Posts filed under 'NEW BORN'

Bayi Zaman Sekarang Besar-besar?

SUMBER : cyberjob.cbn.net.id
Mother And Baby

Bayi-bayi zaman sekarang, katanya, berat lahirnya lebih besar dibanding bayi-bayi generasi dulu. Benarkah demikian?

Di Jepang, negerinya Oshin, telah terjadi ‘evolusi’ tinggi badan. Dulu orang Jepang pendek-pendek, lebih pendek dari bangsa-bangsa yang dijajahnya. Sampai-sampai ada yang menjuluki mereka ‘ayam kate’. Tapi sekarang, wow, tingginya sudah melebihi orang Indonesia.

Namun di Indonesia pun konon terjadi evolusi tinggi badan. Banyak orang (awam) yang mengatakan, bayi-bayi Indonesia belakangan ini berat badan lahir (BBL)-nya lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Dulu bayi yang lahir dengan bobot 3 kilogram sudah disebut besar, tapi kini dianggap biasa saja karena banyak bayi yang lahir dengan berat 3,5 kg hingga mendekati atau mencapai 4 kilogram.

Faktor yang Mempengaruh BBL

Para pakar neonatal sepakat, penilaian atas berat badan bayi waktu lahir mempunyai empat acuan. Pertama makrosomia, yaitu BBL lebih dari 4 kg. Kedua BBL normal, berkisar 2,5-4 kg. Ketiga BBLR (berat badan lahir rendah) yang berkisar 1,5-2,5 kg. Terakhir BBLSR (berat badan lahir sangat rendah) yang hanya sekitar 1,5 kg ke bawah.
“Kalau BBL bayi antara 3-4 kg, itu masih dianggap normal dan tidak ada masalah. Yang bermasalah adalah bayi yang mengalami BBLR,” papar Dr. H. Effek Alamsyah, Sp.A., M.P.H. Lebih lanjut, dokter anak yang juga instruktur Program Resusitasi Neonatal Perinasia dan Ketua Perinasia Cabang DKI Jaya ini mengatakan bahwa BBL tergantung dari berbagai faktor, antara lain:

1. Masa kehamilan

BBL dipengaruhi masa kehamilan atau gestasi, yaitu hitungan berapa minggu janin berada di dalam kandungan dihitung dari tanggal menstruasi terakhir. Masa kehamilan dibedakan atas: preterm (sampai dengan 37 minggu), aterm (37-42 minggu), dan postterm (lebih dari 42 minggu).

BBL sendiri terbagi dalam tiga jenis menurut masa kehamilannya, yaitu Sesuai Masa Kehamilan (SMK), Kecil Masa Kehamilan (KMK), dan Besar Masa Kehamilan (BMK). Untuk menetapkan jenis BBL bayi menurut masa kehamilannya, BBL bayi akan disesuaikan dengan tabel pertumbuhan berat bayi berdasarkan masa kehamilan. Misalnya, pada masa kehamilan 38 minggu BB seharusnya sudah 3.000 gr. Tetapi saat lahir BB hanya 2.400 gr. Maka bayi termasuk jenis ‘aterm KMK’. Contoh lain, pada masa kehamilan 36 minggu, BB seharusnya sekitar 2.400 gr. Saat lahir BB tetap 2.400 gr. Maka bayi disebut ‘preterm SMK’. Biasanya, preterm SMK lebih berisiko daripada preterm KMK.

2. Faktor ibu hamil

Bila saat hamil ibu mengidap penyakit seperti diabetes, hipertensi, anemia, malnutrisi, infeksi virus, bakteria, TORCH, atau menjalani gaya hidup yang kurang baik seperti merokok dan minum obat-obatan, maka BBL bayinya akan sangat terpengaruh. “Persalinan pada usia muda juga merupakan salah satu faktor yang memungkinkan bayi mengalami BBLR,” jelas Dr. Effek, yang juga kepala Sekolah Menengah Farmasi (SMF) dan Kepala Unit Perinatologi Nicu-Picu, RS Islam Jakarta.

3. Faktor sosial-ekonomi

Sosial-ekonomi merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan janin, karena biasanya berhubungan dengan pemberian nutrisi dan kualitas lingkungan yang didapat ibu selama hamil. Padahal, keduanya sangat mempengaruhi kesehatan janin.

4. Faktor janin

Bayi kembar, pertumbuhan janin terhambat, bayi besar, gawat janin, posisi janin dalam rahim, dll. juga ikut mempengaruhi BBL.

5. Faktor persalinan

Demam atau infeksi saat persalinan (infeksi intrapartum), kelahiran prematur, persalinan terlalu dini, cairan amnion (ketuban) yang sudah keruh kental, tali pusat menumbung (menyembul keluar) atau perdarahan sebelum persalinan (perdarahan antepartum), juga mempengaruhi BBL.

Fenomena Bayi Besar?

Benarkah saat ini ada kecenderungan bayi-bayi lahir besar — memiliki BBL di atas 2,5 kg? Menurut Effek, hal ini bisa saja terjadi pada sebagian masyarakat yang mempunyai taraf sosial-ekonomi serta kesehatan yang baik. “Kalau memang ibu mendapatkan nutrisi dan lingkungan yang baik selama hamil, tak mempunyai penyakit atau terinfeksi penyakit, serta selalu memeriksakan kehamilannya, bisa saja BBL bayinya besar,” ujar kepala Bidang Pelayanan Medik dan Penunjang Medik RS Islam Jakarta ini.

Hanya saja, Effek tak sependapat jika saat ini dikatakan ada fenomena bayi-bayi dengan BBL tinggi. Sebab berdasarkan pengamatannya, saat ini Indonesia mengalami krisis berkepanjangan. Akibatnya, banyak ibu hamil yang tak bisa memberikan nutrisi dan lingkungan yang baik pada janinnya. “Jadi sebenarnya justru bayi yang punya BBL tinggi itu jumlahnya lebih sedikit dibanding yang mengalami BBLR.” Bahkan ia memperkirakan jumlah bayi dengan BBLR akan semakin bertambah, seiring dengan mortilitas (angka kesakitan) dan mortalitas (angka kematian) bayi yang masih cukup tinggi, yaitu berkisar 45-50 per 1.000 kelahiran hidup….

Makrosomia, Si Bayi Raksasa

Pernah dengar bayi dengan BBL lebih dari 4 kg? Dalam istilah kedokteran, bayi seperti ini disebut bayi makrosomia. Menurut Dr. H. Effek Alamsyah, Sp.A., M.P.H., bayi makrosomia bisa disebabkan empat faktor: (1) Faktor kondisional, yaitu yang tak diketahui penyebabnya. Misalnya, orangtuanya memang besar atau karena memang lingkungannya (faktor gizi) yang memungkinkan bayi mempunyai BBL besar; (2) Ibu hamil menderita diabetes mellitus; (3) Ibu yang mengalami kelebihan berat badan (obesitas); (4) Ibu yang mengalami kehamilan lebih bulan.

