang melakukan tes medis terhadap susu bubuk impor dari sejumlah negara yang selama ini dikenal punya regulasi super ketat terhadap produk makanan seperti Australia, Selandia Baru dan Denmark.
”Saya sangat cemas setelah mendapat laporan tentang susu tercemar tersebut,” kata Sultana Rahman, seorang ibu di Bangladeshyang punya bayi berumur depalan bulan, di mana pemerintah saat itu telah melarang tiga merk susu bubuk bayi dari China. ”Saya akan memilih memberikan anak saya ASI daripada susu bubuk.”
Kemarin, Pemerintah Malaysiatelah memperluas larangan mereka terhadap produk China, termasuk di dalamnya adalah permen, cokelat dan makanan lain yang mengandung susu.

Produk Chinayang dilarang
beredar di Singapura dan Malaysia
1. Permen merk White Rabbit Creamy
2. Susu rasa stroberi Dutch Lady
3. Yili Choice Dairy Fruit Bar Yoghurt Flavoured Ice Confection.
4. Snickers bars
5. M&Ms
6. Nabisco Chicken In A Biskit
7. Dove chocolate bars
8. Mentos yogurt balls
9. Oreo wafer sticks
10. Want Want Take One Baby Bites

Negara-negara yang melarang
produk susu China
Australia
Bangladesh
Bhutan
Brunei
Burundi
Kanada
Hong Kong
Uni Eropa
Indonesia
India
Jepang
Malaysia
Myanmar
Selandia Baru
Filipina
Singapura
KoreaSelatan
Taiwan
Thailand
Vietnam
- who/AP/Rtr

Susu Kurangi Asma

Minum Susu Perahan Kurangi Asma

Sabtu, 2 Juni 2007 – Dikirim oleh imran

Anak-anak yang mengonsumsi susu hasil perahan dapat mengurangi risiko asma dan alergi. Seluruh anak yang meminum susu asli dan hasil olahan dalam bentuk makanan yang dikonsumsi, mampu melindungi dari asma dan alergi tanpa dipengaruhi mereka tinggal didaerah perkebunan atau tidak, ” papar ketua peneliti The University of Basel di Swiss Dr Marco Waser.

Manfaat yang didapat akan semangkin besar ketika mengonsumsi susu tersebut sedini mungkin. Waser tidak menganjurkan mengonsumsi susu mentah atau tidak dimasak terlebih dahulu. “Susu yang belum dimasak kemungkinan masih mengandung mikroba, seperti salmonella atau escherichiacoli. Keduanya sangat berbahaya bagi tubuh, ” lanjut Waser. Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Clinical and Experimental Allergy, yang menggunakan subjek penelitian sebanyak 14.893 anak berusia antara 5 sampai 13 tahun. Tempat tinggal mereka tersebar dari daerah perkebunan, pedesaan, hingga perkotaan di Eropa. Peneliti mendapatkan data dari orang tua mereka mengenai makanan yang anak-anak mereka konsumsi.

Mengonsumsi susu mampu mengurangi resiko asma dan alergi. Sebagai catatan manfaat dapat dirasakan tanpa dipengaruhi daerah tempat tinggal mereka. Penelitian lebih lanjut, masih diteliti komponen yang dapat melindungi dan mampu melawan asma dan alergi. Sebagai tambahan, masih diperlukan penelitian untuk menjaga agar produk tetap aman sehingga manfaat dapat tetap dirasakan.

” Dikutip dari: koran Seputar Indonesia, Edisi Jum’at 1 Juni 2007 “

Cow’s Milk Not For Baby

Why shouldnt babies under 1 year of age drink milk?

http://www.kidshealth.org/parent/pregnancy_newborn/formulafeed/formulafeed_solids.html

Infants under 1 year shouldn’t have milk or any dairy products at all because of the possibility of a milk allergy. But at 1 year old, you can begin offering your little one whole milk. Why not skim or 2%?
Because babies need the fat in whole milk for normal growth and braindevelopment during the busy early toddler period.

http://www.health.state.mn.us/divs/fh/wic/wicfoods/milkfaqs.html#infants
Minnesota Dept. of Health

Why shouldn’t babies (under 1 year of age) drink milk?

During your baby’s first year of life, the main source of fat, calories, vitamins and minerals should be breastmilk. If mom is unable to breastfeed, iron-fortified formula should be the main source.

Cow’s milk and goat’s milk are not the same as breastmilk or infant formula.

Milk does not provide all the fat, calories and nutrients (especially iron) that your baby needs in order to grow well and be healthy.

Milk has too much sodium for your baby.The protein in milk can hurt your baby’s tummy.
Why should my toddler drink whole milk? Toddlers (up to 2 years old) grow very fast and their brains are continuing to develop. Extra fat and calories are need to support this
growth. Whole milk is an easy way to be assured that your toddler is getting enough to grow well. note A toddler should only drink 2 cups of whole milk daily.

Cow’s Milk

Why shouldnt babies under 1 year of age drink milk?

http://www.kidshealth.org/parent/pregnancy_newborn/formulafeed/formulafeed_solids.html

Infants under 1 year shouldn’t have milk or any dairy products at all because of the possibility of a milk allergy. But at 1 year old, you can begin offering your little one whole milk. Why not skim or 2%?
Because babies need the fat in whole milk for normal growth and braindevelopment during the busy early toddler period.

http://www.health.state.mn.us/divs/fh/wic/wicfoods/milkfaqs.html#infants
Minnesota Dept. of Health

Why shouldn’t babies (under 1 year of age) drink milk?

During your baby’s first year of life, the main source of fat, calories, vitamins and minerals should be breastmilk. If mom is unable to breastfeed, iron-fortified formula should be the main source.

Cow’s milk and goat’s milk are not the same as breastmilk or infant formula.

Milk does not provide all the fat, calories and nutrients (especially iron) that your baby needs in order to grow well and be healthy.

Milk has too much sodium for your baby.The protein in milk can hurt your baby’s tummy.
Why should my toddler drink whole milk? Toddlers (up to 2 years old) grow very fast and their brains are continuing to develop. Extra fat and calories are need to support this
growth. Whole milk is an easy way to be assured that your toddler is getting enough to grow well. note A toddler should only drink 2 cups of whole milk daily.

Bakteri Sakazakii

Tak Ada Pabrik yang Terbebas dari Sakazakii”
Budi Satrio Isman, Direktur Utama Sari Husada:

PERSOALAN sepertinya masih enggan menjauh dari PT Sari Husada (SHDA).
Menjelang hengkang dari Bursa Efek Jakarta, pabrik susu terbesar ini
diterpa kabar tak sedap. Menurut Rolland Haas, pemegang saham
minoritas SHDA, pabrik Sari Husada telah ter-cemar enterobacter
sakazakii. Gara-gara bakteri itu, lanjut Rolland, Sari Husada pernah
menghentikan salah satu pabriknya di Yogyakarta (TRUST edisi 21-5).
Kabar tak sedap itulah yang membuat manajemen SHDA bak kebakaran
jenggot. Maklum, bakteri ini bukan hanya mengakibatkan bayi menderita
radang usus. Lebih dari itu, sebuah penerbitan di Korea Selatan
menyebutkan, sakazakii bisa membuat korbannya mengalami kelumpuhan dan
menghambat perkembangan mental. Makanya, “Setelah berita itu beredar,
banyak klien kami menanyakan kebenaran informasi itu,” ujar Budi
Satrio Isman. Direktur Utama SHDA itu juga tak tahu dari mana
informasi tak benar itu bisa keluar.
Benarkah sakazakii telah menyerang pabrik milik Sari Husada? Berikut
wawancara Kun Winasis dari TRUST dengan Budi Satrio Isman yang
didampingi Sekretaris Perusahaan, Yeny Fatmawati, dan Ign. Ari Joko
P., manajer PR. Petikannya:

PEMEGANG SAHAM MINORITAS PERUSAHAAN ANDA, ROLLAND HAAS, MENGATAKAN
BAHWA PABRIK SARI HUSADA TERCEMAR BAKTERI ENTEROBACTER SAKAZAKII.
Saya sendiri tidak tahu informasi itu berasal dari mana. Mungkin
Rolland yang bisa menjawabnya. Yang jelas, sekarang kami sedang
melakukan perubahan mendasar terhadap seluruh sistem yang ada di
perusahaan ini. Termasuk pembenahan di bidang sumber daya manusia.
Mungkin akibat kebijakan tersebut, ada pihak-pihak yang keberatan.
Sehingga muncul kabar seperti ini.

BAGAIMANA PROSES PRODUKSI DI SARI HUSADA?
Begini. Saat menerima bahan baku, kami akan langsung mengecek apakah
sesuai dengan spesifikasi atau tidak. Di situ sudah ada quality
control. Kalau tidak sesuai, akan kami reject. Perlu Anda ketahui,
proses pembuatan bubuk susu ini cukup panjang. Tahapannya banyak. Di
dalam setiap tahapan itu juga dilakukan quality control. Terakhir,
ketika susu masuk ke kotak, kami juga melakukan pengecekan ulang. Jadi
sistem kontrol kualitasnya berlapis-lapis.

JIKA PADA TAHAP TERTENTU DITEMUKAN MASALAH?
Kami akan melakukan pemeriksaan ulang. Yang tidak sesuai standar akan
di-reject. Produk yang di-reject ini ada yang bisa diproses kembali
dan ada yang tidak. Intinya, sebelum dirilis ke pasar produk kami
sudah melalui tahap-tahap pengawasan yang ketat.

BAGAIMANA DENGAN INFORMASI BAHWA PABRIK ANDA MENGHENTIKAN PRODUKSI?
Definisi stop produksi itu harus jelas. Di Yogyakarta, kami punya dua
pabrik. Di kotanya dan di daerah Kemudo (Klaten). Di Yogya itu kami
memiliki dua drier (pembuat bubuk susu). Sementara di Kemudo ada satu
yang besar. Setiap tahun, kami selalu membuat perencanaan produksi.
Nah, dalam production plan inilah ada yang namanya pemberhentian yang
direncanakan. Cuma, itu tak berarti menghentikan produksi. Sebab kami
menginginkan output sebanyak mungkin.

