Tangkal Diabetes dengan Memberi ASI

Sumber : http://health.kompas.com/index.php/read/2010/08/28/1047228/Tangkal.Diabetes.dengan.Memberi.ASI-5

*Kompas.com -* Diabetes melitus merupakan penyakit yang menjadi
“pembunuh tersembunyi” karena komplikasinya bisa menimbulkan penyakit
serius, seperti jantung, ginjal, kebutaan, dan masih banyak lagi. Bagi
kaum perempuan, salah satu cara mencegah diabetes adalah dengan menyusui
bayi.

Memberikan air susu ibu (ASI) bukan hanya menjamin bayi mendapatkan
nutrisi yang lengkap dan menunjang kecerdasannya, tapi juga bermanfaat
bagi si ibu. Berbagai riset telah membuktikan manfaat pemberian ASI
tersebut.

Dalam riset terbaru yang meneliti 2.200 perempuan usia 40-78 diketahui
27 persen responden yang tidak memberikan ASI menderita diabetes tipe 2
dibandingkan dengan para ibu yang menyusui bayinya.

Diabetes tipe 2 terjadi ketika sel tubuh secara perlahan kehilangan
sensitivitasnya pada insulin. Penyakit ini juga salah satunya disebabkan
oleh faktor obesitas.

“Pengaturan pola makan dan olahraga adalah cara efektir untuk mencegah
diabetes. Namun, belum banyak orang yang tahu bahwa memberikan ASI bisa
mengurangi risiko seorang wanita terkena diabetes tipe 2 di kemudian
hari,” kata Dr.Eleanor Bimla Schwarz, dari University of Pittsburgh.

Q & A ASI Exclusive

ASI Exclusive

Question : Bayi saya (Qanita) berumur 4 bulan. Saya sedang berusaha untuk memberinya ASI ekslusif sampai 6 bulan. Alhamdulillah, selama ini berhasil. Saya mau menanyakan apakah beratnya yang 6 kg (berat lahir 3,1 kg) cukup untuk bayi yang diberi asi esklusif? Karena saya bekerja dan memberinya asi perah. Apakah pemberian asi esklusif ini dapat diperpanjang sampai 6 bulan? Apakah tidak mengganggu proses belajar makannya? Karena kadang-kadang anak menjadi sukar untuk belajar makan, mereka lebih suka menyusu saja. Terima kasih ya bu….
Tuti

Answer : Dear TutiBravo!! selamat atas niat kuatmu dan upaya kerasmuSaya doakan kamu berhasil memberikan ASI eksklusif 6 buloan dandilanjutkan ASInya sampai usia 2 tahun atau lebih ya. Kita semua sudah amat sangat menyadari bahwa ASI is the best dan sampai saat ini tidak ada satu pun susu formula yang bisa menandingi ASI .. ya kan.
Kalau kamu buka milis sehat@yahoogrous.com, banyak sekali ljho ibubekerja yang berhasil memberikan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan… jadi terus lakukan apa yang kamu lakukan sekarang ini.Suatu misconception bahwasanya jika bayi tidak diberi makanan padat sampai usia 4 bulan maka proses belajar makannya akan terganggu. Coba buka situs WHO dan bulan agustus lalu kan pekan ASI sedunia (WBW … coba deh browse) … Temanya kali ini adalah teruskan ASI sampai usia 2 tahun lebih dan berikan makanan pendamping ASI sejak usia 6 bulan (ada 10 kiat pemberian MPASI)
Kerugian pemberian MPASI sebelum bayi berusia 6 bulan kira2 sbb: 1. Organ pencernaan, ginjal dan persyarafan bayi belum siap 2. Kita memasukkan protein asing (non human protein) ke tubuh bayi sehingga merangsang si bayi untuk melakukan reaksi “penolakan” yaitu semacam reaksi alergi. Artinya… merangsang tercetusnya alergi dan asma 3. Kita potensial mengintroduksi infeksi … kalau ASI kan steril ya selain itu, ASI kan mengandung antibodi. Sudah terbukti bahwa pemberian ASI ekslusif 6 bulan berhasil amat sangat menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat diare, ISPA, dan pneumonia 4. Pemborosan uang … hehehe padahal selain uang tsb belum perlu dikeluarkan juga potensial membawa kerugian seperti dikemukakan di atas
Ok terus saja ya ASI eksklusif, agar kita bisa dan berhasil memberikan yang terbaik untuk anak kita
peluk cium untuk anakmu
wati

Asi eksklusive

Question : Dear Dr. Wati & smart parents,
Sudah lama saya saya menjadi member millis ini, cumaselama ini masih pasif karena belum memiliki bayi.Saya mendapat banyak sekali informasi dari millis ini.Kini saya telah ada sedikit pengalaman yang ingin sayabagi dengan rekan-rekan millis, khususnya yang akanmelahirkan melalui Sectio Caesarea.
Istri saya melahirkan putra pertama kami seminggu yanglalu. Putra kami laki-laki, 2700 gram, 47 cm. Semuladirencanakan istri saya akan melahirkan secara normal,tapi setelah kontraksi 9 jam ternyata tekanan darahistri saya terus meningkat walaupun obat telahdiberikan dan asam urat menjadi sangat tinggi,sehingga diputuskan untuk dilakukan Sectio Caesareaatas indikasi pre-eklampsia.
Semula permintaan saya agar bayi kami LANGSUNGdikenalkan dengan puting ibunya ditolak dengan alasanhygine dan suhu ruang operasi yang tidak memungkinkanbayi berlama-lama di situ. Tapi setelah saya jelaskanmaksud saya dan saya minta agar hal tersebut dilakukan”beberapa detik saja, asal kenal dengan putingibunya”, permintaan itu diluluskan.
Sebelumnya saya telah meminta agar istri dan bayi sayadirawat secara rooming-in. Setelah istri saya keluardari ruang pemulihan (cukup lama karena tekanandarahnya tidak kunjung stabil), saya minta agar bayikami segera digabungkan. Semula permintaan itu kembaliditolak, dengan alasan suhu badan bayi belum stabil,demikian pula tekanan darah istri saya. Prosedur di RStersebut, bayi ex SC baru bisa digabung 24 jam setelahkelahiran, atau paling tidak setelah suhu stabil. Tapisaya kembali minta agar “bayi saya bisa belajarmenyusu beberapa menit saja, setelah itu silakandibawa kembali ke kamar perawatan bayi”. Kembalipermintaan itu diluluskan. Posisi istri saya waktu itutiduran (sedikit miring), dan tentunya proses “belajarmenyusui” tersebut sepenuhnya dibantu oleh perawat.
Pihak RS menawarkan untuk memberikan air gula ataususu formula “jika bayi Bapak rewel atau tidak tenangsedangkan Ibu belum bisa menyusui”, tapi berbekalinformasi dari KLASI tawaran tersebut tidak sayaterima.
Keesokan harinya ketika bayi digabungkan ke kamaristri saya, bayi dapat menyusu dengan baik (walaupunASI belum banyak), dengan istri saya tetap dalamposisi tiduran. Sekarang bayi kami terus mendapat ASIsecara exclusive, lancar dan tidak ada masalah. Terimakasih pada KLASI dan khususnya mbak Luluk yang sayakenal di seminar peluncuran KLASI, sehingga saya bisalebih cerewet dalam mengusahakan apa yang terbaik bagibayi kami.
Satu hal yang saya kurang berhasil adalah mendapatkanimunisasi Hepatitis B secepatnya. Hal ini sudah sayaminta ke DSA yang hadir (DSA yang bisa hadir palingcepat karena keputusan dilakukan SC mendadak), tapihanya dijawab “buat apa, nanti saja”. Ketika sayajelaskan serta mendesak dengan bertanya “Inipermintaan saya, apa ada risiko bagi bayi jikapermintaan ini diluluskan ?” Jawaban ybs hanya “Nantisaja sekalian kontrol”. Bahkan di kesempatan lainketika saya tunjukkan schedul imunisasi dari IDAI, diacuma mengatakan “ada banyak aliran, saya pakai yanglain (dia sebutkan nama seorang profesor, sayang sayalupa). Saya nggak ngerti kenapa IDAI langsung ambilyang itu jadi patokan”. Dalam hal ini saya “kalah” danbayi kami tidak bisa langsung mendapat imunisasihepatitis B.
Demikian pengalaman saya, semoga keberhasilan maupunkegagalannya bisa bermanfaat bagi yang lain. Bravobuat KLASI dan millis SEHAT !
Salam,
Irwanto

