Kegawadaruratan

sumber : http://www.BeingMom.org
Salah satu prioritas utama kita adalah menjaga keselamatan anggota keluarga, terutama anak-anak yang masih kecil. Berikut beberapa tips untuk memberikan pertolongan pertama bagi keadaan darurat sebelum dibawa ke dokter untuk pertolongan medis selanjutnya.

TERSEDAK

Ciri-ciri anak tersedak :

Tiba-tiba sesak napas
Tidak bisa bicara, menangis atau bersuara
Mukanya membiru
Memegangi lehernya atau melambaikan tangannya
Kelihatan panik

Yang harus dilakukan :

* 1. Jangan merogoh ke dalam mulut anak atau menepuk punggungnya karena bisa mengakibatkan benda penyebab tersedak jatuh lebih dalam.
* 2. Lakukan manuver Heimlich hanya jika anda benar-benar terlatih menggunakannya.
* 3. Jika anak masih bisa batuk atau berusaha batuk, artinya jalan napas tidak tertutup seluruhnya.
* 4. Segera hubungi dokter jika anak mengalami kesulitan bernapas dan tidak sadar.

MIMISAN

Mimisan umumnya terjadi bila pembuluh darah dalam lubang hidung pecah akibat benturan pada hidung, bersin, mengorek hidung atau saat membuang lendir. Mimisan juga bisa disebabkan oleh iritasi atau keringnya lapisan selaput dalam hidung akibat berkurangnya kelembaban dan lingkungan yang kering.

Keluarnya darah biasanya hanya terjadi dari salah satu lubang hidung. Kebanyakan mimisan berasal dari pembuluh darah yang terletak pada bagian depan hidung. Sebagian lagi disebabkan oleh perdarahan dari bagian belakang hidung yang mengalir ke dalam tenggorokan. Mimisan jenis ini lebih sulit dikendalikan dan hampir selalu membutuhkan pertolongan medis.

Yang harus dilakukan :

* Dudukkan anak dengan posisi agak condong ke depan. Posisi ini menahan darah agar tidak mengalir ke belakang tenggorokan yang bisa menyebabkan anak muntah-muntah.
* Periksa apakah ada benda dalam hidung anak, jika ditemukan ambil benda tersebut bila perlu.
* Pencet hidung anak selama 10 menit pada bagian yang empuk (dibawah tulang hidung) dan biarkan ia bernapas melalui mulut.
* Jika darah masih keluar, pencet kembali selama beberapa menit.
* Jika perdarahan bisa dikendalikan, bersihkan hidung dan mulutnya perlahan dengan kain basah.

Hubungi dokter jika :

* Darah mengalir deras dan penderita pusing atau lemas.
* Perdarahan terus berlangsung lebih dari 30 menit.
* Mimisan disebabkan oleh benturan pada kepala.

JATUH

Anak kecil biasa terjatuh saat belajar berjalan, berlari atau memanjat. Umumnya jatuh tidak menyebabkan cedera parah selain memar ringan dan luka kecil. Namun jatuh yang parah bisa menyebabkan cedera serius dan membutuhkan pertolongan medis.

Jangan pindahkan anak dan segera hubungi dokter jika si anak :

* Mengalami cedera serius pada kepala, leher, punggung, tulang panggul atau paha.
* Tidak sadar atau sempat pingsan sejenak.
* Mengalami kesulitan bernapas.
* Kejang-kejang.
* Ada cairan atau darah keluar dari hidung, telinga atau mulut

Hubungi dokter jika :

* Tidak mau berhenti menangis.
* Mengantuk dan sulit dibangunkan.
* Muntah.
* Mengeluh sakit pada leher atau punggung.
* Mengeluh karena rasa sakit yang semakin menjadi.
* Tidak bisa berjalan normal.
* Tidak bisa menfokuskan matanya secara normal.
* Atau gejala lain yang membuat anda khawatir.

Jika kondisi aman untuk memindahkan anak :

* Peluk si anak dan tenangkan dia sampai tangisnya berhenti.
* Beri kompres dingin pada memarnya.
* Istirahatkan anak untuk beberapa saat ke depan.
* Perhatikan kondisi anak untuk 2×24 jam ke depan untuk gejala-gejala yang tidak biasa

LUKA MEMAR

Luka memar adalah akibat dari perdarahan di dalam jaringan kulit, tanpa ada kerusakan kulit. Luka memar yang disebabkan oleh cedera bukan merupakan keadaan serius dan akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Meskipun demikian luka memar di bagian kepala mungkin dapat menutupi cedera yang lebih gawat dalam kepala (tulang kepala retak dengan perdarahan di bagian otak). Bila luka memar timbul dengan spontan, maka mungkin merupakan tanda gangguan perdarahan.

Penyebab umum memar adalah terpukul ataupun terantuk benda tumpul dengan keras.

Gejala-gejala

Kulit berubah kebiruan/ungu/coklat, yang akan berubah menjadi hijau/kuning sekitar satu minggu kemudian.
Bengkak yang merata.
Sakit, nyeri.

Yang harus dilakukan

* Kompres dingin (dengan es dibungkus handuk) supaya lebih cepat menghentikan perdarahan dalam.
* Hubungi dokter apabila luka memar terjadi di bagian kepala dan anak muntah-muntah, mengantuk atau pingsan.

LUKA IRIS DAN LUKA SERUT

Luka iris adalah luka karena terkena benda tajam dengan pinggir-pinggir luka yang rapi, sebaliknya luka robek pinggir-pinggirnya tidak beraturan. Luka serut (gesek/abrasi) adalah suatu cedera pada permukaan kulit karena bergesekan dengan permukaan kasar. Luka iris dan serut yang kecil banyak terjadi dan tidak berbahaya serta bisa dirawat di rumah. Sedikit pendarahan mungkin terjadi dan akan berhenti dengan sendirinya.

Pendarahan banyak akan terjadi jika mengenai pembuluh darah besar (arteri atau vena). Pendarahan pada pembuluh darah arteri biasanya mengalir depat dan deras serta warnanya merah cerah. Pendarahan di pembuluh darah vena biasanya merembes pelan dan berwarna merah tua.

Yang harus dilakukan :

* Cucilah luka di air yang mengalir dan keringkan dengan kertas tisu yang bersih.
* Ambil kotoran, gelas/beling atau partikel lain di dalam luka dengan pengait yang bersih (pengait ini harus dicuci dengan air sabun terlebih dahulu atau dilewatkan di atas api kecil dan dibiarkan dingin).
* Hentikan perdarahan dengan cara menekan di atas luka dengan kasa bersih selama beberapa menit. Jika kasa basah terkena darah, gantilah dengan kasa baru dan lakukan hal yang sama.
* Bila luka kecil, biarkan terbuka supaya lebih cepat pulih. Bila luka besar, tutup dengan pembalut.

Segera ke dokter jika
1. Terdapat perdarahan hebat misal: darah memancar dari luka, perdarahan tidak berhenti dengan tekanan, atau sudah kehilangan sekitar 1-2 cangkir darah.
2. Ada bagian tubuh yang terlepas atau hampir terlepas.

KESELEO DAN TERKILIR

Keseleo dan terkilir adalah cedera yang biasa terjadi. Meskipun sangat nyeri tetapi biasanya tidak berbahaya. Sendi yang biasa terkilir adalah tumit, pergelangan tangan, leher, lutut dan jari-jari. Kadang-kadang sukar untuk membedakan antara terkilir dengan dislokasi tulang/ patah tulang.

Gejala-gejala

Nyeri/sakit pada sendi, gerakan terbatas karena nyeri.
Bengkak, merah.

Yang harus dilakukan:

-  Hentikan kegiatan yang sedang dilakukan anak sesegera mungkin.
–  Istirahatkan sendi yang sakit sebanyak mungkin.
–  Kompres dingin menggunakan es yang dibungkus handuk.
–  Gunakan pembalut tekan untuk beberapa hari selanjutnya
–  Sendi diletakkan lebih tinggi untuk mengurangi bengkak
–  Periksakan ke dokter bila :

sendi sangat sakit bila dipegang
anak tidak mampu berjalan lebih dari 4 langkah,
bagian yang memar bertambah besar,
bagian yang sakit terasa kebas,
sendi terlihat bengkok atau bentuknya berubah
ada tanda-tanda infeksi

DIGIGIT SERANGGA

Beberapa gejala reaksi alergi berat akibat digigit serangga :

Pembengkakan pada muka atau mulut
Sulit menelan atau berbicara
Sesak napas
Pusing atau pingsan
Mual, muntah

Yang harus dilakukan :
–  Bawa anak menjauh dari tempat ia digigit serangga
–  Jika anak disengat serangga dan sengatnya masih terlihat, singkirkan sengatnya.
–  Cuci daerah yang tersengat/ digigit dengan air bersih dan sabun
–  Kompres daerah yang tersengat/ digigit dengan es untuk mengurangi bengkak dan rasa sakit
–  Segera hubungi dokter jika anak menunjukkan gejala reaksi berat seperti diatas

KERACUNAN

Yang harus dilakukan :

1. Bila penderita tidak sadar/pingsan:
–  Jangan memberikan apapun lewat mulut.
–  Jangan mencoba supaya penderita muntah, karena bahaya tersedak bahan muntah tersebut. Bila muntah sendiri, baringkan dalam posisi penyembuhan.

