Bayi Baru Lahir-Anemia

sumber : http://milissehat.web.id/?p=363

Anemia

Anemia adalah salah satu gangguan darah yang sering terjadi yang muncul saat jumlah sel darah merah dalam tubuh terlalu sedikit. Hal ini dapat menjadi masalah karena sel darah merah mengandung hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen ke jaringan tubuh. Anemia dapat menyebabkan beragam komplikasi termasuk gangguan organ tubuh.

Tiga kemungkinan dasar penyebab anemia :

1. Penghancuran sel darah merah yang berlebihan
2. Kehilangan darah
3. Produksi sel darah merah yang tidak optimal

Anemia dapat disebabkan hal-hal lainnya seperti gangguan genetik, gangguan nutrisi (defisiensi besi atau vitamin), infeksi, kanker atau paparan terhadap obat atau racun.

Anemia yang disebabkan oleh penghancuran sel darah merah

Anemia hemolitik

Muncul saat sel darah merah dihancurkan lebih cepat dari normal (umur sel darah merah normalnya 120 hari, pada anemia hemolitik umur sel darah merah lebih pendek). Sumsum tulang penghasil sel darah merah tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan sel darah merah. Hal ini bisa disebabkan berbagai penyebab, kadangkala infeksi dan obat-obatan (antibiotik dan antikejang) dapat sebagai penyebab.

Padan anemia hemolitik autoimun, sistem kekebalan tubuh dapat salah mengira bahwa sel darah merah adalah benda asing sehingga dihancurkan.

Kelainan bawaan yang mengakibatkan gangguan sel darah merah juga dapat menyebabkan anemia, seperti anemia sel sabit, talasemia, defisiensi glukosa-6-fosfat dehidroginase (G6PD), sferositosis herediter.

Anemia karena kehilangan darah

Kehilangan darah dapat menyebabkan anemia, karena perdarahan berlebihan, pembedahan atau permasalahan dengan pembekuan darah. Kehilangan darah sedikit dalam jangka lama seperti perdarahan dari inflammatory bowel disease (IBD) dapat juga menyebabkan anemia. Kehilangan darah yang banyak dari menstruasi pada remaja atau perempuan juga dapat menyebabkan anemia. Semua faktor ini akan meningkatkan kebutuhan tubuh akan besi, karena besi dibutuhkan untuk mebuat sel darah merah baru.

Anemia karena produksi sel darah merah yang tidak optimal

Anemia aplastik muncul saat sumsum tulang tidak dapat membentuk sel darah merah dalam jumlah cukup. Ini dapat akibat infeksi virus, paparan terhadap kimia beracun, radiasi atau obat-obatan (antibiotik, antikejang atau obat kanker).

Pada bayi baru lahir dapat terjadi anemia fisiologis, hal ini normal saat hemoglobin bayi turun pada usia 2 bulan. Hal ini dianggap normal dan tidak diperlukan pengobatan karena bayi akan mulai memproduksi sel darah merahnya sendiri.

Anemia dapat terjadi saat tubuh tidak dapat membentuk sel darah merah yang sehat karena defisiensi besi. Besi sangat penting dalam pembentukan hemoglobin dan kekurangan besi dapat berakibat anemia defisiensi besi, bentuk anemia yang paling sering terjadi pada anak terutama usia <2 tahun. Anak yang minum terlalu banyak susu sapi berisiko terkena anemia defisiensi besi.

Tanda dan Gejala

Jika anak anda mengalami anemia gejala awal dapat berupa kulit yang pucat atau berkurangnya warna merah muda pada bibir dan bawah kuku. Perubahan ini dapt terjadi perlahan-lahan sehingga sulit disadari. Tanda lainnya :

* Rewel
* Lelah,lesu
* Pusing, kepala terasa ringan dan denyut jantung cepat

Jika anemia disebabkan penghancuran berlebihan dari sel darah merah maka gejala lain seperti jaundice, warna kuning pada bagian putih mata; pembesaran limpa dan warna urin seperti teh.

Pada bayi dan batita, anemia defisiensi besi dapat mengakibatkan gangguan perkembangan dan perilaku seperti penurunan aktivitas motorik, interaksi sosial dan konsentrasi.

Diagnosis anemia

Dokter memerlukan bantuan tes laboratorium selain pemeriksaan fisik untuk menegakkan diagnosis anemia. Tes darah lengkap dapat memperlihatkan sel darah merah kurang dari normal. Tes lainnya :

* Apusan darah tepi : darah diapus di atas kaca gelas untuk dilihat di bawah mikroskop, yang dapat membantu menemukan penyebab anemia
* Tes kadar besi : termasuk kadar besi tubuh dan feritin, dapat membantu menentukan apakah anemia karena defisiensi besi
* Hemoglobin elektroforesis : digunakan untuk mendeteksi hemoglobin yang abnormal dalam darah dan untuk mendiagnosis anemia sel sabit, talasemia dan anemia bawaan lainnya
* Biopsi dan Aspirasi sumsum tulang : membantu apakah sumsum tulang memproduksi sel darah merah. Ini satu-satunya cara mendiagnosis anemia aplastik dan penyakit yang mempengaruhi sumsum tulang (seperti leukemia) sebagai penyebab anemia
* Hitung retikulosit : menghitung sel darah merah muda, membantu menentukan apakah produksi sel darah merah pada kadar normal

Pengobatan

Pengobatan anemia disesuaikan dengan penyebabnya. Sangat penting untuk tidak menganggap semua gejala pada anak karena kekurangan besi. Pastikan anak anda diperiksa dahulu oleh dokter.