Answer 1 : Dear Pak Irwan,
Selamat ya atas kelahiran bayinya. Dan saya benar-benar salut ataspersiapan Bapak dalam menyambut si kecil, khususnya untuk memperjuangkanagar si kecil bisa ASI eks.
Saya belajar dari pengalaman Bapak, bahwa apabila ortu mengerjakan “PR”nya(dalam hal menyambut kelahiran termasuk juga dalam membawa ke dokter), makakita meyakinkan pihak luar agar bayi kita mendapat yang terbaik.
Bravo milis sehat and Bravo KLASI
Junice

Answer 2 : Pak Irwanto,
Saya hanya pengen nyelamatin, atas kelahiran putra pertama dan inginmemberikan apresiasi yg tinggi terhadap perjuangan bapak agar istri BApakbisa memberikan ASI eksklusif. Bravo pak! Mudah2an melalui milis ini lebihbanyak lagi bapak2 yg mengambil peran aktif dalam memperjuangkan ASIeksklusif.
Salam untuk isteri bapak. Happy parenting! It’s a blessing.. They don’tstay babies for very long…so Enjoy!!!
Rosalina

Answer 3 : Dear Pak Irwan,
Selamat atas kelahiran anaknya. Semoga untuk anak yg berikutnya saya dan suami bisa bertindak seperti bapak, jika saya harus SC lagi…. Thanks for your sharing….
Memang milis sehat dan KLASI top buanget deh….
Cheers,
Tera

Asi eksklusif

04/03/2005
Q : Yth Dr. Purnawati….
Selamat pagi Dok,Saya seorang Ibu dari anak yang baru berusia 12 hari. Kebetulan saya adalah wanita pekerja. Saya ingin sekali memberikan ASI kepada anak saya walau saya sedang sibuk bekerja. Saya ingin memberikan ASI ekslusif 6 bulan kepada anak saya, karena saya tidak tega memberikan susu formula kepada anak saya. Mungkin dokter bisa memberikan saya informasi atau tata cara pemberian ASI eklusif ini.
Demikian pertanyaan saya dan saya ucapkan terimakasih atas perhatian dan batuan dari Dokter.
Wassalam-ayu mantik-

A : Caranya? Makan yang baik (coba kamu browse mayo clinic, cari food pyramide dan kamu bisa lihat bagaimana pola makan untuk ibu menyusui
Kedua, sisihkan waktu untuk dirimu sendiri meski hanya untuk sekejap. Upayakan juga untuk tidur saat si kecil tidur.
Ketiga, usahakan sedikitnya seminggu 3 kali olah raga jalan kaki selama 30 menit supaya aliran darah lancar dan produksi ASI meningkat. Prinsip kedua. ASI bekerja atas dasar konsep demand and supply.Kalau permintaan meningkat, produksi pun akan meningkatMakin sering bayimu disusui makin lancar pula produksi ASImu. Hanya 1 dari 1000 perempuan yang tidak bisa menyusui karena produksi asinya tdk mencukupi Prinsip ketiga. Bekerja bukan halangan untuk memberikan ASI eksklusif. Mumpung masih cuti, buat persiapan untuk antisipasi ketika kamu sudah bekerja nanti. Misalnya beli cooler, beli botol-botol plastik untuk menampung ASI, dst dst
Nanti sebelum masuk kantor, bicarakan dengan atasanmu perihal niatmu untuk meneruskan ASI eksklusif dan kamu beritahu bahwa kamu akan mempergunakan hakmu yaitu hak perempuan bekerja yang menyusui untuk memerah ASInya secara berkala. Nah 2 – 3 jam sekali kamu perah ASImuJangan kecil hati bila di kantormu tidak ada ruagan khusus untuk memerah ASI, asal tanganmu bersih dan semua peralatan asi nya steril… di WC pun tidak masalah Keempat. Coba kamu konsultasi ke klinis laktasi di RS St Carolus bagaimana cara memerah dan menyimpan ASI Kamu juga join dengan milis-milis kesehatan anak dan sering-sering berowse mengenai breastfeeding ada webnya khusus juga lho breastfeeding.com.
Kalau kamu mau juga kamu bisa join milis sehat@yahoogroups.com. Disitu banyak dibahas masalah ASI dan ada breast feeding support group untuk para ibu yang menyusui yaitu KLASI. Ok sukses ya, doa sayaPeluk cium untuk bayimu
wati

Q & A Bayi ASI

sumber : milis sehat
Asi eksklusif tapi BAB jarang

05/04/2005
Q : Bu Dokter,Bayi saya usia 3 bulan, BB 6 kg, Panjang 60cm, Minumnya ASI Eksklusif. Sejak 3 minggu terakhir BABnya jarang bisa 3-5 hari tidak BAB sehingga harus dibantu dengan Dulcolactol atau Microlax (setelah konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak). Bila BAB (setelah diberi obat) pun bentuknya lembek spt bubur (ada ampas dikit). Padahal makanannya hanya ASI saja.
Saya sudah coba beri pepaya dan air putih tetapi tetap tidak membantu.Bila saya pijat bayi (ILU), bayi hanya buang angin saja. Saya juga sudah masukkan termometer dan jari kelingking (pake baby oil) ke dalam anusnya tapi tidak juga BAB.
Satu-satunya cara utk BAB adalah dengan minum DULCOLACTOL atau Microlax. Menurut DSA saya, kejadian ini karena anak saya malas mengedan, apakah betul demikian ?Apa yang sebenarnya terjadi pada anak saya ?Apa tindakan yang harus saya lakukan dok ? Tolong dijawab ya dok.Terima Kasih.
Lia

