Permainan dan Perkembanga Anak

Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak


Dikutip dari: Temu Ilmiah Tumbuh Kembang Jiwa Anak dan Remaja

(sumber: iqeq.web.id)

Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Ada orang tua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuat anak menjadi malas bekerja dan bodoh. Anggapan ini kurang bijaksana, karena beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak.

Faktor-faktor yang mempengaruhi permainan anak

1. Kesehatan

Anak-anak yang sehat mempunyai banyak energi untuk bermain dibandingkan dengan anak-anak yang kurang sehat, sehingga anak-anak yang sehat menghabiskan banyak waktu untuk bermain yang membutuhkan banyak energi.

2. Intelegensi

Anak-anak yang cerdas lebih aktif dibandingkan dengan anak-anak yang kurang cerdas. Anak-anak yang cerdas lebih menyenangi permainan-permainan yang bersifat intelektual atau permainan yang banyak merangsang daya berpikir mereka, misalnya permainan drama, menonton film, atau membaca bacaan-bacaan yang bersifat intelektual.

3. Jenis kelamin

Anak perempuan lebih sedikit melakukan permainan yang menghabiskan banyak energi, misalnya memanjat, berlari-lari, atau kegiatan fisik yang lain. Perbedaan ini bukan berarti bahwa anak perempuan kurang sehat dibanding anak laki-laki, melainkan pandangan masyarakat bahwa anak perempuan sebaiknya menjadi anak yang lembut dan bertingkah laku yang halus.

4. Lingkungan

Anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang menyediakan peralatan, waktu, dan ruang bermain bagi anak, akan menimbulkan aktivitas bermain anak berkurang.

5. Status sosial ekonomi

Anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang status sosial ekonominya tinggi, lebih banyak tersedia alat-alat permainan yang lengkap dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di keluarga yang status ekonominya rendah.

Pengaruh bermain bagi perkembangan anak

  • Bermain mempengaruhi perkembangan fisik anak
  • Bermain dapat digunakan sebagai terapi
  • Bermain dapat mempengaruhi pengetahuan anak
  • Bermain mempengaruhi perkembangan kreativitas anak
  • Bermain dapat mengembangkan tingkah laku sosial anak
  • Bermain dapat mempengaruhi nilai moral anak

Macam-macam permainan dan manfaatnya bagi perkembangan jiwa anak

A. Permainan Aktif

1. Bermain bebas dan spontan atau eksplorasi

Dalam permainan ini anak dapat melakukan segala hal yang diinginkannya, tidak ada aturan-aturan dalam permainan tersebut. Anak akan terus bermain dengan permainan tersebut selama permainan tersebut menimbulkan kesenangan dan anak akan berhenti apabila permainan tersebut sudah tidak menyenangkannya. Dalam permainan ini anak melakukan eksperimen atau menyelidiki, mencoba, dan mengenal hal-hal baru.

2. Drama

Dalam permainan ini, anak memerankan suatu peranan, menirukan karakter yang dikagumi dalam kehidupan yang nyata, atau dalam mass media.

3. Bermain musik

Bermain musik dapat mendorong anak untuk mengembangkan tingkah laku sosialnya, yaitu dengan bekerja sama dengan teman-teman sebayanya dalam memproduksi musik, menyanyi, berdansa, atau memainkan alat musik.

4. Mengumpulkan atau mengoleksi sesuatu

Kegiatan ini sering menimbulkan rasa bangga, karena anak mempunyai koleksi lebih banyak daripada teman-temannya. Di samping itu, mengumpulkan benda-benda dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak. Anak terdorong untuk bersikap jujur, bekerja sama, dan bersaing.

5. Permainan olah raga

Dalam permainan olah raga, anak banyak menggunakan energi fisiknya, sehingga sangat membantu perkembangan fisiknya. Di samping itu, kegiatan ini mendorong sosialisasi anak dengan belajar bergaul, bekerja sama, memainkan peran pemimpin, serta menilai diri dan kemampuannya secara realistik dan sportif.

B. Permainan Pasif

1. Membaca

Membaca merupakan kegiatan yang sehat. Membaca akan memperluas wawasan dan pengetahuan anak, sehingga anakpun akan berkembang kreativitas dan kecerdasannya.

2. Mendengarkan radio

Mendengarkan radio dapat mempengaruhi anak baik secara positif maupun negatif. Pengaruh positifnya adalah anak akan bertambah pengetahuannya, sedangkan pengaruh negatifnya yaitu apabila anak meniru hal-hal yang disiarkan di radio seperti kekerasan, kriminalitas, atau hal-hal negatif lainnya.

3. Menonton televisi

Pengaruh televisi sama seperti mendengarkan radio, baik pengaruh positif maupun negatifnya.

Mainan Anak 2 Tahun

Mainan Untuk Anak 2 Tahun

Umur 2 tahun merupakan masa tarik-menarik bagi balita, antara kebutuhannya untuk mandiri (independen) dan keinginannya untuk tetap dibantu. Pada masa ini imajinasinya sudah mulai nampak. Dengan memberikan mainan yang tepat orang tua dapat membantunya untuk mengembangkan kemampuan fisik, emosi dan imajinasinya.

Berikut beberapa jenis mainan yang dapat dipilih untuk anak usia 2 tahun:

Sepeda
Anak seumuran 2 tahun masih senang bermain dengan sepeda sepedaan seperti trike (sepeda roda tiga) atau sepeda roda empat. Memainkan pedalnya (baik dikayuh sendiri ataupun di dorong) masih cukup mengasikkan bagi mereka.

Bola
Bola merupakan mainan kesukaan semua anak. Pada usia ini mereka mulai bisa menendang melempar bahkan menangkap bola. Kenalkan mereka permainan seperti sepakbola atau bolabasket dengan membuat miniaturnya dirumah.

