KAPAN GIGI SUSU MESTI DICABUT?


sumber : milis balita-anda
drg. Gandung Perkasa A.
(artikel dari Harian Pikiran Rakyat, Bandung)

Gigi susu atau gigi sulung, yang oleh awam lebih dikenal sebagai ‘gigi
anak-anak’, keberadaannya sering dianggap sepele dengan asumsi kalau ada
apa-apa, toh masih ada penggantinya. Bahkan, orang tua sering mempunyai
persepsi yang keliru, datang ke dokter gigi meminta gigi anaknya untuk
segera dicabut karena kondisinya yang berantakan atau karies di banyak
permukaan gigi.

Memang, gigi susu kelak pada saatnya akan diganti dengan gigi tetap. Namun,
ini bukan berarti begitu ada kerusakan lalu satu-satunya alternatif harus
dicabut. Gigi susu mempunyai ‘jatah waktu’ tertentu untuk tanggal sehingga
keberadaannya harus dipertahankan sampai tiba saatnya untuk tanggal.

Meskipun kerusakannya sudah parah, dokter gigi masih akan berusaha
mempertahankan. Bahkan, bila memungkinkan, akan dilakukan perawatan seperti
aplikasi fluor ataupun penambalan. Bila dokter gigi tidak mengabulkan
permintaan orang tua untuk mencabut gigi anaknya meskipun kondisinya
dianggap sudah sedemikian parah, itu karena memang ada pertimbangan tertentu
sehingga belum diindikasikan untuk dicabut.

FUNGSI ISTIMEWA
Gigi susu mempunya fungsi istimewa yang tidak dimiliki gigi tetap. Sama
halnya dengan gigi tetap, gigi susu secara umum berfungsi membantu proses
pencernaan, pengucapan, dan estetika. Di samping itu, fungsi istimewa yang
tidak dimiliki oleh gigi tetap adalah sebagai petunjuk gigi tetap agar kelak
tumbuh (erupsi) pada tempatnya dan menjaga pertumbuhan lengkung rahang.

Bila gigi susu tanggal sebelum saatnya, baik karena karies ataupun dicabut,
gigi tetap yang akan tumbuh tidak mempunya petunjuk sehingga sering salah
arah dan rahang yang ditinggal gigi susu jauh sebelum saatnya. Ini akan
mengalami penyempitan sehingga tidak cukup untuk menampung semua gigi dalam
susunan yang teratur. Akibatnya, susunan gigi-geligi menjadi crowded (tidak
beraturan).

PERIODE PERTUMBUHAN GIGI
Orang tua yang mengetahui periode pertumbuhan gigi-geligi – baik gigi susu
maupun gigi tetap – akan sangat membantu. Bukan hanya dalam segi perawatan
dalam menjaga kebersihannya, tetapi juga mencegah agar anak-anak tidak
melakukan kebiasaan buruk, mis. mengisap jempol yang bisa mengakibatkan gigi
depan maju (tonggos), menggigit pensil atau benda lain yang bisa mengikis
email atau timbulnya celah gigi (distema).

Gigi susu yang tumbuh pertama kali adalah gigi seri tengah rahang
bawah. Biasanya tumbuh saat bayi berusia sekitar enam bulan. Hal ini
sering ditandai dengan gejala bayi sering rewel, bahkan badannya disertai
panas. Gusinya terasa gatal sehingga ingin menggigit setiap benda yang
dipegang. Untuk mengatasinya, bayi tsb. bisa diberi mainan yang lunak dan
dijauhkan dari benda-benda yang membahayakan keselamatannya.

Gigi susu diharapkan sudah tumbuh lengkap saat anak berusia dua
tahun. Kadang-kadang, ada bayi yang usianya belum genap enam bulan giginya
sudah mulai tumbuh, sedangkan yang lain sudah menginjak satu tahun giginya
belum tumbuh sama sekali. Kondisi ini tidak perlu dirisaukan karena ada
pengaruh beberapa faktor, mis., nutrisi, hormonal, ataupun keturunan.

