A-Z MAKANAN BATITA


sumber : tabloidnakita.com

A-Z pertanyaan seputar makanan batita dapat Anda temukan jawabannya di bawah ini.
Marfuah Panji Astuti/ berbagai sumber. Foto: Ferdi Dok. nakita
Apa yang bisa dilakukan supaya batita gampang makan?
Jadikan acara makan sebagai aktivitas yang menyenangkan. Dudukkan anak di kursi makan (high chair), gunakan peralatan makan yang menarik, umpamanya ada gambar kartun kesukaannya. Berikan makanan yang fresh, hangat dan berasa. Pisahkan nasi dengan lauknya atau menggunakan piring berpenyekat dan berikan dalam porsi kecil. Jangan ada pemaksaan, seperti dicekok, dipencet hidungnya, dicubit dan sebagainya karena akan membuatnya lebih sulit makan lagi besok-besok, akibat pengalaman buruk itu.
Bolehkah batita makan makanan pedas?
Pengenalan rasa diawali dengan rasa manis kemudian asin, setelah usianya satu tahun boleh dikenalkan dengan rasa asam. Pengenalan rasa pedas sebaiknya setelah anak berusia 5 tahunan. Cabai atau merica sebagai sumber rasa pedas tidak mengandung gizi dan kalori yang cukup. Rasa pedas sekadar aroma penambah selera/rasa. Rasa pedas justru bisa menyebabkan iritasi saluran cerna pada anak-anak.
Cukupkah asupan gizi anakku?
Berikut tabel angka kebutuhan gizi untuk batita per hari yang disarankan:
1 tahun 2 tahun 3 tahun Porsi
Kalori yang dibutuhkan 1.000 kal 1.200 kal 1.400 kal
Nasi 260 kal 350 kal 437 kal 3/4 gelas
Lemak hewani 142 kal 142 kal 190 kal 1 ptg 1 ptg
Lemak nabati 40 kal 80 kal 120 kal 1 ptg 1 ptg
Sayur 75 g 75 g 100 g 1 gls 1 gls
Buah 40 kal 40 kal 40 kal 1 ptg 1 ptg
Susu bubuk 30 g 30 g 30 g 1 gls 1 gls
Gula pasir 30 g 30 g 30 g 2,5 sdm 2,5 sdm
Biskuit 2 buah 2 buah 3 buah 3 buah 3 buah
Minyak 90 kal 135 kal 135 kal 3 sdm 3 sdm
Dari mana saja sumber gizi yang dibutuhkan batita?
Karbohidrat Nasi, jagung, singkong, roti, mi, kentang, havermout, sagu
Protein hewani Daging sapi, ayam, ikan, keju
Protein nabati Kacang-kacangan, tahu, tempe
Sayur Bayam, buncis, kol, kangkung, oyong dan sebagainya.
Buah Apel, pisang, pepaya
Susu
Gula pasir
Biskuit
Minyak
Etiket makan batita, apa sajakah itu?
Sejak usia batita, di saat anak mulai makan sendiri, etiket makan harus dikenalkan. Berikut di antaranya: makan di meja makan atau high chair untuk batita. Mulai dengan berdoa. Kalau perlu, pasang celemek/serbet makan di dadanya. Gunakan sendok dengan tangan kanan dan garpu dengan tangan kiri. Makan jangan sambil bicara supaya tidak tersedak.
Food jag, apakah itu?
Food jag biasa dialami anak batita. Di usia 1-3 tahun anak hanya menggemari satu jenis makanan saja, umpamanya sejak awal ia dikenalkan pada chicken nugget, karena merasa enak, ia akan meminta makanan itu terus tiap kali makan.
Gizi mikro, apa maksudnya?
Yang dimaksud gizi mikro adalah vitamin dan mineral. Paling sering dialami anak adalah kekurangan zat besi. Akibatnya anak menderita anemia yang ditandai dengan konsentrasi lemah, lesu, dan apatis. Yang juga sering terjadi adalah kekurangan vitamin A, sehingga penglihatan terganggu karena rabun ayam atau rabun senja.
