Tangkal Diabetes dengan Memberi ASI

Sumber : http://health.kompas.com/index.php/read/2010/08/28/1047228/Tangkal.Diabetes.dengan.Memberi.ASI-5

*Kompas.com -* Diabetes melitus merupakan penyakit yang menjadi
“pembunuh tersembunyi” karena komplikasinya bisa menimbulkan penyakit
serius, seperti jantung, ginjal, kebutaan, dan masih banyak lagi. Bagi
kaum perempuan, salah satu cara mencegah diabetes adalah dengan menyusui
bayi.

Memberikan air susu ibu (ASI) bukan hanya menjamin bayi mendapatkan
nutrisi yang lengkap dan menunjang kecerdasannya, tapi juga bermanfaat
bagi si ibu. Berbagai riset telah membuktikan manfaat pemberian ASI
tersebut.

Dalam riset terbaru yang meneliti 2.200 perempuan usia 40-78 diketahui
27 persen responden yang tidak memberikan ASI menderita diabetes tipe 2
dibandingkan dengan para ibu yang menyusui bayinya.

Diabetes tipe 2 terjadi ketika sel tubuh secara perlahan kehilangan
sensitivitasnya pada insulin. Penyakit ini juga salah satunya disebabkan
oleh faktor obesitas.

“Pengaturan pola makan dan olahraga adalah cara efektir untuk mencegah
diabetes. Namun, belum banyak orang yang tahu bahwa memberikan ASI bisa
mengurangi risiko seorang wanita terkena diabetes tipe 2 di kemudian
hari,” kata Dr.Eleanor Bimla Schwarz, dari University of Pittsburgh.

Q & A ASI Exclusive

ASI Exclusive

Question : Bayi saya (Qanita) berumur 4 bulan. Saya sedang berusaha untuk memberinya ASI ekslusif sampai 6 bulan. Alhamdulillah, selama ini berhasil. Saya mau menanyakan apakah beratnya yang 6 kg (berat lahir 3,1 kg) cukup untuk bayi yang diberi asi esklusif? Karena saya bekerja dan memberinya asi perah. Apakah pemberian asi esklusif ini dapat diperpanjang sampai 6 bulan? Apakah tidak mengganggu proses belajar makannya? Karena kadang-kadang anak menjadi sukar untuk belajar makan, mereka lebih suka menyusu saja. Terima kasih ya bu….
Tuti

Answer : Dear TutiBravo!! selamat atas niat kuatmu dan upaya kerasmuSaya doakan kamu berhasil memberikan ASI eksklusif 6 buloan dandilanjutkan ASInya sampai usia 2 tahun atau lebih ya. Kita semua sudah amat sangat menyadari bahwa ASI is the best dan sampai saat ini tidak ada satu pun susu formula yang bisa menandingi ASI .. ya kan.
Kalau kamu buka milis sehat@yahoogrous.com, banyak sekali ljho ibubekerja yang berhasil memberikan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan… jadi terus lakukan apa yang kamu lakukan sekarang ini.Suatu misconception bahwasanya jika bayi tidak diberi makanan padat sampai usia 4 bulan maka proses belajar makannya akan terganggu. Coba buka situs WHO dan bulan agustus lalu kan pekan ASI sedunia (WBW … coba deh browse) … Temanya kali ini adalah teruskan ASI sampai usia 2 tahun lebih dan berikan makanan pendamping ASI sejak usia 6 bulan (ada 10 kiat pemberian MPASI)
Kerugian pemberian MPASI sebelum bayi berusia 6 bulan kira2 sbb: 1. Organ pencernaan, ginjal dan persyarafan bayi belum siap 2. Kita memasukkan protein asing (non human protein) ke tubuh bayi sehingga merangsang si bayi untuk melakukan reaksi “penolakan” yaitu semacam reaksi alergi. Artinya… merangsang tercetusnya alergi dan asma 3. Kita potensial mengintroduksi infeksi … kalau ASI kan steril ya selain itu, ASI kan mengandung antibodi. Sudah terbukti bahwa pemberian ASI ekslusif 6 bulan berhasil amat sangat menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat diare, ISPA, dan pneumonia 4. Pemborosan uang … hehehe padahal selain uang tsb belum perlu dikeluarkan juga potensial membawa kerugian seperti dikemukakan di atas
Ok terus saja ya ASI eksklusif, agar kita bisa dan berhasil memberikan yang terbaik untuk anak kita
peluk cium untuk anakmu
wati