Jika anak mengalami kekurangan besi maka dokter akan memberikan tambahan besi yang biasanya harus dikonsumsi selama 3 bulan untuk membangun cadangan besi dalam tubuh. Dokter juga akan menambahkan makanan kaya zat besi dalam makanan anak dan mengurangi konsumsi susu sapi.

Jika remaja perempuan mengalami anemia dan siklus menstruasi yang tidak teratur, dokter mungkin memberikan pengobatan hormonal untuk membantu siklus menstruasi teratur.

Jika anemia disebabkan defisiensi asam folat dan B12 maka pemberian tambahan zat tersebut harus dilakukan, meskipun hal ini jarang terjadi pada anak-anak.

Jika anemia disebabkan oleh infeksi, maka saat infeksi sudah terlewati atau diobati umumnya keadaan akan membaik. Jika karena obat-obatan maka dokter anda akan menghentikan atau mengganti obat tersebut kecuali manfaat dari obat tersebut melebihi efek sampingnya.

Tatalaksana pada anemia berat dapat berupa (tergantung penyebabnya) :

* Transfusi sel darah merah
* Obat untuk melawan infeksi atau menstimulasi sumsum tulang untuk menghasilkan sel darah merah

Pada beberapa kasus anemia sel sabit, talasemia dan anemia aplastik tatalaksana berupa transplantasi sumsum tulang dapat menjadi pilihan.

Mencegah anemia

Anemia dapat dicegah tergantung kepada penyebabnya. Anemia karena gangguan genetik tidak dapat dicegah. Namun anda dapat mencegah defisiensi besi sebagai bentuk anemia yang paling sering terjadi. Sebelum mengikuti saran ini pastikan anda berdiskusi dengan dokter anda:

* Konsumsi susu sapi : konsumsi susu sapi dapat menyebabkan bayi kehilangan besi dari pencernaannya dan konsumsi susu sapi dalam jumlah banyak dapat menyebabkan bayi tidak selera dalam makan sumber makanan lain. Sebaiknya tidak mengkonsumsi susu sapi lebih dari 700 ml/hari.
* Sereal yang diperkaya zat besi : produk ini dapat membantu bayi anda mendapat cukup besi terutama pada masa transisi ke makanan padat
* Diit seimbang : dorong anak anda mengkonsumsi makanan kaya zat besi : sereal dengan fortifikasi besi, daging merah, kuning telur, sayuran hijau, sayuran dan buah berwarna kuning, kentang, tomat,kismis. Jika anak anda vegetarian, anak perlu perhatian tambahan untuk memastikan besi tercukupi karena besi dari sumber hewani terserap tubuh lebih baik dari besi dari sayuran. Beberapa kombinasi makanan juga dapat mengurangi penyerapan besi, misal minum kopi atau teh dengan makanan dapat mengurangi jumlah besi yang diserap. Makanan kaya vitamin C membantu penyerapan zat besi.

Merawat anak dengan anemia

Jenis, penyebab dan berat dari anemia akan menentukan perawatan yang dibutuhkan. Secara umum anak dengan anemia akan lebih cepat lelah dibandingkan yang lain, sehingga perlu penyesuaian aktivitas fisik. Jika limpa anak membesar maka hindari olahraga dengan kontak fisik karena dapat berisiko limpa pecah atau perdarahan bila terjadi benturan.

(YSK)

Sumber : About Anemia

http://www.uofmchildrenshospital.org/kidshealth/article.aspx?artid=21827

8 Fakta Seputar Bayi

sumber : http://sediadisini.com/pengembangan-diri/sosial/543-delapan-fakta-seputar-bayi

Ada bayi yang sudah bisa mengucapkan kata “mama” saat usia 8 bulan, ada yang sampai umur 2 tahun hanya diam saja. Ada bayi yang sudah menampakkan tanda-tanda depresi saat di playgroup, ada yang tetap riang gembira sepanjang waktu. Ada bayi yang agresif, ada yang tenang menghanyutkan. Mengapa bisa demikian? Inilah 8 fakta seputar bayi.
Kapan bayi mulai belajar bicara?
Sejak bulan ke-6 kehamilan, bayi dalam kandungan sudah mampu mendengar suara di luar perut. Sebab saat itu telinganya telah tumbuh sempurna. Pada fase terakhir kehamilan, bulan ke-8, bayi mampu membedakan bermacam suara. Sebuah studi dari Universitas Würzburg: saat baru lahir bayi-bayi berkomunikasi satu sama lain dengan bahasa ibu. Bayi Indonesia yang diletakkan di samping bayi Brasilia akan ngobrol sesuai bahasa ibu masing-masing. Dengan nada tinggi dan rendah yang persis vokal sang ibunda. Yang mengherankan, mereka saling memahami kendati dilahirkan dari 2 rahim yang beda bahasa.