KAPAN PENGHENTIAN ITU DILAKUKAN?
Seperti kemarin, ketika terjadi gempa. Pada saat gempa terjadi,
awalnya kami perkirakan produksi berhenti sampai 3 bulan. Ternyata,
sebulan sudah berproduksi lagi, walaupun belum maksimal. Penghentian
produksi ini bisa juga dilakukan pada hari libur dan hari raya.
Jadwalnya sudah diatur, tidak bersamaan.
JADI PABRIK TIDAK ADA YANG BERHENTI BERPRODUKSI SELAMA 2007?
Mungkin ada salah satu yang kami hentikan. Itu normal saja. Tapi kami
tidak menghentikan produksi. Output-nya selalu ada.

BEBERAPA WAKTU LALU ANDA MENGATAKAN BAHWA ATAP PABRIK BOCOR SEHINGGA
PERLU PERBAIKAN. BISA DIJELASKAN?
Waktu itu kan di Yogya dilanda hujan lebat, bahkan sempat terjadi
puting beliung. Pada saat itu, atap di salah satu mesin bocor.
Makanya, kami menghentikan bagian mesin itu. Tapi produksi jalan
terus. Kenapa itu kami lakukan? Jika tidak, risikonya, bakteri bisa
masuk. Kami tidak ingin itu terjadi. Sebenarnya kita ingin demolish
tempat itu. Karena butuh produksi, kami hanya menyetop mesin sementara.

JADI HAL SEPERTI ITU SUDAH BIASA?
Ya begitu. Seperti dua hari kemarin (minggu lalu, red) kami stop drier
di Kemudo. Itu dilakukan untuk mengganti refrigerator dan radiatornya.
Orang yang tidak tahu mungkin menganggap kita stop produksi. Padahal
faktanya tidak demikian.

TERHADAP SETIAP PRODUK, APAKAH DILAKUKAN PENGECEKAN RUTIN OLEH BPOM?
Tidak rutin. Tapi itu dilakukan BPOM. Selain itu, kami juga melakukan
quality audit. Bahkan, minggu ini kami akan melakukan audit proses
tahunan. Pokoknya, kami tidak akan menutup-nutupi apa yang ada di
perusahaan ini.

KABARNYA ANDA MEMINTA PABRIK KIVIET DI SALATIGA UNTUK MEMPRODUKSI
BUBUK SUSU BUAT SARI HUSADA?
Kami memang datang ke mereka dan sudah melakukan pembicaraan. Tapi,
kerja sama dengan Kiviet sudah lama kami lakukan. Ketika terjadi gempa
tahun lalu, kami meminta mereka memproduksi susu buat Sari Husada.
Tentang kedatangan kami tadi, hal itu karena rencananya kami akan
melakukan maintenance pabrik. Sesuai Jadwal, Juli nanti mungkin ada
pabrik kami yang berhenti 7 hari.

BAGAIMANA RESPONS MORINAGA DAN NUTRICIA MENDENGAR KABAR ADANYA
SAKAZAKII INI?
Mereka tentu bertanya. BEJ dan Bapepam pun meminta klarifikasi kepada
kami. Tapi setelah kami jelaskan secara detail, mereka bisa mengerti.

ARTINYA MORINAGA DAN NUTRICIA MASIH TETAP MENDAPAT PASOKAN BUBUK SUSU?
Sampai saat ini masih berjalan dengan baik. Tidak ada yang berubah.

MEMANGNYA BERAPA BANYAK PASOKAN BUBUK SUSU BUAT KEDUA PERUSAHAAN ITU?
Tidak terlalu banyak. Mungkin sekitar 12% dari total produksi.
Sebagian besar kami pakai sendiri. Angka pastinya nanti ya.

PRODUK SUSU ANDA DIUJI DI LABORATORIUM CLF (CENTRAL LABORATORIES
FRIEDRICHSDORF). BUKANKAH LABORATORIUM INI 100% MILIK NUMICO BV,
PEMEGANG SAHAM SARI HUSADA?
Setahu saya memang begitu.

SEBENARNYA BAGAIMANA DENGAN SAKAZAKII ITU?
Enterobacter sakazakii ini termasuk bakteri baru yang ditemukan oleh
orang Jepang. Sebetulnya, bahaya bakteri ini bisa diperkecil, jika
kita tahu cara menanganinya. Perlu diketahui, sakazakii ini ada di
mana-mana. Seperti susu yang sudah bekas, kemungkinan besar terjangkit
bakteri ini. Air yang Anda minum itu juga bisa mengandung sakazakii.

ARTINYA TIDAK MUNGKIN PABRIK ANDA TERBEBAS DARI SAKAZAKII?
Jujur saya katakan, itu tidak mungkin. Pabrik susu di mana pun enggak
ada yang terbebas dari bakteri ini. Sakazakii me-nyerang bayi yang
lahir prematur. Makanya, untuk mengatasinya kami terus berusaha
memperketat kualitas produk yang dikonsumsi oleh bayi. Dengan cara
seperti itu, kami berharap sakazakii tidak ada atau di bawah ambang
batas yang diperbolehkan kesehatan. Hanya, saat ini, soal berapa batas
maksimal yang diperbolehkan, belum diatur oleh BPOM.

BAGAIMANA SISTEM QUALITY CONTROL DI SARI HUSADA?
Saat ini kami terus berusaha meningkatkan kualitas produk kami. Kalau
Anda datang ke pabrik kami, di sana tim dari R&D dan quality control
sedang melakukan sosialisasi masalah sa-kazakii ini. Bisa jadi, orang
yang tidak tahu mengira bahwa di pabrik tersebut sudah tercemar
sakazakii. Kami ingin menyamai standar yang ada di perusahaan farmasi.

BAGAIMANA ITU DILAKUKAN?
Seperti masalah pakaian, akan diperketat. Karyawan itu harus memakai
pakaian seperti astronaut, sangat steril. Kami juga membagi lokasi
menjadi beberapa zone. Misalnya zone kuning dan zone merah. Di zone
merah, tingkat sterilisasinya sangat tinggi.

OH YA, BAGAIMANA SOAL TENDER OVER ITU. APAKAH SEMUA PEMEGANG SAHAM
MINORITAS MENJUAL SAHAMNYA?
Tidak. Tapi sekarang hampir 99,8% saham Sari Husada sudah dikuasai
Numico. Tanggal 27 besok akan dilakukan pembayaran. o
Nama-nama Produk susu yang ditarik dari peredaran dari tahun 2000 sampai 2006

No Date Country Company Brand Problem

8-Feb-06 Egypt Lacto-Misr Babysan 1 “Lacto-Misr was stopped from production after incidences of diarrhoea and GIT, believed to be cuased by an oil added to the formula. An investigation is still underway.”

20-Dec-05 The Netherlands Nutricia Ovalrit & Beberix “(Refer problem under 2 below) 2 sterilizers in Nutricia factory in Opole, Poland, had defects, and glass particles lodged under the rim of the jar cover. VWA (Netherlands Health and Safety Authority) alerted the International Rapid Alert System. All Ovalrit and Beberix batches from the 2 defective sterilizers were recalled.”

15-Dec-05 The Netherlands Nutricia Ovalrit ‘tuingroenten met rijst’ (garden vegetables with rice) Consumer complaint about tiny glass splinters under the rim of the cover. Nutricia withdrew the complete batch of Olvarit garden vegetables with rice with a best before date of 03 Aug 2008. Advert in nation-wide newspapers asks consumers to throw the pots in the dustbin. Costs of the jar will be reimbursed if cover is sent to Nutricia.

28-Nov-05 “France, Greece, La Reunion” “Numico/Milupa
Nestle” “Aptamil 2 Liquid, Aptamil Soya and Aptamil Babymil.
Nidal 2″ (Refer to contamination by IsopropilThioXanthone below)

25-Nov-05 Italy “Numico/Milupa” “Aptamil 2 Liquid, Aptamil Soya and Aptamil Babymil: recalled products estimated to amount to less than 100,000 litres” “(Refer to contamination by IsopropilThioXanthone below) Milupa recalled about 100,000 litres of products. “

16-Oct-05 “Luxembourg, Netherlands ” Babymill Cereabib 1 & 2 Contaminated with Enterobacter sakazakii. Recall after test by Le Laboratoire National de la sante – service du controle des denrees alimentaires.

10 “(28 Aug 05 – 3 Sep 05)” Hungary Milco “Feeding bottles of different capacity with teat “”Milco”” (type/model: a. 10099 bar code 4 711146 100992, b. 10095 bar code 4 711146 100947) capacity: 1.25ml; 2.14ml. Country of origin: unknown.” “Chemical risk. The teat containts more DEHP and DINP phthalates than allowed. There is no consumer information, instructions of safe use and care attached to the product. Prohibition of distribution ordered by the authorities.”

25-Jul-05 Argentina Mead Johnson Enfamil AR “Infant formula contaminated with Enterobacter sakazakii. All products recalled from shelf in the market, stocks blocked at importers and those already purchased by mothers to be recollected. Sale suspension ordered by the Federal Capital government.”

11-Apr-05 “France exported to Middle East and Africa” Danone “Bledilait 2 eme age Gallia 2eme ageNursie 2eme age Alma 2eme age
Gallia 2eme age” “Salmonella agona caused illness in as many as 54 infants (1 to 12 months) from different parts of France between January and April 2005. Recalls were issued by the European Commission, Health and Consumer Protection Directorate. Authorities traced Salmonella to factory source. The Picot manufacturing facilities (see recall 10) were used to produce Danone products for export: Nursie, Alma, Gallia and Bledilait, hence the recall of these products as well. “

18-Feb-05 Finland Nutricia “Valio (Peptide Tutteli & Gefilus
Peptide Tutteli)” 10 times overdose of Vitamin D.