Menggambar
Seiring dengan berkembangnya imajinasi, menggambar semakin menjadi favorit pada anak usia ini. Beberapa anak sudah bisa membuat bentuk geometri, menulis huruf dan angka. Pada usia ini mereka mulai kenal dengan warna dan bentuk, bantulah mereka untuk belajar menulis dan menggambar lebih baik dengan membuatkan dotted-letter dan kertas mewarnai.

Tabuhan
Anak anak mulai suka menyanyi, menari, tepuk tangan, berputar (layaknya balet) bahkan berteriak dengan iringan musik atau suara. Mereka akan bereksperimen dengan memukul semua benda yang ada disekitarnya, jadi jangan heran jika mereka suka memukul piring atau mangkok ketika makan. Lebih baik jika orang tua menyediakan miniatur band misalnya gitar, drum, suling, kencreng sambil mengenalkan mereka aneka alat musik.

Berdandan
Anak usia ini mulai suka gonta ganti baju. Apalagi mereke sudah bisa menjangkau pakaiannya di lemari. Atau mereka mulai pilih pilih pakaian sebelum memakainya. Ada kalanya mereka mempunyai baju favorit yang hanya boleh di pakai-cuci dan pakai lagi. Beberapa anak perempuan mulai suka ikutan ibunya didepan cermin, sambil menyakan untuk apa itu. Bahkan sekali kali meminjam alat rias untuk sekedar pengin merasakan.

Memasak
Beberapa anak perempuan mulai suka ikutan memasak bersama ibunya didapur. Sekedar menjadi penonton atau ikutan mengaduk aduk adonan kue. Bagi mereka, memasak merupakan permainan yang mengasikkan. Orang tua dapat menyediakan mainan memasak mini lengkap dengan kompor, panci, piring, gelas dan sendok agar mereka juga berimajinasi dengan dapur mereka sendiri.

Lego
Lego masih tetap mainan favorit anak. Dengan lego mereka bisa memainkan imajinasinya untuk membuat bis, mobil, rumah atau apapun yang mereka inginkan. Setelah jadi pun, mereka masih akan memainkannya lagi lengkap dengan efek suara yang ada.

Puzzle
Beberapa anak sudah bisa menyusun puzzle, meski hanya 4 atau 6 keping. Mulai belajar membuka botol berulir. Bahkan beberapa anak mulai penasaran bagaimana cara membalik kaosnya agar dia tidak salah sewaktu memakainya.(ir/wp)

ED-Toys

ED-TOYS DUNIA MAINAN EDUKATIF

Siapa bilang membelikan mainan untuk si kecil itu gampang? Harga mahal bukan jaminan. Bahkan toko mainan yang besar pun belum tentu mampu memenuhi kebutuhan Anda. Nah, Ed-toys menawarkan alternatif mainan edukatif yang aman sekaligus bermanfaat.

Seringkali orang tua bingung memilihkan mainan untuk buah hatinya. Mau yang ini sudah punya, mau yang itu harganya terlalu mahal, padahal belum tentu bermanfaat. Ujung-ujungnya, mobil-mobilan lagi atau boneka lagi. Daripada Anda membelikan mainan yang itu-itu saja, kenapa tidak coba mengunjungi Ed-toys? Ed-toys menjual koleksi mainan yang semuanya bersifat edukatif atau dapat merangsang kreativitas dan imajinasi anak.

“Pokoknya tidak ada mainan yang tinggal pasang batere terus jalan sendiri,” kata Iis Herlina dari Ed-toys. Awalnya, di tahun 1999 Ed-toys adalah distributor sebuah merek mainan edukatif dari Belanda. Karena animo masyarakat di sini cukup bagus, distributor ini kemudian berkembang dengan membuka toko mainan edukatif sendiri. Di awal berdirinya, bisa dibilang tidak ada saingan sama sekali, sehingga bisa dibilang Ed-toys merupakan pelopor toko mainan edukatif di Jakarta.

Sebelum krisis ekonomi melanda Indonesia, harga mainan impor dari Eropa masih terjangkau pembeli. Namun sekarang harga jualnya menjadi sangat tinggi dengan konsumen yang kian terbatas. Untuk menyiasatinya, Ed-toys menyediakan beragam mainan edukatif dengan harga miring karena diimpor dari negara lain, seperti Cina dan Taiwan. “Tapi saya pastikan semua produknya aman untuk anak-anak selama digunakan sesuai dengan fungsinya,” janji Iis.

BIKIN RUMAH SENDIRI

Di sini, beragam mainan ditawarkan dari harga ribuan hingga ratusan ribu rupiah. Pilihannya antara lain lilin (clay) yang bisa dibentuk sedemikian rupa dengan aroma dan warna yang menarik lengkap dengan cetakannya seharga Rp4.900, manik-manik plastik yang bisa disusun menjadi sebuah gambar (semacam kristik) seharga Rp70.000, mainan blok dari Eropa dengan kualitas bagus seharga Rp75.000, face painting dengan aneka aksesori pelengkapnya, cat untuk rambut yang bisa hilang dengan sekali cuci, sampai pasel dan permainan strategi yang terbuat dari kayu.

Ada satu jenis mainan yang hanya tersedia di sini dan tidak dapat ditemukan di toko lain. Mainan tersebut diberi nama Brix yang menawarkan proses edukatif dimana anak diminta membuat rumah, benteng, pom bensin dan sebagainya dengan cara membangunnya sendiri. Tak tanggung-tanggung, mainan ini mengharuskan anak membuat bangunan mulai dari mencetak bata dan gentengnya sendiri serta perlengkapan lainnya! Sementara bahan untuk membuat bata dan genteng itu terbuat dari semacam “tepung” yang aman untuk anak-anak. Cetakannya pun tersedia lengkap. Masing-masing komponen bisa dibeli secara terpisah atau dibeli langsung satu set lengkap dengan gambar rancangan desainnya sekitar Rp400.000-an.

