Sakit Kepala Pada Anak-Anak

source :http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&hkategori=Tips%20-%20Tips&direktori=tips&filepdf=0&pdf=&html=20060220-9xujaw-tips.htm

Anak anda mengeluh soal sakit kepala dan anda kadang-kadang merasa bingung apakah keluhan anak anda benar-benar serius atau tidak. Bagaimana anda mengetahui apa sebenarnya penyebab keluhannya tersebut? Apakah keluhannya tersebut benar-benar mengkhawatirkan? Sakit kepala apakah yang dialami oleh anak anda dan bagaimanakah langkah yang sebaiknya anda lalukan

Kapan Anda Sebaiknya Mewaspadai Keluhan Sakit Kepala Anak?

Bila anda menganggap anak anda terlalu sering mengeluh soal sakit kepala atau anda tidak mengetahui penyebab sakit kepala anak anda maka anda harus mewaspadai keluhannya tersebut. Sering kali, sebenarnya anda mengetahui penyebab sakit kepala pada anak anda seperti sakit kepala karena kurang istirahat (tidur) atau karena kepalanya baru saja terbentur sesuatu saat bermain. Tetapi bila anak anda mengalami sakit kepala yang penyebabnya tidak jelas atau sakit kepala yang terjadi berulang-ulang dan singkat maka anda harus segera waspada. Yang menjadi pertanyaan adalah, berapa lamakah yang dimaksud dengan �singkat� tersebut?

Menurut beberapa ahli jika anak anda yang berusia 6 tahunan mengeluhkan soal sakit kepala yang tidak jelas penyebabnya, sebanyak paling tidak sekali sebulan, dalam beberapa bulan, maka sebaiknya anda segera mengunjungi dokter. Sedangkan bila hal ini terjadi pada anak remaja anda maka anda tidak perlu terlalu khawatir.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ada tidaknya gejala lain yang menyertai sakit kepala. Gejala lain misalnya keadaan kesehatan anak saat itu. Gejala-gejala yang harus diwaspadai oleh orang tua bila anaknya mengeluhkan soal sakit kepala antara lain:

- menurunnya tingkat kesadaran anak
– muntah
– perubahan penglihatan
– rasa tidak enak badan
– rasa lemas
– demam atau tanda-tanda lain infeksi

Anak Dan Keluhan Sakit Kepalanya

Umumnya, anak mengalami jenis sakit kepala yang sama seperti jenis sakit kepala yang sering dialami oleh orang dewasa. Infeksi pada tubuh dapat menyebabkan terjadinya sakit kepala; begitu pula obat-obatan golongan tertentu yang ia konsumsi juga dapat menyebabkan sakit kepala.

Ada berbagai hal paling mungkin yang dapat menyebabkan terjadinya sakit kepala. Pada anak-anak kecil, lubang pada gigi, infeksi telinga dan infeksi pada sinus atau yang biasa disebut dengan sinusitis (infeksi pada rongga dalam tengkorak) dapat menyebabkan suatu perasaan nyeri yang sering dikeluhkan sebagai sakit kepala oleh anak. Anak-anak juga dapat mengalami migrain dan sakit kepala karena ketegangan otot (tension headache).

Rasa berdenyut-denyut pada sakit kepala karena migrain dapat dikeluhkan anak-anak bahkan pada usia sangat muda. Jika anda memiliki seorang bayi atau balita, kemungkinannya sangat kecil anda akan dapat mengetahui bila ia sedang mengalami migrain karena anak seusia ini belum dapat menggambarkan sakit kepalanya kepada anda.

Pada anak-anak yang lebih tua dan remaja, sakit kepala karena migrain umumnya mudah dikenali karena ia sudah dapat menggambarkan sakit kepalanya tersebut. Ia dapat mengalami migrain dengan atau tanpa aura. Aura adalah suatu gejala yang umumnya timbul sebelum nyeri dirasakan. Biasanya merupakan suatu gejala visual dimana ia merasa seperti melihat cahaya terang yang kemudian diikuti dengan melihat titik hitam ditengah lapangan pandangnya.

