RSS

Arsip Bulanan: Juni 2010

Menggendong Bayi Bisa Membuat Cerdas

sumber : Artikel diambil dari: republika.co.id, 28 Juli 2008
Untuk bayi yang sering digendong, sering timbul istilah”bau tangan”. Para
ibu muda yang baru memiliki bayi sering dinasihati jangan terlalu sering
digendong, nanti membuatnya manja. Sebenarnya, keinginan bayi untuk
digendong merupakan hal yang alami.

Selama sembilan bulan dalam kandungan ibunya, seorang bayi seolah berada
dalam ayunan. Sehingga ketika lahir, dia mencari kenyamanan yang sama dengan
digendong. Menurut Karen Sokal-Gutierrez, MD, staf pengajar School of Public
Health, University of California Berkeley mengatakan, bayi di bawah usia
tiga bulan memang terlihat sangat membutuhkan bantuan orang yang ada
disekitarnya.

Berbagai kajian ilmiah menunjukkan, ketika bayi-bayi menangis segera
digendong dan diperhatikan kebutuhannya, timbullah perasaan aman. Stres dan
kecemasannya berkurang dan akhirnya, bayi menangis lebih sedikit. “Jadi
menggendong bayi yang menangis itu bagus, tidak akan memanjakannya,”
ujarnya. Lebih lanjut, Gutierrez yang juga Ketua Komisi Early.

Childhood Adoption and Dependent Care pada American Academy of Pediatrics
itu menjelaskan, sebagian dokter ahli anak menyebut periode tiga bulan
pertama hidup bayi sebagai ‘trimester keempat kehamilan’. Bayi-bayi muda
akan merasa lebih nyaman di dalam lingkungan yang mirip rahim ibu, tempat di
mana mereka selalu didekap erat, selalu hangat dan diayun-ayun. Maka secara
alamiah mereka merasa aman dan nyaman jika digendong, dibedong dan ditimang.

Tapi, setelah usia tiga bulan, bayi-bayi ingin sedikit mandiri. Mereka masih
senang digendong, tapi kadang tertarik juga mengamati dan menjelajah
sekitar. Bayi usia empat bulan bisa ditelentangkan supaya menggerak-gerakkan
lengan dan menjangkau kakinya. Atau, ditengkurapkan supaya berlatih
mengangkat kepala dan dada.

Dia menekankan, setiap bayi dan orangtua berbeda. Ada bayi yang perlu
segudang perhatian, ada yang senang tidur melulu atau main sendiri. Ada
orangtua yang tak bosan-bosannya menggendong bayi, ada yang ingin bayinya
belajar mandiri dengan bermain dan tidur sendiri. Budaya yang berbeda punya
kebiasaan berbeda pula. Para orangtua perlu menetapkan apa yang cocok dan
paling memungkinkan untuk mereka dan bayinya.

Pam Leo, seorang parent educator di Gorham, Maine, Amerika Serikat
mengungkapkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi-bayi yang
digendong sepanjang waktu, dan terpenuhi semua ebutuhan-atas-sentuhannya
sepanjang tahun pertama tidak menjadi bayi yang lengket atau terlalu
tergantung pada orang. Sebaliknya bayi-bayi tersebut lebih jarang menangis,
tumbuh lebih bahagia, lebih cerdas, lebih mandiri, lebih penuh kasih dan
lebih ramah ketimbang bayi-bayi yang kebanyakan ditaruh di kursi, di buaian,
di tempat tidur atau di alat bantu lainnya yang tak memerlukan kontak dengan
manusia.

Menggendong bayi juga diyakini sebagai bagian vital dari rencana biologis
alam dalam menciptakan ikatan kasih sayang ibu-bayi, serta amat penting bagi
pengembangan kepercayaan, empati, belas kasih dan hati nurani. “Penelitian
menegaskan menggendong bayi manusia mengembangkan kecerdasan dan kapasitas
bayi dalam hal kepercayaan, kasih sayang, keintiman, cinta dan kebahagiaan,”
tuturnya. (rin)

 
2 Comments

Posted by pada Juni 25, 2010 in NEW BORN

 

Kaitkata:

Infeksi Saluran Kemih

sumber : http://www.medicalera.com/index.php?option=com_myblog&show=infeksi-saluran-kemih-pencegahan-dan-perawatanhtml&blogger=Diana&Itemid=314

Infeksi Saluran Kemih atau UTI, dikarenakan sekumpulan mikroorganisme di saluran kemih dalam jumlah tertentu yang merusak atau mengganggu. Apabila hanya ureter dan kandung kemih dipengaruhi, ini disebut infeksi saluran kemih bagian bawah (lower urinary tract infection). apabila ureter dan ginjal dipengaruhi, disebut infeksi saluran kemih bagian atas (upper urinary tract infection).

Apa yang Menyebabkan Infeksi Saluran Kemih (UTI – Urinary Tract Infection)?

UTI biasanya disebabkan oleh bakteri yang biasanya terdapat pada tumbuhan, pada bagian tubuh yang terbuka dan di dalam pencernaan, sebagai contohnya bakteri Escherichia Coli. Seringnya bakteri memasuki saluran kemih jalan masuk ke ureter. Wanita lebih mudah terkena infeksi saluran kemih karena mereka memiliki ureter yang lebih pendek ke dalam kandung kemih.

Penyakit Chlamydia, Gonorrhea, Syphilis tidak bisa disebut UTI, meskipun infeksi ini seringkali mempengaruhi saluran kemih.

Cacatnya saluran kemih dapat membuat seseorang mudah terjangkit penyakit UTI, seperti penyempitan atau penyumbatan di ureter dan cacat ini akan menyebabkan jumlah air berkurang dari kandung kemih ke ureter. Kerusakan fisik di saluran kemih dapat mempermudah bakteri berkoloni dan  membuat infeksi.

Penggunaan kateter atau alat lain di saluran kemih dapat menyebabkan bakteri dan juga menyebabkan kerusakan dan memberikan kesempatan pada bakteri untuk menginfeksi.

Gejala Infeksi Saluran kemih

UTI dapat menjadi akut dengan gejala yang sangat jelas. UTI juga dapat berkembang perlahan dengan gejala yang minim untuk periode waktu yang lama.

Gejala UTI bagian bawah adalah :

  • - Gatal sewaktu buang air kecil.
  • - Sakit dibagian kandung kemih
  • - Sering buang air kecil, meskipun jumlahnya sedikit
  • - Sering buang air kecil sepanjang malam
  • - Demam ringan.
  • - Urine yang keruh dengan bau yang tidak enak.
  • - Keluar nanah dari ureter atau bercampur dengan urin.
  • - Terkadang terdapat darah di urine.

UTI bagian atas sering memiliki gejala yang sama, dan sebagai tambahan gejala-gejala tersebut akan terasa :

  • - Mual dan muntah.
  • - Sakit dibagian punggung dan samping perut, di atas ginjal, dan menurun kea rah kandung kemih.
  • - Merasakan tekanan di bagian perut.
  • - Panas tinggi dan menggigil.
  • - Kondisi fatiq.

Gejala UTI harus selalu dicermati, terutama bila terdapat darah di urin karena hal ini akan mengakibatkan penyakit yang lebih serius.

Komplikasi yang Disebabkan oleh Infeksi Saluran Kemih

Banyak UTI bagian atas dapat menyebar ke jaringan ginjal dam menghancurkan struktur keluaran urin. Proses ini secara bertahap dapat menyebabkan gagal ginjal. Infeksi dapat merusak pertumbuhan jaringan di saluran kemih (sebagai contoh: ureter), yang dapat menyebabkan gangguan dan masalah dengan pengeluaran urin.