2-Feb-05 USA Abbott Ross “Similac Advance (with Iron)12.9 ounce cans” presence of black plastic particles.

22 Jan&Feb 2005 France Picot Picot “The Institut Pasteur in France identified an unusual number of strains of Salmonella serotype agona in Picot products. 44 children were affected, all aged between 1 to 6 months, hospitalised, all cured.”

25-Jan-05 “Switzerland, France” Nestle liquid ready to feed Guigoz milks “The liquid milks looked abnormal (curdled) or had
unpleasant smell due to tiny leaks in the packaging.”

25-Jan-05 “Sao Paulo, Brazil” “Numico/Milupa
distributor: ProdutosNutricionais Ltda ” Aptamil infant formula “Product batch banned due to detection of EnterobacterSakazakii bacteria. Imposition of temporary ban of 6months on product.”

1-Jan-05 “Sao Paulo, Brazil” Mead Johnson “Pregestimil, Enfamil Pregestimil” “ANVISA (Brazilian Food Control Agency) banned the use, marketing, distribution and entry into Brazil of these infant formulas. (Ministry of Health of France is investigating the relationship of these products with a type of bacterial infection.)”

1-Dec-04 USA Mead Johnson Enfamil LactoFree with Lipil “Mead Johnson brand Enfamil LactoFree with LIPIL milk-based infant formula, lactose-free, iron fortified, concentrated liquid in a 13 fl. oz. can. Sold in cases of 12 cans each; case UPC 3-0087-0614-01. 6408 cases in total. May have an off-odor, clumping and product separation. Bristol Myers Squibb Company, Evansville, IN, by letter dated December 9, 2003. “

12-Oct-04 “France, Hong Kong,UK, Brazil, The Gambia, Gabon, UK and others” Mead Johnson Pregestimil Infant formula contaminated with Enterobacter Sakazakii. 2 out of 4 infants died. 3 of them consumed Pregestimil and the 4th had direct contact with one of the ill ****es.

7-Sep-04 “New York, USA” Guan Wei Yuan Guan Wei Yuan “Products do not contain amounts of protein and other essential ingredients as indicated on the label. On-going and exclusive consumption of these formulas could have severe health consequences, particularly in newborn infants, pre-mature infants or others with weakened immune systems.”

6-Sep-04 Australia Nestle NAN 1 Probiotic Starter infant formula with Bifidus “Incorrect mix of formulation, not meeting the Food Standards regulation. Possible changes in the protein and iron levels, leading to constipation and/or diarrhoea.”

31-Mar-04 “Ottawa, Ontario, USA” Mead Johnson Enfalac Pregestimil Hypoallergenic Infant formula. “Incorrect size of scoop, results in over-concentrated formula preparation, with severe medical problems such as diarrhoea and dehydration.”

11-Oct-03 Israel “Humana (Germany); Remedia, Israel” “Tzimchit Super Formula – soya-based milk substitute
Junior Tzimchit Super Formula” “Lack of vitamin B1 or thiamine, all ****es hospitalised had been fed with Remedia. 2 infant deaths since June, 3 in critical condition in hospital, 10 suspicious case
under investigation. Health Ministry said 7 infants fed with formula suffered beriberi. “

1-Sep-03 “Evansville, Ind, USA” Mead Johnson Enfacare LIPIL Infant Formula Voluntary recall 505 cases of EnfaCare LIPIL 12.9 ounce. Contaminated with Enterobacter Sakazakii.

1-Nov-02 China “Wyeth (Shanghai
Wyeth Nutritional Co. Ltd.)” “Nursoy, Promise” Promise milk powder had nitrate content exceeding the national standard. Nursoy contained Enterobacter sakazakii. Recall of over 100 million tins of milk formula.

11-Feb-02 USA Wyeth “Baby Basics, Kozy Kids, CVS, Hill Country Fare, HEB Baby, American Fare Little Ones, Home Best, Safeway Select, Healthy Baby, Walgreens, Parent’s Choice ” FDA testing at the Wyeth plant found contamination by Enterobacter sakazakii.

5-Feb-02 Belgium Nestle Beba 1 “5 day old infant died due to Enterobacter Sakazakii after discharge from hospital. On 2nd May, nearly seven weeks after the infant died, the Federal Agency for Food Safety in Belgium asked Nestlé Belgium to recall Beba 1.”

Tahun 2002 USA Mead Johnson Portagen Portagen is a special formula used for infants with difficulty digesting fats. The recall was prompted by the death of a premature infant in April 2001 from meningitis caused by Portagen contaminated with Enterobacter sakazakii.

14-Sep-01 “Texas, USA” Nestle “Nestle Carnation Follow-Up Formula, 32-Fluid-Ounce Liquid ready to Feed” 120 cans distributed only to WalMart stores in Texas cities. Excessive magnesium in cans. Long term use may cause severe adverse health effects such as low blood pressure and irregular heart beat.

15-Aug-01 UK Wyeth “SMA GoldSMA White” Infant botulism. A 5-month-old girl became seriously ill.

7-Jul-01 USA Mead Johnson Nutramigen “Spanish label errors – incorrect preparation instructions. Incorrect amount of water alters formula’s precise mixture of nutrients and could cause seizures,
irregular heartbeat and even death if consumed for several days. “

Yr 2000 USA “Abbott RossMead Johnson” “Isomil powder and concentrate; Similac with iron, low iron powder and concentrate; Neosure powder; Enfamil low iron and with iron powder, Enfamil Lacto-free powder;
Prosobee soy powder; Nutramigen powder” “Infant formulas were packaged in cardboard tray/boxes which were misbranded. All lots of cardboard cases and trays that were repackaged, labeled and distributed by Unity Wholesale Grocery since April 25, 2000.”

18-Mar-00 USA Nestle “Nestle Carnation Good Start
Nestle Carnation AlsoyNestle Carnation Follow-Up” “Not properly sterilized, voluntary recall for precautionary measures. Concern that formula may not have reached a high enough temperature during sterilisation.”

Mengenal Enterobacter Sakazakii

Apa itu Enterobacter sakazakii ?Penyakit apa yang dapat terjadi karena bakteri tersebut?

Enterobacter sakazakii adalah termasuk bakteri sejenis Enterobacteriacea, yang terdiri dari beberapa spisis bakteri yang ditemukan dalam pencernaan manusia, hewan dan dari lingkungan. Mikroorganisme ini dapat berimplikasi kepada meningitis atau enteritis hususnya pada anak-anak.
Dalam beberapa berita dilaporkan 20% – lebih dari 50% yang terkena penyakit tersebut meninggal. Sedangkan yang dapat bertahan dari penyakit tersebut ternyata pada ahirnya terjadi komplikasi gangguan saraf.

Siapa yang paling berpotensi terkena Enterobacter sakazakii ?

Enterobacter Sakazakii dapat menyebabkan penyakit pada semua umur. Tetapi dari beberapa laporan disebutkan bahwa pada bayi, terutama bayi yg kurang dari 1 tahun factor resikonya lebih tinggi. Dan yang paling berbahaya lagi apabila menyerang bayi baru lahir (kurang dari 28 hari), bayi prematur, bayi berat badan lahir rendah dan bayi yang kurang imun-nya menurun.

Dari mana asalnya Enterobacter sakazakii? apakah bakteri tersebut ada dalam pencernaan manusia?
Habitat alami Sakazakii tidak diketahui secara pasti. Bakteri dapat didekteksi berada di pencernaan orang yang sehat. Ia juga dapat ditemukan di pencernaan binatang dan juga di alam.

Bagaimana susu formula dapat terkontaminasi oleh Enterobacter sakazakii ? apakah makanan lain dapat terkontaminasi?
ada tiga jalan bagaimana susu formula dapat terkontaminasi formula.
a) Bakteri dapat masuk lewat merial yang dipakai saat produksi susu formula.
b) bakteri juga dapat masuk lewat kontaminasi formula atau bahan-bahan ramuan formula lain yang dimasukan kedalam susu formula setelah susu dipasturisasi
c) kontaminasi juga dapat terjadi lewat orang yang memberikan susu formula kepada bayi.
Sebenarnya Enterobacter sakazakii dapat dideteksi pada bebera berbagai makanan lain, tetapi serangan bakteri tersebut lebih sering melalui susu formula bubuk

Apakah bayi yang disusui ASI dapat terkontaminasi Enterobacter sakazakii?
sepanjang pengetahuan kita, tidak pernah terjadi kontaminasi bakteri pada bayi yang disusui ASI saja (asi eksklusif) penelitian yang ada hanya menyebutkan bawa 50-80% kasus kontaminasi bakteri sakazakii terjadi karena susu formula bubuk.

Susu Sapi Segar

SUSU SAPI SEGAR: SI MURNI YANG TAK KALAH HEBATNYA
Oleh: Imelda Scorvia, STP

Siapa yang tak kenal slogan 4 sehat 5 sempurna. Makan nasi, sayur,
lauk pauk dan buah, belumlah sempurna jika tidak minum susu. Susu
merupakan sumber kalsium yang sangat penting untuk pembentukan tulang
dan gigi. Selain itu susu juga mengandung protein, lemak yang kaya
akan asam lemak omega-3 dan omega-6, karbohidrat, vitamin dan
mineral. Kandungan zat gizi yang lengkap tersebut menjadikan susu
sebagai makanan yang sangat ideal.

Mengingat perannya yang sangat besar dalam tubuh, khususnya bagi anak-
anak yang masih dalam tahap pertumbuhan, maka susu merupakan produk
marketing yang sangat potensial. Dalam satu dekade belakangan ini
para produsen susu berlomba-lomba mempromosikan produknya dengan cara
menambahkan zat-zat tertentu yang dipercaya dapat mencerdaskan otak,
meningkatkan daya tahan tubuh, dan berbagai iming-iming lainnya. Hal
ini tentu saja menjadi daya tarik bagi para orang tua masa kini yang
mempunyai ekspektasi tinggi terhadap putra putrinya. Semakin tinggi
ekspektasi, semakin tinggi pengorbanan, dan bisa saja berarti semakin
mahal susu formula yang harus dibeli untuk memenuhi ekspektasi
tersebut.