Asi eksklusive

Question : Dear Dr. Wati & smart parents,
Sudah lama saya saya menjadi member millis ini, cumaselama ini masih pasif karena belum memiliki bayi.Saya mendapat banyak sekali informasi dari millis ini.Kini saya telah ada sedikit pengalaman yang ingin sayabagi dengan rekan-rekan millis, khususnya yang akanmelahirkan melalui Sectio Caesarea.
Istri saya melahirkan putra pertama kami seminggu yanglalu. Putra kami laki-laki, 2700 gram, 47 cm. Semuladirencanakan istri saya akan melahirkan secara normal,tapi setelah kontraksi 9 jam ternyata tekanan darahistri saya terus meningkat walaupun obat telahdiberikan dan asam urat menjadi sangat tinggi,sehingga diputuskan untuk dilakukan Sectio Caesareaatas indikasi pre-eklampsia.
Semula permintaan saya agar bayi kami LANGSUNGdikenalkan dengan puting ibunya ditolak dengan alasanhygine dan suhu ruang operasi yang tidak memungkinkanbayi berlama-lama di situ. Tapi setelah saya jelaskanmaksud saya dan saya minta agar hal tersebut dilakukan”beberapa detik saja, asal kenal dengan putingibunya”, permintaan itu diluluskan.
Sebelumnya saya telah meminta agar istri dan bayi sayadirawat secara rooming-in. Setelah istri saya keluardari ruang pemulihan (cukup lama karena tekanandarahnya tidak kunjung stabil), saya minta agar bayikami segera digabungkan. Semula permintaan itu kembaliditolak, dengan alasan suhu badan bayi belum stabil,demikian pula tekanan darah istri saya. Prosedur di RStersebut, bayi ex SC baru bisa digabung 24 jam setelahkelahiran, atau paling tidak setelah suhu stabil. Tapisaya kembali minta agar “bayi saya bisa belajarmenyusu beberapa menit saja, setelah itu silakandibawa kembali ke kamar perawatan bayi”. Kembalipermintaan itu diluluskan. Posisi istri saya waktu itutiduran (sedikit miring), dan tentunya proses “belajarmenyusui” tersebut sepenuhnya dibantu oleh perawat.
Pihak RS menawarkan untuk memberikan air gula ataususu formula “jika bayi Bapak rewel atau tidak tenangsedangkan Ibu belum bisa menyusui”, tapi berbekalinformasi dari KLASI tawaran tersebut tidak sayaterima.
Keesokan harinya ketika bayi digabungkan ke kamaristri saya, bayi dapat menyusu dengan baik (walaupunASI belum banyak), dengan istri saya tetap dalamposisi tiduran. Sekarang bayi kami terus mendapat ASIsecara exclusive, lancar dan tidak ada masalah. Terimakasih pada KLASI dan khususnya mbak Luluk yang sayakenal di seminar peluncuran KLASI, sehingga saya bisalebih cerewet dalam mengusahakan apa yang terbaik bagibayi kami.
Satu hal yang saya kurang berhasil adalah mendapatkanimunisasi Hepatitis B secepatnya. Hal ini sudah sayaminta ke DSA yang hadir (DSA yang bisa hadir palingcepat karena keputusan dilakukan SC mendadak), tapihanya dijawab “buat apa, nanti saja”. Ketika sayajelaskan serta mendesak dengan bertanya “Inipermintaan saya, apa ada risiko bagi bayi jikapermintaan ini diluluskan ?” Jawaban ybs hanya “Nantisaja sekalian kontrol”. Bahkan di kesempatan lainketika saya tunjukkan schedul imunisasi dari IDAI, diacuma mengatakan “ada banyak aliran, saya pakai yanglain (dia sebutkan nama seorang profesor, sayang sayalupa). Saya nggak ngerti kenapa IDAI langsung ambilyang itu jadi patokan”. Dalam hal ini saya “kalah” danbayi kami tidak bisa langsung mendapat imunisasihepatitis B.
Demikian pengalaman saya, semoga keberhasilan maupunkegagalannya bisa bermanfaat bagi yang lain. Bravobuat KLASI dan millis SEHAT !
Salam,
Irwanto