Pada pria infeksi dapat menyebar ke prostat dan organ reproduksi dan menghancurkan fungsi system reproduksi..

Apabila wanita hamil mengalami UTI, maka anak yang dilahirkan memiliki kecenderungan lahir dengan berat badan kurang.
Diagnosis dari Infeksi Saluran Kemih

UTI didiagnosis melalui sampel urin. Sampel tersebut dianalisa berdasarkan zat-zat yang dihasilkan oleh penyakit tersebut seperti nitrites, leukocytes atau leukocyte esterase. Kemudian juga diperiksa adanya bakteri.

Saat anak-anak didiagnosa menderita UTI, sangatlah beguna bila dilakukan pemeriksaan aliran urine dan pemeriksaan radiologi dari saluran kemih apakah terdapat keluaran ke arah atas kandung kemih atau bentuk abnormalitas lainnya dalam saluran kemih. Hal ini terkadang terjadi pada orang dewasa yang menderita UTI.

Perawatan Standar dari Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih biasanya dirawat dengan antibiotic seperti: trimethoprim, cephalosporins, nitrofurantoin, atau fluoroquinolone (ciprofloxacin, levofloxacin).
Anak-anak yang didiagnosa mengalami infeksi saluran kemih biasanya diberikan perawatan jangka panjang dengan menggunakan antibiotic dalam dosis yang rendah, akan tetapi penelitian terakhir menunjukan hasil yang meragukani.

Perawatan Alternatif dari Infeksi Saluran Kemih

Walaupun perawatan standar biasanya efektif, hal ini tidak selalu berhasil mengalahkan infeksi saluran kemih yang kronis. Perawatan UTI dengan dosis antibiotic yang rendah untuk mencegah UTI dapat memberikan edek samping dan juga tidak selalu efektif.

Perawatan alternatif dapat berguna sebagai tambahan obat-obatan standar, dan juga berguna untuk mencegah terkena UTI.

Cranberry dan blueberry dapat membantu mencegah UTI dengan menghilangkan bakteri penyebab UTI. Tumbuh-tumbuhan ini dapat dikonsumsi dalam bentuk jus atau pun teh dari buah berry yang dikeringkan, dan juga ditemukan dalam bentuk kapsul.

Gula tipe D-mannose juga dapat membantu menghilangkan bakteri penyebab infeksi dari saluran kemih.

Cranberry, blueberry dan D-mannose membantu dengan menekan bakteri dari dinding bagian dalam saluran kenih dan membuat bakteri sulit melekat di dalam dinding dan menginfeksi jaringan. Jika tidak bakteri akan terbawa oleh urin.

Goldenseal root dan Uva ursi juga memiliki pengaruh memerangi bakteri yang menginfeksi saluran kemih.

Pemulihan yang merubah PH urin menjadi lebih asam atau bersifat alkalis juga memiliki pengaruh terhadap infeksi bakteri. Terlihat bahwa bakteri akan tumbuh subur hanya pada PH tertentu. Suplemen mineral yang terdiri dari citrate akan merubah PH menjadi lebih bersifat alkali. Cranberry memberi urin keasaman dan membantu memerangi bakteri.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa akupuntur dapat membantu menghalangi terjadinya infeksi saluran kemih.

Gaya Hidup Untuk Mencegah Infeksi Saluran Kemih

Banyak gaya hidup digunakan untuk mencegah atau menyembuhkan UTI.

  • Menggunakan pakaian yang melindungi bagian bawah tubuh dari dingin bermanfaat bagi banyak orang.
  • Minum banyak air membuat bakteri penyebab infeksi akan keluar dengan lebih mudah.
  • Buang air kecil setelah intercourse dan membersihkan bagian luar ureter untuk membersihkan bakteri penyebab infeksi yang ditularkan oleh perilaku seksual sebelum bakteri masuk ke saluran kemih.
  • Menggunakan kondom bila melakukan intercourse di bagian anal dapat menghindarkan infeksi bakteri di bagian rectum yang akan masuk ke ureter pria.
  • Setelah intercourse bagian anal, hindari untuk intercourse bagian vagina apabila belum di cuci bersih.
  • Perhatikan kebersihan organ kewanitaan, dan bersihkan dari bagian depan ke belakang untuk menghindari masuknya bakteri ke saluran kemih setelah buang air kecil.
  • Bilas dengan air hangat tanpa sabun karena dapat menyebabkan iritasi dapat mengurangi rasa sakit selama mengalami UTI dan akan membantu proses penyembuhan.
 
1 Comment

Posted by pada Juni 17, 2010 in ISK

 

Kaitkata:

Hidup Sehat Dengan CRANBERRY

sumber : http://www.foodreview.biz/preview.php?view&id=118
Buah merupakan sumber makanan alami yang paling mudah diperoleh dan disajikan, salah satunya adalah Cranberry (Vaccinium macrocarpon). Buah merupakan sumber makanan alami yang paling mudah diperoleh dan disajikan, salah satunya adalah Cranberry (Vaccinium macrocarpon). Cranberry merupakan buah yang memiliki khasiat cukup banyak. Sejak awal abad ke 21, Cranberry mulai terkenal sebagai produk konsumen yang sangat diminati dikarenakan memiliki kandungan gizi, mineral, vita-min, anti adhesive dan anti-oksidan, oleh karena itu Cranberry mendapat julukan super-fruit.
Cranberry atau tanaman semak pendek hijau ini memiliki panjang sulur 2 meter dan tingginya 5-20 meter. Banyak ditemukan di acidic bogs, terutama dibelahan utara hemisphere seperti Amerika Serikat dan Kanada. Bunganya berwarna pink tua, buahnya adalah buah berry yang pada awalnya berwarna putih dan berubah menjadi merah tua bila sudah matang.

1. Anti bakteri

Sejak dulu ternyata penduduk asli Amerika Utara, Suku Indian menggunakan buah cranberry ini dalam proses pewarnaan alami untuk selimut dan pakaian mereka. Bahkan cranberry juga dipakai untuk merawat luka akibat terkena panah dan juga sebagai penguat rasa untuk daging. Secara tidak langsung, suku Indian menggunakan cranberry sebagai zat anti bakteri atau anti infeksi jauh sebelum ditemukannya antibiotik. Efek anti-microbial dari cranberry berasal dari proanthocyane (condesed tannins) yang dapat melemahkan bakteri. Weizmann Institute of Science menemukan bahwa cranberry dapat menghambat pertumbuhan bakteri H pylori, yaitu bakteri yang menyebabkan bisul pada perut (Federation of European Microbiological Societies 2000;29:295-301).

2. Antioksidan

Buah jenis berry ini me-ngandung vitamin C yang cukup tinggi, mengandung zat kimia pelawan bakteri, serta antioksidan quercetin yang mampu menghambat radikal bebas. Menurut data dari American Journal of Clinical Nutrition 2004, mengkonsumsi antioksidan bukan hanya untuk menyelamatkan kulit saja, tapi juga meningkatkan daya tahan tubuh. pasalnya kulit berada dalam urutan terakhir mendapatkan gizi dari makanan, ditambah lagi dengan keadaan lingkungan dan kehidupan metropolitan yang syarat polusi, dehidrasi karena AC, sinar ultraviolet dan aktifitas kerja yang padat, membuat kita menjadi rentan sekali terkena penyakit.

Cranberry mengandung banyak nutrisi, termasuk proanthocyani, sodium, fosfor, potasium dan Vit. C yang berguna sebagai anti-oksidan serta memiliki fungsi sifat anti adhesive.