A : Thanks atas emailnyaMemang umumnya kalau bayi dengan ASI eksklusif BABnya setiap hari Di lain pihak, tidak sedikit bayi ASI eksklusif yang BABnya jarang. Namun demikian, pada kenyataannya tidak sedikit bayi ASI yang BABnya tidak setiap hari. Dan bayi umumnya bisa mentolerir tidak BAB sampai 5 harian (pukul rata) … yang penting perhatikan apakah bayimu merasa tidak nyaman akibat BAB yang tidak setiap hari…
Kalau bayimu tenang-tenang saja dan tidak rewel, biarkan saja, persering frekuensi pemberian ASI.
Kedua, setiap pagi, bantu bayimu dengan mengangkat kedua kakinya sehingga bokongnya agak terangkat dan memudahkan dia kalau akan mengejan.
Ketiga, jangan berikan pencahar kecuali bayimu tidak BAB lebih dari 5 hari dan rewel.
Kabari lagi ya dan please jangan berikan pencahar
Bayi yang mendapat ASI eksklusif memang BABnya bisa jarang, bisa hanya 1 -2 minggu sekali. Hal ini dikarenakan ASI yang diberikan seluruhnyaakan diserap oleh tubuh sehingga tidak ada lagi zat sisa/ampas yang perlu dibuang oleh tubuh. Tinjanya biasanya akan berwarna kuning dan bentuknya pun tidak padat tapi seperti pasta ataupun berbiji ataupun cair.
Jadi kamu tidak perlu khawatir apabila anak mu jarang BAB. Yang harus ibu waspadai adalah apabila frekuensi BAB anak ibu yang jarang disertai dengan gejala-gejala seperti anak rewel dan tidak mau minum ASI, tampak kesakitan, berat badan tidak naik, serta perutnyaterlihat kembung dan buncit, atau muntah-muntah.
Mengenai pemberian laksatif yang dianjurkan DSA ibu, menurut saya kurang tepat. Oleh karena laksatif/pencahar hanya boleh diberikan pada anak usia lebih dari 6 bulan. Serta pemakaiannya harus hati-hatioleh karena pemberian yang lama dan dosis yang berlebihan justru dapat menyebabkan terjadinya diare, dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit, serta mual-muntah.
Demikian informasinya, semoga kamu lebihtenang dan tidak cemas lagi.
Wati

Asi eksklusif tapi BAB susah

18/03/2005
Q : Bu,Bayi saya usia 3 bulan dgn berat 5,8 kg saya berikan ASI exclusif dan belum diberikan makanan tambahan. Selama 2 bulan pertama BAB nya lancar sekali bisa 5-6 kali dalam sehari dan berampas. Tapi begitu masuk usia 2 bulan, BAB nya mulai 1 hari sekali dan sudah 1 minggu terakhir ini BABnya tiap 3 hari sekali itu pun harus diberi pencahar sirup (pemberian obat ini setelah konsultasi ke dokter). Kotoran yang keluar seperti bubur dgn ampas yang sedikit dan kadang berwarna hijau atau kuning.
Baunya terkadang seperti bau asam campur telur busuk. Padahal BAB bayi ASI seharusnya lancar, benar begitu dok? Lalu kenapa anak saya seperti ini ya dok ? Tiap hari BAB saya lancar dan rajin makan sayur dan buah-buahan. Langkah apa yang harus saya lakukan agar BAB anak saya kembali normal tanpa pencahar lagi?
Terima kasih Dok atas nasihatnya.

A : Dear LiaThanks atas emailnyaMemang umumnya kalau bayi dengan ASI eksklusif BABnya setiap hari Di lain pihak, tidak sedikit bayi ASI eksklusif yang BABnya jarang. Namun demikian, pada kenyataannya tidak sedikit bayi ASI yang BABnya tidak setiap hari. Dan bayi umumnya bisa mentolerir tidak BAB sampai 5 harian (pukul rata) … yang penting perhatikan apakah bayimu merasa tidak nyaman akibat BAB yang tidak setiap hari…
Kalau bayimu tenang-tenang saja dan tidak rewel, biarkan saja, persering frekuensi pemberian ASI. Kedua, setiap pagi, bantu bayimu dengan mengangkat kedua kakinya sehingga bokongnya agak terangkat dan memudahkan dia kalau akan mengejan. ketiga, jangan berikan pencahar kecuali bayimu tidak BAB lebih dari 5 hari dan rewel. Kabari lagi ya dan please jangan berikan pencaharpeluk cium untuk bayimu
wati

Q & A Asi dan Antibiotika

sumber : milis sehat

06/10/2005
Q : Dok, saya ingin menanyakan beberapa hal:Saat ini saya sedang menjalankan program ASI eksklusif. Namun sudah 1 minggu ini saya agak khawatir dengan mutu ASI saya, karena saya sedang batuk pilek dan sedang minum obat batuk yg diberi resep oleh dr umum. – Amoxilling 500g sehari 2X- Dextral sehar 3X – FG Troches sehari 3Xapakah obat-obat yg saya minum itu ada pengaruhnya bagi anak saya, karena anak saya masih ASI eksklusif.

  • Pada tgl 4 Okt nanti, anak saya sdh berusia 6 bulan. saya akan memberi dia makanan padat berupa bubur susu, buah serta memberikan dia susu formula meski ASI tetap jalan terus. Kira-kira buah, bubur susu dan susu formula apa yg baik utk anak saya.
  • Sampai usia berapa anak saya beralih dr bubur susu ke makanan yg diblender dst. Serta bagaimana jadwal yg tepat memberikan makanan tersebut.
  • Demikian pertanyaan saya mohon
    Aan

    A : Dear Aan, thanks buat emailnyaPertama, saya bingung kenapa ya dokternya memberikan antibiotika untuk batuk pilek. Flu disebabkan oleh virus jadi tidak usah dan tidak boleh makan antibiotika. Antibiotika tidak mampu memerangi Infeksi virus; infeksi virus hanya dapat diperangi oleh sistem imun tubuh kita. Kalau saya boleh beri saran, saya akan stop saja antibiotikanya dan obat semuanya, kalau pusing ya makan panadol. Untuk batuknya, banyak minum air hangat. Coba deh buka web CDC dan WHO, disitu tegas-tegas dikatakan, jangan pakai antibiotika untuk mengatasi infeksi virus seperti flu dan batuk. Anakmu bisa diberi susu apa saja – semuanya sama saja kok, tidak ada yg bisa menyaingi ASI. Mestinya, ASInya tetap saja, bahkan bisa dicampur di makanannya. Tidak usah pakai formula, kan anjuran WHO, ASI merupakan makanan utama sampai usia 1 tahun, makanan yang diberikan benar-benar hanya berupa tambahan. ASI juga dianjurkan untuk diberikan sampai 2 tahun atau lebih. Kalau pasien-pasien saya, tidak kaku harus nasi tim saring; sesudah buat bubur beras atau tepung beras dan sayuran, bertahap saya perkenalkan pada berbagai jenis karbohidrat seperti kentang, jagung, ubi, makaroni, tentunya halus ya, nah usia 8 bulan agak kasar, usia 9 bulan semakin kasar karena usia 1 tahun seharusnya bayi sudah memakan makanan kita.
    Yg juga perlu diingat, jangan dibiasakan untuk memberikan makanan dicampur alias diblender sekaligus, bayi jadi kehilangan pengalaman untuk mengecap berbagai rasa. Nanti kalau sudah besar juga susah makan sayur. Batuk pilek pada bayimu kan juga virus, kalau kamu buka panduan di beberapa situs, obatnya hanya ruangan yang Humid alias jangan pasang AC, minum hangat, berikan NaCl untuk tetes hidungnya supaya ingusnya ngocor, dan berikan balsam untuk dadanya. Kalau perlu, uapkan air panas dua kali sehari. Ok sukses ya
    wati

