RSS

Arsip Bulanan: September 2011

10 Salah Asuh

sumber : http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Terbaru/Terbaru/10.salah.asuh/001/007/1101/3

Bukan cuma anak yang bisa salah. Orang tua pun bisa salah. Coba cek, apakah Anda pernah melakukan kesalahan terhadap anak saat mengasuhnya.

1. Tidak peduli kebutuhan dasar anak. Mungkin Anda mengira apa yang sudah Anda berikan kepada anak adalah yang terbaik. Sekolah mahal, mainan banyak dan selalu baru, memberinya les musik, menari, melukis. Tapi, waktu Anda untuk bertemu anak dan memanfaatkan waktu bersamanya hanya dua kali dalam enam bulan. Betulkah itu kebutuhan anak? Berikan diri Anda sebagai kebutuhan dasar anak. Berikan waktu Anda, curahkan perhatian Anda, dengarkan kisah-kisahnya yang lugu, lucu dan ajaib.
2. Perlakukan anak seperti orang dewasa. Banyak tuntutan tak masuk akal terhadap anak. Makan tak boleh berceceran, pakai baju harus match tanpa diajari, tidak boleh salah, harus cepat mengambil keputusan dan lain-lain. Anda menjadikan diri Anda sebagai standar. Tuntut anak sesuai dengan milestone atau tahap perkembangannya. Pahami tahap perkembangannya, ikuti iramanya. Pahami jalan pikirannya. Logika anak-anak jauh dari sempurna. Otaknya masih tumbuh, demikian pun fisiknya.
3. Dilayani habis-habisan. Mengambil buku di kamar, mengambil sepatu di rak sepatu atau mengambil minum di dapur harus Anda atau pengasuhnya yang mengambilkan. Ia diperlakukan sebagai bayi yang belum mampu melakukan apapun. Berikan kesempatan pada anak untuk melakukan sesuatu yang seharusnya sudah bisa ia lakukan. Bila perlu, sedikan tempat yang mudah ia gapai untuk mempermudah apapun yang ia butuhkan. Misalnya meja kecil untuk meletakkan gelasnya. Merasa diri mampu melakukan segala sesuatu sendiri, akan meningkatkan harga diri anak.
4. Tidak pernah berkata ‘tidak’. Kata “YA” selalu keluar dari mulut Anda. Bukan hanya pada sebuah pernyataan anak seperti “Gambar aku bagus, bunda?” Tapi juga untuk semua permintaannya. Ketika Anda pelit mengatakan ‘TIDAK,’ Anda tak peduli pada anak. Anda hanya peduli pada diri Anda, tak mau repot-repot konflik dengan anak. Anda tak mau berpikir, mengapa Anda mengatakan ‘tidak.’ Gunakan kata ‘YA’ dan ‘TIDAK’ secara adil. Pikirkan sebelum mengatakan ‘YA’ atau ‘TIDAK’ karena anak harus tahu mengapa dia mendapatkan jawaban itu. Terutama untuk bereksplorasi, dua kata ini sangat penting.
5. Bicara dengan bahasa yang kacau. Tidak ada standar bahasa yang jelas. Anda sesekali berkata ‘utu’ untuk ‘lucu’, ‘acih’ untuk ‘terima kasih’ atau ‘pepe’ untuk sebutan vagina. Terdengar lucu saat mengucapkan kata-kata itu, tapi jelas-jelas membingungkan anak. Bicara sesuai dengan kaidah bahasa. Ucapkan kata-kata dengan benar, tak perlu mengikuti anak bicara dengan ucapan cadel. Dia memang belum fasih bicara karena perkembangan bicaranya juga belum sempurna. Si kecil butuh role model untuk mengenal dan meniru. Jangan ragu untuk mengenalkan banyak kata kepada anak, bisa melalui lagu, buku atau film.
6. Tidak ada disiplin. Meletakkan tas sekolah di kolong meja, meletakkan sepatu di kursi tamu, ada sendok di rak buku. Menyedihkan sekali kondisi rumah si kecil. Sama seperti di jalan raya yang punya aturan, di rumah pun harus ada aturan karena aturan dibuah demi keamanan dan kenyamanan bersama. Ajarkan disiplin pada anak sejak dini. Buat daftar apa saja yang harus dipatuhi oleh semua penghuni rumah, agar semua anggota keluarga bersikap konsisten menjalaninya. Khusus untuk anak, Anda bisa membantu mengingatkannya bahwa sepatu tempatnya bukan di sofa, tas sekolah bukan di kolong meja tempatnya.
7. Tidak dituntut untuk menghormati orang tua. Demi menjaga keakraban dengan anak atau dianggap sebagai teman yang menyenangkan, Anda berperilaku seperti teman sebayanya. Atau Anda malah membiarkan si kecil memanggil Anda dengan sebutan nama atau dengan ucapkan “eh”. Tak ada batasan antara pemegang otoritas dan yang harus mematuhinya. Berlakukan konsep menghormati orang tua, apalagi Anda hidup dengan budaya timur. Mengucapkan salam saat bertemu orang lain, membungkuk ketika berjalan di depan orang yang lebih tua, sudah menjadi tata karma yang harus diikuti oleh anak.
8. Memberi hadiah berlebihan. Karena tak punya waktu untuk anak, Anda menggantikan kehadiran Anda dengan hadiah. Saat Anda sedang berjuang untuk mendorong anak melakukan yang terbaik, Anda juga memberikan hadiah yang berlebihan atau tidak seharusnya ia dapatkan. Misalnya Anda memberikan hadiah sepeda karena anak berhasil membereskan tempat tidurnya. Berikan penghargaan atau hadiah sesuai dengan usaha yang anak lakukan. Hadiah tak harus berupa benda. Ucapan atau pujian seperti “Kamu hebat” atau “Kamu pintar” dapat Anda gunakan. Fungsi hadiah sebenarnya adalah menghargai apa yang sudah dilakukan oleh anak.
9. Dibiarkan jauh dari Anda. Anda sudah ajarkan pada anak tentang siapa nama orang tuanya, tempat tinggalnya, nomor telepon Anda, atau harus menghubungi satpam bila kehilangan Anda. Tapi, bukan berarti Anda memberikan kepercayaan penuh pada anak untuk berada jauh dari jangkauan Anda. Usahakan anak selalu berada dalam pengawasan mata Anda saat berada di tempat umum. Selain Anda tidak mengetahui bahaya apa yang akan mengancam dari lingkungan, hati-hati juga dengan kemampuan logika atau berpikir anak. Kasus anak terjepit eskalator atau jatuh dari lantai atas tidak sedikit, bukan?
10. Tidak mengijinkan anak menjadi anak. Memaksakan selera atau mimpi Anda kepada anak, dilakukan para orang tua dari generasi ke generasi. Segala hal harus sesuai dengan kehendak Anda, jika tidak mau maka teror pun Anda lakukan. Misalnya menurut Anda pakaian t-shirt dengan rok jeans yang warnanya senada itu pakaian yang paling bagus untuk anak. Sedangkan menurut anak rok kotak-kotak berwarna merah dengan t-shirt kuning garis-garis sudah sangat keren. Dengarkan pendapat anak. Ia memang masih kecil, tapi tidak berarti suaranya tidak didengar oleh Anda atau orang dewasa . Saat Anda mau mendengarkan pendapatnya, ini juga menjadi cara untuk ajarkan anak belajar mendengarkan orang lain.

