Mata Anak Belekan


- penyumbatan saluran air mata
kalau begini tatalaksananya adalah membersihkan dengan kapas air hangat dan
juga memijat2 area seputar matanya untuk membantu mengurangi penyumbatannya.

- infeksi atau bisa juga disebut conjunctivitis
infeksi inipun bisa banyak penyebabnya, bisa karena infeksi virus, infeksi
bakteri atau sebab lainnya dan umumnya krn infeksi virus dimana kalau krn
virus tidak perlu dibeirkan obat apapun selain membersihkan matanya spt yang
saya tulis diatas.

obat diperlukan bila infeksinya disebabkan oleh bakteri dimana gejalanya
hampir sama krn virus, tapi dr yg saya baca kalau krn bakteri belekannya
bandel, makin lama cenderung makin banyak dan kelopak matanya memerah.
kalaupun perlu obat tetes antibiotik (AB), pilih obat yg hanya mengandung AB
saja…jangan gunakan obat tetes yg mengandung steroid krn efek sampingnya
bisa menyebabkan glaukoma.

contohnya obat tetes mata yg mengandung steroid itu yah obat yang mba
sebutkan, yaitu cendo xitrol, yang mengandung dexametason yg merupakan salah
stau jenis steroid. tidak hanya untuk anak2, org dewasapun sebaiknya tidak
menggunakan obat yg mengandung steroid. memang sih steroid itu efeknya
memberi kenyamanan…..tapi kalau efeknya bisa bikin glaukoma, mending gak
usah deee….

cendo fenicol ataupun garamycin tidak mengandung steroid. tapi penting juga
kita ketahui kapan butuh AB atau tidak. tidak semua mata belekan perlu obat.

kalau untuk kasus anaknya mba, saya sependapat sama dokternya, kemungkinan
krn penyumbatan air matanya. jadi rajin2 dibersihkan dan di pijit2 yah area
matanya.

untuk tahu lebih jauh seputar conjunctivitis, bisa baca tulisan yg dibuat
oleh dokter apin dibawah ini.

Regards,
Gendi J – Father of 2

From: Arifianto Apin

sekarang saya coba jawab lebih lengkap berdasarkan hasil browsing ya.
Pertama, membedakan antara konjungtivitis akibat virus, bakteri, dan alergi
(saya ambil dari pediatric on call):

1. Bacterial conjunctivitis:- It is seen as a pink eye. It affects both the
eyes usually and leads to thick discharge of mucus from both the eyes.

2. Viral conjunctivitis: – Is a limited condition. It usually affects one
eye and causes excessive tearing. The discharge is usually mild.

3. Allergic conjunctivitis:- It results in excessive tearing from the eyes
and itching & redness in the eyes. It may sometimes be associated with a
runny nose.

4. Opthalmia neonatorum:- Is conjunctivitis in the newborn. It requires
emergency care and the neonatologist (physician caring for the baby) should
be consulted immediately. It has to be treated urgently to prevent permanent
eye damage or blindness. It is usually caused when the infant is exposed to
the germs in the mother’s birth canal. Gonococcus, C. trachomatis and herpes
virus are the common causes.

Yang jelas membedakan konjungtivitis virus dan bakteri agak sulit, lihat
saja kata-kata di atas yang digunakan adalah ‘usually’. Namun secara umum
kalau ‘belekan’-nya banyak dan lebih dari sehari belum> sembuh, kita curigai
akibat bakteri. Non-prescription eye drops are needed for viral
conjunctivitis. Antibiotic eye drops are required for bacterial
conjunctivitis. Allergic conjunctivitis require steroid eye drops. However,
do not use them without consulting your doctor.

Kalau dari tanda dan gejala anaknya Mbak Susi, tidak mengarah ke alergi,
paling mungkin akibat virus dan/atau bakteri. Bisa diberikan antibiotika
topikal (tetes/salep mata) untuk akibat bakteri. Yang perlu diingat
(diambil dari AAP): These viral infections tend to clear up on their own in
a few days. Your doctor may prescribe an antibiotic – either eyedrops or an
ointment – for bacterial conjunctivitis; make sure your child uses the
antibiotic for the prescribed time period, even if the symptoms disappear.
Two adults may be needed to administer the drops: one to hold the eye open
and reassure the child while the other adult actually puts the drops in the
eye. Also, periodically wash the eyelids, using a cotton ball soaked in
warm water, to keep them from sticking together. Keep your child home until
her eyes no longer have a discharge.

Jadi selain memberikan antibiotika, jangan lupa rajin membersihkan
kotorannya.

