Posts filed under 'GIGI ANAK'
PERTUMBUHAN GIGI
sumber : milis balita-anda
source : (http://www.babycenter.com/refcap/baby/babydevelopment/6574.html)
translated by Sylvia R.
Pertumbuhan gigi bukan merupakan salah satu tonggak perkembangan yang dicapai
seorang bayi sekali dan sekaligus. Peralihan dari ringisan gusi hingga mulut
yang sepenuhnya ditumbuhi gigi merupakan masa yang harus dilalui anak anda
dalam 3 tahun pertama kehidupannya.
Perjalanan ini dimulai sejak dalam kandungan. Saat anda hamil, dalam tubuh
bayi anda telah berkembang pucuk gigi, dasar dari gigi bayi atau gigi susunya.
Pucuk ini mulai memecahkan permukaan gusi pada suatu waktu di antara usia 3
hingga 12 bulan. Anda bahkan dapat melihat gigi pertamanya – tanda yang
memperjalas bahwa bayi anda sedang bertumbuh – sekitar usia 6 bulan, saat yang
umumnya bagi seorang bayi sebagai awal perkenalannya dengan makanan padat.
Saat ia berusia 3 tahun, ia akan memiliki gigi lengkap sehingga ia dapat
menggsoknya sendiri (dengan sedikit bantuan anda) – suatu tahap dasar dari
ketrampilan menjaga dan memelihara diri sendiri.
KAPAN GIGI DAPAT TUMBUH?
Satu dari 2000 bayi sebenarnya lahir dengan sebuah atau 2 buah gigi dalam
mulutnya! Tetapi mayoritas pertumbuhan tercepat untuk gigi pertama pada
sekitar 6-7 bulan. Paling cepat terjadi di usia 3 bulan dan paling lama saat
seorang anak hampir berusia 1 tahun. Gigi terakhir (yang terletak dibagian
belakang atas dan bawah mulut) umumnya tumbuh saat tahun kedua. Di usia 3
tahun, anak anda seharusnya telah memiliki 20 gigi susu lengkap.
BAGAIMANA GIGI TUMBUH?
Bagi para bayi dan orang tua, munculnya gigi pertama tidaklah terlalu
menyenangkan, dan dapat menjadi proses yang lama dan berlarut-larut. Gejala
awal – termasuk banyaknya air liur yang menetes dan rasa nyeri yang lumayan –
kadang telah dialami 1 atau 2 bulan sebelum gigi sebenarnya tumbuh. Anda
mungkin akan terbangun setiap malam, mencoba menenangkan anak anda yang sedang
menanti giginya muncul di permukaan gusi. Untuk mengurangi penderitaannya,
bayi anda mungkin mulai menggigit, tetapi tidak dengan marah atau mengamuk.
Beri dia sesuatu untuk digigit atau gosok gusinya lembut dengan jari anda untuk
mengurangi rasa sakitnya.
Gusi juga dapat menjadi bengkak saat anak-anak mulai tumbuh gigi, yang
memungkinkan pipi anak anda tampak agak lebih penuh. Walau beberapa orang tua
menyatakan bayi mereka menjadi demam atau mengalami diare saat gigi sudah mulai
akan tumbuh, sebagian besar ahli setuju bahwa tumbuh gigi tidak menyebabkan
kesakitan. Jika anak anda menunjukkan gejala demam, pilek ringan atau masalah
dalam perutnya, periksakanlah dia pada dokter anak.
Untuk beberapa anak yang beruntung, peristiwa tumbuh gigi tidak tidak terlalu
menyakitkan. Satu saat bayi anda sering meringis sambil memamerkan gusi
ompongnya, di saat lain, tiba-tiba telah ada benda putih yang muncul dari
permukaan gusinya.
Gigi muncul satu demi satu. Pertama, gigi di bagian bawah depan, kemudian 2
gigi seri di atas, kemudian gigi-geligi sepanjang sisi samping dan belakang
mulut. Pertumbuhan gigi termasuk yang diturunkan secara genetis, sehingga jika
anda mengalami tumbuh gigi lebih awal, begitu pula kemungkinan yang terjadi
dengan anak anda kelak.
APA BERIKUTNYA?
Gigi susu tidak akan tanggal hingga gigi tetap anak anda siap untuk tumbuh,
umumnya di usia sekitar 6 tahun.
PERAN ANDA
Anda tidak dapat melakukan apa pun untuk membuat gigi pertama anak anda muncul,
tetapi anda dapat membantu menenangkan bayi anda jika ia mulai merasa sakit
ketika proses tumbuh gigi sedang dimulai. Pertama, beri anak anda sesuatu
untuk dikunyah, seperti mainan gigit yang disimpan di dalam kulkas. Sepotong
roti beku juga dapat mengurangi rasa sakit pada gusi anak anda yang sedang
bengkak (tetapi pastikan bayi anda tidak dapt menggigit dan menelannya,
sehingga dapat membuatnya tersedak). Ia dapat juga memakan makanan dingin
semacam blender apel atau yoghurt dari kulkas untuk mengurangi rasa nyerinya.
Beberapa dokter merekomendasikan untuk memberikan bayi yang sedang tumbuh gigi
obat penawar sakit khusus anak-anak dengan dosis kecil.
Setelah gigi pertama muncul, terserah anda untuk menjaganya tetap bersih.
Untuk tahun pertama, anda tidak terlalu perlu menggosok giginya, tetapi cobalah
untuk membersihkannya minimal sekali sehari, mungkin dengan menjadikannya
bagian kebiasaan rutin sebelum tidur malamnya. Anak anda mungkin belum mau
membuka mulutnya untuk disikat giginya, jadi gunakanlah kain basah yang bersih
untuk menggosok gusi dan giginya.. Anda juga seharusnya tidak menidurkan anak
anda dengan sebuah botol di mulutnya. Susu formula dan ASI dapat menggenang
dalam mulut bayi anda dan menimbulkan kondisi yang disebut ‘baby-bottle tooth
decay’.
Sekitar usia 18 bulan, anak anda mungkin telah siap belajar menggosok giginya.
Anda harus membantunya dan memeriksa apakah cara membersihkan giginya efektif
untuk beberapa tahun, ini adalah kebiasaan baik yang patut diajarkan pada anak
anda. Tunjukkan padanya bagaimana menggerakkan sikat gigi di sekitar giginya.
Gunakan sikat lembut dan sedikit pasta gigi. Anda tidak harus menggosoknya
dengan arah tertentu, hanya usahakanlah semua remah makanan ke luar dan
permukaan gigi dan gusi bersih.