Penanganan Sakit Kepala Anak

Penanganan sederhana dapat anda lakukan di rumah. Mintalah anak untuk berbaring di ruangan yang sejuk dan gelap serta berilah anak anda obat sakit kepala semacam parasetamol.

Bila anda membawa anak anda mengunjungi dokter, dokter umumnya akan menanyakan tentang riwayat penyakitnya itu untuk membantu dokter dalam menentukan jenis penyakit serta perawatan yang dibutuhkan. Oleh karena itu, ingat-ingatlah hal-hal penting yang berkaitan dengan keluhan sakit kepala anak anda. Pertanyaan yang sering diajukan antara lain tentang beratnya dan kekerapan keluhan sakit kepala anak anda, begitu pula tentang pola keluhan sakit kepalanya. Dokter juga akan menanyakan apa yang dapat menyebabkan sakit kepalanya bertambah berat atau bertambah ringan. Jawaban-jawaban yang diberikan akan membantu memastikan dokter dalam menentukan penyakit anak, terutama bila anak mengalami sakit kepala karena migrain. Sakit kepala karena migrain sendiri biasanya disebabkan oleh hal-hal seperti stres, kurang istirahat (tidur), atau makanan dan minuman tertentu.

Dokter umumnya juga akan memeriksa keseluruhan fisik anak anda. Gangguan pada bagian tubuh tertentu dapat menyebabkan sakit kepala.

Umumnya sakit kepala yang paling sering dialami oleh anak-anak adalah sakit kepala karena migrain dan sakit kepala karena ketegangan otot. Bila sakit kepalanya merupakan sakit kepala karena migrain maka dokter akan menjelaskan apa-apa saja yang dapat memicu terjadinya migrain tersebut dan kemudian meresepkan obat-obatan golongan analgesik (penghilang nyeri).

Sedangkan bila anak anda mengalami sakit kepala kronik maka biasanya dokter akan memberikan resep obat yang dapat mecegah terjadinya sakit kepala.

Anak yang mengalami sakit kepala karena ketegangan otot biasanya menggambarkan sakit kepalanya itu sebagai suatu rasa nyeri yang menekan di kepala. Sakit kepala jenis ini dapat diobati dengan obat-obatan seperti parasetamol.

Hal penting yang harus diingat adalah anda sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum anda memberikan obat-obatan tertentu untuk mengatasi sakit kepala anak anda. Dokter akan membantu obat apa yang cocok diberikan untuk anak anda. Biasanya relaksasi dan pengurangan stres dapat membantu mengatasi sakit kepala anak.

(cfs/kidshealth.or

Penyakit yang umum diderita anak

Sumber : http://www.dkk-bpp.com/index.php?option=com_content&task=view&id=203&Itemid=47