 
1 Comment

Posted by pada September 28, 2011 in PARENTING

 

Kaitkata:

Roseola

sumber : Mayo Clinic

Tinjauan
Roseola adalah penyakit yang disebabkan oleh virus jinak yg
menjangkiti bayi dan anak2 kecil. Roseola ini menyebabkan suhu badan
yg meningkat selama beberapa hari, yang kemudian akan timbul bintik2
merah di tubuh.Dua tipe virus herpes menyebabkan roseola yang biasanya
menyerang anak-anak yg berumur antara 6 bulan hingga 3 tahun, walaupun terkadang menyerang dewasa juga. Hal ini sangatlah wajar, dan pada kenyataannya sebagian besar anak-anak pasti pernah terinfeksi virus
ini pada saat mereka memasuki usia sekolah.Ada sebagian anak yg
mengalami roseola ringan (tanpa adanya gejala penyakit), sementara
sebagian lainnya menunjukkan gejala dan tanda2 adanya roseola ini.
Infeksi dapat terjadi pada saat kapanpun.Roseola bukanlah penyakit
berat. Jarang sekali terjadi komplikasi jika tubuh mencapai suhu yang
tinggi. Penanganannya cukup dengan intirahat,cairan, dan
obat-obatanTanda- tanda dan Gejala
Biasanya tanda dan gejala terinfeksi akan timbul 1 atau 2 minggu
setelah anak Anda mengalami roseola dan terinfeksi virus – jika memang
tanda dan gejala muncul (tidak selalu muncul).

Berikut gejala2 roseola:
Demam. Roseola biasanya diawali dengan demam, sering hingga 103
derajat farenheit/ 39 derajat Celcius. Selain itu,biasanya anak juga
mengalami tenggorokan kering dan idung meler (pada saat atau sebelum
mengalami demam). Selain itu amandel membengkak juga mungkindialami
bersamaan saat demam. Demam berlangsung selama 3 – 7 hari. Bercak
merah di tubuh (Rash). Setelah demam mereda, akan timbul bercak merah
di tubuh (walaupun tidak selalu). Rash ini berbentuk bintik-bintik
atau bercak merah muda yang rata (flat) atau timbul(raised) . Bercak
tersebut kadang dikelilingi oleh garis putih. Bercak akan timbul
pertama kali di pundak, punggung dan perut, lalu menyebar ke leher dan
lengan. Bercak2 ini tidak harus sampai ke kaki dan muka. Bercak ini
tidak menyebabkan gatal dan tidak mengganggu penderita, dan akan
hilang dalam waktu beberapa jam hingga beberapa hari.
Gejala-gejala roseola lainnya:Kelelahan, Rewel, Diare ringan, Nafsu
makan menurun, Kelopak mata bengkak

Penyebab
Penyebab roseola yang paling sering adalah virus herpes tipe 6
(HHV6)atau HHV7. Virus-virus herpes tersebut berhubungan tetapi
berbeda dengan virus herpes yang menyebabkan tenggorokan kering dan
herpes genital. Seperti penyakit lainnya yg juga diakibatkan oleh
virus, contohnya flu, roseola menular melalui air ludah. Contoh, seorang anak yg sehat dapattertular jika menggunakan gelas minum,yang sama dengan anak yg sedang mengalami Roseola, anak yg sehat tersebut dapat tertular.Roseola mudah menular walaupun pada tubuh penderita tidak timbul bercak. Ini artinya, seorang anak yg sedang demam namun belum kelihatan roseola tetap berpotensi untuk menularkan penyakit ini kepada anak lain.Untuk itu, berjaga-jagalah dari kemungkinan anak anda mengalami roseola jika dia berinteraksi dengan anak alinnya yg memiliki penyakit tersebut karena proses penularan penyakit ini kadang tidak jelas.Tidak seperti cacar air (chickenpox) atau penyakit virus lainnya yg cepat menyebar, penyakit roseola jarang menyebar sedemikian cepatnya.

Faktor-faktor Resiko Bayi yang sudah lebih besar (biasanya antara 6 – 12 bulan) paling mudah untuk terkena roseola karena mereka belum
memiliki antibody untuk melawan berbagai jenis virus. Pada saat masih
di dalam kandungan, bayi-bayi mendapat antibody dari ibunya yg akan
melindungi mereka dari paparan infeksi saat dilahirkan. Namun begitu,
sejalan dengan waktu, kekebalan tersebut akan menghilang.Kapan perlu
mengunjungi dokter.

Roseola menyebabkan demam hingga 39 derajat Celsius (103 F) atau lebih. Biasanya DSA memerlukan pengecekan fisik anak untuk menghindari kemungkinan adanya penyakit lain yg lebih serius dari roseola.

Anak anda dapat mengalami kejang demam (febrile seizure) jika dia mengalami demam yg terlalu tinggi, atau kenaikan suhu badan yang terlalu cepat (menyebabkan kita tidak sempat melakukan tindakan-tindakan tertentu untuk menghindari kejang). Jika anak anda mengalami kejang yg tidak diketahui penyebabnya, segera hubungi dokter. Jika anak anda
terjangkit roseola dan demam lebih dari 7 hari, atau jika bercak tubuh
tidak menghilang setelah 3 hari, hubungi dsa anak anda. Apabila
stamina tubuh sedang melemah dan ternyata anda melakukan kontak dengan sesorang yg sedang mengidap roseola, hubungi dokter anda untuk
berjaga-jaga dari kemungkinan anda tertular roseola tersebut, yang
bisa jadi lebih parah dibanding jika seorang anak mengalaminya.