Haruskah bayi diajak ngobrol?
Ya. Kelihatannya menjanjikan. Ayah, ibu, atau saudara bicara papapipimamamimu. Bayi meniru. Sederhana sekali. Setiap bayi akan berupaya berbicara karena hal ini merupakan hasrat bawaan seperti keinginan untuk berjalan. Bayi yang lahir dari ortu bisu pun akan berupaya untuk bicara. Tidak serta-merta ikut bisu. Sebuah studi menunjukkan bahayanya jika sampai usia 3 tahun bayi tidak ada atau sedikit yang mengajak untuk berbicara. Tidak ada yang akan bisa dilakukan untuk menutup celah kebisuan ini.
Bayi yang dibesarkan dalam lingkungan gorila, seperti Tarzan, akan sulit bicara seperti manusia normal jika dia dewasa kelak. Sehingga sangatlah penting jika orang tua, utamanya ibu, yang mengomentari ini itu ketika sedang sibuk dengan bayinya. Misalnya “kini kita akan mengenakan kaus kakimu, sayang” saat sedang menyelimuti kaki mungil dengan kaus kaki. Atau menyanyikan lagu anak-anak seperti “naik-naik ke puncak gunung” saat sedang menggendong bayi menuju vila tempat peristirahatan. Pokoknya ajak bayi Anda senantiasa berkomunikasi secara verbal ketika Anda sibuk dengan buah hati Anda. Namun kegiatan ini tidak perlu dilakukan 24 jam/hari. Cukup saat sedang bercengkerama dengan dia, misalnya pada waktu mengganti popok.

Mengapa bayi dari ortu yang lincah dan cekatan lebih cerdas?
Anak dari ortu yang doyan ngobrol biasanya lebih cerdas ketimbang anak dari ortu pendiam. Mengapa? Hasil penelitian dari Universitas Chicago menunjukkan, bahwa ortu lincah berbicara dengan disertai gerakan tangan dan mimik wajah. Bayi lebih cepat paham apa yang dimaksud oleh ucapan mamanya jika disertai dengan jurus pantomim. Upayakan selalu gerakan tubuh Anda untuk lebih menjelaskan maksud pembicaraan dengan bayi. Kerlingan mata, untaian senyum, dan lainnya perlu menyertai pembicaraan Anda dengan makhluk mungil yang lucu ini.

Mengapa bayi perempuan belajar lebh cepat ketimbang bayi laki-laki?
Ya, data statistik menunjukkan bahwa bayi perempuan sampai mencapai usia 2 tahun telah belajar dan menguasai rata-rata 120 kata. Bayi laki-laki cuma 90 kata. Sampai usia playgroup bayi perempuan menguasai lebih banyak perbendaharaan kata. Namun bayi laki-laki 3 kali lebih banyak menghabiskan waktu bermain dengan tumpukan kotak kayu. Mengapa koq bisa begitu, masih menjadi penelitian para ahli. Kemungkinan besar ada kaitannya dengan proses hormon, yang membuat otak bayi perempuan lebih cepat matang. Bayi laki-laki memerlukan kombinasi lebih kuat soal kesan akustik dan optik. Dari fakta ini terlihat, betapa wanita sangat cocok di bidang pekerjaan yang berkaitan dengan bahasa dan kata, misalnya penyiar radio atau televisi. Tapi juga tidak menutup kemungkinan bagi pria untuk bekerja di bidang linguistik.

Apakah bayi yang berbicara lebih dini itu lebih cerdas?
Bisa saja namun tidak mutlak. Beberapa riset menunjukkan, betapa bayi yang sudah bisa berbicara lebih dini memang lebih cepat mengutarakan sesuatu. Mereka mampu membuat sang ibu paham akan apa-apa yang ada di benak mereka. Para ilmuwan menyimpulkan, bahwa pengembangan bahasa dan kecerdasan tidak erat berhubungan satu sama lain. Buktinya ada pada bayi yang terkena sindrom William-Beuren. Bayi yang terbelakang secara genetika ini ternyata juga punya kemampuan untuk berbicara, walaupun tidak seperti bayi normal. Para periset berasumsi bahwa semakin dini bayi bisa berbicara, dia ini kian tinggi IQ-nya. Tapi asumsi ini tidak berlaku sebaliknya. Bayi yang baru bisa berbicara pada usia 2 tahun, dia ini juga mampu nantinya menjadi Einstein kecil.

Apakah pesawat tv bagi bayi merupakan guru bahasa yang baik?
Jawabannya singkat dan jelas: tidak. Jika kita sebagai orang dewasa bisa belajar bahasa Inggris dari video buatan Hollywood, tidak demikian dengan bayi. Suara yang keluar dari pesawat tv (termasuk radio) itu bagi bayi cukup menyiksa. Bayangkan, bayi harus menyaring suara mama dari bentakan dan dentuman film action yang sedang kita lihat. Buah hati kita tidak suka dar-der-dor tersebut. Ini berlaku sampai bayi berusia 3 tahun, termasuk acara tv untuk anak-anak. Perbendaharaan kata bayi hanya bertambah melalui kontak langsung. Dari ayah, saudara, kakek, nenek, dan terutama ibu. Adalah yang terbaik jika kita membacakan cerita anak-anak dari buku cerita, daripada membiarkan bayi menonton tv.