3.Mencegah infeksi kandung kemih

Sebuah penelitian menemukan bahwa cranberry mengandung suatu senyawa yang membuatnya sulit bagi bakteri untuk menempel pada organ tubuh, bakteri ini yang terkenal dengan nama E.Coli yang menyebabkan 90% infeksi saluran kemih. Dan senyawa ini hanya ditemukan dalam jus cranberry dan blueberry dan tidak pada jenis jus lain. (Journal of Urology 1984; 131:1013-1016)
Lebih lanjut Fakultas Kedokteran Harvard menemukan bahwa meminum jus cranberry secara teratur, dapat menyebabkan penurunan bakteri yang signifikan pada saluran kemih. Hal ini diduga zat anti adhesive yang terkandung dalam jus cranberry menyebabkan bakteri sulit menempel pada dinding saluran kemih. (Journal Of The American Medical Association 1994; 271:751-754)

4.Melindungi gigi dan gusi

Sebuah penelitian baru menyebutkan bahwa zat anti adhesive yang terkandung dalam cranberries mampu menghalau bakteri yang menempel pada gigi, serta membantu menghilangkan plak, substansi liat dan lengket yang terbentuk dari sisa makanan dan asam yang dapat menyebabkan iritasi gusi. (Journal of The American Dental Association 1998; 129:179-1723).

 
Leave a comment

Posted by pada Juni 17, 2010 in ISK

 

Kaitkata:

Perlukah Susu Ibu Menyusui?

sumber :

http://republika.co.id/berita/10217.html
By Republika Contributor
Senin, 27 Oktober 2008 pukul 15:40:00

JAKARTA– Kebutuhan wanita saat hamil hingga masa menyusui sebenarnya sama yaitu asupan gizi berimbang. Selama ibu yang sedang menyusui mampu memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari berupa karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin dan cairan tercukupi maka kondisi sang ibu, kuantitas dan kualitas air susu ibu (ASI) dapat tetap terjaga.

”Hamil, melahirkan dan menyusui merupakan satu paket yang alami. Tidak ada kebutuhan spesifik seorang ibu yang sedang dalam masa menyusui,” ujar dr Dhely Lesthama A SpOG, dari YPR Hospitalm Jakarta.
Kuantitas ASI sebenarnya sangat dipengaruhi oleh pikiran atau sugesti seorang ibu. “Apabila seorang ibu yakin bahwa air susunya pasti mencukupi kebutuhan bayinya, Insya Allah ASI-nya benar-benar akan cukup,” kata Nia Umar, wakil ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).

Secara umum kualitas ASI sebenarnya sama. Di dalam ASI terdapat antibodi yang berguna sebagai kekebalan alami bagi tubuh daaan semua kandungan gizi yang diperlukan oleh bayi. “Sehingga ASI merupakan satusatunya makanan terbaik bagi bayi hingga usia 6 bulan,” lanjut Nia.

Menurut Prof Rulina Suradi MD IBCLC, konsultan bidang Neonatalogi dan Laktasi dari Universitas Indonesia, ibu yang selalu makan daging dengan ibu yang selalu makan tempe sama saja kualitas ASI-nya. Perbedaannya hanya terdapat pada jumlah kadar lemaknya.

Bila seorang ibu kekurangan zat tertentu, pemenuhannya boleh dilakukan dari luar. Pada kasus demikian, sang bayi perlu mendapat asupan B12 dari luar.

“Seorang ibu yang vegetarian, misalnya, biasanya akan kekurangan vitamin B12 yang banyak terdapat dalam daging,” ujar Rulina, yang mengajar di Fakultas Kedokteran UI itu.

Bagaimana dengan susu? Menurut Dhely, konsumsi susu yang ditujukan khusus bagi ibu menyusui boleh saja diberikan. Tapi, sifatnya hanya suplemen tambahan. Apabila tidak mengonsumsi itu pun sebenarnya tidak apa-apa.

“Kalau tidak ada pun tidak perlu memaksakan diri harus membeli susu. Yang terpenting tetap makan makanan yang bergizi dan yang juga harus diperhatikan asupan cairan yang masuk dan keluar harus seimbang,” katanya berpesan.

Senada dengan Dhely, Rulina juga mengatakan, ibu yang sedang dalam masa menyusui sebenarnya tidak memerlukan susu. Bahkan, menurutnya, konsumsi susu pada saat ibu menyusui dapat berisiko alergi pada bayi berupa alergi dan menutup antibodi.

Pasalnya, pada bayi yang berusia 0-6 bulan, segala sesuatu yang dikonsumsi langsung diserap oleh tubuh sehingga zat-zat yang dapat merugikan si bayi pun ikut terserap. Lebih dari usia 6 bulan daya serap sel tubuh bayi sudah mulai berkurang.

Hal sama juga disampaikan oleh Nia. Menurutnya, cukup dengananyak memakan sayuran hijau dan selalu yakin memberikan ASI yang dengan kualitas terbaik, maka kualitas ASI akan memberikan segala kebutuhan gizi yang dibutuhkan oleh sang bayi.

“Mengonsumsi daun katuk boleh-boleh saja selama dengan begitu kita yakin ASI kita akan bertambah banyak,” ujar Nia.

Meskipun belum terdapat sebuah studi yang membuktikan khasiat dari daun katuk, namun sayuran yang banyak mengandung vitamin dan mineral itu tetap baik untuk dikonsumsi.

“Silakan saja mengkonsumsi daun katuk. Toh daun katuk merupak sayuran yang kaya serat dan kaya gizi,” ujar Dhely. (ci2/ri)


 
Leave a comment

Posted by pada Juni 9, 2010 in ASI

 

Kaitkata:

Kulit Tetap Cantik Pasca Kehamilan

sumber : http://cyberwoman.cbn.net.id/cbprtl/cyberwoman/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=cyberwoman|0|0|8|1360

Mother And Baby

Kehamilan adalah peristiwa yang sangat ditunggu-tunggu banyak kaum wanita. Namun kadang-kadang kehamilan juga membuat para calon ibu merasa tidak nyaman dan tidak percaya diri. Bayangkan saja, peningkatan kadar hormon selama kehamilan, seringkali menyebabkan perubahan pada kondisi kulit.

Kulit yang sebelumnya halus mulus, bisa berubah tekstur dan berwarna kehitaman, timbul stretch mark,dan selulit. Warna kehitaman berupa garis kehamilan (linea nigra) sering terjadi di sekitar daerah perut, membujur vertikal mulai dari pusar hingga pubis. Tetapi sebenarnya setelah melahirkan, biasanya linea nigra yang berwarna gelap akan kembali menjadi garis yang berwarna lebih terang.

Lain halnya dengan stretch mark dan selulit, yang lebih bandel. Selulit adalah penumpukan sel-sel lemak yang berlebihan pada jaringan kulit, sehingga membuat permukaan kulit tampak tidak rata. Penumpukan itu terjadi akibat peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron secara drastis. Meski banyak klinik, salon atau spa yang menawarkan solusi untuk mengatasi selulit, namun Dr. Nooryda Hardjono, SpKK mengatakan,”Belum ada treatment yang diklaim dapat mengatasi selulit 100%. Meski demikian, selulit dapat dicegah ataupun diminimalisasi.”

Sementara stretch mark, tanda berupa garis-garis memutih tak beraturan timbul akibat rusaknya jaringan pada lapisan dermis kulit yang mengalami peregangan secara drastis dan mendadak. Menurut Nooryda, mengatasi strechmark jauh lebih sulit, “Karena kolagennya sudah terlanjur rusak, maka kondisi tersebut akan sulit diperbaiki. Pencegahan adalah langkah terbaik.”