 
Leave a comment

Posted by pada September 21, 2011 in ROSEOLA

 

Kaitkata:

Penyakit Roseola

sumber :http://sehat-enak.blogspot.com/2010/12/penyakit-roseola.html

DEFINISI
Penyakit Roseola merupakan infeksi ringan yang umumnya menyerang anak-anak usia 2 tahun. Walaupun kadang-kadang menyerang orang dewasa.

Sangat umum bahwa kebanyakan anak-anak terinfeksi roseola saat mereka masuk taman kanak-kanak. Dua strain virus herpes menyebabkan roseola. Hanya beberapa anak saja yang menunjukkan gejala ayng serius mengenai roseola, sisanya hanya menunjukkan beberapa gejala ringan. Karena demam ini tidak tergolong serius, perawatan dirumah saja mampu menghilangkannya.

PENYEBAB
Roseola biasanya ditimbulkan oleh banyak macam virus herpes. Seperti flu, penyakit ini juga menular lewat kontak antar manusia. Biasanya anak yang terkena roseola akan menunjukkan bintik-bintik merah di tubuhnya, namun bukan berarti anak yang tidak menunjukkan bintik merah tidak terinfeksi, karena ada juga anak yang hanya menunjukkan gejala demam.

GEJALA
Jika anak Anda melakukan kontak pada seseorang dengan roseola dan terinfeksi virus, biasanya akan memakan waktu satu atau dua minggu tanda-tanda dan gejala infeksi muncul. Gejalanya seperti:

1. Demam
2. Timbul bintik-bintik atau memar-memar merah di kulit.

Dan gejala lain yang menunjukkan kurang sehat pada anak seperti mata bengkak, atau lemas.

PERAWATAN DAN PENCEGAHAN
Kebanyakan anak sembuh dari roseola dalam waktu seminggu dari awal demam. Biasanya dokter akan memberikan obat-obat seperti acetaminophen (Tylenol, others) atau ibuprofen (Advil, Motrin,others).

Sedangkan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan mislanya janga bisarkan dulu anak Anda keluar rumah sampai sembuh. Itu akan meminimalkan penyebaran virus. Bila di rumah banyak orang dewasa yang mengadakan kontak dengannya biasakan cuci tangan sesudahnya karena itu sangat berpotensi menularkan virus.

 
Leave a comment

Posted by pada September 21, 2011 in ROSEOLA

 

Kaitkata:

BILA ANAK TERKENA CAMPAK

Hati-hati bila anak demam dibarengi munculnya bercak merah di
sekitar tubuh. Jangan dianggap enteng, Bu.

Hari itu, di rumah keluarga Ibu Niken terjadi kepanikan. Pasalnya,
kulit Nandia (13 bulan) berbercak merah, bahkan seperti
menghitam. “Memang, beberapa hari ini dia panas tinggi. Tapi, saya
pikir dia demam biasa saja,” ujar Ibu Niken dengan rasa bersalah.

Ternyata, dari pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa Nandia terkena
campak. “Hal itu bisa saja terjadi. Memang adakalanya penyakit campak
tak terlihat karena campaknya belum keluar,” ujar DR.Sri Rezeki H.
Hadinegoro, Dr. Sp.A(K), dari RSUPN Cipto Mangunkusumo.

Apa yang dialami Ibu Niken kerap juga dialami ibu-ibu lain. Mari kita
mengenal campak lebih jauh, agar tak langsung panik saat
menghadapinya.

PNYEBABNYA ADALAH VIRUS

Penyakit campak/measles disebabkan oleh virus Morbili. Pada tahun 60-
an, di Amerika campak merupakan penyakit yang mengakibatkan kematian
400 balita setiap tahunnya. Gejala campak memang agak sulit dideteksi
secara dini. Karena, gejala campak, seperti batuk, pilek, dan demam,
menurut Sri, hampir sama dengan penyakit flu biasa. “Padahal, campak
merupakan penyakit infeksi yang berbahaya.” Bahkan, gejala munculnya
bercak merah di kulit pun hampir mirip dengan karena keracunan obat
atau alergi karena dingin.

Gejala awal penyakit campak ini dimulai dengan adanya batuk-batuk.
Lalu, 1-2 hari kemudian timbul demam yang tinggi dan turun naik
berkisar antara 38-40 derajat, selama lima hari. Biasanya dibarengi
dengan mata merah dan seperti berair.

Pada saat itu pula, biasanya muncul bintik putih seperti Koplik spot
di sebelah dalam mulut. Dan ini biasanya akan bertahan 3-4 hari.
Kadang-kadang juga disertai dengan munculnya diare. Memasuki hari
kelima demamnya akan tinggi sekali. “Pada waktu itulah, bercak merah
mulai keluar.”

Bercak merah campak berbeda dengan bercak biang keringat, misalnya.
Karena, biang keringat tidak dibarengi dengan demam. Bercak-bercak
merah ini muncul secara bertahap dan merambat. Lokasi “khusus” ini
biasanya muncul pertama kali di belakang kuping, leher, dada ke
bawah, tangan, kaki lalu ke muka.

Jadi, terang Sri, bercak-bercak merah ini tak sekaligus muncul ke
seluruh tubuh. Perlu waktu, biasanya seminggu barulah memenuhi
seluruh tubuh. Tetapi, jika daya tahan tubuh anak cukup bagus bercak
merahnya tak terlalu menyebar atau tak terlalu penuh. Umumnya jika
bercak merah ini sudah keluar, demamnya akan turun dengan sendirinya.
Usai itu, kulit kemudian menjadi hitam bersisik, kira-kira selama 2
minggu. Timbul warna kehitaman itu merupakan periode penyembuhan.
Lama-lama tanda hitam itu akan rontok, hilang atau sembuh dengan
sendirinya.

Yang jelas, bercak-bercak merah ini menimbulkan gatal luar biasa.
Yang dikhawatirkan, kata Sri, timbul infeksi karena anak menggaruk
dengan tangan yang tidak bersih. Infeksi ini muncul seperti bisul-
bisul kecil bernanah. Ditambah lagi kebiasaan yang tidak benar dari
para ibu ini, yang tidak memandikan anak yang sedang terkena
campak. “Padahal anak yang campak, bila panasnya sudah turun tetap
harus dimandikan,” tandas Sri. Minimal, dilap handuk basah untuk
membersihkan keringatnya. Dan, usahakan untuk menggunakan sabun bayi
yang tak terlalu merangsang kulit atau yang tak terlalu keras.
Gosoklah seluruh bagian tubuhnya seperti biasa, asal tidak terlalu
keras. Justru, bila anak tak dimandikan, anak akan berkeringat dan
tentu rasanya lebih gatal lagi. “Dengan mandi anak akan merasa
nyaman. Nah, untuk mengurangi rasa gatalnya, sehabis mandi bisa
dibedaki dengan salycyl talc,” papar Sri.