Gigi susu bila tumbuh lengkap berjumlah dua puluh gigi yang macamnya terdiri
dari gigi seri, taring, dan geraham. Gigi geraham pada gigi susu hanya satu
macam, sedangkan pada gigi tetap terdapat dua macam sehingga dibedakan
menjadi ‘gigi geraham besar’ (GGB) dan ‘gigi geraham kecil’ (GGK).

Gigi tetap bila tumbuh semua (termasuk gigi bungsu/geraham ketiga/terakhir)
berjumlah 32 gigi. Jumlah yang lebih besar ini disebabkan pada gigi tetap
dijumpai GGK dan gigi geraham besar ketiga (gigi bungsu). Saat gigi susu
tanggal, biasanya bersamaan dengan saat gigi tetap tumbuh, tetapi ada
pengecualian pada GGB.

Patut digarisbawahi bahwa GGB pertama mulai tumbuh pada umur enam sampai
tujuh tahun. GGB ini bukan gigi pengganti. Artinya, gigi ini langsung
muncul pada deretan di belakang gigi-gigi susu, baik pada raham atas maupun
rahang bawah. Jadi, gigi ini (dan juga GGB lainnya) tumbuh tidak
menggantikan gigi susu, sedangkan gigi lainnya (GGK, taring, dan seri) akan
tumbuh menggantikan gigi pendahulunya (gigi susu).

Banyak kasus menunjukkan bahwa orang tua sering kecolongan karena tidak
mengetahui gigi putra-putrinya sudah rusak parah. Padahal, gigi ybs.
merupakan gigi tetap. Selain itu, letak gigi-geligi secara keseluruhan
tidak beraturan sehingga mengganggu bukan hanya secara estetika tetapi juga
fungsinya.

Sebagai patokan utama, ketika anak mulai masuk TK, anak perlu lebih
diperhatikan secara intensif. Usia 5,5 – 11 tahun adalah periode gigi
campur. Gigi kelihatan tidak beraturan karena berada pada masa peralihan
saat tanggalnya gigi susu dan saat tumbuhnya gigi tetap. Usia ini dianggap
rawan dan penentu. Kelainan gigi-geligi bisa terdeteksi saat ini yang juga
merupakan saat yang tepat untuk mengoreksinya.

Sesungguhnya, hal ini tidak perlu dikhawatirkan sejauh rahang cukup
menampung semua gigi yang tumbuh. Bila ada gigi yang ‘nakal’ tumbuhnya,
biasanya masih bisa ditangani tanpa perlu bantuan alat. Si anak dianjurkan
untuk mengembalikan posisi gigi ke posisi gigi semula dengan bantuan
lidahnya.

Namun bila posisi gigi mengganggu sedemikian rupa, baik untuk fungsi maupun
estetika secara ‘serius’, inilah saat yang tepat untuk mengaturnya dengan
perawatan pengawatan (orthodonti). Seusia anak-anak masih memungkinkan
untuk dilakukan perawatan secara maksimal mengingat tulang anak-anak masih
dalam periode pertumbuhan sehingga masih bisa dibentuk dan
diarahkan. Dengan demikian, kemungkinan keberhasilannya lebih besar.

KAPAN MESTI DICABUT?
Anak-anak belum mampu merawat gigi-geliginya secara maksimal dan tentunya
peran orang tua sangat menentukan. Begitu gigi susu menunjukkan gejala
mulai tumbuh, saat itu juga harus mulai diperhatikan.

Ketika gigi susu telah tumbuh dan sementara si anak masih minum ASI ataupun
susu botol, jangan lupa untuk membersihkan giginya dengan cara mengusapnya
dengan
kain atau tisu yang telah dibasahi air ketika dia akan tidur. Email gigi
susu lebih tipis dibandingkan gigi tetap karena itu tidak mengherankan bila
gigi anak-anak sangat mudah mengalami karies. Apabila membiarkan mereka
tertidur dalam keadaan rongga mulut terdapat sisa-sisa susu atau makanan,
hal ini akan ikut memperparah keadaan.