Gencarnya promosi susu formula atau susu pertumbuhan (untuk 1 tahun
keatas ) di media cetak, elektronik, ataupun berbagai acara off-air
membuat sebagian konsumen bingung memilih. Produsen semakin pintar
menciptakan klaim agar produknya berbeda dengan pesaingnya. Tetapi
tahukah anda, bahwa kebanyakan zat-zat `penting’ yang difortifikasi
atau ditambahkan oleh para produsen tersebut sebenarnya sudah secara
alami terdapat dalam susu sapi? Berikut beberapa komponen gizi yang
kerap dijadikan unggulan berbagai produk susu pertumbuhan.

Susu sapi kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-6. Asam lemak
esensial pada omega-3 adalah alfa-linolenic acid /ALA), secara alami
akan disintesis oleh tubuh menjadi asam dokosaheksaenoat (DHA) dan
asam eikosapentaenoat (EPA).

Sedangkan asam lemak esensial pada omega-6 adalah asam linoleat (LA),
yang secara alami akan diubah dalam tubuh menjadi asam arakidonat
(AA/ARA).

AA dan DHA berperan penting dalam pembentukan sel-sel otak dan proses
penglihatan. Jumlah DHA pada otak mencapai sepertiga dari lemak otak.
Pada retina mata terdapat DHA dalam konsentrasi tinggi, yang
disintesis tubuh melalui makanan. Semakin baik nutrisi yang
diberikan, semakin baik mata menjalankan fungsinya. Pada anak tipe
visual learners, better eyes mean better brains.

Sphingomyelin merupakan salah satu fraksi pada lemak susu yang
dibutuhkan untuk proses mielinisasi sel-sel neuron di otak.

Zat gizi penting lain yang terdapat pada susu sapi adalah protein.
Fungsi utama protein adalah membentuk sel dan jaringan baru,
menggantikan sel dan jaringan yang telah rusak. Protein disusun oleh
kelompok asam amino yang masing-masing keunikannya ditetapkan oleh
sebuah kode genetik. Sebanyak 20 asam amino standar digunakan sel
untuk biosintesis protein. Asam amino tersebut antara lain adalah
isoleusin, leusin, lysin, tryptophan, metionin, penilalanin
(esensial) ; alanin, glutamin, glutamat, sistein, tyrosine (non
esensial).

Immunoglobulin dan laktoferin merupakan bagian dari fraksi protein
whey yang terdapat pada susu sapi. Immunoglobulin dapat meningkatkan
sistim kekebalan tubuh dan berperan sebagai anti-diare karena
kemampuannya dalam menghambat bakteri penyebab diare. Laktoferin
berperan sebagai antioksidan, anti-mikroba, anti-virus, anti-kanker,
pengikat racun, meningkatkan sistim imun dan membantu penyerapan zat
besi.

Kolin adalah komponen organik, termasuk zat gizi esensial dan
dikelompokkan bersama vitamin B kompleks. Kolin merupakan prekursor
kimia yang dibutuhkan untuk memproduksi neurotransmitter asetilkolin.
Neurotransmitter adalah pembawa pesan dari satu sel otak ke sel
lainnya. Semakin banyak neurotransmitter, semakin cerdas. Penelitian
menunjukkan bahwa daya ingat, kecerdasan dan suasana hati seseorang
sebagian dipengaruhi oleh metabolisme asetilkolin dalam otak. Dalam
segelas susu sapi mengandung sekitar 10-20 mg kolin.

Vitamin adalah zat gizi berupa komponen organik yang dibutuhkan dalam
jumlah kecil untuk membantu metabolisme pada makhluk hidup. Vitamin
mempunyai peranan penting dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.
Jika proses tumbuh dan kembang telah usai, vitamin menjadi zat gizi
penting untuk pemeliharaan sel, jaringan dan organ-organ penyusun
organime multisel (misal: manusia). Vitamin juga memungkinkan tubuh
menggunakan energi kimiawi yang berasal dari makanan, dan membantu
proses protein, karbohidrat dan lemak yang dibutuhkan untuk
pernafasan.

Vitamin juga dapat berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan adalah
molekul yang dapat memperlambat atau mencegah reaksi oksidasi dari
molekul lain. Reaksi oksidasi dapat menghasilkan radikal bebas, yang
menyebabkan terjadinya reaksi berantai perusakan sel. Vitamin yang
termasuk antioksidan adalah vitamin C (asam askorbat) dan vitamin E
(á-tokoferol).

Susu mengandung vitamin-vitamin yang dapat dikelompokkan menjadi
vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, K) dan vitamin yang
larut dalam air ( 8 vitamin B – B1, B2, B3, B5, B6, B7 (biotin), B9
(asam folat), B12 – dan vitamin C).

Mineral merupakan unsur-unsur kimia yang dibutuhkan makhluk hidup –
selain karbon, hidrogen, nitrogen dan oksigen – yang pada umumnya
terdapat dalam molekul organik. Mineral dikelompokkan menjadi mineral
makro (dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar) dan mineral mikro/trace
minerals (dibutuhkan tubuh dalam jumlah relatif kecil). Dalam susu
sapi mengandung beberapa mineral makro seperti kalsium (untuk
pembentukan tulang dan gigi, menjaga kesehatan sistim pencernaan,
menetralisir asam, membersihkan zat-zat beracun, membantu aliran
darah), natrium, kalium, klorida, magnesium, fosfor. Beberapa mineral
mikro yang terdapat pada susu adalah iodium, zink, zat besi,
selenium, mangan.

Melihat berbagai fakta diatas, julukan One-stop shopping for
nutrition memang pantas diberikan untuk susu sapi. Tapi hal ini bukan
berarti mengkonsumsi susu sapi secara berlebihan mengingat tak ada
satu bahan pangan pun yang mengandung semua zat gizi sesuai kebutuhan
(kecuali ASI untuk bayi usia 0-6 bulan). Dengan mengkonsumsi beragam
makanan maka kebutuhan komponen gizi dapat saling melengkapi.
Mengkonsumsi susu sapi secara berlebihan dapat mengakibatkan
berkurangnya konsumsi makanan lainnya.

Tidak disarankan mengkonsumsi susu sapi mentah (yang belum diproses
sama sekali). Susu sapi mentah dapat menjadi media pertumbuhan
berbagai bakteri patogen. Susu sapi yang telah mengalami proses
pengolahan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yakni susu pasteurisasi,
susu UHT dan susu bubuk.

Susu pasteurisasi adalah susu yang dipanaskan pada suhu 63-72 derajat
Celcius selama 15-20 detik untuk membunuh virus dan organisme patogen
seperti bakteri, jamur, protozoa dan ragi. Proses ini tidak membunuh
semua mikroorganisme, hanya mengurangi jumlahnya sehingga tidak dapat
menyebabkan penyakit. Susu pasteurisasi biasanya dikemas dalam
kemasan karton. Karena proses ini tidak membunuh semua
mikroorganisme, maka umur simpan produk ini cukup singkat yaitu
sekitar 1 minggu dan harus disimpan di lemari pendingin, pada suhu 5-
6 derajat Celcius. Pendeknya umur simpan produk susu ini membuat anda
harus sedikit lebih rajin menyambangi supermarket untuk memenuhi
kebutuhan harian susu.

Susu UHT (Ultra High Temperature) adalah susu yang diproses dengan
pemanasan pada suhu tinggi (135-145 derajat Celcius) dalam waktu yang
singkat (2-5 detik). Pemanasan suhu tinggi bertujuan untuk membunuh
semua mikroorganisme dan spora pada susu. Tingginya suhu juga
mempersingkat waktu proses sehingga mengurangi kerusakan zat-zat
gizi, sehingga susu tetap memiliki mutu baik. Kemasan susu UHT yang
beredar di pasaran saat ini terdiri dari 2 jenis, yaitu kemasan kotak
(kecil dan besar) dan kemasan kantong (dikenal dengan susu bantal).
Dengan teknologi UHT, maka umur simpan susu ini bisa mencapai 10
bulan dalam suhu ruang meskipun tanpa bahan pengawet (selama kemasan
masih belum dibuka dan tidak bocor atau kembung).

Susu bubuk berasal dari susu segar yang dikeringkan. Karena berbentuk
bubuk, maka produk ini tidak mudah rusak dan praktis dalam
penyimpanan dan transportasi. Namun proses pengeringan menyebabkan
susu bubuk mengalami penurunan nilai gizi lebih banyak daripada susu
cair segar olahan (susu pasteurisasi dan susu UHT). Untuk
menggantikan zat-zat gizi yang rusak tersebut, maka produsen
melakukan fortifikasi (penambahan) zat-zat gizi dari luar seperti
vitamin, mineral, sampai zat-zat gizi `khas’ untuk kecerdasan dan
kesehatan.

Selain untuk menggantikan zat gizi yang rusak akibat proses
pengeringan, fortifikasi dimanfaatkan untuk memberikan nilai tambah
bagi suatu produk susu pertumbuhan. Semakin banyak fortifikasi,
semakin canggih iming-iming, semakin mahal harga susu (dan produsen
pun semakin untung).

Padahal, berbagai zat fortifikasi tersebut belum tentu dapat diserap
dan digunakan oleh tubuh sama seperti zat-zat gizi alami yang
terdapat dalam susu sapi segar. Selain itu, jangan lupa juga bahwa
sebagian besar zat fortifikasi memang secara alami terdapat dalam
susu sapi. Gencarnya promosi susu dapat membuat konsumen melupakan
tujuan utama mengkonsumsi susu sapi, yakni untuk memenuhi kebutuhan
kalsium. Pembentukan peak bone mass (massa tulang puncak) akan
tercapai di usia 20-30 tahun. Oleh karena itu, konsumsi susu 2-3
gelas per hari secara teratur hendaknya dilakukan sejak anak-anak,
remaja, dewasa untuk mencapai massa tulang puncak, dan dilanjutkan
hingga usia lanjut untuk mempertahankan massa tulang.