    Q & A ASI & Bilirubin

    Asi bilurubin

    sumber : milis sehat

    Question : dr. Wati dan Smart Parents;
    Hari Jumat dini hari kakak kandung saya melahirkan bayi laki2 secara normal, tp melalui proses vaccum karna sudah kehabisan tenaga utk ngeden. Esok harinya bilirubin bayi dicek dg hasil 9,2 dan hari senin pagi kemarin kontrol dsa nya ternyata billirubin nya naik menjadi 12,7 sehinggadisarankan saat itu jg dirawat di RSIA Evasari, tempat yg sama dimana kakaksaya melahirkan. Karna vaccum dan mengalami pendarahan yg lumayan banyakserta rasa sakit sekali (begitu yg dirasakan kakak saya), sehingga iamengalami stress dan ASI tidak keluar sudah sampai hari ke 6 ini. Apastress itu yg membuat asi nya tdk keluar? Yg mau saya tanyakan ada kiat apa yg harus dilakukan oleh kakak saya utk memacu ASI nya spy keluar, dan apa kondisi bilirubin bayi nya mengkhawatirkan kesehatan bayinya?Sewaktu saya tanya ke suster yg merawat alasan bilirubin tinggi adl. karnabayi pada saat dilahirkan harus di vaccum. APa benar spt itu ya dr. wati? Saya tahu kemarin sempet dibahas mengenai billirubin tp saya kurang benar2mengerti sekali, jadi mohon pencerahan dr. wati dan smart parents.
    Terima kasih sebelumnya,
    Lince Luciawaty

    Answer 1 : LINCE – ASI DAN BILIRUBINApa ada bengkak di kepala si bayi? Yang kamu bilang mengalami perdarahanbanyak tuh ibunya atau bayinya?Lince, coba kamu browse AAP hiperbilirubinemia (kan milis gak boleh adaattachment), disitu kamu bisa lihat SOP terbaru perihal hiperbilirubinemia
    Bil 12.5 sih gak bahaya dear. Sekarang kan kalau bayi cukup bulan batasanuntuk terapi sinar kalau bil 18mg/dl.Di lain pihak, bayti baru lahir bilirubin tinggi karena bilirubin ini punyafungsi, yaitu sebagai anti oksidan.Vaccum bisa menyebabkan bilirubin tinggi kalau ada cephalhematoma artinyaada perdarahan di bawah kulit kepala yg besar. Nah darah yg menggumpal itukan produk sampahnya bilirubin
    Soal stress, pasti ASI jadi berkurang karena kalau stress hormon oksitosinberkurang.Bicaralah dengan kakakmu, stress tidak akan memevahkan masalah bahkanmenambah masalah. take things easily dengan lapang dada, banyak berdoa,banyak bersyukur kepadaNya. Yg bisa mengobati stress ya diri kita sendiri.
    wati

    Answer 2 : Mbak Lince,Mau share aja….3 th yg lalu saya juga melahirkan putri saya dng bantuan vacuum (BB 3,4 kg,TB 49 cm), tapi saya tidak mengalami pendarahan. Alasan DSOG saya wkt itukrn bukaan belum sempurna (kalo ngga salah masih bukaan 8) sementara kepalabayi sudah keliatan, saya sdh coba mengejan tp bayi blm keluar juga dandokter takut saya kehabisan tenaga.
    Dari artikel2 yg pernah saya baca, salah satu hal yg menyebabkan ASI tidakkeluar adalah stress (cmiiw), krn kondisi Psikologis Ibu juga ikut berperanpenting memperlancar produksi ASI. Cobalah banyak istirahat serta rilekssebelum dan selama menyusui. Pilih ruangan yg sepi. Agar rileks, baca bukuatau dengarkan musik selagi menyusui. Faktor yg tidak kalah pentingnya dlmmeningkatkan produksi ASI adalah rasa percaya diri bhw Ibu akan berhasilmenyusui.
    Mudah2an dapat membantu….
    Salam,
    Nilu

    Q & A ASI belum keluar

    sumber : milis sehat

    10/12/2004
    Q : Dokter, saya baru saja melahirkan dan anak saya kembar baru berusia kurang dari satu Minggu pertanyaan saya :Saya belum bisa memberikan ASI kepada bayi saya karena belum ada ASI yang keluar, apa saja yang harus saya lakukan untuk mempercepat keluarnya ASI tersebut?Sebaiknya sampai berapa bulan saya memberikan ASI kepada anak-anak saya tersebut?Sebaiknya berapa jam sekali saya memberikan ASI kepada anak-anak saya?Terima kasih atas saran dan nasehatnya.
    Niar

    A : Dear NiarThanks buat emailnyaAduuuh senangnya punya bayi … kembar lagi yaa… pasti lucu2… congratulation!! ASI itu kan seperti pabrik ya … kalau ada permintaan… pasti ada produksi. Kalau pabriknya dikosongkan secara berkala… maka pasti pabrik tsb akan segera diisi kembali. Nah, agar ASI mu cepat diproduksi:Kamu harus tenang, harus sabar, penuh kasih sayang dan harus PD. Kalau kamu stress, produksi hormon oksitosin akan terganggu maka pengeluaran ASI dari payudaramu juga akan tergangguBanyak mengkonsumsi makanan sehatBerikan ASI mu sesering mungkin … gak usah pakai jam-jam an… setiap bayimu menangis … kamu tetekkan … sementara ASI mu belum cukup … jangan berikan formula dengan mempergunakan dot atau botol .. nanti bayimu bingung puting dan tidak mau mengisap payudaramu… berikan dengan sendok kecil perlahan-lahanASI eksklusif diberikan selama 6 bulan selanjutnya ASI tetap diberikan sampai usia 2 tahun atau lebih Good luck. Doa saya
    wati

    Q & A ASI Bening

    ASI Bening

    Sumber : milis sehat

    29/10/2004
    Q : Saya mempunyai seorang putra yang saat ini sudah berusia 6 bulan dengan BB 7kg. Setelah saya bekerja ASI diberikan hanya pada malam hari dan siang hari diganti susu formula.
    Yang ingin saya tanyakan adalah :Semenjak pertama kali ASI saya keluar warnanya putih bening dan menurut yang saya dengar kalau putih bening kualitasnya tidak sebagus apabila berwarna putih pekat dan bayi akan cepat merasa lapar, betul apa tidak Dokter?Pada usia 5 bulan BB bayi saya hanya 7kg dan belum bisa membalikkan badannya apabila dia menelungkup.Apa itu normal Dokter? Terima Kasih
    Ayu Astiti