Jika anak anda tidak menyukai rasa pasta gigi, cobalah merek lainnya atau
jangan gunakan pasta gigi sama sekali. Anda tidak mesti menggunakan pasta gigi
kecuali makanan anak anda sehari-hari mengandung banyak gula – yang seharusnya
anda hindari pula. Jika ia tetap menyukai makanan manis, pastikan ia untuk
menggosok giginya segera setelah ia makan, atau dorong ia untuk menyudahi
makanannya dengan makanan jenis lain seperti sepotong keju. Sekitar usia 3
tahun, bawalah ke dokter gigi sehingga anak anda terbiasa dengan pemeriksaan
rutin giginya.
KAPAN HARUS MERASA KUATIR?
Bayi prematur akan mengalami pertumbuhan gigi agak terlambat dibandingkan bayi
yang lahir penuh waktu. Jika hingga akhir usia 1 tahun anda masih tidak
melihat tanda-tanda gigi akan muncul, bicarakan hal tsb. kepada dokter anda
saat cek-up rutin anak Anda. Jika anak anda mengalami semua gejala tumbuh gigi
– tetesan air liur yang banyak, gusi bengkak – tetapi juga mengalami rasa sakit
yang tak tertahankan, kunjungi dokter anda. Peristiwa tumbuh gigi seharusnya
bukan merupakan siksaan yang bukan main sakitnya bagi seorang bayi.
Add comment September 15, 2009
Daun Sirih sebagai Antibakteri Pasta Gigi
sumber : http://www.pdgi-online.com/
Apa yang anda rasakan tatkala sakit gigi? Badan meriang, kepala pusing, tidak bersemangat untuk beraktivitas apa pun. Sakit terutama disebabkan oleh karies (demineralisasi) itu memang menjengkelkan.
Daun Sirih sebagai Antibakteri Pasta Gigi
DR HASIM DEA Dosen Biokimia dan Toksikologi FMIPA dan Pascasarjana IPB serta Direktur Eksekutif Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA-WATCH)
APA YANG Anda rasakan tatkala sakit gigi? Badan meriang, kepala pusing, tidak bersemangat untuk beraktivitas apa pun. Sakit terutama disebabkan oleh karies (demineralisasi) itu memang menjengkelkan. Karies gigi timbul karena adanya plak gigi, yaitu lengketan berisi bakteri dan produk-produknya yang terbentuk pada semua permukaan gigi.
BAKTERI yang berperan penting dalam pembentukan plak adalah bakteri yang mampu membentuk polisakarida ekstraseluler, yaitu bakteri dari genus Streptococcus. Bakteri Streptococcus yang ditemukan dalam jumlah besar pada plak penderita karies adalah Streptococcus mutans (Roeslan, 1996).
Koloni S mutans selanjutnya memfermentasi sukrosa menjadi asam. Asam yang dihasilkan dapat mempercepat pemasakan plak yang berakibat pada turunnya pH permukaan gigi. Apabila pH tersebut terus turun hingga angka kritis (5,2-5,5), maka email gigi akan larut dan timbullah karies gigi.
Pencegahan akumulasi plak diperlukan guna menghindari sakit gigi sekaligus menjaga kesehatan mulut. Pencegahan akumulasi plak dilakukan dengan memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi dan menggosok gigi secara teratur dengan pasta gigi yang mengandung antibakteri plak.
Pasta gigi yang beredar di pasaran umumnyamengandung fluordalam bentuknatrium fluorida(NaF), staniumfluorida(SnF>jmp 2008mkern199mh 6526m,0w6526mjmp 0mkern200mh 8333m,0w8333mjmp2008mkern 199mh6526m,0w 6526mjmp0mkern 200mh8333m,0w 8333m< yang melepaskan panas ketika dicampur dengan bahan lain.
Funayama dan kawan-kawan (1995) menyebutkan, pasta gigi minyak atsiri mengandung kavikol yang sangat mudah teroksidasi dan dapat menyebabkan perubahan warna.
Kelemahan ini dapat diatasi dengan pemberian pewarna pada pasta gigi, misalnya warna hijau. Dengan demikian, perubahan warna dari putih ke coklat tadi tidak banyak berpengaruh, pasta gigi tetap saja berwarna hijau.
Selain perubahan warna, ada satu lagi kelemahan pasta gigi minyak atsiri. Minyak atsiri daun sirih mengandung banyak komponen yang sangat mudah menguap (volatil). Banyaknya penguapan akan mempengaruhi jumlah dan konsentrasi senyawa aktif yang tentunya berpengaruh pada daya antibakterinya. Kelemahan ini pun dapat diatasi dengan pemakaian zat pembawanya yang bersifat mempertahankan senyawa atsiri.
Add comment Agustus 8, 2009
Cukup Kumur Fluor untuk Cegah Karies Gigi
sumber : http://www.pdgi-online.com
Sudah tahu sakit gigi itu benar-benar sakit, tetapi masih ada saja yang malas merawat giginya. Gigi dan kesehatan mulut yang tidak terjaga tidak hanya mengganggu kesehatan dan performa seseorang, tetapi juga orang lain di sekitar pemilik gigi dan mulut itu karena bau tak sedap yang dipancarkan.
Cukup Kumur Fluor untuk Cegah Karies Gigi
Jakarta, Kompas
Merawat gigi gampang dilakukan siapa saja, asalkan memiliki kesadaran. Menyikat gigi sedikitnya dua kali sehari, sebelum tidur dan setelah sarapan pagi. “Kalau bisa demikian, maka cukup enam bulan sekali kontrol ke dokter gigi untuk mengecek kondisi gigi dan kesehatan mulut,” ujar pakar pencegahan karies gigi Prof drg Monang Panjaitan (59) yang terus giat berkampanye soal kesehatan gigi di mana-mana, terutama di Kota Medan sendiri.
Yang dimaksud Panjaitan dengan gigi sehat adalah yang tak ada kariesnya, tak ada gejala penyakit periodental, serta rapi bersusun ke-32 butirnya. Karies disebabkan oleh plak akibat adanya aktivitas bakteri pada gigi yang tak dibersihkan. Penyakit periodental dikarenakan kesehatan mulut yang tak terjaga, sementara gigi yang tak rapi bisa karena bawaan atau perawatan yang salah. Tetapi, semua itu dapat diproteksi sebelum kejadian atau diotak-atik oleh dokter gigi bila sudah ketelanjuran.