Agar gangguan kulit di masa kehamilan itu tak menjadi gangguan pemanen, berikut tipsnya;

Selulit:
* Berolahraga ringan secara teratur, akan membakar lemak di bagian-bagian tubuh yang mengalami selulit. Senam, berenang atau bersepeda juga bisa jadi pilihan.
* Kurangi lemak, dan makan makanan bergizi lengkap dan seimbang.
* Penggunaan lotion dibarengi dengan efek pijatan untuk memperlancar peredaran darah, secara teratur sejak awal masa kehamilan.

Stretch mark:
* Olesan pelembab dapat membantu menjaga elastisitas dan kekencangan kulit yang mengalami pemelaran selama hamil, misalnya perut, payudara, pinggul, dan bokong.
* Penggunaan body lotion secara teratur sejak dini, diharapkan dapat mencegah robeknya kolagen akibat perkembangan lapisan dermis saat kulit tubuh mengalami pemelaran.
(Meliana Simarmata)

Sumber: Majalah Inspire Kids

 
Leave a comment

Posted by pada Juni 4, 2010 in KEHAMILAN

 

Kaitkata:

Mengapa Hamil Muda Tak Nafsu Makan?

sumber : http://cyberwoman.cbn.net.id/cbprtl/cyberwoman/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=cyberwoman|0|0|8|1363
Mother And Baby
Pada awal kehamilan, calon ibu pasti akan merasakan mual yang luar biasa. Selain membuat calon ibu malas melakukan aktifitas, kondisi ini ternyata juga mempengaruhi selera makan sang ibu.

Meski sulit untuk menelan makan, usahakan agar ibu hamil tetap makan, walaupun sedikit. Sebab janin di dalam perut membutuhkan asupan nutrisi. Terlebih lagi, pada masa 8 minggu pertama kehamilan, otak janin mulai bertumbuh, dan proses ini membutuhkan dukungan nutrisi yang baik.

Penyebab

1. HcG (Human Chorionic Gonodotropin) adalah sejenis hormon yang dihasilkan oleh plasenta pada awal kehamilan. Keberadaan hormon tersebut di dalam darah memicu reaksi penolakan tubuh, karena dianggap sebagai benda asing. Penolakan tubuh inilah yang memicu sensai mual pada awal kehamilan. Dan rasa mual, seringkali menyebabkan ibu tidak bisa menelan makanan. Ketika fungsi plasenta telah sempurna, rasa mual ini akan hilang, sehingga ibu kembali dapat makan seperti biasa. Umumnya rasa mual akan berhenti pada usia kehamilan 12-14 minggu (awal trimester kedua).

2. Perubahan metabolisme glikogen hati pada ibu hamil biasanya menyebabkan rasa tidak nyaman, dan penuh pada perut bagian atas, sehingga ibu enggan untuk makan.

3. Faktor psikis juga berpengaruh terhadap nafsu makan calon ibu. Misalnya, apakah calon ibu memang mengharapkan kehamilannya atau tidak.

4. Gangguan enzim. Saat hamil, enzim-enzim pencernaan cenderung berubah, sehingga jika seorang ibu sebelum hamil tidak memiliki keluhan tukak lambung, bisa jadi ketika hamil merasakan gangguan ini.

5. Ibu hamil terlalu pilih-pilih makanan karena cemas memikirkan efek makanan itu bagi kesehatan kehamilannya. Kondisi ini membuat ibu hamil terpaksa mengonsumsi makanan yang mungkin tidak ia sukai.

Tidak nafsu makan, jangan dituruti!

Jika calon ibu tidak mau makan sama sekali dikhawatirkan akan terjadi ketidakseimbangan kadar hormon di dalam tubuhnya. Dalam jangka waktu tertentu, kondisi ini pasti akan membahayakan ibu dan janin.

Bagi ibu, asupan makanan dibutuhkan agar kondisi tubuh selama kehamilan selalu prima. Sedangkan bagi janin, asupan nutrisi diperlukan untuk mendukung pertumbuhan awal organ-organ tubuh, dan pembentukan otak. Perlu diketahui bahwa pertumbuhan otak yang optimal berkaitan erat dengan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh ibu.

Solusi

Biar sedikit ibu hamil harus tetap makan. Langkah tepat untuk menyiasati kondisi ini adalah:

* Usahakan untuk tetap makan lebih sering dalam porsi kecil.
* Jauhi makanan bersantan, atau bercitarasa dan beraroma tajam.
* Hindari makanan yang dapat memicu pembentukan gas dalam rongga perut, antara lain: kacang tanah yang biasa terdapat di bumbu ketoprak, gado-gado, sate, siomay dan sejenisnya.
* Perbanyak makan buah-buahan segar, seperti apel, jeruk, pisang, pepaya.
* Perbanyak minum air di antara dua waktu makan dan hindari minum pada saat makan.

Sumber: conectique.com

 
Leave a comment

Posted by pada Juni 4, 2010 in KEHAMILAN

 

Kaitkata:

8 Gerakan Tubuh Setelah Melahirkan

sumber : http://cyberwoman.cbn.net.id/cbprtl/cyberwoman/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=cyberwoman|0|0|8|1359
sumber : Mother And Baby
Setelah melahirkan pasti Anda ingin tubuh kembali seperti semula. Beberapa tips yang bisa dilakukan setiap hari dan tidak membuat Anda bekerja terlalu keras mengembalikan bentuk tubuh diberikan oleh Lindsey Jackson, ahli pilates, untuk wanita baru melahirkan.

Enam minggu pertama setelah melahirkan:

1. Pelvic floor: Saat menyusui atau mengganti popok, tarik daerah bagian panggul Anda ke atas secepat yang Anda bisa lakukan sebanyak sepuluh kali, lalu lepaskan. Seperti Anda hendak menahan buang air kecil. Lalu ulangi dengan sepuluh hitungan lambat, lepaskan, dan ulangi 10 kali.

2. Stactic tummy contractions: Setiap kali menyusui, kencangkan perut, dan tahan dalam 10 hitungan. Bayangkan Anda sedang memakai jeans yang terlalu ketat untuk Anda. Lepas dan ulangi sebanyak 10 kali.

3. Pelvic tilts: Berbaring terlentang sambil meluruskan kaki, biarkan bagian bawah tubuh rileks. Lalu gunakan perut untuk memiringkan bagian panggul ke bawah sehingga punggung menekan ke lantai. Tahan dalam lima hitungan dan kembali ke posisi semula. Ulangi sebanyak sepuluh sekali lakukan beberapa kali sebanyak yang Anda inginkan.

Setelah enam minggu:

4. Leg slides: Berbaring terlentang dengan lutut ditekuk dan tapak kaki di lantai. Pastikan panggul Anda menyilang di atas (dari panggul yang satu ke panggul yang satunya) dan biarkan punggung mengikutinya (tidak menyentuh lantai). Jepit perut sehingga otot akan menegang, namun tanpa suatu gerakan pada punggung. Kaki menyilang dan lurus ke arah kiri, lalu lakukan ke arah sebaliknya, ulangi hingga 20 kali.

5. Shoulder squeezes: Berbaring tengkurap dengan wajah menghadap ke lantai, serta tetap menjaga bagian belakang leher tidak tertekuk. Rentangkan lengan sejajar dengan bahu dan tekuk siku hingga membentuk huruf L. Angkat lengan dan tangan hingga lurus, pertahankan bahu Anda tetap ke bawah dan tidak dekat dengan telinga. Tahan dalam lima hitungan lambat. Bila tengkurap belum cukup baik untuk kondisi tubuh, maka Anda dapat melakukannya dengan berdiri.