Beberapa penyakit yang umum diderita anak hampir dipastikan pada satu saat menyerang anak kita. Oleh sebab itu gejala penyakit dan cara penanganannya perlu dikenali. Penanganan juga bukan hanya membantu penyembuhan, namun juga dapat mencegah timbulnya komplikasi lebih jauh.
Penyakit yang sering diderita bayi dan balita, menurut Dr. Kishore R.J., dokter spesialis anak yang berpraktik di Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina di Jatinegara, Jakarta, antara lain, demam, infeksi saluran napas, dan diare. “Tapi yang sering membuat orang tua segera membawa anaknya berobat adalah demam dan diare. Kalau batuk-pilek biasanya masih bisa ditunda,” tuturnya.
Demam memang bukan penyakit, tapi gejala suatu penyakit. Semisal karena batuk dan pilek, radang tenggorokan, diare, infeksi lain pada saluran pencernaan, atau infeksi saluran napas. Dalam buku Mengatasi Gangguan Kesehatan pada Anak-Anak, karangan dr. Anies dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, kenaikan suhu tubuh juga sering terjadi saat tumbuh gigi pertama. Suhu tubuh juga akan meninggi sehabis memperoleh imunisasi DPT (difteria, pertusis, dan tetanus), namun hanya berlangsung kira-kira 24 jam.
Anak dikatakan demam, bila suhu tubuhnya di atas 37,5oC. Kalau itu yang terjadi, tidurkan anak dalam ruang ber-AC atau berkipas angin, kalau ada. “Kenakan pakaian yang tipis. Jangan diselimuti dengan selimut tebal – kecuali si anak menggigil – karena justru akan meningkatkan suhu tubuh,” jelas Kishore.
Adalah bijaksana kalau di rumah selalu tersedia obat turun panas sebelum anak dibawa ke dokter. Parasetamol biasa dipakai dan aman untuk anak dan bayi. Selain obat turun panas, dr. Anies menyarankan agar anak diberi banyak minum ketika terserang demam. Boleh air putih, susu, air jeruk, sari buah, atau kaldu hangat. Dengan begitu anak akan mudah berkeringat sehingga suhu tubuh menurun. Seka keringat pada tubuhnya dengan handuk basah, bedaki seluruh tubuh, dan gantilah pakaiannya dengan yang kering supaya merasa segar.
Untuk menurunkan suhu tubuh bisa dibantu dengan mengompres kening dengan lap atau handuk basah. Selama suhu tubuhnya masih tinggi, kompres tetap perlu. Upaya menurunkan suhu tubuh ini perlu untuk mencegah terjadinya kejang-kejang atau setip.
Air tajin untuk diare
Diare yang disertai berkurangnya cairan tubuh (dehidrasi), batuk disertai sesak napas, gejala ke arah asma meskipun bukan asma, atau infeksi saluran napas bagian bawah, dan demam berdarah, menurut Kishore, perlu mendapat perawatan khusus.
Penyebab diare umumnya makanan. Bisa karena keracunan makanan atau karena kuman dalam makanan. Kalau makanannya beracun, gejala utamanya muntah, baru diikuti diare. Kalau karena kuman pada makanan, biasanya diare dulu baru kemudian muntah.
Dalam bukunya, dr. Anies menyebutkan, diare merupakan keadaan gawat darurat sehingga harus segera ditanggulangi sebelum kondisi dehidrasi terjadi, yaitu pertama-tama dengan memberikan banyak minum. Pemberian susu formula dan jus buah dihentikan sementara. Namun, ASI tetap dilanjutkan.
Bila diare terjadi berulang kali, anak akan kehilangan banyak cairan, bahkan sejumlah mineral penting, seperti sodium, potasium, dan klorida ikut terbuang. Bila berkelanjutan, bisa terjadi ketidakseimbangan cairan tubuh sehingga timbul dehidrasi. Kondisi dehdarasi inilah yang paling dikhawatirkan meski diare pada dasarnya akan sembuh sendiri.
Tanda-tanda dehidrasi antara lain anak menangis tanpa air mata, mulut dan bibir kering, selalu merasa haus. Air seni keluar sedikit dan berwarna gelap, ada kalanya tidak keluar sama sekali. Juga, mata cekung atau terbenam. Pada bayi tanda dehidrasi bisa dilihat lewat ubun-ubun yang menjadi cekung. Juga anak mengantuk, kulit pucat atau kekenyalan tubuh berkurang, dan bekas cubitan tidak cepat kembali normal.
