Pengobatan Dokter Indonesia Harus Didasarkan Bukti Ilmiah

sumber : http://health.detik.com/read/2011/04/19/121659/1620554/763/pengobatan-dokter-indonesia-harus-didasarkan-bukti-ilmiah?l991101755

Pengobatan Dokter Indonesia Harus Didasarkan Bukti Ilmiah

*AN Uyung Pramudiarja* – detikHealth

*Jakarta,* Sebagai profesi yang memiliki otonomi, dokter bebas menentukan
sendiri jenis terapi maupun obat yang akan diberikan pada pasien. Meski
begitu, setiap pilihan harus didasarkan pada bukti ilmiah sesuai
konsep *evidence
based medicine*.

Untuk menyeragamkan pengetahuan para dokter tentang perkembangan ilmu
pengetahuan di bidang medis, seluruh fakultas kedokteran dan rumah sakit
se-Indonesia membentuk sebuah jaringan riset ilmiah. Jaringan ini dinamakan
*Indonesian Clinical Epidemology and Evidence Based Medicine* (ICE-EBM)
Network.

“Muaranya nanti adalah setiap dokter mengetahui manajemen diagnosis yang
benar,” ungkap Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
(Balitbangkes), Dr Trihono, MSc dalam peresmian yang dilakukan di Gedung
Kementerian Kesehatan, Selasa (19/4/2011).

Manajemen diagnosis yang benar yang dimaksud Trihono adalah berdasarkan
bukti ilmiah paling mutakhir, bukan keputusan subyektif masing-masing
dokter. Otonomi yang dimiliki oleh setiap dokter memungkinkan adanya
perbedaan manajemen diagnosis dan terapi antara dokter yang satu dengan yang
lain.

Trihono mengakui, perbedaan standar pengobatan sangat mungkin terjadi
mengingat kualitas dokter di Indonesia sangat beragam. Dari sekian banyak
rumah sakit dan fakultas kedokteran di Indonesia, tidak semuanya memiliki
akses yang baik untuk memutakhirkan pengetahuan para dokternya.

Sementara itu, *Vice President* ICE-EBM Network Prof Iwan Dwiprahasto
mengatakan setiap dokter perlu mengetahui perkembangan terkini di bidang
kedokteran. Hingga kini, masih ada dokter menerapkan teori-teori yang benar
di masa lalu namun sudah tidak relevan pada masa kini.

“Pengetahuan terus berkembang. Dulu dokter tahunya kalau demam dikompres air
dingin, sekarang justru dengan air hangat. Juga soal diagnosis, dulu untuk
mendiagnosis typus dokter cukup memakai metode WIDAL tapi sekarang sudah
tidak sesuai,” ungkap Prof Iwan.

Dengan terbentuknya ICE-EBM Network yang rencananya hari ini akan diresmikan
oleh Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Prof Iwan berharap
pertemuan-pertemuan maupun riset ilmiah di seluruh fakultas kedokteran dan
rumah sakit bisa lebih terkoordinir. Dengan demikian, pengetahuan para
dokter bisa lebih diseragamkan.

Obat Bukan Jawaban

sumber : milis sehat

sumber : Dari Majalah “PESONA” Maret 2010, Halaman 80 — 82

Ia mendidik pasiennya agar mengubah gaya hidup. Prinsipnya, pasien harus
punya otonomi terhadap tubuh sendiri.

Cobalah berkunjung ke klinik dr. Tan Shot Yen diwilayah Bumi Serpong Damai
pada pukul 11 dihari kerja. Anda akan melihat dr. Tan menghadapi beberapa
pasien. Sekilas, Anda mungkin berpikir dokter sedang marah-marah. Padahal ia
sedang menjelaskan tentang gaya hidup sehat pada pasien barunya. Pasalnya,
memang begitu gaya dr. Tan, menjelaskan dengan suara keras. Bila kita simak
ucapannya, semua yang dijelaskannya sangat penting dan membukakan mata.

[image: []]
“Kesalahan pasien dalam berobat hanyalah mencari tahu ‘bagaimana’. Bagaimana
caranya menurunkan tensi, menurunkan kadar gula, menguruskan badan,
menghilangkan senewen atau sakit di jemari. Jika Anda Cuma tanya
‘bagaimana’, Anda akan jatuh menjadi sekadar konsumen. Pertanyaan terpenting
adalah mengapa Anda sampai sakit?” urainya.

Wanita 45 tahun ini memang tak mau punya pasien yang yang mengharapkan pil
atau tongkat ajaib untuk membereskan tubuhnya. “Saya mau pasien yang taking
ownership of their own body. Itu badan anda. Buat apa dokter yang sok tahu
menyuruh ini-itu? Yang benar buat dokter belum tentu benar buat Anda.” Wah,
dokter yang satu ini tampaknya memang lain dari yang lain.

*Mendorong Gaya Hidup Sehat

*Perbedaan mencolok dr. Tan dibanding dokter lain pada umumnya adalah ia
tidak mudah memberi obat. Rata-rata pasien yang keluar dari ruang prakteknya
tidak menggenggam resep. Kalaupun ada resep, biasanya hanya vaitamin dan
omega-3, tergantung kondisi pasien.

“Sampai kapan seseorang mau tergantung pada obat-obatan? Apakah setelah
mengonsumsi obat dia benar-benar sembuh? Jawabannya tidak. Karena begitu
obat berhenti, dia sakit lagi. Berapa banyak dokter hanya bertanya ‘sakit
apa’ lalu berkata ‘ini obatnya’? Dia tidak memberikan pendidikan atau
menjelaskanasal usul penyakit. Pasien juga bego, padahal dia harusnya
memahami perannya dalam menciptakan penyakitnya,” jelas dr. Tan.

Sebagai ganti resep, dr. Tan memberikan pencerahan tentang gaya hidup sehat
yang harus dijalani setiap orang. „Saya yakin semua dokter tahu bahwa
diabetes, stroke, dan kanker adalah penyakit gaya hidup. Tapi pertanyaannya,
seberapa jauh seorang dokter mau fight untuk memperbaiki gaya hidup
pasiennya? Karena, penanganan pertama pasien seharusnya perubahan gaya
hidup. Bila gagal, baru obat-obatan boleh dicoba.”

Dr. Tan mencontohkan, pasien yang sakit lutut akan disuruh minum obat,
dioperasi, atau diganti tempurung lututnya. Padahal, titik beratnya adalah
bobot tubuhnya. Jika si Pasien mengubah pola makan dan gaya hidup, berat
badannya susut dan keluhan lututnya akan hilang. “Ibaratnya, mobil Mercedes
pasti turun mesin kalau diisi bensin bajaj. Coba ganti dengan bensin super,
pasti larinya kencang.”

Perubahan pola makan yang dianjurkan dr. Tan mungkin terdengar ekstrem. Ia
mengimbau pasiennya untuk berhenti mengonsumsi gula, terigu, nasi, dan pati
(singkong, kentang, ubi, jagung, taloas). Pasalnya, di dalam tubuh, jenis
makanan ini akan diproses 100% menjadi gula dalam waktu dua jam. Benar,
manusia butuh gula untuk energi. Tapi kenaikan kadar gula darah akibat empat
jenis makanan ini sangat cepat, mengakibatkan insulin melonjak untuk menekan
kenaikannya. Bersama insulin, keluar pula hormon eicosanoid buruk.
Akibatnya, pembuluh darah menyempit, darah kental, daya tahan buruk, tubuh
‘memelihara’ bakteri, jamur, kista, tumor, dan kanker, serta timbul nyeri.

Sebagai ganti nasi, ia meresepkan: satu ikat selada mentah atau dua cangkir
brokoli setengah matang, 2 putih telur rebus, 2 tomat, 2 mentimun, setengah
avokad, apel, atau pear. Dengan makanan ini, tak ada sisa gula yang
tersimpan menjadi lemak. Kadar gula darah sebelum dan sesudah makan pun
rata-rata sama. Dan, hormon eicosanoid buruk takkan keluar sehingga tak
mengundang penyakit. ‘Menu’ ini perlu dilengkapi lauk-pauk yang diolah
dengan berbagai cara, asal tidak ditumis atau digoreng.