6. Swimming: Berbaring tengkurap dengan kaki terbuka dan lengan di atas kepala, sedang posisi tubuh di lantai. Tarik perut dari lantai dan tahan, lalu seiring Anda menghembuskan napas, angkat kedua lengan sekitar 10 sentimeter dari lantai. Pertahankan bahu tidak menekuk ke dekat telinga dan kaki dalam posisi lurus. Ulangi gerakan ini sampai 20 kali.

7. Chest/shoulder stretch: Berbaring terlentang dengan bantal yang ditaruh di bawah tubuh mulai dari bahu hingga panggul. Anda juga dapat meletakkan gulungan handuk di tengkuk agar nyaman dan melepaskan ketegangan pada leher. Biarkan lengan diletakkan di samping tubuh dengan telapak tangan menghadap ke atas. Lalu dengan menggunakan ujung jari condongkan ke bawah ke arah kaki dan rileks dengan telapak tangan menghadap ke atas sejauh yang Anda bisa.

8. Shoulder bridges: Berbaring terlentang, taruh tangan di atas kepala, tekuk lutut, rilekskan bagian bawah tubuh, gunakan perut untuk memiringkan panggul ke bawah lalu lepaskan punggung dari lantai beberapa sentimeter sesaat sambil menghadap kiri. Saat menghembuskan napas turunkan punggung perlahan, ulangi sebanyak 10 kali, lakukan juga ke arah sebaliknya.

(Mutiara Pertiwi)

Sumber: Majalah Inspire Kids

 
Leave a comment

Posted by pada Juni 4, 2010 in MELAHIRKAN

 

Kaitkata:

Mengambil Manfaat dari Hewan Peliharaan

sumber :http://cyberwoman.cbn.net.id/cbprtl/cyberwoman/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=cyberwoman|0|0|8|1358
SUMBER :Mother And Baby

Sejak awal kehidupannya, anak-anak cenderung menunjukkan ketertarikannya pada binatang. Dunia binatang juga kerap menjadi media paling ampuh bagi orangtua untuk berkomunikasi dengan anak. Lihat saja bayi yang suka bermain dengan mainan binatang atau mendengarkan cerita mengenai Si Kancil, atau Si Itik Buruk Rupa.

Ketika anak menginjak usia 2-3 tahun, anak mengembangkan kemampuan kognitifnya untuk fokus pada karakteristik binatang dalam kehidupan nyata, dan semakin tertarik untuk berinteraksi dengan binatang. Selain karena suara dan gerakan spontan yang dilakukan binatang, anak-anak juga dapat menemukan bahwa dalam beberapa hal, binatang memiliki kesamaan dengan manusia. Sekaligus perbedaan-perbedaannya.

“Anak memang senang dengan binatang,” kata Mohammad Rizal Psi, Psikolog Perkembangan Anak dari Lembaga Psikologi Terapan UI. Menurutnya hal lebih disebabkan oleh karena anak merasa bahwa binatang adalah sesuatu yang menyenangkan untuk diajak bermain. “Anak senang bermain dan butuh mainan, dan salah satu “mainan” yang bisa dimainkan adalah binatang. Apalagi binatang bisa memberikan reaksi saat diajak bermain,” katanya menjelaskan. Ada juga yang berpendapat, tambah Rizal, anak-anak bisa menempatkan binatang dalam posisi yang lebih inferior, sehingga mereka dapat lebih leluasa menyalurkan keinginannya pada binatang.

Namun, jika anak menyatakan keinginannya untuk memelihara hewan, Rizal menyarakankan agar orangtua melihat dulu, hewan apa yang diinginkan oleh anak. ”Bila tidak membahayakan anak, serta memang mudah untuk dirawat, tidak ada salahnya membiarkan anak untuk belajar memelihara binatang,” katanya. Apalagi, memelihara hewan ternyata bisa memberikan banyak manfaat bagi si kecil.

Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

Mengembangkan kemampuan kognitif anak

Penelitian yang dilakukan Bob Poresky, sosiolog dari Kansas State University, Amerika Serikat, pada tahun 1988 menyimpulkan bahwa kemampuan kognitif anak dapat meningkat dengan memiliki hewan peliharaan. Menurut Poresky, jenis-jenis hewan peliharaan yang dapat merespon sikap anak – misalnya anjing atau kucing – cenderung akan meningkatkan intelejensi anak. Dikatakannya, semakin dekat hubungan anak dengan hewan peliharaannya tersebut, maka akan semakin baik kemampuan anak untuk melihat dunia dari sudut pandang binatang peliharaannya. Hal ini akan meningkatkan kemampuan kognitif anak yang kemudian berdampak pula pada intelejensianya.

Menambahkan Poresky, Rizal mengatakan bahwa melalui peliharaannya, anak balita misalnya, bisa belajar aneka bentuk serta mengidentifikasi anggota-anggota tubuh pada hewan, seperti kepala, badan, ekor, paruh, sayap dan lain sebagainya. Selain itu, anak juga bisa mengenal lebih dekat bagaimana kehidupan hewan, bagaimana mereka bersuara, bergerak, makan, minum, dan lain-lain. Tak hanya itu, belajar berhitung pun bisa lebih menyenangkan bagi anak-anak jika memanfaatkan hewan sebagai sarananya.

Misalnya, mintalah si kecil untuk menghitung berapa kaki Si Doggie, atau berapa kali dia bisa menangkap bola yang dilempar ke arahnya. Untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan analisisnya, anak juga bisa melakukan observasi untuk menemukan dalam hal apa saja hewan peliharaannya sama dengan manusia, dan hal-hal apa saja yang membuatnya berbeda dengan manusia atau hewan lainnya.

Belajar empati

Ada kecenderungan anak-anak suka memperlakukan hewan dengan cara yang salah, misalnya menarik-narik buntut anjing atau telinga kucing dan lain sebagainya. Tetapi pengalaman Drh.Tjut Nurmaini, memperlihatkan bahwa anak yang mempunyai hewan peliharaan cenderung punya empati yang lebih besar, dan cenderung tidak kasar. ”Yang tidak punya peliharaan akan dengan semaunya menangkap capung, misalnya, dan kemudian menggenggamnya dalam tangannya. Ini terjadi karena anak itu tidak bisa mengukur, seberapa besar kekuatan genggamannya. Ia melakukannya tanpa perhitungan. Nah, anak yang mempunyai binatang peliharaan, pasti akan merasa miris melihatnya,” urainya.

Belajar bertanggung jawab

Menurut Rizal, ”Memelihara hewan juga adalah bentuk tanggung jawab sederhana terhadap sesuai yang disukai, dalam hal ini binatang.” Seperti layaknya manusia, hewan juga adalah makhluk hidup yang butuh makan dan minum. Latihlah si kecil untuk bertanggungjawab dengan meminta mengurus kebutuhan tersebut bagi binatang peliharaan. Ingatkan juga akan akibat yang mungkin terjadi seperti sakit atau mati, jika ia lalai dalam memberi makan dan minum.

Menghilangkan stres

Tjut yang juga penyayang binatang itu, mengatakan bahwa hewan peliharaan dapat membantu anak menghilangkan stres. “Dengan melihat tingkahnya yang lucu ketika diajak bermain, saya bisa tertawa,” kata dokter yang sudah menganggap kucing-kucing peliharaannya sebagai anggota keluarganya sendiri. Bahkan sebuah penelitian menyebutkan bahwa kehadiran anjing peliharaan, dapat mengurangi stres anak yang sedang ujian. Penelitian Ann Ottney Cain, seorang profesor Psychiatric Nursing, pada tahun 1985, juga menemukan bahwa 70% keluarga yang disurvei melaporkan bahwa kebahagiaan dan keceriaan anggota keluarganya meningkat dengan kehadiran hewan peliharaan di tengah keluarga mereka.