Mengapa di playgroup sering diadakan acara menyanyi?
Dari sononya setiap bayi senang musik. Bayi bahkan mampu mengenali melodi yang pernah ia dengar saat dalam kandungan. Bayi yang ketika dalam kandungan sering mendengar alunan musik seriosa (seperti karya Wolfgang Amadeus Mozart) dalam hidupnya kelak akan menjadi manusia damai yang gampang menguasai situasi kehidupan. Bayi yang saat dalam kandungan sering mendengar lagu-lagu keras macam hard-rock cenderung akan jadi manusia kasar yang gampang murka ketika dewasa kelak. Beberapa perguruan tinggi pernah meneliti latar belakang bajingan kambuhan, maling, dan bandit saat balita mereka dan kondisi keluarga pada waktu bayi masih dalam kandungan. Ternyata 98% dari mereka dilahirkan dalam keluarga broken-home dan lingkungan yang keras.

Apakah faktor saat masih bayi berpengaruh pada kehidupannya kelak?
Ya, sangat berpengaruh. Bahkan ketika bayi masih dalam kandungan pun sangat mempengaruhi sikap dan perilakunya seumur hidup. Bayi yang tidak diinginkan kelahirannya akan mengetahui hal tersebut. Lebih-lebih jika ibu yang mengandungnya sebagai penolak utama. Ini akan menjadi luka batin yang luar biasa dalam. Hasil riset beberapa universitas membuktikan, betapa semua terhukum mati mengalami waktu yang sangat berat saat dalam kandungan ibu. Masa kanak-kanak mereka sama saja. Lingkungan keras dan keluarga tidak harmonis adalah latar belakang para terdakwa yang divonis hukuman lebih dari 20 tahun penjara. Memang ada yang bertobat, tapi lebih banyak yang kambuh. Karena itu sangatlah penting bagi ibu untuk mengupayakan lingkungan yang tenang dan menghindari pikiran depresif pada saat kehamilan. Bayi mampu membaca perasaan Anda.

Menggendong Bayi Bisa Membuat Cerdas

sumber : Artikel diambil dari: republika.co.id, 28 Juli 2008
Untuk bayi yang sering digendong, sering timbul istilah”bau tangan”. Para
ibu muda yang baru memiliki bayi sering dinasihati jangan terlalu sering
digendong, nanti membuatnya manja. Sebenarnya, keinginan bayi untuk
digendong merupakan hal yang alami.

Selama sembilan bulan dalam kandungan ibunya, seorang bayi seolah berada
dalam ayunan. Sehingga ketika lahir, dia mencari kenyamanan yang sama dengan
digendong. Menurut Karen Sokal-Gutierrez, MD, staf pengajar School of Public
Health, University of California Berkeley mengatakan, bayi di bawah usia
tiga bulan memang terlihat sangat membutuhkan bantuan orang yang ada
disekitarnya.

Berbagai kajian ilmiah menunjukkan, ketika bayi-bayi menangis segera
digendong dan diperhatikan kebutuhannya, timbullah perasaan aman. Stres dan
kecemasannya berkurang dan akhirnya, bayi menangis lebih sedikit. “Jadi
menggendong bayi yang menangis itu bagus, tidak akan memanjakannya,”
ujarnya. Lebih lanjut, Gutierrez yang juga Ketua Komisi Early.

Childhood Adoption and Dependent Care pada American Academy of Pediatrics
itu menjelaskan, sebagian dokter ahli anak menyebut periode tiga bulan
pertama hidup bayi sebagai ‘trimester keempat kehamilan’. Bayi-bayi muda
akan merasa lebih nyaman di dalam lingkungan yang mirip rahim ibu, tempat di
mana mereka selalu didekap erat, selalu hangat dan diayun-ayun. Maka secara
alamiah mereka merasa aman dan nyaman jika digendong, dibedong dan ditimang.

Tapi, setelah usia tiga bulan, bayi-bayi ingin sedikit mandiri. Mereka masih
senang digendong, tapi kadang tertarik juga mengamati dan menjelajah
sekitar. Bayi usia empat bulan bisa ditelentangkan supaya menggerak-gerakkan
lengan dan menjangkau kakinya. Atau, ditengkurapkan supaya berlatih
mengangkat kepala dan dada.

Dia menekankan, setiap bayi dan orangtua berbeda. Ada bayi yang perlu
segudang perhatian, ada yang senang tidur melulu atau main sendiri. Ada
orangtua yang tak bosan-bosannya menggendong bayi, ada yang ingin bayinya
belajar mandiri dengan bermain dan tidur sendiri. Budaya yang berbeda punya
kebiasaan berbeda pula. Para orangtua perlu menetapkan apa yang cocok dan
paling memungkinkan untuk mereka dan bayinya.

Pam Leo, seorang parent educator di Gorham, Maine, Amerika Serikat
mengungkapkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi-bayi yang
digendong sepanjang waktu, dan terpenuhi semua ebutuhan-atas-sentuhannya
sepanjang tahun pertama tidak menjadi bayi yang lengket atau terlalu
tergantung pada orang. Sebaliknya bayi-bayi tersebut lebih jarang menangis,
tumbuh lebih bahagia, lebih cerdas, lebih mandiri, lebih penuh kasih dan
lebih ramah ketimbang bayi-bayi yang kebanyakan ditaruh di kursi, di buaian,
di tempat tidur atau di alat bantu lainnya yang tak memerlukan kontak dengan
manusia.