“Kita makan sayur bukan hanya demi seratnya. Sayur mentah mengandung enzim
dengan life force energy yang penting buat tubuh. Inilah pola makan asal
yang sesuai fitrah manusia. Siapa bilang tidak makan nasi jadi lemas? Nenek
moyang kita makan sayur dan buah tapi mereka kuat mendaki gunung danm
berburu.”

*Sakit adalah Introspeksi
*Hal lain yang menarik dari dr. Tan adalah gelar M. Hum. Gelar itu didapat
setelah ia mengambil pascasarjana filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat
Driyarkara, Jakarta, tahun lalu. Menurutnya, kuliah S2 filsafat membuatnya
memahami manusia secara mendalam dan holistic. Ia juga jadi mengerti ‘dosa
ilmu kedokteran’ tentang mekanisasi tubuh manusia.

“Akibat perkembangan ilmu kedokteran – terutama seteloah ditemukannya alat
pacu dan cangkok jantung, tubuh manusia yang tadinya holistic lalu
dipecah-pecah. Kalau kepala sakit yang diobati, ya kepala saja. Kita
terlepas dari tubuh, emosi dan kecerdasan spiritual. Tubuh manusia hanya
jadi seperangkat mesin. Kalau ada yang salah, kita pergi kebengkel. Dan,
rumah sakitlah bengkel terbesarnya. Betul, badan manusia terlalu kompleks
untuk dipegang satu ahli saja. Manusia boleh dipegang b eberapa ahli, asal
mereka sama-sama sadar bahwa manusia diciptakan Tuhan. Masalahnya, dokter
punya arogansi profesi. Seorang dokter biasanya susah dibilangin dan selalu
merasa benar,” tuturnya lugas.

Dr. Tan juga menyanyangkan bila manusia zaman sekarang mati-matian melawan
dan menolak sakit. Padahal, sakiat adalah jalan untuk lebih memahami bahwa
manusia atak selamanya diposisi atas.

“Sakit adalah introspeksi. Ketika sakit, saya berhenti dan menoleh
kebelakang. Apa yang ‘jalan’ dan ‘nggak jalan’ selama ini? Nah, menjadi
sembuh adalah keberhasilan introspeksi dan menemukan cara untuk lebih maju
lagi. Tapi bagaimana pasien bisa introspeksi bila tak dibimbing menemukan
kesembuhannya dan hanya dininabobokan oleh obat? Dunia yang mati rasa dan
tak mau mengalami sakit adalah dunia yang melarikan diri, mengingkari diri
sendiri,” lanjutnya.

Menurut dr. Tan, kita memasuki era kebablasan mengonsumsi obat. Akhirnya,
obat dijadikan demand. Setelah demand melambung tinggi, masyarakat digenjot
untuk mendapatkan penghasilan lebih yang tak perlu demi obat. Lihatlah
berapa banyak orang yang harus berusaha mati-matian demi kep-erluan berobat
salah satu anggota keluarga.

*Selalu Ingin Jadi Dokter

*Dr. Tan Shot Yen lahir di Beijing, 17 September 1964 dan dibesarkan di
Jakarta. Ia kuliah di Fakultas Kedokteran Universistas Tarumanegara dan
lulus Profesi Kedokteran Negara FKUI pada tahun 1991. Sebagai siswi yang
selalu mendapat nilai cemerlang dalam ilmu eksakta, menjadi dokter merupakan
impiannya sejak dulu. Baginya, dibidang kedokteran, cara pikirnya yang
eksakta bisa menemukan ‘kemanusiaannya’. Dalam diri pasien, ia menemukan
benang merah antara fisik, emosi dan spiritual.

Ketika baru menjadi dokter, saya juga ngaco. Sekadar memberi obat pada
pasien. Lama-lama saya pikir saya cuma perpanjangan pabrik obat,” kenangnya.
Lalu ia pelan-pelan lebih menggunakan gaya hidup sehat. Perubahan ini dipicu
oleh ayahnya, *dr. Tan Tjiauw Liat*, tokoh inspiratif yang membuatnya maju
untuk melihat apa sebenarnya kebutuhan manusia.

Melihat begitu berapi-apinya dr. Tan saat memberikan p-encerahan gaya hidup
pada pasien, siapapun mungkin akan b ertanya ‘apa tidak capek?’. “Lebih
capek mana dibandingkan dokter yang ditunggangi perusahaan obat dan makanan?
Saya mendapat energi bila melihat pasien sembuh. Mereka memegang kendali
atas hidup mereka, tidak dibohongin dokter, dan tidak tergantung obat,”
jawabnya.

Dr. Tan mengakui, sepak terjangnya kerap dipandang sebelah mata oleh
koleganya. “Ada yang bilang saya idealis, bahkan mission impossible. Tapi
saya yakin, dalam hati kecil mereka mengatakan bahwa perubahan gaya hiduplah
jawabannya. Masalahnya, mereka sendiri tidak menjalani gaya hidup itu. Ini
membuat saya sebal. Kalau mereka merasa tidak bisa menjalani gaya hidup
sehat, jangan mengecilkan pasien dengan menganggap pasien juga takkan bisa.
Pasien yang sudah parah dikasih obat apapun pasti mau. Apalagi Cuma disuruh
Apalagi Cuma disuruh ganti nasi dengan sayur.”

[image: []]
*Keluarga terpengaruh

*Pola makan asal yang meniadakan gula, trigu, nasi, pati dan susu yang
dijalani dr. Tan juga dilakukan oleh suami – Henry Remanleh – dan anak
tunggalnya, Cilla. Menurut dr. Tan, mereka tidak menjalaninya karena
terpaksa, tapi karena merasakan manfaatnya. “Putri saya 17 tahun, kadang
terpengaruh pola makan temannya. Dia lalu mengeluh susah konsentrasi atau
pencernaannya terganggu. Setelah itu dia back on track. Dia sudah
meengonsumsi raw food sejak SMP atas pilihan sendiri. Anak itu mencontoh
orang tuanya. Jangan harap anak makan dengan baik kalau Anda sendiri
amburadul.”

Suaminya, Henry, adalah kinesiologis yang berkutat dengan masalah gerak dan
pengaruhnya terhadap aspek kehidupan manusia. Henry juga instruktur brain
gym. Ia berpraktek didtempat yang sama. Dr. Tan sangat menghargai pekerjaan
suaminya karena memberdayakan masyarakat. “Brain gym terbukti bisa
meningkatkan konsentrasi. Dengan pola makan sehat sejak kecil dan gerakan
olahraga terstruktur, Anda tak perlu lagi minum obat,” katanyaa tegas.

Selain sibuk berpraktik dan menjadi pembicara talkshow, dr. Tan menjadi
contributor untuk taboid dan majalah kesehatan. Selain itu, ia mengisi
waktunya dengan membaca dan membuka jalur continuing medical education
melalui internet. Karena itu, info dan data jurnal ilmiahnya selalu up to
date – disamping buku-buku terbaru pemberian ayahnya.

Ia menjalani pilates, terkadang berenang, dan sesekali bermain piano. Kini
ia sedang mengumpulkan kisah-kisah kamar paraktek untuk dijadikan tulisan
imnspiratif agar para dokter memandang pasien lebih dari sekumpulan
diagnosis.

Wah, sepertinya semangat dalam tubuh mungil ini seolah melonjak-lonjak dan
tak pernah padam. Maju terus dr. Tan!