“Hanya dalam hitungan 3-4 menit bakteri Streptococcus mutans atau Lactobasilus akan memetabolismekan karbohidrat yang menempel di gigi dan menghasilkan asam. Asam inilah yang sifatnya merusak email gigi serta jaringan pendukungnya sehingga terjadi karies,” ujar Panjaitan yang beberapa kali menjadi juara Bintang Radio se-Sumut pada era 1970-an untuk lagu seriosa. Menurut Panjaitan, tujuh dari sepuluh orang Indonesia mengidap sakit gigi jenis ini dengan berbagai tingkat kerusakan.
Maka tidak heran guru besar tetap ilmu dental public health pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara ini terus berkampanye kesehatan gigi. Pidato pengukuhannya sebagai guru besar USU tahun 1999 adalah Pencegahan Karies Gigi Dengan Kumur-Kumur Fluor Dalam Program Usaha Kesehatan Gigi Di Sekolah.
***
ADA tiga cara memelihara kesehatan gigi. “Selain dengan menyikat gigi, cara lain adalah meminum teh hijau atau jenis teh lain karena mengandung fluor dan polifenol yang baik untuk gigi, ataupun dengan mengonsumsi xilitol,” ujar pencipta lagu himne Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) ini.
Fluor seperti banyak didengungkan dalam iklan pasta gigi di televisi dapat menghambat pertumbuhan bahkan merusak mikroorganisme seperti Streptococcus mutans atau Lactobasilus yang merusak gigi. Mikroorganisme itu mensintesis sukrosa yang tersisa di gigi menjadi dekstran yang bersifat adesif sehingga melekat pada permukaan gigi dan membentuk plak. Mikroorganisme dalam plak akan memfermentasi berbagai jenis karbohidrat yang melekat di gigi membentuk asam hingga pH mulut turun dan terjadi proses dekalsifikasi.
Dekalsifikasi adalah melarutnya email oleh asam yang dihasilkan mikroorganisme plak. Reaksi pelarutan tersebut bisa berhenti bila tak ada asam yang dihasilkan atau berkurangnya mineral dalam saliva (air ludah). Bila seseorang banyak mengonsumsi makanan mengandung karbohidrat, maka mikroorganisme secara berulang akan menghasilkan asam tersebut.
Pemberian fluor pada gigi juga dapat dilakukan dengan cara berkumur-kumur. “Dengan cara itu, fluor tidak melekat secara stabil pada permukaan email sehingga dengan mudah dicapai dan diserap mikroorganisme plak. Hal ini dapat mengganggu metabolisme mikroorganisme tersebut,” ungkap Panjaitan.
Karies gigi sering menyerang pada usia sekitar 35 tahun. Oleh sebab itu, Panjaitan menyarankan agar dari usia dini langkah proteksi dimulai sehingga pada usia produktif tak akan dipusingkan persoalan sakit gigi.
“Penggunaan fluor dapat dijadikan program peningkatan kesehatan gigi anak-anak sekolah dasar. Metode kumur-kumur fluor mudah diajarkan karena waktu yang diperlukan sedikit, material juga sedikit dan murah, serta perawatan yang teratur tidak akan mengganggu pelajaran sekolah. Ini yang selalu saya kampanyekan,” jelas Panjaitan bersungguh-sungguh.
Bahan yang dapat dipakai dalam program ini adalah 2 gram natrium fluorida, 8 gram natrium fluorida fosfat, atau 8 gram stannum fluorida yang masing-masing dilarutkan dalam 1 liter air. Setiap kali berkumur dengan salah satu larutan kimia itu si anak memerlukan 10 cc larutan, dan kegiatan ini dapat dilakukan sekali seminggu, 20 kali setahun.
“KITA juga dapat mengonsumsi xilitol untuk menjaga kesehatan gigi. Berbeda dari sukrosa, xilitol juga berasa manis namun tidak dapat difermentasi bakteri,” jelas Panjaitan.
Ia menyebutkan, sejumlah negara di Eropa sudah menjadikan xilitol sebagai pemanis dalam permen karet. Ia juga berpendapat, alangkah baiknya bila di Indonesia langkah yang sama juga dilakukan untuk mencegah rusaknya gigi anak-anak karena terlalu banyak mengunyah permen.
“Yang harus dipikirkan sekarang bagaimana cara memperoleh xilitol dengan harga murah. Xilitol dapat diekstrak dari jagung atau buah stroberi yang harganya relatif mahal. Saya juga sedang meneliti pengaruh xilitol dalam mencegah karies gigi,” ujar Panjaitan.
Merawat gigi menurut Panjaitan tak perlu menunggu seseorang dewasa. Sejak gigi susu mulai tumbuh, orangtua seharusnya bertanggung jawab membersihkan gigi bayi mereka, karena si anak belum mampu melakukannya sendiri. Alat yang digunakan gampang saja yaitu kain kasa atau yang lain dengan permukaan yang kasar.
Setelah dibasuh dengan air hangat, gunakan kain itu untuk menghapus sisa susu atau makanan lain yang melekat di gigi si anak. Dengan cara demikian, gigi susu si anak akan tetap terjaga tampilan dan kesehatannya. Selain tak akan merasa sakit gigi, siapa tahu dengan giginya yang susunannya rapi, bersih, dan terawat si anak bisa menjadi bintang iklan pasta gigi. Ting! (CTS)
1 comment Agustus 8, 2009
Penyakit-Penyakit Mulut Pada Anak
sumber : http://lawalangy.wordpress.com
Ada beberapa jenis penyakit yang kadang-kadang dijumpai pada jaringan lunak mulut, seperti pada bibir, lagit-langit dan lidah. Penyakit-penyakit tersebut adalah :
1. Gingivitas ulseratif akut.
Biasanya pada pasien berumur 16- 30 tahun . Penyebabnya kurang diketahui, mungkin disebabkan oleh beberapa organisme yang diikuti oleh lemahnya daya tahan tubuh.
2. Gingivostomatis herpetik akut.
Penyakit ini biasanya dijumpai pada anak-anak umur sekitar 3 tahun. Bila terserang penyakit ini, si anak akan menjadi rewel dan tidak mau makan. Penyebabnya virus herpes simplex.
3. Luka pada sudut mulut ( keilitis angularis)
Adanya luka-luka kecil pada sudut kiri dan kanan dapat terjadi pada anak-anak yang kurang gizi. Penyakit ini merupakan manifestasi dari keadaan kurang gizi, dan luka yang terjadi sering mengalami infeksi sekunder oleh sebangsa jamur yang diberinama Candida Alibicans atau bakteri Stapylococus Aureus. Penyembuhan secara tuntas baru terjadi apabila keadaan si penderita diperbaiki.