Susu cair segar olahan merupakan bentuk susu sapi yang ideal. Zat
gizinya yang lengkap, mudah diserap tubuh dan harganya tak menguras
kantong. Anda pun tidak perlu terlalu khawatir jika terjadi kenaikan
harga susu dunia seperti yang pernah terjadi belum lama ini. Sebagian
besar susu cair segar olahan yang beredar di pasaran adalah produk
lokal, tidak membutuhkan susu impor sebagai bahan baku seperti pada
pembuatan susu formula. Memilih susu cair sebaiknya yang mengandung
100 % susu sapi murni, tanpa tambahan cita rasa, pemanis, pewarna
ataupun bahan lainnya. (dari berbagai sumber)

Susu Sapi Ogah Ah

sumber : http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0701/26/kesehatan/3268141.htm

EVY RACHMAWATI

Air susu ibu alias ASI adalah nutrisi alami yang terbaik bagi anak. Sayangnya, makin banyak ibu yang memberikan susu botol kepada bayinya karena kesibukan kerja atau merasa ASI kurang memenuhi kebutuhan si kecil. Apalagi para produsen susu formula kian gencar mengiklankan produknya.

Padahal, tidak semua bayi bisa menerima susu yang mengandung protein sapi. Mohamad Raka Pratama (5 bulan) salah satunya. Semula, ia tidak menunjukkan gejala alergi saat diberi minum susu formula yang mengandung protein susu di Rumah Sakit Bersalin Mutiara Bunda, Tangerang. “Sampai dua hari setelah lahir, ASI ibunya belum keluar. Karena nangis terus, Raka dikasih susu formula,” tutur Ny Titin Martini (46), nenek dari Raka.

Beberapa hari kemudian, Raka menderita panas tinggi. Kulitnya kemerahan, terutama di bagian muka, kaki, dan badan. Oleh dokter yang merawat, ia didiagnosis menderita campak, lalu diberi obat antibiotik dan bedak antigatal. Karena ibunya memiliki riwayat menderita asma, dokter mulai mencurigai adanya gejala alergi susu sapi sehingga disarankan agar berganti susu formula.

“Obat antibiotiknya diminum, tetapi susu belum diganti karena menghabiskan susu yang dari rumah sakit. Ternyata, Raka malah mencret, sehari bisa sampai 15 kali. Pada tubuhnya keluar bercak-bercak merah seperti gabakan,” ungkap Ny Titin. Bahkan, tinja yang keluar berlendir dan bercampur dengan sedikit darah.

Seusai diperiksa di laboratorium, ternyata kadar alergi susu sapinya sangat tinggi. Setelah diganti dengan produk susu formula hipoalergenik yang ekstensif, ruam merah pada kulit berangsur berkurang, tetapi tetap mencret. Oleh dokter spesialis alergi anak, Raka dianjurkan mengonsumsi susu formula berbahan dasar susu kedelai (soya).

“Setelah minum susu formula yang mengandung kedelai, diarenya cepat sembuh. Bercak kemerahan pada kulit Raka juga hilang. Sampai sekarang, cucu saya tidak lagi diare, bahkan tumbuh sehat dan sudah makan bubur susu yang tidak mengandung susu sapi,” kata Ny Titin, warga Ciledug, Tangerang.

Lain lagi cerita tentang Cut Fabiayya Habibie (empat bulan dua pekan). Anak pasangan Rifsia dan Habibie ini justru menderita alergi susu sapi dari makanan yang dikonsumsi ibunya. Saat berusia lebih dari satu bulan, bagian pipinya ruam merah. Ia juga mencret berulang kali dalam sehari. Padahal, begitu pulang dari rumah sakit, ia mendapatkan ASI secara eksklusif dari ibunya.

Setelah diperiksa dokter, ia ternyata menderita alergi susu sapi. Bakat alergi itu berasal dari kedua orangtuanya yang menderita asma. Penyebabnya, selama menyusui, ibunya mengonsumsi susu untuk ibu menyusui dan makan beberapa jenis makanan yang berpotensi menimbulkan alergi. “Sekarang saya pantang makan ikan laut, kacang tanah, dan telur. Susunya juga diganti susu kedelai,” tutur Rifsia, warga Cempaka Putih, Jakarta Pusat, ini.

Alergi pada anak

Angka kejadian penyakit alergi pada anak belakangan ini meningkat seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat modern, pencemaran lingkungan, dan zat-zat yang ada dalam makanan. “Alergi adalah reaksi kekebalan yang menyimpang dari normal dan menimbulkan gejala yang merugikan tubuh,” kata Ketua Kelompok Kerja Alergi Imunologi Ikatan Dokter Anak Indonesia Dr Zakiudin Munasir SpA (K).

Dalam tubuh terdapat lima jenis antibodi atau imunoglobulin, yaitu imunoglobulin G, A, M, E, dan D. Imunoglobulin E adalah antibodi yang banyak berperan pada reaksi alergi. Dalam tubuh penderita alergi, ada imunoglobulin E berkadar tinggi, terutama imunoglobulin E yang spesifik terhadap zat-zat tertentu pemicu reaksi alergi, seperti debu, bulu binatang, serbuk bunga atau makanan tertentu, seperti telur, susu, dan ikan laut.

Di Amerika Serikat dilaporkan angka kejadian alergi pada anak prasekolah 10 hingga 12 persen, dan pada usia sekolah 8,5 sampai 12,2 persen. Di Indonesia, angka kejadian alergi pada anak Indonesia belum banyak diteliti. Dari penelitian di Kelurahan Utan Kayu, Jakarta Pusat, ternyata 25,5 persen anak menderita alergi, antara lain gejala alergi pada hidung dan kulit.

Penyakit alergi hanya mengenai anak dengan bakat alergi yang disebut atopik. Artinya, ada bakat atopik atau alergi yang diturunkan salah satu atau kedua orangtuanya, terutama ibu. “Sekarang banyak ibu bekerja sehingga tidak bisa menyusui secara penuh. Jadi, bayi lalu minum susu formula. Pada anak yang berbakat alergi, susu formula berbahan dasar susu sapi bisa jadi pencetus terjadinya alergi,” ujarnya.

Sekitar 20 persen anak usia satu tahun pernah mengalami reaksi terhadap makanan yang diberikan, termasuk yang disebabkan reaksi alergi. Susu sapi merupakan protein asing utama bagi bayi pada bulan-bulan awal kehidupan yang dapat menimbulkan reaksi alergi pertama. “Karena fungsi ususnya belum sempurna, protein susu sapi tidak bisa dipecah dengan sempurna,” kata Zakiudin.

Protein susu sapi dapat menimbulkan alergi yang menetap sampai akhir masa kanak-kanak, baik dalam bentuk susu murni atau bentuk lain. Anak yang alergi susu sapi tidak selalu alergi terhadap daging sapi. “Gejala khas pada anak yang alergi susu sapi adalah diare dengan tinja berdarah. Kalau protein susu sapi sudah masuk ke dalam tubuh, kulit bisa kemerahan,” paparnya.

Spesialis anak dari Klinik Alergi Rumah Sakit Bunda Jakarta, dr Widodo Judarwanto, dalam artikelnya menyatakan, sistem kekebalan tubuh bayi akan melawan protein yang terdapat dalam susu sapi sehingga gejala-gejala reaksi alergi pun akan muncul. Terdapat lebih dari 40 jenis protein berbeda dalam susu sapi yang berpotensi menyebabkan sensitivitas, antara lain lactoglobulin dan casein.

Gangguan akibat alergi susu formula bisa timbul karena reaksi cepat atau timbulnya gejala kurang dari empat jam. Pada reaksi lambat atau gejala baru timbul setelah lebih dari empat jam. Tanda dan gejala alergi susu hampir sama dengan alergi makanan. Gangguan itu dapat mengganggu semua organ tubuh, terutama pencernaan, kulit, dan saluran napas.

Banyak penelitian terakhir mengungkapkan, gangguan saluran cerna kronis dengan berbagai mekanisme imunopatofisiologis dan imunopatobiologis dapat mengakibatkan gangguan neurofungsional otak. Gangguan fungsi otak itu dapat memengaruhi gangguan perilaku, seperti kurang konsentrasi, mudah emosi, gangguan tidur, keterlambatan bicara, gangguan konsentrasi, hingga memperberat gejala hiperaktif dan autis.

Penanganan sejak dini

Pencegahan timbulnya gejala alergi pada anak yang lahir dari keluarga yang mempunyai bakat alergi sebaiknya dimulai saat anak dalam kandungan. Ibu hamil yang punya riwayat alergi dalam keluarganya tidak perlu diet pencegahan terhadap makanan yang menimbulkan alergi untuk mencegah terjadinya kekurangan gizi dalam kandungan. Yang penting adalah menghindari asap rokok. “Jika tidak segera ditangani, alergi bisa merusak jaringan tubuh dan menimbulkan alergi lain,” tutur Zakiudin.

Pemberian ASI eksklusif dapat mencegah terjadinya alergi di kemudian hari. Tindakan pencegahan terhadap makanan yang menimbulkan alergi perlu dilakukan oleh ibu menyusui dan dilanjutkan sampai bayi berusia satu hingga dua tahun. Selain menghindari makanan yang hiperalergenik, perlu juga dilakukan menghindari alergen yang berasal dari lingkungan, misalnya debu dan asap rokok.

Jika curiga adanya ketidakcocokan susu formula, orangtua sebaiknya tidak terlalu cepat memvonis susu sapi adalah penyebabnya. Widodo mengatakan, gangguan bisa timbul karena kandungan yang terdapat dalam susu formula, seperti laktosa, gluten, zat warna, aroma rasa, komposisi lemak, kandungan DHA, minyak jagung, dan minyak kelapa sawit. Dalam pemberian ASI, diet yang dikonsumsi ibu juga dapat mengakibatkan gangguan alergi.