Menggendong bayi juga diyakini sebagai bagian vital dari rencana biologis
alam dalam menciptakan ikatan kasih sayang ibu-bayi, serta amat penting bagi
pengembangan kepercayaan, empati, belas kasih dan hati nurani. “Penelitian
menegaskan menggendong bayi manusia mengembangkan kecerdasan dan kapasitas
bayi dalam hal kepercayaan, kasih sayang, keintiman, cinta dan kebahagiaan,”
tuturnya. (rin)

Hari Pertama Bayi di Rumah

sumber :http://cyberwoman.cbn.net.id/cbprtl/cyberwoman/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=cyberwoman|0|0|8|1361

sumber : Mother And Baby
Hari pertama bayi di rumah sama pentingnya dengan saat membawanya pulang ke rumah. Terutama karena kondisi ibu yang masih cukup lemah dan lelah.

Untuk itu, pastikan bahwa pada hari pertama adanya bayi di rumah, Anda lebih banyak beristirahat dan bersantai saja. Jadi, batasi keinginan untuk menerima kunjungan kerabat dan teman. Meskipun mungkin Anda juga ingin bertemu dengan mereka, usahakan untuk menunda kedatangan mereka hingga seminggu atau dua minggu mendatang, karena setelah melahirkan, Anda perlu membangun rutinitas baru, seperti jam tidur, menyusui atau menenangkan bayi yang sedang menangis.

Sebagai ibu yang baru saja melahirkan, wajar jika pada minggu-minggu awal Anda merasa sangat lelah, sedih dan tertekan. Tubuh Anda sedang mengalami perubahan yang besar. Perubahan yang sama juga terjadi pada hormon yang terdapat di dalam tubuh Anda dan apa yang Anda rasakan. Beberapa di antaranya adalah:
• Merasa sedih atau tertekan.
• Tubuh seperti tidak bertenaga.
• Merasa bersalah atau tidak berdaya.
• Tidak terlalu bersemangat mengurus bayi, atau bahkan terlalu sibuk mengurus dan mengkhawatirkan bayi.
• Berat badan meningkat pesat dan makan secara berlebihan.
• Berat badan menurun dan tidak mau makan.
• Merasa takut akan menyakiti bayi atau diri sendiri.
• Sulit tidur.
• Terlalu banyak tidur.
Agar Anda tetap berada dalam kondisi yang prima, pastikan bahwa Anda dapat beristirahat yang cukup, tetap bersabar walau apa pun terjadi, dan memahami bahwa apa yang Anda rasakan merupakan hal yang normal. Yakin saja, dalam beberapa minggu mendatang, Anda akan merasa jauh lebih baik.

Dalam beberapa hari pertama Anda membawa bayi pulang ke rumah, seluruh anggota keluarga yang tinggal bersama dengan Anda juga perlu menyesuaikan diri dengan bayi yang baru datang ke tengah keluarga Anda. Jika di rumah ada anak kecil yang lain, mungkin saja dia akan merasa sedikit cemburu dengan adanya bayi, yang menjadi pusat perhatian baru dalam keluarga Anda.

Untuk itu, ajak dia membantu Anda mengurus adik bayi yang baru datang. Anda bisa saja memintanya untuk membantu mengambilkan barang, atau bahkan hanya sekadar duduk dan menemani adik bayi, sehingga Anda dapat beristirahat dengan tenang. R. Dewi. S

AGAR BAYI TIDUR LELAP

Adanya bayi di rumah memberikan pengaruh yang besar terhadap jam tidur Anda sendiri, sehingga Anda ingin agar bayi dapat tidur dengan lebih lelap.

Mungkin Anda merasa bingung karena ada ahli yang mengatakan bahwa Anda harus menenangkan bayi terlebih dahulu sebelum tidur, ada juga ahli yang mengatakan bahwa jika bayi menangis setelah diletakkan di tempat tidurnya, maka Anda harus mendiamkannya saja hingga tertidur. Tidak perlu bingung, sesuaikan saja dengan kebutuhan Anda dan bayi.

Sesuaikan dengan Kebutuhan

Sebelum Anda memutuskan, apa yang harus Anda lakukan terhadap bayi yang tidak mau segera tidur adalah tempat tidur bayi. Ada orangtua yang menyarankan agar bayi tidur dalam kamarnya sendiri, tapi ada juga orangtua yang menginginkan agar bayi tidur di dalam kamar orangtuanya saja.

Tidak ada yang salah atau benar dengan kedua pilihan tersebut. Jika bayi tidur di dalam kamarnya sendiri berarti Anda dapat beristirahat dengan lebih nyaman, tanpa terlalu banyak terganggu oleh bayi Anda. Di sisi lain, jika Anda memilih untuk menidurkan bayi di dalam kamar Anda, maka Anda akan dapat dengan lebih cepat bertindak jika bayi membutuhkan sesuatu.

Berapa Lama?

Mungkin Anda perlu lebih banyak beristirahat dibandingkan dengan bayi Anda, sedangkan bayi yang baru lahir kebanyakan masih belum bisa tidur terus sepanjang malam, hingga nanti saat ia berumur antara 4-5 bulan. Setelah Anda dapat memahami kapan saja bayi biasanya tidur, Anda pasti dapat dengan mudah menyesuaikan jam tidur Anda dengan jam tidurnya.