    A : Dear AyuThanks buat emailnyaSaya coba tanggapi yaPertama, perihal ASI. Suatu pola pikir yg salah bahwa ASI encer itu tidak baik. ASI memang tidak pekat dan lebih encer ketimbang formula. terus berikan ASI eksklusif pada bayimu sampai ia berusia 6 bulan ya. PD aja deh, kan hanya 1 dari 1000 ibu yg ASInya tidak mencukupi. Selain itu, konsep ASI kan demand and supply. Jasi, semakin sering bayimu kamu susukan, semakin sering payudaramu dikosongkan, maka semakin tinfggi pula produksinya. Kedua, setiap bayi merupakan individu yang unik, tidak bisa dibandingkan persis satu sama lain meski memang ada patokan kasar pencapaian tahapan perkembangan bayi sesuai usia.
    Nah, tengkurap kan bisa sampai 6 bulan,. dilan pihak, tidak sedikit bayi yang enggan tengkurap dan lebih menyukai posisi tegak alias didudukkan dengan bersandar pada mama/papanya. Kamu perhatikan ya, apakah kalau bayimu tidur telentang dan kamu tarik kedua lengannya, kepalanya masih lunglai dan jatuh ke belakang atau sudah ikut menarik ke depan.
    Perhatikan juga, bila ia kamu dudukkan di pangkuanmu, bersandar di dadamu, apakah kepalanya lunglai dan jatuh?Kalau tidak – kemungkinan besar bayimu normal2 saja Ok good luck
    wati

    Q & A Cara Pemberian ASI Perah

    sumber : milis sehat
    Asi + mengamuk luar biasa

    Question : O iya dokter Wati, dan Sps,
    Ada satu hal lagi. Sudah hampir 2 hari ini setiap bayiku terbangun karnalapar dan diberikan ASI pake botol ataupun disendokin pasti langsungmengamuk luar biasa. Akhirnya digendong utk didiamkan, tapi tetep jugamengamuk, bisa skitar 1 jam terus mengamuk dg menegangkan kepala, badan danjuga kakinya kebelakang spt meminta dilepaskan. Kejang sekali dok! Apaadayg salah di badan bayiku ya dok?Kemarin senin saya coba bawa utk dipijat, dan dibilang ada yg sakit dibagian leher kirinya. Memang kalo malam saya suka memberikan ASI dg posisitidur dan lbh banyak di sisi kiri bayiku. Apa itu gak bener ya dok?
    Akhirnya kami berikan ASI memakai sendok dg dipaksa, sampe menangisjejeritan, apa itu bisa membuat bayi ku trauma ya dok? Apa ada yg salah dibayiku ya dok? Atau ada cara lain memberikan ASI, karna sudah cobaberbagaicara dan juga dg pipet tetep gak mau. Disembur keluar.
    Mohon advise nya dok, dan Sps.Lince (bingung dan sedih sekali dok)

    Answer 1 : Dear Mba Lince,
    sekedar bagi pengalaman aja, untuk masalah ASI ini, sy juga selalu memberiASI anak saya (julian -7bln) dengan posisi tiduran, krn lebih comfort buatdia dgn posisi tsb. & sebisa mungkin saya coba untuk menyusuinya 2 sisibergantian di bagian kanan & kiri, meskipun dia kelihatannya sdh kenyang tpselagi msh mo’ nyusu/nenen, saya tetap kasih, kecuali kalo dianya sdh samasekali gak mo nenen (b’arti dianya udh kenyang bgt & udh dilepas). Jadi jgnsampai kita ksh dia ASI dgn sendok ataupun botol kalo dia terbangun, & kaloanak mba gak mo di susui lsg oleh mba, coba dulu sambil digendong-gendongtapi tetap menyusui ASI lsg dr Mba, tanpa pakai alat apapun, krn biarbagaimanapun anak kita lebih merasa diberikan kehangatan oleh si Ibunyakalau berdekapan drpd menggunakan alat spt sendok/botol. Rasanya kalo kitasdh terbiasa menyusui ASI lsg, si anak akan secara otomatis tdk mo’ adanyaperubahan ya mba…apa mungkin saat itu krn terbangun dr tidur & kondisinya lapar jadi ngambekkalii..alhasil gak mo’ dibujuk dech.
    Wassalam’
    anggun

    Answer 2 : Mbak Anggun,
    Diberikan ASI nya pake botol atau disendokin ya pada saat saya dikantor dancuma siang hari, jadi mbak nya yg ngasih. Tapi kalo saya di rumah, otomatislgs nenen dari saya lgs.Nah, sekarang ini sdh 2 hari setiap siang hari sehabis bangun tidur atausewaktu msh melek dan sdh waktunya minum, tiap kali dikasih ASI dg botolatau disendokin oleh mbak ataupun papanya pasti lgs ngamuk, jadinya yadipaksa disendokin sampe jejeritan daripada gak ada yg msk sama sekali.Tapi katanya ini bisa bikin bayi trauma? (cmmiw), Habis ditungguin dandicoba terus tetep aja gak mau sama sekali. Sedangkan saya takut asupannutrisi buat anak jadi kurang karna kan bayi 3 bln msh mengandalkan ASIsaja. Apa bayi saya kurang enak badan ya dok? So far dia tdk demam tpmemang rewel nya luar biasa dan ngamuk2.
    Mungkin Sps yg lain ada yg bisa bantu saya??Lince (bingung sekali dok!)

    Answer 3 : Mba Lince,
    Sorry juga ya.. kalo slah persepsi nih.. soalnya dr yang aku simpulkan tadikalimat dr terbangunnya anak mba itu loh.. abiss gak ada penjelasan bangunsiang sih… Oh ya… kalo udah 2 hari ini seperti itu, berarti seblmnyabiasa2 aja kan, kalau boleh tau dotnya itu yang bentuknya orthodontics spthuki, atau yg pigeon… atau diluar itu, yah kemungkinan dpt divariaskiankali ya mba.. dulu anakku pakai dot pigeon ternyata dia gak terlalu suka,sering digigit, & disembur, akhirnya aku coba ganti yang huki (yg elastisspt bentuk puting payudara) ternyata dia lebih suka…, coba dech observe 2hari belakangan ini ada gak sesuatu yang khusus dimana dia sgt tdk sukasesuatu itu & apa penyebabnya… maaf lagi nih kalau kurang membantu.

    anggun

    Answer 4 : Anak saya waktu umur 3-4 bln juga pernah tuh kayak gitu…ngamuk ampemukanya merah bangetberapa kali kejadiannya berulang2, udah gitu saya perhatiin…ternyata karena tiap bangun tidur nggak ada orang yang nemenin dia, jadidia keselapalagi kalo ‘agak’ terlambat nyamperin… waduh….kalau udah kesel, ampun deh, asli nggak mau diapa2-in
    jadi waktu itu kita selalu jaga2 disekitar dia kalo udah mau bangununtungnya kita udah tau kira2 jam bangunnya atau gelagatnya kalo udah maubangun
    trus kalau dia lagi kesel, kita diemin aja dia nangis sampe puas, sambildibelai2 sayang…trik tsb ampuh buat anak saya, nangis ngamuknya jadi cepet reda…. :)
    kalau lagi nangis jangan dipaksa2 dulu, nanti malah tambah nangisnya…coba di berhenti-in dulu nangisnya, baru coba kasih ASI-nya
    jadi coba deh perhatiin apa maunya atau apa ada yang salah, ada yang sakitatau salah posisi tidurnya….Mbak sama BS-nya jangan panik yah, kalo panik, anak kita malah tambah kejernangisnya lho…
    -ulf-

    Air Susu Ibu cegah Infeksi Neonatus

    sumber : http://www.anakku.net

    Berdasarkan laporan WHO tahun 2000, hanya15% bayi diberi ASI eksklusif selama 4 bulan, dan pemberian makanan pendamping ASI seringkali tidak sesuai dan tidak aman.
    Sejak tahun 1982 literatur medis telah mendata bahwa air susu tiap mamalia termasuk manusia punya daya proteksi terhadap turunannya karena mengandung antibodi terhadap berbagai antigen. Bayi yang tidak pernah mendapat ASI dua kali lebih sering masuk rumah sakit dibanding yang dapat ASI. Banyak penelitian memperlihatkan ASI mengandung antibodi terhadap berbagai bakteri, virus, dan protozoa.