Answer 1 : Dear Pak Irwan,
Selamat ya atas kelahiran bayinya. Dan saya benar-benar salut ataspersiapan Bapak dalam menyambut si kecil, khususnya untuk memperjuangkanagar si kecil bisa ASI eks.
Saya belajar dari pengalaman Bapak, bahwa apabila ortu mengerjakan “PR”nya(dalam hal menyambut kelahiran termasuk juga dalam membawa ke dokter), makakita meyakinkan pihak luar agar bayi kita mendapat yang terbaik.
Bravo milis sehat and Bravo KLASI
Junice

Answer 2 : Pak Irwanto,
Saya hanya pengen nyelamatin, atas kelahiran putra pertama dan inginmemberikan apresiasi yg tinggi terhadap perjuangan bapak agar istri BApakbisa memberikan ASI eksklusif. Bravo pak! Mudah2an melalui milis ini lebihbanyak lagi bapak2 yg mengambil peran aktif dalam memperjuangkan ASIeksklusif.
Salam untuk isteri bapak. Happy parenting! It’s a blessing.. They don’tstay babies for very long…so Enjoy!!!
Rosalina

Answer 3 : Dear Pak Irwan,
Selamat atas kelahiran anaknya. Semoga untuk anak yg berikutnya saya dan suami bisa bertindak seperti bapak, jika saya harus SC lagi…. Thanks for your sharing….
Memang milis sehat dan KLASI top buanget deh….
Cheers,
Tera

Asi eksklusif

04/03/2005
Q : Yth Dr. Purnawati….
Selamat pagi Dok,Saya seorang Ibu dari anak yang baru berusia 12 hari. Kebetulan saya adalah wanita pekerja. Saya ingin sekali memberikan ASI kepada anak saya walau saya sedang sibuk bekerja. Saya ingin memberikan ASI ekslusif 6 bulan kepada anak saya, karena saya tidak tega memberikan susu formula kepada anak saya. Mungkin dokter bisa memberikan saya informasi atau tata cara pemberian ASI eklusif ini.
Demikian pertanyaan saya dan saya ucapkan terimakasih atas perhatian dan batuan dari Dokter.
Wassalam-ayu mantik-

A : Caranya? Makan yang baik (coba kamu browse mayo clinic, cari food pyramide dan kamu bisa lihat bagaimana pola makan untuk ibu menyusui
Kedua, sisihkan waktu untuk dirimu sendiri meski hanya untuk sekejap. Upayakan juga untuk tidur saat si kecil tidur.
Ketiga, usahakan sedikitnya seminggu 3 kali olah raga jalan kaki selama 30 menit supaya aliran darah lancar dan produksi ASI meningkat. Prinsip kedua. ASI bekerja atas dasar konsep demand and supply.Kalau permintaan meningkat, produksi pun akan meningkatMakin sering bayimu disusui makin lancar pula produksi ASImu. Hanya 1 dari 1000 perempuan yang tidak bisa menyusui karena produksi asinya tdk mencukupi Prinsip ketiga. Bekerja bukan halangan untuk memberikan ASI eksklusif. Mumpung masih cuti, buat persiapan untuk antisipasi ketika kamu sudah bekerja nanti. Misalnya beli cooler, beli botol-botol plastik untuk menampung ASI, dst dst
Nanti sebelum masuk kantor, bicarakan dengan atasanmu perihal niatmu untuk meneruskan ASI eksklusif dan kamu beritahu bahwa kamu akan mempergunakan hakmu yaitu hak perempuan bekerja yang menyusui untuk memerah ASInya secara berkala. Nah 2 – 3 jam sekali kamu perah ASImuJangan kecil hati bila di kantormu tidak ada ruagan khusus untuk memerah ASI, asal tanganmu bersih dan semua peralatan asi nya steril… di WC pun tidak masalah Keempat. Coba kamu konsultasi ke klinis laktasi di RS St Carolus bagaimana cara memerah dan menyimpan ASI Kamu juga join dengan milis-milis kesehatan anak dan sering-sering berowse mengenai breastfeeding ada webnya khusus juga lho breastfeeding.com.
Kalau kamu mau juga kamu bisa join milis sehat@yahoogroups.com. Disitu banyak dibahas masalah ASI dan ada breast feeding support group untuk para ibu yang menyusui yaitu KLASI. Ok sukses ya, doa sayaPeluk cium untuk bayimu
wati

