Roseola Pada Bayi


sumber : milis balita-anda

sumber:

http://www.todaysparent.com/toddler/healthsafety/article.jsp?

content=791670&page=1.

diterjemahkan oleh sylvia

by: Diane Sacks
(Paediatrician Diane Sacks spent 20 years at the Hospital for Sick Children
in Toronto, and is currently on staff at North York General Hospital)

Question:
Anak saya yang berusia 16 bulan telah didiagnosa ‘baby measles’
(Roseola). Ia telah divaksinasi (MMR) pada usia 12 bulan. Saya tidak
menemukan informasi apa pun tentang diagnosa ini. Apakah bedanya ‘red
measles’ (campak) dengan baby measles (roseola)?

Answer:
‘Red measles’ (rubeola atau campak) adalah penyakit infeksi virus yang cukup
serius yang hampir pasti dapat dicegah dengan vaksinasi yang diberikan pada
anak usia 12 hingga 15 bulan. Gejala-gejalanya berupa: demam tinggi, batuk,
hidung ‘meler’ dan mata yang merah, yang kemudian diikuti dengan timbulnya
‘rash’ (bintik-bintik) merah beberapa hari kemudian. Munculnya bintik tsb.
umumnya dimulai dari area wajah dan kemudian menyebar ke seluruh
tubuh. Campak dapat menular pada rentang waktu 3-5 hari sebelum adanya
gejala-gejala, hingga 4 hari setelah bintik-bintik tsb. muncul. Infeksi
jenis ini dapat juga berakibat komplikasi, seperti pneumonia, encephalitis
dan kejang-kejang.

‘Baby measles’ (roseola), disebabkan oleh jenis virus yang berbeda dan
lumrah dialami anak-anak usia 6 hingga 24 bulan (cukup langka terjadi pada
anak di usia sebelum 4 bulan dan setelah usia 4 tahun). Anak-anak yang
menderita roseola dapat mengalami gejala demam yang sangat tinggi tapi yang
mengejutkan, kondisi mereka umumnya baik-baik saja bahkan tetap aktif, walau
tetap ada kemungkinan selera makan mereka jadi merosot. ‘Rash’
(bintik-bintik) tidak akan muncul hingga demam mereda dan hal itu yang
kemudian membuat anak Anda jadi agak rewel.

Cukup sulit mendiagnosa ‘roseola’ sebelum bintik-bintik muncul di tubuh
penderita; salah satu petunjuk lagi yang bisa digunakan adalah adanya
kelenjar yang membengkak di bagian belakang kepala (area tengkuk). Sangat
disayangkan, banyak anak yang diberi resep antibiotik yang tidak perlu hanya
untuk meredakan demam jenis ini. Kemudian, saat bintik-bintik muncul,
terjadi ‘kerancuan’ antara ‘roseola’ atau karena alergi akibat antibiotik.

Anak-anak tidak seharusnya diberi antibiotik jika kita tidak tahu pasti apa
yang sedang kita hadapi dan apa yang kita ingin tangani. Pengecualian
berlaku bagi bayi yang baru lahir (di bawah usia 3-4 bulan), dan hanya
setelah tes penunjang lain telah dilakukan untuk menegakkan diagnosa serta
observasi ketat yang terus dilakukan terhadap perkembangan si kecil.

Roseola bersifat menular, tapi tidak terlalu serius. Saya selalu berpikir
bahwa bagian yang paling serius dari diagnosa penyakit ini adalah gangguan
pada ‘kesehatan mental’ para orang tua: pertama – berhadapan dengan demam
anak yang tinggi, kedua – menangani anak yang begitu ‘rewel’ saat
bintik-bintiknya telah muncul.

About these ads

2 thoughts on “Roseola Pada Bayi

  1. Anak saya lg kena roseola, ampun2an rewelnya stelah bintik keluar. Stiap tdr malam sll bgn brkali2 nangis2 terus ntah kenapa, dn yg paling berat adalah ia gk mau makan sampai bdn nya jd kurus,

  2. Anak saya 13m lg kena roseola, ampun2an rewelnya stelah bintik keluar. Stiap tdr malam sll bgn brkali2 nangis2 terus ntah kenapa, dn yg paling berat adalah ia gk mau makan sampai bdn nya jd kurus,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s