High chair, apa manfaatnya?
High chair adalah kursi makan yang khusus didesain untuk anak-anak. Di usia batita, anak sedang belajar makan sendiri. Namun, makan di meja makan mungkin terlalu sulit untuknya karena posisinya terlalu tinggi. Dengan menggunakan high chair batita bisa duduk dengan dada sejajar meja makan, sehingga lebih nyaman.
Inginnya hanya makan dengan lauk “seadanya”, sehatkah?
Di usia ini banyak anak hanya mau makan dengan lauk “seadanya”, seperti nasi dengan ceplok telur/nugget/sosis, nasi dengan kecap, nasi dengan kerupuk dan sejenisnya. Tentu saja kebiasaan ini tidak boleh dibiarkan. Dengan hanya mengonsumsi nasi berlauk “seadanya”, kebutuhan gizi batita jelas tidak tercukupi. Untuk menyiasatinya variasikan menu kegemarannya dengan bahan makanan yang mengandung nilai gizi cukup. Contoh, haluskan daging dengan sayuran kemudian buat perkedel. Bila hanya hanya menggemari kecap, olah tempe, kacang panjang, udang, ayam dengan bumbu kecap. Buatlah makanan dalam bentuk semenarik mungkin sehingga membangkitkan selera makan anak.
Junk food bolehkah dikonsumsi setiap hari?
Junk food banyak dijual dalam bentuk makanan siap saji. Biasanya anak menggemari makanan ini karena rasanya yang gurih serta kebiasaan orangtua mengajak anak menyantapnya di resto siap saji. Konsumsi junk food setiap hari jelas tidak sehat karena makanan seperti itu biasanya padat kalori, tinggi lemak dan garam namun kurang seimbang nilai gizinya. Kalau anak memang menggemarinya, orangtua bisa menyiasati dengan mengolahnya sendiri sehingga makanan yang disajikan lebih sehat, tidak mengandung garam tinggi dan penyedap rasa lainnya.
Kebiasaan menyemburkan makanan, bagaimana mengatasinya?
Beberapa hal bisa menjadi penyebab anak suka menyembur-nyemburkan makanan. Di antaranya, makanan terasa asing di lidah anak, bosan dengan menu itu-itu saja, mencari perhatian, sampai sekadar iseng. Bila dibiarkan saja pertumbuhannya tidak akan optimal karena makanan yang dibutuhkan tubuh lebih banyak terbuang. Selain itu anak jadi tidak belajar menghargai makanan dan terbiasa mencari perhatian dengan cara yang tidak tepat. Cara mengatasinya sesuaikan dengan faktor penyebabnya. Contoh, kalau anak bosan, variasikan menu makanannya; kalau makanan terasa asing, kenalkan secara perlahan dan seterusnya.
Lima prinsip pemberian makan anak, apa sajakah itu?
Batita mulai belajar makan sendiri, menggunakan sendok/garpu sendiri. Selain itu batita juga mulai dikenalkan pada aneka rasa makanan rumah. Supaya semuanya berlancar lancar, ada lima prinsip yang harus dikenalkan, yakni: training (latih anak makan pada tempatnya), entertaining (jadikan acara makan sebagai aktivitas yang menyenangkan), variety (biasakan makan dengan variasi menu sehingga anak tidak bosan), healthy (berikan makanan yang sehat, kalau bisa dimasak sendiri sehingga bebas pewarna dan pengawet), dan jadwal (biasakan anak makan teratur 3 kali sehari).
Mengapa anak batita banyak yang tidak suka makan sayur?
Meski begitu banyak zat-zat bermanfaat yang didapat dari sayur, tapi umumnya batita tidak suka sayur. Bisa jadi karena rasa sayur ada pahit-pahitnya. Belum lagi pemaksaan orangtua supaya anak mau makan sayur, akhirnya membuat anak trauma. Untuk sementara, gantilah makan sayur dengan buah-buahan yang rasanya lebih disukai anak. Fungsi buah dan sayur relatif sama sehingga bisa saling menggantikan. Untuk menyiasatinya, “sembunyikan” sayur dalam berbagai olahan, seperti cake kentang, perkedel wortel, omelet bayam dan sebagainya.