2. Bila penderita sadar:

-  Minta kepada penderita atau keluarganya untuk menemukan jenis racun.
–  Periksalah bibir, lidah, dan tenggorokan untuk mencari apakah terdapat tanda luka bakar oleh bahan kimia. Bila ada merupakan tanda bahwa bahan racun tersebut bersifat korosif.
–  Bila bahan korosif (mis asam, alkali, ammonia, pemutih, cairan rumah tangga), usahakan agar penderita bisa berkumur dengan baik.
–  Jangan mencoba supaya penderita muntah, karena bahaya lambung robek/rusak.
–  Bila jenis asam, berikan 1-2 gelas susu (atau air, bila tidak ada susu).
–  Bila ammonia/cairan pembersih, berikan 1-2 gelas air.
–  Bila alkali/pemutih, jangan memberikan apapun lewat mulut.
–  Bila bahan produk minyak (mis bensin, pelarut cat, minyak tanah), jangan memberikan apapun lewat mulut, juga jangan mencoba supaya penderita muntah, karena bahaya menghisap asap dari produk minyak kedalam paru-paru dengan akibat yang serius.
–  Bila bahan bukan bersifat korosif/ bukan produk minyak (mis alcohol, obat tanaman beracun) berikan 1-2 gelas air. Usahakan supaya penderita muntah, dengan cara mengusap tenggorokan dengan jari tangan.
3. Bawa penderita ke Unit Gawat Darurat di rumah sakit terdekat. Baringkan penderita pada posisi istirahat pada kursi belakang dalam mobil.
4. Minta orang lain untuk mengontak rumah sakit untuk memberitahukan akan datangnya kasus keracunan. Juga beritakan tentang racun apa, berapa banyak, berapa lama racun telah masuk tubuh.
5. Ambil tempat sisa racun, supaya bisa ditentukan jenis racun dan dicarikan anti racun yang cocok.

GIGI PATAH/ LEPAS

Yang harus dilakukan :
1. Segera cari gigi yang patah/ lepas tersebut
2. Hubungi dokter gigi anak anda
3. Pegang gigi pada mahkotanya dan bukan pada akarnya
4. Bilas gigi (jangan disikat) dengan cairan infus atau susu. Sedapat mungkin jangan gunakan air keran karena mengandung klorin yang dapat merusak akar gigi
5. Jaga agar gigi tidak kering sampai tiba di dokter gigi dengan cara :

-  Meletakkan gigi tersebut kembali ke tempatnya jika si anak sudah cukup besar untuk bisa menjaganya
–  Simpan gigi dalam susu (bukan air)
–  Simpan di dalam mulut anda antara pipi dan gusi bawah
–  Segera pergi ke dokter gigi

Gigi yang lepas dari tempat harus dikembalikan ke tempatnya paling lambat 30 menit setelah lepas.

LUKA BAKAR

Luka bakar dapat dibagi tiga :

Derajat Pertama:
Dutandai dengan warna kulit yang kemerahan dan kadang-kadang bengkak. Kerusakan hanya terjadi di permukaan kulit dan tidak memerlukan perawatan khusus. Misalnya: kulit terbakar akibat berenang atau tersiram air panas.

Derajat dua:
Mengenai lapisan bawah kulit. Biasanya ditandai dengan sakit hebat, gelembung berisi cairan, bengkak dan kulit rusak.

Derajat tiga:
Dapat mengenai tulang dan organ dalam, ditandai dengan kulit kering, pucat, gosong, mati rasa akibat kerusakan saraf sensoris.

Yang harus dilakukan :
Hentikan proses luka bakarnya. Alirkan air dingin pada bagian yang terkena.
–  Lepaskan pakaian dan perhiasan. Jika pakaian melekat, gunting, jangan dipaksakan.
–  Lakukan penilaian dini.
–  Tentukan derajat luka bakar selama pemeriksaan fisik.
–  Tutup luka bakar.
–  Gunakan penutup luka steril, bila mengenai mata pastikan kedua mata ditutup, bila mengenai jari-jari masing-masing dibalut terpisah.
–  Jaga kehangatan tubuh penderita dan rawat cedera lain.
–  Rujuk ke dokter

TERSENGAT LISTRIK
Jika anak Anda terkena aliran listrik dan Anda tidak dapat mematikannya, jangan langsung menyentuh si anak. Lebih baik, sentuh dia dengan menggunakan bahan yang terbuat dari kayu (misalnya: gagang sapu). Jika memungkinkan, pegang penyekat tersebut dengan koran kering yang terlipat.

Sekitar 85% luka bakar akibat tersengat listrik adalah ringan dan dapat dirawat di rumah. Harus dibawa ke rumah sakit bila :

Wajah, kedua tangan, daerah genital atau kaki terbakar
Korban tidak dapat dirawat dengan baik di rumah
Korban berusia di bawah 2 tahun atau di atas 70 tahun
Organ-organ dalam juga turut terbakar

LUKA KARENA KEMBANG API
Luka yang terjadi akibat dari panas kembang api biasanya mengenai mata yang dapat mengakibatkan kebutaan, kepala, lengan, tangan dan kaki, goresan luka (laserasi), amputasi dan luka bakar. Luka bakar dapat meninggalkan cacat luka parut sepanjang hidup.

Yang harus dilakukan :

-  Cuci bagian yang terbakar dengan air dingin yang mengalir
–  Jika terjadi lepuhan pada kulit, biarkan saja lalu kompres basah atau dingin. Jika luka bakar itu parah bawalah ke rumah sakit.
–  Bila mata yang terkena percikan api, bilaslah mata dengan air dingin, selama 10 menit.
–  Jika ada benda asing yang melekat di bola mata, misalnya percikan kembang api, tutup mata tersebut dengan kain steril dan bersih. JANGAN mencoba untuk mengambil benda tersebut.
–  Segera cari pertolongan tenaga medis.

Sumber :
1. Bahan Seminar Pertolongan Pertama BeingMoM, Mei 2008
2. http://www.kidshealth.org
3. Wawancara dengan dokter gigi
4. Berbagai sumber lain

© JMA 2008 for http://www.BeingMom.org

Apakah Anak Anda Sedang Berada Dalam Keadaan Gawat Darurat?