    Faktor Protektif ASI
    Sistem imunologi neonatus belum terbentuk sempurna, hingga pemberian ASI memegang peranan penting untuk mencegah infeksi. Immunoglobulin utama dalam ASI adalah IgA sebagai respon dari limfosit usus hingga mencerminkan antigen enterik dan respiratorik ibu.
    Air susu ibu juga mengandung faktor non imunologik, ,yang berperan sebagai faktor protektif serta menunjang pertumbuhan dan pematangan sistem imun dan metabolik. ASI juga mengandung berbagai komponen anti inflamasi, hormon (insulin, tiroksin, dan faktor pertumbuhan saraf) yang tak terdapat dalam susu formula.
    Berbagai penelitian epidemiologik menunjukkan ASI pada bayi punya keuntungan terhadap kesehatan pada umumnya, pertumbuhan, perkembangan, dan pengurangan risiko terkena penyakit akut dan kronik. ASI mengurangi kejadian dan atau beratnya diare, infeksi paru bagian bawah, otitis media, sepsis, meningitis bakterialis, botulismus, infeksi saluran urogenitalis, dan enterokolitis nekrotikans. Seperti dilaporkan, hampir 90% kematian balita terjadi di negara berkembang dan lebih dari 40% kematian disebabkan diare dan ISPA, penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian ASI eksklusif.

    Zat protektif ASI
    Komponen Selular
    Sel dalam ASI misalnya makrofag, limfosit, neutrofil, dan sel epitel, berjumlah sekitar 4000/mm3. Jumlah ini akan cepat menurun setelah 2-3 bulan. Leukosit ASI terutama terdiri dari makrofag (90%) dibandingkan dengan neutrofil dan limfosit
    Makrofag
    Makrofag adalah sel fagosit besar yang mengandung lisosom, mitokondria, pinosom, dan aparat Golgi. Fungsi makrofag adalah memfagositosis mikroorganisme bakteri dan jamur, membuat C3 dan C4, lisosom, dan laktoferin, membantu pelepasan IgA intraselular ke jaringan, membentuk sel raksasa, meningkatkan aktivitas limfosit, membantu pengangkutan dan penyimpanan imunoglobulin, dan berpartisipasi dalam pembentukan laktoperidase; suatu faktor pertumbuhan sel epitel usus dan maturasi enzim dalam brush border usus
    Leukosit polimorfonuklear (PMN)
    Kolostrum (hari 1-4 postpartum) mengandung 5 juta leukosit/mm3 dan 40-60% diantaranya adalah PMN yang makin menurun seiring maturnya ASI. Fungsi PMN terutama proteksi jaringan kelenjar mama dan bukan untuk proteksi neonatus.
    Limfosit
    Limfosit T dan B merupakan bagian sistem imun ASI yang terdapat dalam kolostrum dan ASI matur. Fungsi limfosit antara lain Mensintesis IgA, merespon mitogen dengan cara berproliferasi, meningkatkan interaksi makrofag-limfosit, dan melepaskan mediator-mediator,
    Di dalam ASI, sel B termasuk sel yang mengandung IgA, IgG, dan IgM Surface immunoglobulin. Orga dan Orga dalam penelitiannya melaporkan limfosit ASI akan berespon terhadap antigen rubela, sitomegalovirus, dan mumps. Kolostrum ibu juga berespon terhadap E.coli.
    Komponen humoral
    Komposisi imunoglobulin dalam ASI berbeda degan serum. ASI mengandung IgA jauh lebih tinggi daripada serum. IgA dan IgG dalam ASI sebagian berasal dari IgA dan IgG serum, sebagian lagi dari kelenjar payudara.
    Imunoglobulin A dalam ASI terutama IgA sekretori yang stabil dalam pH rendah dan tahan terhadap enzim proteolitik. Fungsi sIgA ini adalah memproteksi mukosa usus terhadap virus dan bakteri, dan tetap ditemukan dalam ASI setelah satu tahun. Selain itu, faktor antibakterial dalam kolostrum dan ASI sama antara wanita dengan gizi baik maupun buruk.
    Komponen non imunoglobulin
    Faktor bifidus
    Telah diketahui bahwa usus bayi mengandung laktobasilus bifidus yang merupakan bakteri baik usus, juga mengandung faktor bifidus yang menunjang pertumbuhan kuman baik ini yang tak ada dalam susu sapi.
    Antistaphylococcal factor
    Pada percobaan binatang dengan tikus yang diberi infeksi Staphylococcus dibuktikan ASI mengandung substansi yang dapat mencegah bayi dari infeksi Staphylococcus.
    Lisozim
    Lisozim adalah enzim yang memiliki sifat bakteriolitik, berada dalam konsentrasi tinggi dalam ASI tapi sangat rendah dalam susu sapi.Enzim ini bersifat bakteriolitik terhadap enterobaktericeae dan bakteri gram positif.
    Nukleotid
    Nukleotid adalah senyawa yang berasal dari hidrolisis asam nukleat. Nukleotid bekerja sebagai pertahanan terhadap berbagai bakteri, virus, dan parasit. Carver pada penelitiannya membuktikan bahwa aktivitas sel NK dan produksi IL 2 lebih tinggi pada bayi usia 2-4 bulan yang diberi ASI dan susu formula ditambahkan nukleotid dibandingkan formula tanpa tambahan nukleotid
    Laktoferin
    Laktoferin adalah protein yang dapat mengikat zat besi, mirip dengan transferin dalam serum. Laktoferin bersifat bakteriostatik terhadap berbagai bakteri gram positif, bakteri gram negatif baik aerob maupun anaerob , dan jamur, kecuali Helicobakcter pylori dan spesies Neisseria, Treponema, dan Shigella.
    Laktoferin mengikat zat besi hingga bakteri tidak memperoleh zat besi untuk pertumbuhannya. Afinitas terhadap zat besi adalah 300 kali transferin. Laktoferin juga meningkatkan pelepasan sitokinin dari sel dan menekan pelepasan IL1, IL2 dan TNF alpha.
    Interferon
    Secara in vitro, diketahui interferon diproduksi oleh sel T dalam ASI. Fungsinya memang belum diketahui pasti, tapi interferon dapat meningkatkan fungsi makrofag dan menekan produksi IgE dan IL-10.
    Komplemen
    ASI mengandung komponen C3 dan C4 walau dalam jumlah sedikit. C3 teraktivasi oleh IgA dan IgE yang diketahui dapat merusak bakteri yang terikat pada antibodi spesifik.
    Protein pengikat vitamin B12
    ASI mengandung sejenis protein bermolekul besar yang mengikat vitamin B12. Secara tak langsung, protein ini menghambat pertumbuhan E.coli yang memerlukan vitamin B12.
    Gangliosid
    Gangliosid adalah glikolipid yang terdapat dalam plasma sel membran terutama di substansi kelabu otak. Gangliosid memblokir aktivitas enterotoksin E.coli dan Vibrio cholerae dan Campylobacter jejuni di usus dengan cara mengikat toksin dan membentuk kompleks stabil yang mencegah toksin terikat pada sel usus.
    Interleukin
    Interleukin berefek terhadap aktifasi dan diferensiasi limfosit, serta terhadap produksi berbagai sel lainnya.
    Sitokin
    Sitokin adalah salah satu substansi yang banyak diteliti akhir-akhir ini. Meski sudah lama diduga keberadaannya dan perannya terhadap imunologi serta proteksi ASI.
    Simpulan
    Bayi mendapat perlindungan dari ibu sejak kandungan. Saat janin, plasenta yang mengambil peran ini, tetapi setelah lahir ASI sudah siap menggantikannya. ASI mengandung banyak zat protektif berupa komponen selular, imunoglobulin dan non imunoglobulin yang memberikan proteksi terhadap bakteri, virus, jamur, dan protozoa. Sudah seharusnya semua bayi baru lahir diberikan ASI.