Yang pasti, semua mainan yang ditawarkan dijamin aman untuk anak-anak. “Quality control kita ketat. Bahan yang digunakan harus benar-benar terjamin dan tidak berbahaya,” kata Iis. Bukan cuma itu. Staf Ed-toys dengan senang hati akan membantu memilihkan mainan yang sesuai dengan usia si anak yang akan dibelikan mainan. “Mainan untuk anak usia 0 tahun sampai belasan tahun pun tersedia. Tak perlu bingung apakah mainan yang dipilih sesuai dengan usia anak atau tidak karena kami siap membantu,” janjinya pula.

Dengan begitu, urusan mencari kado untuk para ponakan atau teman-teman si kecil jadi sedemikian mudah sebab semua mainan yang tersedia di sini bisa menjadi kado bermanfaat. Kertas kado dan kartu ucapan juga tersedia dengan beragam pilihan. Mainan bisa langsung dibungkus dengan rapi tanpa tambahan biaya.

Belum lagi suasana toko yang nyaman yang membuat betah pengunjung. Sementara penataan beragam mainan yang begitu rapi di rak yang mudah dilihat dan dikelompokkan berdasarkan jenisnya jelas akan sangat membantu.

Sedangkan mainan rancang bangun semacam Brix ternyata tidak hanya digemari oleh anak-anak, namun orang dewasa pun ikut terpikat. “Banyak lo bapak-bapak yang awalnya cuma mengantar anaknya membeli mainan di sini, lama-lama jadi ingin membuat bangunan-bangunan lain setelah mencoba membuat bangunan sendiri.” Nah, Anda berminat?

Marfuah Panji Astuti. Foto: Ferdi/nakita

Ed-toys

Plaza Kemang 88 Lt. 2

Jl. Kemang Raya No. 88 Jakarta Selatan

Telp. (021) 719 3387

Buka setiap hari dari jam 09.00-21.00 WIB Menerima pembayaran dengan kartu kredit

Mainan Mengandung Timbal

US Tarik Hampir Sejuta Mainan Cina Karena Mengandung Timbal
Penulis: Nurul Qomariyah – detikcom

Washington, Produsen mainan Amerika Serikat (AS), Fisher-Price menarik
hampir satu juta mainannya yang diimpor dari Cina, menyusul kekhawatiran
tingginya kandungan timbal dalam cat untuk mainan tersebut.

Seperti dikutip dari AFP, Fisher-Price menyatakan telah menarik 967.000 item mainan yang diimpor dari Cina.

“Cat di beberapa produk tersebut dapat mengandung Timbal melebihi batas
yang diperbolehkan,” ujar pengumuman dari Fisher-Price.

Dari ratusan ribu mainan itu, termasuk didalamnya adalah mainan Sesame
Street, Dora the Explorer yang dijual di toko-toko AS selama periode Mei
hingga Agustus 2007.

Penarikan itu meliputi 80 item termasuk playsets, mobil-mobilan, alat
musik dan gambar, yang semuanya berhubungan dengan tokoh kartun
Nickelodeon.

Fisher-Price, yang merupakan anak usaha dari Mattel Inc mengatakan,
mainan-mainan itu dipasok oleh sebuah perusahaan Cina melalui kontrak
tunggal. Sayangnya tidak disebutkan nama perusahaan Cina itu.

“Kami meminta maaf kepada semua orang yang terkena dampak akibat penarikan
itu, terutama yang telah membeli mainan itu,” ujar Chairman dan CEO
Mattel, Robert A. Eckert.

Insiden penarikan barang impor dari Cina ini bukan untuk pertama kalinya.
Sebelumnya, importir mainan Cina, RC2 Corp juga menarik 1,5 juta mainan
kayu “Thomas the Train” menyusul dugaan tingginya kandungan timbal dalam
catnya.

Kandungan timbal itu berbahaya bagi anak-anak karena bisa menyebabkan
kelainan otak dan darah.

Produk-produk dari Cina lainnya yang juga ditarik oleh AS adalah makanan
bayi dan pasta gigi. Penarikan itu dilakukan setelah ribuan binatang AS
mati akibat keracunan makanan yang diimpor dari Cina.

Rangkaian insiden itu merupakan dampak dari kurangnya kontrol dari
otoritas yang berwenang di Cina.

Di Indonesia, baru-baru ini juga ditemukan adanya makanan dari Cina yang
mengandung bahan berbahaya formalin.

Url: www.detik.com

80 persen Mainan dari Cina di RI Mengandung Racun & Logam Berat
Penulis: Arin Widiyanti – detikcom
www.detik.com

Jakarta, Anak-anak Anda memiliki mainan dari Cina? Waspadalah. Hampir 80%
mainan-mainan dari Cina itu ternyata mengandung racun dan timbal.

Asosiasi Penggiat Mainan Edukatif dan Tradisonal Indonesia (APMETI)
menemukan mainan Cina yang beredar di Indonesia 80 persen mengandung heavy
metal dan racun.

Mainan-mainan dari Cina yang beredar ciri-cirinya adalah sebagian besar
terbuat dari plastik seperti bola, mobil-mobilan dan boneka dan umumnya
harganya lebih murah 50 persen dan beratnya lebih enteng dari produk buatan
lokal.

Demikian dikatakan Ketua APMETI Dhanang Sasongko saat dihubungi
detikFinance, Jakarta, Kamis (2/7/2007).