Pergi ke Instalasi Gawat Darurat

sumber : milissehat.web.id

Saat anak Anda perlu pergi ke Instalasi Gawat Darurat, maka penting sekali bagi Anda untuk mengetahui apa yang akan dilakukan saat Anda berada di sana.
Menemukan IGD di Saat Yang Tepat
Diskusikan dengan dokter Anda mengenai apa yang harus dilakukan dan IGD mana yang dituju sebelum Anda berada pada situasi gawat darurat. Dokter akan menyarankan IGD terdekat atau rumah sakit dimana dokter Anda bekerja.
Pada keadaan gawat darurat, apakah anak Anda sebaiknya datang ke IGD rumah sakit anak? Rumah sakit anak mungkin memiliki staf dan fasilitas untuk anak yang lebih lengkap. Jika lokasi rumah sakit anak dekat dengan tempat Anda maka mungkin menjadi pilihan bagi Anda untuk membawa anak Anda kesana pada keadaan gawat darurat. Jika tidak, maka rumah sakit umum terdekat akan memberikan layanan kesehatan yang dibutuhkan dan jika diperlukan baru melakukan rujukan pada fasilitas yang lebih lengkap.
Mempersiapkan untuk pergi ke IGD
Saat Anda pergi ke IGD, sangat penting untuk mengetahui dan menangani gejala yang anak Anda alami, dan riwayat kesehatan sebelumnya (alergi, riyawat sakit, luka, pembedahan atau kondisi kronik). Sangat baik bila catatan tersebut dibuat tertulis dan tersedia di rumah sehingga dapat dibawa atau ditunjukkan oleh siapapun yang mengasuh anak Anda saat membawa ke unit gawat darurat.
Riwayat kesehatan melipiti :
• Obat yang digunakan oleh anak
• Alergi
• Riwayat dirawat di rumah sakit
• Riwayat pembedahan sebelumnya
• Penyakit yang pernah diderita
• Riyawat penyakit keluarga yang berhubungan dengan kesehatan anak
Jika Anda ke IGD karena anak Anda menelan obat atau produk rumah tangga maka bawa bahan atau kemasan dari bahan yang ditelan tersebut ke IGD. Hal ini akan membantu dokter dalam mempertimbangkan terapi yang akan diberikan. Jika anak menelan benda asing maka bawa contoh benda tersebut jika memungkinkan.
Di setiap IGD Anda harus bersiap untuk menunggu. Anda juga harus membawa pulpen dan kertas untuk menulis pertanyaan yang akan Anda ajukan kepada dokter. Anda dapat membawa buku, majalah. Jika anak Anda tidak sakit berat Anda dapat membawakan buku, mainan dan benda yang dapat menenangkan anak Anda.
Jika Anda memperkirakan kemungkinan rawat inap maka siapkan beberapa pasang baju dan alat mandi untuk Anda dan anak Anda.
Apa yang diharapkan saat di IGD
Anda tidak dapat memperkirakan waktu yang Anda perlukan di IGD. Jika anak Anda membutuhkan pertolongan yang lengkap karena keadaan gawat, yakinlah bahwa dokter akan memberikan pertolongan secepatnya. Karena dokter akan memberikan pertolongan lebih dahulu bagi yang mengalami cedera berat atau sakit berat. Bagi pasien yang mengalami luka ringan maka akan menunggu lebih lama.
Saat Anda menunggu di IGD, Anda dan anak Anda dapat melihat orang dengan sakit berat atau luka berat datang. Untuk itu tenangkan anak Anda dengan memberitahukan bahwa IGD adalah tempat bagi orang yang terluka, dan dokter akan membantu orang tersebut untuk menjadi lebih baik.
Segera setelah sampai di IGD maka anak Anda akan diperiksa oleh perawat yang akan menanyakan gejala, memeriksa tanda vital dan membuat analisa cepat. Evaluasi ini disebut triage, membantu untuk menentukan derajat berat sakit anak dan prioritas mendapat pertolongan.
Saat Anda di IGD maka tulis informasi penting yang Anda dengar. Keadaan di IGD dapat menakutkan atau penuh tekanan, karena itu dapat sulit untuk mengingat nama dokter atau diagnosis dan obat yang diberikan serta petunjuk tatalaksana di rumah.
Setelah selesai maka Anda dapat meminta salinan rekam medis tatalaksana dari anak Anda untuk ditunjukkan kepada dokter yang biasa merawat anak Anda.
(YSK)
Diterjemahkan dari :
Going to the emergency room
Kate M.Cronan
Oktober 2008