Q & A Bayi ASI

sumber : milis sehat
Asi eksklusif tapi BAB jarang

05/04/2005
Q : Bu Dokter,Bayi saya usia 3 bulan, BB 6 kg, Panjang 60cm, Minumnya ASI Eksklusif. Sejak 3 minggu terakhir BABnya jarang bisa 3-5 hari tidak BAB sehingga harus dibantu dengan Dulcolactol atau Microlax (setelah konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak). Bila BAB (setelah diberi obat) pun bentuknya lembek spt bubur (ada ampas dikit). Padahal makanannya hanya ASI saja.
Saya sudah coba beri pepaya dan air putih tetapi tetap tidak membantu.Bila saya pijat bayi (ILU), bayi hanya buang angin saja. Saya juga sudah masukkan termometer dan jari kelingking (pake baby oil) ke dalam anusnya tapi tidak juga BAB.
Satu-satunya cara utk BAB adalah dengan minum DULCOLACTOL atau Microlax. Menurut DSA saya, kejadian ini karena anak saya malas mengedan, apakah betul demikian ?Apa yang sebenarnya terjadi pada anak saya ?Apa tindakan yang harus saya lakukan dok ? Tolong dijawab ya dok.Terima Kasih.
Lia

A : Thanks atas emailnyaMemang umumnya kalau bayi dengan ASI eksklusif BABnya setiap hari Di lain pihak, tidak sedikit bayi ASI eksklusif yang BABnya jarang. Namun demikian, pada kenyataannya tidak sedikit bayi ASI yang BABnya tidak setiap hari. Dan bayi umumnya bisa mentolerir tidak BAB sampai 5 harian (pukul rata) … yang penting perhatikan apakah bayimu merasa tidak nyaman akibat BAB yang tidak setiap hari…
Kalau bayimu tenang-tenang saja dan tidak rewel, biarkan saja, persering frekuensi pemberian ASI.
Kedua, setiap pagi, bantu bayimu dengan mengangkat kedua kakinya sehingga bokongnya agak terangkat dan memudahkan dia kalau akan mengejan.
Ketiga, jangan berikan pencahar kecuali bayimu tidak BAB lebih dari 5 hari dan rewel.
Kabari lagi ya dan please jangan berikan pencahar
Bayi yang mendapat ASI eksklusif memang BABnya bisa jarang, bisa hanya 1 -2 minggu sekali. Hal ini dikarenakan ASI yang diberikan seluruhnyaakan diserap oleh tubuh sehingga tidak ada lagi zat sisa/ampas yang perlu dibuang oleh tubuh. Tinjanya biasanya akan berwarna kuning dan bentuknya pun tidak padat tapi seperti pasta ataupun berbiji ataupun cair.
Jadi kamu tidak perlu khawatir apabila anak mu jarang BAB. Yang harus ibu waspadai adalah apabila frekuensi BAB anak ibu yang jarang disertai dengan gejala-gejala seperti anak rewel dan tidak mau minum ASI, tampak kesakitan, berat badan tidak naik, serta perutnyaterlihat kembung dan buncit, atau muntah-muntah.
Mengenai pemberian laksatif yang dianjurkan DSA ibu, menurut saya kurang tepat. Oleh karena laksatif/pencahar hanya boleh diberikan pada anak usia lebih dari 6 bulan. Serta pemakaiannya harus hati-hatioleh karena pemberian yang lama dan dosis yang berlebihan justru dapat menyebabkan terjadinya diare, dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit, serta mual-muntah.
Demikian informasinya, semoga kamu lebihtenang dan tidak cemas lagi.
Wati

Asi eksklusif tapi BAB susah

18/03/2005
Q : Bu,Bayi saya usia 3 bulan dgn berat 5,8 kg saya berikan ASI exclusif dan belum diberikan makanan tambahan. Selama 2 bulan pertama BAB nya lancar sekali bisa 5-6 kali dalam sehari dan berampas. Tapi begitu masuk usia 2 bulan, BAB nya mulai 1 hari sekali dan sudah 1 minggu terakhir ini BABnya tiap 3 hari sekali itu pun harus diberi pencahar sirup (pemberian obat ini setelah konsultasi ke dokter). Kotoran yang keluar seperti bubur dgn ampas yang sedikit dan kadang berwarna hijau atau kuning.
Baunya terkadang seperti bau asam campur telur busuk. Padahal BAB bayi ASI seharusnya lancar, benar begitu dok? Lalu kenapa anak saya seperti ini ya dok ? Tiap hari BAB saya lancar dan rajin makan sayur dan buah-buahan. Langkah apa yang harus saya lakukan agar BAB anak saya kembali normal tanpa pencahar lagi?
Terima kasih Dok atas nasihatnya.