Bayi makrosomia karena faktor genetik, yaitu karena orangtuanya besar, mungkin tak banyak mengalami masalah. Yang bermasalah adalah bayi BBL besar akibat ibu mengalami diabetes, yaitu akan mengalami banyak komplikasi serius. Di samping itu, bayi makrosomia juga kerap meningkatkan angka kelahiran dengan bantuan operasi Cesar. Dan operasi Cesar akan menambah komplikasi pada bayi.

Bagaimana bila dipaksakan persalinan normal? Ternyata banyak juga kelemahannya. Sebab selain ibu akan mengalami kelelahan sebelum persalinan, bayi pun dapat mengalami trauma persalinan seperti distosia bahu (bahu terkilir), patah tulang selangka, kelumpuhan tungkai atas (yang disebabkan lumpuhnya saraf fleksus brachialis atau brachial palsy, serta terganggunya pernapasan akibat kelumpuhan saraf diagram (phrenic palsy). b Rahmi

Sumber: Tabloid Ibu Anak

Add comment September 7, 2009

Bila Ayah Meredakan Tangisan Bayi

sumber : http://health.detik.com/read/2009/09/04/163057/1196916/764/bila-ayah-meredakan-tangisan-bayi

*Vera Farah Bararah* – detikHealth

*Jakarta,* Ibu yang menenangkan bayi sedang menangis adalah wajar karena
hampir semua bayi dekat dengan ibunya. Tapi terkadang sang ayah justru
lebih jago dalam hal menenangkan bayi yang menangis. Apa rahasianya?

Biasanya para ayah memiliki tips dan trik khusus dalam hal mengatasi
bayi yang menangis. Jadi meski sibuk di urusan kantor, ayah juga
sebenarnya mampu mendiamkan tangisan anak. Tapi masalahnya banyak ayah
yang tidak mau terlibat dengan masalah bayi menangis.

Sementara si bayi kadang takjub melihat cara ayah mendiamkan
tangisannya. Ayah kadang lebih atraktif dari gayanya menggendong,
mengangkat-angkat, mimik wajah hingga suaranya yang membuat si bayi
sangat terkesan. Berikut adalah beberapa cara yang digunakan ayah untuk
mengatasi tangisan sang bayi, seperti dikutip dari /Babycenter/, Jumat
(4/9/2009):

1. Merasakan apa yang bayi rasakan. Seorang ayah biasanya tahu atau
bisa menemukan darimana sumber sakit sang bayi. Mungkin hal ini
terdengar tidak masuk akal, tapi kadang akal sehat ditinggalkan
untuk mengatasi sesuatu.
2. Menggendong dan mengayun-ayunkan. Bayi sangat suka sekali dengan
gerakan-gerakan dan seorang ayah paling jago dalam hal membuat
mengayun-ayunkan. Pada saat tersebut bayi akan merasa tenang dan
tahu bahwa ada sang ayah yang akan melindunginya.
3. Menghindari meletakkan di tempat tidur. Caranya dengan meletakkan
bayi di bahu dan melingkarkan tangan mungilnya di leher sang ayah.
Kemudian ayah akan bergerak perlahan-lahan ke depan, belakang dan
kadang berputar-putar pelan. Saat seperti itu bayi akan merasa
seperti terbang, namun tidak akan merasa takut karena ada sang
ayah yang menggenggam dengan bayi dengan aman.
4. Mengeluarkan suara dan membuat wajah lucu. Ayah pandai sekali
mengubah-ubah mimik wajahnya sambil mengeluarkan suara yang lucu,
sehingga akan mengubah tangisan bayi menjadi suara cekikikan yang
menggemaskan. Trik ini bisa dengan cara meletakkan sesuatu di atas
kepala dan menjatuhkannya sambil berkata, “Oh tidak, mereka jatuh
lagi,” dengan mimik wajah yang lucu.
5. Menggendong dan bernyanyi. Cara ini mungkin lebih mudah
dibandingkan dengan cara lainnya. Ayah bisa menggendong sang bayi
sambil menyanyikan lagu-lagu yang menenangkan seperti nina bobo
atau lagu anak-anak lainnya.
6. Meletakkan bayi di tubuh sang ayah. Taruh sang bayi di atas tubuh
ayahnya, maka bayi akan merasa tenang dan damai. Bayi akan
merasakan detak jantung, merasakan hembusan napas sang ayah dan
bisa sesekali digoyang-goyangkan. Cara ini juga efektif untuk
menidurkan bayi.

Untuk itu jangan anggap remeh peran seorang ayah, karena dalam hal
tertentu ayah mungkin bisa melakukan sesuatu lebih baik dari siapapun.
Dan ayah pastinya memiliki cara tersendiri untuk menenangkan tangisan
sang anak.

1 comment September 7, 2009

Di Balik Genggaman Tangan Mungil

sumber : cyberjob.cbn.net.id

sumber : Mother And Baby Mon

Bayi muda memiliki gerakan refleks. Di antaranya refleks menggenggam. Apa sih fungsi sebenarnya?

Bayi-bayi baru lahir memiliki sejumlah reflek. Salah satunya refleks
menggenggam. Jangan sepelekan reflek ini, karena fefleks menggenggam bayi kuat dan bisa diandalkan. Kalau tak percaya, coba masukkan jari Anda ke telapak tangannya. Secara otomatis bayi akan menggenggam jari Anda kuat-kuat. Saking kuatnya, genggaman itu bahkan mampu mengangkat tubuh bayi bila Anda mencoba mengangkat tubuh bayi.

Dengan refleks menggenggam ini pula kita bisa mengajak bayi bermain. Misal, sentuhkan beberapa jenis benda berpermukaan lembut ke tangannya; boneka, kain flanel, pipi ibu, lonceng kecil. Benda-benda tersebut akan merangsang indra perabanya. Walau masih belum memiliki nilai edukatif tinggi, kegiatan memegang benda-benda mampu menghibur si kecil maupun Anda sendiri.

Bukan cuma jari tangan bayi yang punya refleks menggenggam. Jari kaki juga. Coba Anda sentuh jari-jari kaki bayi. Secara otomatis jari-jari mungil itu akan membengkok ke arah jari Anda. Refleks menggenggam akan menghilang seiring bertambahnya usia bayi, kira-kira usia 2-3 bulan.

Fungsi Mempertahankan Hidup

Gerakan menggenggam sesungguhnya sudah ada pada bayi sejak dia lahir, bahkan sejak di dalam rahim. Coba lihat foto=foto janin di dalam rahim ibu, sebagian besar posisi tangannya sedang mengenggam bukan? Hingga lahir pun bayi cenderung terus menggenggam atau mengepalkan tangannya sampai usianya dua bulan. Setelah dua bulan barulah genggaman tersebut membuka, seiring makin aktifnya bayi ereksplorasi, membuat berbagai gerakan menggunakan jari tangan.