KOMPLIKASI

“Yang terang, disebut campak apabila demam itu berlanjut dengan
timbulnya bercak-bercak merah. Kita sering salah kaprah, bila anak
demam tinggi dan tidak mengeluarkan bercak-bercak merah, menandakan
bahwa campaknya tidak keluar. “Tanpa bercak merah, kendati demamnya
tinggi, namanya bukan campak.”

Anak yang terkena campak ini tergolong sakit berat. Paling tidak
menghabiskan waktu sakit selama tiga minggu. Dan campak ini juga
dikategorikan atas ringan dan berat. Disebut ringan, kata Sri,
apabila setelah keluar campak, demamnya akan turun. “Sedangkan campak
yang berat bila sampai ada komplikasinya. Komplikasi itu bisa terjadi
disepanjang berlangsung penyakitnya,” jelas Sri. Komplikasi terberat
bisa sampai menimbulkan kematian. Radang paru (pneumonia) merupakan
komplikasi yang paling sering mengakibatkan kematian pada anak.

Komplikasi ini bisa terjadi karena virus Morbilli bisa menyebar
melalui aliran darah ke mana-mana. Selain ke kulit, ke selaput lendir
hidung, mulut, pencernaan. Bahkan bila virus itu masuk ke daerah otak
bisa menimbulkan kejang-kejang, kesadaran menurun/ensefalopati.

Bila ke daerah pencernaan bisa menimbulkan diare atau muntah-muntah
sehingga anak kekurangan cairan atau dehidrasi. Selain itu karena ada
sariawan juga membuatnya perih dan tak mau makan. “Umumnya campak
yang berat ini terjadi pada anak yang gizinya buruk,” ujar Sri.

Perlu diketahui, campak ditularkan lewat udara yang terhisap melalui
hidung atau mulut. Karena penularannya terjadi langsung, penyakit
campak menular begitu cepat. Penularan sudah berlangsung 1-2 hari
sebelum keluarnya bercak-bercak merah. Karena itu, anak yang campak
harus diisolasi agar tidak menularkan pada anak yang lain. Ia pun
perlu mendapat istirahat yang cukup. Kemudian, makan bergizi.

PENANGANAN CAMPAK

Anak yang diduga terkena campak harus dipastikan dulu apakah betul-
betul campak atau bukan. Bila diagnosis sudah ditegakkan, dan tak ada
komplikasi, anak cukup dirawat di rumah. “Tetapi, bila sampai terjadi
komplikasi harus dirawat di rumah sakit.”

Yang terang, bila campak tak diobati akan berbahaya karena dampaknya
yang bisa bermacam-macam tadi. Anak pun akan rewel, sulit minum, tak
bisa tidur, bisa kejang, kekurangan cairan, sesak nafas dan
sebagainya. “Jadi jangan punya anggapan bahwa campak didiamkanpun tak
apa-apa. Karena ini termasuk penyakit berat,” tandas Sri.

Dan, pengobatan campak dilakukan untuk mengobati gejalanya. Hal ini
disebabkan karena penyebab campak adalah virus. “Jadi, bukan
mematikan virusnya. Karena begitu gejala penyakitnya timbul virusnya
sendiri sudah tak ada,” jelas Sri. Jadi, anak akan diberi obat
penurun panas untuk demam, obat sariawan untuk sariawan (bila ada),
dan obat diare untuk mengatasi diarenya. Dan obat batuk untuk
mengobati batuknya. Lalu disiapkan pula obat anti kejang bila anak
punya bakat kejang.

Sebaiknya anak berpantang makanan yang merangsang batuk, seperti
goreng-gorengan, permen dan coklat. Selain itu, berilah anak makanan
yang mudah dicerna.

Umumnya bila anak terkena campak akan rentan sehingga mudah sekali
terkena penyakit lain. Misalnya bila di sekitarnya ada yang flu,
radang tenggorokan atau bahkan TBC, maka diapun bisa terkena.
Biasanya masa rentan ini berlangsung sebulan setelah sembuh.

IMUNISASI

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya timbulnya campak
pada anak?

Untuk diketahui, semua penyakit virus itu bersifat endemis. Artinya
penyakit itu tidak mengenal musim, karena bisa muncul sepanjang
tahun. Karena itu, pencegahan dilakukan hanya dengan imunisasi
campak. “Imunisasi pertama dilakukan pada usia antara 6-9 bulan. Lalu
diulang pada usia 5-6 tahun atau ketika sekolah TK atau SD kelas
satu.”

Vaksin campak ini tergolong ringan sekali, tak ada efeknya. Cuma
biasanya setelah satu minggu, badan agak hangat dan adakalanya
diare. “Tapi, vaksin ini lebih ringan daripada vaksin DPT.”

Karena umumnya campak banyak menyerang anak usia balita, itulah
mengapa imunisasi diberikan di bawah usia setahun. Karena itu bila
dalam satu keluarga, misalnya kakaknya yang usia TK terkena campak,
lalu ada adiknya yang masih bayi, orang tua harus ekstra hati-
hati. “Jika adiknya belum diimunisasi akan berbahaya sekali.
Sebaiknya kakak atau adiknya dipisahkan dari rumah, misalnya
dititipkan atau tinggal sementara di rumah nenek atau saudara
lainnya,” saran Sri.

Kemudian, lakukan pemantauan terhadap si adik selama kurang lebih
tiga minggu, apakah tertular atau tidak. Bila adiknya tak terkena
dalam waktu itu, segera berikan imunisasi. “Tapi, bila yang terjadi
dalam waktu 3 minggu itu adiknya terkena campak, tak perlu
diimunisasi tapi harus diobati.” Hal ini disebabkan, lanjut Sri,
vaksin imunisasi merupakan virus yang hidup tapi dilemahkan. Jadi,
kalau sudah tertular virus dalam badannya maka jangan diberikan lagi.

Anak yang sudah mendapatkan imunisasi diharapkan tak terkena campak.
Karena sudah ada imunnya. Kalau toh terkena tak akan sampai berat.
Perlu diingat, “Seorang anak akan terkena campak sekali seumur hidup.
Kalau dikatakan sampai 2-3 kali terkena campak, itu salah, berarti
diagnosisnya tak betul,” kata Sri.