sumber : milissehat.web.id

Setiap anak yang sehat sekalipun dapat jatuh sakit maupun terluka. Pada beberapa keadaan, orang tua dapat langsung memutuskan untuk membawa, anak ke Instalasi Gawat Darurat atau klinik 24 jam pada Rumah Sakit terdekat. Sedangkan pada keadaan yang lain, orang tua dapat dihadapkan pada kesulitan untuk mengetahui apakah kecelakaan atau penyakit yang dialami membutuhkan perawatan oleh tenaga ahli, atau sebaliknya cukup dilakukan perawatan di rumah.
Setiap masalah tentunya memerlukan penanganan yang berbeda-beda. Namun, ketika anak Anda di hadapkan dengan masalah kesehatan, dibawah diberikan beberapa pilihan dalam penanganan kondisi kesehatan :
• Penanganan di rumah (Home Care). Banyak kecelakaan kecil dan beberapa penyakit, misalnya tersayat pisau, lebam, batuk, demam, luka akibat garukan, dapat ditangani cukup dengan perawatan di rumah, dan jika diperlukan dapat ditambah dengan obat bebas (over-the-counter)
• Hubungi dokter keluarga. Jika Anda tidak yakin dengan tindakan yang dibutuhkan oleh anak Anda, dokter keluarga atau perawat yang bekerja pada pusat pelayanan kesehatan dapat membantu Anda untuk memutuskan langkah apa yang harus Anda ambil dan lakukan.
• Kunjungi klinik 24 jam. Klinik 24 jam dapat menjadi pilihan pada kondisi akut, terutama pada malam hari maupun pada akhir pekan, ataupun keadaan ketika dokter praktik Anda tidak berada di tempat. Pada negara berkembang, fasilitas seperti ini dilengkapi dengan alat pemeriksaan penunjang, seperti rontgen (X-Rays), dan penanganan untuk luka yang membutuhkan tindakan seperti jahit luka.
• Kunjungi Instalasi Gawat Darurat RS terdekat. IGD, dapat menangani berbagai masalah kesehatan yang bersifat serius, seperti perdarahan hebat, trauma kepala, kejang, radang pada selaput otak (Meningitis), sesak napas, dehidrasi, dan infeksi bakteri yang berat.
• Hubungi ambulance. Beberapa keadaan membutuhkan penanganan tenaga kesehatan profesional dalam perjalanan menuju rumah sakit. Misalnya, jika anak Anda mengalami kecelakaan lalu lintas, mengalami trauma atau masalah pada bagian leher atau kepala, membutuhkan penanganan yang serius dan hati-hati; dan jika mengalami perburukan, segera hubungi pelayanan ambulance terdekat.
Sebagai orang tua terkadang sulit untuk melakukan keputusan ini. Anda tidak mau terburu-buru ke IGD jika bukan suatu gawat darurat, namun anda juga tidak mau terlambat mendapat pertolongan medis jika anak anda membutuhkan tindakan segera. Dengan pertumbuhan anak anda dan kejadian (sakit) yang muncul anda akan belajar mempercayai penilaian anda mengenai gawat darurat.
Yang perlu diingat bahwa ketika Anda sedang diperhadapkan dengan kondisi kesehatan anak yang ringan, akan lebih baik jika Anda menghubungi dokter anak Anda, pergi ke unit gawat darurat terdekat atau tangani masalah tersebut di rumah. Kadang-kadang, situasi unit gawat darurat cukup ramai sehingga Anda mungkin akan menunggu lama hanya untuk menangani masalah yang kecil.
Haruskah saya mendatangi Instalasi Gawat Darurat??
Berikut beberapa keadaan kesehatan untuk mendatangi Instalasi Gawat Darurat:
• Jika anak mengalami kesulitan bernafas
• Jika anak mengalami perubahan mental, seperti perlahan-lahan tertidur yang tidak wajar atau sulit dibangunkan, disorientasi atau seperti orang yang kebingungan
• Jika ada luka potong pada kulit yang menyebabkan perdarahan yang sulit dihentikan
• Jika anak mengalami kaku pada leher disertai demam
• Jika nadi anak cepat dan terus menerus
• Jika secara tidak disengaja menelan bahan yang beracun atau menelan obat dalam jumlah berlebih
• Jika anak mengalami trauma/luka pada kepala yang menyebabkan perdarahan.
Keadaan lain yang tidak kalah penting, namun tidak harus segera dibawa ke Instalasi Gawat Darurat. Keadaan berikut juga meliputi gejala yang dapat dipertimbangkan untuk menghubungi dokter Anda:
• Demam tinggi
• Nyeri telinga
• Nyeri perut
• Nyeri kepala yang tidak mengalami perubahan
• Ruam
• Mengeluarkan suara “ngik…ngik” pada saat bernapas
• Batuk yang menetap
Jika Anda ragu-ragu, hubungi dokter Anda. Bahkan jika dokter tidak ada, perawat yang bertugas dapat membantu Anda untuk memutuskan apakah anak Anda perlu di bawa ke instalasi gawat darurat atau tidak. Untuk waktu tertentu seperti akhir pekan atau tengah malam, beberapa dokter dapat melakukan pelayanan melalui telepon, sehingga dapat langsung berkomunikasi dengan Anda. Tentunya, jika Anda meninggalkan pesan terlebih dahulu.
Layanan 24 jam
Kadang-kadang, luka atau penyakit tidak berat namun membutuhkan penanganan pada saat itu juga. Jika Anda mengalami masalah demikian, dan dokter Anda tidak melakukan pelayanan kesehatan pada saat itu, keputusan untuk mendatangi layanan 24 jam dapat dilakukan.
Layanan 24 jam akan menerima Anda tanpa harus membuat janji terlebih dahulu, setibanya Anda di sana. Namun, mereka dilengkapi dengan peralatan dan personil yang siap untuk menangani masalah yang ringan, atau keadaan yang bersifat akut. Pasien biasanya akan didatangi oleh dokter dan bahkan dapat diminta untuk melakukan pemeriksaan lanjutan seperti rontgen atau darah.
Kebanyakan layanan ini menawarkan pelayanan yang dimulai pada sore hari atau akhir pekan yang ditujukan kepada pasien yang harus menerima obat saat dokter keluarga tidak ada di tempat. . beberapa bahkan ada yang melakukan pelayanan selama 24 jam setiap hari.
Beberapa kasus yang terjadi yang dapat di bawa ke klinik 24 jam, meliputi:
• Terpotong
• Luka kecil
• Muntah atau diare
• Nyeri telinga
• Batuk berdahak
• Gigitan serangga yang menimbulkan infeksi
• Reaksi alergi yang ringan
• Dicurigai terjadi patah tulang
• Gigitan hewan
Dokter yang bekerja pada fasilitas 24 jam, tidak jarang merupakan dokter keluarga yang fokus pada penanganan masalah orang dewasa dan pediatric (anak-anak). Beberapa klinik 24 jam juga melengkapi tenaga kerja dengan perawat professional. Instalasi Gawat Darurat pada beberapa rumah sakit memiliki bagian untuk menangani trauma atau luka kecil dan beberapa penyakit yang sama dengan klinik 24 jam.
Carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai klinik 24 jam terdekat, sebelum Anda berada pada situasi dimana Anda perlu untuk mendatangi fasilitas kesehatan tersebut. Dokter Anda dapat membantu Anda dengan memberikan rekomendasi mengenai fasilitas tersebut. Yang paling penting, adalah mencari fasilitas kesehatan yang resmi dengan tenaga kesehatan yang terutama di bidang penyakit dalam, anak dan kegawatdaruratan.
Bicara dengan dokter Anda, sebelum anak Anda jatuh sakit, mengenai penanganan masalah gawat darurat pada anak. Dan tanyakan mengenai perjanjian dengan dokter yang dilakukan diluar jadwal pelayanan normal. Memiliki informasi tersebut lebih awal akan mengurangi kepanikan ketika anak Anda jatuh sakit.
(YS)
Diterjemahkan dari :
Is it a medical emergency?
Kate M. Cronan, MD
June 2009

http://kidshealth.org/parent/system/doctor/emergencies.html

Cedera Kepala Pada Anak

sumber :http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&hkategori=Tips%20-%20Tips&direktori=tips&filepdf=0&pdf=&html=20060220-tx8els-tips.htm

Cedera kepala merupakan penyebab kematian utama pada anak diatas usia 1 tahun di Amerika Serikat. Cedera kepala atau yang biasa juga disebut trauma kepala mempunyai berbagai dampak antara lain dampak emosi, dampak psikososial dan dampak ekonomi baik bagi anak maupun bagi keluarganya akibat dari lamanya masa perawatan di rumah sakit dan perlunya perawatan jangka panjang pasca trauma.

Otak anak yang lebih lunak dari pada otak orang dewasa menjadikannya lebih mudah mengalami cedera bila terjadi perubahan kecepatan mendadak (trauma).

Trauma kepala selain dapat menyebabkan kematian, juga dapat menyebabkan akibat buruk lain yaitu kecacatan permanen.

10-20% anak yang mengalami cedera kepala berat akan mengalami masalah dengan ingatan jangka pendeknya dan menunjukkan respons yang lebih lambat, terutama jika mengalami koma sekurangnya 3 minggu. Selain itu, lebih dari setengahnya akan mengalami gangguan saraf.

Berbagai macam bentuk trauma kepala secara primer adalah:

1. Trauma pada kulit kepala

Umunya berupa perdarahan karena robeknya kulit kepala.

2. Patah tulang kepala
3. Hilangnya kesadaran sementara

Dapat disertai kejang, muntah, dan gangguan ingatan.

4. Kerusakan jaringan otak
5. Timbunan darah dibawah tulang kepala

Karena robeknya pembuluh darah

6. Adanya benda asing di dalam kepala
7. Perdarahan di dalam kepala
8. Kerusakan sel-sel otak menyeluruh

Anak yang mengalami trauma kepala juga sering disertai dengan trauma fisik lainnya. Karena itu anak tersebut harus segera dibawa ke dokter agar dapat dievaluasi dengan cermat sehingga akibat-akibat buruk seperti yang telah disebutkan di atas dapat ditekan serendah-rendahnya.
Secara umum anak-anak yang kesadarannya baik, bertingkah laku normal dan hasil pemeriksaan sarafnya normal setelah mengalami trauma mungkin perlu diobservasi selama 4 jam, dan jika tidak dijumpai kemunduran tanda-tanda vital seperti jalan nafas, pernafasan dan sirkulasi darahnya, anak dapat diobservasi di rumah dengan saran oleh dokter untuk tetap mengawasi tanda vital sesuai instruksi dokter. Anak-anak tersebut tetap diberi pembatasan aktivitas yang dilaksanakan selama 72 jam. Dan apabila terdapat kemunduran pada jangka waktu tersebut, orang tua disarankan untuk segera membawa anaknya ke rumah sakit.

