source : http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/06/23/Metro/krn.20090623.168919.id.html
TANGERANG – Ratusan jajanan di Kota Tangerang diduga mengandung bahan
berbahaya. Hasil itu didapat setelah Dinas Kesehatan Kota Tangerang
mengambil 270 sampel makanan jajanan dari 30 pedagang di 21 sekolah
dasar. Pemeriksaan dilakukan sejak 8-17 Juni lalu.
Pedagang yang diduga mencemarkan bakteri ke penganan yang dijualnya juga
ikut diperiksa. Pemeriksaan oleh Subdinas Pelayanan Kesehatan Dinas
Kesehatan Tangerang terdiri atas pemeriksaan cemaran bakteri pada
makanan jajanan sekolah, pemeriksaan /rectal swab/ (usap dubur) dan
/hand swab/ (usap tangan) pada pedagang, dan pemeriksaan bahan tambahan
makanan.
“Hasilnya belum kami ketahui,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dr
Hery Suharyanto kepada /Tempo/ kemarin. Beberapa jajanan yang diduga
mengandung bahan berbahaya antara lain gulali, agar-agar, es serut, dan
saus untuk siomay. Ada pula lontong, bakso, gorengan, mi, kue adonan,
dan martabak yang terindikasi mengandung boraks.
Selain itu, minuman yang melebihi ambang batas pengimulsi (bahan
tambahan penguat rasa), misalnya rasa madu yang berasal dari pemanis
buatan, ikut diperiksa. Kodratullah, seorang staf di POM Dinas Kesehatan
Kota Tangerang, mengatakan pengimulsi itu bertujuan menyamarkan rasa dan
supaya jajanan menjadi kental.
Menurut Kodrat, para pedagang menjalani pemeriksaan usap tangan dan usap
dubur untuk mengetahui apakah mereka membawa bibit bakteri karena
bersentuhan dengan makanan yang dijualnya. “Ada alatnya untuk /rectal
swab/,” tutur Kodrat. Setelah hasilnya keluar, menurut dr Hery, Dinas
Kesehatan akan melakukan pembinaan terhadap pedagang yang menjual
makanan-makanan berbahaya. “Kami akan memberikan penyuluhan. Kami tak
ingin mematikan mata pencarian mereka,” ujarnya.
Sementara itu, di Depok, daerah yang juga terdapat jajanan berbahaya,
Dinas Kesehatan akan melakukan pembinaan terhadap pedagang pada 2010.
Menurut Kepala Seksi Pengawasan Obat dan Makanan Dinas Kesehatan Depok
Yulia Oktavia, pihaknya juga akan memberikan penyuluhan kepada guru,
kepala sekolah, dan murid. Yulia belum mau mengungkapkan makanan apa
yang diduga mengandung bahan berbahaya. “Nanti akan kami beri tahu
jajanan ini mengandung apa saja,” tuturnya. *AYU CIPTA| TIA HAPSARI
Komentar Terakhir