Anak-anak harus dibiasakan menyikat giginya secara benar dan teratur sejak
dini. Selain itu, akan sangat bijaksana jika mulai mengenalkannya dengan
dokter gigi meskipun tidak mengalami kerusakan atau kelainan
apa-apa. Bahkan, kedatangannya pertama kali tidak diapa-apakan, suasana
keramahtamahan akan membuatnya bersahabat dengan dokter gigi, dan segala
pernak-perniknya’. Hal ini akan membuat sia anak merasa ‘nyaman’ sehingga
kelak tidak mengalami kesulitan bila harus melakukan perawatan. Kesan
trauma bisa timbul bila anak dibawa ke dokter gigi dalam kondisi ‘kesakitan’
serta dipaksa melakukan perawatan yang justru akan membuatnya kapok.

Gigi susu harus dicabut bila sudah terjadi resorbsi akar gigi susu oleh gigi
tetap di bawahnya yang akan tumbuh. Biasanya ditandai dengan kegoyahan
gigi. Pencabutan akan memberi kesempatan gigi tetap tsb. tumbuh dengan
leluasa.

Namun, meskipun gigi susu belum goyah sama sekali bahkan masih kuat
tertanam, sementara gigi tetap telah terlihat mulai tumbuh, gigi susu tsb.
juga harus segera dicabut. Kondisi seperti ini disebut presistensi
(kesundulan). Keterlambatan pencabutan mengakibatkan gigi akan tetap
terhambat pertumbuhannya. Sama halnya dengan pencabutan yang belum saatnya,
kondisi ini juga bisa mengakibatkan gigi-geligi susunannya tidak beraturan.

Sering dijumpai, gigi taring tetap atas seseorang, tumbuh tidak pada
tempatnya (gingsul). Kondisi ini kadang bisa mempermanis penampilan
seseorang. Namun, bila letaknya sedemikian rupa sehingga mengganggu
penampilan, hal ini akan menimbulkan rasa risih.
Beberapa kasus menunjukkan bahwa hal tsb. ternyata diakibatkan ybs. masih
menyimpan gigi taring-gigi susu di bawahnya. Hal ini bisa terjadi karena
bagi orang awam kadang tidak bisa membedakan secara pasti antara gigi susu
dan gigi tetap karena tidak mengalami kegoyahan dan dianggap gigi tetap
sehingga ‘disimpan’ lalu menghalangi gigi taring yang akan tumbuh. Dengan
demikian, akan sangat membantu bila orang tua bisa membedakan gigi susu
dengan gigi tetap. Secara sepintas, gigi susu bisa dibedakan dengan gigi
tetap karena warnanya lebih putih, bentuknya lebih kecil, dan permukaannya
cenderung menguncup.

About these ads

6 thoughts on “KAPAN GIGI SUSU MESTI DICABUT?

  1. kok gigi anak saya belum tumbuh pdhl sudah 1 th lebih,boleh ngak di beri perangsang,ada efek samping tak?

  2. gigi tetap anak saya sudah tumbuh.tp gigi susunya masih belum goyang.kemudian saya bawa ke puskesmas untuk minta di cabut tapi sama perawatnya suruh nunggu sampai giginya goyang.saya jadi bingung harus bagaimana

  3. gigi susu (2 gigi seri bagian atas) anak saya sudah di cabut karena pada waktu itu goyah, alasannya untuk memberikan ruang untuk gigi tetap yang akan tumbuh. tp sampai sekarang kira-kira 6 bulan semenjak gigi susu dicabut gigi tetapnya tak kunjung tumbuh juga, apakah ada gangguan terhadap gigi anak saya

  4. Kalau anak 2 tahun, gigi depannya tanggal 1 buah karena jatuh. Apakah gigi tetapnya akan tumbuh diumur 5 tahun?. Mhn informasinya. Terima kasih

  5. 2 Gigi susu depan atas anak saya sudah goyang tapi copotnya kok lama ya..gimana ?apa perlu dicabut atau menunggu gigi tetap tumbuh dulu

  6. anak saya berumur 5 thn 7 bln. saat ini gigi atas depannya blm tanggal tetapi sdh tumbuh 2 calon gigi baru dibelakang gigi susu-nya. Apakah gigi susunya hrs sy cabut atau didiamkan sy hingga tanggal dgn sendirinya..terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s