Indikasi masuk Rumah Sakit adalah:

1. Penurunan kesadaran
2. Keadaan kebingungan yang memanjang
3. Muntah-muntah hebat
4. Mekanisme terjadinya trauma yang tidak jelas atau terjadinya trauma tanpa ada orang yang menyaksikan
5. Tanda gangguan saraf terlokalisasi

Misalnya gangguan pernafasan, gangguan bicara, kelumpuhan anggota tubuh

6. Kejang
7. Patah tulang kepala

Perlu diwaspadai pula bila anak keluar darah dari mulut, hidung atau telinganya yang dapat berasal dari dalam tempurung kepalanya.

Pada anak yang pulang dari perawatan di Rumah Sakit terdapat beberapa indikasi yang perlu dikerjakan:

1. Orang tua sebaiknya mengatakan apa adanya yang terjadi pada anak setelah pulang dari RS
2. Menerangkan pada orang tua dan anak bahwa mungkin masih dijumpai keluhan nyeri kepala dan muntah, diharapkan orang tua mendampingi tidur anak dan mengadakan pengawasan secara berkala kesadaran anak
3. Mengadakan konsultasi secara berkala dengan anak jika anak dalam keadaan baik

(cfs/disederhanakan dari kuliah PKB IKA ke 33)

Trauma Kepala Ringan

source: http://www.idai.or.id/tips/detil.asp?q=102

Penulis: Irawan Mangunatmadja

Jatuh adalah satu kejadian yang sering terjadi pada anak baik di dalam
maupun di luar rumah. Orangtua tentunya sangat khawatir akan akibat yang
terjadi, banyak pertanyaan yang timbul pada saat orangtua mengetahui
anaknya jatuh, terutama bila kepla terbentur lantai. Beberapa pertanyaan
yang timbul adalah: apa yang harus orangtua lakukan, haruskah segera
dibawa ke Rumah Sakit. apakah perlu di lakukan pemeriksaan CT Scan
kepala, apa yang harus diperhatikan setelah jatuh, apakah akan
berpengaruh di kemudian hari, bagaimanakah mencegah anak jatuh?

Trauma kepala dengan luka di sekitar kepala, tidak selalu
menimbulkan kegawatan. Sebaliknya benjolan di daerah samping kepala
akibat jatuh ternyata dapat menimbulkan kegawatan. Oleh karenanya,
diperlukan pengetahuan yang benar tentang trauma kepala ringan. Menurut
American Academy of Pediatrics (1999) trauma kepala ringan didefinisikan
sebagai trauma kepala dengan status mental dan neurologis pada
pemeriksaan awal normal, dan tidak adanya fraktur tulang kepala pada
pemeriksaan fisis. Pada keadaan ini dapat disertai kehilangan kesadaran
< 1 menit, kejang singkat setelah trauma, muntah, sakit kepala dan lesu.

Problem anak jatuh

Tidak semua orangtua mengetahui apa yang harus dilakukan saat melihat
anaknya jatuh. Sebenarnya informasi yang perlu diketahui tentang anak
jatuh adalah:

* Posisi anak jatuh, bagian yang terbentur lantai: muka, kepala,
atau bagian tubuh lainnya
* Apakah anak pingsan, berapa lama – Adakah benjolan di daerah
kepala
* Adakah patah tulang: leher, bahu, lengan, atau tungkai
* Adakah sakit kepala atau muntah

Untuk mengetahui akibat jatuh, orangtua seharusnya perlu melakukan
pemeriksaan:

* Yakinkan apakah anak sadar atau tidak: panggil namanya,
goyangkan badannya.
* Rabalah seluruh bagian kepalanya dengan sedikit penekanan,
sehingga memastikan adakah benjolan (hematom), nyeri, atau
"dekok" (fraktur kompresi) di kepala.
* Bila ubun-ubun belum menutup, rabalah ubun-ubun apakah membonjol
atau tidak. Ubun-ubun membonjol tanda adanya peningkatan tekanan
dalam otak, dapat terjadi karena edema otak atau perdarahan.
* Gerakkan kepala, dan tangan kakinya untuk memastikan tidak ada
patah tulang leher, bahu, tulang belakang atau ekstremitas.
* Perhatikan dengan teliti: mata, kelopak mata, raut wajah atau
senyumnya adakah perubahan?.
* Pastikan penglihatannya tidak terganggu.

Pada anak jatuh terutama dengan kepala terbentur lantai, beberapa
keadaan darurat dapat terjadi:

* Anak tidak sadar, dapat disebabkan perdarahan dalam rongga
kepala (perdarahan epidural, subdural), atau akibat pembengkakan
(edema) otak, terkenanya pusat kesadaran saat kepala terbentur.
* Benjolan (hematom) di kepala terutama bila terdapat di daerah
samping kepala (temporal), karena fraktur/retak tulang di daerah
tersebut dapat merobek pembuluh darah di dinding tulang kepala.
* Terbenturnya kepala bagian belakang (oksipital) dengan keras
dapat menyebabkan pembengkakan otak sehingga penglihatan menjadi
terganggu atau buta dalam beberapa hari.
* Terbenturnya bagian depan kepala (frontal) dapat menyebabkan
hematom di pelipis awalnya. Kadang hematom ini akan turun
sehingga kedua kelopak mata atas menjadi bengkak.
* Kekakuan di leher dapat disebabkan perdarahan subdural yang pada
pemeriksaan funduskopi didapatkan papil edema atau perdarahan
subhialoid.
* Keluar cairan atau darah dari hidung dan lubang telinga.

Bawalah segera anak ke rumah sakit bila didapatkan kelainan di atas.
Tetapi bila tidak, anak dapat diobsevasi di rumah. Pengawasan dilakukan
dengan melakukan pemeriksaan setiap 2 -3 jam perhari sampai 3 hari
setelah anak jatuh. Selama observasi anak tidak diberikan obat muntah,
karena dapat menghilangkan gejala muntah yang bertambah.

Bawalah anak segera ke rumah sakit bila selama observasi didapatkan:

* Anak menjadi tidak sadar atau tidur terus.
* Anak menjadi delirium, bingung, dan iritabel.
* Kejang/kelumpuhan pada wajah atau ekstremitas.
* Sakit kepala atau muntah yang menetap atau semakin bertambah.
* Adanya kekakuan di leher.
* Timbul benjolan di kepala terutama pada daerah samping kepala
(temporal).

Di rumah sakit perlu dilakukan pemeriksaan CT Scan kepala untuk
melihat adakah fraktur tulang kepala atau perdarahan otak. Rontgen
kepala saat ini tidak dianjurkan lagi. Pemeriksaan kepala dilakukan atas
indikasi bila dicurigai adanya perdarahan otak dan tidak harus segera
setelah jatuh. Ini disebabkan perdarahan otak dapat berlangsung sedikit
demi sedikit. Anak yang mengalami perdarahan otak ringan umumnya tidak
akan mengalami gangguan perkembangan di kemudian hari.

Pencegahan

Pencegahan sebaiknya dilakukan untuk menghindari anak jatuh atau
terbentur kepalanya. Pencegahan dapat dilakukan:

* Pada bayi <6 bulan, apabila sudah dapat berguling, taruhlah
kasur di samping tempat tidur.
* Bila bayi sudah dapat berdiri berikan pelindung di tempat
tidurnya.
* Bila anak sudah dapat berlari awasi dengan ketat, jangan sampai
menarik taplak meja atau pintu rak lemari.
* Hindari pemakaian baby walker tanpa pengawasan.
* Jangan biarkan air seni berserakan di lantai.
* Kakak jangan nakal terhadap adik, misalnya: main dorong dorongan

Kesimpulan

Dari uraian di atas, beberapa hal penting pada kedaruratan anak jatuh
terutama bila kepala terbentur lantai:

* Lakukan tindakan pencegahan anak agar tidak jatuh.
* Periksalah dengan teliti bila anak jatuh, terutama bila kepala
terbentur lantai.
* Observasi klinis anak jatuh di lakukan selama 3 hari setelah
anak jatuh.
* Bawalah ke rumah sakit bila dicurigai adanya perdarahan otak.
* Pemeriksaan CT Scan kepala dilakukan sesuai indikasi, tidak
selalu dilakukan segera setelah anak jatuh.

Daftar Pustaka

1. AAP. Pediatrics 1999;104:1407-15.
2. Palchak MJ. Am Emerg Med 2003;42:492-506.

Tips Ketika Bayi Terluka & Berdarah

SUMBER : http://www.dechacare.com/Tips-Ketika-Bayi-Terluka-Berdarah-I628.html

SAAT si kecil jatuh ke lantai dan menangis keras, Moms langsung mendekatinya. Tak lama kemudian, darah segar mulai mengucur. Moms bingung, panik, khawatir dan was-was, apa yang musti dilakukan bila si kecil terluka apalagi sampai berdarah?