http://kidshealth.org/parent/system/doctor/emergency_room.html

Menterjemahkan Informasi Berita Kesehatan

sumber : milissehat.web.id

Apa yang dipercayai?
Perhatian bagi orang tua : menonton TV dapat berbahaya abgi anak Anda!
Perhatian bagi orang tua : Menonton TV tidak berbahaya bagi anak Anda!
Pernyataan manakah yang benar? Peneliti melaporkan anak kecil yang banyak menonton televisi lebih rentan mengalami masalah perhatian di sekolah. Tetapi 2 tahun kemudian, studi lain menyatakan anak dengan gangguan perhatian, dengan berbagai alasan, hanya menonton TV sedikit lebih banyak.
Judul yang bertolak berlakang ini merupakan satu contoh bagaimana informasi kesehatan dapat membingungkan. Apa yang dinyatakan satu studi kemudian dibantah oleh studi yang lain. Dan banyak informasi yang beredar di internet. Bagaimana Anda mengetahui informasi tersebut penting, akurat dan relevan dengan kesehatan keluarga Anda?
Anda tidak perlu menjadi dokter atau ilmuwan untuk mengetahui hal tersebut. Ada beberapa cara sederhana untuk menilai berita medis. Kemudian Anda dapat berdiskusi dengan dokter Anda mengenai berita tersebut apakah relevan dan sesuai dengan kebutuhan kesehatan keluarga Anda.
Membedakan Penelitian Medis dari Berita
Ada beberapa bahan pokok untuk pertimbangan saat membawa atau mendengarkan laporan atau topik kesehatan untuk membantu Anda dalam menentukan apakah terpercaya dan relevan dengan kebutuhan Anda.
Untuk membuktikan sesuatu mengenai kesehatan atau pengobatan memerlukan penelitian yang tepat. Penelitian yang tepat memerlukan waktu beberapa tahun untuk memastikan kesimpulan bahwa dokter dapat menggunakan penelitian tersebut dalam membuat keputusan bagi kesehatan pasiennya.
Saat Anda pertama mendengar perkembangan medis terbaru maka pertanyaan pertama adalah : Apakah berdasarkan studi ilmiah? Dan apa yang telah dihasilkan oleh studi lain mengenai topik yang sama?
Banyak laporan kesehatan yang berdasarkan anekdot- cerita pengalaman orang dengan berbagai masalah atau pengobatan- daripada berdasar pada hasil ilmiah.
Reporter seringkali menggunakan cerita individual untuk mengilustrasikan topik yang sensitif. Cerita individual mungkin menarik tetapi tidak memberikan bukti ilmiah apapun.
Penting juga membedakan berita kesehatan atau iklan. Beberapa iklan didesain seperti berita kesehatan. Teliti kembali kata “iklan” pada berita tersebut.
Situs web kadangkala memiliki nama yang memberi kesan penting, tetapi dijalankan oleh organisasi atau perusahaan yang menjual produk. Penting sekali untuk memastikan situs yang Anda lihat terpercaya. Lihat pada situs yang dikelola oleh badan pemerintah- dengan .gov di belakangnya.
Mempelajari Hasil Penelitian
Langkah pertama adalah mengetahui penelitian yang melatarbelakangi berita kesehatan tersebut. Bagaimana penelitian tersebut dilakukan dan siapa yang melakukan penelitian tersebut juga penting. Saat Anda mengetahui bahwa suatu penelitian sebagai dasar berita kesehatan, maka pertimbangkan pertanyaan-pertanyaan ini saat Anda menentukan apakah untuk mempercayai berita kesehatan tersebut.
Apakah penelitian ini dilakukan pada masyarakat luas?
Banyak penelitian yang dilakukan di laboratorium tetapi tidak pada masyarakat. Eksperimen ini membantu ilmuwan untuk mengetahui kemungkinan efek dari terapi. Tetapi apa yang terjadi di dalam tabung penelitian tidak berlaku secara otomatis memberikan efek yang sama bila dilakukan pada masyarakat. Kadangkala, penelitian berlangsung di laboratorium dengan binatang tetapi tidak pada manusia.
Siapa saja yang terlibat dalam penelitian?
Sekalipun penelitian dilakukan pada manusia, mungkin tidak berperan bagi kesehatan keluarga Anda. Contoh, penelitian hanya melibatkan manusia dewasa dan tidak melibatkan anak-anak, seringkali terapi yang yang aman dan efektif pada dewasa belum teruji pada anak-anak. Penelitian medis dapat berhadapan dengan isu etik dan finansial bila berhubungan dengan studi pada anak-anak. Laporan penelitian medis sebaiknya memberikan gambaran karakteristik peserta penelitian seperti jenis kelamin, umur, status kesehatan dan hal ini dapat membantu Anda menentukan yang terbaik bagi kebutuhan Anda.
Jenis studi penelitian yang dilakukan?
Peneliti melakukan penelitian melalui berbagai cara. Penelitian prospektif (dipantau ke depan), beberapa ratus orang selama bertahun-tahun dilihat faktor-faktor apa yang mempengaruhi kesehatan (diit, vitamin, olahraga, dan kebiasaan lain yang mungkin berpengaruh). Penelitian jenis ini taraf kepercayaan (level of evidence) lebih kuat dibanding penelitian yang meminta pasien untuk mengingat kembali mengenai riyawat kesehatannya di masa lampau.
Ada penelitian yang melihat kembali rekam medis atau memberikan kuesioner kepada orang-orang untuk mengingat kembali hal-hal yang berisiko terhadap kondisi kesehatan mereka (seperti yang berhubungan dengan penyakit jatung, kanker). Penelitian jenis ini disebut penelitian retrospektif (melihat ke belakang). Penelitian jenis ini dapat memberikan petunjuk mengenai penyakit, tetapi tidak definitif.
Pertanyaan lain yang sebaiknya ditanyakan
Penelitian Klinis Acak Terkontrol (RCT-Randomized Controlled Clinical Trial), merupakan penelitian terbaik untuk melihat suatu terapi bekerja baik atau tidak. Pada penelitian ini setengah dari partisipan secara acak mendapat obat yang diuji dan setengahnya mendapat plasebo (pil berisi bahan tidak aktif). Jenis ini disebut “double-blind”-tersamar ganda, berarti baik partisipan dan peneliti tidak mengetahui partisipan yang mana yang mendapat obat atau plasebo. Sehingga bias penelitian/ kemungkinan kesalahan dapat dikurangi untuk mendapat hasil yang terpercaya.
Berapa besar penelitian diadakan dan berapa lama?
Beberapa penelitian hanya melibatkan sejumlah kecil partisipan. Anda dapat lebih percaya bila penelitian melibatkan raturan atau ribuan partisipan. Namun hal ini tergantung jeis penelitian yang dilakukan. Bila menyangkut penyakit yang jarang terjadi mungkin partisipan tidak terlalu banyak, namun interpretasi tetap harus teliti.
Apa arti dari hasil yang tertera?
Angka-angka dapat membuat bingung. Berita medis seringkali membuat informasi lebih dari kondisi sebenarnya. Sebagai contoh : laporan yang menyatakan bahwa faktor-faktor tertentu membuat risiko terkena penyakit menjadi dua kali lipat. Bila melihat angka sebenarnya maka risiko tersebut meningkat dari 1% menjadi 2 %, dan bila melihat angka tersebut sebetulnya risikonya masih kecil untuk mengalami penyakit. Bila obat dapat mengurangi risiko mendapat penyakit tersebut menjadi setengahnya tetapi sebetulnya risiko untuk betul-betul terkena penyakit memang kecil dari awalnya maka menggunakan obat tersebut mungkin tidak bermanfaat.
Pertimbangkan melihat angka dari sudut pandang lain, misal seorang anak yang berisiko terkena penyakit 5%, juga memiliki kemungkinan tidak terkena penyakit sebanyak 95%.
Dimana hasil penelitian dipublikasikan?
Lihat penelitian yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association, Pediatrics, The New England Journal of Medicine. Jurnal-jurnal tersebut secara teliti meneliti artikel yang masuk sehingga dapat dipercaya.
Reporter seringkali membuat potongan cerita yang tidak tepat,sehingga lebih sederhana atau terlihat lebih dari aslinya. untuk itu penting sekali Anda melihat kembali artikel aslinya untuk menghindari kesalahan persepsi.
Siapa yang mendanai penelitian?
Banyak penelitian yang didanai oleh pemerintah. Penelitian yang didanai oleh pemerintah lebih kredibel karena peneliti harus hati-hati dan mengevaluasi sebelum mereka memperoleh dana dari pemerintah.
Saat ini menjadi umum penelitian didanai oleh pabrik obat dan alat kesehatan. Hal ini tidak menjadikan penelitian tidak dapat dipercaya tetapi Anda memasukkan hal tersebut sebagai pertimbangan. Jurnal juga mencantumkan sumber dana para peneliti untuk menghilangkan konflik kepentingan.
Membuat perbandingan
Bagaimana hasil studi ini dibandingkan studi sejenis lainnya?
Banyak sekali studi yang saling kontradiksi satu sama lain. Dalam kenyataannya jarang sekali satu studi sudah bisa memberikan hasil final.
Teliti dengan studi yang kesimpulannya berbeda dengan tujuan penelitian.
Bersikap terhadap berita kesehatan
Jangan mendagnosis anak Anda atau menghentikan terapi medis berdasarkan berita kesehatan semata. Saat Anda membaca berita kesehatan atau penelitian maka diskusikan dengan dokter anak Anda.
(YSK)
Diterjemahkan dari :
Making Sense of Medical News