“Mainan tersebut mulai beredar diIndonesia sejak krisis moneter, ketika para
orangtua mulai mencari mainan murah. Padahal mainan itu sangat berbahaya
kalau terkena suhu panas langsung mengurai,” ujar Dhanang.

Dampak dari penguraian itu, menurutnya, tidak langsung terlihat tapi apabila
anak memainkan dalam waktu lama bisa autis, sakit pernafasan, asma dan lemah
konsentrasi karena anak sering menghirup racun seperti timbal.

Dhanang menambahkan mainan Cina yang masuk awalnya ke jenis mainan umum kini
sudah merambah ke mainan edukasi. Padahal mainan Cina tidak mempertimbangkan
kualitas dan presisi hanya berpikir bentuk yang lucu atau warna yang meriah.

“Mudah saja mencarinya di Pasar mainan Prumpung dan pasar pagi sebagian
besar itu mainan dari Cina, meski berbahaya mudah diperjualbelikan,-“
keluhnya.

Sebelumnya, Produsen mainan Amerika Serikat (AS), Fisher-Price menarik
hampir satu juta mainannya yang dibuat oleh Cina, menyusul kekhawatiran
tingginya kandungan timbal dalam cat untuk mainan tersebut.

Insiden penarikan barang impor dari Cina ini bukan untuk pertama kalinya.
Sebelumnya, importir mainan Cina, RC2 Corp juga menarik 1,5 juta mainan kayu
“Thomas the Train” menyusul dugaan tingginya kandungan timbal dalam catnya.

Kandungan timbal itu berbahaya bagi anak-anak karena bisa menyebabkan
kelainan otak dan darah.

Produk-produk dari Cina lainnya yang juga ditarik oleh AS adalam makanan
bayi dan pasta gigi. Penarikan itu dilakukan setelah ribuan binatang AS mati
akibat keracunan makanan yang diimpor dari Cina.

Mainan Edukatif

PILIH MAINAN EDUKATIF AGAR SI KECIL TEKUN

Disebut mainan edukatif karena dapat merangsang daya pikir anak. Termasuk di antaranya meningkatkan kemampuan berkonsentrasi dan memecahkan masalah. Tapi ngomong-ngomong, bagaimana membedakan mainan jenis ini dari mainan lainnya? Simaklah jawaban-jawaban tentang mainan edukatif yang disampaikan Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.Si., psikolog perkembangan dari Fakultas Psikologi UI, yang juga terapis bermain.

APA YANG MASUK KATEGORI MAINAN EDUKATIF?

* Diperuntukkan bagi anak balita

Yakni mainan yang memang sengaja dibuat untuk merangsang berbagai kemampuan dasar pada balita.

* Multifungsi

Dari satu mainan bisa didapat berbagai variasi mainan sehingga stimulasi yang didapat anak juga lebih beragam.

* Melatih problem solving

Dalam memainkannya anak diminta untuk melakukan problem solving. Dalam permainan pasel misalnya, anak diminta untuk menyusun potongan-potongannya menjadi utuh.

* Melatih konsep-konsep dasar

Lewat permainan ini, anak dilatih untuk mengembangkan kemampuan dasarnya seperti mengenal bentuk, warna, besaran, juga melatih motorik halus.

* Melatih ketelitian dan ketekunan

Dengan mainan edukatif, anak tak hanya sekadar menikmati tetapi juga dituntut untuk teliti dan tekun ketika mengerjakannya.

* Merangsang kreativitas

Permainan ini mengajak anak untuk selalu kreatif lewat berbagai variasi mainan yang dilakukan. Bila sejak kecil anak terbiasa untuk menghasilkan karya, lewat permainan rancang bangun misalnya, kelak dia akan lebih berinovasi untuk menciptakan suatu karya, tidak hanya mengekor saja.

APA SAJA MANFAATNYA?

* Melatih kemampuan motorik

Stimulasi untuk motorik halus diperoleh saat anak menjumput mainannya, meraba, memegang dengan kelima jarinya, dan sebagainya. Sedangkan rangsangan motorik kasar didapat anak saat menggerak-gerakkan mainannya, melempar, mengangkat, dan sebagainya.

* Melatih konsentrasi

Mainan edukatif dirancang untuk menggali kemampuan anak, termasuk kemampuannya dalam berkonsentrasi. Saat menyusun pasel, katakanlah, anak dituntut untuk fokus pada gambar atau bentuk yang ada di depannya — ia tidak berlari-larian atau melakukan aktivitas fisik lain sehingga konsentrasinya bisa lebih tergali. Tanpa konsentrasi, bisa jadi hasilnya tidak memuaskan.

* Mengenalkan konsep sebab akibat

Contohnya, dengan memasukkan benda kecil ke dalam benda yang besar anak akan memahami bahwa benda yang lebih kecil bisa dimuat dalam benda yang lebih besar. Sedangkan benda yang lebih besar tidak bisa masuk ke dalam benda yang lebih kecil. Ini adalah pemahaman konsep sebab akibat yang sangat mendasar.

* Melatih bahasa dan wawasan

Permainan edukatif sangat baik bila dibarengi dengan penuturan cerita. Hal ini akan memberikan manfaat tambahan buat anak, yakni meningkatkan kemampuan berbahasa juga keluasan wawasannya.

* Mengenalkan warna dan bentuk

Dari mainan edukatif, anak dapat mengenal ragam/variasi bentuk dan warna. Ada benda berbentuk kotak, segiempat, bulat dengan berbagai warna; biru, merah, hijau, dan lainnya.

KAPAN ANAK DIAJAK MELAKUKAN PERMAINAN EDUKATIF?

Meski memiliki manfaat melimpah, bukan berarti anak bisa dijejali dengan mainan edukatif terus-menerus. Mainan edukatif hanya salah satu faktor pendukung perkembangan otak anak agar lebih maksimal. Jadi tak perlu memaksa atau memorsir anak untuk melakukan permainan edukatif setiap saat.