Rutinitas Tidur

Rutinitas sebelum tidur bukanlah hal yang wajib Anda terapkan, tapi bisa menjadi salah satu pilihan yang Anda coba untuk memperkenalkan waktu tidur kepada bayi.

1. Mulailah dengan Memandikan Bayi. Setelah itu Anda bisa bermain-main sejenak, membacakan cerita, menyusuinya dan baru kemudian masuk ke dalam kamar untuk tidur.
2. Letakkan Bayi ke Tempat Tidurnya. Pastikan agar lampu dalam kamar tidur bayi tidak terlalu terang agar bayi dapat lebih mudah tertidur. Jika perlu, nyanyikan lagu untuk menenangkannya hingga bayi tertidur lelap.
3. Dari Hari ke Hari, usahakan untuk melakukan semuanya dengan tahapan yang sama, dengan orang-orang yang sama, sehingga terbentuk pola tertentu yang dapat dikenali oleh bayi sebagai rutinitas sebelum tidur. R. Dewi. S

TENANGKAN BAYI DENGAN LAGU

Lagu pengantar tidur sudah dikenal sejak lama dan dapat dimanfaatkan untuk mengantarkan dan menenangkan bayi sebelum tidur.

Apa pun lagu dan jenis musik yang Anda perdengarkan kepada bayi, pada dasarnya pada saat itu Anda sedang menggunakan kekuatan musik dan suara Anda untuk menenangkan dan berkomunikasi dengan bayi. Ada jenis suara-suara tertentu yang terbukti dapat menenangkan bayi, yaitu suara alam dan musik.

Memperdengarkan musik kepada bayi bukanlah hal yang sulit. Anda bahkan sudah bisa memulainya pada hari pertama kedatangannya di rumah. Anda tidak harus memperkenalkan lagu yang rumit atau jenis lagu tertentu kepada bayi. Anda bisa saja memperdengarkan lagu kesayangan Anda kepadanya, tanpa mengurangi manfaat musik terhadap bayi Anda. Beberapa di antaranya:
• Membantu bayi untuk mulai mengenali jenis-jenis musik dan suara.
• Memancing keingintahuan dan minat terhadap musik.
• Musik dapat berpengaruh terhadap perkembangan sikap dan keterampilan kognitif bayi.
• Mengatasi ketegangan yang dirasakan oleh seluruh anggota keluarga.

Sumber: Tabloid Wanita Indonesia

BAYI TAK BUTUH KEHANGATAN BERLEBIHAN

sumber : milis balita-anda

oleh dr. H. M. Hadat, Sp.A

Niat mulia tak selamanya berbuah positif. Memberi
kehangatan yang berlebihan pada bayi, mis., bisa jadi
bumerang. Selama ini orang tua begitu takut bayinya
kedinginan, sehingga merasa perlu mempersenjatai
putra-putri tersayang dengan baju hangat, selimut,
topi, sarung tangan, sampai kaus kaki tebal. Bahkan
ada orang tua yang sampai menutup rapat-rapat pintu,
jendela, lubang angin, melarang pemakaian kipas angin,
mematikan AC hanya agar bayinya selamat dari bahaya
‘masuk angin’.

Tak ketinggalan, kebiasaan membaluri minyak telon atau
minyak kayu putih di tubuh bayi. Padahal di samping
bikin kepanasan, minyak-minyak itu juga bisa mengubah
kulit bayi menjadi kehitaman dan hangus. Pendek kata,
banyak orang tua tak sadar, kepungan ‘sarana dan
prasarana penghangat’ justru menjadi penyebab bayi
menangis lantaran kegerahan.

Gerah membuat bayi banyak mengeluarkan keringat,
sehingga kehilangan banyak air dengan garam-garamnya.
Alhasil, dia jadi gampang haus, badan lemah sehingga
mudah terkena batuk-pilek. Jadi banyak orang tua
selama ini memperlakukan bayinya secara salah alias
salah kaprah. Begitulah kira-kira. Mengapa? Karena
bayi punya jaringan asam cokelat!

Begini penjelasannya:
Setiap manusia butuh energi untuk melakukan beragam
aktivitas. Energi itu datang dari hasil pembakaran
gula, lemak, maupun protein. Kelebihan gula dalam
darah, mis., diubah oleh hormon insulin menjadi
glikogen, sehingga kadar gula darah tetap dalam
batas-batas normal. Glikogen ini menjadi cadangan
energi yang terutama disimpan di dalam otot, jantung,
dan hati. Cadangan energi glikogen hanya cukup untuk
memenuhi kebutuhan energi tubuh selama 24 jam. Hal
ini berbeda dengan cadangan energi dari lemak yang
dapat memenuhi kebutuhan energi tubuh selama beberapa
pekan. Karena tidak larut dalam air, pembakaran lemak
jadi lebih stabil dan lebih dapat diandalkan ketimbang
pembakaran gula yang larut dalam air. Itu sebabnya,
jika ada beban pekerjaan nan berat, jantung dan otot
lebih banyak memakai energi dari lemak.