4. Lidah putih ( White Coated Tongue).
Dalam keadaan normal lidah dilapisi oleh lapisan mukus, sel-sel epitel yang mengalami deskuamasi, dan kotoran yang berasal dari sisa makanan. Karena pada orang yang sehat lidahnya selalu bergerak dan ludah mengalir secara normal maka lapisan terbentuk tipis saja. Tetapi bila seseorang sehingga lidahnya kurang bergerak, cairan ludah kurang dan adanya demam akan memungkinkan terbentuknya lapisan pada lidah yang cukup tebal dan berwarna putih. Keadaan lidah yang demikian bisa menyebabkan rasa tidak enak pada mulut penderita, dan lapisan putih ini agak sukar dibersihkan. Untuk membersihkannya bisa digunakan larutan hidrogen peroksida 1 persen.
5. Guam ( Thrush)
Penyakit ini merupakan bercak-bercak putih pada lidah, langit-langit dan bagian dalam pipi. Guam dibsebabkan oleh jamur Candida Albicans, dan sering terjadi pada bayi dimana reaksi imunitasnya belum aktif. Selain itu, guam bisa terjadi pada anak-anak atau orang dewasa yang menderita penyakit berat, atau penderita yang mendapat pengobatan dengan antibiota dalam jangka waktu yang lama sehingga ekologi mulut terganggu dengan berkembang biaknya jamur secara cepat. Penyakit ini dapat diobati dengan mengoleskan larutan Gentian-violet 1 persen atau dengan larutan /tablet isap/krem yang mengandung antibiotika yang efektif terhadap jamur.
6. Sariawan(Aphtae).
Penyakit ini berupa luka-luka kecil dengan diameter kira-kira 1 mm.Luka terasa nyeri, dan bisa mengenai lidah, dasar mulut, bibir atau bagian dalam dari pipi. Lukanya berwarna putih atau abu kekuning-kuningan , dengan bagian tepi yang berwarna merah dan sedikit meninggi. Karena luka terasa nyeri , maka penderita biasanya mengalami kesukaran dalam berbicara dan mengunyah.
Sariawan biasanya dapat hilang sendiri setelah 10-14 hari. Untuk membantu selama belum sembuh dapat digunakan pasta atau gel yang mengandung bahan antiradang, dengan cara dioleskan pada lukanya. Untuk mencegah timbulnya infeksi sekunder dapat digunakan antiseotik berupa obat kumur atau tablet hisap.
Penyebab dari sariawan belum terungkap jelas, tetapi beberapa faktor diduga sebagai faktor pencetus, yaitu kondisi tubuh yang terganggu karena sakit, trauma atau luka karena sikat gigi dan stres. Mikroorganisme yang sering disebut-sebut berperan dalam terjadinya sariawan adalah virus dan streptoccocus sanguinis.
7. Bibir sumbing.
Bibir sumbing terjadi karena kesalahan pada proses bersatunya tulang bibir pada rahang atas. Hal ini dapat terjadi karena infeksi pada masa kandungan oleh faktor keturunan. Kesalahan ini dapat diperbaiki dengan operasi oleh ahli bedah mulut.
Add comment Agustus 8, 2009
Kebiasaan Minum Susu Botol Picu Karies Gigi
sumber : http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/22/03282481/kebiasaan.minum.susu.botol.picu.karies.gigi
Jakarta, Kompas – Masalah gigi berlubang atau karies dialami oleh
sekitar 85 persen anak usia di bawah lima tahun di Indonesia. Salah satu
penyebabnya adalah kebiasaan minum susu botol pada usia akhir balita.
Bila tidak segera diatasi, hal itu akan menurunkan kualitas perkembangan
anak.
Hal ini dipaparkan dokter spesialis kesehatan gigi anak, Mochamad
Fahlevi Rizal, saat mempertahankan disertasinya untuk meraih gelar
doktor dengan tema ”Pengaruh kebiasaan Minum Susu Botol terhadap Potensi
Karies Gigi pada Usia 3-5 Tahun”, Sabtu (20/6) di Jakarta.
Sejauh ini, karies gigi masih jadi masalah kesehatan anak. Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2003 menyatakan, angka kejadian karies pada
anak 60-90 persen. Karies gigi adalah daerah yang membusuk di dalam gigi
yang terjadi akibat proses yang secara bertahap melarutkan email
(permukaan gigi sebelah luar yang keras) dan terus berkembang ke bagian
dalam gigi.
Masalah karies pada anak atau dikenal sebagai sindroma karies botol
(SKB) sering ditemukan pada anak usia akhir balita. Penyebabnya adalah
gula yang terdapat dalam susu dan sari buah yang kadang diminumkan saat
anak menjelang tidur. Bakteri pada plak gigi lalu mengubah gula tersebut
jadi asam yang merusak hingga menimbulkan kebusukan dan kehancuran gigi.
Fakta yang ada di Jakarta dan sekitar menunjukkan tingginya penderita
SKB yang datang ke klinik gigi anak. Dari pengamatan di tiga rumah sakit
menunjukkan, proporsi pasien anak yang datang dan menderita penyakit
infeksi ini mencapai 95 persen.
*Bakteri*
Penelitian pendahuluan menunjukkan, prevalensi karies akan lebih tinggi
1,3 kali pada anak yang mempunyai kebiasaan minum susu botol daripada
anak yang tidak terbiasa minum susu botol. Untuk menemukan masalah utama
sindroma ini dapat ditelusuri dari aspek mikrobiologi, seperti peran
bakteri penyebab karies terutama Streptococcus mutans dan Streptococcus
sobrinus.
Fahlevi menjelaskan, S mutans dibedakan atas 4 serotipe (c, e, f dan k)
dan S sobrinus diidentifikasi sebagai serotipe d dan g. Sebagai bakteri
utama penyebab karies, S mutans bisa membentuk koloni dan melekat pada
permukaan gigi. Sejumlah protein di permukaan sel S mutans memungkinkan
bakteri tersebut membentuk biofilm di permukaan gigi sehingga bertahan
hidup di dalam mulut.
Dalam studinya dengan anak- anak usia 3-5 tahun sebagai subjek
penelitian, menjadikan susu botol sebagai pengantar tidur meningkatkan
risiko SKB 1,03 kali lebih besar daripada yang tidak menjadikannya
sebagai pengantar tidur.