Selain mainan edukatif, anak juga perlu dikenalkan dengan mainan pada umumnya, seperti boneka, mobil-mobilan, dan mainan-mainan yang tidak untuk dibongkar pasang lainnya. Walau tidak termasuk mainan edukatif, tapi mainan-mainan seperti itu tetap dapat menyumbangkan manfaat edukasi pada si kecil. Dengan konsep multiple intelligence edukasi bisa mencakup berbagai hal. Tidak selalu mengarah pada konsep-konsep dasar.

Misalnya begini, saat si kecil asyik bermain boneka, sebenarnya ia dilatih untuk melakukan interaksi dengan orang lain melalui boneka tersebut. Bagaimana dia harus “memperlakukan” si boneka dengan kasih sayang; disuapi, ditimang, disusui, dan tidak dibanting atau dinjak-injak. Motorik halus dan kasar si kecil juga tetap dapat terstimulasi secara tak langsung saat ia memakaikan baju pada bonekanya. Anak juga dapat mengenal warna serta peran sosial sebagai ibu, kakak, dan sebagainya.

KAPAN MAINAN EDUKATIF MULAI DIKENALKAN?

Tentu sedini mungkin. Sejak usia batita, sodori anak dengan berbagai jenis permainan baik dengan mainan edukatif ataupun bukan. Sekadar mengingatkan saja, perkembangan otak anak di usia ini masuk dalam fase emas (the golden age) atau otak si kecil sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Karena itulah, stimulasi amat diperlukan. Semakin banyak stimulasi maka koneksi antarsarafnya semakin banyak terhubung.

Anak yang sudah akrab dengan mainan edukatif sejak dini, perkembangan kecerdasannya akan terlihat lebih maksimal. Ia lebih mampu berkonsentrasi, kreatif, serta tekun. Sementara yang tidak, biasanya akan lebih tertinggal dalam masalah intelektual. Anak-anak yang tidak diperkenalkan dengan mainan edukatif akan lebih sulit untuk belajar mengenai bentuk dan warna.

Mereka juga tidak terbiasa untuk duduk tenang serta tekun. Hal ini dapat membuat anak menjadi sulit diarahkan untuk berkonsentrasi menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan nantinya. “Banyak kasus yang saya tangani, anak-anak yang sering bermain fisik dan terlalu sering menonton teve, di usia sekolahnya kurang bisa berkonsentrasi, kurang telaten, tidak tekun, dan mudah menyerah, karena mereka tidak terbiasa untuk duduk tenang dan tekun.”

BAGAIMANA MENGOPTIMALKAN MANFAATNYA?

Sebelum menyodorkan satu mainan edukatif pada si kecil, contohkan dahulu bagaimana cara memainkannya. Asal tahu saja, mainan edukatif berbeda dari mainan pada umumnya yang lebih mudah dipahami anak. Mobil-mobilan, contohnya, hanya tinggal digeser-geser, didorong atau ditarik, mungkin si kecil sudah bisa asyik memainkannya. Namun, pada mainan edukatif dibutuhkan cara tertentu untuk bisa mendapatkan asyiknya. Pasel misalnya harus disusun dan disesuaikan keping-kepingnya. Untuk itulah perlu ada arahan dari orang dewasa. Demikian pula dengan permainan palu yang kelihatannya simpel bagi orang dewasa tapi belum tentu bagi si kecil. Perlu penjelasan lebih dulu mengenai cara memalu untuk memasang “paku” dan mencopotnya kembali.

Beberapa anak mungkin saja dapat bermain tanpa perlu pengarahan terlebih dulu. Tapi jangan lupa, kemampuan setiap anak berbeda-beda. Ada yang cepat memahami kesalahannya dan cepat menganalisa, tetapi ada juga yang biasa-bisa saja, bahkan lambat. Bila si kecil termasuk lambat dan tidak mendapat pengarahan, maka bisa-bisa mainan edukatif tersebut hanya akan dibuangnya karena dianggap tidak menarik.

Satu hal penting, saat mengarahkan anak, jangan mengharuskan ia melakukan persis sama seperti yang sudah kita contohkan. Berikan kebebasan padanya untuk melakukan sesuai dengan keinginannya. Contoh, saat kita membangun rumah-rumahan dari mainan balok, biarkan ia membuat mobil-mobilan dari mainan yang sama.

CONTOH PERMAINAN UNTUK ANAK 1 TAHUN:

· Permainan memasukkan benda ke dalam wadah atau menumpuk benda (seperti gelas plastik air mineral), sangat cocok bagi anak satu tahunan.

· Setelah itu si kecil bisa ditawari mainan single puzzle, yaitu mainan yang pada penutupnya diberi lubang-lubang berbentuk geometris, seperti segitiga, segiempat dan lingkaran. Lalu si kecil diminta memasukkan benda-benda yang sesuai pada lubangnya. Namun, kita belum bisa menuntutnya untuk memasukkan setiap bentuk sampai selesai, melainkan harus satu per satu. Berikan ia bentuk segitiga dulu lalu arahkan tangannya untuk memasukkan ke lubang yang berbentuk sama dengan arah yang tepat, misalnya.

Ajak si kecil untuk melakukan tuang-menuang air dari wadah yang lebih kecil ke wadah yang lebih besar. Dengan begitu anak tahu bahwa air dari wadah yang lebih kecil bisa tertampung dalam wadah yang lebih besar. Permainan serupa dengan menunjukkan bahwa benda yang lebih kecil bisa masuk ke dalam wadah yang lebih besar juga bisa dilakukan.