Untuk memastikan apakah alergi susu sapi atau tidak, anak bisa menjalani pemeriksaan laboratorium. Jika perlu, konsultasikan kepada dokter spesialis alergi anak, gastroenterologi anak, atau metabolik dan endokrinologi anak. Yang penting, orangtua perlu hati-hati dalam memilih susu formula dan mencermati gangguan organ tubuh yang terjadi terus-menerus dalam jangka panjang, seperti batuk, sesak, diare, dan sulit buang air besar.

“Bila anak tidak mendapat ASI, dapat diberikan susu formula yang hipoalergenik,” kata Zakiudin.

Jika sudah terjadi alergi terhadap susu sapi, anak tidak boleh mendapat formula susu sapi biasa, tetapi harus diberi susu formula yang khusus untuk alergi dalam bentuk susu hipoalergenik yang ekstensif atau susu formula kedelai. Anak yang mendapat formula susu kedelai tetap akan mengalami tumbuh kembang yang baik, tetapi 30 hingga 40 persen dari anak yang alergi susu sapi juga alergi susu kedelai. Pada saat anak memerlukan makanan tambahan pendamping ASI, misalnya bubur susu, sebaiknya juga diberikan bubur yang tidak mengandung susu sapi, tetapi misalnya dengan memakai susu sapi yang hipoalergenik atau susu kedelai. “Alergi susu sapi akan membaik jika usia anak bertambah. Penderita biasanya bisa menerima susu sapi setelah berusia di atas satu atau dua tahun. Karena itu, setiap enam bulan sekali, anak bisa mencoba minum susu sapi,” tutur Zakiudin.

Produk Susu Sapi

Secuil tentang Produk Susu Sapi

Published by Lita January 16th, 2007

Kali ini mau menebus janji untuk menulis tentang susu. Sesedikit yang saya tahu. Selamat membaca.

Per kata, susu adalah makanan cair yang diproduksi oleh kelenjar susu mamalia betina. Dalam istilah, kata susu juga digunakan untuk cairan pengganti susu (nah lho!) yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, misalnya susu kedelai (atau coconut milk dalam perbendaharaan istilah bahasa Inggris).

Sedangkan definisi susu secara kimiawi adalah emulsi (campuran zat yang tidak saling larut) butiran lemak dalam cairan berbahan dasar air. Dalam kata lain, kandungan terbesar susu adalah air dan lemak.

Susu mentah

Susu mentah adalah susu yang tidak diproses, baik pasteurisasi (pemanasan) maupun homogenisasi (perlakuan tekanan udara terhadap susu untuk mencegah krim terpisah dari cairan) sebelum dikonsumsi oleh manusia. Rasanya berbeda dibandingkan dengan susu yang diproses, begitu juga dengan kemudahan cernanya.

Tidak ada kesepakatan yang definitif apakah susu mentah lebih menyehatkan dibandingkan dengan susu yang diproses lebih dulu. Yang pasti, susu mentah lebih berisiko menyebabkan penyakit akibat kemungkinan hadirnya mikroorganisme patogen.

Sanitasi dapat mencegah kontaminasi sebisa mungkin. Tapi memastikan matinya kontaminan patogen lebih penting daripada menjunjung selisih nutrisi antara susu mentah dan susu terproses. Lagipula, susu bukan makanan utama manusia (kecuali pada 1 tahun pertama kehidupan). Bagian besar nutrisi anda diperoleh dari makanan dengan pola konsumsi yang sesuai piramida makanan.

Di artikel ini dijelaskan mengapa susu segar mentah memiliki segala keuntungan dibandingkan dengan susu segar yang diproses, khususnya pasteurisasi. Jika ingin membacanya, harap diingat bahwa tulisan tersebut dibuat tahun 1938 saat teknologi pasteurisasi masih sangat terbatas, jadi mungkin tidak lagi sepenuhnya berlaku saat ini.

Pihak yang mendukung konsumsi susu mentah misalnya Realmilk (sumber artikel yang saya sebut di paragraf sebelum ini). Para pendukung susu mentah punya segala alasan untuk mengatakan bahwa susu mentah adalah yang terbaik. Mereka bahkan mengklaim bahwa anak sapi yang diberi susu pasteurisasi akan mati sebelum dewasa. Mereka percaya:

  • Pasteurisasi membunuh sebagian besar (jika tidak semua) mikroorganisme alami (termasuk yang menguntungkan karena membantu proses pencernaan dan metabolisme susu) dan merusak banyak kandungan nutrisi.
  • Bakteri baik (probiotik, pasti pernah denger dong di iklan? ) meningkatkan kesehatan dengan cara menekan jumlah bakteri jahat dan membantu mencegah pertumbuhan ragi di usus, misalnya Candida.
  • Pasteurisasi menghancurkan enzim yang membantu proses pencernaan. Laktase adalah enzim yang diproduksi oleh bakteri yang terdapat pada susu mentah -yang tidak dipasteurisasi- yang membantu pencernaan gula susu (laktosa), sehingga segelintir ‘penderita’ intoleransi laktosa dapat mengonsumsi produk susu non-pasteurisasi.
  • Pada whole milk (maksudnya, susu yang utuh dengan segala apapun yang ada secara alami di dalamnya) dan percaya bahwa lemak dalam susu mentah dapat meningkatkan kesehatan.

Membeli susu langsung dari peternakan dapat (sekali lagi: dapat! tidak harus berarti ‘selalu‘) berarti mendapatkan susu yang usianya baru beberapa menit, atau maksimal jam, yang jika didinginkan dengan layak dapat bertahan selama 8 hari. Berlawanan dengan kebanyakan susu pasteurisasi yang dijual di supermarket, yang berumur 5-6 hari.

Pihak yang menentang konsumsi susu mentah misalnya adalah US-FDA. Berikut adalah penggalan dari artikelnya (FDA Consumer magazine, September-October 2004 Issue):

Meminum susu mentah atau produk-susu dalam keadaan mentah adalah seperti “bermain rolet Rusia (berjudi) dengan kesehatan anda,” ujar John Sheehan, direktur Divisi Keamanan Produk Susu dan Telur di FDA. “Kami mendapati sejumlah kasus kejadian penyakit yang menular lewat makanan setiap tahunnya yang berkaitan dengan konsumsi susu mentah.”

Pada tahun 2001, lebih dari 300 orang di Amerika Serikat jatuh sakit setelah minum susu mentah atau makan keju yang dibuat dari susu mentah. Sedangkan pada tahun 2002, hampir 200 orang sakit akibat hal yang sama, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC, Centers for Disease Control and Prevention).

Susu mentah dapat menjadi inang bagi organisme patogen (penyebab penyakit), seperti bakteri campylobacter, escherichia, listeria, salmonella, yersinia, dan brucella. Gejala umum dari penyakit yang bersumber dari makanan (yang mengandung bakteri-bakteri tersebut) adalah diare, kram perut, demam, sakit kepala, muntah-muntah, dan lemas.

Kebanyakan orang yang sehat, pulih dari penyakit yang bersumber dari makanan dalam waktu singkat, tapi beberapa orang dapat mengalami sekumpulan gejala yang sifatnya kronis, parah, atau bahkan mengancam jiwa.

Orang-orang dengan kekebalan tubuh yang (me)lemah, misalnya manula, anak-anak, dan yang mengalami penyakit atau dalam kondisi tertentu, paling berisiko terhadap infeksi patogen yang mungkin terdapat dalam susu mentah.

Pada ibu hamil, penyakit yang disebabkan oleh Listeria monocytogenes dapat mengakibatkan keguguran, kematian janin, atau bayi-baru-lahir yang sakit atau mati. Sedangkan infeksi yang disebabkan oleh Escherichia coli bisa menyebabkan sindrom hemolytic uremic, suatu kondisi yang dapat menyebabkan gagal ginjal dan kematian.

Beberapa penyakit yang dapat dicegah oleh proses pasteurisasi adalah tuberkulosis, diphteri, polio, salmonelosis, radang tenggorokan (bakterial), demam scarlet, dan tipus.

Susu segar

Jenis susu ini hanya sedikit berbeda dengan susu mentah. Susu mentah pasti ™ tidak diproses. Sedangkan susu segar (yang diedarkan oleh penjual berkendara motor dengan tabung sebesar tabung gas, misalnya) sebagian ada yang sudah dipasteurisasi dulu di peternakan.

Karena itu, saya cenderung pada pengertian bahwa susu segar adalah ‘whole milk‘, susu hasil perahan yang tidak ditambahkan apa-apa dan tidak mengalami proses yang mengubah bentuknya.

Untuk tahu apakah susu segar berstatus mentah atau dipasteurisasi lebih dulu, tanyakan pada penjualnya.

Sayangnya, karena susu segar juga ada yang tidak berlabel (hanya berjudul ‘susu segar’), kita tidak bisa tahu apakah susu ditambahi air, vitamin, pengawet, perasa, diproses dulu, atau sudah diskim (diambil lemak susunya). Ada baiknya untuk hanya membeli susu segar dari produsen, pengedar atau pengecer yang sudah anda kenal baik dan dipercaya.

Susu pasteurisasi

Pasteurisasi adalah proses memanaskan makanan dengan tujuan membunuh organisme patogen (dapat menyebabkan penyakit) seperti bakteri, virus, protozoa, jamur (kapang), dan ragi.

Tidak seperti sterilisasi yang mematikan semua mikroorganisme, baik yang patogen maupun yang menguntungkan. Pasteurisasi mengurangi jumlah mikroorganisme hidup hingga tidak lagi berisiko menyebabkan penyakit (dengan asumsi produk yang telah dipasteurisasi disimpan dalam keadaan dingin dan dikonsumsi sebelum tanggal kadaluarsa).

Segolongan orang berpendapat bahwa kasein dalam susu pasteurisasi telah berubah menjadi beta-casomorphin-7, yang diduga ada hubungannya dengan autisme. Argumentasi ini didasarkan pada pengetahuan yang kurang layak tentang pencernaan kasein.

