Apakah sinusitis itu?


sumber : http://www.blogdokter.net/2008/01/30/sinusitis/

http://buatsaya.blogspot.com/2009/08/dokter-umum-digest-number-2644.html

Sinusitis adalah peradangan yang terjadi pada rongga sinus. Sinusitis banyak
ditemukan pada penderita hay fever yang mana pada penderita ini terjadi
pilek menahun akibat dari alergi terhadap debu dan sari bunga. Sinusitis
juga dapat disebabkan oleh bahan bahan iritan seperti bahan kimia yang
terdapat pada semprotan hidung serta bahan bahan kimia lainnya yang masuk
melalui hidung. Jangan dilupakan kalau sinusitis juga bisa disebabkan oleh
infeksi virus atau bakteri. Tulisan kali ini lebih menitikberatkan
pembahasan pada sinusitis yang disebabkan oleh infeksi.

Apakah sinus itu?

Sinus atau sering pula disebut dengan sinus paranasalis adalah rongga udara
yang terdapat pada bagian padat dari tulang tenggkorak di sekitar wajah,
yang berfungsi untuk memperingan tulang tenggkorak. Rongga ini berjumlah
empat pasang kiri dan kanan. Sinus frontalis terletak di bagian dahi,
sedangkan sinus maksilaris terletak di belakang pipi. Sementara itu, sinus
sphenoid dan sinus ethmoid terletak agak lebih dalam di belakang rongga mata
dan di belakang sinus maksilaris. Dinding sinus terutama dibentuk oleh sel
sel penghasil cairan mukus. Udara masuk ke dalam sinus melalui sebuah lubang
kecil yang menghubungkan antara rongga sinus dengan rongga hidung yang
disebut dengan ostia. Jika oleh karena suatu sebab lubang ini buntu maka
udara tidak akan bisa keluar masuk dan cairan mukus yang diproduksi di dalam
sinus tidak akan bisa dikeluarkan.

Apa yang menyebabkan sinusitis?

Sinusitis dapat terjadi bila terdapat gangguan pengaliran udara dari dan ke
rongga sinus serta adanya gangguan pengeluaran cairan mukus. Adanya demam,
flu, alergi dan bahan bahan iritan dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan
pada ostia sehingga lubang drainase ini menjadi buntu dan mengganggu aliran
udara sinus serta pengeluaran cairan mukus. Penyebab lain dari buntunya
ostia adalah tumor dan trauma. Drainase cairan mukus keluar dari rongga
sinus juga bisa terhambat oleh pengentalan cairan mukus itu sendiri.
Pengentalan ini terjadi akibat pemberiaan obat antihistamin, penyakit fibro
kistik dan lain lain. Sel penghasil mukus memiliki rambut halus (silia) yang
selalu bergerak untuk mendorong cairan mukus keluar dari rongga sinus. Asap
rokok merupakan biang kerok dari rusaknya rambut halus ini sehingga
pengeluaran cairan mukus menjadi terganggu. Cairan mukus yang terakumulasi
di rongga sinus dalam jangka waktu yang lama merupakan tempat yang nyaman
bagi hidupnya bakteri, virus dan jamur.

Apa saja tipe sinusitis?

Sinusitis dapat dibagi menjadi dua tipe besar yaitu berdasarkan lamanya
penyakit (akut, subakut, khronis) dan berdasarkan jenis peradangan yang
terjadi (infeksi dan non infeksi). Disebut sinusitis akut bila lamanya
penyakit kurang dari 30 hari. Sinusitis subakut bila lamanya penyakit antara
1 bulan sampai 3 bulan, sedangkan sinusitis khronis bila penyakit diderita
lebih dari 3 bulan. Sinusitis infeksi biasanya disebabkan oleh virus walau
pada beberapa kasus ada pula yang disebabkan oleh bakteri. Sedangkan
sinusitis non infeksi sebagian besar disebabkan oleh karena alergi dan
iritasi bahan bahan kimia. Sinusitis subakut dan khronis sering merupakan
lanjutan dari sinusitis akut yang tidak mendapatkan pengobatan adekuat.

Apa saja gejala sinusitis?

