Keluarga Sehat Keluarga Bahagia

Icon

Dengan memberi asi exclusive sampai 6 bulan dan MPASI home made serta menerapkan Rational Use Of Medicine maka keluarga kita pasti akan menjadi keluarga sehat dan keluarga bahagia

Hukuman yang efektif

Sumber : http://www.halalguide.info/content/view/912/72/

Dalam mendidik, seringkali kita menjumpai perilaku anak yang seharusnya tidak dilakukan atau perkataan yang tidak pantas diucapkan. Bila cara halus seperti menegur, menasehati, tidak berhasil mengubah perilaku anak yang salah, maka orangtua biasanya mengambil tindakan hukuman. Hukuman yang diberikan bervariasi mulai dari melarang anak sambil membelalakkan mata, mengurangi uang jajan sampai dengan mencubit atau memukul anak. Melalui hukuman, orangtua berharap anak akan jera mengerjakan perilaku yang buruk. Dan kemudian berperilaku sebagaimana yang diharapkan orangtua atau yang seharusnya anak lakukan demi kepentingan anak itu sendiri.
Para tahap awal menghukum, orang tua acapkali merasakan efek positif dari caranya itu. Anak tidak lagi mengerjakan hal yang buruk. Tetapi di hari-hari selanjutnya anak kembali nakal. Sekalipun orangtua telah memberikan hukuman yang lebih berat dari yang pertama kali diberikan, anak nampaknya tidak peduli dan terus mengerjakan perbuatan yang salah. Bila demikian, orangtuan menjadi „kewalahan”, atau bahkan merasa agak frustrasi.
Pengertian Hukuman
Hukuman adalah sanksi fisik maupun psikis untuk kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan anak. Hukuman mengajarkan kepada anak tentang apa yang tidak boleh dilakukan, bukan apa yang harus dilakukan di masa berikutnya.
Fungsi Hukuman
Ada tiga fungsi penting dari hukuman yang berperan besar bagi pembentukan tingkah laku yang diharapkan:
• Membatasi perilaku. Hukuman menghalangi terjadinya pengulangan tingkah laku yang tidak diharapkan. Bila seorang anak pernah dihukum untuk satu kesalahan, maka ia akan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.
• Bersifat mendidik. Sebelum anak mampu memahami adanya aturan, ia bisa belajar tentang salah dan benar melalui hukuman yang diberikan ketika melakukan kesalahan.
• Memperkuat motivasi anak untuk menhindarkan diri dari tingkah laku yang tidak diharapkan
Prinsip-Prinsip Menghukum
Agar hukuman yang diberikan efektif, ada beberapa prinsip yang perlu kita pegang, diantaranya adalah :
• Berhemat dalam memberikan hukuman. Jika kita menggunakan hukuman terlalu sering, maka anak akan terbiasa dengan hukuman tersebut. Akibatnya hukuman tidak efektif lagi.
• Pemberian hukuman juga disertai dengan pemberian hadiah. Bila kita telah menetapkan untuk memberikan hukuman kepada anak, maka kita juga harus menyiapkan hadiah untuk tingkah laku yang diharapkan. Memberikan hukuman saja tidak secara otomatis mengajarkan anak untuk berperilaku yang baik. Misalnya kita menghukum anak disebabkan anak menyeberangi jalan secara gegabah. Untuk memotivasi anak melakukan tingkah laku yang diharapkan, kita perlu mengakarkan anak bagaimana menyeberangi jalan yang aman. Anak perlu melihat kanan-kiri, diam sejenak, baru kemudian menyeberang. Berilah anak hadiah atau pujian ketika anak bisa menyeberang jalan secara hati-hati.
• Jangan menunda-nunda hukuman. Hukumlah anak segera setelah berperilaku yang salah, karena tingkah laku dapat terbentuk melalui konsekuensi positif dan negatif yang diperoleh. Penundaan hanya akan mengurangi efektivitas hukuman, karena anak mungkin sudah lupa dan tidak mengaitkannya lagi dengan tingkah laku yang salah yang telah diperbuatnya.
• Disertai dengan alasan dan akibat yang diperoleh. Anak perlu penjelasan tentang tingkah laku yang dibolehkan dan yang tidak diperkenankan. Jelaskan pula akibat yang akan anak peroleh bila mengabaikan aturan itu.
• Konsisten dan tidak membuat ancaman-ancaman palsu.
• Tidak mempermalukan anak di muka umum.
• Bila menggunakan hukuman fisik, maka harus terarah dan terkendali. Janganlah menerapkan hukuman fisik kepada anak di saat kita sedang marah atau dalam keadaan emosi. Tindakan menghukum harus bertujuan, terarah, jelas dan terkendali. Hindarilah penggunaan alat-alat untuk mengukum anak, seperti kayu, ikat pinggang dan yang semacamnya.
Bintang Kecil Wulansari (Psikolog)