http://kidshealth.org/parent/system/doctor/medical_news.html

Mencari Dokter yang Tepat untuk Anak Anda

sumber : milissehat.web.id

Masa kehamilan adalah masa penantian yang menggembirakan dan juga menyibukan. Bermacam-macam persiapan dilakukan mulai dari mempersiapkan nama, membeli peralatan bayi, dan yang tidak kalah penting memilih praktisi kesehatan untuk menangani bayi Anda.
Pilihan
Ada tiga pilihan tenaga medis yang dapat melayani bayi / anak Anda yaitu dokter spesialis anak, dokter keluarga (dokter umum), dan perawat anak.
Dokter Spesialis Anak
Ilmu kesehatan anak adalah bidang spesialis yang mempelajari fisik, emosional, kesehatan dan sosial anak-anak sampai remaja. Fokus utamanya adalah upaya pencegahan penyakit.
Setelah lulus dari fakultas kedokteran, dokter melanjutkan pendidikan spesialis anak kurang lebih 4 tahun. Setelah lulus pendidikan spesialis anak, seorang dokter anak harus disertifikasi oleh pemerintahan yang berwenang, di Amerika dikenal dengan American Board of Pediatrics. Setiap 7 tahun sekali, dokter spesialis anak wajib memperbaharui sertifikasinya, yang berarti setiap dokter spesialis anak terus memperbaharui ilmunya. Dokter spesialis anak juga harus mengikuti sejumlah kursus tertentu setiap tahunnya sebagai syarat untuk memperpanjang izin prakteknya.
Beberapa dokter anak memperdalam ilmunya di bidang tertentu (subspesialis) seperti Jantung, kegawatdaruratan, atau penyakit darah (hematologi). Pendidikan subspesialis ini memerlukan waktu sekitar 3 tahun.
Dokter Keluarga (Dokter umum)
Dokter keluarga menjalani pendidikan kedokteran 2-3 tahun setelah lulus dari sarjana kedokteran. Dokter keluarga mempelajari berbagai macam bidang ilmu kedokteran, seperti ilmu kesehatan anak, ilmu penyakit dalam, ilmu kandungan, dsb. Dokter keluarga menjalani beberapa bulan masa pendidikan untuk setiap bidang ilmu tersebut. Setelah lulus dari semua bidang ilmu kedokteran, Dokter keluarga menjalani ujian kompetensi untuk mendapatkan sertifikasi. Mereka wajib menjalani pendidikan berkelanjutan untuk memperbaharui sertifikasinya.
Karena Dokter keluarga mendapatkan pendidikan diseluruh bidang ilmu kedokteran, maka mereka kompeten untuk menangani pasien dari usia anak-anak sampai dewasa. Ini berarti anak Anda dapat datang kepada dokter yang sama sampai anak Anda dewasa. Ini juga berarti seluruh keluarga Anda dapat mengunjungi dokter yang sama. Dokter keluarga dapat mengetahui riwayat medis seluruh anggota keluarga Anda dan dapat lebih paham mengenai masalah sosial emosional dalam keluarga Anda.
Pada saat mengunjungi Dokter keluarga, tanyakanlah tentang peraturan di klinik atau tempat praktik dokter tersebut, ada beberapa dokter yang tidak melayani anak-anak di bawah usia tertentu.
Perawat Anak
Tenaga medis lain yang dapat melayani pasien anak adalah perawat anak. Perawat anak adalah orang yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana keperawatan dan mendapatkan pelatihan untuk melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, membuat diagnosis dan melakukan konseling untuk anak. Perawat anak berelasi dekat dengan dokter umum, rumah sakit, dan dokter anak. Seperti Dokter spesialis anak, perawat anak juga dapat mendalami ilmunya di bidang–bidang tertentu seperti Neurologi, endokrinologi, dll.
Beberapa orang tua mungkin merasa ragu membawa anaknya kepada perawat anak, dengan anggapan bahwa perawat anak memiliki keahlian yang kurang dalam penanganan bayi dan anak-anak. Namun kehadiran perawat anak sebenarnya memiliki banyak keuntungan. Perawat anak banyak meluangkan waktu untuk berkonsultasi dan menyampaikan informasi seputar kesehatan anak. Perawat anak terlatih untuk merujuk kepada dokter jika ditemukan penyakit yang lebih serius atau lebih kompleks. Jika anda lebih memilih berkonsultasi dengan dokter atau anda merasa perlu menemui dokter setelah berkonsultasi dengan perawat anak, kami tetap menghargai pilihan Anda.
Kapan dan Bagaimana Memulainya
Mencari dokter untuk anak Anda harus sudah dimulai sebelum anak Anda lahir. Bisa jadi kelahiran anak terjadi lebih awal dari tanggal yang diperkirakan dan Anda tidak punya waktu lagi untuk memilih tenaga medis yang kepribadian dan gayanya cocok dengan Anda.
Waktu yang tepat untuk memulai mencari dokter adalah 3 bulan sebelum tanggal taksiran kelahiran anak Anda. Jika karena suatu perjanjian tertentu seperti asuransi dan perusahaan menyebabkan terbatasnya dokter yang bisa anda kunjungi, maka persiapkanlah daftar dokter yang menjadi rekanan dari asuransi/perusahaan yang mengatur rencana kesehatan Anda. Pastikan daftar yang Anda punya adalah daftar terbaru yang masih berlaku.
Hubungi penyedia pelayanan kesehatan Anda apabila Anda bermaksud mengunjungi dokter tertentu yang tidak terdapat dalam daftar mereka, juga apabila anak Anda memerlukan kebutuhan khusus pada dokter yang bukan rekanan dari penyedia pelayanan kesehatan Anda.
Anda dapat mengumpulkan informasi dari teman, kenalan, tetangga mengenai dokter yang baik untuk anak Anda. Anda juga bisa meminta saran dari dokter keluarga Anda, dokter kandungan, atau perawat.
Jika anda pindah ke tempat yang baru, dan Anda tidak memiliki teman atau kenalan lainnya untuk dimintai saran. Anda bisa menghubungi fakultas kedokteran setempat, bertanya kepada perawat atau mahasiswa kedokteran tentang dokter mana yang mereka rekomendasikan atau kemana mereka membawa anaknya untuk berobat.
Setelah Anda mendapatkan rekomendasi, pelajarilah dokter Anda secara keseluruhan, apakah dokter tersebut memiliki riwayat pelanggaran hukum atau kriminalitas. Di Amerika, di setiap negara bagian memiliki Dewan Kedokteran yang menangani keluhan terhadap dokter dan berhak memberikan sanksi disiplin seperti pembayaran denda sampai mencabut izin prakteknya. Sanksi-sanksi disiplin sangat jarang, tetapi sangat mudah untuk Anda mendapatkan informasi tersebut, karena Dewan Kedokteran akan mempublikasikannya di website.