Gerakan menggenggam ternyata mempunyai berbagai fungsi penting. Salah satunya sebagai cara bayi beradaptasi dengan lingkungan. Pada bulan pertama kelahirannya umumnya bayi merasa kedinginan lantaran suhu di dunia luar tidak sehangat di rahim ibu. Karena itulah bayi menggenggamkan tangannya, sebagai mekanisme perlindungan diri dari suhu lebih dingin.

Menggenggamkan tangan bahkan juga berguna untuk mempertahankan hidup. Tapi untuk fungsi mempertahankan hidup ini, gerakan menggenggam juga berkoordinasi dengan reflek lainnya. Bagi ahli medis, kemampuan bayi melakukan refleks menggenggam juga menjadi salah satu kriteria dalam menentukan tingkat kesehatan bayi saat lahir.

Sama seperti refleks lainnya yang dimiliki bayi, reflek menggenggam juga harus dirangsang guna melatih kemampuan motorik halus si kecil. Selain memberikan berbagai mainan yang bisa melatih genggaman tangannya, kita juga bisa bermain “buka-tutup”. Sentuhkan jari kita pada tangan bayi, saat tangannya akan menggenggam, tarik tangan kita. Ini untuk melatih allert atau kewaspadaan bayi. Hastari/Berbagai sumber

Menjaga Kebersihan Genggaman

Hampir sebagian besar posisi tangan bayi baru lahir adalah genggenggam. Karena menggenggam terus, ada kemungkinan kotoran menumpuk di situ. Jangan sampai genggaman tangan terlewat dibersihkan, lho. Kita bisa membuat bayi sukarela membuka genggamannya dengan jalan menekan telapak tangan dengan lembut. Bersihkan telapan tangan dengan waslap yang telah dibasahi air hangat. Angkat daki yang kerap menempel di situ. Ayah-ibu juga dianjurkan tidak selalu membungkus genggamna tangan bayi dengan sarung tangan. Apalagi kalau kita tinggal di iklim tropik. Tangan yang berkeringat dalam sarung tangan, sangat tidak nyaman bagi bayi.

Jangan pula kita lalaikan perawatan tangan standar bagi Si Kecil seperti memotong kuku jarinya. Apalagi pada saat gerakan bayi mulai aktif, dimana dia sering memasukan jari ke mulut, atau meraba wajahnya sendiri. (Rahmi)

Sumber: Tabloid Ibu Anak

Add comment September 5, 2009

Arti Tangisan Bayi 0 -3 Bulan

Sumber : http://mommygadget.com

Pada umumnya, para ibu mengartikan tangis bayi sebagai tanda lapar. Ingatlah, menangis tak selalu berarti lapar. Arti tangis berbeda-beda, masing-masing merupakan tanda komunikasi yang jelas sebagai ungkapan pesan kepada Anda tentang apa yang ia butuhkan. Gerakan tubuh yang menyertai tangis dapat membantu Anda lebih memahaminya. Makin keras dan makin lama tangis, makin kuat kebutuhannya.
“Saya lapar” Tangis lapar biasanya berpola. Ia menangis, lalu stop untuk bernafas, menangis lagi, lalu stop untuk bernafas. Biasanya diselingi gerakan mengisap. Jika sangat lapar, tangisnya lebih keras dan terus-menerus.
Jika ia masih menangis saat disusui ASI, coba lihat hidungnya. Ada kemungkinan bibir atasnya menutupi hidung dan ia sulit bernafas, sehingga menangis.
“Saya bosan” Tangis bosan biasanya pendek, diikuti keheningan, lalu tangis pendek lagi. Tangisnya akan berlanjut jika Anda tak segera mendekatinya dan mengajaknya bermain.
“Saya lelah” Tangis lelah berupa rengekan. Ia mungkin akan menggosok-gosok wajahnya dan memutar kepalanya dari satu sisi ke sisi lain. Sebuah usapan atau gerakan berirama cukup menenangkan ia dan bisa membuatnya tidur.
“Saya kesepian” Beberapa bayi butuh perhatian lebih dibanding bayi lainnya dan mulai merasa kesepian ketika ia ditinggalkan sendiri untuk waktu lama. Tangis kesepian berupa rengekan setiap menit dan kadang diikuti airmata. Emongan yang lama membuatnya senang.
“Saya tak nyaman” Biasanya suara tangis melengking dan jelas, nafas agak tersendat, tapi lalu nafasnya menjadi cepat diikuti tangis lain. Mungkin lengannya terjepit, pantatnya kotor, tertusuk peniti, atau mungkin ia kedinginan/kepanasan.
“Saya kolik”
Bayi sering menangis karena kolik atau kejang/kram usus. Hingga kini belum diketahui penyebab kolik. Ada dugaan, sistem pencernaan bayi belum sempurna sehingga timbul gangguan pencernaan. Kolik dialami pada 3 bulan pertama kehidupan dan biasanya terjadi sore hari menjelang malam.
Tangis kolik sangat keras disertai jeritan dan episodik: suatu saat timbul, suatu saat hilang, tapi hanya satu atau dua menit, lalu menangis lagi. Biasanya diikuti gerakan tangan ke arah perut, badan mengencang, dan kadang disertai buang angin. Menggosok perutnya dengan minyak telon dapat membantu menenangkannya.
“Saya sakit” Rasa sakit diungkapkan dengan tangis melengking, keras, diselingi rintihan serta rengekan. Tangis bayi yang perutnya mulas, lebih melengking dan lebih ribut. Hubungi dokter anak Anda jika ia menunjukkan gejala-gejala sakit tertentu.
Sumber: Julie Erikania

Add comment Agustus 11, 2009

Ibu Depresi Penyebab Gangguan Tidur Bayi

sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2009/05/05/brk,20090505-174668,id.html

TEMPO Interaktif, New York: Gangguan tidur lebih mungkin terjadi pada bayi yang lahir dari para ibu yang mengalami depresi dibandingkan ibu yang tidak mengalami depresi, menurut laporan terbaru.

Apakah hal ini menyebabkan bayi itu mengalami risiko lebih besar mengalami depresi saat masa kanak-kanak masih perlu untuk diamati.

Temuan ini berasal dari studi 18 bayi normal yang diamati perilaku tidurnya dengan actigraphy, untuk memantau berapa banyak mereka berpindah, selama tujuh hari berturut-turut selama 24 bulan.

Selain itu, para ibu dari bayi-bayi itu membuat catatan harian akan periode tidur dan bangun mereka.