Yang mengubah kasein menjadi casomorphin adalah sistem pencernaan manusia, bukan proses pasteurisasi susu. Dengan demikian sumber kasein, apapun bentuknya (susu pasteurisasi, keju, yogurt, dan lain-lain), hasil cernanya tetap sama.

Sebagai tambahan, kasein tidak terdegradasi pada temperatur proses pasteurisasi, tapi terkoagulasi (tergumpalkan) pada saat dididihkan. Ini menjelaskan mengapa susu yang dididihkan memiliki konsistensi (penampakan ‘kesatuan bentuk’) yang berbeda. Dan karena itulah, sebaiknya susu tidak dididihkan.

Untuk definisi pendidihan sendiri, sila simak boiling, agar tidak rancu dengan pernyataan ‘kalau begitu saat susu dipanaskan dengan pasteurisasi atau UHT maka kaseinnya rusak, karena susunya dididihkan’.

Susu UHT (Ultra-High Temperature processing)

Susu UHT tidak berbeda jauh dengan susu pasteurisasi. Sama-sama dengan panas (tapi temperaturnya berbeda), sama-sama memperhitungkan waktu pemanasan, yang keduanya bertujuan untuk meminimasi mikroorganisme patogen namun tetap menjaga keutuhan kandungan gizi (kerusakan sesedikit mungkin).

Bedanya dengan pasteurisasi, UHT membunuh semua mikroorganisme. Karena itu, susu UHT dikenal juga dengan sebutan susu steril.

Membedakan produk susu pasteurisasi dan susu UHT

Kemasan

Susu pasteurisasi biasanya dikemas dalam kotak karton dengan bagian atas menyerupai bentuk atap rumah (limas segiempat). Dulu untuk membuka kemasan harus dengan merobeknya (sistem cubit-tarik, pinch-pull). Sekarang kebanyakan sudah memakai tutup berulir, mirip tutup botol sirup.

Sedangkan kemasan susu UHT biasanya berbentuk balok dengan bagian atas mendatar. Dulu untuk membuka kemasan, bagian tepi atas kotak harus ditarik lalu digunting. Sekarang kebanyakan sudah memakai tutup flip-top, dengan segel dalam berupa lembaran alumunium.

Tempat penyimpanan

Susu pasteurisasi HARUS disimpan di lemari pendingin. Tak ada pilihan lain. Dengan begitu anda tak akan menemukannya di rak biasa (tak berpendingin) bersama produk minuman atau susu lain.

Sedangkan susu UHT dapat disimpan di rak biasa atau lemari pendingin. Umumnya di rak biasa, demi penghematan. Dan kalau ada yang diletakkan di lemari pendingin, itu adalah layanan ekstra untuk pelanggan yang suka produk dingin.

Shelf-life

Umur simpan susu pasteurisasi maksimal 1 minggu terhitung sejak tanggal produksi. Catatan penting, umur simpan ini dipengaruhi oleh temperatur penyimpanan (biasanya tertera di kemasan). Dengan begitu, semakin tinggi temperatur penyimpanan, semakin singkat umur simpannya (mencapai beberapa jam saja).

Umur simpan susu UHT bisa mencapai 1 tahun terhitung sejak tanggal produksi, tergantung proses dan produsennya. Dengan catatan, jika sudah dibuka, maka umur simpan (yang berbulan-bulan itu) tidak berlaku lagi dan sisa susu (jika tidak langsung habis diminum) harus disimpan di lemari pendingin.

Kenapa umur simpannya berbeda? Karena perlakuan proses kedua jenis susu tersebut berbeda. Lihat lagi penjelasan sebelumnya tentang susu UHT.

Merek

Ini memang hanya dapat anda ‘kuasai’ jika sangat terbiasa dan teratur menyambangi supermarket serta pengamat-produk yang jeli.

Beberapa produsen hanya membuat susu pasteurisasi dan tidak membuat susu UHT (misalnya merek D*amond). Begitu juga sebaliknya, ada pula yang hanya membuat susu UHT dan tidak memproduksi susu pasteurisasi (misalnya merek U*tra). Ada pula yang membuat keduanya, seperti I*domilk.

Label

Jika anda merasa tidak yakin, cermati labelnya. Ada merek susu UHT terkenal yang ternyata tidak mencantumkan bahwa produk tersebut diproses secara UHT (misalnya U*tra). Tapi tanggal kadaluarsanya jelas ‘berkata’ bahwa susu tersebut adalah susu UHT (karena berlaku setahun).

Sedangkan produk susu pasteurisasi setidaknya punya keterangan penyimpanan (temperatur versus waktu) berupa diagram atau tabel sederhana.

Susu bubuk

Susu bubuk dibuat dari padatan susu yang dikeringkan. Cukup menarik untuk diketahui bahwa susu bubuk banyak ditemukan di negara-negara berkembang akibat biaya transportasi dan penyimpanan yang lebih murah (karena tidak memerlukan pendinginan) dibandingkan jenis susu yang disebutkan sebelum ini.

*Hoho… jadi jelas bahwa bentuk susu bukanlah lambang kemakmuran, seperti mungkin disangka sebagian orang bahwa susu bubuk lebih baik, lebih bergizi, lebih higinis, dan (yang paling gak penting) lebih bergengsi (iye soale harganya -kebanyakan- lebih mahal, terutama jika dikeluarkan produsen semacam Wy*th)*

Semakin panjang proses, semakin banyak nutrisi yang rusak/hilang. Dan tentu saja proses dari susu segar hingga susu bubuk memiliki tahap yang lebih banyak daripada susu yang ‘hanya’ dipasteurisasi atau diproses secara UHT. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa susu bubuk ada di bagian bawah ‘rantai kualitas’ produk susu.

Untuk mengatasi kehilangan nutrisi, produsen susu bubuk lalu menambahkan (fortify) berbagai vitamin, mineral, dan apapun itu (dari yang penting sampai yang belum ketahuan penting/tidaknya) ke dalam produk susunya. Dikurangi, lalu ditambal, kemudian dijual dengan iklan ‘diperkuat dengan A, B, C’. Begitu kira-kira.

Demikian sekilas dari saya. Mohon bantu saya melengkapi.

Beberapa taut sumber:

Sterilisasi Botol Susu

SAMPAI KAPAN BOTOL BAYI MESTI DISTERILISASI?

Sterilisasi mencegah infeksi pada bayi, terutama yang menyebabkan diare. Sampai bayi berusia 1 tahun, botol susunya mesti terus disterilisasi. Kecuali kalau susu untuk si kecil didapat langsung dari ibu. Lewat usia setahun untungnya kekebalan tubuh bayi sudah lebih baik, sehingga sterilisasi botol tak mutlak lagi. Selain itu ia juga sudah mendapatkan beragam imunisasi yang diharapkan bisa melindungi tubuhnya dari berbagai penyakit. Dengan kata lain, selepas usia 1 tahun, orangtua bisa memperlonggar “tingkat” sterilitas peralatan makan dan minumnya.
Jika si kecil ingin minum biasakan ia belajar menuangkan air langsung ke gelas seperti milik anggota keluarga lainnya. Latihan ini sangat penting untuk mendukung kemandirian seka-ligus perkembangan motoriknya. Yang pasti, orangtua tak perlu repot-repot mensterilkan gelasnya terlebih dulu, apalagi sampai harus merebusnya.
Kenapa boleh agak longgar? Tak lain karena pada dasarnya kuman memberi manfaat tersendiri dalam membentuk kekebalan tubuh anak. Setiap kuman
yang masuk justru akan membangun kekebalan tubuh sehingga kalau kemasukan jenis kuman yang sama, jadi tidak gampang sakit. Gambaran ini mirip dengan vaksinasi; dengan memasukkan bibit penyakit TBC yang sudah dilemahkan diharapkan anak menjadi kebal terhadapnya. Seperti halnya pada organ-organ lain, pada usus pun kuman membentuk semacam ekosistem. Dalam jumlah tertentu, kuman-kuman tadi akan menjaga ekosis-tem dalam pencernaan. Itulah mengapa perlakuan kelewat bersih justru akan membuat kekebalan alamiah bayi berkurang. Contohnya, selalu menggendong bayi padahal sudah saatnya ia menjajal kemampuan merangkak di lantai. Begitu pula buah yang seharusnya bisa diberikan dalam keadaan segar di usia 6 bulan, tak perlu dikukus atau direbus dulu supaya
steril.

BOTOL SUSU MESTI DIREBUS
Cara mensterilkan botol susu berbeda dengan peralatan makan dan minum lainnya. Untuk botol, bersihkan dengan lebih cermat mengingat botol lebih banyak memiliki lekak-lekuk dan lipatan di dalam dot yang amat potensial menyimpan sisa-sisa susu. Rebuslah botol-botol susu tadi dalam panci berisi air mendidih sekitar 15 menit. Proses merebus seperti ini akan membuat bibit penyakit yang mungkin ada dalam botol-botol tersebut mati. Jika kurang dari 15 menit dikhawatirkan masih ada sisa-sisa kuman yang belum mati oleh proses pemanasan.
Selain dengan cara merebus, sterilisasi juga bisa dilakukan dengan menggunakan alat otomatis bertenaga listrik. Bahkan saat ini tidak sedikit microwave yang memiliki fasilitas pensteril botol susu. Segera angkat lalu tiriskan botol susu yang sudah disterilkan. Kemudian simpan botol yang sudah dibersihkan di tempat bersih dan kering. Jangan sampai botol dibiarkan begitu saja di dalam panci atau alat pensteril botol hingga airnya dingin kembali. Kalau sudah begini, langkah
pensterilan jadi sia-sia karena mikroorganisme lain seperti bakteri, kuman, dan yang paling banyak adalah jamur, akan masuk kembali ke air tersebut dan menempel lagi pada botol susu. Tentu saja banyak atau sedikitnya kuman dan jamur terkait dengan sanitasi dan keadaan lingkungan sekitar. Jika relatif bersih, jumlah kumannya pastilah tidak sebanyak yang berada di lingkungan kotor. Namun
perlu diingat, meski jumlahnya sedikit tidak berarti kuman dan jamur ini tidak bisa membuat bayi sakit.