Untuk mengatasinya, anak perlu diberi cairan sebanyak mungkin. “Tidak harus larutan oralit. Bisa berupa teh manis, air gula garam, jus, sup. Air tajin justru cukup efektif bagi bayi untuk mengatasi diare. Juga jauh lebih baik dibandingkan dengan oralit karena tajin mengandung glukosa polimer yang mudah diserap,” jelas Kishore.
Larutan gula garam dibuat dengan perbandingan dua sendok teh gula pasir dan setengah sendok teh garam untuk segelas air putih. Larutan ini, menurut dr. Anies, diberikan sedikitnya setengah gelas tiap kali anak muntah atau buang air besar. Bisa juga diberikan satu sendok makan setiap lima menit, sampai anak dapat buang air kecil secara normal.
Air tajin selain cepat dicerna, juga mengandung kadar glukosa cukup tinggi, yang akan mempermudah penyerapan elektrolit. Selain itu dua macam poliglukosa dalam tepung tajin dapat menyebabkan feses lebih padat. Keuntungan lain air tajin adalah adanya kandungan proteinnya, yaitu 7 – 10 %. Sedangkan garam oralit tidak mengandung protein. Penggunaan air tajin sebagai “obat diare”, menurut dr. Anies, tidak berbahaya untuk bayi sekalipun.
Alergi hingga gondong
Yang juga sering diderita anak-anak adalah alergi, dan yang paling sering alergi saluran pernapasan. Menurut dr. Anies, penyebabnya bisa macam-macam. Gelaja umumnya sama, yakni bersin-bersin, mata berair, hidung tersumbat, ingusan, dan gatal. Anak biasanya menggaruk-garuk hidungnya dengan punggung tangannya.
Bila sedang terserang, disarankan anak dihindarkan dari pencetusnya. Kalau pencetusnya debu, seisi kamarnya harus bebas debu dan diusahakan tidak lembap. Tirai, karpet, dan sejenisnya disingkirkan.
Gangguan pernapasan lainnya adalah asma. Pencetusnya bisa karena pilek dan selesma, terlalu banyak bergerak, udara dingin, perubahan emosi, asap rokok, perubahan cuaca, dan alergi (udara, debu rumah, bulu binatang, makanan, dsb.). Namun, yang paling sering ialah alergi. Ada kalanya gabungan beberapa pencetus asma dapat menimbulkan serangan. Misalnya, ketika sedang berlari-lari anak tidak terserang asma. Tetapi kalau berlari-lari saat cuaca dingin, serangan asma timbul.
Ketika terserang asma, anak diberi obat yang diresepkan dokter. Jika anak sulit bernapas sampai tak mampu menelan makanan, bibir dan lidah kebiruan, segera saja hubungi dokter.
Obat asma sebenarnya bersifat sementara. Kalau pencetusnya ada, sesak napas akan berulang. Jadi, langkah pencegahan terbaik, bebaskan anak dari segala pencetusnya.
Selain itu, anak-anak sering tak luput dari serangan batuk, yang juga merupakan gejala suatu penyakit. Misalnya karena gangguan pada saluran pernapasan. Meski demikian, menurut dr. Anies, batuk yang berlebihan bisa sangat mengganggu, bahkan mengakibatkan berbagai komplikasi.
Beberapa penyebab batuk menahun dan berulang misalnya bronkitis atau radang tenggorokan, asma, kelainan paru-paru menahun, masuknya benda asing atau makanan ke saluran napas, dan kelainan bawaan pada saluran napas. Namun, bisa juga karena gangguan psikologis, semisal setelah kelahiran adik baru.
Keluhan batuk perlu disampaikan ke dokter, apakah karena perubahan cuaca pagi, malam, atau sepanjang hari. Sewaktu duduk, apakah si kecil mengeluarkan dahak atau tidak. Perlu disampaikan pula asal mula, ciri-ciri batuk, untuk mempermudah diagnosis dan pengobatannya.
Batuk rejan merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan bagian atas, tepatnya pada batang tenggorokan. Penyebabnya kuman Hemophilus pertussis. Batuk rejan yang juga dikenal sebagai “batuk seratus hari” atau kinkhoest berlangsung selama dua bulan lebih, kalau tidak diobati dengan baik. Gejalanya mirip influenza, yaitu batuk dan pilek ringan serta menurunnya nafsu makan, yang berlangsung kira-kira 1 – 2 minggu.