Jika kondisi ini Anda hadapi, simak saja tip yang dipaparkan dr Yefta Moenadjat, SpBP(K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, berikut:

Tindakan Pertolongan Pertama

Bila si kecil terjatuh atau terantuk benda asing hingga menimbulkan luka, yang harus dilakukan oleh orangtua antara lain:

- Pertama dan utama, jangan panik! Bila bayi terjatuh hingga menimbulkan luka sebaiknya perhatikan terlebih dulu apakah jaringan mengalami kerusakan atau luka tersebut disertai perdarahan atau tidak?

- Bila terjadi perdarahan, segera bersihkan luka dari kotoran dengan air bersih. Bila ragu menggunakan air keran, dapat menggunakan air minum mineral yang banyak tersedia di rumah.

- Tutup luka dengan kain kasa steril. Dengan telapak tangan lakukan penekanan pada kasa yang menutup luka tadi selama 5 menit terus menerus untuk menghentikan perdarahan.

Bila perlu, luka diikat dengan kain perban atau plester tapi tidak terlalu keras dan tidak menganggu sirkulasi pada bagian tubuh yang terluka. Yang penting perdarahan tidak berlangsung terus, karena tubuh akan menghentikan perdarahan dengan sendirinya.

- Dalam melakukan penekanan, jangan menggunakan kapas. Serat-serat kapas akan tertinggal di permukaan luka dan merupakan benda asing yang menghambat proses penyembuhan luka.

- Luka yang sudah dibalut dengan kain kasa sebaiknya jangan banyak dimanipulasi karena hanya akan menghambat proses penyembuhan.

- Tidak benar bahwa luka tidak diperbolehkan terkena air. Jika kain balutan basah -misalnya karena tersiram air saat mandi- segera ganti dengan yang baru.

- Jika luka sudah kering, tidak perlu memakai kain kasa lagi.

- Hubungi dokter Anda jika luka si kecil tampak kemerahan, mengalami pembengkakan, teraba lebih hangat dibandingkan dengan jaringan sekitar disertai nyeri atau terlihat ada nanah.

- Pada perawatan luka, hindari penggunaan atau pemberian zat-zat yang justru menimbulkan iritasi pada luka tersebut seperti alkohol, rivanol, povidon iodine, atau sabun antiseptik maupun larutan antiseptik.

Luka Besar atau Terbuka

Nah, bila lukanya besar atau terjadi luka terbuka, yang harus dilakukan adalah:

- Bersihkan luka dengan air sebersih mungkin agar tidak menimbulkan infeksi. Perhatikan keadaan luka apakah lukanya dalam atau tidak dan seberapa besar lukanya.

- Tutup seluruh permukaan luka dengan kain kasa steril. Dengan telapak tangan lakukan penekanan pada kasa yang menutup luka tadi selama 5 menit terus-menerus.

- Jika darah merembes melalui kasa, jangan ganti atau buang kasa tersebut. Tambah kasa baru di atasnya dan terus lakukan penekanan.

- Segera hubungi dokter anak Anda atau bawa ke UGD terdekat jika luka besar atau terjadi hal-hal berikut:

1. Perdarahan tetap berlangsung setelah melakukan penekanan 5 menit atau perdarahan berulang kembali.
2. Kotoran pada luka tidak bisa dibersihkan dengan sempurna atau terdapat benda asing pada luka.
3. Lokasi luka terdapat di wajah atau leher.
4. Luka disebabkan oleh gigitan manusia, luka bakar, luka karena sengatan listrik atau luka tusuk.
5. Luka yang panjangnya lebih dari 3cm atau luka yang dalam dan terlihat jaringan tubuh yang terletak di bagian dalam (otot, syaraf tulang).

Pernapasan Buatan

sumber : cyberjob.cbn.net.id
Mother And Baby

Sekalipun tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya pingsan, tapi tak ada salah bila Anda mengetahui dan belajar bagaimana mengatasinya. Karena, tidak ada seorangpun bisa menjamin hal itu tidak terjadi besok, lusa atau berapa tahun lagi pada anak Anda. Tiga menit saja kekurangan oksigen, dapat menyebabkan kerusakan pada otak. Karena itu, jika anak pingsan dan tidak tidak bernapas, Anda dapat memberikan pertolongan segera.

Pernapasan buatan (mouth to mouth ventilation) diberikan jika anak pingsan dan tidak menunjukkan tanda-tanda bernapas. Bantuan pernapasan buatan ini bisa Anda lakukan segera di mana saja. Misalnya bila anak pingsan di kolam renang, pernapasan buatan bisa langsung diberikan di tempat.

Apabila karena satu sebab Anda tidak dapat melakukan pernapasan buatan lewat mulut, Anda bisa melakukannya dengan cara membuka mulut anak dan memberi pernapasan buatan lewat hidung. Bila anak masih kecil atau masih bayi, Anda sekaligus memberi napas buatan lewat mulut dan hidung. tetapi jangan menghembuskan napas terlalu kuat.

Cara memberi napas buatan adalah sebagai berikut :

1. Baringkan anak dengan kepala ditarik perlahan kebelakang agar jalan napasnya terbuka. Jika perlu, longgarkan pakaian dan bersihkan bila ada kotoran atau benda yang menghalangi jalan napas.

2. Buka mulut anak dengan menekan rahangnya perlahan dengan satu tangan, jaga jangan sampai tangan Anda menekan bagian leher, karena akan menutup saluran napas anak. Lalu. pencet hidungnya.

3. Tempelkan mulut Anda ke mulut anak sampai mulut Anda menutup seluruh bibir anak.

4. Hembuskan napas Anda kuat-kuat ke dalam mulutnya. Tarik napas dari paru-paru Anda jangan sekdar dari mulut sampai Anda lihat gerakan naik di dada anak. Bila dadanya terlihat turun kembali berarti Anda telah melakukannya dengan benar. Ulangi 3 kali berturut-turut, tetapi tunggu sampai dada anak turun kembali, baru berikan lagi pernapasan buatan.

5. Pada bayi atau anak yang masih kecil, baringkan telentang lalu tekuk telapak kakinya untuk memastikan apakah ia benar-benar pingsan. Bila tak ada reaksi, miringkan kepalanya ke belakang sambil menekan kening dan mendorong dagunya dengan ibu jari. Hati-hati, jangan memiringkan kepalanya terlalu ke belakang. Selipkan tangan Anda di bagian belakang kepala dan punggung anak lalu bantu napasnya dengan menempelkan mulut Anda ke mulut dan hidung bayi secara bersamaan. Hembuskan napas Anda perlahan sampai dadanya mengembang. Ulangi 3 kali sesegera mungkin lalu cek denyut jantungnya.

6. Periksa juga denyut jantungnya di leher. Jika jantung masih berdenyut, berikan bantuan napas sebanyak 15 – 20 hembusan setiap menit sampai ia bisa bernapas sendiri. Jika anak sudah bisa bernapas kembali, atur posisi tubuhnya senyaman mungkin sambil menunggu ambulans atau dokter.

Sumber: Tabloid Ibu Anak

Luka Bakar Pada Anak

sumber : cyberjob.cbn.net.id
Mother And Baby

Luka bakar ada berbagai macam penyebab dan seberapa parahnya luka tersebut. Luka dangkal hanya merusak permukaan kulit, sedang luka dalam merusak seluruh struktur kulit. Jika lebih dari 10% permukaan tubuuh luka (kira-kira seluas perut anak) dapat terjadi syok, meski luka bakarnya ringan. Hanya luka bakar dangkal saja yang boleh diobati sendiri. Bagaimanapun kondisi luka bakar anak harus segera ditangani, mengingat adanya kemungkinan bahaya infeksi dan syok akibat keluarnya cairan tubuh.

Pemberian kecap atau mentega atau pasta gigi pada bagian yang terluka sebaiknya tidak dilakukan. Sebab zat-zat semacam itu dapat menjadi tempat persembunyian kuman yang justru akan menyebabkan infeksi. Sebaiknya Anda menyediakan obat luka bakar yang dibeli di apotik atau dengan resep dokter di rumah untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan. Sebelumnya baca atau tanya terlebih dahulu bagaimana cara penggunaan obat tersebut.

Luka bakar akibat api :
Apabila penyebabnya adalah api yang masih menyala, segera bungkus tubu anak dengan selimut yang tidak dapat terbakar.

Jangan menyiram tubuh anak dengan air. Karena, kalau disekitarnya terdapat benda-benda yang mengandung listrik, justru dapat mengakibatkan ia tersengat aliran listrik. Karena itu, segera singkirkan anak dari sumber api. Lalu, tenangkan anak karena luka bakar sangat nyeri dan menakutkan.