    Referensi
    1. WHO 2000. Dalam: Kramer MS, Kakuma R, penyunting. The Optimal Duration of Exclusive Breast feeding a systematic Review. WHO/HHD/01.08
    2. Hanson LA. The Mammary Gland as an immunological organ. Immunol Today 1982; 3: 168
    3. Hamosh M. Bioactive Factors In Human Milk. Mammary Gland Biol Lactation Newslett. 2001; 48:69-86
    4. Aarifen S, Black RE, Antelman G, et al. Exclusive Breast feeding Reducves Acute Respiratory Infection and Diarhea Deaths among infants in Dhaka Slums. Pediatrics 2001; 108-67.
    5. Heine W, Braun OH, Mohr C. Enhancement of LysozymTrypsin mediated decay of intestinal bifidobacteria and lactolbacilli. J. Pediatr Gastroenterol Nutr 1995; 21: 54

    6 ALASAN MENGAPA MELANJUTKAN MENYUSUI SETELAH KEMBALI BEKERJA

    diterjemahkan oleh luchan
    Source : Source : http://www.askdrsears.com/html/2/T024700.asp

    Diperlukan upaya untuk terus menyusui ketika Anda harus berada jauh dari bayi Anda, tetapi ada alasan bagus untuk tetap menyusui , bayi Anda mendapat gizi yang lebih baik dan kalian berdua terus menikmati kedekatan yang special ini. Ada juga manfaat praktis lainnya juga:

    1. Menyusui bayi sehat, jadi ibu (dan ayah) akan kehilangan hari kerja lebih sedikit tinggal di rumah dengan bayi yang sakit karena tidak diterima di tempat penitipan anak. Studi menunjukkan bahwa ibu menyusui mempunyai tiga sampai enam kali lebih sedikit ketidakhadiran dibanding dengan ibu yang memberi bayinya susu formula.

    2. Menyusui menghemat uang. Satu kali pompa pembelian lebih murah daripada membeli susu formula. Bahkan menyewa breastpump elektrik ke rumah sakit kelas mungkin lebih murah daripada membeli susu formula. Menyusui bayi juga menggunakan lebih sedikit uang untuk berobat, karena lebih sedikit kunjungan ke dokter dan lebih sedikit penyakit serius.

    3. Memberikan ASI untuk menyusui selama kau pergi melindungi bayi terhadap alergi.

    4. Memompa, menyimpan susu dan bahkan bocor saat Anda sedang bekerja membantu Anda merasa terhubung dengan bayi Anda saat Anda harus berpisah.

    5. Karena hanya ibu dapat menyusui, bayi selalu tahu siapa orang yang paling ia sukai. Pengasuh anak, babysitter, dan tempat penitipan anak pekerja tidak dapat menggantikan ibu yang menyusuinya.

    6. Ibu dapat menantikan saat-saat mendekap anak dan menyusuinya dengan penuh kehangatan setelah berjam-jam berpisah karena bekerja di luar rumah. Ibu dan bayi dapat menikmati kenyamanan dan kedekatan menyusui selama mereka bersama-sama, siang dan malam.

    Air Susu Ibu, 20 Kali Lebih Hebat

    sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/2009/12/14/17203189/Air.Susu.Ibu..20.Kali.Lebih.Hebat

    KOMPAS.com –  Pemberian ASI secara eksklusif dan optimal akan membuat bayi tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Bagaimana tidak? ASI mengandung 200 zat gizi dan memberikan kekebalan buat bayi 20 kali lipat.

    Menurut Dr. Utami Rusli, Sp.A. MBA IBCLC, spesialis anak di RS St. Carolus Jakarta, di dalam ASI terkandung lebih dari 200 unsur zat yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan bayi. Zat-zat itu antara lain putih telur, lemak, protein, karbohidrat, vitamin, mineral, hormon pertumbuhan, berbagai enzim, zat kekebalan, dan lain-lain.

    Sayang sekali masih banyak orang yang tidak paham betul bahwa ASI memiliki nilai yang tiada tandingannya dibandingkan dengan susu formula atau makanan tambahan lain. Kenyataan ini mesti disosialisasikan secara lebih gencar dan terus-menerus.

    Kelebihan ASI pertama-tama terletak pada kekhususannya. Susu kuda sangat cocok untuk bayi kuda, susu jerapah bagi bayi jerapah. Bayi manusia juga akan jauh lebih baik jika diberi susu yang paling cocok, yakni ASI, bukan susu hewan.

    Karena itu, ASI sering kita kenal dengan sebutan ASI eksklusif (exclusive breast feeding). Selain khusus karena berasal dari spesies yang sama, yakni manusia, kandungan ASI bisa menyesuaikan kebutuhan bayi dengan perkembangan usianya.

    ASI yang keluar saat kelahiran sampai hari ke-4 atau ke-7 disebut kolostrum. ASI yang keluar di hari ke-7 sampai ke-10 atau ke-14 setelah kelahiran disebut ASI transisi. ASI yang keluar sesudah hari ke-14 kelahiran disebut ASI matang. Komposisi gizi ketiga jenis ASI tersebut masing-masing berbeda.

    “Bahkan terdapat perbedaan komposisi ASI dari menit ke menit,” tutur Ketua Pemasyarakatan Pemberian ASI Eksklusif RS St. Carolus Jakarta ini. Misalnya saja kandungan lemak pada ASI saat bayi berumur 3-5 hari adalah 1,85 g/dl. Pada saat usia bayi 15-18 hari, kandungan lemak itu menjadi 3,06 g/dl.

    30 Menit Setelah Lahir
    Pada hari pertama setelah melahirkan, kandungan gizi ASI sangat tinggi. Dr. Utami pun selalu menganjurkan agar selambatnya 30 menit atau setengah jam setelah lahir, bayi harus segera disusui ibunya. Pada saat itu susu ibu menghasilkan kolostrum, susu jolong, atau susu awal yang warnanya kekuningan dan encer.