Bayi dan balita, menurut dr. Anies, termasuk kelompok yang paling sering menderita batuk rejan. Jika batuk ini tak diobati dengan baik, dikhawatirkan akan terjadi komplikasi. Agar tidak tertular, jauhkan anak dari penderita batuk rejan. Pencegahan utama, tulis dr. Anies, adalah pemberian vaksinasi DPT sebanyak tiga kali. Suntikan ulangan diberikan satu tahun setelah suntikan dasar ketiga dilakukan. Vaksinasi DPT yang pertama telah dianjurkan bagi bayi yang berusia tiga bulan.
Influenza sebenarnya bukan penyakit berbahaya. Disebabkan sejenis virus, penyakit ini umumnya menyerang sebagai wabah dan akan berlangsung selama 3 – 4 hari. Jarang menimbulkan komplikasi, sekalipun disertai demam tinggi. Namun, kalau daya tahan tubuh penderita menurun, maka infeksi sekunder, seperti pneumonia, bronkitis, infeksi telinga atau sinusitis, dapat muncul. Jika ini terjadi, anak segera dibawa ke dokter.
Untuk mengatasinya, anak perlu cukup istirahat dan diberi cukup cairan. Sari buah atau air bisa untuk mengganti cairan yang hilang karena berkeringat. Kopi, teh, dan susu tidak dianjurkan. Setiap tiga atau empat jam sekali, suhu tubuh anak diperiksa. Jika suhu naik mencapai lebih dari 38oC dan tidak turun dalam waktu 36 jam, segera bawa ke dokter.
Anak-anak pun sering menderita selesma dan pilek, lebih-lebih bila daya tahan tubuh anak kurang baik. Anak yang mengalami pilek akibat virus ini perlu diajari mengeluarkan lendir dalam hidungnya untuk mencegah terjadinya penumpukan lendir yang dapat mengganggu organ lain, misalnya telinga.
Dalam kondisi seperti ini, anak perlu banyak istirahat dan makan menu bergizi. Sari buah segar baik untuk penderita penyakit ini. Bila suhu tubuh meningkat, anak dapat diberi obat penurun panas atau kompres dingin untuk mencegah kemungkinan timbulnya kejang.
Gondong juga kerap diderita anak-anak. Penyebabnya sejenis virus yang menyerang kelenjar ludah, yaitu parotid kelenjar ludah besar di depan telinga. Sering pula terjadi pada kelenjar di bawah rahang dan biasanya kedua sisi yang terkena.
Beristirahat di tempat tidur dapat mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi dan mempercepat penyembuhan. Tidak berlaku pantangan makanan dan minuman, tapi makanan yang lunak dan mudah dicerna sangat dianjurkan. Makanan seperti agar-agar, serikaya, sup kaldu, dan sayuran yang dihaluskan, baik bagi penderita gondong. Perlu cukup minum untuk menggantikan cairan yang keluar melalui keringat.
Dokter biasanya memberikan obat penurun panas dan penghilang rasa sakit yang diminumkan selama gejala penyakit masih ada. Bila anak merasa kepala maupun buah zakarnya sakit, perut dan daerah kemaluan terasa nyeri, segera dibawa ke dokter.
Sedia obat sebelum sakit
Apa yang mesti dilakukan agar anak tidak mudah terserang penyakit? “Ya, tergantung penyakitnya. Agar anak kita tidak terserang batuk-pilek, hindarkan anak dari penderita batuk-pilek,” ujar Dr. Kishore.
Untuk mencegah diare, saran Dr. Kishore, jangan makan jajanan dari luar yang kurang terjamin kebersihannya. Bagi bayi, botol susu harus disterilkan. Yang paling penting menjaga kebersihan. “Yang sering terjadi, dot jatuh dan dipasang kembali karena baby sitter malas mencucinya. Atau, susu sudah berjam-jam diminumkan lagi,” ujarnya. Hal-hal demikian banyak terjadi terutama pada keluarga dengan tingkat sosial ekonomi rendah sekali, atau tinggi sekali, yang menyerahkan perawatan anak sepenuhnya pada pengasuh bayi.
Dalam kotak obat keluarga sebaiknya tersedia jenis obat anak, seperti obat turun panas dan antidiare. Juga jenis obat lain berdasarkan kasus demi kasus yang biasa diderita anak. Misalnya, untuk anak yang sering kambuh asmanya, perlu disediakan obat cadangan dengan resep dokter untuk persediaan kalau asmanya timbul.