Dan bila masa kecilnya tak terkena campak bisa saja terkena di usia
setelah besar. Kecuali bila daya tahan tubuhnya kuat, ada kemungkinan
tidak terkena.

 
2 Comments

Posted by pada September 21, 2011 in CAMPAK

 

Kaitkata:

Meningkatkan Kemampuan Mengeja Kata

Sumber : http://milissehat.web.id/?p=1792

Beberapa anak mengalami masalah yang cukup pelik dalam hal kemampuan mengeja. Ada beberapa cara yang dapat anda gunakan, dengan hanya menggunakan bahan yang berada di sekitar anda, yang dapat membantu kenikmatan dan ketertarikan anak anda terhadap membaca dan menulis.
Anda dapat membantu anak anda dengan tips-tips di bawah ini:
• Melalui magnet dengan karakter huruf yang biasa di tempelkan pada lemari es, atau dengan karpet lantai dengan karakter huruf, dan lakukanlah permainan kata. Buatlah sebuah kata, dan ambil beberapa huruf dari kata tersebut. Dan mintalah anak anda untuk meletakan huruf tersebut pada tempat yang tepat.
• Bermain dengan menggunakan sejumlah kata, dalam bentuk daftar. Mintalah anak anda untuk menyusun kata tersebut berdasarkan huruf pertama dari setiap kata (misalnya: Cat, Fat, Hat, Mat, dan Sat). Atau anda dapat meminta anak anda untuk menyusun, berdasarkan huruf kedua dari setiap kata (misalnya: bag, beg, big, bog, bug).
• Selain itu, permainan menemukan kata, dapat di pertimbangkan. Berikan anak anda majalah atau Koran, mintalah mereka untuk ditandai atau lingkari setiap kata yang berakhiran –ed, atau kata yang diawali dengan huruf “p”. Berikan permainan yang lebih sulit lagi, tentu saja di dasarkan pada kemampuan anak anda.
• Gambarlah atau gunting gambar dari koran atau majalah secara berpasangan, dimana perbedaan nama benda tersebut hanya 1 huruf (misalnya: pen dan pin). Hal ini bertujuan agar anak dapat membedakan bunyi vokal dari setiap kata yang di ucapkan (a, i, u, e, o).
• Berikan cermin kepada anak anda, sehingga mereka dapat melihat gerakan mulut mereka ketika mereka mengucapkan setiap kata, sehingga ketika mereka menulis kata-kata tersebut mereka dapat membedakan berdasarkan cara mengucapkan, seperti huruf m dan w, p dan g.
• Berikan permaninan yang bertujuan agar anak anda dapat melihat adanya perbedaan antara dua kata yang hampir sama, seperti tap dan tape, hop dan hope, kata yang huruf terakhir dari kata itu, berperan dalam cara mengucapkan seluruh kata tersebut.
• Ajaklah anak anda untuk bermain menyusun huruf, membentuk kata yang lain (anagram), selain nama mereka, atau kata yang lain yang mereka tahu.

 
Leave a comment

Posted by pada September 17, 2011 in MEMBACA

 

Kaitkata:

KAPAN HARUS MENGHUBUNGI DOKTER

sumber : Milis Sehat

DEMAM:

Pada umumnya, demam tidak membahayakan, namun demikian, ada beberapa kondisi
dimana orang tua harus waspada. Pada bayi misalnya, semakin muda usianya,
orang tua harus harus semakin waspada. Tengok patokan umum di bawah ini;
pada bayi yang lebih tua (usia 6 bulan atau lebih), kita baru menghubungi
dokter bila suhunya mendekati 40°C. Pada bayi yang lebih muda, dianjurkan
untuk menghubungi dokter bila suhunya 38°C atau lebih.

. Bila bayi berusia 6 bulan, dengan suhu tubuh ³ 40°C

Selain tingginya suhu tubuh, dokter juga perlu dihubungi pada beberapa

kondisi berikut ini:
- Apabila kondisi anak memburuk
- Demam sudah berlangsung 72 jam
- Susah minum atau tidak mau minum atau sudah mengalami dehidrasi
- Rewel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan
- Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)
- Kejang atau kaku kuduk leher
- Sakit kepala hebat yang menetap
- Sesak napas
- Muntah, diare terus-menerus

SELESMA:
- Demam lebih dari 72 jam
- Batuk lebih dari satu minggu; atau batuk hebat dengan muntah-muntah.
- Rewel dan letargi
- Sesak napas atau tampak kebiruian sekitar bibir dan mulut
- Jarang buang air kecil (lihat dehidrasi) atau tidak mau minum
- Dahak ada darahnya
- “Ingus” hijau kental lebih dari 2 minggu

BATUK:
- Mengalami kesulitan bernapas atau bernapas dengan sekuat tenaga (otot-otot
pernapasan tambahan ikut dikerahkan sehingga tampak otot-otot di sela-sela
iga tertarik ke dalam, otot di atas belikat juga tertarik ke dalam, napas
cuping hidung);
- Kebiruan di bibir, lidah atau wajah;
- Demam tinggi terutama bila tidak ada batuk pilek; sedangkan pada bayi
berusia kurang dari 3 bulan, dokter harus tetap dihubungi (tanpa memandang
tingginya demam);
- Bayi berusia < 3 bulan yang terbatuk-batuk selama beberapa jam;
- Bila terdengar suara whooping saat bernapas sesudah terbatuk;
- Bila batuk ada darahnya (kecuali bila anak baru saja mengalami mimisan,

maka biasanya darah di batuknya tidak perlu dikhawatirkan);

DIARE:
- Popoknya tidak basah selama 8 jam, serta tanda-tanda dehidrasi yang sudah
dikemukakan di atas.
- Demam tinggi.
- Tinjanya berdarah.
- Mengantuk luar biasa, lemas, sulit dibangunkan.
- Bila anaknya mengalami diare kronis.

INFEKSI TELINGA:
Bawa anak ke dokter bila anda mencurigai adanya otitis media. Namun harap
diingat, dokter tidak otomatis akan memberikan antibiotika setiap kali
telinga anak terlihat merah.
- Bayi dan anak kecil berisiko untuk kerap terkena infeksi telinga
- Otitis media tidak selalu harus diobati dengan antibiotika
- Untuk beberapa lama (sampai dengan 3 bulan) sesudah otitis media, akan
terdapat cairan di rongga telinga tengah. Ini merupakan kondisi yang normal
dan tidak membutuhkan pengobatan apapun.