Sekarang adalah waktunya melakukan kunjungan dan wawancara kepada dokter tersebut. Mengingat bahwa dokter tersebut akan menjadi dokter yang menangani anak Anda sejak ia dilahirkan, pastikan bahwa Anda nyaman dan cocok baik dengan dokter maupun dengan staf, lokasi dan lingkungan prakteknya. Kunjungan kepada dokter anak sebelum melahirkan (kunjungan prenatal) adalah kesempatan yang sangat baik untuk bertanya dan berkenalan.
Pada saat kunjungan, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan seperti :
• Bagaimana jadwal praktek dokter? Jadwal praktek yang fleksibel mungkin Anda perlukan apalagi jika Anda wanita bekerja yang hanya bisa berkunjung ke dokter di sore atau malam hari, atau diakhir pekan.
• Apakah dokter tersebut praktek pribadi atau praktek bersama? Jika dokter hanya praktek sendiri, dan tidak praktek sore atau akhir pekan, bagaimana dia tetap bisa melayani Anda? Apabila dokter tersebut praktek bersama, bagaimana kualifikasi dokter yang lainnya? Siapa yang akan menggantikan dokter Anda jika ia sedang pergi ke luar kota atau sedang berlibur?
• Apakah di tempat praktek dokter ada perawat anak? Bagaimana jadwal prakteknya?
• Apakah dokter berpraktek di rumah sakit? Dimana? Apakah dokter tersebut akan datang saat anda melahirkan dan memeriksa bayi Anda? Jika anak Anda ternyata memerlukan rawat inap, siapa dokter yang akan bertanggung jawab terhadap anak Anda?
• Apakah ada layanan telepon sepanjang jam kerja? Atau di luar jam kerja? Siapa yang akan menjawab telepon Anda? Adakah perawat atau staf medis yang dapat menerima telepon anda untuk berkonsultasi seputar masalah medis anak Anda? Berapa lama Anda mendapatkan jawaban dari dokter Anda setelah Anda menghubungi mesin penjawab? Apakah ada layanan “nurse-on-call”, yaitu pelayanan telepon 24 jam yang dilakukan oleh perawat atau tenaga medis yang dapat memberikan Anda nasihat atau tatalaksana untuk keluhan-keluhan yang umum pada anak, jika mereka menilai keluhan tersebut cukup serius mereka akan mentransfer telepon Anda kepada dokter atau menganjurkan untuk membawa anak Anda ke instalasi gawat darurat, atau rekaman telepon Anda dapat dikonsulkan ke dokter di hari praktek berikutnya.
• Apakah Anda dapat berkomunikasi dengan dokter Anda melalui email?
• Dalam keadaan gawat darurat apakah dokter tersebut dapat menangani anak Anda atau ia akan merujuk ke instalasi gawat darurat? Apakah fasilitasnya cukup baik dalam penanganan kegawatdaruratan pada anak?
• Apakah dokter dapat melakukan test laboratorium di tempat prakteknya? Beberapa tempat praktek dokter dapat melakukan test sederhana seperti darah perifer lengkap, urinalisa lengkap daripada mengirim sediaan ke laboratorium.
• Bagaimana sistem pembayarannya? Hal ini sangat penting jika Anda punya asuransi kesehatan. Apakah honor dokter dibayarkan setiap kunjungan atau ada peraturan tertentu di setiap rencana kunjungan medis?
• Jika anak Anda perlu dirujuk ke dokter yang lebih ahli, bagaimana peraturan asuransi Anda terhadap sistem rujukan? Bagaimana dokter Anda dapat membantu menangani kasus yang perlu dirujuk kepada dokter yang di luar cakupan asuransi?
Membuat daftar pertanyaan akan memandu Anda saat berkunjung ke dokter. Beberapa dokter menyediakan diskusi kelompok untuk menjelaskan sistem prakteknya dan mengenai pelayanannya terhadap bayi baru lahir, dokter lain mungkin memilih berdiskusi perorangan dengan Anda.
Banyak asuransi kesehatan yang mendukung kunjungan prenatal (kunjungan sebelum bayi dilahirkan), namun sebaiknya diskusikan dulu dengan asuransi Anda.
Bagaimana Tempat Praktek Dokter Seharusnya?
Kunjungan prenatal adalah saat yang tepat untuk memperhatian lingkungan tempat praktek dokter. Perhatikan bagian pendaftaran, apakah banyak pasien yang datang mendaftar? Jika jumlah pasien sedikit, mungkin saja dokter dapat menyediakan waktu lebih banyak untuk setiap pasiennya. Perhatikan apakah ruang tunggu untuk anak sakit dipisahkan dari anak-anak sehat ? Apakah ruangannya bersih dan bersahabat untuk anak? Apakah staf di tempat praktek sopan dan penuh perhatian kepada pasien yang menunggu maupun saat menerima telepon?
Pada saat Anda menunggu, berbicaralah dengan orang tua lainnya, apakah mereka puas dengan pelayanan dokter tersebut? Apakah anak-anaknya nyaman dengan dokter tersebut? Apakah menurutnya dokter itu kompeten? Suasana di ruang tunggu juga dapat membantu anda membayangkan seperti apa pelayanan praktek dokternya.
Kepribadian Dokter
Hal lain yang penting saat kunjungan ini adalah merasakan kecocokan dengan dokter. Apakah dokter memperlakukan Anda sebagai rekan dalam merawat anak Anda? Apakah dokter tersebut mau menjelaskan segala sesuatu dengan lengkap? Apakah dokter Anda terbuka jika Anda meminta pendapat dokter lainnya? Apakah usia dan jenis kelamin dokter adalah penting untuk Anda?
Komunikasi antara orang tua dan dokter adalah hal dasar yang penting untuk membangun hubungan kerja yang baik. Apakah dokter tersebut adalah pendengar yang baik? Apakah Anda merasa bebas bertanya sesuatu atau Anda merasa takut untuk bertanya?
Pastikan bahwa dokter tersebut tidak memiliki prinsip-prinsip yang bertentangan dengan Anda. Apakah dokter mendukung sirkumsisi? Apakah dokter mendukung ASI? Apakah dokter tersebut juga mendukung pengobatan alternatif atau herbal? Bagaimana pola penggunaan obat atau antibiotik? Apakah dokter anda fokus terhadap pencegahan seperti imunisasi, keselamatan anak, dan nutrisi anak? Hal-hal seperti ini mungkin tidak terasa penting sebelum anak anda lahir, namun mengingat bahwa dokter tersebut akan menjadi dokter anak Anda sepanjang pertumbuhannya, maka mempertimbangkan berbagai aspek menjadi sangat penting.
Mungkin Anda merasa terlalu repot dan sibuk bagaimana mempersiapkan kelahiran bayi Anda, namun cobalah bayangkan setelah anak Anda lahir, Anda lebih percaya diri bahwa anak Anda ditangani oleh dokter yang benar sepanjang pertumbuhan dan perkembangannya. Anda akan terhindar dari kecemasan atau kejadian buruk yang pernah dialami oleh orang tua lainnya.(WK)
Diterjemahkan dari :
Finding a Doctor for Your Child, Steven Dowshen, MD