CONTOH PERMAINAN UNTUK ANAK 2 TAHUN:

Pasel berbentuk rumah-rumahan, buah atau binatang dengan 2-3 pecahan. Untuk menyusun pasel tersebut tentu dibutuhkan keterampilan sehingga anak akan dirangsang untuk mengembangkan kemampuannya.

CONTOH PERMAINAN UNTUK ANAK 2,5-3 TAHUN:

· Bila sebelumnya pasel yang diberikan hanya terdiri atas beberapa keping saja, kini tingkatkan dengan pasel yang memiliki lebih banyak keping.

· Permainan rancang bangun juga sudah bisa diberikan untuk merangsang koordinasi motoriknya. Anak sudah bisa membuat susunan bangunan ke atas sambil mengimajinasikan bentuk apa yang sedang dibuatnya meskipun masih belum terbentuk jelas. Ketika anak mampu bermain rancang bangun, pujilah apa yang sudah dihasilkannya. Meskipun bentuknya hanya berupa susunan balok yang tidak beraturan, kita tetap harus memberikan apresiasi agar anak merasa dihargai. Hindari sikap mencemooh yang akan memerosotkan motivasinya dalam berkreasi.

APA YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MEMBELI?

Membeli mainan edukatif memang perlu selektif. Kita harus menyesuaikan dengan usia anak dan kemampuan yang dimilikinya. Berikut panduannya:

MAINAN ANAK 1 TAHUN:

Di usia batita awal anak belum memiliki kemampuan motorik yang baik. Jadi kemampuan dasar inilah yang perlu dilatih. Namun permainan untuknya haruslah sederhana dan tidak terlalu menyita waktu. Selalu dampingi si kecil saat bermain.

MAINAN ANAK 2 TAHUN:

Derajat kesulitan mainan edukatif untuk anak usia dua tahun sudah harus lebih tinggi ketimbang anak satu tahun. Bila sebelumnya yang diberikan adalah single puzzle, maka di usia ini anak bisa diajak bermain pasel dengan bentuk yang lebih kompleks.

MAINAN ANAK 2,5 ­ 3 TAHUN:

Permainan edukatif yang kita berikan harus lebih tinggi lagi tingkat kerumitannya. Di usia ini anak perlu belajar mengorganisasi bagian-bagian yang terpisah menjadi satu kembali, anak juga dituntut untuk mulai belajar tekun menggunakan berbagai kemampuannya untuk menyelesaikan masalah.

APAKAH HARGA MAINAN EDUKATIF PASTI TERJANGKAU?

Tentu saja. Mainan edukatif tak mesti didapat dengan harga selangit. Kita bisa memanfaatkan benda-benda yang ada di sekeliling rumah sebagai sarana permainan edukatif. Misalnya, gelas plastik bisa digunakan si kecil untuk ditumpuk-tumpuk. Ini merupakan permainan yang mengasyikkan baginya. Gelas-gelas plastik tersebut juga bisa dimasukkan ke dalam wadah yang lebih besar, seperti dus bekas. Aktivitas mandi juga bisa dimanfaatkan sebagai permainan edukatif. Biarkan si kecil memasukkan air ke dalam ember dengan menggunakan ciduk. Semua itu akan melatih berbagai kemampuan dasar anak.

Irfan Hasuki. Foto: Iman/nakita

Permainan Ayah dan Anak

Permainan Ayah dan Anak yang Melatih Motorik

Sejumlah permainan tertentu lebih sering dilakukan bersama ayah. Permainan tersebut juga bisa jadi sarana untuk melatih motorik anak. Antara lain:

  1. Main Bola
    Tujuan : Melatih gerak motorik kasar dan halus.
    Cara : Untuk motorik kasarnya, dorong si kecil menendang bola, berlari mengejar bola dan melompat. Untuk motorik halus, ajak anak menangkap dan melempar bola. Ukuran bola dapat disesuaikan dengan usianya, misalnya, bola kecil untuk anak usia 6 bulan – 5 tahun.
  2. Main pesawat-pesawatan
    Tujuan : Melatih indra perabaan bayi, kekuatan tubuh bagian atas dan kepercayaan diri.
    Cara : Peluk anak di bagian dada dan pinggangnya dalam posisi tengkurap, dengan salah satu tangan Anda. Gunakan tangan yang lain untuk menyangga tubuhnya. Jaga agar badannya dekat dengan badan Anda. Ayun secara perlahan dengan gerakan maju mundur. Sambil mengayun, tirukan bunyi pesawat yang sedang mengudara. Dijamin si kecil akan tertawa senang! Bisa dilakukan dengan anak di atas 1 tahun.
  3. Main ayun mengayun
    Tujuan : Membuat anak gembira, merangsang keseimbangan, dan pendengaran.
    Cara : Peganglah bayi di kedua ketiaknya, sehingga tangan bayi bebas bergerak. Ayun-ayun pelan melayang rendah ke kanan ke kiri sambil bernyanyi-nyanyi. Si kecil pasti tertawa-tawa senang. Nah, sekali waktu anak lebih tinggi sedikit lalu ke bawah, ini dapat mengejutkan anak sekaligus lebih menggembirakannya. Lakukan hati-hati, jangan terlalu mengejutkan atau terlalu sering memberi kejutan.
    Dilakukan dengan anak usia 6 bulan – 2 tahun
  4. Main Musik
    Tujuan : Melatih motorik halus, pendengaran (mengenal bunyi) dan kemampuan musikal.
    Cara : Ambil sebuah alat musik khusus anak, misalnya piano mainan, belira atau drum mainan. Dorong anak untuk memencet tuts piano, memegang tongkat belira atau tongkat drum. Biarkan ia menemukan ‘nada’ sendiri. Bila ia mulai bosan, Anda dapat memainkan lagu sederhana dari alat musik tersebut, misalnya lagu ‘Lihat Kebunku’, atau ‘Pelangi’. Setelah ia tertarik, tunjukan padanya cara memainkan alat itu dengan benar.
    Bisa dilakukan dengan anak 6 bulan – 5 tahun lebih
  5. Mainan Stimulasi
    Tujuan: Merangsang kepekaan indera, dan melatih anak mengenali perbedaan bentuk, warna, dan bunyi
    Permainan ini melibatkan benda-benda mainan. Di antaranya mainan yang bertombol atau tidak tapi bisa mengeluarkan bunyi. Mainan warna-warni, atau berlobang-lobang untuk tempat keluar masuk benda, atau mainan berbagai bentuk.
  6. Main tanpa Alat
    Main tanpa alat seperti bermain pendekar-pendekaran, bergulat, lomba lari, bisa dilakukan dengan balita. Permainan ini juga meningkatkan koordinasi motorik, keseimbangan, dan fungsi otak.