MUNTAH:
Muntah yang tidak disertai dengan gejala lain dan tidak berulang, biasanya
bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Bawa segera anak ke rumah sakit bila:
- Muntah kehijauan.
- Sakit perut selama 6 jam.
- Bintik-bintik merah muda/keunguan yang tidak hilang saat ditekan.

Hubungi dokter bila anak menunjukkan gejala berikut:
- Bayi muntah-muntah selama 6 jam terakhir atau anak selama 12 jam
- Apabila bayi menunjukkan gejala dehidrasi (ubun-ubun besar cekung (bayi),
matanya cekung, bibir kering; buang air kecil sedikit dan berwarna lebih tua
dari biasanya; elastisitas kulit menurun.
- Tidak mau minum.
- Mengantuk luar biasa dan rewel.

KONDISI GAWAT DARURAT: KENALILAH

* Mengantuk luar biasa (drowsiness). Kesadaran agak menurun, kontak mata berkurang. Berbagai rangsangan (termasuk rangsangan
suara) tidak menimbulkan respons dari pihak si anak
* Letargi atau penurunan aktivitas. Anak berbaring lunglai, kaki dan tangan jarang digerakkan. Anak juga tidak tertarik untuk terlibat dalam suatu kegiatan.
* Gangguan napas. Anak bernapas dengan cepat atau merintih saat bernapas, atau setiap kali menarik napas, otot-otot dada tertarik ke dalam.
* Tidak mau minum atau makan (poor feeding). Minum jauh lebih sedikit dari biasanya. Bayi tidak mau menetek atau meneteknya sangat jarang dan hisapannya lemah. Bayi non ASI hanya minum separuh dari kebutuhannya dalam 24 jam. Bayi juga samasekali menolak makan.
* Muntah menyemprot. Muntah ini tidak ada kaitannya dengan makan atau minum, tidak ada pula kaitannya dengan batuk. Muntah kuat terjadi secara tiba-tiba. Pikirkan kemungkinan adanya peningkatan tekanan di rongga kepala seperti yang biasa terjadi pada meningitis.
* Produksi urin berkurang atau dehidrasi berat. Anak buang air kecil kurang dari 4 kali dalam 24 jam (popoknya tetap kering selama 6 – 8 jam).
* Bayi tersedak (bayi tidak bisa bernapas, muka menjadi merah lalu biru).
* Diare terus menerus selama 12 jam terakhir. Muntah-muntah hebat.
* Kondisi lain yang juga perlu untuk dibawa ke unit layanan kesehatan adalah muntah berwana hijau, kejang berulang atau lama, demam tinggi (terutama demam pada bayiberusia kurang dari 6 bulan), hernia, rewel terus menerus dan sulit ditenangkan

 
Leave a comment

Posted by pada September 17, 2011 in GAWAT DARURAT

 

Kaitkata:

Scoring TB

“Diagnosa TB
pada anak yang paling logis, menurut kelompok kerja TBC anak (IDAI, DEPKES &
WHO 2004), adalah dengan sistem skoring. Orang tua bisa melakukan sendiri
kok dalam
menghitung skornya, ada 8 parameter sebagai berikut :
1. Kontak dengan penderita TB (tidak jelas = 0 poin, hanya laporan keluarga
atau kontak dengan penderita yg sudah berobat = 1 poin, kontak dengan
penderita TB aktif = 3 poin)
2. Uji Tuberkolin/ Tes Mantoux (negatif = 0 poin, positif = 3)
3. Berat badan anak berdasarkan KMS (dibawah garis merah atau riwayat BB
turun atau tidak naik 2bln berturut-turut = 1 poin, secara klinis gizi buruk
= 2 poin)
4. Demam tanpa sebab jelas (tidak ada = 0 poin, lebih dari 2 minggu = 1
poin)
5. Batuk berkepanjangan ( 3 minggu = 1 poin)
6. Pembesaran kelenjar di sekitar leher (ukuran lebih dari 1 cm, jumlah
lebih dari 1 buah, tidak nyeri saat di tekan = 1 poin)
7. Pembengkakan tulang/sendi panggul, lutut (bila ada pembengkakan = 1 poin)
8. Foto rontgen (normal = 0 poin, suspect/curiga = 1 poin)
Anak dikatakan positif TB bila skor dari ke-8 parameter di atas adalah
MINIMAL 6 POIN.”

 
Leave a comment

Posted by pada September 16, 2011 in TBC

 

Kaitkata:

Waspada! Kedelai Bisa Sebabkan Kemandulan

sumber : http://www.wolipop.com/read/2011/08/31/131313/1713968/1135/waspada-kedelai-bisa-sebabkan-kemandulan

Jakarta – Kacang kedelai punya banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. Protein pada kedelai telah terbukti untuk mencegah serangan jantung. Bagi para vegetarian, kedelai juga jadi salah satu makanan favorit pengganti daging.

Tapi baik untuk kesehatan tubuh, belum tentu baik juga bagi kesehatan reproduksi. Seperti dilansir Intimate Medicine, sejumlah ahli berpendapat, jika dikonsumsi secara berlebihan, kedelai bisa menaikkan risiko kemandulan baik pada pria maupun wanita. Komponen pada kedelai yang bertanggung jawab terhadap kemandulan adalah isoflavon. Walaupun sangat baik untuk kehalusan kulit, isoflavon bisa memengaruhi produksi sperma pada pria dan gangguan menstruasi pada wanita.

Bagaimana kedelai memengaruhi kesehatan reproduksi manusia? Ini jawabannya.

Efek Buruk Kedelai pada Organ Reproduksi Pria
Peneliti di Harvard School of Public Health telah melakukan percobaan pada responden pria. Responden dibagi menjadi dua kelompok; yang pertama diminta mengonsumsi burger kedelai, dan kelompok lainnya makan burger daging. Setelah tiga bulan penelitian, ditemukan pria yang makan burger kedelai memproduksi sperma 40% lebih sedikit dibandingkan responden yang mengonsumsi daging. Hal ini karena kedelai memengaruhi level testosteron dan dorongan seksual. Meski begitu, kedelai bisa mencegah terkena kanker prostat.