Selanjutnya, kelebihan lemak dalam darah akan disimpan
di jaringan lemak. Jaringan lemak sendiri ada 2
macam. Pertama, jaringan lemak putih yang menyimpan
lemak dalam selnya, dan tersebar di seluruh tubuh,
terutama rongga perut dan jaringan di bawah kulit.
Kedua, jaringan lemak cokelat, terutama terdapat pada
bayi yang lahir cukup bulannya dan terbatas ada di
jaringan bawah kulit leher dan punggung.

Jaringan lemak cokelat ini makin berkurang dan
menyusut pada anak yang lebih besar dan hanya
tertinggal sedikit pada orang dewasa. Dia bisa
membuang kelebihan energi, mis., akibat makan
berlebihan, dengan membakarnya menjadi panas.
Keistimewaan lain, selnya dapat menyimpan sampai 40%
lemak bayi. Kenaikan suhu tubuh oleh jaringan ini
bisa mencapai tiga kali lipat ketimbang kenaikan suhu
yang disebabkan aktivitas olahraga.

Jelas sudah, dengan bekal jaringan lemak cokelatnya,
bayi tidak mudah kedinginan. Sebaliknya, mudah
kepanasan. Dibandingkan dengan orang dewasa muda,
daya tahan bayi terhadap udara dingin lebih tinggi
sekitar 50 der.C. Jadi, jika orang dewasa sudah
menggigil pada suhu 20 der.C, bayi tidak merasakan hal
yang sama. Buat bayi suhu 20 der.C setara dengan 25
der.C. Sebaliknya, suhu 25 der.C yang cukup dingin
buat orang dewasa bisa bikin bayi kegerahan. Sebab,
25 der.C nya orang dewasa sama dengan 30 der.C nya
bayi.

Itu sebabnya, meski berada di ruang ber-AC, bayi belum
tentu kedinginan. Juga tak perlu dipanasi dengan
minyak telon atau minyak kayu putih. Susu pun tidak
perlu selalu dicampur dengan air hangat. Bayi berumur
beberapa bulan bahkan lebih suka susunya didinginkan
di lemari es. Kalau boleh memilih, bayi pasti lebih
suka mandi dengan air dingin, apalagi kalau udara
sedang panas. Kesimpulannya, jangan membandingkan
kondisi bayi dengan kita, orang dewasa!

Gumoh Ganggu Pertumbuhan si Kecil

SUMBER :http://portal.cbn.net.id/cbprtl/cyberwoman/detail.aspx?x=MotherAndBaby&y=cyberwoman|0|0|8|1180

Gumoh paling sering ditemukan pada bayi. Gumoh yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang akan mengganggu pertumbuhan bayi.

Sekitar 70 persen bayi berumur di bawah 4 bulan mengalami gumoh minimal 1 kali setiap
harinya, dan kejadian tersebut menurun sesuai dengan bertambahnya usia hingga 8-10 persen pada umur 9-12 bulan dan 5 persen pada umur 18 bulan.

“Gumoh pada bayi bisa dianggap normal selama tidak mengganggu pertumbuhan,” kata Dr. Ferry, Sp.A. Gumoh atau regurgitasi terjadi karena beberapa sebab. Pertama, klep penutup lambung belum sempurna. Dari mulut, makanan atau susu masuk ke saluran pencernaan atas/kerongkongan (esofagus), kemudian masuk ke lambung.

Di antara esofagus dan lambung terdapat klep penutup lambung. Pada bayi, klep ini biasanya belum sempurna, sehingga kalau minum ada sebagian susu yang kembali ke atas dan keluar dalam bentuk gumoh. Kalau keluar dalam bentuk gumoh, tidak apa-apa. Yang berbahaya adalah jika ditahan dan masuk ke paru, karena sudah mengandung asam lambung, sehingga bisa menimbulkan infeksi.

Dari lambung ke usus juga terdapat klep. Pada beberapa anak, biasanya klep terlalu pekat atau kental, sehingga susah terbuka. Ini akan kelihatan pada saat anak makan makanan padat, lalu muntah. Ini karena makanan yang padat tadi tidak bisa lewat.

Namun, seiring bertambahnya usia, muntah pada anak karena klep yang belum sempurna ini biasanya akan hilang. Meski begitu, anak harus tetap dilatih agar klep-nya gampang terbuka. Caranya dengan memberikan makanan sedikit demi sedikit.

Penyebab kedua gumoh adalah karena bayi suka menggeliat. Sehabis minum, biasanya si kecil akan langsung ditaruh di tempat tidur kemudian menggeliat. Ini akan membuat tekanan di dalam perutnya tinggi, sehingga keluar dalam bentuk muntah atau gumoh.

Peristiwa ini juga masih normal, sepanjang jumlah cairan yang masuk dan keluar seimbang. Muntah atau gumoh sekali atau dua kali sehari masih wajar, sampai anak berusia sekitar setahun. Tetapi kalau setiap kali makan ia muntah, berarti memang ada kelainan.

Buat Bersendawa

Untuk mengurangi gumoh, biasanya bayi dibuat bersendawa. Caranya, bayi digendong dalam posisi berdiri, kemudian tepuk-tepuk bagian punggung atasnya. Sebaiknya jangan langsung memberi minum banyak-banyak. Minum sedikit-sedikit, disendawakan, lalu minum lagi. Jadi, udara tak sampai paling bawah.