A : Dear LiaThanks atas emailnyaMemang umumnya kalau bayi dengan ASI eksklusif BABnya setiap hari Di lain pihak, tidak sedikit bayi ASI eksklusif yang BABnya jarang. Namun demikian, pada kenyataannya tidak sedikit bayi ASI yang BABnya tidak setiap hari. Dan bayi umumnya bisa mentolerir tidak BAB sampai 5 harian (pukul rata) … yang penting perhatikan apakah bayimu merasa tidak nyaman akibat BAB yang tidak setiap hari…
Kalau bayimu tenang-tenang saja dan tidak rewel, biarkan saja, persering frekuensi pemberian ASI. Kedua, setiap pagi, bantu bayimu dengan mengangkat kedua kakinya sehingga bokongnya agak terangkat dan memudahkan dia kalau akan mengejan. ketiga, jangan berikan pencahar kecuali bayimu tidak BAB lebih dari 5 hari dan rewel. Kabari lagi ya dan please jangan berikan pencaharpeluk cium untuk bayimu
wati

Q & A Asi dan Antibiotika

sumber : milis sehat

06/10/2005
Q : Dok, saya ingin menanyakan beberapa hal:Saat ini saya sedang menjalankan program ASI eksklusif. Namun sudah 1 minggu ini saya agak khawatir dengan mutu ASI saya, karena saya sedang batuk pilek dan sedang minum obat batuk yg diberi resep oleh dr umum. – Amoxilling 500g sehari 2X- Dextral sehar 3X – FG Troches sehari 3Xapakah obat-obat yg saya minum itu ada pengaruhnya bagi anak saya, karena anak saya masih ASI eksklusif.

  • Pada tgl 4 Okt nanti, anak saya sdh berusia 6 bulan. saya akan memberi dia makanan padat berupa bubur susu, buah serta memberikan dia susu formula meski ASI tetap jalan terus. Kira-kira buah, bubur susu dan susu formula apa yg baik utk anak saya.
  • Sampai usia berapa anak saya beralih dr bubur susu ke makanan yg diblender dst. Serta bagaimana jadwal yg tepat memberikan makanan tersebut.
  • Demikian pertanyaan saya mohon
    Aan

    A : Dear Aan, thanks buat emailnyaPertama, saya bingung kenapa ya dokternya memberikan antibiotika untuk batuk pilek. Flu disebabkan oleh virus jadi tidak usah dan tidak boleh makan antibiotika. Antibiotika tidak mampu memerangi Infeksi virus; infeksi virus hanya dapat diperangi oleh sistem imun tubuh kita. Kalau saya boleh beri saran, saya akan stop saja antibiotikanya dan obat semuanya, kalau pusing ya makan panadol. Untuk batuknya, banyak minum air hangat. Coba deh buka web CDC dan WHO, disitu tegas-tegas dikatakan, jangan pakai antibiotika untuk mengatasi infeksi virus seperti flu dan batuk. Anakmu bisa diberi susu apa saja – semuanya sama saja kok, tidak ada yg bisa menyaingi ASI. Mestinya, ASInya tetap saja, bahkan bisa dicampur di makanannya. Tidak usah pakai formula, kan anjuran WHO, ASI merupakan makanan utama sampai usia 1 tahun, makanan yang diberikan benar-benar hanya berupa tambahan. ASI juga dianjurkan untuk diberikan sampai 2 tahun atau lebih. Kalau pasien-pasien saya, tidak kaku harus nasi tim saring; sesudah buat bubur beras atau tepung beras dan sayuran, bertahap saya perkenalkan pada berbagai jenis karbohidrat seperti kentang, jagung, ubi, makaroni, tentunya halus ya, nah usia 8 bulan agak kasar, usia 9 bulan semakin kasar karena usia 1 tahun seharusnya bayi sudah memakan makanan kita.
    Yg juga perlu diingat, jangan dibiasakan untuk memberikan makanan dicampur alias diblender sekaligus, bayi jadi kehilangan pengalaman untuk mengecap berbagai rasa. Nanti kalau sudah besar juga susah makan sayur. Batuk pilek pada bayimu kan juga virus, kalau kamu buka panduan di beberapa situs, obatnya hanya ruangan yang Humid alias jangan pasang AC, minum hangat, berikan NaCl untuk tetes hidungnya supaya ingusnya ngocor, dan berikan balsam untuk dadanya. Kalau perlu, uapkan air panas dua kali sehari. Ok sukses ya
    wati

