sumber : http://suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=41177
* Geng Somchai Tembaki Aktivis : Penerbangan Jakarta-Bangkok Dibatalkan
BANGKOK – Bandara internasional Suvarnabhumi Thailand di Bangkok lumpuh Rabu kemarin akibat diblokade puluhan ribu demonstran antipemerintah. Sedikitnya 3.000 penumpang masih telantar di bandara.
Kemelut dikhawatirkan akan meluas menjadi pertikaian antara kubu pendukung pemerintah dan kubu oposisi. Insiden penembakan kembali terjadi Rabu kemarin. Sekelompok pendukung pemerintah di Chiang Mai, Thailand utara, menembak seorang aktivis antipemerintah hingga tewas.
Kelompok itu menyeret korban keluar dari mobilnya sebelumnya kemudian menembaknya. Korban adalah seorang pria berusia 50-an tahun. Putra korban adalah pengelola stasiun radio kecil antipemerintah.
Para pemrotes antipemerintah masih menguasai kompleks bandara, Sebagian demonstran bahkan menduduki menara kontrol sehingga operasi penerbangan tidak bisa dilakukan.
Setelah demonstran PAD menduduki menara kontrol bandara, kelompok pendukung pemerintah mengatakan akan menggelar aksi tandingan di jalan. Aksi itu dikhawatirkan akan memicu bentrokan lebih parah. ’’Tindakan mereka adalah perbuatan teroris,’’ kata Jatuporn Prompan, seorang politikus partai berkuasa dan pemimpin kelompok Aliansi Demokrasi Menentang Kediktatoran yang anti-PAD.
Seorang sumber partai mengatakan, gerakan PAD dianggap akan mengulang kudeta militer. Kelompok itu akan menggelar demo jalanan menentang keterlibatan militer. ’’Pasti akan terjadi pertempuran,’’ kata dia.
Seluruh jadwal penerbangan dari Jakarta menuju Bangkok dibatalkan menyusul penutupan bandara. Kepala Kantor Administrator Bandara Bandara Internasional Soekarno-Hatta Herry Bakti mengatakan, ada sekitar tiga pesawat yang membatalkan jadwal penerbangan dari Jakarta menuju Bangkok pada Rabu kemarin.
Ketiga penerbangan tersebut yakni Garuda, Air Asia dan Thai Air Ways. Ketiga maskapai tersebut biasa mengisi penerbangan tujuan Jakarta – Bangkok sebanyak satu kali per hari. ’’Rata-rata satu maskapai mengisi satu jadwal penerbangan jadi ada sekitar tiga pesawat yang bertolak ke Bangkok,’’ kata Bakti.
Sebanyak 150 penumpang pesawat Garuda nomor penerbangan GA-866 tujuan Bangkok pukul 23.10 WIB harus kembali mendarat ke Bandara Soetta pada pukul 00.00 WIB karena aktivitas di Suvarnabhumi lumpuh. Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah mengimbau WNI di Bangkok untuk waspada. ’’Tidak ada kondisi atau langkah evakuasi menghindari konsentrasi massa, namun KBRI tetap memantau,’’ ujarnya.
Ketika ditanya apakah ada WNI yang terjebak di Suvarnabhumi, Faizasyah mengatakan belum mendapatkan informasi. Ribuan penumpang terpaksa bermalam di bandara dan tidur di bangku-bangku atau sembarang tempat. Sebagian penumpang marah karena petugas bandara kabur saat demonstran berdatangan. ’’Ini memang bukan salah pengelola bandara, namun mereka tetap harus bertanggung jawab atas situasi yang terjadi di sini,’’ kata seorang penumpang.
’’Sebanyak 78 pesawat tidak bisa berangkat atau mendarat. Saya telah diberitahu oleh Thai Airways bahwa 3.000 penumpang terkatung-katung di terminal,’’ kata Direktur Bandar Udara Saereerat Prasutanont.
’’Kegiatan di Bandar Udara Suvarnabhumi sepenuhnya telah ditutup sejak pukul 04.00 waktu setempat (04.00 WIB) baik keluar atau masuk, setelah pemrotes menolak untuk berunding dengan siapa pun kecuali dengan perdana menteri,’’ kata Saereerat.
Kerusuhan
Dia mengatakan, penumpang tidak dapat meninggalkan terminal karena demonstran dari Aliansi Rakyat untuk Demokrasi (PAD), kelompok utama pemrakarsa aksi itu, telah menutup jalan masuk ke bandar udara itu.
Pemrotes memaksa bandar udara tersebut ditutup sejak Selasa lalu. Unjuk rasa di ibu kota Thailand itu berubah jadi kerusuhan, sehingga 11 orang cedera dalam berbagai bentrokan.
Ribuan pengunjuk-rasa menerobos garis polisi dan menyerbu bandar udara dalam upaya mereka menekan pemerintah Perdana Menteri Somchai Wongsawat untuk mundur.
’’Banyak orang yang bersenjatakan tongkat dan pemukul baseball. Mereka kelihatannya siap berkelahi. Kami tidak tahu apa yang sedang terjadi,’’ kata Ben Creemers asal Belgia. Pendukung PAD mengamuk di sekitar terminal baru bernilai empat miliar dolar AS itu.
Saat demonstran menyerbu, para pejabat bandara dan perusahaan penerbangan buru-buru meninggalkan lokasi, memasang penutup dan meninggalkan pos mereka.
’’Penerbangan dibatalkan. Itu yang kami ketahui. Penumpang tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Kami bekerja untuk perusahaan penerbangan tetapi tidak mengetahui apa yang sedang terjadi,’’ kata seorang petugas di meja check-in Thai Airways.
Petugas keamanan membatalkan semua penerbangan ke luar bandara. Tidak ada informasi yang disampaikan kepada para penumpang yang telantar mengenai situasi di bandara. Bandara itu melayani 125.000 penumpang per hari. Layar informasi terus menyiarkan keterangan penerbangan secara normal seakan-akan tidak ada aksi demonstrasi yang menduduki bandara.(rtr-gn-25)
Komentar Terakhir