Dampak Kesehatan

Banyak orang yang ragu memelihara hewan karena dikhawatirkan dapat memberikan dampak negatif dari segi kesehatan, misalnya menularkan penyakit tertentu. Menurut Tjut, “Kalau kita bicara hewan peliharaan, biasanya mereka rutin dibawa ke dokter oleh pemiliknya. Jangankan sakit, kalau hewan peliharaannya tidak mau makan saja, pemiliknya sudah membawanya ke dokter,” tambahnya lagi. Jadi masalah kesehatan hewan peliharaan relatif lebih terjamin.

Selain itu, Tjut mengatakan, dampak negatif kesehatan yang ditimbulkan dari hewan sebenarnya bisa dicegah dengan prosedur kebersihan standar yang sudah diketahui anak dari sekolah, yaitu mencuci tangan sesudah memegang-megang hewan peliharaan. “Jangankan sesudah pegang hewan kesayangan, pergi dari mana-mana pun, kita selalu diajarkan cuci tangan. Nah, itu metode pertama,” katanya.

Kalaupun sehabis memegang kucing, kemudian langsung makan, Tjut juga belum menemukan hasil yang signifikan, pemilik hewan langsung terkena toksoplasma, misalnya. Menurutnya, masalah kesehatan lebih disebabkan oleh apa yang dimakan. Ia mencontohkan, toksoplasma itu bukan dari hewan peliharaan, tetapi karena memakan makanan setengah matang seperti sate kambing ataupun sayuran mentah. Ia pun kurang setuju bila dikatakan bahwa binatang peliharaan merupakan sumber penyakit utama bagi anak, terutama bagi penderita alergi. Penelitian justru menunjukkan bahwa hewan peliharaan bisa memberikan manfaat positif dari segi kesehatan.

Dalam penelitian yang dipublikasikan Journal of Allergic and Clinical Immunology tahun 2003, ahli alergi Thomas Platts-Mills, MD, PhD dari University of Virginia, menemukan bahwa semakin dini usia anak (idealnya selama dua tahun pertama) dan semakin lama memiliki hewan peliharaan, makin kecil frekuensi anak mengalami alergi pada tahun-tahun selanjutnya. Hasil penelitian tersebut mendukung penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa bayi yang di dalam rumahnya terdapat dua atau lebih kucing, justru berpeluang terkurangi resiko perkembangan jenis alerginya.

Anak-anak dengan alergi, bila tidak ditangani dengan baik sejak dini, pada umumnya jenis alerginya akan berkembang sesuai peningkatan usianya. Anak alergi yang memiliki hewan peliharaan, kemungkinan alerginya akan berkembang menjadi bermacam-macam jenis alergi, malah berkurang 77% dibandingkan dengan anak alergi yang tidak mempunyai hewan peliharaan. Kedua penelitian tersebut membantah keyakinan sebelumnya bahwa eksposur anak terhadap hewan peliharaan di masa kecil dapat meningkatkan risiko berkembangnya alergi.

Selain itu, penelitian lain di tahun 1990 menemukan bahwa pemilik hewan peliharaan hanya mempunyai masalah kesehatan yang lebih sedikit, itupun masalah-masalah dalam kategori ringan. Dari segi kesehatan fisik, pemilik hewan peliharaan juga mempunyai kondisi yang lebih baik, bila dihubungkan dengan seringnya mereka melakukan olahraga bersama hewan peliharaannya. Dari sisi kesehatan mental, sebuah riset juga menemukan bahwa pemilik hewan peliharaan juga memiliki kondisi psikologis yang lebih baik. Ditemukan juga, hewan peliharaan dapat mengurangi rasa sepi dan rasa terasing pemiliknya.

Memilih Hewan Peliharaan

Menurut Tjut, hewan yang sehat sama seperti anak yang sehat; lincah dan aktif. Demikin pula ketika mereka sakit, yang biasanya menjadi lesu. Hewan yang sehat biasanya juga bisa memberikan respon yang baik. Karena itu, sebelum membeli hewan peliharaan, ada baiknya Anda sediakan waktu yang cukup untuk mengamati perilaku calon hewan peliharaan. ”Amati responnya, agar tidak kecolongan,” katanya.

Anjing

Pilihlah anjing yang tenang dan sabar atau termasuk dalam kategori family dog, seperti golden retriever, boxer, pomeranian chihuahua, shitzu dan lain sebaginya.

Kucing

Pilihlah kucing yang tenang dan suka dipegang atau disayang-sayang. Kucing yang mudah cemas, cenderung tidak bersahabat dan perilakunya sering tidak terduga. Kucing seperti ini bukanlah pilihan yang baik bagi si kecil.

Hewan Kecil

Hewan kecil seperti hamster dan kelinci bisa menjadi salah satu hewan peliharaan rumah. Tetapi jika di rumah ada anak yang masih sangat kecil, binatang mengerat ini bukan pilihan yang baik karena anak sulit dicegah untuk tidak memegangnya atau mencengkeramnya terlalu keras. Selain itu, hewan ini tak segan untuk menggigit balik jika disakiti.

Ikan

Ikan bisa menjadi pilihan yang menarik untuk dapat diamat-amati oleh si kecil. Tempatkanlah akuarium atau fish bowl di tempat yang sulit untuk dijangkau, apalagi ditarik oleh si kecil.

Reptil

Reptil seperti ular, iguana, bahkan kura-kura bukan pilihan yang aman untuk anak. Kura-kura membawa bakteri salmonela yang dapat menular pada si kecil.

Tips Memelihara Hewan

1. Peliharalah binatang yang sesuai dengan ukuran anak, atau yang memang ia sukai.

2. Jika memiliki bayi, jangan melihara anjing yang cenderung kasar, karena bisa terinjak.

3. Lakukan pemeriksaan kesehatan hewan peliharaan secara rutin

4. Jagalah kebersihan binatang dan kandang dengan memandikan dan membersihkan kandang dari kotoran.

5. Libatkan anak dalam perawatan binatang, agar anak paham mengenai lingkungannya

6. Jangan menyakiti hewan

Safety Tips

Selalu awasi selalu si kecil saat berinteraksi atau berada dekat dengan hewan peliharaannya. Anak di bawah 5 tahun tidak akan selalu ingat larangan atau instruksi yang pernah diberikan kepadanya. Oleh karena itu menjaga keamanannya harus tetap menjadi tugas dan tanggung jawab orang dewasa di sekitarnya.

Meskipun sebentar, jangan pernah meninggalkan si kecil sendirian bersama hewan peliharaannya.

Jauhkan makanan dan mainan hewan peliharaan dari jangkauan si kecil.

Jika anjing yang menjadi pilihan, latihlah dia untuk mematuhi semua perintah yang diberikan oleh anggota keluarga.

Ajari si kecil bagaimana bertingkah laku terhadap hewan peliharaannya.

1. Berjalanlah pelan-pelan di sekitar hewan, jangan pernah mengejar atau lari meninggalkannya.
2. Jangan pernah mengganggu hewan yang sedang makan, tidur, atau mengunyah sesuatu.
3. Jangan menatap hewan peliharaan lekat-lekat.
4. Jangan tarik kaki, ekor dan kupingnya
5. Kenali ciri-ciri atau peringai ketika hewan peliharaan marah, dan segeralah menjauh
6. Jangan pernah menengahi hewan yang tengah berkelahi dengan tangan kosong. Guyuran air seringkali efektif untuk memisahkan hewan yang berkelahi.
(Meliana Simarmata)

Sumber: Majalah Inspire Kids

 
Leave a comment

Posted by pada Juni 4, 2010 in BINATANG PELIHARAAN

 

Kaitkata:

Persalinan Normal dengan Induksi

sumber :http://cyberwoman.cbn.net.id/cbprtl/cyberwoman/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=cyberwoman|0|0|8|1362

sumber : majalah Mother And Baby
Tak kunjung mulas dan melahirkan, operasi caesar mungkin bisa menjadi jawabannya. Tetapi tidak sedikit diantara ibu hamil yang ingin tetap dapat melahirkan secara normal, maka induksi merupakan jalan keluarnya. Induksi juga dilakukan untuk menghindari komplikasi yang lebih berbahaya, seperti gawat janin atau agar bayi yang lahir terlalu besar.