Bersama Ayah Tingkatkan Fungsi Otak
Banyak kegiatan yang bisa dilakukan ayah untuk meningkatkan fungsi otak si kecil. Di antaranya:

* Membaca bersama
Ayah biasanya suka membaca koran. Libatkan anak saat membaca. Jelaskan gambar-gamabar di koran, baca headline atau berita-berita yang bisa di mengerti anak, dsb., akan merangsang daya pikir anak untuk lebih kritis.

* Melibatkan Anak dalam Kegiatan Ayah
Ayah mungkin senang mengotak-atik mesin mobil, memperbaiki benda-benda yang rusak, atau sekadar mencuci mobil. Melibatkan anak dalam kegiatan tersebut mendekatkan anak-ayah secara emosional. Meski kegiatan tersebut khas ayah, namun Anda juga bisa mengajak si upik.

* Jalan-jalan di Hari Cerah
Manfaatkan hari libur untuk berjalan-jalan pagi. Banyak hal yang bisa ditemui anak dan merangsang rasa ingin tahunya. Misal, bagaimana burung bernyanyi di pagi hari. Bagaimana bunga bermekaran dan harum baunya. Mengapa banyak orang berolahraga di hari Minggu, dsb.

* Sesekali, Ajaklah Melihat Pekerjaan Ayah
Anak selalu tahu kapan ayah pergi untuk bekerja, kapan pulang, dan apa pekerjaannya. Tapi tahu persiskah anak apa yang dilakukan ayah saat bekerja? Mengajak dan memperlihatkan pekerjaan pada anak memperkaya daya pikirnya seperti, mengetahui mengapa ayahnya bekerja, untuk apa, dan bagaimana ia bekerja.

Bagaimana Sih Caranya?
Sebagai ayah, tentu saja Anda ingin melakukan segalanya untuk mengasuh si kecil. Tetapi saat si kecil masih tergantung dengan ibunya, tentu saja Anda bingung untuk memulainya darimana. Tetapi, jangan khawatir, dengan tekad dan rasa cinta yang dalam, Anda pasti bisa melakukannya. Tips dibawah ini dapat Anda jadikan tolak ukur untuk memulainya:

  1. Cari pengetahuan sebanyak-banyaknya. Sesekali membaca buku panduan pengasuhan anak, buku tentang psikologi anak atau buku-buku yang berisikan informasi tentang tumbuh kembang si kecil adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Bahkan, sesekali mengikuti seminar atau kelas tentang bagaimana cara mengasuh bayi bukanlah hal yang tabu dilakukan.
  2. Temani istri Anda saat ia mengikuti kelas senam hamil atau pelatihan di klinik laktasi. Hal ini membuat Anda lebih memahami mengapa ikatan emosional antara ibu dan bayi sangat kuat. Ini akan meringankan perasaan Anda saat istri Anda tiba-tiba menomerduakan Anda.
  3. Bila Istri Anda menyusui ASI, jadilah partner yang baik . Caranya, tawarkan bantuan untuk menyendawakan bayi saat ia selesai menyusu. Bahkan bila ia terbangun pada malam hari, temani dia. Ini membuat ikatan batin antara Anda dan si kecil semakin kuat.
  4. Dekatkan diri dengan si kecil sesering mungkin.Tidak ada kursus untuk menjadi Ibu atau Ayah yang baik. Untuk mengasuh si kecil dengan baik yang dibutuhkan adalah insting dan menghadapinya kenyataan. Untuk itu, jangan takut bila Anda tidak tahu cara mengendong bayi atau menemani si kecil bermain. Dengan sering melakukannya Anda pasti bisa.

Jangan pedulikan komentar istri atau orang lain tentang cara Anda mengasuh anak. Beberapa Ayah kadang-kadang menjadi putus asa mengasuh si kecil karena sering ‘dicela’. Ingat, Anda bukan istri atau mertua, mungkin saja, cara Anda malah membuat si kecil lebih dekat pada Ayahnya dibanding pada Ibu.

Permainan Tradisional

Bermain merupakan dunia anak dan cara mereka mempelajari dunia yang merupakan hak setiap anak tanpa batas usia karena bermain mempunyai banyak manfaat dan nilai positif. Sementara kemajuan teknologi membuat permainan tradisional tersingkir dengan permainan elektronik yang antara lain berupa mobil remote, video games, dan permainan komputer.

Saat ini jarang terlihat permainan tradisional dimainkan oleh anak-anak terutama di kota besar. Memang banyak kendala yang dihadapi dalam memainkan permainan ini, di antaranya lahan tempat bermain menghilang, sifat individualistis yang semakin berkembang di masyarakat kota.