Sebelas dari bayi yang dilahirkan oleh ibu-ibu yang depresi, sementara tujuh lainnya tidak memiliki sejarah depresi, menurut Dr Roseanne Armitage, dari University of Michigan, dan koleganya mencatat di laporan mereka dalam jurnal medis Sleep.

Para peneliti menemukan bahwa bayi dari ibu yang tertekan memerlukan waktu lebih lama untuk tertidur daripada ibu yang tidak tertekan, (sekitar 80 menit dibandingkan 20 menit) dan lebih banyak terbangun dalam periode tidur malam (sekitar 4 versus 2). Berbagai perbedaan terus berlagsung selama periode penelitian 24-bulan.

“Walaupun terdapat banyak faktor-faktor lingkungan dan sosial yang dapat mempengaruhi bayi dan perilaku bayi, kajian ini adalah langkah pertama menuju karakterisasi pengaruh depresi ibu,” tulis peneliti.

Jika penelitian lanjutan menunjukkan bahwa bayi dengan gangguan tidur rawan atas depresi sendiri, tulis peneliti, maka penting untuk menentukan apakah masalah tidur dapat dimodifikasi.

Add comment Mei 8, 2009

BAHAYA BAYI KUNING

SUMBER : NAKITA

Jangan anggap remeh, ya, Bu-Pak. Segera konsultasikan ke dokter agar tak berakibat fatal. Sekitar 40-50 persen bayi lahir cukup bulan,jelas dr.Purnamawati S. Pujiarto, SpA(K), MMPaed., mengalami kuning. “Biasanya kuningnya itu disebut kuning fisiologis alias bukan karena kelainan atau penyakit melainkan fungsi organnya, yaitu hati, belum matang.” Yang seperti ini, lanjutnya, biasanya tak berbahaya karena akan cepat teratasi dengan berjalannya waktu.

Bayi kuning, ungkap spesialis anak dari Bagian Hepatologi Anak RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta ini, disebabkan meningkatnya kadar bilirubin dalam darah. Normalnya, secara berkala sel darah merahnya akan dipecah. Nah, kandungan “sampah” dari proses pemecahan itu disebut

bilirubin indirek. Semasa janin, bilirubin indirek ini akan dibuang oleh plasenta dan masuk ke

hati ibu untuk selanjutnya diproses di hati menjadi bilirubin direk dan dibuang tinja. Bilirubin indirek memang harus dibuang karena dalam kadar tinggi dapat bersifat sebagai racun.

Segera setelah lahir, bayi harus mengolah sendiri bilirubin indirek di hatinya. Tapi karena fungsi hatinya belum sempurna lantaran belum matang, “Proses penghancuran dan pembuangan bilirubin jadi lambat, hingga bilirubin indireknya tetap tinggi. Fungsi tersebut baru bisa

berlangsung normal bila organ hatinya sudah matang, yakni sekitar 3- 4 hari setelah lahir.” Saat itu hati sudah mampu mengubah bilirubin indirek menjadi bilirubin direk, sekaligus membuangnya. Makanya, bayi kuning fisiologis biasanya akan mulai terlihat di hari kedua

dan akan mencapai puncaknya pada hari ketiga sesudah lahir. “Mulanya kuning di sekitar wajah

lalu menjalar ke tubuh. Bayinya, sih, tetap terlihat aktif dan sehat. Menyusu dan tangisnya juga

kuat.” Melewati hari ketiga, kadar bilirubin pelan-pelan menurun dan umumnya di hari ke-7 bayi tak kuning lagi.

PATOKAN PENTING

Bayi kuning sebetulnya bisa dideteksi orang tua lewat warna mata bayi. Yang perlu dipahami, kuningnya karena fisiologis atau akibat penyakit. Untuk itu, ada sejumlah patokan yang patut dipelajari:

. Jika kuningnya timbul dalam 24 jam pertama setelah Jika dalam sehari kadar bilirubin meningkat secara pesat atau progresif.

. Jika bayi tampak tidak aktif, tak mau menyusu, cenderung lebih banyak tidur, disertai suhu tubuh yang mungkin meningkat atau malah turun.

. Jika bayi kuning lebih dari dua minggu.

. Jika air kencingnya berwarna tua seperti air teh.

Nah, bila itu yang terjadi, jangan buang waktu, segera bawa anak ke dokter agar tak berakibat fatal. Sebab, seperti dijelaskan Wati, “Kadar bilirubin indirek yang terlalu tinggi dapat merusak sel-sel otak hingga bayi mengalami kejang-kejang dan di kemudian hari bisa memunculkan kelainan neurologis.” Dalam keadaan sehat dan normal, otak memiliki pelindung hingga tak sembarang zat bisa menembusnya. Sementara pada bayi yang sakit berat, pelindung tadi ikut terganggu fungsinya. Akibatnya, zat-zat yang bersifat toksik atau racun, termasuk bilirubin indirek, bisa menembus dan masuk ke sel-sel otak. Dampak jangka pendek, bayi akan mengalami kejang-kejang. Sementara jangka panjang, anak bisa mengalami cacat neurologis. Jadi, penting sekali mewaspadai keadaan umum si bayi. Kalau kondisinya baik, tetap aktif, orang tua tak perlu cemas. Lain halnya bila bayinya tidur terus, emoh menyusu, sering muntah, pasif, suhunya berubah (panas atau dingin), “Bayi harus terus dimonitor secara ketat.”

AKIBAT KOLESTASIS

Bilirubin direk juga bisa menyebabkan bayi kuning akibat organ hati berkelainan/sakit. Kolestasis; apa pun kelainan pada hati atau system empedu ini, jelas Wati, menyebabkan terganggunya proses pembuangan semua bahan toksik yang seharusnya dibuang oleh hati dan saluran empedu ke tinja. Akibatnya, bahan beracun tersebut menumpuk di hati dan menyebabkan kerusakan sel-sel hati. “Bila keadaan ini berlangsung lama dan terus-menerus, satu saat hati mengalami komplikasi berat yang disebut sirosis. Dalam hal ini sel-sel hati diganti oleh jaringan ikat hingga hati menciut, keras, dan tak dapat lagi menjalankan fungsinya yang sangat vital bagi kehidupan si individu. Sekilas, gejala kolestasis sama dengan kuning fisiologis. “Tapi pada kolestasis, umumnya air seni berwarna gelap akibat keluarnya bilirubin direk di urin. Yang jelas, penyakit ini perlu segera ditangani dokter. Ketidaktahuan, kesalahan, atau keterlambatan diagnosa dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan bayi, penyakit hati yang berlangsung kronis, dan berkomplikasi sirosis yang ujungnya berakhir dengan kematian.” Secara garis besar, kolestasis dibagi dua, yakni, akibat kelainan di dalam hati, atau akibat kelainan saluran empedu di luar hati.