Mendengar kata induksi, pasti yang terbayang pada ibu hamil adalah ketakutan akan rasa sakit yang berkepanjangan. Benarkah induksi bisa sesakit itu? Apa sebenarnya induksi itu? Mengapa harus dilakukan?

Induksi adalah

Induksi persalinan adalah suatu upaya stimulasi mulainya proses persalinan (dari tidak ada tanda-tanda persalinan, kemudian distimulasi menjadi ada). Cara ini dilakukan sebagai upaya medis untuk mempermudah keluarnya bayi dari rahim secara normal.

Kondisi harus dilakukan induksi:

1. Ibu hamil tidak merasakan adanya kontraksi atau his. Padahal kehamilannya sudah memasuki tanggal perkiraan lahir bahkan lebih (sembilan bulan lewat).
2. Induksi juga dapat dilakukan dengan alasan kesehatan ibu, misalnya si ibu menderita tekanan darah tinggi, terkena infeksi serius, atau mengidap diabetes
3.  Ukuran janin terlalu kecil, bila dibiarkan terlalu lama dalam kandungan diduga akan beresiko/membahayakan hidup janin.
4. Membran ketuban pecah sebelum ada tanda-tanda awal persalinan.
5. Plasenta keluar lebih dahulu sebelum bayi.

Risiko

Namun cara ini bukan berarti tanpa risiko. Risiko yang mungkin terjadi, diantaranya adalah:

1. Adanya kontraksi rahim yang berlebihan. Itu sebabnya induksi harus dilakukan dalam pengawasan yang ketat dari dokter yang menangani. Jika ibu merasa tidak tahan dengan rasa sakit yang ditimbulkan, biasanya dokter akan menghentikan proses induksi kemudian akan dilakukan operasi caesar.
2. Janin akan merasa tidak nyaman sehingga dapat membuat bayi mengalami gawat janin (stress pada bayi). Itu sebabnya selama proses induksi berlangsung, dokter akan memantau gerak jani melalui cardiotopografi. Bila dianggap terlalu beresiko menimbulkan gawat janin, proses induksi akan dihentikan.
3. Dapat merobek bekas jahitan operasi caesar. Hal ini bisa terjadi pada yang sebelumnya pernah dioperasi caesar, lalu menginginkan kelahiran normal.
4. Emboli. Meski kemungkinannya sangat kecil sekali namun tetap harus diwaspadai. Emboli terjadi apabila air ketuban yang pecah masuk ke pembuluh darah dan menyangkut di otak ibu, atau paru-paru. Bila terjadi, dapat merenggut nyawa ibu seketika.

Proses induksi

Ada dua cara yang biasanya dilakukan oleh dokter untuk memulai proses induksi, yaitu kimia dan mekanik. Namun pada dasarnya, kedua cara ini dilakukan untuk mengeluarkan zat prostaglande (prostaglandin) yang fungsinya sebagai zat penyebab otot rahim berkontraksi.

Secara kimia, si ibu akan diberikan obat-obatan khusus. Ada yang diberikan dengan cara diminum, dimasukan ke dalam vagina, diinfuskan, atau pun disemprotkan pada hidung. Biasanya, tak lama setelah salah satu cara kimia itu dilakukan, ibu hamil akan merasakan datangnya kontraksi.

Secara mekanik, biasanya dilakukan dengan sejumlah cara, seperti menggunakan metode stripping, vibrator, kateter, serta memecahkan ketuban.

Sakitkah?

Kontraksi akibat induksi mungkin terasa lebih sakit karena mulainya sangat mendadak. Itu sebabnya persalinan karena induksi cenderung memerlukan obat penawar rasa sakit.

Sumber: conectique.com

 
Leave a comment

Posted by pada Juni 4, 2010 in PERSALINAN

 

Kaitkata:

Hari Pertama Bayi di Rumah

sumber :http://cyberwoman.cbn.net.id/cbprtl/cyberwoman/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=cyberwoman|0|0|8|1361

sumber : Mother And Baby
Hari pertama bayi di rumah sama pentingnya dengan saat membawanya pulang ke rumah. Terutama karena kondisi ibu yang masih cukup lemah dan lelah.

Untuk itu, pastikan bahwa pada hari pertama adanya bayi di rumah, Anda lebih banyak beristirahat dan bersantai saja. Jadi, batasi keinginan untuk menerima kunjungan kerabat dan teman. Meskipun mungkin Anda juga ingin bertemu dengan mereka, usahakan untuk menunda kedatangan mereka hingga seminggu atau dua minggu mendatang, karena setelah melahirkan, Anda perlu membangun rutinitas baru, seperti jam tidur, menyusui atau menenangkan bayi yang sedang menangis.

Sebagai ibu yang baru saja melahirkan, wajar jika pada minggu-minggu awal Anda merasa sangat lelah, sedih dan tertekan. Tubuh Anda sedang mengalami perubahan yang besar. Perubahan yang sama juga terjadi pada hormon yang terdapat di dalam tubuh Anda dan apa yang Anda rasakan. Beberapa di antaranya adalah:
• Merasa sedih atau tertekan.
• Tubuh seperti tidak bertenaga.
• Merasa bersalah atau tidak berdaya.
• Tidak terlalu bersemangat mengurus bayi, atau bahkan terlalu sibuk mengurus dan mengkhawatirkan bayi.
• Berat badan meningkat pesat dan makan secara berlebihan.
• Berat badan menurun dan tidak mau makan.
• Merasa takut akan menyakiti bayi atau diri sendiri.
• Sulit tidur.
• Terlalu banyak tidur.
Agar Anda tetap berada dalam kondisi yang prima, pastikan bahwa Anda dapat beristirahat yang cukup, tetap bersabar walau apa pun terjadi, dan memahami bahwa apa yang Anda rasakan merupakan hal yang normal. Yakin saja, dalam beberapa minggu mendatang, Anda akan merasa jauh lebih baik.

Dalam beberapa hari pertama Anda membawa bayi pulang ke rumah, seluruh anggota keluarga yang tinggal bersama dengan Anda juga perlu menyesuaikan diri dengan bayi yang baru datang ke tengah keluarga Anda. Jika di rumah ada anak kecil yang lain, mungkin saja dia akan merasa sedikit cemburu dengan adanya bayi, yang menjadi pusat perhatian baru dalam keluarga Anda.

Untuk itu, ajak dia membantu Anda mengurus adik bayi yang baru datang. Anda bisa saja memintanya untuk membantu mengambilkan barang, atau bahkan hanya sekadar duduk dan menemani adik bayi, sehingga Anda dapat beristirahat dengan tenang. R. Dewi. S

AGAR BAYI TIDUR LELAP

Adanya bayi di rumah memberikan pengaruh yang besar terhadap jam tidur Anda sendiri, sehingga Anda ingin agar bayi dapat tidur dengan lebih lelap.