Sebenarnya banyak yang dapat dipetik dari permainan tradisional. Selain alat-alatnya mudah diperoleh, dan memungkinkan anak-anak untuk membuat dan mengkreasikan alat permainan dengan bahan-bahan yang dapat ditemukan di sekitar mereka.

Seperti biji congklak yang umumnya dari kerang dapat digantikan dengan biji-bijian; papan congklak tidak harus menggunakan papan kayu berlubang tetapi dapat digantikan dengan melubangi tanah sehingga menyerupai bentuk papan congklak. Atau untuk permainan dampu saat ini dapat dilakukan di rumah menggunakan kotak-kotak lantai yang ada atau kotak gabus debagai pengganti lapangan.

Sisi positif lain yang dimiliki permainan tradisional antara lain:

  • Membantu anak mengembangkan kemampuan interaksi dan berkomunikasi dengan baik, karena anak harus menyampaikan idenya, bernegosiasi, mengungkapkan emosinya secara tepat.
  • Mengembangkan kepandaian sosial dan menanamkan nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat setempat
  • Belajar untuk mematuhi peraturan yang ada karena termotivasi oleh pengakuan bersikap sportif oleh anak lain.

DAMPU
Permainan ini umumnya dimainkan oleh anak-anak usia sekolah baik laki-laki maupun perempuan. Main dampu tidak membutuhkan peralatan yang harus dibeli, cukup dimainkan di tanah lapang dengan membuat petak-petak di permukaan tanah sesuai dengan bentuk yang disepakati baik menggunakan kapur atau pecahan genting atau apapun.

Alat lain yang digunakan adalah benda pipih seperti batu, pecahan genting, tutup botol yang digepengkan dan lain-lain sebagai biji. Inti permainannya adalah melempar batu pipih ke dalam kotak dengan tidak boleh keluar atau mengenai garis batas kotak, lalu melompat-lompat dengan satu kaki dalam kotak yang tidak berbatu tanpa boleh menginjak garis dan batu peserta lain. Setelah berputar anak harus mengambil batu dengan tetap bertumpu pada satu kaki lalu melompat kembali sampai ke garis awal.

Manfaat :

  • Melatih keseimbangan tubuh.
  • Melatih kemampuan reka visual.
  • Meningkatkan kemampuan motor planning (perencanaan gerak).
  • Meningkatkan kemampuan diferensiasi tekstur berdasarkan indera perabaan.

LOMPAT TALI
Sesuai namanya inti permainan ini adalah melompat tali. Tetapi tentu tidak semudah namanya, permainan ini mempunyai berbagai tingkat kesulitan; dari melompati tali yang rendah sampai setinggi tangan. Selain itu kesulitan juga bertingkat dari melompati tali yang diam sampai tali yang berputar. Alat yang digunakan sangatlah sederhana, hanya karet gelang yang dijalin menjadi panjang.

Manfaat :

  • Melatih kemampuan visual motor.
  • Meningkatkan kemampuan motor planning (perencanaan gerak).
  • Meningkatkan konsentrasi.
  • Meningkatkan kemampuan gerak fisik melompat, yang bermanfaat untuk kekuatan tubuh dan juga keterampilan dalam olahraga.
  • Melatih kekuatan kontrol mata.

GALASIN
Permainan ini memiliki banyak nama lain diantaranya : gobak sodor, main galah, main adang-adangan, dll. Inti dari permainan galasin ini adalah menghadang pihak lawan jangan sampai berhasil melewati garis dan jangan sampai dapat kembali ke garis awal.

Manfaat :

  • Meningkatkan kemampuan fisik.
  • Melatih kemampuan membaca gerak tubuh/gesture.
  • Meningkatkan kemampuan komunikasi dan kemampuan menyusun strategi lebih baik

PETAK JONGKOK
Petak jongkok merupakan permainan yang masih banyak terlihat dimainkan di daerah- daerah perumahan oleh anak-anak yang tidak membutuhkan alat dan dapat dimainkan kapan saja dan dimana saja. Pada intinya permainan petak jongkok adalah main kejar-kejaran dimana agar agar tidak tertangkap oleh “penjaga” anak harus jongkok.

Manfaat :

  • Meningkatkan kemampuan motorik kasar dan ketahanan fisik.
  • Melatih kemampuan fleksibilitas kaki.
  • Meningkatkan solidaritas dengan teman.

CONGKLAK
Atau dengan nama lain dhakon merupakan permainan untuk 2 orang. Pada intinya permainan adalah mengisi setiap lubang pada papan congklak dengan biji-bijian satu persatu, tanpa boleh terlewat atau ada yang terisi lebih dari satu. Dilakukan saecara bergiliran sampai semua biji-bijian yang ada habis. Pemenang permainan congklak adalah pemilik biji-bijian terbanyak pada akhir permainan.

Manfaat :

  • Melatih kemampuan manipulasi motorik halus.
  • Melatih konsentrasi.
  • Mendidik sifat sportifitas anak
  • Melatih kemampuan mengatur strategi.
  • Sarana belajar berhitung.
  • Melatih koordinasi 2 sisi tubuh.

BEKEL
Permainan bekel umumnya dimainkan oleh anak-anak perempuan tapi permainan ini juga bisa dimainkan oleh anak laki-laki. Bekel merupakan permainan melontarkan bola ke atas dan menangkapnya kembali. Tetapi pada saat bersamaan harus mengambil atau mengubah posisi biji-biji yang ada sesuai peraturan tingkat kesulitan yang dijalankan.

Manfaat :

  • Melatih koordinasi visual-motor.
  • Melatih meningkatkan konsentrasi.
  • Meningkatkan kemampuan kontrol gerakan jari-jari dan tangan.
  • Kemampuan mempertahankan posisi tubuh.

(PT. Nestlé Indonesia bekerja sama dengan majalan Anakku)