    Q & A ASI & Bilirubin

    Asi bilurubin

    sumber : milis sehat

    Question : dr. Wati dan Smart Parents;
    Hari Jumat dini hari kakak kandung saya melahirkan bayi laki2 secara normal, tp melalui proses vaccum karna sudah kehabisan tenaga utk ngeden. Esok harinya bilirubin bayi dicek dg hasil 9,2 dan hari senin pagi kemarin kontrol dsa nya ternyata billirubin nya naik menjadi 12,7 sehinggadisarankan saat itu jg dirawat di RSIA Evasari, tempat yg sama dimana kakaksaya melahirkan. Karna vaccum dan mengalami pendarahan yg lumayan banyakserta rasa sakit sekali (begitu yg dirasakan kakak saya), sehingga iamengalami stress dan ASI tidak keluar sudah sampai hari ke 6 ini. Apastress itu yg membuat asi nya tdk keluar? Yg mau saya tanyakan ada kiat apa yg harus dilakukan oleh kakak saya utk memacu ASI nya spy keluar, dan apa kondisi bilirubin bayi nya mengkhawatirkan kesehatan bayinya?Sewaktu saya tanya ke suster yg merawat alasan bilirubin tinggi adl. karnabayi pada saat dilahirkan harus di vaccum. APa benar spt itu ya dr. wati? Saya tahu kemarin sempet dibahas mengenai billirubin tp saya kurang benar2mengerti sekali, jadi mohon pencerahan dr. wati dan smart parents.
    Terima kasih sebelumnya,
    Lince Luciawaty

    Answer 1 : LINCE – ASI DAN BILIRUBINApa ada bengkak di kepala si bayi? Yang kamu bilang mengalami perdarahanbanyak tuh ibunya atau bayinya?Lince, coba kamu browse AAP hiperbilirubinemia (kan milis gak boleh adaattachment), disitu kamu bisa lihat SOP terbaru perihal hiperbilirubinemia
    Bil 12.5 sih gak bahaya dear. Sekarang kan kalau bayi cukup bulan batasanuntuk terapi sinar kalau bil 18mg/dl.Di lain pihak, bayti baru lahir bilirubin tinggi karena bilirubin ini punyafungsi, yaitu sebagai anti oksidan.Vaccum bisa menyebabkan bilirubin tinggi kalau ada cephalhematoma artinyaada perdarahan di bawah kulit kepala yg besar. Nah darah yg menggumpal itukan produk sampahnya bilirubin
    Soal stress, pasti ASI jadi berkurang karena kalau stress hormon oksitosinberkurang.Bicaralah dengan kakakmu, stress tidak akan memevahkan masalah bahkanmenambah masalah. take things easily dengan lapang dada, banyak berdoa,banyak bersyukur kepadaNya. Yg bisa mengobati stress ya diri kita sendiri.
    wati

    Answer 2 : Mbak Lince,Mau share aja….3 th yg lalu saya juga melahirkan putri saya dng bantuan vacuum (BB 3,4 kg,TB 49 cm), tapi saya tidak mengalami pendarahan. Alasan DSOG saya wkt itukrn bukaan belum sempurna (kalo ngga salah masih bukaan 8) sementara kepalabayi sudah keliatan, saya sdh coba mengejan tp bayi blm keluar juga dandokter takut saya kehabisan tenaga.
    Dari artikel2 yg pernah saya baca, salah satu hal yg menyebabkan ASI tidakkeluar adalah stress (cmiiw), krn kondisi Psikologis Ibu juga ikut berperanpenting memperlancar produksi ASI. Cobalah banyak istirahat serta rilekssebelum dan selama menyusui. Pilih ruangan yg sepi. Agar rileks, baca bukuatau dengarkan musik selagi menyusui. Faktor yg tidak kalah pentingnya dlmmeningkatkan produksi ASI adalah rasa percaya diri bhw Ibu akan berhasilmenyusui.
    Mudah2an dapat membantu….
    Salam,
    Nilu