Penyebab kolestasis di dalam hati dibagi dua yaitu:

. Akibat infeksi virus, kuman/bakteri, parasit. Semua infeksi berat di mana mikroorganisme tadi sudah memasuki peredaran darah, dapat menyebabkan kolestasis, karena dibawa oleh darah ke hati dan merusak sel-sel hati. Sebagian besar kolestasis pada bayi baru lahir yang disebabkan infeksi virus akan berakhir dengan kesembuhan. Sedangkan yang diakibatkan infeksi berat (sepsis), memerlukan terapi antibiotik yang tepat.

. Bukan disebabkan infeksi. Penyebabnya, antara lain, penyakit akibat gangguan metabolisme (bisa karbohidrat, protein atau lemak maupun gangguan metabolisme asam empedu). Penyebab lainnya adalah kelainan bawaan/kongenital, gangguan pembentukan saluran empedu di dalam hati, kerusakan hati akibat obat, sindrom down, atau kelainan hormonal seperti hipotiroid, dan sebagainya. Sementara gejala klinisnya, antara lain, air seni berwarna cokelat atau kuning tua, warna tinja amat pucat atau selang-seling dengan warna kuning. Umumnya terjadi gangguan

pertumbuhan sejak bayi lahir (berat lahir kurang). Menurut Wati, sepertiga dari kolestatis memerlukan upaya operasi, yang dilakukan sebelum bayi berusia 2 bulan agar hasilnya optimal.

Kuning Yang Berisiko

Berikut faktor penyebab munculnya kuning yang bukan fisiologis dan berisiko membahayakan bayi.

. Infeksi berat : Infeksi yang berat dapat meningkatkan proses pemecahan sel darah merah hingga bayi tampak kuning. Infeksi berat yang dimaksud adalah infeksi di mana kuman atau mikroorganisme penyebab infeksi tersebut sudah menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Jadi, bukan infeksi yang terbatas di satu area saja, semisal di tenggorokan atau telinga.

. Kekurangan enzim G 6 PD (glukosa-6-fosfat dehidrogenase):

Enzim ini dibutuhkan oleh rangkaian reaksi yang berfungsi menghasilkan sumber energi bagi sel darah merah agar bisa menjalankan fungsi metabolismenya. Bila sel darah merah kekurangan enzim ini, energi pun berkurang. Akibatnya, sel darah merah akan mudah pecah atau rusak.

. Beda golongan darah dengan ibu :

Ketidakcocokan golongan darah dapat terjadi bila ibu rhesus negatif dan anaknya rhesus positif atau bila ibu golongan darah O dengan bayi golongan darah non-O. Namun demikian biasanya perbedaan ini sudah sejak awal diketahui dokter kandungan hingga dapat dilakukan antisipasi yang diperlukan guna mencegah terjadinya peningkatan bilirubin indirek yang drastis. Di lain pihak, pada ketidakcocokan golongan darah O, bila perlu dokter mempertimbangkan transfusi tukar/ganti darah (exchange transfusion).

. Penyakit genetik : Ada beberapa penyakit karena genetik di mana organ hati tak punya enzim untuk mengubah bilirubin indirek menjadi bilirubin direk. Namun kondisi seperti ini relatif jarang terjadi.

Batas Normal Bilirubin dan Terapi

Pada bayi baru lahir, jelas Wati, pemeriksaan bilirubin umumnya sudah termasuk dalam pemeriksaan rutin bayi baru lahir. “Dalam sekali pengambilan darah, umumnya sudah termasuk untuk memeriksa golongan darah, hormon tiroid gondok, dan enzim tertentu di darah yang biasa disebut G-6-PD.

Wati juga menyebutkan, batas normal bilirubin bayi baru lahir tak lebih dari 10 mg/dl. Lebih dari itu, biasanya akan diberi terapi sinar (blue light) saat berada di rumah sakit. Terapi ini bertujuan mengubah bilirubin indirek yang toksik menjadi zat yang tidak toksik. Lama-sebentarnya penyinaran berbeda pada setiap bayi. Pada bayi kuning fisiologis yang lahir cukup

bulan, dengan terapi sinar sehari saja kadar bilirubinnya sudah turun. Sementara bayi lahir prematur mungkin perlu waktu lebih lama lagi untuk menurunkan kadar bilirubinnya. Bayi prematur memang termasuk rentan mengalami kuning karena organ tubuhnya belum tumbuh

sempurna. Sementara mengurangi kuning pada bayi dengan cara menjemurnya di matahari pagi,

menurut Wati, sudah harus ditinggalkan karena fungsinya ternyata memang bukan membantu mengubah bilirubin indirek. “Boleh-boleh saja menjemurnya di matahari pagi. Namun tujuannya semata agar bayi kena sinar matahari, terutama untuk vitamin D yang diperlukan tulang.

Sebaiknya lakukan pagi hari dan tak perlu lama-lama.”

1 comment Januari 7, 2009

Distosia Bahu

sumber :http://kuliahbidan.wordpress.com/2008/07/17/distosia-bahu/

Distosia bahu adalah tersangkutnya bahu janin dan tidak dapat dilahirkan setelah kepala janin dilahirkan.

Penanganan umum distosia bahu :
- Pada setiap persalinan, bersiaplah untukk menghadapi distosia bahu, khususnya
pada persalinan dengan bayi besar.
- Siapkan beberapa orang untuk membantu.

“Distosia bahu tidak dapat diprediksi”

Diagnosis distosia bahu :
- Kepala janin dapat dilahirkan tetapi tettap berada dekat vulva.
- Dagu tertarik dan menekan perineum.
- Tarikan pada kepala gagal melahirkan bahhu yang terperangkap di belakang
simfisis pubis.

Penanganan distosia bahu :
1. Membuat episiotomi yang cukup luas untuk mengurangi obstruksi jaringan lunak
dan memberi ruangan yang cukup untuk tindakan.
2. Meminta ibu untuk menekuk kedua tungkainya dan mendekatkan lututnya
sejauh mungkin ke arah dadanya dalam posisi ibu berbaring terlentang. Meminta
bantuan 2 asisten untuk menekan fleksi kedua lutut ibu ke arah dada.
3. Dengan memakai sarung tangan yang telah didisinfeksi tingkat tinggi :
- Melakukan tarikan yang kuat dan terus-menerus ke arah bawah pada kepala
janin untuk menggerakkan bahu depan dibawah simfisis pubis.
Catatan : hindari tarikan yang berlebihan pada kepala yang dapat
mengakibatkan trauma pada fleksus brakhialis.
- Meminta seorang asisten untuk melakukan tekanan secara simultan ke arah
bawah pada daerah suprapubis untuk membantu persalinan bahu.
Catatan : jangan menekan fundus karena dapat mempengaruhi bahu lebih
lanjut dan dapat mengakibatkan ruptur uteri.
4. Jika bahu masih belum dapat dilahirkan :
- Pakailah sarung tangan yang telah didisinfeksi tingkat tinggi, masukkan tangan
ke dalam vagina.
- Lakukan penekanan pada bahu yang terletak di depan dengan arah sternum
bayi untuk memutar bahu dan mengecilkan diameter bahu.
- Jika diperlukan, lakukan penekanan pada bahu belakang sesuai dengan arah
sternum.
5. Jika bahu masih belum dapat dilahirkan :
- Masukkan tangan ke dalam vagina.
- Raih humerus dari lengan belakang dan dengan menjaga lengan tetap fleksi
pada siku, gerakkan lengan ke arah dada. Ini akan memberikan ruangan
untuk bahu depan agar dapat bergerak dibawah simfisis pubis.
6. Jika semua tindakan di atas tetap tidak dapat melahirkan bahu, pilihan lain :
- Patahkan klavikula untuk mengurangi lebar bahu dan bebaskan bahu depan.
- Lakukan tarikan dengan mengait ketiak untuk mengeluarkan lengan belakang.