Mengenai kekhawatiran penggunaan antibiotika yang menyebabkan resistensi,
belum ada bukti yang kuat mendukung. Jadi boleh saja memberikan antibiotika
topikal ini (tapi tanpa steroid ya, karena tidak ada panduan yang mengatakan
pemberian steroid pada konjungtivitis bakterialis). Lainnya dalam jurnal
Lancet Juli 2005 menunjukkan Most children presenting with acute infective
conjunctivitis in primary care will get better by themselves and do not need
treatment with an antibiotic.

Kalau mau baca Randomized Control Trial-nya di sini:

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?cmd=Retrieve&db=PubMed&list_uids=15993231&dopt=Citation

Sedangkan EBM-nya di sini:

http://www.clinicalevidence.com/ceweb/conditions/eyd/0704/0704_I1.jsp

Dari gambaran tanda dan gejala yang Mbak Susi sampaikan, anaknya mengalami
konjungtivitis virus (disebabkan oleh virus). Diagnosis lainnya adalah
konjungtivitis bakteri (disebabkan oleh bakteri). Sulit sekali membedakan
antara kedua jenis konjungtivitis ini. Tapi biasanya kalau baru hari
pertama, masih dicurigai akibat virus dahulu, sehingga pengobatannya lebih
ke arah membuat anak merasa nyaman (sering-sering membersihkan kotoran
matanya, mengompresnya dengan air hangat/dingin agar merasa nyaman). Namun
jika berkepanjangan, sehingga dicurigai sebagai konjungtivitis bakteri,
diberikan tetes mata yang mengandung antibiotika, salah satu yang tersering
adalah kloramfenikol.

Tidak perlu yang mengandung campuran steroid, cukup yang mengandung
antibiotika saja. Bisa dilihat di kemasan obatnya.

Demikian quick reply saya, berdasarkan ilmu yang masih saya ingat. Belum cek
lagi seandainya ada update. Mari kita sama-sama browse di MayoClinic, AAP,
atau WHO dengan keyword: ‘conjunctivitis’.

Konjungtivitis alergi tandanya lebih ringan dibandingkan dengan kedua di
atas. Bila dihindarkan dari pencetusnya, mata tidak akan berair dan bengkak.
Sekiranya jawaban saya ini layak di-posting ke milis, silakan di-posting
agar bisa sharing dengan SPs yang lain. Maklum, saya jarang memantau milis
dalam sebulan terakhir karena kesibukan di luar.

Regards,
Apin

About these ads

10 thoughts on “Mata Anak Belekan

  1. kalau mata anak saya suka berkedip,apakah itu alergi,dan ada cara lain selain yang telah diberikan dokter karena saya inginnya anak saya tidak diberi antibiotik? sudah hampir 1 bulan ini mata anak saya suka berkedip,walau tidak hampir setiap waktu,kemarin sudah saya bawa ke dokter anak dan diberikan obat tetes cendo xitrol eye drops,antibiotik dan ozen cetrizine 2hcl untuk alerginya.menurut dokter anak saya alergi debu,apalagi saya juga memiliki alergi,sehingga ada bakat alergi pada anak saya,dan memang sejak lahir kulit anak saya sensitif,kulitnya sering merah2 kalau cuacanya panas.

  2. mba Irka…anak aku jg begitu..die umur 3 th padahal sebelomnya tidak pernah ada keluhan kedip2 begitu..aku periksa di dokter mata Jakarta eye center katanya tidak ada apa2..
    btw mbak dokternya dimana?

  3. Ass. saya mau tanya. Anak saya usia 2 thn 5 bln dan sekarang sedang sakit mata. Walaupun tidak terlalu merah tapi setiap bangun tidur pasti belekan dan matanya lengket jadi saya kompres pake air hangat. Anak saya sih tidak mengeluh sakit matanya dan tetap ceria. Yang saya mau tanyakan apa boleh menggunakan cendo fenikol? lebih bagus yang tetes atau yang salep? mohon infonya segera. Terimakasih byk

  4. Ping-balik: Fahim Sakit Mata « Blog Pribadi Keluarga

  5. kalo anak yang flu trus keluar beleknya parah setiap bangun tidur pagi dan siang hari,apakah perlu obat tetes mata??trima kasih.

  6. ass…kebetulan saya dan anak saya tertular sakit mata karena orang2 sekitar rmh saya..tp setelah saya bc ket dokter Apin saya jd bingung obat tetes apa yg harus sy gunakan.karena saya sudah terlanjur membeli obat cendo xitrol yg biasa sy gunakan dulu jika mata saya tertular virus…jd apakah sy harus stop pemakaiannya dgn cendo atau saya hrus membeli obat mata lain…tolong berikan jawabannya.trimakasih

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s