Mungkin Anda merasa bingung karena ada ahli yang mengatakan bahwa Anda harus menenangkan bayi terlebih dahulu sebelum tidur, ada juga ahli yang mengatakan bahwa jika bayi menangis setelah diletakkan di tempat tidurnya, maka Anda harus mendiamkannya saja hingga tertidur. Tidak perlu bingung, sesuaikan saja dengan kebutuhan Anda dan bayi.

Sesuaikan dengan Kebutuhan

Sebelum Anda memutuskan, apa yang harus Anda lakukan terhadap bayi yang tidak mau segera tidur adalah tempat tidur bayi. Ada orangtua yang menyarankan agar bayi tidur dalam kamarnya sendiri, tapi ada juga orangtua yang menginginkan agar bayi tidur di dalam kamar orangtuanya saja.

Tidak ada yang salah atau benar dengan kedua pilihan tersebut. Jika bayi tidur di dalam kamarnya sendiri berarti Anda dapat beristirahat dengan lebih nyaman, tanpa terlalu banyak terganggu oleh bayi Anda. Di sisi lain, jika Anda memilih untuk menidurkan bayi di dalam kamar Anda, maka Anda akan dapat dengan lebih cepat bertindak jika bayi membutuhkan sesuatu.

Berapa Lama?

Mungkin Anda perlu lebih banyak beristirahat dibandingkan dengan bayi Anda, sedangkan bayi yang baru lahir kebanyakan masih belum bisa tidur terus sepanjang malam, hingga nanti saat ia berumur antara 4-5 bulan. Setelah Anda dapat memahami kapan saja bayi biasanya tidur, Anda pasti dapat dengan mudah menyesuaikan jam tidur Anda dengan jam tidurnya.

Rutinitas Tidur

Rutinitas sebelum tidur bukanlah hal yang wajib Anda terapkan, tapi bisa menjadi salah satu pilihan yang Anda coba untuk memperkenalkan waktu tidur kepada bayi.

1. Mulailah dengan Memandikan Bayi. Setelah itu Anda bisa bermain-main sejenak, membacakan cerita, menyusuinya dan baru kemudian masuk ke dalam kamar untuk tidur.
2. Letakkan Bayi ke Tempat Tidurnya. Pastikan agar lampu dalam kamar tidur bayi tidak terlalu terang agar bayi dapat lebih mudah tertidur. Jika perlu, nyanyikan lagu untuk menenangkannya hingga bayi tertidur lelap.
3. Dari Hari ke Hari, usahakan untuk melakukan semuanya dengan tahapan yang sama, dengan orang-orang yang sama, sehingga terbentuk pola tertentu yang dapat dikenali oleh bayi sebagai rutinitas sebelum tidur. R. Dewi. S

TENANGKAN BAYI DENGAN LAGU

Lagu pengantar tidur sudah dikenal sejak lama dan dapat dimanfaatkan untuk mengantarkan dan menenangkan bayi sebelum tidur.

Apa pun lagu dan jenis musik yang Anda perdengarkan kepada bayi, pada dasarnya pada saat itu Anda sedang menggunakan kekuatan musik dan suara Anda untuk menenangkan dan berkomunikasi dengan bayi. Ada jenis suara-suara tertentu yang terbukti dapat menenangkan bayi, yaitu suara alam dan musik.

Memperdengarkan musik kepada bayi bukanlah hal yang sulit. Anda bahkan sudah bisa memulainya pada hari pertama kedatangannya di rumah. Anda tidak harus memperkenalkan lagu yang rumit atau jenis lagu tertentu kepada bayi. Anda bisa saja memperdengarkan lagu kesayangan Anda kepadanya, tanpa mengurangi manfaat musik terhadap bayi Anda. Beberapa di antaranya:
• Membantu bayi untuk mulai mengenali jenis-jenis musik dan suara.
• Memancing keingintahuan dan minat terhadap musik.
• Musik dapat berpengaruh terhadap perkembangan sikap dan keterampilan kognitif bayi.
• Mengatasi ketegangan yang dirasakan oleh seluruh anggota keluarga.

Sumber: Tabloid Wanita Indonesia

 
1 Comment

Posted by pada Juni 4, 2010 in NEW BORN

 

Kaitkata:

Mendidik Anak Tak Sulit Kok

sumber : http://cyberwoman.cbn.net.id/cbprtl/cyberwoman/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=cyberwoman|0|0|8|1364

sumber : majalah mother and baby
“Sejak pertama memiliki anak, saya memiliki ketakutan sendiri. Mungkin juga ketakutan yang sama juga dialami oleh para ibu lainnya. Yaitu ketakutan tak bisa mendidik anak dengan baik.,” demikian cerita Wulan (30).

Pernahkah Anda merasakan ketakutan yang sama seperti Wulan? Orang bijak berkata, dibandingkan pekerjaan apapun di dunia ini, pekerjaan paling hebat adalah membesarkan anak. Sebab, seorang anak tak cukup hanya dipenuhi sandang dan pangannya saja, tapi juga kewajiban lainnya yang sama pentingnya, yaitu memberikan pendidikan yang baik secara formal dan informal.

Jika orangtua berhasil mendidik anaknya dengan baik, maka kelak akan menghasilkan anak yang berperilaku baik. Demikian pula sebaliknya. Nah, itu sebabnya dibutuhkan beberapa aturan main dalam mendidik anak, agar kelak anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang baik, bertanggungjawab dan bisa menjadi kebangaan orangtuanya. Apa sajakah?

1. Lingkungan yang positif dan penuh kasih sayang dapat membentuk anak menjadi pribadi yang percaya diri. Setiap tindakan orangtu juga sangat mempengaruhi perkembangan mental anak kelak. Dianjurkan agar orangtua selalu menjaga sikapnya baik itu nada suara, bahasa tubuh dan ekspresi wajah orangtua dengan sangat hati-hati.

2. Tak ada salahnya sesekali memberikan pujian pada anak. Sebab pujian bisa mnejadi sebuah penghargaan pada anak sehingga akan membuat anak bangga merasa sanggup melakukan sesuatu dengan mandiri.

3. Jangan pernah membandingkan-banding anak dengan anak lain, sebab hal ini akan membuat mereka merasa minder dan tak berguna.

4. Hindari melontarkann pernyataan buruk pada anak, seperti “Bodoh banget sih!” atau “Jangan seperti bayi dong!” Percayalah, komentar buruk akan senantiasa melekat pada anak. Cobalah untuk menekan pada anak, bahwa setiap orang bisa melakukan kesalahan, termasuk dia. Namun semuanya tidak akan mengurangi sedikitpun kasih sayang Anda padanya meskipun Anda tidak menyukai perilakunya.

5. Anak biasanya akan belajar berperilaku dari orangtuanya. Itu sebabnya disarankan agar orangtua memikirkan kembali apapun tindakan yang akan dilakukan. Misalnya jika marah Anda akan memukul, maka janganlah kaget jika anak Anda sedang marah pada temannya ia akan memiliki kecenderungan yang sama dengan Anda, yaitu memukul. Mulai sekarang ajarkan pada anak sikap menghargai, setiakawan, jujur, baik, mau bertoleransi serta tidak egois.

6. Sejalan dengan usia serta perkembangan mental anak, cobalah untuk mengubah cara mendidiknya. Jadilah orangtua yang fleksibel jangan terlalu kaku.

7. Sadarilah bahwa tak ada orangtua yang sempurna di dunia ini, termasuk Anda. Sebagai manusia Anda pun memiliki kekuatan dan kelemahan. Jadi kenalilah kemampuan Anda dan pasangan. Selanjutnya bekerjasamalah untuk saling bahu membahu dalam mendidik anak.

Sumber: conectique.com

 
Leave a comment

Posted by pada Juni 4, 2010 in PARENTING

 

Kaitkata:

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 64 pengikut lainnya.