PERABOT MAKAN CUKUP DISIRAM AIR PANAS
Berbeda dengan botol susu, peralatan makan seperti gelas, piring dan sendok cukup disiram air panas saja. Atau bisa juga dengan memasukkannya ke panci khusus berisi air panas. Pertimbangannya, peralatan makan dan minum umumnya digunakan tak sesering botol dan dalam waktu relatif pendek. Lagi pula seusai dipakai makan, umumnya langsung dicuci. Kebiasaan ini tentu berbeda dibanding botol susu yang kerap digunakan berulang-ulang sejak pagi hingga malam masing-masing untuk jangka waktu cukup lama.

MAINAN CUKUP DIBERSIHKAN
Selain peralatan makan dan minum, semua benda yang sering bersentuhan dengan anak saat beraktivitas, terutama bermain, tak boleh luput dari perhatian. Sebelum menggendong atau mengajak anak bermain, cucilah tangan Anda menggunakan sabun. Bersihkan pula semua mainan si kecil secara berkala, misalnya 2-3 hari sekali, sebab menjelang berusia setahun anak mulai senang menggigit-gigit atau memasukkan benda apa saja ke mulutnya. Namun, tak perlu direbus karena bahan mainannya belum tentu tahan panas.

MENANGANI DIARE
Tidak sterilnya botol dan peralatan makan memberi kontribusi yang besar sebagai penyebab anak sakit, terutama diare. Diare terjadi lantaran tubuh menolak bibit penyakit atau zat asing yang masuk ke dalam sistem pencernaan. Banyak sekali bakteri, virus, atau amuba, yang menyebabkan diare, di antaranya salmonella dan shigella. Diare bisa diamati dari kotoran berupa cairan dengan frekuensi yang lebih sering. Disamping gejala lain seperti demam, lemas, dan kadang disertai kerewelan.
Meski lazim terjadi pada anak, diare tidak boleh dianggap sepele. Lakukan penanganan segera dengan memberinya cairan sebanyak mungkin agar anak tak mengalami dehidrasi alias kekurangan cairan. Jangan lupakan pemberian cairan oralit yang kini tersedia dalam aroma yang disukai anak. Kalau tak memungkinkan, buatlah larutan gula dan garam dengan komposisi yang tepat, yakni 1 sendok teh gula dicampur dengan 1/2 sendok teh garam, lalu masukkan ke dalam segelas air.
Pemberian susu formula pun sebaiknya dihentikan untuk sementara waktu karena dinding usus si kecil yang sedang mengalami diare umumnya harus “bekerja berat” mencerna susu formula. Kalaupun tetap ingin melanjutkan pemberian susu formula, pilihkan susu formula khusus dengan kandungan rendah laktosa (low lactose). Selain itu, berikan makanan yang lembut atau bubur agar anak mudah mencernanya.
Umumnya diare akan sembuh sendiri dalam waktu 3-7 hari. Jika dalam tenggang waktu itu belum sembuh juga, perlu diteliti lagi penyebab pasti anak mengalami diare. Bisa jadi anak terserang penyakit tifus atau penyakit lain sehingga diarenya sulit berhenti. Bawa anak secepatnya ke rumah sakit atau ke dokter terdekat jika si bayi sudah malas makan dan minum, disertai muntah terus-menerus atau dalam jumlah banyak, dan badannya semakin lemas serta mata terlihat cekung.

dr. Eva J. Soelaeman, Sp.A (K)
dari RSAB Harapan Kita

Susu Pertumbuhan Anak

Memilih Susu Pertumbuhan untuk Anak

Oleh: Dokter Handrawan Nadesul

Pertumbuhan tak hanya sampai bayi namun berlangsung dari balita hingga akhir akil balik. Khususnya periode balita adalah masa yang relatif singkat, namun sarat akan proses pertumbuhan. Gizi adalah faktor lingkungan yang ikut menentukan suksesnya pertumbuhan. Saat usia menginjak setahun hendaklah anak mulai diperkenalkan beragam makanan keluarga, yang disempurnakan dengan susu. Susu adalah sumber gizi yang baik yang dibutuhkan oleh balita untuk mendukung pertumbuhannya. Bermacam jenis susu yang beredar sering membuat kita bertanya-tanya bagaimana memilih susu.

ANAK yang sudah berumur lebih dari satu tahun tentu tak cukup hanya diberi susu. Tubuh mereka membutuhkan zat-zat gizi dari beragam makanan keluarga dan susu dengan kandungan gizi yang lebih lengkap selain lebih besar pula takarannya. Dan itu yang akan mendampingi menu hariannya.

Semakin beragam menu harian diterima anak balita, semakin terpenuhi kecukupan seluruh zat gizi yang tubuh mereka butuhkan. Peran susu pertumbuhan dibutuhkan untuk membantu memenuhi kecukupan protein, mineral dan elemen, khususnya kalsium. Dalam sehari anak balita dianjurkan mengonsumsi 3 gelas susu pertumbuhan. Memilih susu pertumbuhan yang memenuhi syarat dan atau yang memberi nilai tambah, ikut mendukung tumbuh-kembang anak optimal.

Asupan gizi dan energi untuk pertumbuhannya haruslah memadai yang artinya tak kekurangan maupun kelebihan. Kelebihan porsi energi (kalori) yang anak terima untuk waktu lama akan menjadikan anak bertambah berat, atau malah kegemukan. Dalam hal kalori (satuan energi), anak batita (bawah tiga tahun) membutuhkan sekitar 1220 kalori sehari, meningkat menjadi 1720 kalori bagi balita setelah usia batita.

Kelebihan vitamin A,D,E, dan K yang tak larut dalam air sehingga dapat bersifat ”racun” yang ditimbun dalam tubuh. Termasuk bila tubuh anak kelebihan mineral, dan elemen. Dan kondisi begini sama tidak menyehatkan dengan sekiranya tubuh anak sampai kekurangan satu atau lebih zat gizi.

Kecukupan zat gizi lainnya sudah baku sebagaimana tercantum dalam daftar AKG (Angka Kecukupan Gizi) dari departemen kesehatan bisa juga dari Codex Alementarius Comission (CAC) dari FAO/WHO. Sebuah produk makanan dinilai memenuhi syarat apabila kandungan zat gizinya sesuai dengan rujukan AKG atau CAC untuk masing-masing kelompok umur anak.

Susu pertumbuhan Tentang susu untuk pertumbuhan ( growing-up milk ) tidak selalu persis sama kandungan, maupun keanekaragaman zat gizinya. Selain berisi bahan dasar susu yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan gizi untuk anak di atas satu tahun, ada yang menambahkan beberapa jenis suplemen sehingga memiliki nilai tambah untuk mendukung pertumbuhan anak.

Pengayaan susu bagi pertumbuhan sebagaimana banyak dipasarkan dewasa ini, antara lain ada yang ditambah:

  • Zat prebiotik dan probiotik , yang berfungsi menyuburkan flora usus, sehingga pencernaan anak lebih lancar, dan mendukung daya tahan.
  • Penambahan jenis-jenis asam lemak esensial linoleat dan linolenat atau turunannya.
  • Antioksidan (penawar radikal bebas)
  • Berbagai zat yang memiliki sifat mendukung kekebalan ( imuno-modulator ) misalnya seng (zn), selenium, zat besi,

Kesemua itu dimaksud untuk mendukung pertumbuhan, termasuk tentu untuk pertumbuhan otak anak.

Melihat demikian beragam produk susu untuk pertumbuhan yang ditawarkan, tentu perlu kejelian konsumen untuk tepat memilih. Kita sadar, bahwa orang-tua berperan besar dalam menghantar dan mendampingi pertumbuhan anak dengan memberi gizi dari makanan keluarga dan memilihkan susu bagi pertumbuhan yang tepat. Tentu selain target berkualitas tinggi, pertimbangan ekonomi juga menjadi perhitungan dipilih tidaknya sebuah produk susu.

Kalau kita amati, kandungan protein susu pertumbuhan berkisar antara 18 gram sampai 25 gram dalam setiap 100 gram bubuk susunya. Kandungan lemaknya ada yang hanya 3 gram saja, namun ada pula yang sampai 20 gram. Kandungan karbohidrat berada di kisaran 55 gram sampai 69 gram, dan rata-rata kalori yang diberikan 100 gram bubuk susu mencapai 390 kalori sampai 470 kalori.

Dalam memilih susu, pertimbangan utama ialah untuk menunjang optimalnya petumbuhan anak, wawasan akan kualitas susu ikut memegang peranan. Bagaimana ibu lebih kritis, tidak mudah percaya informasi yang belum jelas, dan mengenal gizi untuk kebutuhan tubuh anak dan sebuah produk susu. Untuk itu bantuan nasihat ahli kesehatan diperlukan. Lebih sering bertanya, banyak membaca, mengikuti acara seminar kesehatan, bagian dari upaya memperkaya wawasan sehat bagi orang-tua.

Memperkaya wawasan sehat dapat dari media massa, internet, tentu saja pada setiap kesempatan bertemu dengan dokter, atau ahli gizi. Percaya saja pada mitos, atau sumber yang tidak berkompeten, justru akan merugikan anak.

Mitos anak sudah tidak membutuhkan susu lagi, tentu tak menguntungkan. Kita tahu bahwa untuk membangun fondasi tulang-belulang anak, susu masih terus dibutuhkan sampai usia akil balik.

Kita melihat kebanyakan kasus osteroporosis yang banyak ditemukan di negara sedang berkembang, lantaran kebanyakan orang sudah tidak minum susu lagi setelah usia bayi, padahal fondasi pertumbuhan masih belum selesai dibangun.

Sekali lagi, ibu perlu bijak memilihkan anak-anaknya susu demi pertumbuhan yang optimal. Selain memiliki wawasan luas ihwal makanan dan susu sebagai sumber gizi, diperlukan pula hati agar ibu tidak sampai salah memilih.