Normalkah anak yang tidak lapar-lapar?
Ini kerap terjadi pada batita, meski jam makannya sudah lewat anak masih anteng bermain. Beberapa hal bisa menjadi penyebab, di antaranya, anak merasa “tersiksa” waktu makan karena orangtua selalu memaksanya makan makanan yang tidak disukainya, anak keasyikan bermain sehingga lupa makan, waktu makannya memang tidak teratur, anak suka ngemil atau banyak minum susu sehingga merasa kenyang meski belum makan makanan utama.
Overweight pada batita, apa maksudnya?
Yang dimaksud overweight pada batita adalah kelebihan 110%-120% dari berat badan normal. Berikut tabel berat badan normalnya:
Usia (tahun) BB anak laki-laki BB anak perempuan
< 1 Sekitar 11 kg Sekitar 10 kg
2 Sekitar 12 kg Sekitar 11 kg
2, 5 Sekitar 13 kg Sekitar 13 kg
3 Sekitar 14 kg Sekitar 14 kg
Picky eater, apa maksudnya?
Picky eater adalah kebiasaan memilih-milih makanan. Kebiasaan ini khas di usia batita. Tip berikut bisa digunakan untuk mengatasinya: dip it (buat saus mayonaise, ajak anak untuk mencelupkan sayuran rebus ke dalamnya), spread it (ajari anak mengoles keju atau selai ke atas roti), drink it (buat minuman yang menyehatkan seperti jus buah, milk shake), package it (cetak makanan/sayur dalam bentuk menarik, sehingga makanan bernutrisi tinggi dapat tersamarkan), share it (sesekali makanlah beramai-ramai dengan mengundang teman/saudara, anak biasanya lebih bersemangat kalau makan ramai-ramai.)
Quick serve, apa maksudnya?
Hidangkan segera makanan yang telah selesai diolah. Pada umumnya orang lebih menyukai hidangan yang masih segar dan hangat, apalagi si batita yang sedang memasuki masa sulit makan. Nasi hangat yang masih mengepul tentu rasanya lebih enak ketimbang nasi dingin yang sudah keras, begitu juga sayuran yang baru matang lebih segar daripada yang sudah dihangatkan beberapa kali.
Rakus kalau makan di luar, apa sebabnya?
Meski biasanya terjadi di atas usia 3 tahun, tapi banyak juga batita yang terlihat "rakus" kalau diajak makan di luar. Penyebabnya antara lain, makanan di restoran biasanya diolah dengan bumbu penyedap dalam jumlah banyak sehingga rasanya lebih "nendang" dibanding makanan rumah. Suasana makan di restoran biasanya lebih menyenangkan. Untuk mengatasinya pindahkan suasana makan di luar itu ke rumah. Sediakan piranti makan yang menarik, sajikan makanan dalam bentuk yang menyenangkan, coba berbagai resep baru dan presentasikan layaknya di restoran.
Susu, seberapa penting di usia batita?
Setelah anak mengonsumsi makanan padat, susu sekadar pelengkap, bukan yang utama lagi. Di usia batita kebutuhan anak tidak cukup kalau hanya dari susu saja, anak juga butuh gizi seimbang dari karbohidrat, protein, lemak, air, vitamin dan mineral. Di atas usia satu tahun, susu hanya dianjurkan dikonsumsi 2-4 gelas sehari. Kalau konsumsi makanan kurang, pilih susu berkalori tinggi.
Tak suka nasi, apa harus dilakukan?
Jika batita tak suka nasi, ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebabnya. Di antaranya, anak tidak melewati fase pemberian makanan secara baik di usia sebelumnya, atau bisa juga anak tidak suka nasi tanpa bisa dijelaskan alasannya. Orangtua tak perlu cemas kalau si batita tak suka nasi, selama ia masih mau makan sumber karbohidrat lainnya seperti roti, mi, kentang, makaroni dan sebagainya.