    Q & A ASI belum keluar

    sumber : milis sehat

    10/12/2004
    Q : Dokter, saya baru saja melahirkan dan anak saya kembar baru berusia kurang dari satu Minggu pertanyaan saya :Saya belum bisa memberikan ASI kepada bayi saya karena belum ada ASI yang keluar, apa saja yang harus saya lakukan untuk mempercepat keluarnya ASI tersebut?Sebaiknya sampai berapa bulan saya memberikan ASI kepada anak-anak saya tersebut?Sebaiknya berapa jam sekali saya memberikan ASI kepada anak-anak saya?Terima kasih atas saran dan nasehatnya.
    Niar

    A : Dear NiarThanks buat emailnyaAduuuh senangnya punya bayi … kembar lagi yaa… pasti lucu2… congratulation!! ASI itu kan seperti pabrik ya … kalau ada permintaan… pasti ada produksi. Kalau pabriknya dikosongkan secara berkala… maka pasti pabrik tsb akan segera diisi kembali. Nah, agar ASI mu cepat diproduksi:Kamu harus tenang, harus sabar, penuh kasih sayang dan harus PD. Kalau kamu stress, produksi hormon oksitosin akan terganggu maka pengeluaran ASI dari payudaramu juga akan tergangguBanyak mengkonsumsi makanan sehatBerikan ASI mu sesering mungkin … gak usah pakai jam-jam an… setiap bayimu menangis … kamu tetekkan … sementara ASI mu belum cukup … jangan berikan formula dengan mempergunakan dot atau botol .. nanti bayimu bingung puting dan tidak mau mengisap payudaramu… berikan dengan sendok kecil perlahan-lahanASI eksklusif diberikan selama 6 bulan selanjutnya ASI tetap diberikan sampai usia 2 tahun atau lebih Good luck. Doa saya
    wati

    Q & A ASI Bening

    ASI Bening

    Sumber : milis sehat

    29/10/2004
    Q : Saya mempunyai seorang putra yang saat ini sudah berusia 6 bulan dengan BB 7kg. Setelah saya bekerja ASI diberikan hanya pada malam hari dan siang hari diganti susu formula.
    Yang ingin saya tanyakan adalah :Semenjak pertama kali ASI saya keluar warnanya putih bening dan menurut yang saya dengar kalau putih bening kualitasnya tidak sebagus apabila berwarna putih pekat dan bayi akan cepat merasa lapar, betul apa tidak Dokter?Pada usia 5 bulan BB bayi saya hanya 7kg dan belum bisa membalikkan badannya apabila dia menelungkup.Apa itu normal Dokter? Terima Kasih
    Ayu Astiti

    A : Dear AyuThanks buat emailnyaSaya coba tanggapi yaPertama, perihal ASI. Suatu pola pikir yg salah bahwa ASI encer itu tidak baik. ASI memang tidak pekat dan lebih encer ketimbang formula. terus berikan ASI eksklusif pada bayimu sampai ia berusia 6 bulan ya. PD aja deh, kan hanya 1 dari 1000 ibu yg ASInya tidak mencukupi. Selain itu, konsep ASI kan demand and supply. Jasi, semakin sering bayimu kamu susukan, semakin sering payudaramu dikosongkan, maka semakin tinfggi pula produksinya. Kedua, setiap bayi merupakan individu yang unik, tidak bisa dibandingkan persis satu sama lain meski memang ada patokan kasar pencapaian tahapan perkembangan bayi sesuai usia.
    Nah, tengkurap kan bisa sampai 6 bulan,. dilan pihak, tidak sedikit bayi yang enggan tengkurap dan lebih menyukai posisi tegak alias didudukkan dengan bersandar pada mama/papanya. Kamu perhatikan ya, apakah kalau bayimu tidur telentang dan kamu tarik kedua lengannya, kepalanya masih lunglai dan jatuh ke belakang atau sudah ikut menarik ke depan.
    Perhatikan juga, bila ia kamu dudukkan di pangkuanmu, bersandar di dadamu, apakah kepalanya lunglai dan jatuh?Kalau tidak – kemungkinan besar bayimu normal2 saja Ok good luck
    wati