http://kidshealth.org/parent/system/doctor/find_ped.html

Mempersiapkan Anak untuk ke Dokter

sumber : milissehat.web.id

Ketika seorang anak mengetahui bahwa ia akan pergi ke dokter, banyak anak menjadi takut dan cemas. Apakah mereka akan datang berobat karena sakit atau hanya kunjungan rutin, anak-anak seringkali merasa takut bahkan merasa bersalah. Sebagian besar anak menunjukan perasaan takut dan rasa bersalah ini, sebagian lagi hanya diam dan menyimpannya dalam hati. Anda dapat membantu anak anda mengutarakan ketakutannya dan mengatasinya.
Ketakutan dan Kecemasan yang Sering Muncul pada Kunjungan Medis
Beberapa hal yang menyebabkan anak takut berkunjung ke dokter adalah :
• Takut dipisahkan. Anak-anak merasa takut jika orang tuanya meninggalkannya untuk diperiksa dan menunggu di ruangan lain. Anak-anak di bawah 7 tahun sering merasa khawatir saat dipisahkan dan menjadi sangat takut pada usia diatas 12 atau 13 tahun.
• Nyeri. Anak sangat takut apakah pemeriksaan yang dilakukan padanya akan menyakitkan. Mereka sangat takut dengan suntikan terutama pada anak usia 6 sampai 12 tahun.
• Dokter. Beberapa anak tidak nyaman atau takut dengan dokter atau perilaku dokternya. Perilaku dokter yang cepat, efektif, dan tidak berinteraksi dengan dia dapat diterjemahkan sebagai tekanan, ketidaksukaan atau penolakan terhadapnya.
• Ketidaktahuan. Kekuatiran terhadap sesuatu yang tidak dia ketahui seperti apakah dia akan mati.
Hal lain yang mungkin dicemaskan anak adalah perasaan takut dan bersalah bahwa penyakitnya disebabkan oleh perbuatannya, penyakit adalah hukuman baginya karena lupa mengerjakan sesuatu yang diperintahkan atau melakukan suatu pelanggaran. Mereka juga menganggap bahwa tindakan medis yang dilakukan kepadanya bagian dari hukuman.
Bagaimana Anda Bisa Membantunya?
Anda dapat membantunya dengan mendorongnya untuk menyatakan dan menunjukan kekhawatirannya sehingga Anda dapat menjelaskannya dan tidak menimbulkan salah paham lagi. Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan :
Jelaskan Tujuan Datang ke Dokter
Jika akan melakukan kunjungan rutin, beritahukan kepada anak bahwa pemeriksaan kesehatan memang dilakukan secara rutin, jelaskan bahwa dia tidak sakit dan semua anak sehat juga melakukan hal yang sama. Beritahukan bahwa dokter akan menilai pertumbuhan dan perkembangan, dia akan bertanya beberapa hal dan melakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa anak benar-benar sehat. Anak juga boleh bertanya apapun kepada dokter tentang badannya dan kesehatannya. Jelaskan dengan bahasa anak-anak dan tegaskan bahwa anak sehat lainnya juga perlu ke dokter.
Jika kunjungan Anda lakukan pada saat anak sakit, beritahukan bahwa dokter akan memeriksa supaya mengetahui mengapa dia sakit dan akhirnya dapat membantu menyembuhkan penyakitnya. Gunakanlah kata-kata yang tidak mengancam atau menakut-nakuti.
Atasi Perasaan Bersalah
Anak yang sakit kerap kali memiliki perasaan bersalah terhadap penyakitnya. Katakanlah padanya dengan bahasa yang netral, meyakinkan dan tidak menghakimi seperti “kamu sakit bukan karena perbuatanmu yang salah, atau kamu melanggar sesuatu. Anak-anak lain juga banyak yang sakit seperti ini. Justru kita beruntung karena ada dokter yang akan menyembuhkan penyakitmu.”
Jika anda, pasangan anda, keluarga atau teman yang pernah mengalami sakit serupa dengan anak anda, ceritakanlah hal ini. Mengetahui bahwa orang lain juga mengalami hal yang sama akan mengurangi rasa takut dan rasa bersalahnya.
Apabila anak anda mengalami gangguan kesehatan yang cukup aneh dan memalukan bahkan menimbulkan penolakan dari teman-temannya maupun orang dewasa, anda memerlukan usaha yang lebih besar untuk meredakan rasa malu dan perasaan bersalahnya.
Beberapa penyakit seperti kutu rambut, anus gatal karena cacing kremi, mengompol, sering menimbulkan rasa malu pada anak. Sebelum datang ke dokter pastikan lagi anak anda mengerti bahwa penyakit ini bukan kesalahannya dan banyak anak lain juga memiliki penyakit yang sama.
Tentu saja anda perlu menunjukan hubungan sebab akibat apabila anak anda mengalami cedera atau kecelakaan yang disebabkan oleh tindakannya. Anda dapat mengatakan : “mungkin kamu tidak tahu kalau itu berbahaya, sekarang kamu pasti sudah mengerti tindakan itu berbahaya dan tidak akan melakukannya lagi kan”
Jika anak anda berkali-kali melanggar peraturan dan menyebabkan dia cedera, konsultasikan kepada dokter anda, mungkin anak anda perlu bantuan terhadap pola perilakunya.
Dalam kasus apapun, beritahukan bahwa pergi ke dokter bukanlah hukuman. Semua orang pun pergi ke dokter bahkan orang-orang dewasa juga berkunjung ke dokter supaya tetap sehat dan untuk menyelesaikan berbagai masalah kesehatan.
Beritahu Pemeriksaan Rutin Apa Saja yang akan Dilakukan Saat ke Dokter
Anda dapat menggunakan boneka bayi atau beruang untuk menunjukan kepada anak bagaimana dokter akan memeriksanya, bagaimana perawat akan menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan anak. Cara ini juga dapat dilakukan untuk menunjukan jenis pemeriksaan lainnya seperti:
• Pemeriksaan mulut dan tenggorok (bisa diperlihatkan bagaimana dokter akan menekan lidah untuk melihat tenggorok).
• Bagaimana memeriksa mata dan telinga.
• Bagaimana dokter memeriksa punggung dan dada dengan stetoskop.
• Bagaimana dokter menepuk atau menekan perut untuk memeriksa ada apa di dalamnya.
• Bagaimana dokter melihat sebentar saja, alat kelamin untuk memastikan semuanya sehat.
• Dokter juga akan memeriksa kaki dan mengetuk lutut.
Jelaskan pada anak bahwa ada beberapa daerah yang sangat pribadi di tubuhnya (alat kelamin, anus) namun terkadang dokter perlu memeriksa bagian itu. Tegaskan bahwa hanya orang tertentu yang diizinkan untuk memeriksa bagian-bagian pribadi tersebut yaitu dokter, perawat dan Anda.
Beritahukan Pemeriksaan Apa yang Mungkin Terjadi Saat ke Dokter
Pada saat Anda membawa anak yang sakit ke dokter, Anda mungin tidak dapat memprediksikan tindakan atau pemeriksaan yang akan dilakukan oleh dokter.
Pada saat Anda melakukan pendaftaran, Anda bisa menanyakan kepada perawat tindakan apa yang mungkin dilakukan dokter terhadap keluhan anak Anda tersebut. Jelaskan dengan lembut dan dalam bahasa anak-anak pemeriksaan-pemeriksaan medis yang mungkin akan dilakukan dan jelaskan mengapa itu perlu.
Jujurlah pada anak Anda namun bukan dengan cara yang gamblang. Beritahukan bahwa beberapa pemeriksaan mungkin saja membuat dia malu, atau sedikit nyeri dan tidak nyaman, tapi jangan terlalu mendetail.
Yakinkan bahwa dalam pemeriksaan apapun Anda akan selalu menemaninya, bahwa pemeriksaan kesehatan yang dilakukan padanya sangat penting untuk menyembuhkannya atau mencari tahu kenapa dia sakit. Remaja kadang lebih suka diperiksa tanpa bersama orang tuanya atau diperiksa dengan dokter yang berjenis kelamin sama dengannya, hargailah keinginannya ini.
Anak-anak kerap kali dapat mengatasi rasa sakit yang telah diberitahu sebelumnya, dan mereka akan belajar mempercayai anda apabila anda jujur padanya.
Jika anda tidak tahu tentang penyakit dan kondisinya maka berterus teranglah, dan yakinkan anak bahwa Anda dan dia akan bersama menanyakannya ke dokter. Tulislah pertanyaan-pertanyaan dari anak Anda.
Apabila anak anda perlu diambil darah pada saat pemeriksaan, jelaskan ini dengan hati-hati. Beberapa anak sangat kuatir bahwa darahnya akan diambil dan semua darahnya akan diambil. Jelaskan bahwa didalam tubuh anak mengandung sangat banyak darah, dan hanya sedikit darah (1 atau 2 sendok) yang akan diambil untuk pemeriksaan.
Sekali lagi, yakinlah bahwa anak Anda sudah mengerti bahwa kunjungan ke dokter dengan segala ketidaknyamanannya atau rasa nyeri yang mungkin timbul bukanlah hukuman dari perilakunya atau pelanggaran yang dilakukannya.
Libatkan Anak Anda
• Mendapatkan informasi untuk dokter. Apabila situasinya tidak gawat darurat, libatkan anak Anda untuk membuat daftar masalah kesehatan yang dialaminya dan berbagai keluhannya. Anda juga perlu menulis gejala yang Anda lihat meskipun Anda tidak yakin ada hubungannya dengan penyakit anak Anda. Tuliskan juga riwayat penyakit yang pernah diderita anak sebelumnya, riwayat penyakit yang sama di dalam keluarga dekat (kakek,nenek, ayak, ibu, saudara kandung, paman, bibi).
• Menuliskan pertanyaan. Tanyakan anak Anda adakah yang ia ingin tanyakan ke dokter. Anak yang cukup dewasa dapat menulisnya sendiri. Jika gangguan kesehatan ini pernah muncul sebelumnya, tuliskan hal apa saja yang dapat membantu meringankan gejala dan terapi apa saja yang tidak berpengaruh. Anak Anda akan lebih percaya diri dan tenang karena peran aktif Anda terhadap masalah kesehatannya dan mereka akan mencontoh apa yang Anda lakukan. Anda juga akan sangat siap memberikan informasi kepada dokter untuk membantu dokter menegakkan diagnosis yang benar.
Pilihlah Dokter yang Berhubungan Baik Dengan Anak-anak
Dokter adalah rekan terbaik Anda untuk menyelesaikan masalah kesehatan anak anda, sangat penting untuk memilih dokter yang tepat untuk anak anda. Tentu saja anda menginginkan dokter yang pintar dan kompeten, bagaimanapun anda memerlukan dokter yang dapat bergaul baik dengan anak-anak, mengerti sikap anak-anak dan dapat meredakan rasa takut anak anda, ramah kepada anak anda dan tidak meremehkan anak-anak.
Pada saat pemeriksaan fisik, dokter akan melihat, menepuk, memeriksa berbagai bagian tubuh anak anda yang mungkin menimbulkan rasa malu, tidak nyaman untuk anak. Hubungan dokter-pasien yang baik dapat mengurangi perasan tidak nyaman tersebut.
Jika anda menilai dokter anak anda kurang simpati dan tidak komunikatif, jangan ragu untuk mencari dokter lain. Tanyakan kepada teman Anda atau orang tua lainnya tentang dokter yang mungkin sesuai dengan yang Anda inginkan.
Jika anak Anda perlu dirujuk ke dokter yang lebih spesialis mintalah dokter Anda merujuk kepada dokter yang sudah berpengalaman dan ramah serta menyenangkan. Orang dewasapun menginginkan dokter yang semacam ini, oleh karena itu Anda sebagai orang tua harus menjadi pelindung bagi anak anda yang membutuhkn pelayanan kesehatan. (WK)
Diterjemahkan dari :
Preparing Your Child for Visits to the Doctor, Steven Dowshen, MD

http://kidshealth.org/parent/system/doctor/dr_visits.html?tracking=P_RelatedArticle