Setelah api padam, selama anak masih kuat, segera dinginkan daerah yang luka dengan air yang mengalir selama 10-20 menit, agar kulit tidak semakin rusak. Kalau daerah yang terbakar luas, selimuti dengan kain katun atau linen basah yang tidak berbulu karena kain yang berbulu dapat melekat pada luka. Jangan pula memandikan anak dengan air dingin karena dapat menyebabkan hipotermi atau menurunnya suhu tubuh. Selain itu, lepuhan-lepuhan yang ada jangan sampai pecah.

Gunting dan secara hati-hati lepaskan pakaian anak, lalu tutup lukanya dengan kasa. Balutan harus melebihi daerah yang terbakar. Lalu segera bawa anak kerumah sakit.

Luka bakar akibat zat kimia :
Agar zat kimia terlepas, kulit yang luka secepat mungkin dialiri dengan air kran yang berlimpah. Bila anak masih kuat, lakukan minimal 10 -20 menit. Pegang anak sedemikian rupa agar air bekas siraman tidak menyentuh ke bagian lain tubuhnya maupun ke kulit Anda. Zat kimia yang berupa bubuk seperti kapur, harus disapu bersih terlebih dahulu, baru dialiri air yang banyak.

Sambil membasuh zat kimia tersebut, lepaskan pakaian yang dicemari secara hati-hati. Lalu obati lukanya dan segera bawa anak kerumah sakit.

Luka berdarah :
Hampir semua anak pernah mengalami luka berdarah, apalagi pada anak usia aktif, yaitu diatas 1 tahun, kemungkinan mengalami luka berdarah bisa terjadi kapan saja. Luka berdarah adalah rusaknya jaringan kulit karena teriris, tergores, tertusuk atau sobek. Keadaan ini mengakibatkan pembuluh darah di kulit “terputus”. Luka yang mengeluarkan darah bisa berbahaya bila tidak segera diobati, karena bisa terserang infeksi oleh kuman atau kotoran yang terselip dalam luka.

Pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan perdarahannya untuk mencegah adanya infeksi, serta mencegah makin parahnya jaringan kulit yang rusak.
Caranya adalah :

* Tekan luka dengan kapas yang dilapisi kain kasa atau sapu tangan yang bersih untuk menghentikan darah yang keluar. Tekan terus sampai darah berhenti dan biarkan kasa atau sapu tangan menutupi luka untuk beberapa saat.

* Bila pendarahan terjadi di daerah lengan atau tungkai, untuk membantu menghentikan pendarahan, angkat bagian yang terluka ke atas, sehingga posisinya lebih tinggi dari dada (jantung).

* Baringkan si kecil di lantai, dan pertahankan agar bagian yang terluka tetap berada lebih tinggi dari dada (jantung). Tekan terus luka tersebut hingga sekitar 10 menit.

* Balutlah luka dengan kasa steril yang telah diberi obat merah (atau obat yang sejenis). Ikatlah dengan cukup kuat, namun jangan terlalu kencang. Bila luka tersebut cukup dalam, segera bawa ke dokter, karena mungkin harus dijahit.

Sumber: Tabloid Ibu Anak

Bila Anak Tersedak

sumber : cyberjob.cbn.net.id
Mother And Baby

Sudah berulang kali Anda mengingatkan si kecil agar tidak makan sambil berlari atau tertawa. Tetapi, berulangkali pula hal itu dilakukan anak, sampai akhirnya kekhawatiran itu terjadi. Anak tersedak makanannya.

Tersedak atau masuknya benda asing, berupa makanan, permen, kacang, uang logam dan sebagainya, ke dalam tenggorokan atau saluran napas bisa menyebabkan anak sulit bernapas. Bahkan mengakibatkan kematian bila tidak segera diatasi.

Dalam keadaan tersedak, jangan sekali-kali mencoba mengeluarkan sendiri benda yang masuk ke dalam tenggorokan dengan cara memasukkan tangan ke dalam mulutnya, Karena, bila tidak hati-hati, hal itu akan menyebabkan benda asing tersebut, makin terdorong masuk ke dalam.

Bila kondisi ini terjadi pada bayi, pertolongan pertama adalah sebagai berikut :
* Baringkan si kecil dalam posisi telungkup di atas lengan Anda, wajah menghadap ke bawah, sementara dada dan rahangnya di atas telapak tangan Anda. Tepuk-tepuklah punggungnya beberapa kali dengan posisi telapak tangan Anda dalam keadaan miring.

* Segera balikkan tubuhnya sehingga telentang kembali diatas pangkuan Anda, aturlah agar posisi kepalanya lebih rendah dari tubuhnya.

* Lihatlah bagian dalam mulut. Kalau memungkinkan, keluarkan benda asing yang menyangkut di tenggorokannya dengan jari Anda. Namun, bila hal ini tidak mungkin dilakukan, dorong dadanya dengan hentakan 3-5 kali sampai benda yang menyumbat tenggorokannya dikeluarkan.

* Bila hal ini belum berhasil juga segera bawa anak ke rumah sakit terdekat.

Sedangkan untuk menolong balita yang tersedak, Anda bisa melakukan :

* Baringkan anak dalam posisi telentang di atas lantai, lalu mintalah ia membuka mulutnya. Bila memungkinkan, keluarkan benda yang membuatnya tersedak dengan jari tangan Anda.

* Bisa juga benda yang menyumbat tenggorokan dikeluarkan dengan cara menekan dada anak dengan hentakan sebanyak 5 kali. Letakkan salah satu telapak tangan Anda di atas dahinya, sementara telapak tangan lainnya di atas dadanya.

* Cara lain adalah menepuk-nepuk dadanya, sementara tubu hsi kecil dalam posisi berbaring miring.

* Bila hal ini belum berhasil juga segera bawa anak ke rumah sakit terdekat.