Dalam pemeliharaan kesehatan anak, pemenuhan gizi berpengaruh terhadap kesehatan dan daya tahan anak. “Kalau gizi baik, risiko anak terkena penyakit berkurang. Kalaupun terkena kuman, karena daya tahan tubuhnya bagus, ia tidak sampai sakit, tapi hanya berupa gejala. Misalnya, diare sebentar kemudian diare itu hilang,” jelas Dr. Kishore.
Daya tahan tubuh, yang dikenal sebagai immunoglobulin berasal dari protein. Kalau tidak ada protein, tidak akan terbentuk faktor daya tahan tubuh. “Jadi, ada korelasi langsung antara gizi dan daya tahan tubuh. Semakin buruk gizinya, semakin jelek daya tahan tubuhnya, semakin sering terinfeksi, semakin turun nafsu makannya, dan semakin turun lagi daya tahan tubuhnya. Semua menjadi seperti lingkaran setan,” tutur Dr. Kishore. Itulah pentingnya dilakukan imunisasi pada anak.
“Menu ideal untuk bayi dan anak balita adalah yang seimbang. Mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral yang sesuai dengan kebutuhan anak,” katanya.
Yang pasti, makanan untuk balita harus cukup energi dan semua zat gizi sesuai dengan umur. Semua gizi esensial harus cukup. Kebutuhan energi bayi dan anak relatif lebih besar daripada orang dewasa, karena pertumbuhannya yang pesat. Demikian pula kebutuhan protein balita relatif lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa. Protein merupakan sumber asam amino esensial yang diperlukan sebagai zat pembangun, yakni untuk pertumbuhan dan pembentukan protein serum, hemoglobin, enzim, dan antibodi. Juga untuk menggantikan sel-sel yang rusak, memelihara keseimbangan asam basa cairan tubuh dan sumber energi.
“ASI (Air Susu Ibu) tetap merupakan yang paling penting bagi bayi dan anak balita,” tegas Dr. Kishore. Selain penting selama masa anak-anak, ASI juga sebagai makanan utama bayi. “Di samping itu juga murah, aman, higienis, dan sangat membantu pertumbuhan bayi,” tegasnya.
Produksi ASI sampai hari kelima, yang disebut kolostrum (cairan kental kekuningan), sangat baik bagi bayi. Ia mengandung banyak antibodi, protein, mineral, dan vitamin A. Yang jelas, kata Kishore, ASI merupakan makanan terbaik yang tak tergantikan oleh segala bentuk makanan lain, baik susu formula, food supplement, ataupun suplemen vitamin. Tetapi, susu formula diperlukan untuk bayi-bayi yang tidak mendapatkan cukup ASI. Misalnya, ketika ibu sakit dan produksi ASI tidak mencukupi.
Jadi, bukan berarti anak balita tak boleh sama sekali memakai susu formula atau PASI (pengganti air susu ibu). “Kalau ASI memang tidak cukup, ya harus ditambah susu formula. Tapi kalau cukup, berikan ASI selama minimal ENAM bulan, yang dikenal sebagai pemberian ASI eksklusif, tanpa makanan tambahan,” jelas Kishore.
Dalam jumlah cukup, ASI dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi selama 3 – 4 bulan pertama. Setelah enam bulan, bayi perlu menu pelengkap atau tambahan (selain ASI atau PASI) karena kebutuhan gizi bayi meningkat, dan tidak seluruhnya dapat dipenuhi ASI. Tapi bukan berarti pemberian ASI dihentikan. Bahkan ASI dianjurkan tetap diberikan sampai anak berusia dua tahun. Tentu saja, kalau ASI masih diproduksi.
Dalam susu formula sudah terdapat asam amino esensial, asam lemak tak jenuh esensial, dan vitamin untuk kebutuhan sehari-hari. “Jadi, nggak perlu tambahan. Tambahan vitamin baru diberikan kalau ada gejala defisiensi vitamin. Atau, ketika muncul tanda-tanda malas makan, vitamin diberikan untuk merangsang nafsu makan anak,” tuturnya.
Kalau susu formula diberikan sesuai kebutuhan, defisiensi tak akan terjadi. Bahkan, kalau sudah memperoleh menu makanan seimbang, tanpa susu formula pun anak tidak perlu lagi vitamin tambahan. Karena dalam menu yang seimbang itu sudah terdapat vitamin-vitamin yang dibutuhkan tubuh. (A. Hery Suyono)