Daftar Pertanyaan Yang Dapat Anda Ajukan

sumber : milissehat.web.id

Apakah dokter Anda memberikan resep?
Tanyakan :
• Apa nama obat?
• Bagaimana mengejanya?
• Bisakah saya gunakan generik?
• Apa indikasi obat tersebut?
• Bagaimana saya menggunakannya?
• Kapan sebaiknya saya gunakan obat tersebut?
• Berapa banyak saya gunakan obat tersebut?
• Berapa lama saya menggunakan obat tersebut?
• Kapan obat tersebut mulai bekerja?
• Dapatkah saya tidak menggunakan obat itu lagi bila saya sudah merasa lebih baik?
• Dapatkah saya membeli lagi obat yang sama?
• Apakah ada efek samping?
• Kapan sebaiknya saya informasikan mengenai efek samping bila saya rasakan?
• Apakah saya perlu menghindari makanan, minuman atau aktivitas tertentu?
• Apakah dengan obat yang baru saya harus menghentikan obat yang sebelumnya saya konsumsi?
• Dapatkah saya minum vitamin bersama dengan obat ini?
• Apa yang harus saya lakukan bila saya lupa meminum obat ini?
• Apa yang harus saya lakukan bila saya tidak sengaja minum obat lebih dari yang seharusnya?
• Apakah ada informasi tertulis yang bisa saya bawa pulang mengenai obat ini?
• Apakah ada tes yang saya harus lakukan selama menggunakan obat ini?
Jika Anda dijadwalkan untuk menjalani tes medis
Tanya :
• Apa tujuan tes dilakukan?
• Bagaimana tes tersebut dilakukan?
• Apakah akan sakit?
• Berapa akurat tes tersebut?
• Apakah tes ini satu-satunya cara mengetahui informasi yang ingin didapat?
• Apa risiko dan manfaat dari tes ini?
• Apa yang harus saya persiapkan untuk menjalani tes ini?
• Berapa kali Anda (dokter) sudah berpengalaman dengan tes ini?
• Kapan saya mendapat hasilnya?
• Apa yang diinformasikan dari tes ini bagi kondisi kesehatan saya?
• Apa langkah selanjutnya setelah tes ini?
Apakah Anda menerima diagnosis
Tanya :
• Apa diagnosis saya?
• Apa bahasa medis mengenai penyakit dan kondisi saya? Dan apa artinya dalam bahasa awam?
• Bagaimana prognosis saya (kemungkinan ke depannya)?
• Perubahan apa yang harus saya lakukan?
• Apakah ada kemungkinan orang lain dalam keluarga akan mengalami hal yang sama?
• Apakah saya memerlukan pertolongan khusus di rumah dengan kondisi saya saat ini?
• Apakah terdapat pengobatan?
• Apa saja pilihan pengobatan yang ada?
• Berapa lama waktu yang saya miliki untuk memutuskan terapi yang akan saya jalani?
• Apa manfaat dan risiko yang berhubungan dengan pilihan terapi yang ada?
• Apakah ada penelitian medis yang sesuai dengan saya?
• Apakah saya membutuhkan tes tambahan?
• Organisasi dan sumber dari mana yang dokter rekomendasikan untuk informasi dan dukungan bagi saya?
Apakah Anda mempertimbangkan terapi untuk penyakit atau kondisi tertentu?
Tanya :
• Apa pilihan terapi yang saya miliki?
• Apa yang dokter rekomendasikan?
• Apakah terapi menyakitkan?
• Bagaimana rasa sakit dapat dikontrol?
• Apa risiko dan manfaat dari terapi ini?
• Berapa biaya terapi ini?
• Apakah asuransi kesehatan saya akan mengganti biaya terapi ini?
• Apa hasil yang diharapkan?
• Apa perubahan yang menandakan terapi berjalan baik?
• Kapan saya melihat hasil pengobatan?
• Berapa persen kemungkinan terapi bekerja baik?
• Apakah ada efek samping?
• Apa yang bisa saya lakukan mengenai efek samping?
• Berapa lama saya harus menentukan terapi yang akan saya pilih?
• Apa yang terjadi jika saya memilih untuk tidak melakukan pengobatan sama sekali?
Apakah dokter Anda menyarankan pembedahan?
Tanya:
• Mengapa saya butuh pembedahan?
• Pembedahan seperti apa yang saya butuhkan?
• Apa yang akan dokter lakukan?
• Apa manfaat dan risiko dari pembedahan ini?
• Apakah dokter sudah pernah melakukan pembedahan ini sebelumnya?
• Bagaimana keberhasilan pembedahan ini?
• Rumah sakit yang terbaik bagi pembedahan ini?
• Apakah pembedahan akan menyakitkan?
• Apakah saya memerlukan pembiusan?
• Berapa lama waktu untuk operasi?
• Berapa lama waktu bagi saya untuk pulih kembali?
• Berapa lama saya berada di rumah sakit?
• Apa yang akan terjadi setelah operasi?
• Berapa biaya operasi?
• Apakah asuransi saya akan menggantinya?
• Apakah ada cara lain untuk mengobati kondisi saya?
• Apa yang akan terjadi bila saya tidak menjalani pembedahan ini?
• Dimana saya bisa memperoleh pendapat kedua (second opinion)?
Apakah Anda memilih asuransi kesehatan?
Tanya :
• Apa pilihan bagi saya?
• Apakah jaminan kesehatan ini menyediakan manfaat dan layanan yang saya butuhkan?
• Apakah jaminan kesehatan ini menawarkan dokter dan rumah sakit yang saya inginkan?
• Apakah saya bisa membayar jaminan kesehatan ini?
Apakah Anda memilih dokter bagi Anda?
Tanya :
• Apakah dokter ini ditanggung oleh asuransi saya?
• Apakah dokter ini memiliki latar belakang dan pelatihan yang sesuai kebutuhan saya?
• Apakah dokter ini dapat bekerja di rumah sakit yang saya inginkan?
• Bisakah saya berbicara dengan dokter ini dan bertanya dengan nyaman?
• Apakah dokter ini akan mendengarkan saya?
• Apakah dokter ini selalu cuci tangan sebelum memeriksa setiap pasien?
Apakah Anda memilih rumah sakit?
Tanya:
• Rumah sakit mana yang memiliki layanan terbaik untuk keadaan saya?
• Apakah rumah sakit tersebut termasuk dalam asuransi kesehatan saya?
• Apakah rumah sakit tersebut memenuhi standar nasional rumah sakit?
• Bagaimana rumah sakit tersebut dibandingkan dengan rumah sakit lain?
• Apakah rumah sakit ini sudah berpengalaman dengan kondisi seperti saya?
• Apakah dokter saya diperkenankan bekerja pada rumah sakit ini?
• Seberapa baik rumah sakit ini memeriksa dan meningkatkan layanan kesehatan yang mereka berikan?
Apakah Anda memilih layanan jangka panjang?
Tanya:
• Layanan apa yang saya butuhkan?
• Apa pilihan layanan yang ada?
• Apakah asuransi kesehatan saya menanggungnya?
• Apakah fasilitas ini memenuhi kebutuhan saya?
• Bagaimana tingkat kualitas dari layanan ini?
(YSK)
Diterjemahkan dari :
AHRQ- Build Your Question List

http://www.ahrq.gov/questionsaretheanswer/questionBuilder.aspx