Frekuensi minum susu botol dua kali atau lebih per hari juga akan
meningkatkan risiko kejadian SKB 2,27 kali. Sementara itu, minum air
susu ibu (ASI) ternyata memberi perlindungan dari sindroma itu. (EVY)
1 comment Juni 22, 2009
Deteksi Dini Penyakit dan Kelainan Gigi pada Anak-anak
sumber : Majalah Anakku ed. 3 thn II
oleh : drg. Pradnya Paramita, MARS
Anak-anak yang datang berkunjung ke dokter gigi biasanya giginya sudah
mengalami kerusakan yang amat parah, sering bengkak, gigi lubang yang sangt
besar sekali bahkan anak yang sudah ada yang ompong giginya. Untuk
mengetahui lebih lanjut berikut akan diuraikan bagaimana terjadinya proses
kerusakan gigi dan juga apa saja kelainan gigi yang terdapat pada anak-anak
pada umumnya.
Penyakit dan kelainan gigi pada anak merupakan salah satu sumber gangguan
dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Orang bijak akan mengatakan
anak adalah suatu anugerah.
Sehingga apabila kita ingin memperhatikan kesehatannya tentunya mau tidak
mau sebagai orang tua kita harus memperhatikan sekali keadaan yang diderita
si anak. Banyak sekali terjadi salah pengertian bahwa penyakit sering
diabaikan oleh orang tua karena beranggapan bahwa nantinya akan digantikan
oleh gigi tetap.
Proses terjadinya lubang gigi
Proses terjadinya lubang gigi dipengaruhi oleh 4 faktor penyebab utama yang
(lagi…)
4 comments Oktober 20, 2008
PERTUMBUHAN GIGI
Sumber : http://www.babycenter.com/refcap/baby/babydevelopment/6574.html
translated by Sylvia R.
Pertumbuhan gigi bukan merupakan salah satu tonggak perkembangan yang dicapai
seorang bayi sekali dan sekaligus. Peralihan dari ringisan gusi hingga mulut
yang sepenuhnya ditumbuhi gigi merupakan masa yang harus dilalui anak anda
dalam 3 tahun pertama kehidupannya.
Perjalanan ini dimulai sejak dalam kandungan. Saat anda hamil, dalam tubuh
bayi anda telah berkembang pucuk gigi, dasar dari gigi bayi atau gigi susunya.
Pucuk ini mulai memecahkan permukaan gusi pada suatu waktu di antara usia 3
hingga 12 bulan. Anda bahkan dapat melihat gigi pertamanya – tanda yang
memperjalas bahwa bayi anda sedang bertumbuh – sekitar usia 6 bulan, saat yang
(lagi…)
1 comment Oktober 20, 2008
Q & A Perawatan Gigi
Perawatan gigi
Question : Dok,
anak saya (Razan) sekarnag berumur 7 1/2 bulan dan sudah mulai tumbuhgigi bawah 1 dan gusi atas sudah bengkak spt akan tumbuh gigi, yang ingin saya tanyakan , bagaimana cara perawatan gigi utk bayi? alat/sikat
gigi yg bagaimana utk membersihkan gigi yg baru tumbuh tersebut?
terima kasih sebelumnya.
salam,
maya
Sudah 15 bulan gigi baru 6
15/03/2005
Q : Begini Dok, anak perempuan saya usianya sudah 16 bulan. Tapi kok giginya baru 6 buah, ya? Perincian: 2 buah di gusi atas, 2 buah di gusi bawah, dan 2 bawah di gusi atas — di sebelah 2 buah gigi yang duluan tumbuh tadi, yang belum sempurna (masih “mengintip”).
Wajar nggak sih Dok baru punya 6 buah gigi di usia 16 bulan itu? Pada usia maksimal berapa gigi anak tumbuh lengkap?
Terima kasih atas jawabannya.
Putri
A : Dear Wajar kokMakan sehat, jaga kebersihan mulut dan tunggu. Biasanya usia 2 tahun sudah mendekati lengkap. Usia 3 tahun lengkap.
wati
Pertumbuhan gigi anak
Question : Dear SP,Aku anggota baru millis ini, mau tanya beberapa hal nih :
-tentang pertumbuhan gigi anak ku umur 10 bln tapi giginya baru tumbuh 2 aja (dibawah dpn) pdhal waktu kakanya (perempuan) lebih cepat (umur 6 bln udah 5 gigi). Kenapa ya???
-Menu utk anak ku (umur 10bln) apa aja ya? krn sampai skrg msh di kasih bubur saring kalo gak disaring dia mau muntah. ada cara lain gak ya? biar gak disaring tapi tetep mau makan…
-Apakah AC tidak baik jika kita pasang setiap anak2ku mau tidur krn ibu ku bilang takutnya nanti pilek…
Maaf ya kalo pertanyaan ku banyak krn aku belum jadi SP beneran nih…
Terima kasih
Bundanya daffa
Answer 1 : Dear mbak Astri,
ANAK UMUR 10bln GIGINYA BARU 2buah
gigi pertama anak saya tumbuhnya waktu dia umur 16 bln.. dan waktu itu sayasempat konsultasi ke drg (wkt usianya 13 bln), menurut beliau usia tumbuhnyagigi pada anak bervariasi, jadi kalau dikatakan antara 6-12 bln, itu adalahumur rata-rata (pd umumnya). Pemeriksaan yang dilakukan pd anak saya waktuitu adalah memastikan bhw ada benih giginya (melalui perabaan gusi). Menurutsaya, pertumbuhan gigi anak mbak Astri masih normal, walaupun mungkin tidaksecepat kakaknya. Lucu dan menarik memang ya, melihat bahwa tiap anakberbeda, bahkan yang kembar sekalipun
HANYA BISA MAKAN BUBUR SARING
saya pernah ngobrol dgn beberapa SP yang untuk mengenalkan makanan biasa(non saring/bubur) adalah dengan mencampur dengan yang saring. Jadipertama-tama, lebih banyak yang disaring dibanding yang tidak, tapipelan-pelan jadi lebih banyak yang tidak disaring dan akhirnya sama sekalitidak disaring. Selain itu, dicoba juga finger foods yang menarik danmembuat anak jadi mau ‘menggerogoti’ makanan.. tidak langsung telan..misalnya wortel rebus, labusiem rebus, biskuit susu bayi, kentang rebus.Prosesnya mungkin tidak berlangsung cepat, tapi asalkan kita sabar untukkonsisten, insyaAllah bisa deh mbak..