Sumber: Tabloid Ibu Anak

BILA SI KECIL SERING TERBENTUR

sumber : NAKITA
Wajar, memang. Tapi, jangan anggap sepele, Bu! Soalnya, bisa berakibat fatal buat masa depan anak.
Kejedug, begitu orang Jawa menyebutnya, memang sering dialami anak-anak. Entah itu terjadi ketika mereka sedang main, lari-lari lalu saling bertabrakan, atau ketika si kecil terjatuh. Terbentur atau kejedug pada kepala bisa juga terjadi karena pukulan dan benturan. Istilah medisnya adalah trauma kepala (jika mengenai bagian kepala).
Efek samping akibat terjadinya trauma kepala, jelas Dr. Dwi P. Widodo, Sp.A(K), MMed, dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, sub bagian Neurologi Anak, sering dikhawatirkan para orang tua. Tapi sebetulnya, pada kasus macam apa orang tua perlu dan boleh was-was?
GEGAR OTAK
Bila dilihat dari jenis cederanya, trauma kepala dibagi menjadi tiga golongan. Yaitu trauma kepala ringan, sedang, dan berat. “Dianggap ringan bila keadaan anak secara keseluruhan baik. Dalam arti, tidak ada luka, muntah dan kejang.”
Saat terbentur, anak memang akan menangis. “Bisa juga timbul luka atau benjolan. Tapi selama kesadarannya bagus, tidak ada tanda-tanda penyakit atau gejala syaraf, seperti matanya miring, muntah, dan kejang, maka itu dapat dianggap benturan ringan saja,” jelas Dwi.
Kendati ringan, orang tua tetap harus memantau perubahan si anak. Karena mungkin saja gejala yang dimunculkan datangnya lambat. Misalnya masa krisis baru timbul dalam waktu 24-48 jam. Contohnya pada kasus retak kepala. Mungkin pada awalnya tidak ada benjolan dan kondisi anak pun baik-baik saja. Tapi dua hari kemudian anak kejang-kejang. “Nah, itulah yang disebut efek yang lambat timbulnya. Biasanya ringan dan merupakan gangguan karena benturan atau goncangan saja serta akibat perbedaan tekanan.” Karena itu anak yang terjatuh, kendati ringan, perlu diobservasi setiap dua jam.
Sedangkan trauma kepala kategori sedang biasanya disebut gegar otak. “Gegar otak terjadi bila ada benturan disertai kehilangan atau penurunan kesadaran untuk beberapa waktu, disertai lupa mengenai kejadian tersebut,” jelas Dwi. Karena kesadarannya sempat turun, anak tak bisa menceritakan kejadian tersebut. Keadaan seperti ini timbul karena adanya gangguan fungsi sel syaraf otak, tapi tanpa disertai kerusakan sel syarafnya.
Kadang, ungkap Dwi lebih lanjut, gegar otak terjadi dengan luka terbuka dan luka tertutup. Jadi, jangan cepat mengartikan bila tidak luka maka tidak ada perdarahan di otak. Mungkin saja perdarahan yang terjadi pada gegar otak itu tidak diketahui atau tertutup. Perdarahan baru bisa dilihat melalui foto rongent atau CT Scan. Menurut Dwi, kita tak perlu cemas jika perdarahan terjadi di bawah kulit kepala. “Tapi jika perdarahan terjadi di dalam otak atau selaput otak, perlu tindakan operasi.”
Sementara itu, pada kasus trauma kepala berat, umumnya anak tidak sadar dalam waktu yang lama. “Kira-kira 5-10 menit. Kemudian ditemui ada luka atau memar, kejang-kejang, dan muntah-muntah,” ujar Dwi. Pada trauma berat, perdarahan yang terjadi bukan hanya di kulit saja, tapi sudah sampai ke dalam otak atau di tulang tengkoraknya. Dianggap berat bila kemudian muncul kejang atau bahkan kelumpuhan.
Jadi, bagaimana menentukan berat-ringannya trauma kepala? Indikatornya antara lain dari kesadarannya, ada lumpuh atau tidak, ada gangguan bola mata atau tidak, dan lain-lain. Kalau matanya miring sebelah berarti ada sesuatu di kepalanya. “Yang dicurigai adalah terjadinya perdarahan, sebab di dalam otak terdapat serabut syaraf mata. Kelainan pada mata bisa terjadi karena tekanan dari darah dan bukan kerusakan dari syaraf matanya. Bila perdarahannya dihilangkan maka bisa diperbaiki atau normal.”
PERUBAHAN TINGKAH LAKU
Bila yang terjadi trauma ringan, mungkin tidak akan terjadi gangguan pada kecerdasan maupun sistem sarafnya. Misalnya, anak tak mengalami gangguan saat belajar, tingkah lakunya normal saja, dan seterusnya. Adakalanya muncul gangguan sesaat, namun setelah itu pulih kembali.
Yang jelas, setelah mengalami trauma, akan timbul sindrom pasca trauma. Bentuk yang paling sering muncul adalah keluhan sakit kepala, dalam waktu 1-2 minggu. “Biasanya berulang dan menghilang dengan sendirinya.” Selain itu, ada juga gangguan tingkah laku seperti anak jadi agresif, maunya tidur saja, gangguan memori, dan sebagainya. Semua ini merupakan komplikasi.
Pada kasus gegar otak ringan pun, prognosisnya bisa bagus. Sedangkan gegar otak berat, yang patut diwaspadai adalah terjadinya perdarahan atau terdapat tulang kepala yang patah. Misalnya saja, bagian dari tulang yang patah itu menusuk otak. Perdarahan dapat terjadi di selaput otak atau di dalam otak. Operasi biasanya menjadi satu pilihan dan bergantung pada seberapa berat kerusakan otak.
Gejala sisa dari trauma sedang dan berat biasanya berupa gangguan perkembangan, seperti motorik kasar (duduk, berdiri, berjalan), motorik halus (pegang benda kecil-kecil), perkembangan kecerdasan, bicara dan bahasa, perkembangan sosial dan emosi. “Derajat gangguan perkembangan ditentukan oleh sejauh mana dan di bagian mana kerusakan terjadi,” jelas Dwi.
Perlu pula diketahui salah satu komplikasi trauma kepala cenderung menimbulkan komplikasi epilepsi/ayan. Umumnya komplikasi itu timbul bila benturan terjadi di daerah temporal atau samping dekat telinga.
RETAK ATAU PATAH
Perlu diketahui, pada bagian kepala belakang terdapat daerah otak kecil untuk keseimbangan, daerah mata dan daerah yang disebut batang otak. Semua daerah ini mempunyai fungsi-fungsi vital. Ada fungsi pernafasan, fungsi kesadaran, dan fungsi jantung atau kardiovaskuler. Jadi, jelaslah benturan itu bisa menimbulkan akibat banyak hal, tergantung pada bagian sisi mana benturan terjadi.
Biasanya yang paling ditakutkan bila terjadi fraktur (retak atau patah) tulang tengkorak di daerah belakang kepala. Soalnya, seperti kata Dwi, bagian dari tulang yang patah itu bisa melukai susunan syaraf pusat. Jika hal ini terjadi dan termasuk kategori berat, maka biasanya timbul perdarahan dari hidung atau keluar cairan dari telinga.
Bila hal itu terjadi, terutama jika timbul fraktur di daerah leher atau kepala, korban harus segera dilarikan ke rumah sakit agar mendapat penanganan khusus. “Orang tua dalam hal ini juga tak bisa berbuat banyak, kok. Seandainya dilakukan tindakan sendiri, malah bisa memperberat keadaan korban,” kata Dwi.
Sedangkan pada bayi atau anak kecil, yang kerap dijumpai adalah fraktur diastatik. “Di bagian kepala bayi terdapat ubun-ubun besar, ubun-ubun kecil, dan bagian depan. Nah, di antara ubun-ubun tersebut dengan otak terdapat tulang-tulang. Pemisah antar tulang tengkorak (sutura) itu masih terbuka.”
Pada saat bayi, pembatas tersebut belum menyatu dan bisa terpisah. “Nah, bila tulang mudanya ini terkena benturan, bisa lepas atau bergeser. Kalau ini terjadi, tidak perlu tindakan apa-apa. Lebih baik didiamkan saja, karena nanti akan menyatu lagi mengingat anak masih dalam perkembangan. Biasanya ubun-ubun besar menutup paling telat umur 18-24 bulan.”
Tapi, apa pun yang terjadi, yang paling bijaksana adalah membawa si kecil ke dokter agar tidak terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Sebelum terlambat, Bu, Pak!

Pertolongan Bayi Jatuh

sumber : NAKITA

Sengaja aku posting di blogku, krn info ini jg penting buat aku. Jadi, silakan di baca baek2. Oleh karena info ini sangatlah berguna(menurutku), bukan hanya tuk seorang ibu tp jg org2 yg dikelilingi oleh anak2 kecil(adik, keponakan, sepupu, dll).

PERTOLONGAN PERTAMA BAYI JATUH

Hati-hati jangan langsung menggendongnya. Pastikan dulu bagaimana
kondisinya!

Usia bayi adalah masa rawan terjadi kecelakaan. Saat ia belajar
berguling umpamanya dan orangtua lengah, ia bisa saja terjatuh dari
tempat tidur. Untuk itulah manajemen penanganan kasus bayi terjatuh
amat diperlukan. Yang pasti, saat si kecil terjatuh, jangan hanya
mengkhawatirkan bagian kepala saja, karena semua anggota tubuhnya
memiliki risiko yang sama untuk mengalami benturan yang dapat
membahayakannya. Berikut penjelasan dr. Anna Tjandra, Sp.A dari RSAB
Harapan Kita, Jakarta mengenai manajemen kecelakaan pada anak yang
sederhana, yaitu:

* Menyaksikan langsung anak terjatuh.

- Perhatikan bagian mana dari tubuh anak yang mengalami benturan.

- Ingat proses jatuhnya, apakah langsung menghujam ke lantai atau
terbentur sesuatu terlebih dahulu baru ke lantai.

- Pastikan dari ketinggian berapa meter anak terjatuh dan media apa
yang menjadi tempat pendaratannya.

- Lihat dan perhatikan baik-baik kondisi si kecil. Apakah setelah
jatuh langsung menangis dan menggerak-gerakkan semua anggota
badannya? Jika ya, kita bisa langsung menggendong untuk
menenangkannya. Setelah ia tenang, baru lakukan observasi.

- Adapun observasi yang perlu dilakukan adalah:

+ Cari dan ingat bagian-bagian mana saja yang lebam/benjol/ memar di
seluruh anggota badan bayi. Jika menemukan benjolan di kepala atau
memar di badan, boleh diobati dengan obat antitrauma oles. Jika pada
bagian kepala tidak ditemukan lebam atau benjol, tapi bayi menangis
saat dipegang, larikan segera ia ke rumah sakit terdekat.

+ Coba gerakkan kedua tangan bayi, ke samping, ke atas, ke bawah, ke
depan, lalu rentangkan dan angkat-angkatlah. Jika ada keluhan
pastikan di tangan yang mana dan saat dalam posisi seperti apa. Ini
sebagai bahan untuk dilaporkan ke dokter.

+ Lakukan hal yang sama pada kaki.

+ Tengokkan kepala bayi ke kanan dan ke kiri. Coba dekatkan dagu
bayi ke dada secara perlahan. Jika ada keluhan catat sebagai laporan
pada dokter.

+ Miringkan badan si kecil ke kiri dan ke kanan. Jika ada keluhan
catat dan laporkan ke dokter.

- Observasi perlu dilakukan selama 2×24 jam. Jika dalam kurun waktu
itu ada keluhan, apalagi sampai muntah dengan menyembur, segera
larikan ke rumah sakit terdekat.