Update : 6 Maret 2006

Sumber :

Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal & Neonatal. Editor : Abdul Bari Saifuddin, Gulardi Hanifa Wiknjosastro, Biran Affandi, Djoko Waspodo. Ed. I, Cet. 5, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2003.

Add comment November 18, 2008

IKTERUS NEONATARUM (Jaundice) Untuk Dokter

sumber : www.sehatgroup.web.id

8/7/2008

Batasan
Jaundice atau ikterus adalah warna kekuningan yang didapatkan pada kulit dan mukosa sebagian neonatus.

Algoritme

  • Untuk menentukan tatalaksana pada kasus-kasus hiperbilirubinemia yang predominan tak terkonjugasi, gunakan kadar bilirubin serum total.
  • Kadar albumin serum tidak perlu diperiksa.
  • Bilirubin serum dari sampel kapiler dianggap sama dengan yang dari sampel vena.
  • Penjemuran tidak dianjurkan untuk penanganan ikterus.

Tatalaksana
1. Tentukan jenis ikterus dan cari penyebab.

2. Ikterus fisiologis tidak membutuhkan penanganan khusus, berikan ASI yang cukup.

3. Terapi sinar dilakukan berdasarkan kadar bilirubin, usia gestasi (kehamilan) saat bayi lahir, usia bayi saat jaundice dinilai, dan faktor risiko lain yang dimiliki bayi yang dapat dilihat pada tabel berikut.

Beberapa faktor risiko yang penting adalah :

  • Penyakit hemolisis autoimun (penghancuran sel darah merah oleh sistem kekebalan tubuh sendiri)
  • Kekurangan enzim G6PD yang dibutuhkan sel darah merah untuk berfungsi normal
  • Kekurangan oksigen
  • Kondisi lemah/tidak responsif
  • Tidak stabilnya suhu tubuh
  • Sepsis (keadaan infeksi berat di mana bakteri telah menyebar ke seluruh tubuh)
  • Gangguan keasaman darah
  • Kadar albumin (salah satu protein tubuh) < 3.0 g/dL

Pada bayi yang menerima ASI yang harus menjalani terapi cahaya, pemberian ASI dianjurkan untuk tetap dilakukan :

Selama terapi cahaya, beberapa hal ini perlu diperhatikan:

  • Pemberian ASI atau susu formula setiap 2-3 jam
  • Jika TSB >25 mg/dL, ulangi pengukuran dalam 2-3 jam
  • Jika TSB 20–25 mg/dL, ulangi pengukuran dalam 3-4 jam
  • Jika TSB <20 mg/dL, ulangi pengukuran dalam 4-6 jam
  • Jika TSB terus menurun, ulangi pengukuran dalam 8-12 jam
  • Jika TSB tidak menurun atau meningkat menuju batas perlunya exchange transfusion, pertimbangkan exchange transfusion


4. Transfusi tukar (exchange transfusion) dilakukan dengan segera pada bayi dengan gejala ‘acute bilirubin encephalopathy‘ seperti meningkatnya ketegangan otot, meregangnya bayi dengan posisi seperti busur, demam, tangisan dengan nada tinggi, atau jika TSB >= 5 mg/dl di atas kurva yang sesuai, atau jika kadar TSB >= 25 mg/dl.

5. Pemberian g-globulin (gamma globulin) pada penyakit hemolisis autoimun direkomendasikan jika TSB tetap meningkat dengan terapi cahaya atau TSB berada 2-3 mg/dL dari batas perlunya transfusi tukar. Pemberian ini dapat diulangi dalam 12 jam.

6. Penghentian terapi cahaya ditentukan oleh usia bayi saat dimulainya terapi tersebut, kadar bilirubin, dan penyebab jaundice. Pada bayi yang diterapi cahaya setelah sempat dipulangkan dari RS/RB pasca kelahiran, terapi cahaya dihentikan jika kadar bilirubin sudah di bawah 13-14 mg/dl. Pada bayi dengan penyakit hemolisis atau bayi yang menyelesaikan terapi cahaya sebelum usia 3-4 hari dilakukan pengukuran ulang bilirubin setelah 24 jam penghentian terapi.

Pencegahan hiperbilirubinemia

Pencegahan primer
ASI sedini mungkin dan sering (8-12 kali/hari selama hari-hari pertama).
Hindari suplementasi rutin dengan air atau dekstrosa pada bayi yang diberi ASI yang tidak mengalami dehidrasi.

Pencegahan sekunder
Jika ibu yang belum diketahui golongani darahnya atau Rh-negatif, harus dilakukan uji Coombs, golongan darah, dan jenis Rhesus (D) pada darah plasenta bayi.
Jika terdapat kemungkinan tidak dilakukannya surveilans, penilaian risiko sebelum pulang dan follow up yang adekuat, maka jika golongan darah ibu O dianjurkan dilakukan pemeriksaan golongan darah bayi dan uji Coombs.

Semua bayi harus dimonitor secara rutin untuk melihat adanya ikterus.

DONT’S:
1. Jangan berikan Questran
2. Jangan berikan luminal
3. Jangan berikan infus albumin
4. Jangan stop ASI
5. Jangan jemur bayi
6. Jangan tergopoh-gopoh memberikan susu formula kecuali bayi dehidrasi

dr. Purnamawati

Add comment Oktober 28, 2008

Bayi Baru Lahir Pulang Dari Rumah Sakit

Ketika satu keluarga dengan satu anak mendapatkan anggota keluarga baru. Awalnya pasti akan sangat senang sekali. Si kakak akan menyambutnya dengan sukacita. Tapi oo… kemudian dia melihat semua anggota keluarga memperhatikan si jabang bayi. Tak ada lagi yang menyapa si kakak. Yang ada si kakak ga bole ini-in bayi ga bole itu-in bayi… Ibu dan Ayah harus cepat mengambil tindakan jika hal ini terjadi.