Cara lain yang perlu diupayakan bila mendapatkan bayi gumoh adalah menghilangkan gejala klinis yang dapat memberikan efek negatif, baik terhadap kesehatan maupun kualitas hidup bayi. Berbagai upaya dapat diberikan kepada orangtua dan bayi untuk mencegah keadaan yang berlanjut. Menghilangkan kecemasan orangtua merupakan langkah awal yang penting. Orangtua harus diyakinkan bahwa gumoh yang terjadi pada bayi merupakan hal yang normal.

Yang Harus Dilakukan

- Jangan mengangkat anak saat gumoh atau muntah. Seringkali karena takut atau khawatir, para ibu kemudian mengangkat anak dari posisi tidurnya dengan maksud menghentikan gumoh atau muntah-muntah. Ini malah berbahaya, karena muntah atau gumoh bisa turun lagi, masuk ke paru dan akhirnya malah mengganggu paru. Bisa radang paru. Sebaiknya, miringkan atau tengkurapkan anak. Biarkan saja ia muntah sampai tuntas jangan ditahan.

- Tak perlu cemas jika anak muntah lewat hidung. Lebih baik keluar dari hidung daripada dihirup masuk ke paru yang mengakibatkan infeksi.

- Beri minum sedikit demi sedikit, tapi sering. Selalu usahakan cairan yang masuk lebih banyak dibandingkan cairan yang keluar supaya tidak terjadi dehidrasi.

- Selama muntahnya biasa, tidak menyemprot, tak usah khawatir. Baru jika anak tetap muntah dan muntahnya menyemprot, jumlah cairan yang dimuntahkan lebih banyak daripada yang masuk, segera konsultasi ke dokter.

- Hati-hati memberi obat antimuntah tanpa pengawasan dokter karena ada efek sampingnya.

- Untuk mengurangi gumoh, biasanya bayi dibuat bersendawa. Caranya, bayi digendong dalam posisi berdiri, kemudian tepuk-tepuk bagian punggung atasnya.

Sumber: Tabloid Ibu Anak

Perlengkapan Bayi Yang Tak Harus Dibeli

sumber : http://www.motherandbaby.co.id/index.php?mod=vcontent&tokenid=0f28b5d49b3020afeecd95b4009adf4c

Mempersiapkan perlengkapan bayi memang merupakan kegiatan yang menyenangkan. Hati-hati, jangan sampai over budget. Ketahuilah dulu yang mana yang sebenarnya tidak harus dimiliki.

Moses Basket
Moses basket adalah boks kecil untuk bayi yang hanya bisa digunakan hingga bayi berusia kira-kira tiga bulan. Barang ini tidak terlalu dibutuhkan karena masa penggunaannya hanya sebentar (kurang lebih tiga bulan). Sebagai penggantinya Anda bisa menggunakan boks besar yang diletakkan satu ruangan dengan Anda, atau alternatif lain adalah dengan meletakkan si kecil di stroller dan dekatkan posisinya ke tempat tidur Anda.

Jaring Mandi
Jaring mandi ini berfungsi agar bayi tidak tergelincir saat dimandikan. Barang ini tidak terlalu penting karena yang harus diutamakan adalah teknik memandikannya. Untuk mencegah bayi tergelincir saat mandi, pegangi bayi seperti pada posisi menyusu. Gunakan tangan kiri Anda untuk menyangga tubuhnya, kemudian kaitkan jari tangan kiri Anda di pangkal lengan kiri bayi. Posisi jari inilah yang ‘mengunci’ bayi supaya tidak merosot.

Keranjang Bayi
Keranjang bayi adalah untuk membawa bayi newborn dengan cara ditenteng. Barang ini tidak terlalu penting jika Anda berniat memperkerjakan baby sitter. Fungsi keranjang bayi dapat digantikan oleh pengasuh atau baby sitter.

Sterilizer dan Pemanas Botol.
Sterilizer digunakan untuk mensteril botol susu dan peralatan makan yang digunakan bayi. Sedangkan pemanas botol berfungsi untuk menghangatkan susu yang akan diminum. Barang ini tidak harus dibeli karena mensteril botol susu, piring dan sendok makan si kecil dapat dilakukan dengan cara lain. Begitu juga dengan memanaskan susu. Fungsi sterilizer dapat diganti dengan cara merebus atau menyeduh peralatan makannya dengan air mendidih. Sedangkan memanaskan susu bisa dengan cara merendam botol yang berisi susu ke dalam gelas atau cangkir yang berisi air panas.

Baby Monitor
Baby monitor digunakan untuk alasan keamanan si kecil. Barang ini tidak harus dibeli jika Anda berniat menjadi ibu rumah tangga yang selalu siaga menjaga si kecil. Fungsi Baby Monitor bisa diganti dengan walkie talkie yang prinsip kerjanya serupa.

Baby Walker
Dahulu baby walker digunakan sebagai sarana bagi si kecil untuk belajar berjalan. Saat ini pun masih ada orang tua yang membelikan baby walker untuk anaknya. Barang ini tidak harus dibeli karena sudah tidak dianjurkan oleh dokter. Fungsi baby walker dapat diganti dengan sarana belajar berjalan lain yang mempunyai manfaat yang sama dengan baby walker.