- Sebaliknya bila setelah jatuh dalam keadaan sadar tapi pasif
(apalagi tidak menggerak-gerakkan anggota badannya) jangan
mengangkatnya. Hubungi UGD rumah sakit terdekat atau 118 untuk minta
pertolongan paramedis. Salah mengangkat dalam kondisi seperti ini
dapat berisiko fatal.

* Jika menemukan si kecil sudah di lantai.

- Perhatikan keadaan bayi; sadar atau tidak, menangis atau tidak,
dapat menggerak-gerakkan anggota badan atau tidak. Jika ia tidak
sadar atau sadar tapi pasif, ingat jangan menggendongnya, tapi
segera minta bantuan paramedis terdekat, UGD atau 118.

- Perhatikan dalam posisi seperti apa si kecil saat ditemukan.

+ Jika dalam keadaan tengkurap kemungkinan besarnya aman. Tapi kita
mesti melakukan pemeriksaan seputar bahu, kedua tangan, dada dan
kaki. Caranya gerakkan tangan ke atas, depan, samping. Jika ada
keluhan sakit segera bawa ke dokter.

+ Jika dalam keadaan telentang. Periksa dan perhatikan daerah kepala
bagian belakang, leher, punggung, dan panggul, mulai dari tanda
lebam atau merah, hingga keluhan sakit saat disentuh dan digerakkan
seperti yang telah disebutkan di atas. Pastikan bayi tidak muntah
atau mengalami penurunan kesadaran dalam 2×24 jam. Jika ada keluhan
segera larikan ke dokter.

+ Jika bayi ditemukan dalam posisi miring, kanan atau kiri.
Perhatikan dan periksa kepala, tangan yang menjadi tumpuan badan,
juga kaki. Lakukan pemeriksaan seperti yang disebutkan di atas. Jika
ada keluhan segera larikan ke dokter.

+ Jika ditemukan dalam posisi duduk. Periksa dan pastikan bayi masih
sadar, biasanya menangis, dan mampu menggerakkan anggota badan.
Periksa bagian panggulnya, ada tidak tanda memar, merah, atau sakit
saat dipegang atau digerakkan. Jika ya segera larikan ke dokter.

* Pemeriksaan lain yang perlu dilakukan

- Dalam posisi apa pun jatuhnya si kecil, jangan lupa melakukan
pemeriksaan mata. Baiknya menggunakan senter:

+ Masih bereaksikah saat kita senter matanya, mengedip, menutup
matanya atau kaget. Jika tidak bawa segera anak ke rumah sakit.

+ Gerakan senter ke kanan dan ke kiri, masih mampukah bayi mengikuti
gerakan sinar. Jika tidak ia harus segera dilarikan ke rumah sakit.

+ Perhatikan pupil matanya, apakah pupil mata yang kiri dan kanan
sama besar/kecilnya saat kita senter satu per satu. Jika sama kita
bisa bernapas lega. Bila tidak, bayi perlu menjalani pemeriksaan
lebih lanjut, seperti CT Scan.

- Ukur dan pastikan si kecil jatuh dari ketinggian berapa. Sebab
semakin tinggi pastinya gaya gravitasi bumi akan lebih kuat menarik
si anak. Tentu efek yang ditimbulkan pun semakin besar.

EFEK POSISI JATUH

Di bawah ini kemungkinan- kemungkinan yang bisa terjadi pada bayi
saat terjatuh. Dengan pengetahuan ini diharapkan orangtua bisa lebih
memahami kondisi bayi bila terjatuh dan mampu melakukan pertolongan
pertama yang benar:

* Jika kepala terlebih dahulu yang membentur lantai

Di sebelah mana pun benturan itu terjadi selama masih di kepala,
kita perlu mewaspadainya. Tulang tengkorak bayi masih rapuh dan ia
belum memiliki refleks untuk menahan dengan baik. Kemungkinan yang
bisa terjadi, bayi mengalami fraktur atau retak/patah tulang
tengkorak kepala, atau perdarahan di luar tengkorak atau di dalam
tengkorak.

Perdarahan di luar dapat ditandai dengan adanya benjol/memar. Selama
tidak ada fraktur, kondisi ini bisa dikatakan tidak parah. Rabalah
ubun-ubunnya apakah menjendol atau tidak. Ubun-ubun yang menjendol
menjadi tanda adanya peningkatan tekanan dalam otak yang dapat
terjadi karena edema otak atau perdarahan.

Harap diketahui, bila tidak ditemukan benjolan/memar, tapi bayi
menangis (atau justru tidak menangis dan langsung tertidur), tidak
sadarkan diri, mengalami kejang/muntah- muntah (yang menyembur bukan
gumoh), ada kecurigaan bayi mengalami perdarahan di dalam tengkorak
kepalanya. Segera larikan ke rumah sakit terdekat.

* Jika dada terlebih dahulu yang membentur permukaan

Kalau tempat mendaratnya datar, kemungkinan risiko bayi untuk cedera
lebih sedikit. Sebaliknya, tempat mendarat yang tidak mulus atau ada
tonjolan yang tepat mengarah ke dadanya dapat mengakibatkan
fraktur/parah tulang iga atau rusuk yang patahannya dapat mengenai
organ paru-paru atau jantungnya. Untuk itu perhatikan apakah si
kecil dapat bernapas secara normal atau tidak.

Umumnya jika bagian dada terlebih dahulu yang “mendarat”, secara
alami tangan akan membuat perlindungan terlebih dahulu. Karena itu
periksa juga kondisi tangan dan bahu bayi. Apakah ada pergelangan
tangannya mengalami patah atau adakah sendi yang keluar (dislokasi)
dari tempatnya. Periksa juga bagian kepala, khususnya dahi. Biasanya
saat mendarat, sekalipun dada terlebih dahulu, kepala langsung
menyusul membentur lantai.

* Jika panggul terlebih dahulu yang mendarat

Kemungkinan besar bayi akan mengalami dislokasi atau fraktur tulang
panggul. Karena panggul berhubungan langsung dengan tulang belakang,
dikhawatirkan ada saraf-saraf yang terjepit. Jika yang terjepit
saraf kaki biasanya si kecil tidak bisa menggerakkan kakinya alias
lumpuh.

* Jika yang mendarat kaki terlebih dahulu

Kejadiannya pada tiap bayi bisa berbeda. Jika ia sudah bisa berdiri
pasti akan menahan tubuhnya dengan kaki lalu jatuh bersimpuh. Risiko
kasus ini adalah dislokasi atau keseleo. Pada bayi di bawah 6 bulan
meski belum mampu menahan tubuhnya, secara alami badan bayi akan
terjatuh ke depan dan sebelum mendarat tangannya akan menjadi
bumper.

* Jika yang mendarat bokong duluan

Berbahaya karena kaitannya langsung dengan tulang belakang dan dapat
mengakibatkan patah pada tulang punggung bayi. Risiko lain, bila ada
saraf yang terjepit bisa mengakibatkan kelumpuhan. Bayi yang
ditemukan terjatuh pada posisi seperti ini jangan digendong. Biarkan
paramedis yang melakukan pertolongan. Tapi jika si kecil sadar dan
bisa aktif kita bisa langsung menggendongnya.

* Jika yang mendarat terlebih dahulu punggung

Menjadi bahaya jika saat mendarat posisi leher ikut
terlipat/tertekuk karena bisa mengakibatkan keseleo dan fraktur
tulang leher. Bila bayi dalam keadaan tidak sadar jangan mencoba
mengangkatnya. Langkah yang bisa kita lakukan adalah minta bantuan
paramedis di UGD di rumah sakit atau 118(bila di Indonesia).

Menangani Anak Jatuh

sumber :http://www.medicastore.com/med/artikel.php?id=33&iddtl=&idktg=&idobat=&UID=20080627133327203.190.49.121
19/02/2004 -

Anak-anak identik dengan bermain, yang sering beresiko anak jadi
terjatuh. Akibat anak jatuh dapat menjadi luka atau cedera. Selama anak
masih dalam pengawasan dan arena bermain bebas dari tangga, benda tajam
dan barang-barang berbahaya lain, jatuh tidak akan menyebabkan cedera
yang serius. Pencegahan jatuh dan pemantauan anak yang jatuh sangat
penting diperhatikan.

Untuk mengurangi resiko anak terjatuh, lakukan tindakan seperti di bawah
ini:
1. Pindahkan atau lapisilah perabot dengan sudut yang tajam.
2. Letakkan lapisan anti selip di bawah semua karpet/keset supaya
tidak licin.
3. Jauhkan anak-anak dari anak tangga, benda-benda yang bersusun
atau permukaan yang licin.
4. Pasanglah pintu penutup tangga. Jangan biarkan anak memanjat
tangga sendirian.
5. Tempat tidur anak dan perabot lain jangan diletakkan dekat
jendela sehingga anak dapat memanjat ke arah jendela.
6. Jangan tinggalkan anak sendirian di atas tempat tidur atau
sofa.
Baca lebih lanjut