Kedelai Sebabkan Ketidakseimbangan Hormon pada Wanita
Konsumsi banyak kedelai sangat dianjurkan bagi wanita yang sudah mengalami menopause, karena bisa jadi alternatif yang efektif untuk terapi pergantian hormon yang hilang. Jika terapi ini diterapkan pada wanita yang masih di masa subur, bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon, yang bisa berarti dua hal: kelebihan atau kekurangan hormon. Bila ingin diet daging dan menggantinya dengan kedelai, sangat disarankan untuk mengetahui keadaan hormon Anda. Pada umumnya, kedelai tidak cocok bagi wanita yang sedang mengonsumsi pil penambah hormon estrogen, karena bisa menyebabkan levelnya terlalu tinggi di tubuh.

Kedelai juga bisa berdampak pada siklus menstruasi. Sebuah penelitian singkat telah dilakukan Aedin Cassidy, seorang profesor ahli diet dan nutrisi bersama timnya. Dia menemukan bahwa mengonsumsi makanan mengandung kedelai secara rutin selama satu bulan akan memperpanjang siklus menstruasi sampai 2,5 hari.

Kacang kedelai dan produk-produk olahannya, punya efek seperti pil kontrasepsi. Jika mengharapkan kehamilan, sebaiknya hindari mengonsumsi kedelai khususnya saat Anda memasuki masa paling subur. Produk olahan kedelai seperti susu dan tahu, punya kandungan phyto-estrogen yang cukup tinggi. Ini adalah jenis estrogen yang banyak ditemui pada tanaman dan lebih lemah dibandingkan estrogen yang diproduksi tubuh manusia. Phyto-estrogen memblokir sel yang peka terhadap rangsangan estrogen dalam tubuh. Sehingga tubuh tidak bisa menggunakannya untuk reproduksi.

Apakah konsumsi kedelai harus dihindari agar terhindar dari kemandulan?

Kedelai tidak perlu dihindari. Hanya perhatikan jumlah asupannya. Jangan terlalu sering mengonsumsi produk olahan kedelai, atau menjadikannya sebagai bahan makanan utama. Satu hal yang perlu diwaspadai, tidak hanya tahu, tempe atau susu yang menggunakan kedelai sebagai bahan utama pembuatnya. Kedelai juga sering dijadikan bahan tambahan dalam produk-produk olahan lain. Hampir 70% produk makanan di pasaran mengandung kedelai. Contohnya sereal sarapan, mayonnaise, margarin, cokelat, biskuit, roti, sosis, dan sebagainya.

(hst/fer)

 
2 Comments

Posted by pada September 16, 2011 in MANDUL

 

Kaitkata:

Jangan Abaikan 7 Gejala Kesehatan Ini

sumber : http://www.wolipop.com/read/2011/08/25/170809/1711358/1135/jangan-abaikan-7-gejala-kesehatan-ini

Jakarta – Anda perlu waspada dengan setiap gejala yang muncul pada tubuh. Bisa jadi hal tersebut mengarah kepada penyakit serius. Seperti yang dikutip dari mayoclinic, berikut tujuh gejala yang tak boleh diabaikan.

1. Turunnya Berat Badan Secara Drastis
Menurunnya berat badan tanpa perlu usaha yang besar mungkin terdengar seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Sayangnya hal tersebut bisa menjadi pertanda bahwa ada yang salah pada kesehatan Anda.

Jika Anda kehilangan hingga 10 persen dari berat badan selama enam bulan terakhir, segera konsultasikan pada dokter. Penurunan berat badan secara tiba-tiba bisa disebabkan oleh berbagai kondisi seperti tiroid yang terlalu aktif, diabetes, depresi, penyakit hati, atau kanker.

2. Demam Tinggi & Berkepanjangan
Demam bukan selalu berarti tanda bahwa tubuh Anda sedang tidak sehat. Deman memiliki peran penting dalam memerangi infeksi. Namun jika demam yang Anda alami lebih dari tiga hari, Anda harus memeriksakannya ke dokter. Dalam beberapa kasus, demam tinggi lebih dari 39,4 C dan berkepanjangan bisa disebabkan oleh gejala kanker ganas.

3. Sesak Napas
Sesak napas dapat disebabkan oleh penyakit paru obstruktif kronis, bronkitis kronis, asma, pneumonia, gumpalan darah pada paru-paru, serta gangguan jantung dan paru-paru lainnya. Biasanya sesak napas yang berbahaya disertai dengan rasa cemas yang berlebihan sehingga menyebabkan denyut jantung yang cepat, berkeringat dan gejala fisik lainnya.

4. Berubahnya Kebiasaan Buang Air
Buang air besar atau kecil sangat bervariasi pada tiap manusia. Saat Anda menemukan perubahan yang tidak biasa, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter Anda. Perubahan kebiasaan buang air bisa berupa:

- Disertai darah, berwarna pekat dan kental atau padat seperti tinja.
- Diare atau sembelit yang berkepanjangan.
- Keinginan buang air besar yang tidak bisa tertahankan.

5. Kepribadian Berubah
Jika Anda tiba-tiba merasa bingung, kebingungan mengenai waktu dan tempat (disorientasi), memiliki masalah konsentrasi, perubahan perilaku –menjadi lebih agresif– bisa jadi Anda mengalami masalah kesehatan. Perubahan perilaku bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti infeksi, anemia, gula darah rendah, dehidrasi atau kondisi kesehatan mental yang terganggu. Tak jarang, penggunaan obat-obatan memiliki pengaruh terhadap perubahan perilaku ini.

6. Merasa Kenyang Walau Makan Sedikit
Biasanya rasa kenyang ini disertai dengan mual, kembung dan juga demam. Penyebab yang sangat mungkin adalah heartburn (nyeri di ulu hati), Irritable Bowel Syndrome (sindrom iritasi usus), Gastrict Outlet Obstruction, kanker esofagus, dan masalah-masalah perut lainnya.

7. Kilasan Cahaya
Titik terang atau kilasan cahaya bisa menjadi pertanda bahwa Anda migren. Namun dalam kasus lain, gejala ini bisa menunjukkan ada yang salah pada retina Anda. Segera lakukan perawatan medis untuk mencegah kerusakan penglihatan permanen.

(eya/eya)

 
Leave a comment

Posted by pada September 16, 2011 in KESEHATAN

 

Kaitkata:

Berjalan Lebih Cepat Bisa Buat Anda Panjang Umur

SUMBER : http://www.wolipop.com/read/2011/09/05/165159/1716013/1135/berjalan-lebih-cepat-bisa-buat-anda-panjang-umur

Jakarta – Umur hanya Tuhan yang tahu, namun manusia bisa berusaha menjalani gaya hidup sehat untuk memperoleh umur panjang. Banyak cara untuk memperoleh umur panjang seperti; berteman di kantor, berjemur, hobi belanja, hingga bercinta!