    Kolostrum ini kaya zat gizi dan antibodi yang berfungsi untuk melindungi bayi dari infeksi. Kolostrum akan muncul lagi 30 jam kemudian. Itu artinya kalau bayi tidak segera mendapat kolostrum pertama, dia kehilangan zat bergizi tinggi dari ibunya.

    Walaupun bayi masih punya kesempatan untuk mendapatkannya, produksi kolostrum selanjutnya hanya 30 mililiter sehari. Itu artinya, kolostrum diproduksi hanya satu mililiter dalam satu jam.

    Tentu saja ini sangat kurang. Padahal, kolostrum mengandung protein, mineral, serta vitamin A, E, dan B12. Bahkan kolostrum mengandung lebih sedikit lemak dan gula dibandingkan dengan ASI yang diproduksi pada hari-hari berikutnya.

    Secara fungsional, kolostrum berperan membersihkan air empedu dan mucus (meconium) pada saluran pencernaan bayi. Ini sangat penting karena pada masa sesudah kelahiran, bayi sangat rentan terhadap infeksi dan lingkungan yang sangat baru baginya. Kolostrum juga akan menghilangkan rasa lapar pada bayi baru lahir tanpa harus disertai asupan gula atau susu formula.

    Menurut Dr. Utami, ASI yang keluar pada lima menit pertama dinamakan foremilk. Komposisinya berbeda dengan ASI yang keluar kemudian atau hindmilk. Foremilk lebih encer, mengandung protein tinggi dan karbohidrat rendah.

    Sementara hindmilk mengandung karbohidrat tinggi, protein rendah, dan kandungan lemaknya 4-5 kali lebih banyak dibandingkan dengan foremilk. Hindmilk inilah yang mengenyangkan bayi.

    Warisan Zat Kebal
    Selain mengenyangkan, kolostrum mengandung zat immunoglobulin atau kekebalan. Jenis protein yang bertugas memerangi infeksi dalam tubuh itu tidak dimiliki oleh susu hewan. Kandungan zat ini dalam kolostrum sekitar 10 hingga17 kali lebih banyak daripada di dalam ASI matang. Itu sebabkan bayi yang mendapat ASI secara optimal memiliki kekebalan tubuh 15 sampai 20 kali lebih baik.

    Sebenarnya tubuh bayi sudah mulai membuat antibodi sendiri segera setelah dilahirkan. Namun, antibodi itu baru akan mencapai puncak kekuatannya pada usia bayi sembilan sampai 12 bulan.

    Karena itu, ASI merupakan antibodi bantuan yang paling kuat bagi pertumbuhan awal si bayi. Terlebih lagi karena ASI ternyata mengandung berjuta-juta sel darah putih yang bermanfaat untuk membunuh kuman jahat dalam usus bayi.

    Kandungan zat kekebalan ini benar-benar menakjubkan. Kekebalan tubuh ibu-ibu terhadap berbagai penyakit akan diturunkan pada bayinya lewat ASI. Seandainya ada seorang ibu mempunyai zat kekebalan terhadap lima penyakit, bayinya juga akan memperoleh warisan yang sama.

    Efektivitas pemanfaatan ASI akan terasa sekali bila yang menyusui bayi itu adalah ibunya sendiri. Bila dua orang ibu melahirkan dan bayinya tertukar, ASI yang diberikan oleh keduanya tidak akan cocok walaupun tak memiliki efek samping pada bayi.

    Enam Bulan Pertama
    Mengingat ASI adalah makanan yang paling cocok bagi bayi, WHO menganjurkan agar selama usia 0 sampai enam bulan bayi hanya diberi ASI sebagai menu utama dan satu-satunya. Anjuran ini sangat beralasan karena selain setipe dan memiliki zat kekebalan, kandungan ASI juga bisa mencerdaskan bayi.

    Di dalam ASI terdapat taurine yang sangat penting dalam proses pembentukan sel-sel otak, sel-sel saraf, dan retina. Taurine adalah asam amino yang digunakan untuk membantu penyerapan lemak dan vitamin yang larut dalam lemak. Taurine juga membantu mengatur detakan jantung, menstabilkan membran sel, dan memelihara kelangsungan sel-sel otak.

    Selain itu, taurine juga mengandung lemak rantai panjang. Lemak inilah cikal bakal pembentuk Arachidonic Acid (ARA) atau asam linoleat (omega-6) dan Docosa Hexaenoic Acid (DHA) atau asam alfa-linolenat (omega-3). Kedua bahan ini diketahui amat berguna dalam perkembangan sistem saraf otak dan indra penglihatan. Dr. Utami menegaskan bahwa DHA dan ARA ini tidak terdapat dalam susu sapi atau susu hewan lain.

    Walaupun dalam susu formula (susu sapi yang dibuat dengan tambahan bahan lain) dikatakan dilengkapi DHA dan ARA, penyerapan pencernaan bayi tidak akan optimal, hanya sekitar 20 persen. Padahal, DHA dan ARA yang terdapat dalam ASI bisa diserap oleh pencernaan bayi sebanyak 100 persen dengan bantuan enzim lipase.

    Optimalnya penyerapan DHA dan ARA itu membuat perkembangan otak bayi semakin maksimal. Kecerdasannya akan terus meningkat, apalagi bila sampai usia 12 bulan ia masih diberi ASI, selain makanan tambahan lain yang bemanfaat.

    Sehat Jiwa Raga
    Manfaat ASI tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik. Efek pada kesehatan jiwa juga ada. Dr. Utami menyatakan bahwa pemberian ASI eksklusif merupakan bagian dari pendidikan anak. ASI tidak hanya mencerdaskan anak dari segi otak, tetapi juga hati dan spiritualitas.
    Walaupun masih perlu penelitian lanjut terhadap kesimpulan itu, uraian sementara ini bisa membantu menjelaskan konsep tersebut. Saat berada dalam kandungan, bayi seolah berada dalam surga yang sungguh menyejukkan dan menenteramkan.

    Air ketuban yang silih berganti karena selalu mengalami siklus bagaikan usapan lembut, rahim tempat bayi tidur melindunginya dari bahaya, detak jantung ibu bagaikan senandung merdu yang meninabobokan dia, dan napas ibu seolah ayunan yang menimangnya. Suasana ini benar-benar nyaman dan tiada duanya bagi bayi.

    Sewaktu lahir, bayi benar-benar merasa terkejut dengan dunia yang lain sama sekali dengan yang ia rasakan sebelumnya. Banyak hal asing harus dihadapinya. Satu-satunya yang bisa dipercaya adalah sang ibu. Karena itu, menyusui menjadi terapi yang sangat tepat untuk mengembalikan suasana yang dirasakan bayi selama ada dalam kandungan.

    Dekapan dan elusan lembut sang ibu saat menyusui membuat bayi merasa aman dan tenteram. Ketenteraman itu ikut mendukung pertumbuhan sang bayi dengan lebih baik.

    “Apalagi bila sang ibu membacakan kata-kata bijak seperti dari kitab suci. Bayi akan semakin bertumbuh sesuai harapan sang ibu, menjadi anak baik dan saleh,” tutur Dr. Utami. @ Abd