Si Ibu yang berperan penting. Setelah selesai menyusui bayi dan menidurkannya cepat hampiri si kakak. Aja bermain, komunikasi dan berikan pelukan serta ciuman. Atau bisa juga berikan mainan baru untuk mengalihkan kecemburuan si kakak terhadap adik barunya. Biarkan saja si kakak mengerti sendiri akan kehadiran si adik. Jadi tidak perlu sering ditanya-tanya “sayang ga sama adiknya?” “senang ga punya adik baru?” biarkan mengalir saja.

Ketika si kakak berada di sisi bayi sebaiknya kita tidak perlu berbicara banyak tentang si adek bayi. Jadi si kakak tidak merasa hanya adik saja yang diomong-in. kita sebagai orangtua pun tidak perlu berlebihan menyayangi si bayi seperti terlalu banyak mencium, memuji dsb. Nanti kalo si kakak bobo baru kita maksimalkan sayang-sayang-an sama si adek.

Belum lagi semua saudara-saudara yang dateng, oom tante kakek nenek pasti mencari si adek bayi. Si kakak yang berdiri di depan pintu menyambut pasti langsung dilewatin aja bahkan mungkin malah di Tanya “mana ade bayinya?”. Belum lagi kado yang banyak dibawa para tamu. Dan si kakak tidak mendapat 1 kado pun. Membuat si kakak akan makin sedih. Mungkin kita bisa sediakan kado-kado-an yang berisi barang2 yang tidak terlalu mahal untuk si kakak untuk menyeimbangkan dengan kado si adik yang banyak.

Kemudian saat-saat menyusui. Sekarang lagi gencarnya asi exclusive 6 bulan, IMD. Pasti dong semua ibu ga ada yang mau kasih susu botol atau susu formula. Pengennya menyusui terus. Dan dihisap langsung oleh si bayi karena hisapan si bayi yang membuat asi lancar keluar. Kalo kita ga ‘ngeh’ si kakak akan merasa cemburu apalagi adiknya ada di dada ibunya terus. Bayi baru lahir biasanya sering bangun dan nyusu. Mungkin jika si ayah tidak ada, si ibu bisa menyusui sambil menemani main. Misa sambil gendong bayi terus duduk bersama kakak bermain. Atau si ayah lebih giat lagi menawari berbagai macam permainan pada si kakak saat si ibu menyusui bayinya.

Oleh : lutvita

Add comment Oktober 13, 2008

KALAU AYAH ALAMI BABY BLUES

Jangan kecil hati dong, karena sebetulnya dunia ayah justru tambah semarak berkat kehadiran si kecil.

Di depan ruang operasi, Ferry tampak tegang menanti proses persalinan sesar sang istri. Detik demi detik berlalu rasanya lama sekali. Ketika perawat mengabari bayinya sudah lahir, seketika itu juga raut wajah Ferry terlihat sumringah. “Aku jadi ayah!”, teriaknya spontan.

Lucunya, perasaan suka cita itu segera berganti menjadi bingung dan gelisah ketika ia ditinggal sendirian dengan sang bayi. Ada perasaan takut sekaligus sedih. Ia didera perasaan tertekan demi menyadari kehadiran “makhluk asing” di hadapannya. Padahal tadinya ia sangat mengharapkan kedatangannya. Apa yang salah dan bagaimana mengatasi kegalauan ini? A. Kasandra Putranto Psi., menjelaskannya di sini.

“CEMBURU” PADA BAYI

Begitu bayi lahir, yang jadi pusat perhatian siapa lagi kalau bukan si kecil. Sedikit yang menyadari, perasaan campur aduk tak menentu seperti ini juga dialami para ayah. Meski tak menanggung kehamilan dan tak mengalami proses persalinan, kelahiran bayinya bisa membuat ayah merasa tak berharga dan tak bersemangat. Banyak orang yang kemudian menyebutnya baby blues pada ayah.

Diam-diam, dalam diri ayah muncul kecemburuan pada bayinya. Si ayah merasa kok tidak ada yang memerhatikan dia lagi? Dulu sebelum si kecil lahir, istrinya selalu melayani kebutuhannya. Namun sekarang ia lebih sering mencurahkan waktu dan perhatiannya untuk mengurus si kecil.

Bisa juga, dalam diri ayah berkecamuk perasaan gundah lantaran meragukan kemampuan dirinya sebagai orangtua. Bermacam pertanyaan menggumpal, “Apakah saya mampu mengasuh dan merawat bayi?”, “Apakah saya bisa menjadi ayah yang baik?”, “Apakah saya dapat mencukupi segala kebutuhannya?”, “Mampukah saya memberikan kehidupan yang baik?” Barangkali sebelumnya tidak terbayang repotnya menyesuaikan diri dengan kebutuhan bayi. Tak heran kalau kemudian si ayah baru jadi merasa kurang percaya diri.

Apalagi dalam kenyataannya, sang ayah memang mengalami kesulitan dalam mengasuh si kecil. Saat si bayi menangis ayah belum tahu harus berbuat apa. Begitu juga ketiba tiba-tiba si kecil bangun tengah malam atau membuatnya semakin merasa tertekan.

KIAT “BANGKIT”

Supaya tidak berkelanjutan, tentu mesti ada upaya agar ayah bisa bangkit dan masalah yang dihadapinya terselesaikan.

* Ubah cara pikir

Dari sisi psikologis, memang butuh waktu cukup panjang untuk mengatasi hal ini. Yang terpenting adalah memperbaiki cara berpikir. Perasaan tak sanggup mengasuh bayi tentu harus dibalik menjadi sikap optimis bahwa saya bisa kok mengasuh. Cobalah kikis rasa “cemburu” pada si kecil. Bicarakan dengan istri jika kehadiran bayi begitu menyita perhatiannya sehingga Anda sebagai suami merasa terabaikan. Namun, apa pun alasannya, berpikirlah logis karena bayi bukan saja butuh ibunya tapi juga ayahnya.

* Belajar mengasuh dan merawat

Bersama istri, cobalah sama-sama belajar mengasuh dan merawat si kecil. Istri pun perlu belajar untuk bisa merawat bayinya. Jadi bukan cuma Anda yang bisa merasa tidak berdaya. Oleh karenanya, jangan melihat dari satu sisi saja, bahwa istri kini lebih memerhatikan si kecil ketimbang Anda. Ayo dong, libatkan diri mengasuh si kecil untuk merasakan betapa berat sekaligus membahagiakannya tugas ini.

Wajar kok kalau pada awalnya ayah kikuk dan khawatir menggendong bayi yang masih begitu mungil. Seorang ibu pun pada awalnya kikuk. Lantaran itu, pelajari sebanyak mungkin informasi mengenai cara merawat bayi. Pahami pula proses tumbuh kembangnya agar ayah dapat melakukan pengasuhan si kecil sepiawai ibu. Pertanyaan “Bisakah saya merawat bayi?” pasti tak akan lagi bercokol.