Filed under: PARENTING ,

Membiasakan anak dengan tangan kanan

Sumber : milist SEHAT / sehatgroup.web.id

Question : pagi SP dan Dr Wati ……
aku punya pertanyaan yang mungkin menarik bagi para SP dan Dr sendiri….begini, aku “left handed”, karena turunan ibuku, suamiku sebetulnya “lefthanded” namun dia bisa menulis dengan tangan kanan (hanya menggunting dgnkiri, seperti mamaku)…. kedua suamiku dan ibuku punya kemiripan yanghampir sama : TULISAN TANGANNYA JELEK (he he….beda sama aku, yang tulisantangannya bagusloh, sampai sering diledek dengan teman kalo kiri bagus,apalagi yang kanan)
anakku shaira (11bulan), saat ini sedang senang bertepuk, dan sudah mulaisuka tunjuk2 kalo mau minta sesuatu barang, atau melambaikan tangan.masalahnya adalah, dia selalu menunjuk dan melambai dengan tangan kiri….
menurut agama islam, pakai tangan kiri itu gak sopan, kata ibuku, kalo masihkecil biasakan dia mengambil atau berikan di tangan kanan.
yang saya baca di nakita no 314/VII/9 april 2005, dikatakan jika anakmeraih biskuit biarkan dengan kiri atau kanan (baca : sejak bayi perlubelajar mandiri).
saya sempat dinasehati om saya, biarkan saja anakmu mau memakai tangankiri/kanan karena jika dipaksa maka perkembangan motoriknya akan terganggu(cmiiw ya….)
PLEASE SHARING OR ADAKAH ARTIKEL MENGENAI MASALAH SAYA INI, SEBELUM SAYATERLAMBAT DALAM MENGAJARKAN ANAK SAYA NANTI……
notes : saya left handed, dan menurut orang2 kalo left handed itu, otakkanannya yang kerja, maka orang left handed itu cenderung kreatif, namunjika dipaksa kanan, jadi cenderung ragu2, betul gak sih? (tapi kalo lihatperilaku ibuku dan suamiku, ya juga sih)
salammamanya shaira

Answer 1 : dear mamanya shaira,
dulu waktu masih bayi anak saya Kevin (skrg 15 bln) juga selalu mo pegangapa2 pake tangan kiri. sampe2 menggenggam pun lebih kuat tangan kiridaripada tangan kanan. kadang2 mau sich pake tangan kanan, cuma lebih seringpake tangan kiri..padahal saya en suami saya tidak ‘left handed’.
akhirnya saya biasain kalo kasih apa2 ke dia selalu saya kasih ke tangankanan dia. biar dia ngerti kalo ambil or pegang apa2 pake tangan kanan.atau kalo ngak. tangan kirinya aku pegangin aja biar ngak bisa gerak, khanjadinya tangan kanannya yg gerak..he..he..sering juga aku bilangin,’kevin , ayo ambil pake tangan bagus/kanan’.akhirnya sekarang dia udah ngerti kalo ambil barang or salaman harus paketangan kanan..
gitu aja sharing saya, moga2 membantu ya…
erlin st

Answer 2 : Mbak Camelia,Saya setuju sama pendapat oomnya mbak.. biarkan saja, kalau dipaksakan bisa mempengaruhi perkembangannya loh mbak… Biarkan Shaira jadi dirinya. Yang mungkin bisa diajarkan Shaira untuk mempergunakan tangan kanannya misalnya dalm mmemberi or menerima sesuatu, atau bersalaman. Tapi untuk menulis dan lainnya, ah biarkan saja dia menggunakan tangan kirinya. Tangan kiri dan kanan sama2 baik koq, gak ada yang jelek..;oD
Ini link mengenai left handers…http://www.indiana.edu/~primate/lspeak.html#basic
semoga bisa membantu
Regards,Shereen-bundanyasimamat