Baru-baru ini, sebuah penelitian menemukan bahwa ada cara sederhana untuk memperpanjang umur Anda, yakni dengan cara menambah kecepatan langkah saat berjaan kaki. University of Pittsburgh mengumpulkan data dari 35.000 peserta survei yang semuanya wanita berusia 65 tahun ke atas.

Dikutip dari situs Oprah, mereka yang berjalan lebih cepat 0.1 meter/detik, terhubung dengan penurunan risiko kematian sebesar 12%. Sedangkan mereka yang berusia 75 hingga 84 tahun, 92% dari mereka yang suka berjalan cepat (1.4 meter/detik atau lebih cepat), hidup 10 tahun lebih lama ketimbang mereka yang lebih lambat (35% wanita berjalan lambat = 0.4 meter/detik).

“Alasan mengapa kecepatan bisa mempengaruhi vitalitas seseorang adalah banyak organ dan sistem tubuh bekerja saat kita bergerak lebih cepat: jantung, paru-paru, otot, sendi, tulang dan otak,” ujar Stephanie Studenski, MD, penulis dari studi tersebut.

Ia berspekulasi bahwa suatu saat nanti, kecepatan bergerak akan menjadi tolok ukur dari para dokter untuk mengetahui tingkat kesehatan pasiennya. Berjalan lambat bisa menjadi indikasi masalah kesehatan. Dari kecepatan berjalan juga bisa diatur tekanan darah, diet hingga fitnes yang ideal.

 
1 Comment

Posted by pada September 16, 2011 in PANJANG UMUR

 

Kaitkata:

4 Kebiasaan yang Bisa Memperpanjang Umur

SUMBER : http://www.wolipop.com/read/2011/09/10/123737/1719458/1135/4-kebiasaan-yang-bisa-memperpanjang-umur

Jakarta – Umur manusia memang di tangan Tuhan. Namun menurut penelitian, beberapa kebiasaan baik ini bisa meningkatkan kesehatan tubuh dan memperpanjang umur Anda dari segi medis. Apa saja kebiasaan baik tersebut? Berikut ini jawabannya, seperti dikutip dari Aol Health.

1. Bersihkan Gigi dengan Dental Floss
Menyikat gigi minimal dua kali sehari bisa mencegah gigi dari keropos, gigi berlubang dan pembentukan plak. Ditambah dengan dental floss, Anda punya kemungkinan hidup enam tahun lebih lama. Dalam buku ‘YOU: The Owner’s Manual’, Dr Michael Roizen dan Dr Mehmet C. Oz menulis, flossing dan menyikat gigi setiap hari, ditambah dengan rajin mengecek kesehatan gigi ke dokter secara rutin, bisa membuat Anda hidup lebih lama.

Saat membersihkan sela-sela gigi dengan benang, berarti Anda menyingkirkan bakteri yang bisa menyebabkan peradangan pada gusi. Peradangan pada gusi bisa menghantarkan virus dan bakteri ke jantung, sehingga berpotensi menimbulkan penyakit jantung.

Dalam bukunya ‘The Real Age Makeover’, Roizen juga menemukan studi dari Emory University yang mengungkapkan bahwa orang yang menderita radang gusi dan periodontitis (peradangan atau infeksi pada jaringan penyangga gigi) memiliki angka kematian 23 – 46 persen lebih tinggi dibandingkan mereka dengan gusi sehat.

2. Minum Teh
Minum teh bisa membantu Anda hidup lebih lama, menurut penelitian yang dilakukan hampir di hampir seluruh dunia. Dalam penelitian tersebut, 2.000 wanita China yang minum teh hijau secara rutin (ditambah diet makanan jamur) bisa mengurangi risiko kanker hingga 90 persen. Sementara itu, penelitian 40.000 wanita dan pria Jepang yang minum teh hijau lima cangkir sehari menurunkan kemungkinan mereka terkena stroke dan penyakit jantung.

Teh mengandung kafein dan antioksidan yang punya tingkat kemampuan tinggi melawan kanker. Lebih dari 15 tahun, para peneliti mengamati kebiasaan minum 60 ribu wanita Swedia berusia 40 – 76. Beberapa di antaranya minum sedikitnya dua cangkir teh per hari, sementara lainnya minum teh kurang dari satu cangkir per bulan.

Hasilnya, wanita yang minum teh setiap hari, risiko terkena kanker ovarium lebih rendah 46 persen dibandingkan yang tidak. Para ahli menyarankan minum minimal dua cangkir teh seduh per hari.

3. Konsumsi Vitamin D
Mengonsumsi vitamin D per hari dan Anda mungkin bisa membuat umur lebih panjang. Studi yang dilakukan pada 2007 terhadap 57 ribu orang dewasa di Eropa, Amerika Serikat dan Inggris menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi vitamin D, risiko kematiannya berkurang tujuh persen.

Vitamin D diketahui punya beberapa manfaat bagi kesehatan, antara lain memperkuat sistem imun dan tulang. Vitamin D juga menurunkan risiko diabetes, kanker, tekanan darah tinggi dan penyakit ginjal.

Anda bisa mendapat asupan vitamin D dari sinar matahari (antara pukul 7 – 9 pagi) atau minum tablet/pil vitamin D. Vitamin D juga bisa Anda dapatkan dari ikan mackerel, yogurt, jus jeruk, telur dan keju swiss. Disarankan mengonsumsi vitamin D minimal 400 mg, atau 800 mg bagi usia di atas 70 tahun.

4. Sering Kumpul Bersama Teman
Menghabiskan waktu santai, atau bersenang-senang bersama teman bisa mengurangi risiko kematian mendadak hingga setengahnya, meurut penelitian dari Brigham Young University. “Kurang bersosialisasi, sama tidak sehatnya dengan mengonsumsi 15 batang rokok per hari,” ungkap ketua penelitian, Julianne Holt-Lustad.

Studi yang mengumpulkan informasi dari lebih 300 ribu pastisipan dalam 148 penelitian, menemukan bahwa hubungan pertemanan yang kuat membawa pengaruh sangat positif terhadap kesehatan. Teman bisa menjadi tempat untuk berbagi rasa. Berkumpul bersama teman juga membuat suasana hati senang dan bisa mengusir stres serta kepenatan.

(hst/hst)

 
Leave a comment

Posted by pada September 16, 2011 in PANJANG UMUR

 

Kaitkata:

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 64 pengikut lainnya.