Bintil Merah Pengganggu Kenyaman Bayi

sumber :http://portal.cbn.net.id/cbprtl/cyberwoman/detail.aspx?x=MotherAndBaby&y=cyberwoman|0|0|8|1195

Biang keringat (Miliaria Rubra) dapat menyebabkan kulit teriritasi. gangguan pada kulit ini cukup akrab dengan anak, balita, maupun bayi yang kondisi kulitnya masih sangat peka terhadap pengaruh lingkungan.

Ketika suhu udara sangat panas, biang keringat ini akan terasa gatal, sehingga merangsang penderita untuk menggaruknya kuat-kuat. Namun bahayanya, jika tempat yang gatal itu digaruk, akan menimbulkan iritasi dan luka. Jika anak dilarang menggaruk, mungkin ia menjadi sangat rewel.

Iklim tropis seperti di Indonesia memang mudah memicu terjadinya biang keringat. Akan tetapi, nyatanya bayi-bayi di daratan Amerika maupun Eropa yang juga tidak kebal terhadap gangguan kulit yang satu ini. Kalau begitu, berarti udara panas bukan satu-satunya pemicu.

Keringat Tersumbat

Penyebab biang keringat adalah terjadinya penyumbatan pada pori-pori kulit. Padahal, pori-pori ini merupakan saluran keluar dari kelenjar keringat. Itu sebabnya, penyakit ini kadang-kadang juga disebut keringat buntet, alias keringat mampet.

Butiran-butiran keringat yang tersumbat itu akan mendesak kulit tempat bermuaranya saluran keringat. Akibatnya, timbul lepuh-lepuh halus yang besarnya tak lebih dari jerawat. Lepuh-lepuh tersebut berisi keringat yang dapat menimbulkan bintik-bintik merah.

Biang keringat terasa sangat gatal dan menyengat kulit. Punggung, dahi, leher, bahu, dada, lipatan-lipatan kulit, serta bagian tubuh yang berambut merupakan daerah favorit biang keringat. Sumbatan pada saluran keringat bisa juga terjadi karena serangan bakteri kulit dan penyerapan kembali keringat ke dalam kulit ari.

Keringat yang meresap ini menyebabkan kulit ari mengembang dan menimbulkan penyumbatan. Atau, tak jarang juga akibat udara lembap menyebabkan keringat sulit menguap.

Pada bayi, sumbatan keringat mudah terjadi karena kelenjar keringatnya masih sangat peka, sehingga perubahan lingkungan sedikit saja akan membawa pengaruh. Penyebab lainnya berhubungan dengan faktor pakaian. Mungkin, sang ibu mengenakan bayinya pakaian yang kelewat tebal, saat suhu udara di luar sedang dingin. Baju itu mempersulit penguapan keringat ketika bayi merasa kepanasan.

Sementara itu, pada anak yang lebih besar, penyumbatan saluran keringat akibat resapan keringat, sering kali disebabkan oleh bahan baju yang tidak menyerap peluh. Misalnya, baju yang terbuat dari serat benang sintetis seperti nilon.

Pencegahan

Biang keringat bisa dicegah dengan mendorong terjadinya pengupan keringat. Salah satu caranya adalah selalu memakaikan baju-baju yang terbuat dari bahan katun tipis pada anak. Selain itu, upayakan agar sirkulasi udara di dalam rumah cukup baik.

Cara lainnya adalah dengan berpola hidup bersih. Jagalah selalu kebersihan di rumah, termasuk kebersihan kulit si kecil. Segeralah mengeringkan kulitnya ketika anak berkeringat. Mandikan anak secara teratur dua kali dalam sehari. Gantilah baju si kecil sesering mungkin, begitu terlihat basah oleh keringat, khususnya setelah ia bermain dan pada waktu menjelang tidur.

Bila kulit anak memang cenderung mudah terserang biang keringat, hindari keadaan yang dapat merangsang keringat berlebihan. Lalu, jika anak sensitif terhadap suhu udara yang panas, ibu dapat mengadaptasikan (mengenalkan kondisi tersebut) secara bertahap, sejalan dengan perkembangan fungsi organ tubuhnya, termasuk kelenjar keringatnya pada jaringan kulit.

Keringat yang keluar secara berlebihan juga dapat terjadi saat anak terserang demam. Selama si kecil terserang demam dan mengeluarkan banyak keringat, jagalah agar bajunya tidak dibiarkan terlalu lama dalam keadaan basah. Sesering mungkin keringkan tubuhnya dan gantilah bajunya agar penguapan keringat pada kulit dapat berlangsung baik.

Penanggulangan

- Pada pripsipnya, tak perlu pengobatan khusus. Cukup dengan merawat kulit bayi secara benar dan bersih.
– Bila biang keringat berupa gelembung kecil tanpa kemerahan pada kulit, kering, dan tanpa keluhan, bayi cukup diberi bedak tabur/bedak kocok segera setelah mandi.
– Jika biang keringat menjadi luka yang basah, jangan dibedaki karena akan timbul gumpalan-gumpalan yang memperparah sumbatan kelenjar keringat dan menjadi sarang kuman yang dapt menyebabkan infeksi.
– Untuk keluhan yang parah, gatal, pedih, luka atau lecet, rewel dan sulit tidur, segera bawa ke dokter.
– Bila timbul bisul, jangan dipijit karena kuman akan menyebar dan meluas ke permukaan kulit lainnya.

Sumber: Tabloid Ibu Anak