Answer 3 : Dear Mba Camelia,
Bersyukur diberikan kelebihan bisa menggunakan kedua tangan mba, hanya saja kalo mau dikatakan pada anak kecil itu semuanya bersumber dari kebiasaan dan bagian otak mana yang sedang berkembang.Artinya jika otak kanan sedang berkembang maka bagian kiri tubuh yang lebih aktif bergerak begitu pula sebaliknya.Saran saya tetap berikan stimulasi kepada si kecil dengan menggunakan kedua belah bagian tubuhnya sehingga kedua bagian otak si kecil dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.Memang diapndang dari sudut budaya timur bukan hanya dari segi relijius, menggunakan tangan kiri itu ga sopan tapi ternyata banyak loh tokoh2 penting dunia lebih menggunakan otak kirinya seperti einstein, mozart, dll. Sayang saya ga punya artikel tentang ini. Mungkin sp lain bisa membantu.Sekedar sharing dulu ketika Andra masih dibawah 1th anggota tubuh bagian kiri lebih berperan daripada kanan, dari melambaikan tangan, menendang bola hingga berdiri. Sering saya latih bagian kanannya untuk lebih aktif, seiring pertambahan usianya yang sekarang udah 22bln kalo melambaikan tangan tetap pakai tangan kiri, salaman dan nendang bola lebih sering pakai tangan dan kaki kanannya.
Semoga membantu
Efi_Andra’s mom

Answer 4 : Aku setuju dengan mbak Efi, kami (aku & suami) juga ga left handed sih tapi kami ga keberatan kalo nantianak ada yang left handed. Mungkin selama sifatnya bukan sesuatu yang menyangkut tata krama & significantga masalah, tapi kalo yang tata krama tetep mesti pake tangan kanan. Pandai menempatkan diri gitu… (EQ donk ya.?..).
BTW aku pernah baca di Nakita, bahwa sebaiknya kita tidak membedakan tangan kanan dan tangan kiri dengan “Tangan Bagus & Tangan Jelek”, biarkan mereka memahami bahwa keduanya “bagus” karena diciptakan oleh Tuhan. Cukup ajarkan “Tangan Kanan & Tangan Kiri”.
Regards,Mama Anja & Khaira

Answer 5 : Ikutan share ya…
Kok kalo saya malah kebalikannya ya…:) Saya malah melatih tangan kiriTristan supaya lebih aktif (kami tidak ada turunan left handed sama sekali),jadi kalau sedang main/memukul sesuatu, saya minta dia gantian coba dgtangan kirinya, tujuannya sih buat merangsang otak kanannya. Kita juga tidakpernah meminta dia untuk memberikan sesuatu kepada kita (khususnya kitaberdua) dengan tangan kanan, walaupun contoh yg kita lakukan tetap dg tangankanan. Tapi kalau ke orang lain, bila dia melakukan dg tangan kiri, sayaselalu bilang pakai tangan kanan dong.. (tidak pernah tangan bagus, karenakanan atau kiri sama2 bagus buat saya). Nggak konsisten ya? Tapi kadang2susah kalau berhadapan dengan orang lain :-)
Sampai sekarang, tangan kirinya masih terus saya maksimalkan penggunaaannya,jadi kalau tangan kanan sudah lancar, pasti dia akan coba dengan tangankirinya.
Maaf ya kalau ada yg tidak berkenan. Have a nice week-end everyone….
Ria

Filed under: PARENTING ,

Dapurku..

Jurnalku

Pembaca Terhormat Saya Bukan Dokter

Artikel-artikel ini hanya untuk keperluan saya pribadi dari hasil browsing sana dan sini dan untuk referensi saya sendiri dalam mengasuh anak saya. jangan dijadikan patokan yaaaa

Quote Of The Day

Bayi tidak perlu computer atau mainan bagus-bagus. Yang mereka butuhkan adalah orang dewasa yang mengerti apa yang mereka rasakan dari waktu ke waktu. dan orang dewasa itu adalah kedua orang tuanya

Anda Pengunjung Ke :

Page Rank

Kalendar

Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Top Rated

YMku Online Ga Ya?

My Son Birthday

Lilypie

My Honey

Image019

Image017

Image016

Image015

Image013z

Image013

Image012z

More Photos

Isi Buku Tamu ya..