AC TIDAK BAIK DIPASANG SAAT ANAK TIDUR?
sebetulnya AC tu membuat udara jadi kering ya.. belum lagi kalau filternyakotor (dg polusi jakarta ini, memang filter ac cepet sekali jd kotornya).menurut saya inilah yang menyebabkan ac mengganggu kesehatan. tapi serbasalah juga… kalau tinggal di pinggir jalan raya yang asap polusinyanon-stop.. tidur dengan jendela terbuka rasanya juga megap-megap
hehe..
mudah-mudahan membantu ya mbak..salam buat Daffa
/hanni
Answer : Salam kenal Maya mamanya Razan,
Wah, jagoanmu pasti lucu sekali ya, maya baru punya gigi! Hehe, pastisekarang dia sedang rajin menggigit-gigit semua barang yang bisa dia raih. Untung sekali Razan punya mama yang aware dengan pentingnya kesehatan gigi. Gigi susu memang penting sekali untuk membentuk rahang dan menyiapkan tempat untuk gigi tetap tumbuh.
Perawatan kesehatan mulut dan gigi sebenarnya bisa dimulai bahkan sebelum gigi tumbuh lho, May. Caranya dengan membersihkan gusi dengan cara mengelap dengan kasa/kain yang telah dicelup di air hangat.
Cara merawat gigi susu atau gigi permanen (nantinya) adalah dengan cara
1.. rajin membersihkan gigi (sekarang banyak sikat gigi untuk anak-anaksesuai dengan tahapan usia. Maya tinggal pilih mana yang sesuai untuk anakmu) Sikat gigi minimal 2 kali/hari sesudah sarapan dan sebelum tidur (atau bersihkan dengan kain dan air hangat). Ajak anakmu setiap kamu menggosok gigi supaya anak meniru dan terbiasa menggosok gigi nantinya.
2.. Hindari makanan yang manis, lunak, dan lengket.
3.. Biasakan anak minum air putih setiap habis makan apa saja.
4.. Jangan minum susu botol pada waktu tidur.
5.. Lakukan pemeriksaan gigi rutin setiap 6 bulan. Oh ya .. jangan pakai pasta gigi ya Maya… kecuali nanti ketika anakmu sudah dapat berkumur dengan benar.
Semoga jawaban saya bisa membantu ya, May.
Titip salam untuk keluargamu dan peluk cium sayang untuk Razan..
wati
2 comments September 12, 2008
PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN MULUT
Tahu tidak, di dalam mulut bersarang ribuan bakteri yang siap menyerang bila anak sedang tidak fit. Oleh sebab itu menjaga kesehatan mulut perlu sekali dilakukan setiap hari.
Menjaga kesehatan mulut ternyata tidak cukup hanya dengan rajin menyikat gigi 2 kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur. Mungkin Anda akan bertanya, mengapa? Jawabannya, karena anggota mulut bukan hanya gigi. “Di sana juga ada gusi tempat gigi berpijak yang perlu dirawat dan ada lidah yang harus juga dibersihkan,” kata drg. Anggraeni P. dari RS Husada, Jakarta Pusat.
Sebenarnya tak sulit, melakukan perawatan kesehatan mulut. Selain dengan cara membersihkan gigi, gusi, dan lidah, kita dan si kecil pun harus rutin kontrol ke dokter gigi guna memeriksa kan kesehatan mulut, minimal enam bulan sekali. “Saat pemeriksaan ini sebaiknya karang gigi ikut dibersihkan,” anjur Anggie. Kalau tidak, gigi mudah berlubang, terjadi peradangan gusi, atau gigi ompong secara permanen.
Satu lagi keuntungan yang bisa diperoleh jika anak rajin diajak kontrol ke dokter gigi, “Harapan agar gigi anak tumbuh rapi dan teratur bisa tercapai karena ketidakteraturan tumbuhnya gigi bisa dideteksi dan ditangani dengan sempurna jika diketahui sejak awal,” paparnya.
PERAWATAN GIGI
* Sikat gigi minimal dua kali sehari, sesudah sarapan dan sebelum tidur malam.
* Gunakan sikat gigi yang sesuai dengan bentuk mulut dan gigi.
- Untuk bentuk mulut yang kecil, gunakan sikat gigi yang kecil pula dengan ujung atau kepala sikat yang mengecil. Begitu pun bagi mereka yang gigi gerahamnya menjorok ke dalam dan jumlahnya lebih banyak daripada umurnya.
- Mereka yang memunyai gigi tak rata, banyak yang gingsul, bertumpuk, atau selang-seling, dianjurkan menggunakan sikat gigi yang mempunyai bulu sikat zigzag karena bisa mempermudah membersihkan setiap gigi dan celah gigi yang tidak beraturan.
* Pilih sikat gigi yang berbulu lembut dengan pegangan yang mantap dan tidak licin. Untuk anak, sebagai pemikat baik juga dipilihkan sikat gigi yang berwarna dan bercorak menarik, serta berbentuk lucu.
* Sikatlah gigi dengan cara yang benar, yaitu:
- Lakukan gerakan menyikat dari bagian merah ke putih (dari gusi ke gigi) untuk bagian penampang gigi (depan dan samping). Ingat, arahnya tidak boleh bolak balik karena bisa mencederai gusi dan kotoran tidak keluar dari gigi.
- Jika melakukan gerakan seperti itu pada gigi anak dirasa sulit, disarankan untuk melakukan gerakan memutar searah jarum jam. Hal ini dilakukan sekaligus untuk melakukan massage pada gusi anak.
- Untuk menyikat permukaan kunyah, lakukan gerakan horizontal satu arah dari dalam ke luar. Cara ini berlaku untuk gigi atas dan bawah, bagian luar maupun dalam.
- Jangan terburu-buru. Saat menyikat gigi, lakukan dengan santai dan relaks. Lakukan pembersihan setiap dua gigi dengan kekuatan sedang hingga semua gigi tersikat dengan baik.
PERAWATAN GUSI
Sebenarnya, bila kita menyikat gigi anak dengan benar, itu berarti sekaligus melakukan perawatan gusinya. Gerakan sikat gigi yang benar secara langsung memberi pijatan pada gusi, sehingga gusi akan selalu segar dan bersih. Sebaliknya jika cara menyikat gigi salah atau tergesa-gesa, gusi bisa cidera karena luka atau trauma.