Ubah kebiasaan si batita makan sambil jalan, bagaimana caranya?
Bagi batita yang sedang dalam fase eksplorasi, makan sambil jalan-jalan tentulah sangat menyenangkan. Tapi dampaknya anak jadi tidak belajar proses makan dengan benar. Kebiasaan ini dimulai dari usia sebelumnya. Untuk mengubahnya orangtua harus melakukan secara bertahap. Contoh, makan pagi dan siang di rumah, makan sore di taman. Ubah-ubah terus jadwal itu sampai anak merasa sama nyamannya makan di meja makan dan sambil jalan-jalan. Seiring dengan itu biasakan anak ikut makan bersama keluarga di meja makan. Kalau sesekali ia masih jalan-jalan di ruang makan, perbolehkan. Tapi kalau mengajak jalan keluar rumah, jangan dituruti. Bila pola ini dilakukan secara konsisten, anak akan belajar bahwa makan memang seharusnya di meja makan.
Variasi makanan seperti apa yang disarankan untuk batita?
Supaya makanannya cukup bervariasi dan mudah pengaturannya, buatlah siklus menu, contohnya untuk 5 hari. Makanan yang disajikan di hari pertama akan terulang lagi di hari ke-6.
Hari ke Contoh menu
1 Aneka sup (sup daging, sup ayam, sup ikan, sup sosis)
2 Aneka cah (cah kangkung, cah brokoli, cah jamur)
3 Aneka gorengan (ikan/ayam goreng, nugget tahu telur)
4 Aneka tumis (tumis udang taoge, tumis tahu/tempe)
5 Aneka panggang (panggang sayuran, ikan panggang)
Wajarkah bila anak batita suka ngemil?
Pada dasarnya camilan dibuat sebagai makanan selingan. Kalau batita terlalu suka ngemil, dikhawatirkan ia sudah merasa kenyang meski belum makan makanan utama. Akibatnya, kebutuhan gizi dan nutrisinya tidak terpenuhi. Camilan berkadar gula tinggi seperti kue-kue manis akan membuat anak terus merasa kenyang. Snack dalam kemasan berasa gurih bisanya mengandung kadar garam yang tinggi sehingga tidak baik bagi kesehatan anak.
Xeroptalmia, apakah itu?
Penyakit mata yang disebabkan kurangnya vitamin A. Kebiasaan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin, termasuk vitamin A harus dimulai sejak batita. Vitamin A banyak terkandung dalam buah dan sayur berwarna kuning kemerahan seperti jeruk, pepaya, wortel. Masukkan buah dan sayur dalam menu anak setiap hari.
Yang harus diperhatikan saat menyusun menu untuk batita apa saja?
Ada beberapa hal yang harus jadi perhatian orangtua, di antaranya:
- Kenalkan hanya satu jenis makanan baru dalam satu waktu makan.
- Sajikan makanan dalam porsi kecil. Kalau masih kurang, nanti boleh tambah setelah porsi pertamanya habis.
- Tunjukkan gambar/foto menu makanan yang menarik dari buku resep, biarkan ia memilih salah satu di antaranya.
- Hindari makanan yang keras seperti kacang kedelai goreng atau daging yang alot karena bisa mengurangi selera makannya.
Zat pewarna, penyedap, pemanis, pengawet, bolehkah dikonsumsi anak batita?
Penggunaan zat pewarna, penyedap, pemanis dan pengawet sebaiknya dihindari. Untuk makanan rumah gunakan bahan-bahan alami, misalnya pewarna dengan menggunakan daun suji, penyedap dengan menggunakan bumbu alami berkualitas sehingga cita rasa masakan terasa sedap meski tanpa bumbu penyedap. Penambahan zat pewarna/pemanis/penyedap/pengawet dalam jangka panjang bisa menyebabkan masalah. Contoh, penyedap MSG menyebabkan gangguan yang dikenal sebagai chinese restaurant syndrome, pemanis menyebabkan batuk, pewarna yang tidak aman bersifat karsinogenik, dan seterusnya.

About these ads

One thought on “A-Z MAKANAN BATITA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s