Whooping Cough and the DTaP Vaccine

SOURCE : http://children.webmd.com
Bordetella pertussis is a bacteria that can live in the human respiratory tract. Pertussis, or whooping cough, is spread through secretions from sneezes and coughs. Most pertussis infections are passed between family members and household contacts, such as babysitters. The infection can be prevented with DTaP vaccines given to babies at 2 months, 4 months, and 6 months old.
How contagious is whooping cough?
Whooping cough is highly contagious. If one person has the pertussis bacteria, each unvaccinated household contact has up to 90% chance of catching the infection as well.
How can someone catch whooping cough if they’ve already been vaccinated?
Unlike some vaccines, the pertussis vaccination may not provide lifelong immunity to the disease. Immunity may wane 5-10 years after the last childhood vaccine.
Can I carry the pertussis bacteria without knowing it?
Experts believe it’s rare or impossible to carry or transmit pertussis without any symptoms. However, if you’ve been immunized, your symptoms may be mild — but still infectious. Cold symptoms might occur at the beginning of the infection, and a cough will sooner or later be present.
If the vaccine wears off so quickly, why don’t more adults catch pertussis?
Hundreds of thousands of people do catch pertussis each year, but they don’t usually realize it. The pertussis vaccine reduces the severity of whooping cough, so most vaccinated teens and adults experience relatively mild symptoms.
How effective is the childhood pertussis vaccine, DTaP?
After the third dose — given at age 6 months — children have 80% to 85% immunity against pertussis. Protection lasts from three to five years. The DTaP shot also protects against tetanus and diphtheria.
Can I prevent whooping cough by hand washing and avoiding sick people?
Hand hygiene and covering coughs and sneezes may prevent some pertussis transmission. However, vaccination (in childhood and again in adolescence or adulthood) is considered the only effective means of prevention.
Who should get revaccinated against pertussis?
Current federal guidelines advise that everyone between ages 11 and 64 should receive the Tdap booster shot.
What is Tdap?
Tdap is a combined tetanus, diphtheria, and pertussis booster vaccination. The vaccine is given in a single shot after age 11 and before age 64.
How effective is the Tdap booster shot?
Tdap provides 90% renewed immunity against pertussis. This protection seems to last for at least five years. Tdap is also effective at preventing tetanus and diphtheria.
What are the risks of DTaP and Tdap?
The risks of DTaP, Tdap, and other common vaccines are very low. Soreness and inflammation at the injection site are most common. Some people may experience a short period of malaise or low-grade fevers. Allergic reactions to vaccines are extremely rare, but can be serious. The risks of tetanus, diphtheria, and pertussis are higher than the risks of reactions to the vaccines.

Q & A DPT 2

sumber : milist sehat

Dpt,Dpat, & alergi

Question : Selamat siang semua…dokter, saya mau nanya nih (spt biasa…),
1.. pertimbangan apa bagi kita utk memutuskan anak lebih baik menerima imunisasi DPaT dibanding DPT. selain pertimbangan ekonomi ya dok… krn toh katanya w/p pakai DPaT, belum tentu tidak demam khan ? kalo disuruh memilih, lebih baik yang mana ? Vilo 5 minggu lalu imunisasi DPT, badannya berangsur2 anget sampe 38 der, minum tempra, & nggak rewel dalam masa2 demam itu. klo yg pertama DPT, yg ke 2 DPaT, boleh nggak dok ?
2.. Lalu, tatalaksana penanganan demam u/ anak flu (colds), bisa diterapkan jg utk demam krn imunisasi dok ? kmrn pas DPT 1 itu, sempet panik & nelpon ruang perawatan bayi di Carolus, kata susternya, harusnya begitu selesai imunisasi langsung aja minumin tempranya, jd nggak usah nungguin demam….gimana dok ? sementara kata dr Aryono, 37.5 der, minum deh tempra nya.
3.. Vilo (5 bl 11 hr) sampai skrn msh ASI & Formula, niatnya mau sampe 6 bln, sblm masuk solid food. Sejauh ini dia nggak menampakkan gejala alergi makanan. Saya pun termasuk pemakan segala, alias nggak alergi thd makanan ttt, w/p wkt saya msh di bwh 10th, sempat alergi berat seafood. Jd, selama masa ASI ini, saya makan spt biasa & sll mengusahakan yg bergizi. Mnrt dokter & SP’s, apakah ada kemungkinan, bila tiba waktunya solid food nanti, Vilo bakalan alergi thd makanan ttt, misal thd seafood, w/p waktu masa menyusui 0-6 bln, saya mengkonsumsi ikan jg, dan tdk ada reaksi alergi pd Vilo.
Terimakasih banyak ya dok & SPsditunggu sharingnya.
Ira & Herry & Vilo