Memang ada juga perawatan khusus bagi gusi, “Namun hanya untuk kasus-kasus tertentu, seperti gusi bengkak, gusi naik dari celah gigi, atau gusi kotor,” kata Anggie. Tapi itu pun hanya dokter yang mampu menanganinya. Jadi sebelum sampai pada kondisi seperti itu, sikatlah gigi secara benar dan bersih.
Yang perlu diketahui, penyakit gusi juga bisa disebabkan faktor genetik. Itulah mengapa, tak sedikit orang muda usia tanpa sebab apa-apa giginya tanggal atau goyang sendiri. Perubahan hormonal pada anak yang tengah menjalani masa puber dan ibu hamil, misal, juga bisa menyebabkan penyakit gusi seperti gusi berdarah. Begitu pula bila anak atau orang dewasa yang sedang menjalani terapi obat jangka panjang, gusinya mudah sekali bengkak dan berdarah. Untuk mengatasinya, lakukan perawatan rutin ke dokter gigi.
MEMBERSIHKAN LIDAH
Lidah pun harus dibersihkan secara teratur seperti halnya kita menggosok gigi. Cara membersihkan lidah tak serumit menyikat gigi, cukup gunakan alat pembersih lidah, lakukan gerakan menarik dari arah dalam ke luar. Supaya lebih enak dan nyaman, bisa juga kita gunakan pasta gigi.
Untuk anak, apalagi balita, biasanya orang tua akan kesulitan melakukan hal ini. Terlebih lagi masih agak sulit menemukan alat pembersih lidah untuk anak. Namun tidak mengapa, gunakan saja sikat gigi anak sebagai alat pembersih lidahnya dengan sedikit pasta gigi. Cara membersihkanya sama, tarik sikat gigi pada permukaan lidah searah dari bagian dalam ke luar.
Bila tidak dibersihkan, bakteri pada lidah semakin lama akan semakin menumpuk. Tanda-tandanya: ada bercak-bercak putih hingga sariawan di lidah.
TIP-TIP PENTING LAINNYA
* Biasakan Minum Air Bening
Tak jarang orang tua membiarkan anak-anaknya minum susu sambil tidur atau setelah minum susu langsung tidur. Padahal, kebiasaan ini sangat tak baik bagi kesehatan mulut anak karena bisa merusak gigi.
Sebaiknya setelah minum susu, makan permen, atau sesuatu yang manis, mintalah anak minum air bening. Begitu juga saat akan tidur setelah minum susu. Memang, sih, akan lebih baik jika langsung mengajak anak sikat gigi setiap sebelum tidur.
* Anak Harus Bebas Fluor
Penggunaan pasta gigi dalam menjaga kebersihan dan kesehatan mulut sebenarnya hanya untuk membatu kenyamanan dan memberikan rasa saat kita menyikat gigi atau lidah. Menurut penelitian, dengan atau tanpa pasta gigi, sepanjang menyikat gigi dilakukan secara benar, baik, dan sempurna, maka hasilnya sama saja.
Untuk anak pun demikian. Malah menurut Anggie, anak balita sebaiknya tidak menggunakan pasta gigi terlebih dahulu karena sering tertelan atau ditelan. Kalaupun mau menggunakan pasta gigi, gunakan yang benar-benar bebas flour. Kelebihan flour dalam tubuh justru bisa menyebabkan gigi rusak.
* Hindari Obat Kumur
Tak sedikit orang yang suka menggunakan obat kumur setiap hari dengan alasan mulut jadi bersih dan segar. Yang benar, menggunakan obat kumur setiap hari tidaklah baik karena obat kumur juga membunuh bakteri baik yang berada dalam mulut selain bakteri jahat.
* Sikat Gigi Harus Dirawat
Seperti halnya menjaga kesehatan mulut, kebersihan sikat gigi pun perlu dijaga. Caranya, setiap habis digunakan, bersihkan sikat gigi dengan air, lalu ketuk-ketukkan sebelum dimasukkan ke dalam flipper yang punya banyak lubang untuk sirkulasi dan mengeluarkan air pada bagian bawahnya.
Jauh lebih baik lagi jika satu minggu sekali, sikat gigi tersebut kita rendam dan cuci menggunakan air panas. Tak lupa, lekas ganti sikat gigi jika sudah rusak, sekalipun baru beberapa saja bulu sikatnya yang tanggal atau merekah.
Gazali Solahuddin. Foto: Iman/nakita
Add comment September 12, 2008
MENGATASI PANAS DAN REWEL KALA HENDAK TUMBUH GIGI
Kadang bayi rewel, tubuhnya hangat, dan tak nafsu makan gara-gara hendak tumbuh gigi. Walaupun akan hilang dengan sendirinya, tapi ada baiknya orang tua mencoba mengatasinya.
“Kok, kayaknya akhir-akhir ini si Riska agak rewel, makannya susah dan badannya agak hangat. Jangan-jangan dia mau tumbuh gigi.” Demikianlah biasanya praduga sebagian ibu-ibu. Namun benarkah semua gejala tadi pertanda hendak tumbuh gigi?
Menurut drg. Taty Z. Cornain, SpKGA, dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, adakalanya memang kala hendak tumbuh gigi, bayi jadi rewel, tubuhnya sumeng/hangat, nafsu makannya berkurang. Namun adakalanya pula tak ada gejala berarti. Dalam arti, aman-aman saja. “Reaksi tersebut tergantung pada daya tahan tubuhnya atau ketahanan daya ambang sakitnya, yang pada tiap bayi berbeda-beda. Jadi, sifatnya individual sekali.”
HILANG BEGITU GIGI MUNCUL
Biasanya, kalau daya tahan tubuh si bayi bagus, saat tumbuh gigi tak selalu bereaksi tubuh hangat. Jikapun hangat, mirip gejala awal mau flu. Hanya saja di sini tak disertai gejala flu, semisal bersin atau batuk dan lainnya. Yang justru harus diwaspadai bila suhu tubuhnya antara 38,5¬40 derajat Celcius, perlu dicurigai ada penyakit lain.
Sumeng gara-gara mau tumbuh gigi ini bisa berlangsung kira-kira 1-3 hari. “Tapi tak usah khawatir. Didiamkan saja pun, sumeng-nya akan hilang sendiri,” bilang Taty. Hanya saja, tambahnya, umumnya orang tua langsung panik jika tubuh bayinya hangat. “Takut panasnya makin tinggi dan si bayi lantas kejang atau stuip. Sehingga mereka biasanya langsung melakukan tindakan preventif, yaitu diberikan obat penurun panas.”