Gejala sinusitis yang paling umum adalah sakit kepala, nyeri pada daerah
wajah, serta demam. Hampir 25% dari pasien sinusitis akan mengalami demam
yang berhubungan dengan sinusitis yang diderita. Gejala lainnya berupa wajah
pucat, perubahan warna pada ingus, hidung tersumbat, nyeri menelan, dan
batuk. Beberapa pasien akan merasakan sakit kepala bertambah hebat bila
kepala ditundukan ke depan. Pada sinusitis karena alergi maka penderita juga
akan mengalami gejala lain yang berhubungan dengan alerginya seperti gatal
pada mata, dan bersin bersin.

Bagaimana mendiagnosa sinusitis?

Sinusitis sebagian besar sudah dapat didiagnosa hanya berdasarkan pada
riwayat keluhan pasien serta pemeriksaan fisik yang dilakukan dokter. Hal
ini juga disebabkan karena pemeriksaan menggunakan CT Scan dan MRI yang
walaupun memberikan hasil lebih akurat namun biaya yang dikeluarkan cukup
mahal. Pada pemeriksaan fisik akan ditemukan adanya kemerahan dan
pembengkakan pada rongga hidung, ingus yang mirip nanah, serta pembengkakan
disekitar mata dan dahi. Pemeriksaan menggunakan CT Scan dan MRI baru
diperlukan bila sinusitis gagal disembuhkan dengan pengobatan awal.
Rhinoskopi, sebuah cara untuk melihat langsung ke rongga hidung, diperlukan
guna melihat lokasi sumbatan ostia. Terkadang diperlukan penyedotan cairan
sinus dengan menggunakan jarum suntik untuk dilakukan pemeriksaan kuman.
Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan jenis infeksi yang terjadi.

Bagaimana mengobati sinusitis?

Untuk sinusitis yang disebabkan oleh karena virus maka tidak diperlukan
pemberian antibiotika. Obat yang biasa diberikan untuk sinusitis virus
adalah penghilang rasa nyeri seperti parasetamol dan dekongestan. Curiga
telah terjadi sinusitis infeksi oleh bakteri bila terdapat gejala nyeri pada
wajah, ingus yang bernanah, dan gejala yang timbul lebih dari seminggu.
Sinusitis infeksi bakteri umumnya diobati dengan menggunakan antibiotika.
Pemilihan antibiotika berdasarkan jenis bakteri yang paling sering menyerang
sinus karena untuk mendapatkan antibiotika yang benar benar pas harus
menunggu hasil dari biakan kuman yang memakan waktu lama. Lima jenis bakteri
yang paling sering menginfeksi sinus adalah Streptococcus pneumoniae,
Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis, Staphylococcus aureus, dan
Streptococcus pyogenes. Antibiotika yang dipilih harus dapat membunuh kelima
jenis kuman ini. Beberapa pilihan antiobiotika antara lain amoxicillin,
cefaclor, azithromycin, dan cotrimoxazole. Jika tidak terdapat perbaikan
dalam lima hari maka perlu dipertimbangkan untuk memberikan amoxicillin plus
asam klavulanat. Pemberian antibiotika dianjurkan minimal 10 sampai 14 hari.
Pemberian dekongestan dan mukolitik dapat membantu untuk melancarkan
drainase cairan mukus. Pada kasus kasus yang khronis, dapat dipertimbangkan
melakukan drainase cairan mukus dengan cara pembedahan.

Apa komplikasi dari sinusitis?

Komplikasi yang serius jarang terjadi, namun kemungkinan yang paling gawat
adalah penyebaran infeksi ke otak yang dapat membahayakan kehidupan.

Kesimpulan: Sinusitis jika diobati secara dini dengan pengobatan yang tepat
akan mampu sembuh dengan baik.

About these ads

2 thoughts on “Apakah sinusitis itu?

  1. Ping-balik: SINUSITIS MAXILLARIS « whedacainederkalashnikov

  2. yth dokter, sy ibu 1 ank usia 25 thn.pnya sinus kturunan. dah di rongsen. kt dktr THT, baiknya di operasi. saudara sy yg prnh operasin tdk mnyrnkn hal ni krn ktnya sinus akan balik lg. kynya sy tipe pnderta sins krn virus. yg sy mo tnya, apa yg sbaiknya sy lkukan klo lg kambuh krn bkn main skt kplnya aplg sy pnya baby. yg sy rskn dr smua obt2an yg doter ksh, untk ngilngn skt kplnya agk lma jd sy bth konsumsi obt yg lm jg, tp sy tktkan, nanti2 pnyktny malah kebal lagi dok???mksh bnyk y dok

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s