* Kuatkan niat

Sebenarnya pulih atau tidaknya gangguan ini tergantung pada keinginan ayah sendiri. Apakah mau berusaha menanggulanginya atau tidak. Tanpa niat yang kuat, kegundahan akan terus menggerogoti hubungan ayah dan bayinya.

* Jalin kedekatan

Percayalah, semakin ayah mendekatkan diri pada si kecil mengajaknya bermain dan merawatnya setulus hati maka akan terbentuk kedekatan emosional yang mampu menghapus “kecemburuan” Anda terhadapnya. Peluklah dan sentuhlah ia sesering mungkin. Ajaklah dia berkomunikasi setiap kali ada waktu. Secara psikologis, bayi akan sangat responsif dan gembira melihat dan mendengar suara ayah disamping ibunya.

* Dukungan lingkungan

Tak ada salahnya kalau dalam kondisi ini Anda minta bantuan pada anggota keluarga besar yang berpengalaman. Pasti akan memudahkan Anda dan istri melalui masa penyesuaian yang cukup sulit ini.

sumber : Hilman Hilmansyah. Foto: Dok. nakita

Add comment September 23, 2008

Q & A Bayi Baru Lahir

memang serba heboh dan bingung ya jadi ibu baru….ditambah lagi kalau kita memang sudah berniat untuk memberikan ASI….kemungkinan heboh dan bingungnya jadi kali 2….tapi itulah cinta kasih seorang ibu….selalu ingin memberikan yang terbaik kepada buah hatinya…dan yang terbaik dalam hal ini adalah ASI…betul kan…?…

Ada beberapa keterangan mengenai bayi newborn (sampai dengan usia 28 hari) yang mungkin berguna bagi Mia:

1. bayi newborn (baru lahir) yang diberikan ASI, sebaiknya disusui minimal 8-12 kali dalam 24 jam — pada pagi dan siang hari sebaiknya tidak lebih dari setiap 3 jam sekali, dan pada malam hari setiap 5 jam sekali;

2. bayi newborn mempunyai ukuran lambung yang sangat kecil, ditambah lagi ASI sangat mudah diserap oleh pencernaannya sehingga bayi tersebut akan sering lapar dan sering minta disusui — dengan bertambahnya usia bayi serta ukuran lambungnya, maka pelan2 frekuensi menyusui akan berkurang sesuai dengan minat bayi;

3. bayi akan mengalami beberapa kali fase GROWTH SPURT atau PERCEPATAN PERTUMBUHAN dimana tubuh dan otaknya mengalami pertumbuhan yang sangat pesat sehingga membutuhkan kalori ekstra — biasanya keadaan ini hanya akan berlangsung selama beberapa hari, dan bayi sepertinya terus menerus menyusu tanpa henti — fase ini terjadi pada usia bayi sekitar 10 hari, 3 minggu, 6 minggu, 3 bulan dan 6 bulan;

4. ada beberapa bayi newborn yang mengalami kebingungan dalam hal membedakan pagi dan malam hari, sehingga sering terjadi bayi tersebut lama tidurnya pada siang hari, namun pada malam hari justru bangun — rata2 para pakar menyarankan agar orangtua mulai memperkenalkan konsep pagi dan malam hari, dimana pada saat terang bayi tidak dibiasakan untuk tidur terlalu lama dan tidurnya dalam suasana aktivitas rumah sehari2, tidak perlu gelap dan sunyi, pada saat bangun bayi diajak beraktivitas dan sering disusui — menjelang gelap, suasana rumah mulai tenang dan remang2, bayi tidak diajak beraktivitas yang terlalu menstimulasi fisik, mulai diterapkan rutinitas menjelang tidur malam, dan apabila terbangun pada malam hari, segera disusui atau digantikan popoknya dalam suasana kamar remang2 dan tenang, tidak diajak bercanda atau diajak berbicara, kemudian segera ditidurkan kembali;

5. apabila bayi newborn memang mengalami kebingungan membedakan siang dan malam, maka ritme metabolisme tubuhnya juga akan terbalik — siang hari karena dikira adalah waktu untuk tidur, bayi jadi tidak lapar dan malas menyusu, namun ketika malam hari yang dikira adalah waktu untuk bermain, bayi akan menjadi sering lapar dan selalu ingin menyusu.

Mudah2an penjelasannya berguna ya…bayi newborn kan juga harus melakukan penyesuaian terhadap kondisi di luar rahim ibunya…jadi yang bingung bukan hanya bunda…..

Tetap susui bayinya dengan sepenuh hati….senantiasa berpikiran positif….and don’t hesitate to ask for help kalau memang menemui masalah….mudah2an sukses ASIX…

Add comment September 18, 2008

Previous Posts


Dapurku..

Jurnalku

Blog Aku Yang Lain

Fave Link

Pembaca Terhormat Saya Bukan Dokter

Artikel-artikel ini hanya untuk keperluan saya pribadi dari hasil browsing sana dan sini dan untuk referensi saya sendiri dalam mengasuh anak saya. jangan dijadikan patokan yaaaa

Quote Of The Day

Bayi tidak perlu computer atau mainan bagus-bagus. Yang mereka butuhkan adalah orang dewasa yang mengerti apa yang mereka rasakan dari waktu ke waktu. dan orang dewasa itu adalah kedua orang tuanya

Anda Pengunjung Ke :

Page Rank

Tulisan Teratas

Kalendar

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Kategori Awan

ANTIBIOTIK ASI BATUK PILEK BB TB dan GC DEMAM GIGI ANAK HEADLINE NEWS IMUNISASI KEHAMILAN KESEHATAN KESEHATAN ANAK MAINAN ANAK MPASI NEW BORN PARENTING PENDIDIKAN ANAK PERILAKU BAYI DAN ANAK POLA ASUH POLA MAKAN PROBLEM MAKAN PSIKOLOGI BAYI DAN ANAK RESEP RUD STIMULASI BAYI SUSU SAPI TAHAPAN BICARA TAHAPAN PERKEMBANGAN TATA LAKSANA PENYAKIT TEMPER TANTRUM TUMBUH KEMBANG

Kategori

Arsip

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

Ummu aufa di BABY WAKLER TIDAK MEMBANTU ANA…
rafi di Permainan Tradisional
rusdiana di Cukup Kumur Fluor untuk Cegah …
na' di Tanda Dan gejala awal keh…
Rianty Umar di Makanan bayi 0 -24 bulan

Klik tertinggi

Top Rated

Facebook ku…

YMku Online Ga Ya?

My Son Birthday

Lilypie

My Honey

Image019

Image017

Image016

Image015

Image013z

Image013

Image012z

More Photos

Isi Buku Tamu ya..