Answer 1 : Pak Herry,Saya coba bantu jawab ya

1. Pertimbangan efektivitas suatu vaksin dilihat dari kemampuannyamerangsang tubuh membentuk antibodi terhadap kuman ybs. Nah karena DPT,vaksin ini dibuat dengan memakai kuman pertusis yg utuh, kemampuanmenghasilkan antibodinya lebih tinggi dibanding dengan DPaT. Tapi, kadarantibodi yang dihasilkan keduanya sama-sama telah melampaui batas proteksiuntuk melawan kuman pertusis.
Kalo tidak pernah kejang demam, tidak ada efek samping sih gak apa pake DPT.Nah, kalo bapak mau yang pertama pake dpt, kedua pake DPaT yah boleh aja
2. Tatalaksana demam bisa dipakai untuk demam imunisasi.
3. Kala menurut saya, bisa saja dia alergi terhadap makanan.

salam,
shelly

—Answer 2 : Selamat siang semua…
1.. pertimbangan apa bagi kita utk memutuskan anak lebih baik menerima imunisasi DPaT dibanding DPT. selain pertimbangan ekonomi ya dok… krn toh katanya w/p pakai DPaT, belum tentu tidak demam khan ? kalo disuruh memilih, lebih baik yang mana ? Kalo menurut saya, apapun yang bpk pilih adalah yang terbaik buat Villo sebab kalo kita pilih DPT yang tidak demam tapi si anak mudah demam ya ga bisa ditekan si anak harus ga demam atau sebaliknya.Vilo 5 minggu lalu imunisasi DPT, badannya berangsur2 anget sampe 38 der, minum tempra, & nggak rewel dalam masa2 demam itu. klo yg pertama DPT, yg ke 2 DPaT, boleh nggak dok ? Boleh saja (cmiiw ya dok), pilih yang simultan ya pak.
2.. Lalu, tatalaksana penanganan demam u/ anak flu (colds), bisa diterapkan jg utk demam krn imunisasi dok ? sama saja, apalagi demam krn imunisasi itu normal dan ga berlangsung lama kokkmrn pas DPT 1 itu, sempet panik & nelpon ruang perawatan bayi di Carolus, kata susternya, harusnya begitu selesai imunisasi langsung aja minumin tempranya, jd nggak usah nungguin demam….gimana dok ? Saya juga pernah dpt anjuran demikian tapi saya tetap memberikan paracetamol ketika suhu si kecil diatas 38.5, ketika mulai rewel.Dulu setiap habis imun DPT si kecil demam dan ketika DPT ke3 suhu si kecil 39.3 dibanding DPT sebelumnya, saya hanya memberi paracetamol 1x ketka suhunya 38.5, selebihnya saya terus memperbanyak ASI, jus buah dan observe, saya buat catatan tersendiri di diary kesehatannya setiap 1jam, saya pantau aktifitasnya, pipis, minumnya, bobonya, kondisinya, dll. sehingga saya tahu kapan saya perlu waspada. Demamnya juga ga berlansung lama hanya 9jam setelah itu suhu si kecil normal kembali.sementara kata dr Aryono, 37.5 der, minum deh tempra nya.
3.. Vilo (5 bl 11 hr) sampai skrn msh ASI & Formula, niatnya mau sampe 6 bln, sblm masuk solid food. Sejauh ini dia nggak menampakkan gejala alergi makanan. Saya pun termasuk pemakan segala, alias nggak alergi thd makanan ttt, w/p wkt saya msh di bwh 10th, sempat alergi berat seafood. Jd, selama masa ASI ini, saya makan spt biasa & sll mengusahakan yg bergizi. Mnrt dokter & SP’s, apakah ada kemungkinan, bila tiba waktunya solid food nanti, Vilo bakalan alergi thd makanan ttt, misal thd seafood, w/p waktu masa menyusui 0-6 bln, saya mengkonsumsi ikan jg, dan tdk ada reaksi alergi pd Vilo.Memang jika dikeluarga ada yang alergi kemungkinan si anak menderita alergi bisa saja tapi observe aza artinya berikan menu makanan yang sehat, buat menu makanannya jangan dicampur jadi satu agar jika terjadi alergi bisa dideteksi si anak alerginya krn apa? alergi juga bisa timbul tidak hanya dari makanan, bisa dari yang lainnya seperti debu, aerosol, dll.
Semoga Villo sehat selalu ya.
Efi_Andra’s mom