Limfoma

sumber : sehatgroup.web.id (milist sehat)

21/12/2004
Q : Anak saya laki-laki usia 2 th menurut dokter RSCM menderita limfoma, saya ingin bertanya, dimana saya dapat mengobati anak saya dengan cara pengobatan alternatif juga cara penyembuhan tradisional. Terima kasih
Eka

A : Maka berlomba-lombalah para peneliti melakukan penelitian pada binatang untuk mengetahui “obat” yang tepat (baca .. efektif) untuk diabetes yang juga AMAN.
Percobaan binatang ini dalam dunia medis dikatakan sebagai uji klinis tahap 1 alias clinical trial phase 1. Stelah obat yang diuji tersebut selain efektif juga aman … dilakukan uji klinis tahap 2 yaitu pada sejumlah kecil manusia yang menawarkan dirinya menjadi relawan … dilihat lagi hasilnya … ahhh AMAN …Baru dilanjutkan pada penelitian tahap tiga … Nah penelitian tahap 3 ini melibatkan jumlah sampel yang sangat besar … dikumpulkan banyak penderita diabetes … lalu dibagi atas 2 kelompok .. satu diberi obat tadi (katakanlah insulin) satu lagi tidak diberi obat *diberi plasebo … bentuk sama persis dengan obat yang sedang diuji_… dan kedua kelompok pasien yang duteliti tersebut tidak mengetahui apakah dirinya memperoleh obat yang asli atau yang plasebo … Dilakukan penelitian dan diamati untuk jangka waktu tertentu sampai diputuskan .. oh ternyata selain efektif ..juga aman Nah baru lah obat tersebut bisa memperoleh ijin untuk dikonsumsi pasien diabetes Setelah obat ini dipakai beberapa tahun … akan dilakukan lagi penelitan pasca pemasaran .. lagi-lagi untuk mengetahui apakah benar gak ada efek sampingnya?!! Nah … uji klinis di atas amat mahal dan lama ..Di lain pihak, suplemen, obat tradisional, pengobatan alternatif … tidak melalui proses di atas … sehingga kita tidak pernah tahu persis apakah benar-benar obat atau metoda nya … benar-benar efektif sekaligus aman … Kalau boleh saya memberikan saran … teruskan berobat pada ahlinyakalaupun Eka mau pengobatan alternatif … pesan saya … jangan tinggalkan pengobatan medis nya dan .. pilih pengobatan alternatif yang tanpa obat … karena dikhawatirkan … tubuh anakmu dibebani oleh semakin banyak zat … kan obat limfoma juga banyak dan keras yaa Ok .. semoga membantu ..
wati