Selain gejala hangat, sudah pasti bayi akan rewel karena ia tak bisa mengeluhkan rasa sakitnya. Rewel yang menyertainya juga paling lama seminggu. Begitu pun dengan perasaan tak enak di mulutnya hingga jadi malas makan atau mengunyah, serta nafsu makan yang berkurang. Biasanya hal ini tak berlangsung terus-menerus. Kalau giginya sudah nongol atau kelihatan sedikit saja, entah 1 atau 2 milimeter, biasanya dampak yang ditimbulkannya, semisal rewel atau tak enak di mulut, pun hilang.
Saat itu, papar Taty, benih gigi akan keluar dari tempatnya di dalam tulang rahang dan sampai akhirnya muncul gigi di gusi. Gusi akan sedikit tampak agak pucat dan agak menonjol dibanding gusi di sebelahnya. Dalam proses keluarnya gigi dari tulang rahang ini, ia akan menembus gusi, sehingga terasa sakit. “Seolah gusi tersebut terkena luka atau sayatan, maka akan terasa sakit.” Proses timbulnya gigi dari bawah ke atas ini tak bisa diukur berapa lama. Juga, sampai di mana posisi giginya sebelum menembus gusi hanya bisa dilihat dengan foto rontgen.
TAK MESTI PADA USIA 6 BULAN
Umumnya bayi mulai tumbuh gigi di usia 6-12 bulan, dan sempurnanya sampai usia 24 bulan. Meski ada juga bayi yang tumbuh giginya sebelum usia 6 bulan. “Ini merupakan salah satu bentuk kelainan pertumbuhan dan perkembangan gigi,” jelas Taty. Biasanya, yang berupa kelainan ini, begitu lahir si bayi sudah ada giginya, dikenal dengan istilah gigi natal. “Gigi natal ini tumbuh tak tentu, kadang di bagian depan atas, kadang di bagian bawah. Yang jelas, ia jarang tumbuh di bagian belakang. Banyaknya pun hanya satu buah.”
Sementara kelainan gigi susu yang tumbuhnya pada bulan pertama setelah kelahiran dikenal dengan gigi neonatal. Seperti halnya gigi natal, pada kelainan gigi neonatal pun belum tentu bayi mengalami gejala sakit tumbuh gigi. “Apalagi ini hanya suatu kelainan bentuk pertumbuhan dan perkembangan gigi saja,” terang Taty.
Jadi, Bu-Pak, tak setiap kali tumbuh gigi, bayi akan merasa sakit alias sifatnya sangat variatif. Mungkin ada gigi yang menembus jaringan yang lebih padat dan ada yang tidak. Biasanya kalau menembus jaringan yang padat, dia akan merasakan sakit. Jadi, tergantung kepadatan jaringan yang ditembusnya. Hanya kita tak bisa memastikan bagian mana yang lebih tebal dan yang tidak.
HARUS DIATASI
Jadi, ulas Taty, jika tumbuh gigi pada bayi tak bermasalah, maka didiamkan saja juga tak apa-apa. Hanya kalau bayinya jadi sangat rewel, tampak tak tahan sakit, serta badannya hangat/sumeng, sebaiknya orang tua mencoba mengatasinya dengan memberikan obat penurun panas sebagai pertolongan pertama atau penolong.
Seringkali, bayi yang sakit karena tumbuh gigi dibawa ke dokter anak, bukan ke dokter gigi. Soalnya, terang Taty, jika bayi tubuhnya hangat, orang tua lebih curiga bukan tumbuh gigi, tapi penyakit lainnya seperti panas karena demam berdarah, tifus, dan lainnya.”
Namun, walau bukan dokter gigi, dokter anak pun bisa mengetahui apakah si bayi sakit karena tumbuh gigi atau bukan. “Bila suhunya tak terlalu tinggi dan tak ada gejala seperti batuk, pilek, dan lainnya, dokter akan melihat kondisi mulutnya. Jika ada sesuatu pada gusinya, seperti warna gusi yang lebih pucat dan agak menonjol dibanding sisi lainnya, maka diduga hangat tubuhnya berasal dari gigi yang mau tumbuh.”
Biasanya dokter akan memberikan obat-obatan yang mengandung analgesik dan antipiretik sebagai obat-obatan penghilang rasa sakit. Obat-obatan tersebut berada dalam kandungan obat-obat penurun panas. “Barulah kalau ada suatu masalah pada giginya, misal, bengkak sekali dan agak kebiruan karena ada pembuluh darahnya yang terjepit, dirujuk ke dokter gigi.”
Sedangkan bila nafsu makannya jadi berkurang, tentu saja tak bisa didiamkan terus. Biar bagaimanapun tetap harus diberikan makanan. Karena masih bayi, tentunya makanan yang diberikan pun tak terlalu keras, tapi yang cair. Kalaupun tumbuhnya sesudah 6 bulan dan ia sudah makan tim, maka berikan makanan yang agak lunak, misal, dengan diblender. “Yang pasti, harus dihindari makanan yang agak keras.”
Dedeh Kurniasih.Foto: Iman Dharma (nakita)
2 comments September 12, 2008
Pemberian Kalsium
Tak tentunya kapan si bayi tumbuh gigi, bisa 6-12 bulan, maupun kurang dari 6 bulan, menurut Taty, salah satunya tergantung asupan kalsium ibu selagi hamil, yang akan berpengaruh pada ibu dan janinnya. asupan kalsium ini bisa didapat dari susu ataupun vitamin langsung yang dikonsumsi ibu semasa hamil, atau juga bermacam-macam suplemen.
Nah, asupan kalsium yang baik adalah yang campur dengan magnesium, hingga dapat diserap tubuh lebih bagus. “Namun bukan berarti ibu yang rajin mengkonsumsi kalsium akan menjamin bayinya kelak cepat tumbuh gigi, lo. Karena daya serap kalsium pun bersifat individual. Kalau metabolisme tubuh tak bagus, kalsium tak bisa diserap dengan baik.” Selain itu, penyerapan kalsium sendiri masih harus terbagi-bagi. Selain untuk pertumbuhan gigi, juga buat pertumbuhan tulang-tulang si bayi.
Jadi, kalaupun bayi tumbuh giginya lama, misal, sebaiknya ibu tak perlu khawatir. “Bisa saja dulu asupan ibunya kurang hingga tak terserap dengan baik. Biasanya dokter memberi si bayi kalsium jika dianggap perlu.”
Dedeh
Add comment September 12, 2008