Answer 3 : up. mbak iraaku mo sharing aja nich mbak,waktu kevin mau diimunisasi DPT, aku minta yg DPaT (yg ngak panas punya),soalnya waktu itu khan kevin masih kecil en aku takut dia nanti rewel klpanas, jadinya pake yg DPaT deh.setelah diimunisasi emang bener sich , ngak panas sama sekali. soalnyadsanya jg udah bil ngak bakal panas.aku pernah tanya sama dsanya, bagusan mana DPT dibanding DPaT. dia bilangsama aja. cuma bedanya kl DPaT ngak timbul panasnya aja jadinya bayi ngakrewel karena panas…en bedanya yach diharganya itu lho..he..he… mahalan yg DPaT.jadi menurut aku sich, tinggal pilih aja. soalnya sama aja sich nantinya.cuma beda di panas en harganya aja..
semoga membantu..
erlin st

Answer 4 : mbak…sewaktu Rafi akan imun DPT dsa menanyakan terlebih dahulu ke kami, apakah ada riwayat kejang2 di keluarga kami ? krn panas dapat menyebabkan kejang2..apabila tdk ada..maka DPT pun tdk apa2..dan diberikan tempra terlebih dahulu oleh dsa baru DPT. Kami pun memilih yg DPT krn tdk ada riwayat kejang2..
alhamdulillah..Rafi baik2 saja..tdk sampai panas..
Hmmm selisih harganya juga berbeda jauhhhhh…(ttp uang bkn masalah utk anak kita kan ? krn ortu kita jg sll bilang..uang bisa dicari..kesehatan yg penting..)
Lia Muliawaty

Answer 5 : Pak Herry & mbak Ira,Saya mau coba sharing pengalaman pribadi aja nih :
1. Waktu itu saya pilih imunisasi untuk Irdin ( minggu depan 6 bulan ), yg DPaT, alasannya adalah : karena memang saya kasihan aja membayangkan kalau irdin nantinya demam karena imunisasi, dan alhamdulillah dengan yg DPaT irdin tidak panas / tidak hangat badannya jadi tetap lincah ,
2. Nah waktu Jadwal DPT 3, kebetulan saya ambil yg gabungan dengan Hib, badannya agak hangat ( saya tidak tahu apakah DPT nya yg bikin hangat, atau HIB nya ), tapi saya tidak langsung berikan tempra, saya monitor terus panas tubuhnya , dan saya suply air putih yg banyak ke tubuhnya,alhamdulillah panasnya hanya mencapai 37.2 Irdin masih tetap lincah jadi tempranya tidak saya berikan.
3. Ketika usia 4 bulan saya coba berikan irdin makan pertama biskuit beras merah ( yg di cairkan dengan susu ), tapi baru sekali makan besoknya di sekitar punggung dan pantatnya ( maaf ), banyak timbul bruntusan seperti biang keringat ( wajah dan badannya tidak sama sekali ), saya ambil kesimpulan aja sendiri bahwa ternyata anak saya alergi terhadap produk tsb., saya hentikan dan 2 hari kemudian bruntusannya hilang sendiri tanpa di obati.

Sekian aja pak semoga dapat membantu.
Salam,
Selvi

Q & A Suntik DPT

Sumber : milist sehat

17/12/2004
Q: Anak saya sekarang berumur 4 bln. November suntik DPT yg 1, suntik yang tidak demam. Tgl 4 des’ ini akan suntik DPT yang ke-2, kami akan coba suntik yang demam karena kami pikir biar badan anak kami bisa mengenal demam.
Apakah suntik DPT yg tidak demam akan menimbulkan masalah di kemudian hari? Karena efek dari obat yg disuntikan.
Bila suntik DPT yg ke 3 tidak demam lagi bagaimana ?Bagusnya suntik yang mana ?
Nia Hapsari

A : Dear NiaThanks buat emailnyaDPT mamang ada dua macam yaitu DPT yang konvensional (difteri, pertusis dan tetanus). Sejaka 3 tahun terajhir ini tersedia pula DaPT dimana pertusis nya atau batuk rejan/batuk 100 hari… sudah diubah …sehingga vaksin DaPT ini tdk menimbulkan demam … Di lain pihak… karena sudah diubah kompisisnya saat dibuat sebagai vaksin .. maka kemampuannya untuk merangsang tubuh kita dalam memprodsi antibodi … lebih kecil ketimbang DPT … Sebelum ada DaPT… semua anak juga dapatnya DPT … kalau anakmu tidak pernah kejang demam… tidak ada salahnya memakai DPT … kalaupun nantinya demam… berikan saja parasetamol Ok selamat mengimunisasikan anakmuBTW … kok kamu tidak bercerita perihal imunisasi HiB nya? Sudah kan? Biar tidak meningitis lho anakmu
wati